1 BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah Sepsis neonatal di negara berkembang memiliki indsidensi yang sangat bervariasi mulai dari 1-10 tiap 100 kelahiran hidup, hal itu berkaitan dengan angka prematuritas, persalinan, dan kondisi lingkungan perawatan. Mortalitas berkisar 13%-50%. Angka kejadian sepsis neonatal di beberapa rumah sakit di Indonesia berkisar antara 1,5%-3,7% dan angka kematian berkisar antara 37%80% (1). Untuk daerah Kalimantan Selatan, belum ditemukan data yang

menggambarkan epidemiologi kejadian sepsis neonatal. Sindrom klinik yang ditandai dengan gejala infeksi dengan atau tanpa disertai bakterimia pada bulan pertama kehidupan ini meliputi berbagai infeksi sistemik pada kelahiran antara lain septikemia, meningitis, pneumonia, arthritis, osteomyelitis, dan infeksi saluran kemih (1,2). Sel PMN dan produk-produknya memiliki peran yang penting dalam perjalanan patogenesis sepsis neonatal. Jaringan yang rusak dan terinfeksi mengaktivasi sistem komplemen, mengeluarkan sitokin, dan sesudah itu mengaktivasi neutrofil (3). Aktivitas netrofil akan menghasilkan oksigen reaktif seperti anion superoksida (O2-) dan menjadi mekanisme kunci sistem imunitas bawaan. Mekanisme yang berperan penting dalam patogenesis sepsis ini disebut sebagai respiratory burst. Proses yang dinamakan respiratory burst, merupakan respon fisiologis untuk menghancurkan zat-zat asing dengan produksi superoksida oleh Nicotinamide Adenine Dinucleotide Phosphate (NADPH) oksidase. NADPH

9).9). asam hipoklorous. Karena tingginya kadar kedua senyawa SOR tersebut maka tubuh menghasilkan beberapa antioksidan seperti enzim katalase (7. dan radikal hidroksil. Dalam penelitian Kohanski (2007) menunjukkan bahwa tiga golongan antibiotik bakterisid seperti beta laktam. jaringan. Oksidan yang dihasilkan dalam proses ini. senyawa-senyawa ini menstimulasi oksidasi intraseluler hydroxy-phenyl fluorescein. aminoglikosid dan quininolon menstimulasi produksi dosis letal radikal hidroksil. antibiotik meningkatkan produksi dari superoksida yang kemudian akan berubah menjadi peroksida. Walaupun ketiga golongan antibiotik ini memiliki cara kerja berbeda. Pada penelitian lain menyebutkan. yang membawa kerusakan pada diri mereka sendiri (4).8. Selain menahan pembentukan dan efek negatif dari spesies oksigen reaktif (SOR) antioksidan juga berfungsi dalam homeostasis organisme untuk menanggulangi kerusakan akibat stres oksidatif terhadap sel.2 oksidase merupakan mediator yang berada di membran plasma. senyawa yang digunakan untuk melengkapi pembentukan radikal hidroksil (6). hidrogen peroksida (H2O2). dan organ yang terpengaruh (8. Bersamaan dengan peristiwa tersebut terbentuklah radikal hidroksil yang toksik dan pada akhirnya radikal hidroksil ini meningkatkan letalitas antibiotik dibandingkan sebelumnya (7). Kombinasi antibiotik yang digunakan untuk menangani kasus sepsis neonatal adalah ampisilin dengan gentamisin selama 3 hari. dan oksidan toksik dilepaskan ke dalam dan ke luar sel. seperti anion superoksida (O2-). Kombinasi ini sangat dianjurkan karena akan meningkatkan aktivitas antibakteri (5). Katalase adalah suatu enzim tetrametrik yang berfungsi untuk merubah peroksida menjadi air dan oksigen melalui reaksi kimia tanpa menghasilkan senyawa SOR .

3 lain (10). Saat ini belum banyak penelitian ilmiah yang membahas tentang pengaruh terapi antibiotik terhadap aktivitas katalase pada darah bayi dengan risiko sepsis neonatal sehingga perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh terapi antibiotik terhadap aktivitas katalase pada darah bayi dengan risiko sepsis neonatal. . A. superoksida. Antioksidan tersebut bekerja dengan menangkap radikal bebas dan mencegah reaksi berantai (11). Enzim katalase ini diduga melindungi sel dengan sifatnya yang dapat merubah hidrogen peroksida sehingga dapat mencegah akumulasi dari SOR (11). dan radikal bebas hidroksil. B. Enzim katalase merupakan antioksidan endogen yang mampu mengatasi singlet oksigen. Rumusan Masalah Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana pengaruh terapi antibiotik terhadap aktivitas katalase pada darah bayi dengan risiko sepsis neonatal di Ruang Perinatologi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ulin Banjarmasin periode Mei-Juli 2010. katalase dapat ditemukan di dalam peroksisom bersama dengan enzim-enzim lain. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi antibiotik terhadap aktivitas katalase pada darah bayi dengan risiko sepsis neonatal di Ruang Perinatologi RSUD Ulin periode Mei-Juli 2010. Pada sel mamalia.

4 C. . Manfaat Penelitian Manfaat penelitian ini adalah memberikan bukti ilmiah tentang pengaruh terapi antibiotik terhadap aktivitas katalase pada darah bayi dengan risiko sepsis neonatal di Ruang Perinatologi RSUD Ulin periode Mei-Juli 2010 .

akan membawa kerusakan pada diri mereka sendiri (14). asam hipoklorous. H2O2. yaitu dua komponen yang terikat dengan membran. dan monosit akan menghasilkan Senyawa Oksigen Reaktif (SOR) yang dikenal dengan istilah respiratory burst.15. dan oksidan toksik dilepaskan ke dalam dan ke luar sel. 2O2 + NADPH 2 O2· +NADP+ + H+ Secara umum NADPH oksidase mempunyai empat komponen. Proses aktivasi dari enzim NADPH oksidase ini dapat 5 . seperti O2-. Sepsis juga bagian dari kondisi dari Systemic Inflammatory Respons Syndrome (SIRS) menuju syok sepsis dan Multilple Organ Dysfunction Syndrome (MODS) (13). NADPH oksidase merupakan mediator proses yang berada di membran plasma. cairan sum-sum tulang atau air kemih (12). Stres Oksidatif Pada Sepsis Neonatal Sepsis neonatal adalah infeksi aliran darah yang bersifat invasif dan ditandai dengan ditemukannya bakteri dalam cairan tubuh seperti darah.5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. makrofag.16). dan radikal hidroksil. Proses ini diawali dengan aktivasi enzim NADPH Oksidase yang bertanggung jawab terhadap transfer elektron dari NADPH kepada O 2 yang menghasilkan O2· (14. antara lain p47phox dan p67phox (14. Oksidan yang dihasilkan dalam proses ini. antara lain gp91 phox dan p22phox serta dua komponen yang disebut komponen sitosolik.17).15. Proses fagositosis yang dilakukan oleh netrofil.

Proses fosforilasi ini berlangsung melalui 2 tahapan.1 Mekanisme aktivasi enzim NADPH oksidase (19) Setelah enzim ini teraktivasi enzim ini akan mengkatalisis reaksi transfer elektron NADPH kepada O2 sehingga akan menghasilkan O2·. Pada individu yang sehat proses ini diregulasi dengan pelepasan senyawa oksigen reaktif (SOR) oleh netrofil yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan dan merupakan faktor kunci dalam beberapa proses patologis . Selanjutnya O2· yang merupakan radikal bebas ini akan merusak membran sel bakteri dan akan menyebabkan bakteri tersebut menjadi lisis (19.20. Stres Oksidatif Pada Terapi Antibiotik Proses kehidupan pada semua makhluk hidup didasari oleh proses metabolisme yang melibatkan berbagai reaksi senyawa atau molekul.15. B. Proses pertama yaitu fosforilasi komponen enzim tersebut. Setelah kedua komponen sitosol tersebut masuk ke dalam membran plasma maka terjadi proses kedua yaitu interaksi semua komponen di dalam membrane plasma sehingga NADPH oksidase teraktivasi (14. baik organik maupun nonorganik. Kemudian komponenkomponen ini akan berpindah dari sitosol ke dalam membran plasma.18).6 melalui 2 proses.21). Gambar2. yaitu terfosforilasinya p47phox dan p67phox yang berada dalam sitosol.

Telah dilaporkan bahwa cephalosporin atau carbapenem digunakan untuk neonatus prematur yang dapat meningkatkan resiko akibat sepsis jamur. Meskipun sampai sekarang banyak golongan antibiotik dengan berbagai variasi sifat dan efektivitasnya terhadap bakteri. Golongan antibiotik ini secara umum tidak tahan terhadap pemanasan. Golongan kedua . mudah rusak dalam suasana asam dan basa serta dapat diinaktifkan oleh enzim beta laktamase(17. Untuk itu direkomendasikan ampicilin dan gentamicin digunakan sebagai lini pertama untuk penatalaksaan sepsis neonatal (17. Antibiotik beta laktam terdiri atas dua golongan. radikal hidroksil.7 seperti kerusakan paru-paru akut (acute lung injury).24). namun demikian antibiotik ini masih sering dipergunakan sebagai obat pertama dalam mengatasi suatu infeksi. Namun demikian perlu diperhatikan adanya sifat alergi dari pasien terhadap penggunaan penisilin dan turunannya. SOR merupakan molekul penyampai sinyal penting dan pengatur ekspresi gen jika konsentrasinya kecil (21).23).20.25). Ampicilin termasuk golongan beta laktam dan bersifat bakterisid.22). Antibiotik beta laktam merupakan golongan antibiotik yang pertama kali ditemukan. Golongan pertama adalah penisilin beserta turunannya. yang sampai sekarang telah dapat diisolasi sampai dengan generasi keempat. hidrogen peroksida. dan oksigen singlet berperan penting sebagai mediator fisiologis pada apoptosis yang timbul akibat stimulus ekstraseluler (22. dan kerusakan multi organ yang merupakan karakteristik dari sepsis (19. Pilihan antibiotik untuk terapi sepsis neonatal harus berdasarkan prosedur tetap di rumah sakit. Beberapa SOR seperti anion superoksida. respiratory burst.

misalnya radikal hidroksil dan H 2O2. . Menurut penelitian Michael (2007). Hiperaktivasi transpor elektron merangsang pembentukan superoksid. tubuh memiliki sistem perlindungan yang kompleks dan komprehensif. Meskipun golongan sefalosporin mempunyai spektrum anti bakteri yang lebar. antibiotik golongan bakterisid seperti aminoglikosida.28). biasanya hanya dipergunakan sebagai pengobatan alternatif apabila penggunaan golongan penisilin kurang memberikan hasil yang memuaskan (18. Superoksid ini akan merusak ikatan besi-sulfur melalui oksidasi dalam reaksi Fenton.28. dan lipid sehingga menyebabkan kematian sel bakteri (6.26.29). protein. yang sampai sekarang telah diisolasi sampai generasi ketiga. Sistem perlindungan tersebut meliputi antioksidan enzimatik dan antioksidan radicals scavenger. Radikal ini akan diubah secara spontan atau enzimatik untuk menghasilkan SOR lain. kuinolon. Radikal hidroksil ini selanjutnya akan merusak DNA. dan beta-laktam akan berinteraksi dan menstimulasi oksidasi NADH melalui transpor elektron dalam siklus tricarboxylic acid (TCA). Salah satu enzim yang termasuk dalam antioksidan enzimatik adalah katalase (19.27. Enzim Katalase Senyawa Oksigen Reaktif dapat menjadi pemicu terjadinya kerusakan oksidatif yang selanjutnya menyebabkan kerusakan pada biomolekul. Selanjutnya reaksi fenton memicu terjadinya respiratory burst yang membentuk radikal superoksida. C.8 adalah sefalosporin beserta turunannya.27). Untuk mengatasi kerusakan oksidatif yang diakibatkan oleh radikal bebas.

Katalase banyak ditemukan pada sel darah merah. . urat oksidase. ginjal dan hati (4). Katalase sebagai salah satu antioksidan endogen merupakan senyawa hemotetramer dengan Fe sebagai kofaktor disandi oleh gen kromosom 11. Senyawa H2O2 tersebut.22. dan peroksisom (21. Pada tahun 1900 Oscar Loew akhirnya memberikan nama pada unsur tersebut. mutasi pada gen ini dapat menyebabkan akatalasemia.32).22. Katalase adalah suatu hemoprotein yang mengandung empat gugus heme yang dapat ditemukan pada hewan maupun tumbuhan. membran mukosa. Banyak organisme mempunyai katalase lebih dari satu.31). Pada umumnya katalase terdapat pada sebagian besar organisme. yaitu kelas enzim yang mengkatalisis reaksi oksidasi reduksi. Katalase berperan dalam pemecahan senyawa H2O2 menjadi H2O dan O2. James B Summer pada tahun 1937 akhirnya dapat mengkristalisasi enzim katalase tersebut dari hati sapi.20. xantin oksidase. secara normal dihasilkan dari dismutasi superoksida. Dasam amino oksidase. dan pada tahun 1938 berat dari enzim tersebut juga dapat diukur. Reaksi pemecahan H2O2 menjadi H2O dan O2 oleh katalase dapat kita lihat pada reaksi di bawah ini: . sumsum tulang. Suatu penelitian telah mengungkapkan bahwa ada hubungan antara diferensiasi sel dengan katalase (21. yakni katalase.9 Katalase pertama kali ditemukan oleh Louis Jacques Thenard pada tahun 1811 yang menyatakan bahwa H2O2 dapat diuraikan oleh suatu unsur.30). Enzim ini dapat ditemui dalam darah. Katalase tergolong kelas enzim oksidoreduktase.29. Akhirnya pada tahun 1981 struktur 3 dimensi dari enzim katalase ini telah diketahui (19. disamping pada sitoplasma. mitokondria.

10 Katalase-Fe(III) + H2O2 senyawa-1 +H2O tahap I Senyawa-1 + H2O2 2H2O2 katalase-Fe(III) + H2O2 + O2 2H2O + O2 tahap II Senyawa-1 merupakan senyawa antara serta merupakan kunci dari oksidasi dalam reaksi enzimatik katalase. Hasil reaksi ini membentuk molekul air pada tapak aktif enzim yang dekat heme Fe (22). Hal ini disebabkan oleh keberadaan senyawa-1 heme dengan suatu atom oksigen dari molekul H 2O2 pada tahap I ini. GPx mempunyai aktivitas yang tinggi terhadap H2O2 daripada katalase. Ketika konsentrasi H2O2 sangat rendah atau pada kondisi normal maka GPx mempunyai peran yang lebih dominan untuk mengkatalisis H2O2 daripada katalase (22. Namun. . Katalase (CAT) dan glutathion peroksidase (GPx) mempunyai sifat yang sama dalam mengkatalisis H2O2. Katalase mengkatalisis H2O2 secara linier sesuai dengan konsentrasi H2O2. Hal ini disebabkan adanya perbedaan kinetik dari kedua enzim tersebut. sedangkan GPx menjadi jenuh pada konsentrasi H2O2 di bawah 10-5 mol/L.32) .

Reaktivitas SOR ini disebabkan oleh kemampuannya dalam mengikat atom atau molekul penyusun membran bakteri.36). 37. Dengan demikian. Secara teori antibiotik golongan bakterisid dapat berinteraksi dan menstimulasi oksidasi NADH melalui transpor elektron dalam siklus TCA dan menstimulasi formasi superoksid untuk merusak ikatan besi-sulfur melalui oksidasi dalam reaksi fenton sehingga akan terjadi respiratory burst yang membentuk radikal superoksida (6.11 BAB III LANDASAN TEORI DAN HIPOTESIS A.34). Pada sepsis neonatal.38.39). terdapat keseimbangan antara Pro-Oksidan dan AntiOksidan. misalnya radikal hidroksil dan hidrogen peroksida. . Landasan Teori Pada keadaan normal. Bila keseimbangan ini beralih ke arah kelebihan Pro-Oksidan. Peran makrofag ini melalui dua mekanisme. Radikal ini akan diubah secara spontan atau enzimatik untuk menghasilkan SOR lain. sehingga terjadi kerusakan membran sel yang berakibat pada kematian bakteri (23. maka keadaan ini disebut stres oksidatif. pembentukan SOR akan meningkat akibat pemberian terapi antibiotik (19. yakni dengan mekanisme melepaskan SOR dan sitokin. Saat bakteri menginfeksi darah maka akan timbul respon imun seluler yang paling utama diperankan oleh makrofag. ketidakseimbangan oksidatif antara produksi oksidan dengan antioksidan dimulai saat terjadi fagositosis.35. SOR merupakan molekul turunan oksigen yang bersifat reaktif. Mekanisme pengikatan SOR pada membran bakteri ini diawali oleh aktivasi enzim NADPH Oksidase dan oleh antibiotik.

yang mengkatalisis pemecahan H2O2 menjadi H2O dan O2.22. maka tubuh menghasilkan enzim katalase tersebut agar tetap terjadi keseimbangan antara antioksidan dengan oksidan. diantaranya katalase. Dengan terbentuknya H2O2 pada proses respiratory burst. Katalase merupakan salah satu antioksidan endogen yang bersifat enzimatik.1 . Berlandaskan teori-teori di atas.12 Peningkatan kadar SOR akibat reaksi imun dan reaksi antibiotik ini selain dapat menyebabkan lisisnya bakeri juga dapat memicu stres oksidatif.21. maka pemeriksaan aktivitas katalase dapat digunakan sebagai salah satu parameter pemeriksaan stres oksidatif pada sepsis neonatal yang mendapat terapi antibiotik. Untuk mengatasi keadaan ini tubuh memiliki sistem perlindungan dalam bentuk antioksidan enzimatik. Secara umum mekanisme stres oksidatif yang terjadi pada sepsis neonatal dapat dilihat pada gambar 3.40). dan pada akhirnya akan mencegah terjadinya stres oksidatif (19.

OH-. NO- Stres oksidatif Peningkatan aktivitas katalase Keterangan: : Stres oksidatif jalur respon imun seluler : Stres oksidatif jalur terapi antibiotic Gambar 3.1 Mekanisme oksidatif pada sespis neonatal yang diterapi antibiotic B. maka dibuat hipotesis bahwa terdapat peningkatan aktivitas katalase pada darah bayi dengan risiko sepsis neonatal yang diterapi antibiotik.13 Infeksi bakteri Sepsis neonatal Respon imun seluler Terapi antibiotik Merusak ikatan besi-sulfur Aktivasi enzim NADPH melalui reaksi fenton oksidase seluler O2-. OCl-. H2O2. Hipotesis Berdasarkan landasan teori di atas.ONOO-. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful