You are on page 1of 1

BAB V PENUTUP 5.1 Kesimpulan 1.

Batuan beku non fragmental terbentuk akibat pembekuan magma ,ciri khasnya dapat dilihat dari mineral yang dikandung dalam batuan. 2. Deskripsi batuan beku secara megaskopis, meliputi: warna batuan, tekstur batuan, struktur batuan, ukuran kristal, tingkat kristalisasi, komposisi mineral, penamaan batuan menurut Russel B. Travis (1955). 3. Batuan beku merupakan batuan yang terbentuk dari magma yang membeku, dan magma sendiri berasal dari pelelehen lempeng, baik lempeng benua maupunlempeng samudera. 4. Dalam klasifikasi menurut Russel B. Travis (1955), yang diutamakan adalah komposisi berdasarkan jumlah dari mineral kuarsa dan feldspar. 5. Nama batuan dengan nomor peraga BNF 17 adalah Gabro (Travis,1955).

6. Nama batuan dengan nomor peraga 12 adalah sianit (Travis,1955). 7. Nama batuan dengan nomor peraga 30 adalah basalt (Travis,1955). 8. Nama batuan dengan nomor peraga BNF 3 adalah Porfir dasit (Travis,1955). 9. Nama batuan dengan nomor peraga 5 adalah porfiri andesit (Travis,1955). 10. Nama batuan dengan nomor peraga 49 adalah porfir Monozit (Travis,1955). 5.2 Saran 1. Persiapkan peralatan yang dibutuhkan dalam praktikum. 2. Batuan beku fragmental dapat digunakan sebagai indikator lokasi zona pembentukan batuan kuarsa