P. 1
Pasien Dan Hak Informasi

Pasien Dan Hak Informasi

|Views: 126|Likes:
Published by Isnandia Resa

More info:

Published by: Isnandia Resa on Jun 23, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/14/2014

pdf

text

original

Pasien dan Hak Informasi

Agar proses pengobatan berjalan lancar, pasien sebaiknya memahami hal-hal yang berkaitan dengan proses pengobatan tersebut. Pasien memiliki hak tanya kepada tenaga kerja medis, dan tenaga kerja medis, di antaranya dokter, apoteker, perawat, menurut Undang-undang memiliki kewajiban untuk memberikan informasi yang dibutuhkan pasien mengenai proses pengobatan.

Hak Pasien Atas Informasi

Menurut UU kesehatan no 23/1992 dalam Bab Penjelasan dari Pasal 53 ayat 2, hak-hak pasien meliputi: 1. 2. 3. 4. Hak untuk memperoleh informasi Hak untuk memberikan persetujuan Hak atas rahasia kedokteran Hak atas pendapat kedua (second opinion)

Pasien berhak memperoleh penjelasan dari tenaga kesehatan apabila hendak mendapatkan informasi seperti : penyakit yang diderita, tindakan medis yang hendak dilakukan, obat-obatan yang diresepkan dan alternatifnya, serta perkiraan biaya pengobatan termasuk di dalamnya harga obat-obatan.

Peran Aktif Pasien

Sebagai pihak yang menerima tindakan medis dan mengonsumsi obat-obatan, pasien harus berperan aktif dalam mendapatkan informasi. Proses pengobatan adalah sebuah proses yang kompleks yang dipengaruhi oleh berbagai faktor. Usia, alergi, penyakit yang pernah diderita, dan pola makan adalah beberapa faktor yang dapat mempengaruhi efektivitas penggunaan obat. Dan hal-hal ini sebaiknya didiskusikan dengan dokter dan apoteker, agar tercapai pengobatan yang efektif.

Ada beberapa hal yang berhubungan dengan penggunaan obat-obatan yang sebaiknya diketahui oleh pasien dan dikonsultasikan dengan apoteker atau dokter. 1. Penggunaan Obat Pasien harus memahami sepenuhnya cara penggunaan obat yang diresepkan oleh dokter. Penggunaan obat yang benar akan memastikan efektivitas pengobatan. 2. Efek Samping Pasien harus mengetahui efek samping dari penggunaan obat yang akan dia konsumsi. Ini bertujuan untuk menghindari efek-efek yang merugikan dari obat yang hendak dikonsumsi. Alergi dan Sejarah Medis Pasien sebaiknya mengkonsultasikan alergi atau sejarah penyakit yang pernah diderita kepada dokter. Hal ini penting untuk menghindari penulisan resep yang dapat memberikan efek buruk kepada pasien, yang 4. disebabkan oleh interaksi obat dengan tubuh pasien. Resep Alternatif Pasien berhak menanyakan atau meminta alternatif terhadap obat yang diresepkan. Pasien juga berhak meminta resep obat generik apabila terdapat alternatif obat generik terhadap obat yang telah diresepkan. Obat generik memiliki efek terapi yang sama, tetapi dengan harga yang lebih rendah. Kesimpulan

3.

. pelayanan kesehatan yang aman. hak atas masalah spiritual.unpad. hak atas persetujuan tindakan medis. kepentngan ybs. lingkungan yang sehat. Hak dan Kewajiban Pasien Menurut Undang-Undang Menurut „Declaration of Lisbon (1981) : The Rights of the Patient” disebutkan beberapa hak pasien. hak dirawat dokter yang “bebas”. dan informasi tentang data kesehatan dirinya.36 tahun 2009 tentang kesehatan. info dan edukasi kesehatan yg seimbang dan bertanggungjawab. . ijin ybs.Berkas rekam medis milik sarana pelayanan kesehatan. apoteker. Pada UU No 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran khususnya pada pasal 52 juga diatur hak-hak pasien. Adalah hak pasien untuk mendapatkan informasi dari dokter. penyakit menular berat. diantaranya hak memilih dokter. pasal 53 menyebutkan beberapa hak pasien. pengadilan. . kepentingan masyarakat). hak atas kerahasiaan.Mendapatkan penjelasan secara lengkap tentang tindakan medis sebagaimana dimaksud dalam pasal 45 ayat 3. . hak mati secara bermartabat.Hak menerima atau menolak sebagian atau seluruh pertolongan (kecuali tak sadar.Isi rekam medis merupakan milik pasien.Proses pengobatan akan efektif apabila ada komunikasi dua arah dan terbuka antara pasien dan tenaga kesehatan. yakni hak atas Informasi. menentukan sendiri pelayanan kesehatan yang diperlukan. . pada pasal 4-8 disebutkan setiap orang berhak atas kesehatan. dan hak atas ganti rugi. Dalam UU No 23 tahun 1992 tentang Kesehatan. . .269 pasal 12 menyebutkan: .Meminta pendapat dokter atau dokter gigi lain. hak menerima atau menolak pengobatan setelah menerima informasi.id/padi/pasien-dan-hak-informasi-medis Hak Pasien diatur dalam rangka melindungi kepentingan pasien yang seringkali tidak berdaya. Terkait rekam medis.Mendapat pelayanan sesuai dengan kebutuhan medis. dan tenaga kesehatan lainnya mengenai proses pengobatan yang ia terima. yang meliputi: . diminta atau tidak diminta. hak atas second opinion.Hak tuntut ganti rugi akibat salah atau kelalaian (kecuali tindakan penyelamatan nyawa atau cegah cacat). http://farmasi.ac. 36 tahun 2009 itu diantaranya meliputi: .Mendapatkan isi rekam medis. Peraturan Menteri kesehatan No.Hak atas rahasia pribadi (kecuali perintah UU. Menurut UU No. Dan tenaga kesehatan wajib memberikan informasi yang berhubungan dengan proses penyembuhan dan pengobatan pasien. Hak-hak pasien dalam UU No.Menolak tindakan medis. . hak atas kerahasiaan. akses atas sumber daya. hak atas dukungan moral atau spiritual. gangguan jiwa berat). bermutu dan terjangkau.

Hak Pasien dalam UU No 44 / 2009 tentang Rumah Sakit (Pasal 32 UU 44/2009) menyebutkan bahwa setiap pasien mempunyai hak sebagai berikut: .Ringkasan rekam medis sebagaimana dimaksud pada ayat (3) dapat diberikan. . Mengajukan usul. sebenarnya ada “pesan” implisit terkait hal itu.Mengeluhkan pelayanan rumah sakit yang tidak sesuai dengan standar pelayanan melalui media cetak dan elektronik sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. saran. terutama pasal 53 UU.Memperoleh pelayanan kesehatan bermutu sesuai dengan standar profesi dan standar prosedur operasional. dalam hal ini pasien dan tenaga medis.Memperoleh informasi mengenai tata tertib dan peraturan yang berlaku di Rumah Sakit. .Isi rekam medis sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dalam bentuk ringkasan rekam medis.Memperoleh keamanan dan keselamatan dirinya selama dalam perawatan di Rumah Sakit.Masing-masing pihak. atau dicopy oleh pasien atau orang yang diberi kuasa atau atas persetujuan tertulis pasien atau keluarga pasien yang berhak untuk itu. . diantaranya: .Didampingi keluarganya dalam keadaan kritis.Menolak pelayanan bimbingan rohani yang tidak sesuai dengan agama dan kepercayaan yang dianutnya. dicatat. . adil.Menggugat dan atau menuntut rumah sakit apabila rumah sakit itu diduga memberikan pelayanan yang tidak sesuai dengan standar baik secara perdata ataupun pidana. .Meminta konsultasi tentang penyakit yang dideritanya kepada dokter lain (second opinion) yang memiliki Surat Ijin Praktik (SIP) baik di dalam maupun di luar rumah sakit. . Mematuhi nasihat dan petunjuk dokter dan dokter gigi. . tujuan tindakan medis.Mengajukan pengaduan atas kualitas pelayanan yang didapatkan. harus selalu memberi informasi yang .Memilih dokter dan kelas perawatan sesuai dengan keinginannya dan peraturan yang berlaku di rumah sakit. dan prognosis terhadap tindakan yang dilakukan serta perkiraan biaya pengobatan.Memberikan persetujuan atau menolak atas tindakan yang akan dilakukan oleh tenaga kesehatan terhadap penyakit yang dideritanya.Mendapatkan privasi dan kerahasiaan penyakit yang diderita termasuk data-data medisnya. . perbaikan atas perlakuan Rumah Sakit terhadap dirinya. jujur..Menjalankan ibadah sesuai agama atau kepercayaan yang dianutnya selama hal itu tidak mengganggu pasien lainnya. . .Memperoleh layanan yang efektif dan efisien sehingga pasien terhindar dari kerugian fisik dan materi. risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi. .Mendapat informasi yang meliputi diagnosis dan tata cara tindakan medis. . Mematuhi ketentuan yang berlaku di saryankes. alternatif tindakan. .Memperoleh informasi tentang hak dan kewajiban pasien. Memberi imbalan jasa atas pelayanan yang diterima.Memperoleh layanan yang manusiawi. yang meliputi: Memberi informasi yg lengkap dan jujur tentang masalah kesehatannya. . Sementara itu kewajiban pasien diatur diataranya dalam UU No 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran. . dan tanpa diskriminasi. . . Terkait kewajiban pasien seperti disebut di atas.

pelayanan korban bencana dan kejadian luar biasa. sesuai dengan kemampuan pelayanannya. atau bakti sosial bagi misi kemanusiaan. dan bebas dari kekerasan. . dokter mengadvokasi prosesnya (kecuali keadaan darurat yang tak bisa ditunda). Kewajiban itu dituangkan dalam UU No. ambulan gratis. .Pertolongan darurat atas dasar perikemanusiaan. Dan bahwa dalam bekerja seorang dokter harus bebas dari intervensi pihak lain. wanita menyusui. pelayanan gawat darurat tanpa uang muka. . melaksanakan. baik sebelum maupun sesudah tindakan (preventif/diagnostik/terapeutik/rehabilitatif). dan menjaga standar mutu pelayanan kesehatan di rumah sakit sebagai acuan dalam melayani pasien. Menerima imbalan jasa. lanjut usia.Merujuk pasien bila tak mampu. . .Melaksanakan fungsi sosial antara lain dengan memberikan fasilitas pelayanan pasien tidak mampu/miskin. . Jika pun terdapat dugaan “malpraktik” harus melalui proses pembuktian hukum terlebih dahulu. Adanya perlindungan hukum bagi dokter ini mengingat bahwa pekerjaan dokter dianggap sah sepanjang memenuhi ketentuan-ketentuan yang berlaku. Pada pasal 52 UU yang sama diatur pula mengenai kewajiban dokter. . Memberikan layanan medis menurut standar profesi (SP) dan standar operasional prosedur (SOP).tepat dan lengkap.Menyelenggarakan rekam medis. tidak diskriminasi.Berperan aktif dalam memberikan pelayanan kesehatan pada bencana. ruang tunggu.Memberi pelayanan kesehatan yang aman. bermutu. . . diantaranya: . Memperoleh info yg jujur & lengkap dari pasien atau keluarga pasien. .Keputusan di tangan pasien. . Selain dokter.Menambah / ikuti perkembangan iptek kedokteran. rumah sakit juga memiliki kewajiban dalam melayani pasiennya.Memberi pelayanan medis sesuai SP & SOP. sarana untuk orang cacat.Menjamin kerahasiaan pasien. .Memberikan pelayanan gawat darurat kepada pasien sesuai dengan kemampuan pelayanannya. 44 tahun 2009 tentang Rumah Sakit. anak-anak.Menyediakan sarana dan prasarana umum yang layak antara lain sarana ibadah. .Layanan medis harus sesuai kebutuhan medisnya. pada pasal 50 disebutkan adanya hakhak dokter. Dalam pasal 29 UU No. termasuk diantaranya tentu saja seorang dokter bebas memperoleh pembelaan hukum. . yang meliputi: . . yakni: Memperoleh perlindungan hukum sepanjang sesuai standar profesi dan SOP. kecuali bila yakin ada orang lain yg bertugas dan mampu. parkir.Menyediakan sarana dan pelayanan bagi masyarakat tidak mampu atau miskin. Kewajiban rumah sakit itu sudah tentu mengikat juga pada para tenaga medis.Membuat. serta kebutuhan medis pasien.Informasi yang benar tentang pelayanan rumah sakit kepada masyarakat. Hak dan Kewajiban Tenaga Medis Di dalam UU No 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran. dan efektif dengan mengutamakan kepentingan pasien sesuai dengan standar pelayanan rumah sakit.44 menyatakan kewajiban rumah sakit.

dan merujuk kepada RS lain bila perlu..Membuat daftar tenaga medis yang melakukan praktik kedokteran atau kedokteran gigi dan tenaga kesehatan lainnya. . mengindahkan hak pribadi (privacy). berusaha menjangkau pasien di luar dinding RS (extramural).Memiliki sistem pencegahan kecelakaan dan penanggulangan bencana.Melaksanakan program pemerintah di bidang kesehatan baik secara regional maupun nasional. memberikan penjelasan kepada pasien tentang derita pasien dan tindakan medis atasnya.Menolak keinginan pasien yang bertentangan dengan standar profesi dan etika serta peraturan perundang-undangan. Menurut Kode Etik Rumah Sakit Indonesia terdapat beberapa kewajiban bagi tenaga medis.Melaksanakan etika rumah sakit.Memberikan informasi yang benar. Sedangkan Kewajiban rumah sakit kepada pasien adalah mengindahkan hak-hak asasi pasien. kewajiban kepada masyarakat dan kewajiban terhadap pasien. Kewajiban itu meliputi kewajiban umum. peka terhadap saran dan kritik masyarakat. mengawasi dan bertanggungjawab terhadap semua kejadian di RS (corporate liability). . . . Kewajiban umum rumah sakit terdiri dari menaati Kode Etik Rumah Sakit Indonesia. . meminta informed consent. menjaga rahasia pasien. .Menghormati dan melindungi hak-hak pasien.Melindungi dan memberikan bantuan hukum bagi semua petugas Rumah Sakit dalam melaksanakan tugas. memberi pelayanan yang baik (duty of due care). . memelihara rekam medis pasien. . memelihara peralatan dengan baik dan siap pakai. . . Kewajiban rumah sakit kepada Masyarakat terdiri dari berlaku jujur dan terbuka. jelas dan jujur mengenai hak dan kewajiban pasien.Melaksanakan sistem rujukan. memberi pertolongan darurat tanpa meminta pembayaran uang muka. .Menyusun dan melaksanakan peraturan internal Rumah Sakit (hospital by laws).Memberlakukan seluruh lingkungan rumah sakit sebagai kawasan tanpa rokok.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->