You are on page 1of 27

Diagram industri khlor-alkali batu kapur
karbon dioksida

amoniak

NaCl

proses elektrolisa

soda abu

natrium bikarbonat
obat minuman roti/kue pemadam api

khlor Cl2
pulp & kertas pelarut plastik pestisida pemucat sanitasi

soda kostik (NaOH)
sabun rayon pewarna kertas obat makanan karet

sabun gelas obat kertas tekstil fotografi pertanian

gula makanan pewarna keramik petroleum kulit dll

Reaksi dan perubahan energi  JH TdE E  nF dT E = tegangan dekomposisi teoritis ∆H = perubahan entalpi reaksi J = ekivalen elektrik untuk panas T = suhu absolut F = konstanta Faraday n= bilangan ekivalen yg terlibat. .Soda kostik dan khlor soda kostik ( NaOH) dan khlor (Cl2) adalah produk dari proses elektrolisa larutan logam alkali atau dari lelehan khlorida.

dan Al 3+. penambahan NaOH dan Na2CO3 akan mengendapkan D3 D4 E2 ion-ion Ca 2+. sedangkan BaCl2 akan mengeliminasi ion SO4-. Fe 3+. Mg 2+. Selain itu. akan mengeliminasi NH3 . NaOCl yang ditambahkan di R3. NaCl murni . lar. terjadi penambahan ion Na +.Pemurnian air garam (brine) NaCl H2O NaOH Na2CO3 NaOCl BaCl2 air garam daur ulang utk mengatur pH R1 D1 E1 R2 R3 DC lumpur PF1 PF2 D2 Di R2 .

Cara lain untuk pemurnian air garam adalah dengan penukar ion. Brine Purification / Ion Exchange Unit .

Sel air raksa (merkuri) atau sel amalgam 3. . menggunakan sel yang terdiri dari beberapa jenis (dan terus dikembangkan). Beberapa jenis sel elektrokimia yang sudah dipakai di industri adalah : 1. Sel diafragma 2. Sel membran.ELEKTROLISA LARUTAN GARAM Reaksi kimia : NaCl + H2O  NaOH + ½ H2 + ½ Cl2 Na + ½ Cl2  NaCl H2 + ½ O2  H2O Na + ½ O2 + ½ H2  NaOH ∆H = 407 kJ ∆H = 286 kJ ∆H = 469 kJ Reaksi ini berlangsung secara elektrokimia.

 ½ Cl2 + e - anoda karbon katoda baja air garam jenuh diafragma asbes Katoda biasanya dari baja.) : 2 H2O + 2 e. sedangkan anoda dari grafit produk cairan .Sel diafragma + Cl2 − H2 reaksi di katoda ( . H2 + OH - reaksi di anoda ( + ) : Cl .

dari grafit. kemungkinan akan terjadi reaksi : C + 4 OH.Sel diafragma komersil Cl2 H2 air garam (brine) Katoda yang dibuat dari baja berlubang dilapisi serat yg berlaku sbg membran Anoda “finger”. . Diantaranya diselipkan katoda. sumber listrik soda kostik dalam larutan air garam Jika digunakan elektroda dari grafit.. CO2 + 2 H2O + 4 e. oleh karena itu grafit diganti dengan pelat platina yang dilapisi oksida dari grup VIII.

8 V arus : 15 – 150 kA rapat arus : 1.95 – 3.5 – 11 Sifat fungsional EMF : 2.9 kA/m2 efisiensi arus : 93 – 98 % konsumsi energi : 2200 – 2900 kWh / ton Cl2 C* 240 – 280 hari anoda Me* 5 tahun umur A* 4 – 5 bulan katoda A + P* 24 – 36 bulan konsentrasi produk : 12 – 14 % NaOH 14 – 16 % NaCl Satuan elektrolisa : sel yang disusun seri Catatan : C = grafit Me = logam A = asbes A + P = asbes + polimer . Kondisi operasi konsentrasi air garam (brine) : 315 – 330 g/l CaO : 5 ppm pengotor MgO : 0.Karakteristik sel diafragma.8 ppm SO4= : 0 – 0.18 – 2.3 g/l suhu : 90 – 105 oC pH : 10.

Diagram alir proses pembuatan soda kostik menggunakan sel diafragma G : generator T : transfomator R : rektifier E1. E2 : pendingin C : pengering brine E1 H2O H2O H2 Cl2 E2 H2SO4 96 – 98 % C G T R larutan NaOH dalam brine asam sulfat terhidrasi .

karena terjadi migrasi ion Na+ (akibat terbentuknya ion OH. 4 ClO3.+ Cl2  ClO.+ 3 O2 + 6 H2O + 12 e(6) ruang katoda air garam jenuh produk cairan .+ 8 Cl. + − reaksi samping yg terjadi di ruang anoda : Cl2 + H2O  H+ + Cl. kandunganNaCl menjadi berkurang.+ Cl.di ruangan ini).+ HOCl  H+ + ClO. ½ Cl2 + e (2) dengan adanya reaksi tsb.+ H2O (4) (5) Cl2 H2 12 OH.+ 12 ClO.) : 2 H2O + 2 e. H2 + OH .reaksi di katoda ( .( 1 ) reaksi di anoda ( + ) : Cl .( 3 ) 2 H2O  O2 + 4 H+ + 4 e2 OH. tetapi di ruang katoda menjadi „kaya‟ NaOH.

. H2 + OH − 2 H3O+ + 2 e. Untuk mencegah ‘aliran’ ion OH.dari ruang katoda ke ruang anoda maka ruang katoda dibuat lebih rendah. atau di’bawah’ ruang anoda.dari katoda ke anoda.air garam Katoda ( − ) 2 H2O + 2 e. sehingga akan terjadi aliran kontinyu dari anoda ke katoda. sehingga dicegah dengan cara menghalangi aliran ion OH. Umpan air garam (brine) dimasukkan ke ruang anoda (anolit).yang mengalir dari ruang katoda. H2 Cl − OH− katolit : basa Anoda (+) difusi dicegah Na+ difusi difusi OH− Na+ 2 H3O+ 2 Cl −  Cl2 + 2 e anolit : asam terbentuk NaOH Reaksi samping (5) dan (6) yang terjadi di ruang anoda disebabkan karena ada ion OH.) tidak dikehendaki. Reaksi yang menghasilkan ion khlorat ( ClO3.

Sel Hooker jenis “S-3A” Cl2 air garam masuk H2 NaOH keluar katoda dilapisi asbes Dengan konstruksi seperti sel Hooker ini. aliran OH.dari ruang katoda ke ruang anoda dapat dihindari pipa umpan air garam (brine) konduktor anoda anoda grafit .

Cl2 umpan brine H2 indikator brine diafragma anoda saringan katoda Sel diafragma Vorce NaOH Penampang sel .

sel Allen Moore .

Untuk memperoleh kadar soda kostik (NaOH) yang lebih tinggi dan bebas NaCl.Sel elektrolisa dengan katoda air raksa Dengan sel diafragma. . maka digunakan sel elektrolisa dengan metode amalgam yang memakai dua sel : sel elektrolisa dan sel dekomposer/pengurai Sel elektrolisa dibuat dari bejana baja yang berbentuk persegi panjang. Gas khlor (Cl2) akan dihasilkan dari sel elektrolisa ini. soda kostik yang diperoleh konsentrasinya kecil dan masih mengandung NaCl. sedangkan logam Nanya akan bersenyawa dengan air raksa membentuk natrium-amalgam. kandungan NaClnya tidak bisa kurang dari 2 – 3 %. Meskipun telah dipekatkan dan dimurnikan. dilapisi karet.

) : air raksa di sel elektrolisa anoda ( + ) : grafit atau lembaran titanium dilapisi oksida grup VIII anoda (+) : Na-amalgam ELEKTRODA di dekomposer (pengurai) katoda ( .katoda ( .) : grafit .

Reaksi Reaksi utama di sel elektrolisa : Anoda ( + ) : 2 Cl −  Cl2 + 2 e – Katoda ( – ) : Na + + nHg + e −  NaHgn (n = 60 – 70 ) Reaksi yang terjadi di dekomposer : Anoda ( + ) : 2 NaHgn  2 Na+ + 2n Hg + 2 e − Katoda (–) : 2 H2O + 2 e−  H2 + 2 OH− Reaksi dekomposisi amalgam keseluruhan : 2 NaHg + 2 H2O  2 NaOH + H2 + n Hg .

di larutan yang sifatnya basa . melainkan amalgam dijelaskan sbb : potensial reduksi Na .71 Volt.83 Volt Dengan demikian maka adanya Hg akan mengakibatkan terjadinya potensial lebih (overpotensial) yang akan mereduksi : 2H+  H2 . Eo Na+║Na adalah – 2.di katoda tidak terbentuk gas H2. Eo H2O║OH adalah – 0.00 Volt . sedangkan Eo H+║H2 adalah 0.

umpan air garam Cl2 anoda H2 (+) Hg daur ulang amalgam hasil elektrolisa NaOH katoda  50 % (−) Sel elektrolisa Sel galvanik (decomposer) lar. NaOH encer air bebas ion amalgam semidekomposisi .

420 kA rapat arus : 12 – 12.5 V arus : 380 .4 ton/hari .85 oC pH : 3-5 Kondisi yg harus dipenuhi untuk air raksa : Na pada tempat masuk : 0.5 g/l NaCl < 50 ppm Satuan elektrolisa : sel yang disusun seri Sifat fungsional EMF : 4 – 4.7 ton/sel konsentrasi produk : NaOH : 48 .6 ton/hari H2 : 0.01 % Na pada tempat keluar : 0.45 umur : 3 – 6 tahun Produksi pada saat beban penuh : Cl2 : 13 – 14 ton/hari NaOH : 15.Kondisi operasi konsentrasi air garam (brine) : 300 – 320 g/l CaO < 5 ppm pengotor MgO < 3 ppm SO4= < 2 g/l suhu : 75 .5 kA/m2 efisiensi arus : 95 – 97 % konsumsi energi : 3300 – 3450 kWh / ton Cl2 jenis : DSA anoda jumlah : 40 .16 – 0.20 % Jumlah Hg : 4.54 % NaCl : 270 g/l Cl2 : 0.

Pabrik khlor di Spanyol yang menggunakan proses air raksa (Hg) . Usaha untuk mengurangi kebocoran Hg terus diupayakan.Sel air raksa (Hg) dan lingkungan Setap ton produk gas Khlor. lebih kurang 300 gram Hg akan ter’cecer’ di limbah pabrik. tetapi jumlah minimum masih 5 – 10 gram/ton khlor.

Air raksa hasil dekomposisi dialirkan kembali ke sel elektrolisa ( terletak di belakang bejana).Pabrik Khlor dengan kapasitas 70 000 ton/tahun di Belanda yang menggunakan proses air raksa. . yang dialiri air untuk menguraikan Na-amalgam. Bejana silinder adalah reaktor dekomposisi (decomposer). menghasilkan NaOH dan gas H2.

Sel elektrolisa dengan membran. garam air lar garam lar garam encer didaur ulang Cl2 H2 air bebas ion pemurnian biasa pemurnian dengan penukar ion Na+ Cl− + OH− − soda kostik ke pemekatan membran selektif .

Penguapan di penguap multi tahap digunakan untuk memekatkan larutan NaOH hingga konsentrasi sekitar 30 %. maka penguap Kestner terdiri dari kumpulan buluh (tube). dengan panjang yang cukup untuk mengantisipasi buih yang terbentuk dari larutan NaOH. Karena penguapan ini memerlukan luas permukaan yang besar. penguap Kestner dapat menaikkan konsentrasi hingga14 – 16 %. dan/atau menggunakan kukus lewat panas karena titik didih larutan NaOH tersebut 140 oC (4). . Untuk mengeringkan larutan yang lebih pekat dari 50 % . penguapan dilakukan di pan terbuka. Untuk larutan soda kostik yang encer ( sekitar 9 – 10%). (3).Pemekatan NaOH (1). Pada penguapan ini NaCl dan Na2CO3 dapat dipisahkan sebagai endapan. (2). Penguapan di penguap vakum akan memekatkan larutan NaOH hingga 50% . sehingga diperoleh NaOH basah dengan kadar 70 %.

(5) Tahap (2) dilakukan untyuk menghilangkan NaCl. (3) . Elektrolisa Sel diafragma Sel membran Sel amalgam (Hg) Konsentrasi NaOH ( % ) 9.Proses kostisasi Konsentrasi rata2 (%) 9 – 10 Tahap pemekatan yang dilakukan (1) .19 kg H2O kg NaOH . (5) (4).Asal larutan NaOH 1. Jumlah air ( kg ) per 106 kg NaOH 1000 550 Dengan demikian maka untuk memperoleh NaOH 50 % dari lar NaOH 16 %. (3) . harus diuapkan air sebanyak : 550  106  106 30 50 249 106 = 4. (4). (3) . (5) Keterangan Tahap pertama dan kedua untuk menghilangkan Na2CO3 2. (2) . (4). (4). (5) (2) .6 16 12 – 15 20 (2) .

NaOH encer lumpur (Na2CO3.Diagram alir pemekatan lar. rendah E3 E4 E5 kukus lewat jenuh D PF lar.E4 : penguap multi tahap E5 : penguap vakum C1.C2 : kondensor D : pengendap/pengkristal PF : penyaring putar Oliver B1 : pemekat B2 : pan pelelehan lelehan NaOH . Ca(OH)2. NaCl). B1 B2 E1 : penguap Kestner E2. NaOH 9 – 10 % H2 O ke pompa vakum C1 H2O C2 E1 E2 kukus tek.E3.