You are on page 1of 6

Patofisiologi dan Patogenesis Kaki Diabetik Diabetes seringkali menyebabkan penyakit vaskular perifer yang menghambat sirkulasi darah

. Dalam kondisi ini, terjadi penyempitan di sekitar arteri yang sering menyebabkan penurunan sirkulasi yang signifikan di bagian bawah tungkai dan kaki. Sirkulasi yang buruk ikut berperan terhadap timbulnya kaki diabetik dengan menurunkan jumlah oksigen dan nutrisi yang disuplai ke kulit maupun jaringan lain, sehingga menyebabkan luka tidak sembuh-sembuh. 7 Kondisi kaki diabetik berasal dari suatu kombinasi dari beberapa penyebab seperti sirkulasi darah yang buruk dan neuropati. Berbagai kelainan seperti neuropati, angiopati yang merupakan faktor endogen dan trauma serta infeksi yang merupakan faktor eksogen yang berperan terhadap terjadinya kaki diabetik. 3,5 Angiopati diabetes disebabkan oleh beberapa faktor yaitu genetik, metabolik dan faktor risiko yang lain. Kadar glukosa yang tinggi (hiperglikemia) ternyata mempunyai dampak negatif yang luas bukan hanya terhadap metabolisme karbohidrat, tetapi juga terhadap metabolisme protein dan lemak yang dapat menimbulkan pengapuran dan penyempitan pembuluh darah (aterosklerosis), akibatnya terjadi gaangguan peredaran pembuluh darah besar dan kecil., yang mengakibatkan sirkulasi darah yang kurang baik, pemberian makanan dan oksigenasi kurang dan mudah terjadi penyumbatan aliran darah terutama derah kaki. 5 Neuropati diabetik dapat menyebabkan insensitivitas atau hilangnya kemampuan untuk merasakan nyeri, panas, dan dingin. Diabetes yang menderita neuropati dapat berkembang menjadi luka, parut, lepuh, atau luka karena tekanan yang tidak disadari akibat adanya insensitivitas. Apabila cedera kecil ini tidak ditangani, maka akibatnya dapat terjadi komplikasi dan menyebabkan ulserasi dan bahkan amputasi. neuropati juga dapat menyebabkan deformitas seperti Bunion, Hammer Toes (ibu jari martil), dan Charcot Foot. 5

dan hiperkeragulabilitas atau abnormalitas tromborsit. sehingga menghantarkan pelekatan (adhesi) dan pembekuan (agregasi).9 . dan kondisi serius pada kaki. observasi setiap hari terhadap kaki merupakan masalah kritis. 8. Kaki diabetik akibat angiopati / iskemia b. Jika pasien diabetes melakukan penilaian preventif perawatan kaki. infeksi. 4 Yang sangat penting bagi diabetik adalah memberi perhatian penuh untuk mencegah kedua kaki agar tidak terkena cedera. Kaki diabetik akibat neuropati A. Infeksi lebih sering merupakan komplikasi yang menyertai kaki diabetik akibat iskemia atau neuropati. Secara praktis kaki diabetik dikategorikan menjadi 2 golongan 5: a. oklusi (penyumbatan) arteria. maka akan mengurangi risiko yang serius bagi kondisi kakinya.Gambar 1. Ini dapat menyebabkan penebalan tunika intima “hiperplasia membran basalis arteria”. neuropati dan infeksi. Infeksi sendiri sangat jarang merupakan faktor tunggal untuk terjadinya kaki diabetik. Karena adanya konsekuensi neuropati. 6 Dari faktor-faktor pencetus diatas faktor utama yang paling berperan dalam timbulnya kaki diabetik adalah angiopati. 4 Sirkulasi yang buruk juga dapat menyebabkan pembengkakan dan kekeringan pada kaki. Kaki Diabetik akibat angiopati / iskemia Penderita hiperglikemia yang lama akan menyebabkan perubahan patologi pada pembuluh darah. Pencegahan komplikasi pada kaki adalah lebih kritis pada pasien diabetik karena sirkulasi yang buruk merusak proses penyembuhan dan dapat menyebabkan ulkus. Salah satu bentuk deformitas pada kaki diabetik.

Kaki Diabetik akibat neuropati Pasien diabetes mellitus sering mengalami neuropati perifer. akan menyebabkan tingginya agregasi sel darah merah sehingga sirkulasi darah menjadi lambat. Menurut kepustakaan. perfusi jaringan bagian distal dari tungkai menjadi kurang baik dan timbul ulkus yang kemudian dapat berkembang menjadi nekrosis/gangren yang sangat sulit diatasi dan tidak jarang memerlukan/tindakan amputasi. sukar untuk dimusnahkan oleh sistem plagositosis-bakterisid intraseluler.9 . Sering terjadi pada tungkai bawah (terutama kaki). hiperglikemia juga menyebabkan lekosit DM tidak normal sehingga fungsi khemotoksis di lokasi radang terganggu. Karena kekurangan suplai oksigen. 3. Di samping itu.Selain itu. atrofi jaringan lemak subkutan . kemerahan pada area yang terkena ketika tungkai diam. dan pucat ketika kaki diangkat. nyeri yang terjadi pada telapak atau kaki depan pada saat istirahat atau di malam hari. 8 Tanda-tanda dan gejala-gejala akibat penurunan aliran darah ke tungkai meliputi klaudikasi. Demikian pula fungsi fagositosis dan bakterisid intrasel menurun sehingga bila ada infeksi mikroorganisme (bakteri). penebalan kuku. 4. namun juga diperberat oleh rheologi darah yang tidak normal.tidak ada rambut pada tungkai dan kaki bawah. terutama pada pasien dengan gula darah yang tidak terkontrol. tidak ada denyut popliteal atau denyut tibial superior.5 B. 8. Hal tersebut akan diperoleh lagi oleh tidak saja kekakuan arteri. kaki DM 50% akan mengalami infeksi akibat munculnya lingkungan gula darah yang subur untuk berkembanguya bakteri patogen.4. Akibatnya. adanya peningakatan kadar fripronogen dan bertambahnya reaktivitas trombosit. atau berjuntai. kulit menipis atau berkilat. bakteri-bakteri yang akan tumbuh subur terutama bakteri anaerob. dari kasus ulkus/gangren diabetes.9 Manifestasi angiopati pada pembuluh darah penderita DM antara lain berupa penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah perifer (yang utama). dan memudahkan terbentuknya trombosit pada dinding arteria yang sudah kaku hingga akhirnya terjadi gangguan sirkulasi.

lepuh. dan Charcot Foot. perubahan bentuk kaki karena atrofi otot ataupun perubahan tulang dan sendi seperti Bunion. pembentukan kalus. anhidrosis. ulkus tropik. 4 Faktor-faktor yang berperan terhadap timbulnya neuropati ditentukan oleh 3: o Respon mekanisme proteksi sensoris terhadap trauma o Macam. hiperestesi. panas. besar dan lamanya trauma o Peranan jaringan lunak kaki . Secara klinis dijumpai parestesi. parut. Secara radiologis akan nampak adanya demineralisasi. dan dingin. hilangnya reflek tendon. Diabetes yang menderita neuropati dapat berkembang menjadi luka. atau luka karena tekanan yang tidak disadari akibat adanya insensitivitas. nyeri radikuler. maka akibatnya dapat terjadi komplikasi dan menyebabkan ulserasi dan bahkan amputasi. osteolisis atau sendi Charcot.Neuropati diabetik dapat menyebabkan insensitivitas atau hilangnya kemampuan untuk merasakan nyeri. hilangnya sensibilitas. 4 Gambar 2. Hammer Toes (ibujari martil). Predileksi paling sering terjadinya ulkus pada kaki diabetik adalah bagian dorsal ibu jari dan bagian proksimal & dorsal plantar metatarsal. Apabila cedera kecil ini tidak ditangani.

Neuropati perifer pada kaki akan menyebabkan terjadinya kerusakan saraf baik saraf sensoris maupun otonom.6 Gambar 3. panas dan raba sehingga penderita mudah terkena trauma akibat keadaan kaki yang tidak sensitif ini. produksi keringat berkurang atau tidak ada. 50% ulkus pada ibu jari 2. Kerusakan sensoris akan menyebabkan penurunan sensoris nyeri. Gangren jari kaki. sehingga menyebabkan kulit penderita akan mengalami dehidrasi serta menjadi kering dan pecah-pecah yang memudahkan infeksi. fungsi dan keelastisitasannya sehingga daya tahan jaringan lunak kaki akan menurun yang memudahkan terjadinya ulkus. Dengan demikian peran saraf otonom terhadap timbulnya kaki diabetik neuropati dapat disimpulkan sebagai berikut : neuropati otonom akan menyebabkan produksi keringat berkurang. hilangnya tonus vaskuler. 30% pada ujung plantar metatarsal . Gangguan saraf otonom ini akan mengakibatkan peningkatan aliran darah. 6 Hilangnya tonus vaskuler disertai dengan adanya peningkatan aliran darah akan menyebabkan distensi vena-vena kaki dan peningkatan tekanan parsial oksigen di vena. Selain itu neuropati otonom akan mengakibatkan penurunan nutrisi jaringan sehingga terjadi perubahn komposisi. 4. 5 Gangguan saraf otonom disini terutama diakibatkan oleh kerusakan serabut saraf simpatis. dan selanjutnya timbulnya selullitis ulkus ataupun gangren. 3 Distribusi tempat terjadinya kaki diabetik secara anatomik 4: 1.

10 – 15% pada dorsum kaki 4. Lebih dari 10% adalah ulkus multipel . 5 – 10% pada pergelangan kaki 5.3.