Jurnal Mengenai Unsur Makro (S) Pada Tanaman

Aisyah Wardani NPM 2110610012

JUDUL .

jamur patogen pada tanaman kapas yang sulit dikendalikan.JUDUL Rhizoctonia solani dan Rhizoctonia bataticola. pestisida ramah lingkungan dapat menjadi alternatif untuk mengendalikan penyakit yang diakibatkan kedua jamur tersebut In vitro. penelitian dilakukan menggunakan alat yang terbuat dari kaca berupa cawan petri dengan media PDA (Potato Dextrose Agar) . karena dapat menghasilkan sklerosia sebagai struktur istirahatnya di dalam tanah meskipun tidak ada inang Kalsium polisulfida.

PENDAHULUAN Latar Belakang TANAMAN KAPAS Serangan patogen Penyakit busuk arang. disertai skleriosa PESTISIDA KIMIA Sehingga dianggap tidak efektif Merugikan BAGAIMANA APABILA MENGGUNAKAN Kalium Polisufida ? .

KETERANGAN a. Growth of Rhizoctonia solani on A-PDA medium. Anatomi Rhizoctonia solani . c. Penyakit busuk arang pada Tanaman akibat patogen b.

Malang pada bulan Mei─Agustus 2010.PENDAHULUAN Bahan dan Metode  Waktu dan Tempat Penelitian Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Fitopatologi Balai Penelitian Tanaman Tembakau dan Serat (Balittas). .

-Ketika larutan berwarna merah tua. maka sudah terbentuk larutan kalsium polisulfida .PENDAHULUAN Bahan dan Metode (1) Pembuatan Kalsium Polisulfida -Belerang halus dan kapur (2:1) dimasukkan ke dalam air yang dididihkan. -Direbus selama kurang lebih 60 menit sambil diaduk hingga larutan berubah warna menjadi merah tua.

solani dan R. Solani dan R.masing jamur diremajakan dan diperbanyak pada media PDA (Potato Dextrose Agar). Bataticola a. solani dan R. Isolat R. bataticola yang digunakan dalam penelitian ini merupakan jamur yang diisolasi dari tanaman kapas yang terinfeksi oleh R. . Malang. Masing. bataticola koleksi laboratorium fitopatologi Balittas.PENDAHULUAN Bahan dan Metode (2) Perbanyakan Isolat R.

150 μl. dan 300 μl dituang ke dalam cawan Petri. inokulum R.insectimages.orgbrowsed etail. solani dengan diameter ± 0.cfmimgnum=5429980#sthash. 200 μl. -Selanjutnya 10 ml media PDA dituang secara merata ke dalam cawan petri yang telah diisi dengan kalsium polisulfida. solani secara In Vitro -Larutan kalsium polisulfida diambil dengan menggunakan mikropipet masing-masing sebanyak 0 μl (kontrol). 50 μl. 100 μl. 250 μl.PENDAHULUAN Bahan dan Metode (3) Uji Keefektifan Kalsium Polisulfida terhadap R. Setelah dingin.zt C5RQaz. Growth of Rhizoctonia solani on APDA medium. -Masing-masing perlakuan diinkubasi pada suhu ruang dan mulai diamati setelah 24 jam. Isolated from creeping bentgrass (Agrostis stolonifera) Source: http://www.dpuf .5 cm ditumbuhkan di atas media PDA.

bataticola dengan diameter ± 0. 50 μl. inokulum R. 150 μl. 200 μl.Bahan dan Metode Uji Keefektifan Kalsium Polisulfida terhadap R. Setelah dingin. bataticola secara In Vitro -Larutan kalsium polisulfida diambil dengan menggunakan mikropipet masing-masing sebanyak 0 μl (kontrol).5 cm ditumbuhkan di atas media PDA. -Selanjutnya 10 ml media PDA dituang secara merata ke dalam cawan petri yang telah diisi dengan kalsium polisulfida. . 250 μl. 100 μl. -Masing-masing perlakuan diinkubasi pada suhu ruang dan mulai diamati setelah 24 jam. dan 300 μl dituang ke dalam cawan Petri.

PENDAHULUAN Bahan dan Metode (4) Pengamatan Pengamatan dilakukan dengan mengukur diameter pertumbuhan jamur setiap hari yang kemudian dibandingkan dengan pertumbuhan jamur kontrol (tanpa kalsium polisulfida). Persentase daya hambat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut: % penghambatan = (1 – N) x 100% N = pertumbuhan jamur/pertumbuhan kontrol .

ISI Hasil dan Pembahasan Uji Keefektifan Kalsium Polisulfida terhadap R. Solani .

bataticola .ISI Hasil dan Pembahasan Uji Keefektifan Kalsium Polisulfida terhadap R.

Hal ini dikarenakan kalsium polisulfida mudah terurai menjadi unsur kalsium kation dan sulfur ketika terpapar oleh udara. solani dan R. Mulai hari ketiga setelah inokulasi kemampuan kalsium polisulfida dalam menghambat pertumbuhan jamur R. solani dan R. bataticola menurun. Ketika dalam bentuk unsur yang terpisah tersebut.8).5–11.ISI Hasil dan Pembahasan Uji Keefektifan Kalsium Polisulfida terhadap R. . bataticola pada media agar di hari pertama setelah diaplikasi dengan kalsium polisulfida diduga karena tingginya pH (11. kemampuannya sebagai fungisida menjadi menurun. Solani dan R. bataticola Terjadi penghambatan pertumbuhan miselium R.

KESIMPULAN Penurunan persentase penghambatan pertumbuhan jamur mulai hari ke tiga setelah aplikasi mengindikasikan bahwa kalsium polisulfida dapat memperlambat masa inkubasi jamur dan menghambat munculnya gejala penyakit akibat serangan jamur tersebut .Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kalsium polisulfida dapat menghambat pertumbuhan miselia jamur R. bataticola secara in vitro. solani dan R.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Special offer for students: Only $4.99/month.

Master your semester with Scribd & The New York Times

Cancel anytime.