SURAT PERJANJIAN KERJA WAKTU TERTENTU

No:

Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (selanjutnya disebut “Perjanjian”) ini ditandatangani pada hari ini ……………… oleh dan antara: 1 Nama Jabatan Bertindak untuk dan atas nama Alamat (PT) : : : :

(selanjutnya disebut “Perusahaan” atau “Pihak Pertama”); dan 2 Nama Tempat/Tanggal Lahir No KTP Alamat : : : :

Bertindak untuk dan atas nama diri sendiri. (selanjutnya disebut sebagai “Pekerja” atau “Pihak Kedua”). Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat untuk membuat Perjanjian ini dengan ketentuanketentuan sebagai berikut :

Pasal 1 Jangka Waktu Kerja
Pihak Pertama bersedia menerima dan mempekerjakan Pihak Kedua sebagai pekerja di PT. Nana Yamano Technik yang berlokasi di Medan untuk jangka waktu selama …… bulan untuk periode dari ……… sampai dengan ……...

Pasal 2 Tugas dan Penempatan
1. Pihak kedua diterima bekerja oleh Pihak Pertama untuk bekerja dengan ketentuan sebagai berikut: a. Jabatan b. Tanggal Mulai Bekerja c. Lokasi Bekerja : : :

2. Pihak Pertama berhak untuk memindahkan atau memutasikan Pihak Kedua ke bagian lain dan atau daerah lain sepanjang diperlukan oleh Pihak Pertama dengan tidak mengurangi upah yang diterima oleh Pihak Kedua.

Paraf : __________ __________ __________

Page 1 of 5

Pihak Kedua wajib menjaga rahasia Perusahaan dan wajib menandatangani Perjanjian Kerahasiaan dan Larangan Pengungkapan Rahasia (Non Disclosure Agreement) yang mengatur hal-hal yang bersifat rahasia serta senantiasa berupaya untuk menjaga nama baik Perusahaan Pasal 4 Pengupahan 1. untuk anak belum menikah dan berumur tidak lebih dari 21 tahun) dan memberitahukan semua perubahan status keluarga secara tertulis. Pasal 5 Pajak Penghasilan 1. : Rp. Apabila Pekerja atau Pihak Kedua mangkir atau tidak masuk kerja tanpa surat keterangan tertulis yang dilengkapi bukti yang sah. Pekerja akan menanggung sendiri Pajak Penghasilan (PPh Pasal 21) yang menjadi kewajibannya dan dipotong oleh perusahaan. 3. Pihak Kedua wajib menjalankan tugas dengan baik dan memenuhi Standar Kinerja yang telah ditentukan oleh Pihak Pertama dan atas perintah/arahan dari pihak perusahaan yang tertera dalam Deskripsi Pekerjaan (Job Description) yang merupakan bagian dari Perjanjian ini. Paraf : __________ __________ __________ Page 2 of 5 .Pasal 3 Pelaksanaan Tugas 1. termasuk ketentuan pengawasan yang diperlukan. 2. 2. 2. Uang Makan : Rp. Tunjangan Lokasi c. Perincian komponennya akan tercantum pada Surat Offering Letter yang merupakan bagian dari Perjanjian Kerja ini. Pihak Pertama dapat memberikan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan peraturan perusahaan. : Rp. Upah Pokok b. Pekerja wajib memberikan keterangan yang sah mengenai status lajang/berkeluarga (1 isteri dan maksimum 3 tanggungan. 0 - dan dibayarkan di tiap akhir bulan melalui bank atau rekening pekerja. Pihak Pertama akan memberikan/membayarkan upah kepada Pihak Kedua dengan komponennya sebagai berikut : a. Pihak Pertama berhak untuk memberikan pengarahan dan perintah mengenai pelaksanaan pekerjaan terhadap Pihak Kedua selama berlakunya Perjanjian ini. Untuk kepentingan pemotongan pajak.

dan mengikuti semua ketentuan JAMSOSTEK dan atau Peraturan Perusahaan yang berlaku Pasal 8 Ketentuan & Tata Tertib Kedua belah pihak sanggup menaati semua ketentuan ketenagakerjaan sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003 juncto Peraturan Ketenagakerjaan yang berlaku dan Pihak Kedua sanggup mentaati peraturan/ketentuan Perusahaan dan atau Tata Tertib yang dibuat oleh Pihak Pertama tanpa merasa dipaksa oleh Pihak Pertama dan merupakan bagian dari Perjanjian Kerja ini. Pihak Kedua tidak mampu melaksanakan tugasnya sesuai dengan Standar Kinerja yang disepakati walaupun Perusahaan telah memberikan kesempatan kepada Pihak Kedua untuk memperbaiki kinerjanya. Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat untuk dapat melakukan pemutusan hubungan kerja dengan alasan dan atau keadaan sebagai berikut : a. Pekerja diikutsertakan dalam program Jaminan Sosial Tenaga Kerja/JAMSOSTEK. Paraf : __________ __________ __________ Page 3 of 5 . 3. 3. atau 40 (empat puluh) jam seminggu. Untuk pekerja tertentu tidak diberikan upah lembur dikarenakan sifat dari pekerjaannya yang mewakili kepentingan Perusahaan sebagaimana dimaksud dalam Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. Waktu kerja Pihak Kedua adalah 8 (delapan) jam sehari. Pasal 7 Perawatan Kesehatan dan Keselamatan Kerja 1.Pasal 6 Waktu Kerja 1. disiplin/tata tertib yang berlaku. 4. 2. maka Pihak Pertama tidak bertanggung jawab atas kerugian Pihak Kedua yang timbul akibat dari kecelakaan kerja tersebut. Dalam kondisi tertentu Perusahaan berhak meminta pekerja untuk bekerja melebihi waktu di atas sesuai dengan tugas dan tanggung jawab jabatannya. shift. Peraturan Ketenagakerjaan yang berlaku. Pihak Kedua berkewajiban melaksanakan pekerjaan dengan mengutamakan aturan kesehatan dan keselamatan kerja. Jadwal jam kerja biasa. Pihak Kedua melanggar Peraturan Perusahaan. KEP-102/MEN/VI/2004 Jo. dan lembur diatur dan ditetapkan sesuai dengan kebutuhan Perusahaan. 2. Jika Pihak kedua mengalami kecelakaan kerja yang terjadi karena tidak dipatuhinya aturan kesehatan dan keselamatan kerja. b. Pihak Kedua tidak melaksanakan kesepakatan dalam Perjanjian ini. Pasal 9 Berakhirnya Perjanjian Kerja 1. c.

2. sebelum masa Perjanjian Kerja Waktu Tertentu sebagaimana tersebut dalam pasal 1 (satu) berakhir. 5. Semua bentuk perselisihan antara Pihak Pertama dan Pihak Kedua akan diselesaikan secara kekeluargaan dan dengan cara musyawarah mufakat. Hal-hal lain yang diatur di dalam Peraturan Perusahaan atau Perjanjian Kerja Bersama yang berlaku di tempat kerja Pihak Kedua dan ketentuan Undang-undang Ketenagakerjaan yang dapat mengakibatkan seorang Karyawan diputuskan hubungan kerjanya. Peraturan Perusahaan atau Perjanjian Kerja Bersama. maka Pihak Kedua tidak berkewajiban untuk membayar ganti kerugian kepada Pihak Pertama sebagaimana tersebut di ayat 2 (dua) dan Pihak Pertama akan membayar sanksi ganti kerugian kepada Pihak Kedua sebesar sisa upah yang belum dibayarkan sampai masa kerja berakhir 4. Apabila Pihak Pertama melakukan pemutusan hubungan kerja kepada Pihak Kedua selama masa perjanjian ini belum berakhir dan bukan dikarenakan kesalahan Pihak Kedua. maka kepada Pihak Kedua akan diberlakukan sanksi ganti kerugian kepada Pihak Pertama sebesar sisa upah yang belum dibayarkan sampai masa kerja kerja berakhir. 3. apabila Pihak Kedua mengundurkan diri atas kemauan sendiri dan atau diputuskan hubungan kerjanya oleh Pihak Pertama disebabkan kesalahan Pihak Kedua yang melakukan tindakan sebagaimana tersebut dalam ayat 1 (satu) di atas. Pihak Pertama dan Pihak Kedua sepakat. Paraf : __________ __________ __________ Page 4 of 5 . maka kedua belah pihak sepakat untuk meminta bantuan kepada pihak LPPHI (Lembaga Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial) untuk mencari penyelesaiannya.d. maka Pihak Kedua tidak berkewajiban untuk membayar ganti kerugian kepada Pihak Pertama sebagaimana tersebut di ayat 2 (dua) dan Pihak Pertama akan membayar sanksi kerugian kepada Pihak Kedua sebesar sisa upah yang belum dibayarkan pada bulan berjalan secara proposional. Apabila Pihak Pertama melakukan pemutusan hubungan kerja kepada Pihak Kedua selama masa perjanjian ini belum berakhir dan dikarenakan berakhirnya kontrak kerja antara Perusahaan dengan Pemberi Kerja. Pasal 10 Perpanjangan Perjanjian Kerja Bilamana Pihak Pertama hendak memperpanjang perjanjian kerja dengan persetujuan Pihak Kedua. maka Pihak Pertama harus memberitahukan terlebih dahulu kepada Pihak Kedua paling lambat 7 (tujuh) hari sebelum perjanjian kerja ini berakhir Pasal 11 Perselisihan 1. 2. Tata Cara dan Persyaratan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akan mengikuti Ketentuan Undang-Undang ketenagakerjaan Nomor 13 Tahun 2003 jo. Jika tidak terdapat kesepakatan dalam penyelesaian perselisihan antara Pihak Pertama dan Pihak Kedua.

3.Pasal 12 Penandatanganan 1. Mengetahui. yang masing-masing memiliki kekuatan hukum yang sama. Paraf : __________ __________ __________ Page 5 of 5 . yaitu 1 (satu) untuk Pihak Pertama dan 1 (satu) Pihak Kedua. Pihak Pertama Pihak Kedua. . Dengan ditandatanganinya Surat Perjanjian ini maka kedua belah pihak sepakat untuk melaksanakan ketentuan–ketentuan dalam perjanjian kerja ini dan dengan demikian kedua belah pihak terikat demi hukum dalam suatu hubungan kerja. 2. Surat Perjanjian ini ditanda tangani dalam keadaan sadar oleh kedua belah pihak dan tanpa paksaan dari pihak manapun. PIHAK – PIHAK YANG MENGADAKAN PERJANJIAN ……………. Surat Perjanjian ini dibuat rangkap 2 (dua).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful