You are on page 1of 9

BAB I PENDAHULUAN 1.1.

Latar Belakang Katarak merupakan salah satu kelainan media refrakta dimana lensa mata yang harusnya jernih menjadi keruh akibat adanya gangguan metabolisme pada lensa (Ilyas, 2011). Hal ini akan mengakibatkan sinar terhalang masuk ke dalam mata sehingga penglihatan menjadi menurun dan bahkan menjadi kebutaan(Ilyas, 2009). Pada tahun 2003, tingkat kebutaan di Indonesia mencapai urutan tertinggi di Asia Tenggara sebesar 1,47 % dari jumlah penduduk di Indonesia. Kebutaaan tersebut disebabkan oleh katarak (Zuhri,2006). Jenis Katarak yang paling sering terjadi adalah katarak senilis atau katarak terkait usia (Ilyas, 2011). Kebutaan di Indonesia merupakan salah satu bencana nasional. Karena kebutaan dapat menyebabkan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi rendah. Hal ini akan berdampak pada kehilangan produktivitas serta membutuhkan biaya untuk rehabilitasi dan pendidikan orang buta (Rahayu, 2004). Hasil survey pada tahun 1996, prevalensi kebutaan di Indonesia mencapai 1,5 % dari jumlah penduduk di Indonesia. Dari angka tersebut, katarak merupakan penyebab utama kebutaan di Indonesia. Pada umumnya katarak merupakan penyakit usia lanjut, namun 16-20 % buta katarak telah

6 %). Boalemo (47. 2002). Pembedahan yang dilakukan selama ini belum dapat mengatasi krisis kebutaan di negara-negara berkembang sebab berhubungan dengan buruknya tajam penglihatan pasca operasi.dialami oleh penduduk Indonesia pada usia 40-54 tahun. 2007).5 %). Aceh Barat (41. Pasaman (39. hampir 40 % memenuhi kriteria yang sama (Yorston. 2008). Dewasa ini. Di India tajam penglihatan pasca operasi dengan koreksi yang ada 15-25 % termasuk kriteria tajam penglihatan buruk.2%).0%). 2005). Jeneponto (40. penanganan untuk pasien katarak adalah dengan cara operasi/pembedahan untuk memperbaiki tajam penglihatan atau visus (Kusuma. Maluku Tenggara (38. Tujuan utama yang ingin dicapai oleh dikter maupun penderita katarak adalah tajam penglihatan pasca operasi yang optimal (Utama dan Sulistya. operasi katarak berkembang sangat pesat yaitu dengan menggunakan teknik fakoemulsifikasi. mendapatkan nilai Blindness Reduction Rate (angka penurunan kebutaan) penderita katarak . Pada penelitian di BKMM Nusa Tenggara Barat. demikian pula di Cina.7 %). Secara Nasional. Pidie (40.6 %). Kampar (35.5 %) (Riskesdas.5 %). Timor Tengah Utara (36. Sampai saat ini. 10 kabupaten/kota dengan katarak pada umur > 30 tahun tertinggi adalah propinsi Aceh Selatan (53.2 %).6 %) dan Luwu Utara (35.

penulis ingin mengetahui faktor apa saja yang dapat mempengaruhi tajam penglihatan pasca operasi katarak senilis. penulis tertarik melakukan penelitian di SEC (Semarang Eye Center) Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang. Oleh karena itu. dari angka tersebut hanya 94 pasien yang kontrol teratur di poliklinik mata Rs Dr. 2002).4 % 10. Dari hal-hal diatas.9% dan 19. terdapat kecenderungan penurunan tajam penglihatan pasca operasi katarak senilis. Untuk melihat faktor-faktor tersebut.pasca operasi tahun 2001-2002 sebesar 89. . Jadi jumlah penderita yang masih belum terbebas dari kebutaan akibat katarak masih cukup tinggi.6 % yang termasuk kriteria tajam penglihatan buruk mencapai 10.sedangkan sesuai rekomendasi WHO kualitas operasi yang memberikan kontribusi terhadap pengurangan angka kebutaan akibat katarak bila penderita yang mencapai tajam penglihatan buruk pasca operasi tidak melebihi 5% dari keseluruhan penderita yang dioperasi (Pararajasegaran.1% termasuk kriteria tajam penglihatan buruk. Menurut catatan medik bulan Juli 2002 sampai dengan bulan Juni 2003 di RS Dr. Kariadi Semarang dan didapatkan nilai Blindness Reduction Rate sebesar (angka penurunan kebutaan) 80. Kariadi Semarang didapatkan jumlah operasi katarak (EKEK dengan atau tanpa LIO) yaitu 157 pasien.

Tujuan Khusus Untuk mengetahui faktor apa yang lebih berperan pada penurunan tajam penglihatan pasca operasi katarak.4.3. 1.2. 1.1. Rumusan Masalah Apakah faktor-faktor yang menyebabkan tajam penglihatan buruk pasca operasi katarak? 1.4. . Manfaat Penelitian 1.3. Tujuan Umum Untuk mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan penurunan tajam penglihatan pasca operasi katarak.2. sehingga dapat dilakukan pencegahan agar tidak memperburuk tajam penglihatan.1.1. Manfaat Praktis Dapat mengetahui faktor apa saja yang berpengaruh pada penurunan tajam penglihatan pasca operasi katarak.2. 1.4.3. Tujuan Penelitian 1. Manfaat Teoritis Menjadi sumber pustaka bagi peneliti lain yang ingin meniliti hal yang sama.

Jenis Penelitian dan Rancangan Penelitian Penelitian ini adalah penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. . Desain ini dipilih karena memungkinkan peneliti mengumpulkan data dengan cepat dan tidak terpengaruh perubahan waktu karena data yang diambil dalam waktu bersamaan. Data akan diambil menggunakan kuesioner kepada para responden.BAB III METODE PENELITIAN 3.1.

Good.2.2. Faktor – faktor yang mempengaruhi tajam penglihatan 3. antara 6/6 – 6/18 b. Poor.2.2.2. < 6/60 .1. Tajam penglihatan pasca operasi katarak Tajam penglihatan pasca operasi katarak adalah kemampuan fungsi mata dengan koreksi untuk mengenali sensasi bentuk setelah dilakukan bedah katarak. Variabel bebas Faktor-faktor yang mempengaruhi tajam penglihatan 3. Tajam penglihatan dilihat dengan membaca hasil rekam medis setelah satu bulan kontrol. Variabel 3.3.2. Variabel Tergantung Tajam penglihatan pasca operasi katarak senilis 3.2. Definisi Operasional 3. Kriteria tajam penglihatan menurut WHO : a.1.1.2.2.1. Variabel dan Definisi Operasional 3. Borderline.2. < 6/18 – 6/60 c.2.2.1.

Skala : ordinal .

Ilyas. Intisari Ilmu Penyakit Mata. Ni Kompyang. Semarang : KTI FK UNDIP. 2004.net. Dr. Sidarta. 2008. Yorston. Semarang : KTI FK UNDIP. Dikutip 7 Juni 2013.44. No. Kusuma. Zuhri. Perbedaan Tajam Penglihatan Pasca Operasi Katarak Senilis Di RSUP. Community Eye Health. edisi 4. A. Departemen Kesehatan Republik Indonesia. D. Kariadi Semarang Periode 1 Januari 2007 – 31 Desember 2007. Angka Kebutaan di Indonesia Tertinggi di Asteng. Ilmu Penyakit Mata. Evaluasi Tajam Penglihatan Pasca Operasi Katarak Masal Dharmais-PERDAMI Jawa Tengah. Rahayu.DAFTAR PUSTAKA Ilyas. Dalam http://www. 15. Riset Kesehatan Dasar tahun 2007. edisi. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. Priska Dewi. 2002. 2006. Sidarta. Jakarta: Balai Penerbit FKUI. 56-57. 2011. Monitoring cataract surgical outcome : Computerized System. 2008. Vol. .gizi. 2009.

Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Malang. 2005.3. Pararajasegaran. 49-50. 15. Jurnal Kedokteran Brawijaya. Sulistya.Utama. Vol. T Budi.44. 2002. No. S. Importance Of Monitoring Cataract Surgical Outcomes.. XXI. Community Eye Health.. No.. Evaluasi Tajam Penglihatan Pasca Operasi Katarak Senilis di RSU Dr. Desember 2005. Vol. . R. Saiful Anwar Malang.