You are on page 1of 4

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Rencana pembangunan jangka panjang bidang kesehatan RI tahun 20052025 atau “Indonesia Sehat 2025” di sebutkan bahwa prilaku masyarakat yang di harapkan dalam Indonesia Sehat 2025 adalah prilaku yang bersifat proaktif untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah resiko terjadinya penyakit, melindungi diri dari ancaman penyakit dan masalah kesehatan lainnya, sadar hukum serta berpartisipasi aktif dalam gerakan kesehatan masyarakat termasuk menyelenggarakan masyarakat sehat dan aman (Depkes RI, 2010). Salah satu bentuk perilaku proaktif tersebut adalah keterlibatan keluarga dalam proses keperawatan untuk membantu klien dalam menghadapi proses penyakitnya. Keluarga sangat berperan penting karena keluarga merupakan tempat dimana individu memulai hubungan interpersonal dengan

lingkungannya. Disamping itu, jika keluarga dipandang sebagai satu sistem, maka gangguan yang terjadi pada salah satu anggota dapat mempengaruhi seluruh sistem. Jika salah satu anggota keluarga sakit, maka individu tersebut akan merasa terbebani dengan tidak terpenuhinya tanggung jawab yang diemban dalam keluarga dan anggota keluarga lain akan merasa terbebani dengan

peran-peran baru yang harus dijalankan karena adanya kekosongan peran salah satu anggota keluarga. Pada kondisi seperti inilah maka diperlukan alokasi dan

1

Tujuan umum . B. Tujuan Penelitian 1. Keluarga juga berperan aktif untuk membantu anggota keluarga yang sakit dalam menghadapi tindakan keperawatan dan tindakan medik yang dilakukan untuk mempercepat proses penyembuhan. Rumusan Masalah Dari uraian tersebut diatas memunculkan minat peneliti untuk mengetahui apakah ada hubungan antara peran keluarga dengan tingkat kecemasan pada klien prabedah.2 modifikasi peran yang tepat sehingga anggota keluarga yang sakit dapat menjalani proses perawatan tanpa adanya tekanan psikologis karena adanya kekosongan peran. C. Keluarga akan sangat memegang peranan penting dalam memberikan dukungan dan support agar dapat menghindari terjadinya dampak psikososial yang mungkin timbul seperti kecemasan akan tindakan medik yang mungkin didapat selama individu yang sakit menjalani perawatan. Dari uraian diatas menggugah rasa ingin tahu kami untuk melaksanakan penelitian mencari informasi hubungan peran keluarga dengan tingkat kecemasan pada klien prabedah diruang perawatan bedah Flamboyan RSUD Tarakan Kal-tim.

Untuk mendapatkan informasi hubungan antara kejadian situasional dengan tingkat kecemasan pada klien prabedah diruang perawatan bedah Flamboyan RSUD Tarakan Kal-tim. Untuk mendapatkan informasi hubungan antara perbedaan latar belakang sosial ekonomi dengan tingkat kecemasan pada klien prabedah diruang perawatan bedah Flamboyan RSUD Tarakan Kal-tim. 2. Bagi tenaga kesehatan . Bagi pendidikan Untuk mengembangkan ilmu pengetahuan khususnya mengenai hubungan antara peran keluarga dengan tingkat kecemasan pada klien prabedah. Tujuan Khusus a. 2.3 Untuk memperoleh informasi mengenai hubungan antara peran keluarga dengan tingkat kecemasan pada klien prabedah diruang perawatan bedah Flamboyan RSUD Tarakan Kal-tim. D. Untuk mendapatkan informasi hubungan antara latar belakang budaya dengan tingkat kecemasan pada klien prabedah diruang perawatan bedah Flamboyan RSUD Tarakan Kal-tim. Manfaat Penulisan 1. b. Bagi pelayanan kesehatan Sebagai bahan masukan yang bermakna dalam rangka peningkatan mutu pelayanan keperawatan mengenai keterlibatan keluarga dalam proses keperawatan untuk membantu dalam penurunan tingkat kecemasan pada klien prabedah. c. 3.

4 Meningkatkan wawasan kepada para tenaga kesehatan khususnya tenaga keperawatan tentang hubungan antara peran keluarga dengan tingkat kecemasan pada klien prabedah. .