You are on page 1of 17

Oleh; Asep Shalahudin, S.Ag., M.Pd.I.

1.  Putusan Tarjih. Putusan-putusan Tarjih biasanya dimuat dalam Berita Resmi Muhammadiyah (BRM)  . Adalah keputusan resmi Muhammadiyah dalam bidang agama – bukan keputusan Majelis Tarjih – dan mengikat organisasi secara formal (walaupun dalam praktek dilapangan terkadang diabaikan dan banyak warga Muhammadiyah tidak memahaminya atau bahkan tidak mengetahui beberapa butir penting dari padanya).

Fatwa. bahkan fatwa tersebut dapat dipertanyakan dan didiskusikan kembali.  Adalah jawaban Majelis Tarjih terhadap pertanyaan masyarakat mengenai masalahmasalah yang memerlukan penjelasan dari segi hukum Syari’ah. .2. Sesuai dengan sifat fatwa pada umumnya. fatwa Majelis Tarjih tidak mengikat baik terhadap organisasi maupun anggota sebagai perorangan.  Fatwa Agama biasanya dimuat dalam Suara Muhammadiyah (SM) dalam kolom Tanya Jawab Agama.

  Adalah gagasan-gagasan atau pemikiran yang dilontarkan dalam rangka memancing dan menumbuhkan semangat berijtihad yang kritis serta menghimpun bahan atau ide mengenai berbagai masalah aktual dalam masyarakat. Suara Muhammadiyah) . (Prof. Jihad dan Terorisme dll.MA. Wacana-wacana Tarjih tertuang dalam berbagai publikasi Majelis tarjih seperti Jurnal tarjih dan berbagai buku yang diterbitkan. Syamsul Anwar. Fatwa-fatwa Tarjih: Tanya Jawab Agama 5. Wacana. xii-xiii. ex. 2006. Dr. hal.3.

memisahkan perkara ibadah dan qiyas Perlu adanya suatu Qaidah == Pedoman dalam menentukan dan mengetahui hal-hal tersebut .   Berpijak dari Langkah Muhammadiyah (19381940) pada fasal 2 “Memperluas faham agama”. membedakan masalah keagamaan dan keduniaan 2. Munculnya beberapa permasalahan: diantaranya: Adanya kesulitan dan kesusahan: 1.

 Pada tahun 1938 Pengurus Besar Muhammadiyah telah mengirimkan kepada jumhur ulama lima pertanyaan sebagai berikut: ‫ ما هو الدين؟‬-1 ‫ ما هى الدنيا؟‬-2 ‫ ماهى العبادة؟‬-3 ‫ ماهو سبيل هللا؟‬-4 ‫ ماهو القياس؟‬-5 .

Mansoer untuk menyaring dan meringkas === Qaidah dalam 5 masalah tersebut  Lima Masalah ====Masalah Lima (al-Masa-il al-Khams) . Lima Masalah ==== ditanggapi oleh 48 Alim Ulama dan Persyarikatan (tanggapan yang menggembirakan).  48 jawaban ==== diserahkan kepada M.H.

7. Halim. Fananie (Consul HB Muhammadiyah). 3.H. 2. Syeikh Daoed Rasjidi . Solo Jawa Tengah K.H. Padangpanjang. 5. Padang R.1. Imam Ghozali. Kota Gede Yogyakarta . Palembang Sumatera Selatan K. Abdoellah Mansjoer. 6.H. Aboe Amar. Majalengka Bandung Jawa Barat S. 4.H. Bukit Tinggi Syeikh Muhammad Djamil Djaho. Semarang Jawa Tengah K. Amir. 8. Sorakarta Jawa Tengah K. Abd.

A. Irsam. Jasin. Ma’some. Mojokerto Jawa Timur 11.H. K.H.R. Kudus Jawa Timur . K. Jawa Tengah 10. K.9. Haroen Rasjid. Pemalang Jawa Tengah 12.H. Batavia 14. Oetadz Oemar Hoebes Surabaya Jawa Timur 15. Zoehdi. K. St. Amoentai 16.M. Syeikh Achmad Soerkati. Mansoer (Consul HB Muhammadiyah Padangpanjang) Padang 17. K. Salatiga. Malang Jawa Timur 13.

Batavia Jakarta Syeikh Oemar Nadji. Rembang Jawa Timur H. Ki Thahiroeddin (Consul HB Muhammadiyah Besuki) 24. Sajid Ali Harharah.18. Djojosoepadmo Mantri Guru Boejaran 25. Wardan.H. Yogyakarta . R. Anwaroeddin. 22. M.H. Haroen Guru Kuliyatul Muballighin K. 19. 20 21. Abdoel Mu’thi (Consul HB Muhammadiyah Madiun) Jawa Timur 23. Batavia Jakarta K.

Basjoeni Imran. H. Kotaradja 27. Abdullah Oemar .M.26. Hasboellah. Abdul Salam. Maharadja Imran (Adviseur agama di kerajaan Sambas) Borneo Barat 29. H. Kotaraja 28.

Muhammadiyah Cabang Pati 5. Muhammadiyah Groep Kandangan Paree . Muhammadiyah Cabang Slawi 6. Muhammadiyah Groep Baciro Yogyakarta 7. Muhammadiyah Groep Tanjung Sumenep Madura 3.Persyarikatan (19 groep dan cabang) 1. Muhammadiyah Cabang Gorontalo 4. Muhammadiyah Cabang Puirworejo 2.

Muhammadiyah Cabang Alabio 16. Muhammadiyah Groep Kalibagor Sukaraja 9. Muhammadiyah Groep Soelit Air Minangkabau 13. Muhammadiyah Cabang Tegal 11. Muhammadiyah Cabang Bagan Siapi-api 15. Muhammadiyah Groep Kedjambon Tegal 12. Muhammadiyah Cabang Nasib Wates Yogyakarta .8. Muhammadiyah Cabang Lumajang 14. Muhammadiyah Groep Jombang 10.

Majelis Tarjih Yogyakarta 18.17. Majelis Sjoera Tapijan Raja .H.C. I. 19.

Adapun putusan-putusan tersebut adalah. . 1. Bacaan “ta’awwudz” dan “basmalah” tetap dibaca dalam tiap roka’at.KITAB SHALAT (SHALAT FARDLU) Kitab Shalat dalam Himpunan Putusan Tarjih (HPT) hanya memuat tentang Cara Shalat Wajib saja. Putusan Tarjih yang berhubungan dengan masalah shalat ini diputuskan pada Mu’tamar Tarjih XIX di Minangkabau tahun 1930.

Pembahasan tentang Shalat dalam Muktamar atau Munas Tarjih: 1.112-146) .Kitab Shalat diputuskan di Muktamar Khususi di Solo tahun 1929 (dalam HPT termuat pada hal.Kitab Shalat Jama’ah dan Jum’ah diputuskan di Muktamar Khususi di Palembang tahun 1956 (dalam HPT termuat pada hal. 74-100) 2.

340-355) 4.Munas Tarjih ke XXVI tahun 2010 di Malang Jawa Timur .Kitab Shalat-shalat Tathawwu' diputuskan di Muktamar Khususi di Wiradesa Pekalongan tahun 1972 (dalam HPT termuat pada hal.Tuntunan Shalat Tathawwu' diputuskan di Muktamar Tarjih ke XX di Garut Jawa Barat tahun 1976 (belum termuat dalam HPT) 5.3.