You are on page 1of 18

Hepatologi

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang Hati merupakan organ yang sangat penting dalam pengaturan homeostasis tubuh meliputi metabolisme, biotransformasi, sintesis,

penyimpanan dan imunologi. Sel- sel hati (hepatosit) mempunyai kemampuan regenerasi yang cepat. Oleh karena itu sampai batas tertentu, hati dapat mempertahankan fungsinya bila terjadi gangguan ringan. Pada gangguan yang lebih berat, terjadi gangguan fungsi yang serius dan akan berakibat fatal. Penyebab penyakit hati bervariasi, sebagian besar disebabkan oleh virus yang menular secara fekal-oral, parenteral, seksual, perinatal dan sebagainya. Penyebab lain dari penyakit hati adalah akibat efek toksik dari obat-obatan, alkohol, racun, jamur dan lain-lain. Di samping itu juga terdapat beberapa penyakit hati yang belum diketahui pasti penyebabnya. Walaupun angka pasti prevalensi dan insidens penyakit hati di Indonesia belum diketahui, tetapi data WHO menunjukkan bahwa untuk penyakit hati yang disebabkan oleh virus, Indonesia termasuk dalam peringkat endemik yang tinggi. Upaya pemerintah dalam mengurangi prevalensi penyakit hati di Indonesia dilakukan dengan berbagai cara, baik melalui penyuluhan maupun pemberian vaksin hepatitis A dan B secara gratis. Namun, tanpa kesadaran dari masyarakat sendiri dan kerjasama dari berbagai pihak yang terkait, upaya pemerintah ini tidak dapat berjalan dengan baik. Sebagai tenaga kesehatan, apoteker berperan penting dalam menunjang upaya pemerintah baik dalam pencegahan ataupun

penanggulangan penyakit hati. Untuk itu perlu kiranya apoteker meningkatkan pemahaman

mengenai gangguan atau penyakit hati, upaya pencegahan dan terapinya serta mewaspadai obat-obat yang berpengaruh pada gangguan hati.

.2. Bagaimana Anatomi dan Fisiologi dari hati ? 2. Rumusan Masalah 1. Bagaimna Tanda dan Gejala Klinis 5. 1. Direktorat Bina Farmasi Komunitas dan Klinik perlu menyusun buku saku Pharmaceutical Care untuk Penyakit Hati.Hepatologi 2 Sehubungan dengan upaya untuk meningkatkan pemahaman apoteker tersebut diatas. Apasaja Klasifikasi penyakit Hati ? 4. Tujuan Makalah ini digunakan sebagai acuan bagi Mahasiswa dalam rangka menjalani kuliah Patologi untuk penyakit hati dan diharapkan dapat meningkatkan pemahaman apoteker tentang penatalaksanaan penyakit hati. Apa saja Perangkat Diagnostik Penyakit Hati ? 1.3. Bagaimana Etiologi dan Patogenesis Hati ? 3.

Hepar memiliki facies diaphragmatica dan facies visceralis (dorsokaudal) yang dibatasi oleh tepi kaudal hepar. dan semula mengantar darah yang kaya oksigen dari plsenta ke janin. liver. Ligamentum teres hepatis adalah sisa vena umbilikalis yang mengalami obliterasi. Lobus hepatis dextra dibatasi terhadap lobus hepatis sinister oleh fossa vesicae biliaris dan sulcus venae cava pada facies visceralis hepatis. Hepar tertutup oleh peritoneum. Ligamemtum venosum adalah sisa ductus venosus fetal yang menjadi jaringan ikat. kecuali di sebelah dorsal pada area muda. sesuai dengan cekungan permukaan kaudal diaphragma. atau hati adalah kelenjar terbesar dalam tubuh. Masing-masing lobus memiliki pendarahan sendiri dari arteria hepatica dan vena porta hepatis.1. dan juga penyalutan darah venosa dan empedu bersifat serupa. Facies diaphragmatica bersifat licin dan berbentuk kubah. tetapi untuk sebagian besar terpisah dari diaphragma karena recessus subphrenicus cavitas peritonealis. Lobus hepatis sinister terpisah dari lobus kaudatus dan lobus quadratus oleh fissura/ligamenti venosi pada facies visceralis. Lobus hepatis sinistra mencakup lobus kaudatus dan hampir seluruh lobus quadratus. dan oleh perlekatan ligamentum teres hepatis pada facies diaphragmatica. dan oleh sebuah garis khayal pada permukaan diaphragmatik yang melintas dari fundus vesicae biliaris (fellea) ke vena cava inferior. Anatomi hati Hepar. . dan semula memintaskan darah dari vena umbilikalis ke vena cava inferior.Hepatologi 3 BAB II TINJAUAN PUSTAKA II. Hepar terbagi menjadi lobus hepatis dextra dan lobus hepatis sinistra yang masing-masing berfungsi secara mandiri. tempat hepar bersentuhan langsung dengan diaphragma.

3. mencakup hal-hal berikut: 1. 1996) II. Ekskresi kolesterol dan bilirubin. protein) setelah penyerapan mereka dari saluran pencernaan. dan banyak vitamin. . 5. 7. yang terakhir adalah produk penguraian yang berasal dari destruksi sel darah merah yang sudah usang.2–1. steroid. Penyimpanan glikogen. dan kolesterol dalam darah. pengaturan metabolisme kolesterol dan detoksifikasi racun atau obat yang masuk dalam tubuh. Pengaktifan vitamin D. 6. 2. tetapi hati juga melakukan berbagai fungsi lain. lemak.Hepatologi 4 II. mencakup protein-protein yang penting untuk pembekuan darah serta mengangkut hormon tiroid. Organ ini penting bagi sistem pencernaan untuk sekresi garam empedu. Etiologi Dan Patogenesis Hati merupakan organ intestinal paling besar dalam tubuh manusia. 4.3.5% berat badan orang dewasa. Pengolahan metabolik kategori nutrien utama (karbohidrat. pembentukan protein dan asam empedu. yang dilaksanakan oleh hati bersama ginjal.2. berkat adanya makrofag residen. tembaga. Pengeluaran bakteri dan sel darah merah yang usang. besi. (Sherwood. seperti penyimpanan energi. Di dalamnya terjadi pengaturan metabolisme tubuh dengan fungsi yang sangat kompleks dan juga proses-proses penting lainnya bagi kehidupan.8 kg atau kira-kira 2. Detoksifikasi atau degradasi zat-zat sisa dan hormon serta obat dan senyawa asing lainnya. lemak. Beratnya rata-rata 1. Sintesis berbagai protein plasma. Fisiologi Hati Hati adalah organ metabolik terbesar dan terpenting di tubuh.

seperti alkohol atau obat-obat tertentu. terjadi perlawanan terhadap sel-sel hati yang berakibat timbulnya peradangan kronis. dapat disebabkan oleh senyawa karsinogenik antara lain aflatoksin. seperti hemochromatosis. sedangkan penyakit hati kronis berarti gangguan yang terjadi sudah berlangsung lebih dari 6 bulan. virus. seperti Hepatocellular Carcinoma. Hepatitis B dan C maupun sirosis hati juga dapat berkembang menjadi kanker hati . Kanker. seperti hepatitis autoimun. yakni kegagalan hati fulminan. 3. 5. Genetik atau keturunan. Beberapa pendapat membedakan penyakit hati menjadi penyakit hati akut atau kronis. Pada hepatitis autoimun. Ada satu bentuk penyakit hati akut yang fatal. Gangguan imunologis. polivinil klorida (bahan pembuat plastik). Infeksi virus hepatitis. yang berarti perkembangan mulai dari timbulnya penyakit hati hingga kegagalan hati yang berakibat kematian (fatal) terjadi dalam kurang dari 4 minggu. dapat ditularkan melalui selaput mukosa. 4. Dikatakan akut apabila kelainan-kelainan yang terjadi berlangsung sampai dengan 6 bulan. Beberapa penyebab penyakit hati antara lain: 1. dan lain-lain. 2. hubungan seksual atau darah (parenteral). Zat-zat toksik. yang ditimbulkan karena adanya perlawanan sistem pertahanan tubuh terhadap jaringan tubuhnya sendiri.Hepatologi 5 Gangguan fungsi hati seringkali dihubungkan dengan beberapa penyakit hati tertentu.

C.ganti pasangan .Fekal-oral -Kontaminasi makanan 3.Darah .Seksual . Perbandingan Virus Hepatitis . B. C. Tabel 1 memperlihatkan perbandingan virus hepatitis A. berikut beberapa macam penyakit hati yang sering ditemukan.Seksual . dan E. Hepatitis A. Penyebabnya dapat berbagai macam.4. mulai dari virus sampai dengan obatobatan.Diagnosis akut darah IgM Anti-HBc HBs Ag 5.Perinatal -Sporadik -Seksual sering : pada pende rita yang berganti.Penularan .Penitipan anak -Pecandu obat -Homoseksual -Tenaga Kesehatan -Resipien IgM Anti HAV .Militer .Inkubasi 2-4 minggu 1-6 bulan 2 minggu – 3 minggu – 3 bulan 3-6 minggu 6 bulan 2. kronik (hepatitis B dan C) ataupun kemudian menjadi kanker hati (hepatitis B dan C).Perinatal : tak ada laporan -Pecandu obat -Penderita hepatitis B - Pelancong daerah endemik -Pecandu obat -Tenaga Kesehatan -Resipien IgM Anti.Fekal-oral -Jarang terjadi melalui darah/seks . Hepatitis A Hepatitis B Hepatitis C Hepatitis D Hepatitis E 1. E. termasuk obat tradisional. B.Darah .Kelompok berisiko . Klasifikasi Penyakit Hati Penyakit hati dibedakan menjadi berbagai jenis. Manifestasi penyakit hepatitis akibat virus bisa akut (hepatitis A). B dan C adalah yang paling banyak ditemukan. D.Hepatologi 6 II. D. Virus hepatitis terdiri dari beberapa jenis : hepatitis A.HDV HDV Ag Klinis 4.Diagnosis kroni Anti-HBc total HBs Ag darah Klinis HCV Ab Tabel 1. F dan G. yaitu: 1) HEPATITIS Istilah "hepatitis" dipakai untuk semua jenis peradangan pada hati.

meliputi : tempat. Penularan terjadi melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi tinja penderita hepatitis A. rasa lelah. Menginfeksi dan berreplikasi pada primata non. pemakaian jarum bersama pada IDU (injecting drug user). Tersebar di seluruh dunia dengan endemisitas yang tinggi terdapat di negara-negara berkembang. sedangkan pada orang dewasa menyebabkan gejala mirip flu. makan kerang setengah matang.5 kb. demam. Penderita hepatitis A akan menjadi kebal terhadap penyakit tersebut. b) Hepatitis B Manifestasi infeksi Hepatitis B adalah peradangan kronik pada hati. untai tunggal (single stranded). Berbeda dengan hepatitis B dan C. sub.tempat penitipan/perawatan bayi atau batita. Berbentuk kubus simetrik dengan diameter 27–28 nm. dengan prevalensi karier di USA <1%. infeksi hepatitis A tidak akan berlanjut menjadi kronik. nyeri perut. (rata-rata 30 hari). Virus ini ditemukan didalam tinja. sedangkan di Asia 5– 15%. minum es batu yang prosesnya terkontaminasi. perilaku seks oral-anal. mata kuning dan hilangnya nafsu makan. mual.manusia dan galur sel manusia. Saat ini sudah ada vaksin hepatitis A yang memberikan kekebalan selama 4 minggu setelah suntikan pertama. bepergian ke negara berkembang. Masa inkubasi 15–50 hari. diare. Masa inkubasi berkisar 15–180 hari. termasuk picornavirus. Tidak memiliki selubung dan tahan terhadap cairan empedu. Seringkali infeksi hepatitis A pada anak-anak tidak menimbulkan gejala. institusi untuk developmentally disadvantage.Hepatologi 7 a) Hepatitis A Termasuk klasifikasi virus dengan transmisi secara enterik. Untuk kekebalan yang lebih panjang diperlukan suntikan vaksin beberapa kali. Virus hepatitis B termasuk yang paling sering ditemui. Sebagian penderita hepatitis B akan sembuh sempurna dan mempunyai . Distribusinya tersebar di seluruh dunia.klasifikasi hepatovirus. Gejala hilang sama sekali setelah 6-12 minggu. (rata-rata 60–90 hari). Faktor risiko lain. molekul RNA linier : 7. Viremia berlangsung selama beberapa minggu sampai bulan setelah infeksi akut. misalnya makan buah-buahan atau sayur yang tidak dikelola / dimasak sempurna.

Untuk mencegah penularan hepatitis B adalah dengan imunisasi hepatitis B terhadap bayi yang baru lahir. tapi sebagian lagi gagal memperoleh kekebalanSebanyak 1–5% penderita dewasa. faringitis. tato.gatal di kulit. Menghindari pemakaian bersama sikat gigi atau alat cukur. rasa lelah. kurang nafsu makan. sakit otot. fotofobia. transfusi darah. Gejala yang biasa dirasakan antara lain demam. Hepatitis B sangat berisiko bagi pecandu narkotika dan orang yang mempunyai banyak pasangan seksual. . Dapat terjadi lewat jarum suntik. Biasanya orang-orang yang menderita penyakit hepatitis C tidak menyadari bahwa dirinya mengidap penyakit ini. karena memang tidak ada gejala. Beberapa orang berpikir bahwa mereka hanya terserang flu. maupun segi finansial. muntah. Penularannya melalui darah atau transmisi seksual. mual dan muntah. tindik. baik dalam segi mortalitas. menghindari hubungan badan dengan orang yang terinfeksi. biasanya ringan dan sementara. Gatal. Gejala hepatitis B adalah lemah. lesu. Jarang ditemukan demam. pisau. penderita hemodialisis dan gigitan manusia. hindari penyalahgunaan obat dan pemakaian bersama jarum suntik. akupunktur atau penggunaan sikat gigi bersama yang terkontaminasi. sakit kepala. dan memastikan alat suci hama bila ingin bertato melubangi telinga atau tusuk jarum c) Hepatitis C Hepatitis C adalah penyakit infeksi yang bisa tak terdeteksi pada seseorang selama puluhan tahun dan perlahan-lahan tapi pasti merusak organ hati.gejala khusus. 90% neonatus dan 50% bayi akan berkembang menjadi hepatitis kronik dan viremia yang persisten. kadangkadang timbul gejala flu. mata dan kulit kuning yang didahului dengan urin berwarna gelap.Hepatologi 8 kekebalan seumur hidup. Penyakit ini sekarang muncul sebagai salah satu masalah pemeliharaan kesehatan utama di Amerika Serikat. batuk. sakit perut atau hilangnya selera makan. Orang tersebut akan terus-menerus membawa virus hepatitis B dan bisa menjadi sumber penularan.

dapat muncul sebagai gejala yang ringan (ko-infeksi) atau sangat progresif. memerlukan keberadaan virus hepatitis B untuk ekspresi dan patogenisitasnya. f) Hepatitis F Baru ada sedikit kasus yang dilaporkan. g) Hepatitis G Gejala serupa hepatitis C. hilang nafsu makan dan sakit perut. Saat ini para pakar belum sepakat hepatitis F merupakan penyakit hepatitis yang terpisah. Penularan melalui hubungan seksual. Tidak menyebabkan hepatitis fulminan atau hepatitis kronik Penularan melalui transfusi darah dan jarum suntik . dapat mematikan. tetapi tidak untuk replikasinya. jarum suntik dan transfusi darah. pegal linu.Hepatologi 9 d) Hepatitis D Virus Hepatitis D (HDV ) atau virus delta adalah virus yang unik. Penularan hepatitis E melalui air yang terkontaminasi feces. khususnya trimester ketiga. demam. kecuali bila terjadi pada kehamilan. yakni virus RNA yang tidak lengkap. seringkali infeksi bersamaan dengan hepatitis B dan/atau C. Gejala penyakit hepatitis D bervariasi. e) Hepatitis E Gejala mirip hepatitis A. lelah. Penyakit ini akan sembuh sendiri (self-limited).

Sirosis tidak dapat disembuhkan. Sewaktu kerusakan berjalan. pengobatan dilakukan untuk mengobati komplikasi yang terjadi seperti muntah dan keluar darah pada feses. SIROSIS HATI Setelah terjadi peradangan dan bengkak. Pada sirosis. mata kuning serta koma hepatikum. 4. Kelainan ini dapat timbul karena . perlemakan hati atau penyakit lain yang menyebabkan sumbatan saluran empedu. Kanker hati (HCC). C dan hemochromatosis. Pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi adanya sirosis hati adalah pemeriksaan enzim SGOT-SGPT. serta menjadi keras. yang banyak terjadi KANKER adalah HATI Hepatocellular carcinoma HC merupakan komplikasi akhir yang serius dari hepatitis kronis. waktu protrombin dan protein (Albumin– Globulin) Elektroforesis (rasio Albumin-Globulin terbalik). terutama sirosis yang terjadi karena virus hepatitis B. Parut ini disebut "fibrosis" yang membuat hati lebih sulit melakukan fungsinya. area hati yang rusak dapat menjadi permanen dan menjadi sikatriks. Darah tidak dapat mengalir dengan baik pada jaringan hati yang rusak dan hati mulai menciut. hati mencoba memperbaiki dengan membentuk bekas luka atau parut kecil. semakin banyak parut terbentuk dan mulai menyatu. Perlemakan hati ini sering berpotensi menjadi penyebab kerusakan hati dan sirosis hati.Hepatologi 10 2. dalam tahap selanjutnya disebut "sirosis". 3. PERLEMAKAN HATI Perlemakan hati terjadi bila penimbunan lemak melebihi 5% dari berat hati atau mengenai lebih dari separuh jaringan sel hati. alkohol. Sirosis hati dapat terjadi karena virus Hepatitis B dan C yang berkelanjutan. Pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi terjadinya kanker hati adalah AFP dan PIVKA II.

Abses hati. 7. bilirubin dan kolesterol di hati. juga adanya penumpukan asam empedu. Bilirubin Total dan Bilirubin Direk. Penyakit ini bersifat genetik atau keturunan. 5. Biasanya gejala tersebut timbul bila kadar bilirubin total dalam darah melebihi 3 mg/dl. khususnya yang disebabkan karena bakteri. disebut ASH (Alcoholic Steatohepatitis). Adanya kelebihan bilirubin dalam sirkulasi darah dan penumpukan pigmen empedu pada kulit. Gamma GT. KOLESTASIS DAN JAUNDICE Kolestasis merupakan keadaan akibat kegagalan produksi dan/atau pengeluaran empedu. sedangkan feses lebih terang. 6. maupun bukan karena alkohol. disebut NASH (Non Alcoholic Steatohepatitis). Pada keadaan ini kulit penderita terlihat kuning. warna urin menjadi lebih gelap. ABSES HATI Abses hati dapat disebabkan oleh infeksi bakteri atau amuba. HEMOCHROMATOSIS Hemochromatosis merupakan kelainan metabolisme besi yang ditandai dengan adanya pengendapan besi secara berlebihan di dalam jaringan. Pemeriksaan laboratorium untuk mendeteksi terjadinya hemochromatosis adalah pemeriksaan terhadap Transferin dan Ferritin. K oleh usus. . membran mukosa dan bola mata (pada lapisan sklera) disebut jaundice. SGPT dan Alkali Fosfatase. sering kali berakibat fatal. Abses yang diakibatkan karena amubiasis prosesnya berkembang lebih lambat. D. E. Kondisi ini disebabkan karena bakteri berkembang biak dengan cepat. menimbulkan gejala demam dan menggigil. Pemeriksaan yang dilakukan pada kasus perlemakan hati adalah terhadap enzim SGOT. Pemeriksaan yang dilakukan untuk kolestasis dan jaundice yaitu terhadap Alkali Fosfatase. Lamanya menderita kolestasis dapat menyebabkan gagalnya penyerapan lemak dan vitamin A.Hepatologi 11 mengkonsumsi alkohol berlebih.

telapak tangan memerah (palmar erythema). c) Gejala-gejala menyerupai flu. d) Kehilangan nafsu makan.3. g) Nyeri abdomen. dan kulit mudah memar. i) Di bawah permukaan kulit tampak pembuluh-pembuluh darah kecil. Tanda-tanda tersebut adalah tanda mungkin adanya sirosis hati. f) Gangguan daya pengecapan dan penghiduan. TANDA-TANDA DAN GEJALA KLINIS Adapun gejala yang menandai adanya penyakit hati adalah sebagai berikut: a) Kulit atau sklera mata berwarna kuning (ikterus). j) Darah keluar melalui muntah dan rektum (hematemesis-melena). Ketiga gejala ini mungkin menandakan adanya abses hati.Hepatologi 12 2. b) Badan terasa lelah atau lemah. h) Tungkai dan abdomen membengkak. menggigil dan berat badan menurun. rasa nyeri pada seluruh tubuh. atau tidak dapat makan atau minum. merah dan membentuk formasi laba-laba (spider naevy). e) Mual dan muntah. terdapat flapping tremor. yang dapat disertai dengan perdarahan usus. l) Demam yang persisten. . k) Gangguan mental. biasanya pada stadium lanjut (encephalopathy hepatic). misalnya demam.

4) Scintigraphy hati-limpa Merupakan teknik lama yang terutama digunakan untuk mendeteksI kelainan penangkapan koloid yang terjadi pada disfungsi sel-sel hati. 5) Percutaneous Transhepatic Cholangiography (PTC) dan Endoscopic Retrogade Cholangio-pancreatography (ERCP) Teknik-teknik ini dilakukan dengan cara memasukkan bahan kontras ke dalam percabangan saluran empedu dan paling bermanfaat jika . Pada pemeriksaan MRI diperlukan sikap kooperatif dari penderita. a. Alat ini juga dapat digunakan untuk mendeteksi penyakit parenkim.4. alkaline phosphatase dan 5’-nukleotidase.Hepatologi 13 2. Keunggulannya terletak pada kemampuannya memperlihatkan pembuluh darah tanpa perlu menggunakan bahan kontras. 3) Magnetic Resonance Imaging (MRI) MRI mempunyai kegunaan yang serupa dengan CT-Scan. 2) Computed Tomography Scanning (CT-Scan) CT-Scan dengan kontras intravena paling baik digunakan untuk evaluasi penyakit parenkim hati namun dapat pula digunakan untuk memeriksa dilatasi percabangan saluran empedu. b. PERANGKAT DIAGNOSTIK Untuk mendeteksi adanya kelainan patologis pada hati dapat dilakukan dengan evaluasi fungsi hati. Dalam pemeriksaan terhadap lesi desak ruang (Space-occupying lesion/SOL) seperti misalnya abses dan tumor. Pemeriksaan biokimiawi bisa mencakup: Enzim-enzim serum termasuk aminotransferase. CT-Scan mempunyai keunggulan berupa kontras yang lebih baik. Evaluasi laboratorium Biasanya meliputi beberapa pemeriksaan penapisan untuk fungsi hati. Evaluasi radiographic 1) Ultrasonography (USG) USG paling baik digunakan sebagai alat penapis untuk memperlihatkan dilatasi percabangan-percabangan saluran empedu dan memperlihatkan batu empedu.

.Hepatologi 14 dilakukan setelah penapisan awal dengan USG. CT-scan atau MRI yang hasilnya memperlihatkan kelainan pada percabangan saluran empedu.

yang dapat disertai. Kehilangan nafsu makan. Sintesis berbagai protein plasma. Beratnya rata-rata 1. . Perlemakan Hati. lemak. Badan terasa. Tungkai dan abdomen membengkak. 5) Untuk mendeteksi adanya kelainan patologis pada hati dapat dilakukan dengan evaluasi fungsi hati.5% berat badan orang dewasa. besi.8 kg atau kira-kira 2. 2) Fungsi Hati antara lain adalah Pengolahan metabolik kategori nutrien. Kangker Hati. Nyeri abdomen. Penyimpanan glikogen. Hemochromatosis Dan Abses Hati. Detoksifikasi atau degradasi zat-zat sisa. Pengaktifan vitamin D. tembaga. Kolestasis Dan Jaundice. 4) Gejala yang menandai adanya penyakit hati adalah sebagai Kulit atau sklera mata berwarna kuning.1. 3) Klasifikasi penyakit hati dibedakan menjadi berbagai jenis antara lain Hepatitis. dan Gangguan mental. Gangguan daya pengecapan dan penghiduan.Mual dan muntah. dan Ekskresi kolesterol dan bilirubin. KESIMPULAN Berdasarkan Hasil pembhasan dapat disimpulkan : 1) Hati merupakan organ intestinal paling besar dalam tubuh manusia. yang dilaksanakan oleh hati bersama ginjal. dan banyak vitamin. Pengeluaran bakteri dan sel darah merah yang usang. Sirosis Hati.15 BAB III PENUTUP 3.2–1.

Jakarta. 2005 Hayes C. White. Jakarta.html. 2002. 1997 Price. Dalam : Woodley. PT..org/understanding/conditions/Hati_disease 4. Essentia Medika. . EGC. Obat-obat Penting Khasiat. EGC. Sylvia Anderson. MIMS Petunjuk Konsultasi. dari : Manual of Medical Therapeutica. Peter. Elex Media Komputindo. Mackay. Buku 2. cetakan I. Buku Saku Diagnosis dan Terapi. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Penyakit-Penyakit Hati. Thomas W . 1995: Tjay TH. Penggunaan dan Efek-efek sampingnya.16 DAFTAR PUSTAKA Anonim.Wilson. InfoMaster Lisensi CMP Medica. Jakarta. Heather M. Michele & Alison Whelan (eds). 1995: Web : http: // www. Terj. Edisi ke-27. Pedoman Pengobatan. Alih bahasa oleh Lorraine M. http: // medicastore com/hepatitis-C..Labtestonline.

Untuk itu.17 KATA PENGANTAR Hati merupakan organ yang sangat penting dalam pengaturan homeostatis tubuh meliputi metabolisme. baik melalui penyuluhan maupun pemberian vaksin hepatitis A dan B secara gratis. sintesis. sebagian besar disebabkan oleh virus yang menular secara fekal-oral. racun. Upaya pemerintah dalam mengurangi prevalensi penyakit hati di Indonesia dilakukan dengan berbagai cara. 14 Juni 20013 . jamur dan lain-lain. parenteral. apoteker berperan penting dalam menunjang upaya pemerintah baik dalam pencegahan ataupun penanggulangan penyakit hati. efek toksik dari obat-obatan. Akhir kata. biotransfromasi. Sehubungan dengan upaya untuk meningkatkan pemahaman apoteker tersebut. Sebagai tenaga kesehatan. kepada semua pihak yang telah memberikan bantuan dalam penyusunan buku saku Pharmaceutical Care untuk Penyakit Hati. akohol. Makassar. upaya pencegahan dan terapinya. Penyebab penyakit hati bervariasi . Direktorat Bina Farmasi Komunitas dan Klinik perlu menyusun buku saku Pharmaceutical Care untuk Penyakit Hati. diucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya. penyimpanan dan imunologi. seksual. perlu kiranya apoteker meningkatkan pemahaman mengenai gangguan atau penyakit hati.

18 .