You are on page 1of 13

Kohar I., Idfi S.

, Studi Pendahuluan Kemampuan Sekam

STUDI PENDAHULUAN KEMAMPUAN SEKAM DAN JERAMI PADI YANG TELAH DIOLAH DENGAN BERBAGAI KONSENTRASI LARUTAN NaOH UNTUK MENJERAP Cd DAN Pb Indrajati Kohar* dan Idfi Setyaningrum**.
Abstrak
Dalam rangka mencari metode dan bahan yang relatif murah dan mudah digunakan untuk mengeliminasi ataupun mengurangi pencemaran logam berat dalam air, dilakukan penelitian dengan menggunakan sekam dan jerami padi untuk menjerap logam berat. Pada penelitian terdahulu telah dicoba penggunaan sekam untuk menjerap logam berat Cd dan Pb. Dalam penelitian ini sekam dan jerami yang digunakan diolah terlebih dulu dengan larutan 1%, 2%, 3% dan 4% NaOH. Perlakuan jerami dengan NaOH 2% dengan waktu pendiaman 1 jam menunjukkan aktivitas penjerapan Cd yang paling tinggi, tetapi dengan peningkatan konsentrasi jerami dari 1% ke 3% peningkatan aktivitas penjerapannya tidak begitu besar, hanya sekitar 2%; sedangkan pada perlakuan jerami dengan NaOH 3%, peningkatan aktivitas penjerapannya terhadap Cd meningkat dengan sangat mencolok dari konsentrasi jerami 1% ke 3% baik pada waktu pendiaman 1 jam maupun 4 jam. Sekam pada umumnya menunjukkan aktivitas penjerapan yang lebih rendah dibanding dengan jerami baik untuk Cd maupun Pb, terutama pada perlakuan dengan NaOH 1% dan 2%. % terjerap tertinggi untuk Pb didapat dari konsentrasi jerami 3% dan 4% yang diperlakukan dengan NaOH 3% dan 4% tanpa membedakan waktu perlakuan, sedangkan untuk logam Cd juga didapat dari jerami 4% dengan perlakuan dengan NaOH 3% dan 4% dan didiamkan selama 4 jam. Kata kunci: sekam, jerami, eliminasi logam berat. Abstract In order to find a method and cheaper materials to eliminate or reduce the polution of heavy metals in water, a research using husk and straw

* Fakultas Farmasi, Laboratorium Kimia Farmasi, Universitas Surabaya. ** Departemen MIPA, Universitas Surabaya. 71

Pengadaan instalasi pengolahan limbah masih merupakan masalah yang serius. Treatment of straw with 2% NaOH solution and with 1 hour soaking showed the highest activity in Cd adsorbtion. baik itu limbah domestik maupun limbah industri. whereas for Cd it can also be obtained from 4% straw treated with NaOH 3% dan 4% solutions and was soaked for 4 hours. however. dimana logam berat merupakan salah satunya. Pendahuluan Meskipun air sangat penting bagi kehidupan. misalnya air sungai. 10 no. 2%. Pencemaran oleh logam berat dapat menimbulkan dampak yang serius. Vol. 1992). Husk in general showed a lower adsorption activity on Cd and also Pb compared to straw.2 to adsorb heavy metals had been conducted. straw. the increase of % adsorbed of Cd is very high in line with the rise of concentration of straw from 1% to 3% using soaking time 1 and 4 hours. Pencemaran oleh Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) merupakan masalah yang semakin mencemaskan. and 4% NaOH solutions. 1992). Maret 2002 . while when straw was treated with NaOH 3%. Pencemaran air yang semakin berat merupakan salah satu masalah yang merisaukan (Fandeli. In this study husk and straw is used after pretreatment with 1%. lalu ada penyakit itai-itai yang disebabkan oleh keracunan Cd (Fandeli. karena masih membutuhkan biaya yang relatif tinggi. especially when treated with NaOH 1% dan 2% solutions.Agustus 2002. Key words: husk. misalnya yang terjadi di Minamata di Jepang yang disebabkan oleh karena keracunan Hg yang berasal dari industri. banyak orang masih belum memperhatikan kebersihan air dan membuang kotoran/limbah begitu saja kedalam sumber air. 3%. The highest % adsorption for Pb is obtained from 3% and 4% straw treated with NaOH 3% dan 4% solutions regardless of the soaking time.Unitas. In the previous studies husk has been used to adsorb heavy metals Cd and Pb. heavy metals elimination. Pencemaran air dapat berasal dari pembuangan limbah langsung ke dalam sumber air. with the increase of the concentration of straw from 1% ke 3% the increase in the adsorption is only around 2%. 72 .

19% dan Pb = 44. 1981. Pada penelitian tersebut dilakukan proses pengadukan (Wiwik). Ternyata dengan konsentrasi sekam jauh lebih kecil (1%). 1993).. Dari hasil penelitian ini didapat data bahwa penjerapan optimum tercapai pada penggunaan sekam dengan konsentrasi 1.94%) (Soediatmoko et al. dengan konsentrasi sekam yang sama logam Pb yang dapat dijerap adalah 11-15%.20%. 1996). Cd yang terjerap dapat mencapai 95% dan Pb 81% (Eko. ampas tebu dan lain-lain (Friedman & Waiss. Larsen et al. maka dilakukan juga penelitian menggunakan jerami padi. Telah dilakukan juga penelitian menggunakan sekam yang diolah dengan larutan 10% NaOH yang digunakan untuk menjerap Cd dan Pb dalam contoh limbah cair. Studi Pendahuluan Kemampuan Sekam Sejak waktu yang cukup lama telah dilakukan penelitian mengenai eliminasi logam berat menggunakan limbah pertanian dan bahan alam yang diharapkan dapat diperoleh dengan biaya yang murah. sehingga timbulnya limbah sekunder dari air pencucian NaOH dapat diperkecil. misalnya menggunakan jerami gandum. Pada tahun 1995 dilakukan penelitian menggunakan sekam padi yang ternyata dapat menjerap logam berat Cd dan Pb.. sedangkan untuk logam Pb.. jerami padi.5% dan dengan waktu pendiaman 2 jam (% terjerap Cd = 46. Marshall et al. Pada penelitian ini diketahui bahwa sekam padi yang telah dihaluskan dapat menjerap Cd sekitar 38 43% dengan menggunakan konsentrasi sekam 10 . 1998). dilakukan penelitian menggunakan sekam yang sebelumnya telah diolah dengan larutan NaOH 10%. 1972. dan tidak terpakai. 2%.Kohar I. 3% dan 4%. Dalam tahun 1996.. Idfi S. Dalam penelitian ini sekam dan jerami padi diolah/diperlakukan menggunakan larutan NaOH 1%. Selain itu karena jerami padi di Indonesia cukup melimpah. untuk melihat pada konsentrasi NaOH yang mana saja masih bisa diperoleh eliminasi Cd 73 . Berdasarkan penelitian terdahulu ini kemudian timbul pemikiran untuk mencoba apakah dengan kadar NaOH yang lebih kecil masih dapat diperoleh daya jerap yang cukup baik..

2%.7 diperiksa dengan kertas pH). Merck).Pembuatan larutan 1%. Pengolahan sekam dan jerami padi: sekam dan jerami padi masingmasing direndam dengan larutan NaOH 1%.a. (E.. NaOH p. Bahan yang digunakan: sekam dan jerami padi (dari Sukolilo.Unitas.2 dan Pb yang cukup tinggi. seberat 200g. Pb(NO ) p. 2%.a. 2%. 10 no. kemudian setiap penimbangan dilarutkan dalam aqua demineralisata sampai 20 L.a. Pembuatan kurva baku Cd dan Pb: dibuat larutan Cd dengan 74 . 3% dan 4%. lalu didiamkan selama beberapa hari. untuk melihat apakah daya jerap sekam dan jerami yang telah diolah dengan berbagai konsentrasi NaOH dapat ditingkatkan dengan bertambahnya konsentrasi dan waktu pendiaman. gas 3 2 3 2 2 Argon (Welding grade).a. Untuk selanjutnya sekam dan jerami yang telah diolah disebut sebagai sekam dan jerami. dan dikeringkan dengan cara diangin-anginkan dan dijemur. Methode Penelitian. 3% dan 4% NaOH: ditimbang masingmasing NaOH p. Selain itu dilakukan juga variasi konsentrasi sekam dan jerami yang telah diolah dan variasi waktu pendiaman. Alat/Instumentasi: Inductively Coupled Plasma Spectrometer (ICPS) Fisons 3410+ dan alat-alat gelas. 600 g. Prosedur kerja: . 3. 400 g. kertas saring Whatman 41. Cd(NO ) . 1. dan seberapa besar peningkatannya. lalu dicuci dengan aqua demineralisata sampai air cucian menjadi netral (pH 6 .2H O p. diperoleh larutan NaOH dengan konsentrasi 1%.Agustus 2002. dan 800 g. Aqua demineralisata (Ubaya). 2. Lalu sekam dan jerami yang telah diolah dan dikeringkan dihaluskan menggunakan miller (Blender). Surabaya. Vol. Maret 2002 .. 3% dan 4% sampai semuanya terbasahi.

Idfi S. 1.2 bpj.0 bpj.0 bpj.4 bpj.5 bpj. 1.0 bpj dan 50. filtrat diukur kandungan Cd nya menggunakan ICPS. 2%.0 bpj kemudian masing-masing diukur intensitasnya pada ICPS dan dibuat kurva baku. Setelah pendiaman campuran disaring menggunakan kertas saring Whatman no 41.0 bpj.Kohar I. 0.5 bpj. Setelah pendiaman campuran disaring menggunakan kertas saring Whatman no 41. Pada penelitian ini konsentrasi Pb dibuat 10 kali konsentrasi Cd dengan pertimbangan dalam limbah kandungan Pb biasanya jauh lebih besar.0 bpj dan 2. dimasukkan ke dalam gelas piala dan ditambah serbuk sekam dan jerami yang telah diolah dengan larutan 1%. Hasil Penelitian dan Pembahasan.1 bpj. lalu didiamkan selama 1 jam dan 4 jam. 2..0 bpj. 1. dimasukkan ke dalam gelas piala dan ditambah serbuk sekam dan jerami yang telah diolah dengan larutan 1%. 25. 0.5 mg/L sebanyak 50 ml. dengan berbagai konsentrasi sekam dan jerami. Penjerapan logam Cd dan Pb: dibuat larutan sampel logam Cd dengan konsentrasi 2. 0. 75 . Rata-rata % terjerap Cd dan Pb oleh berbagai macam sekam dan jerami dengan berbagai variasi konsentrasi menggunakan waktu pendiaman 1 jam. 20. 15. 3% dan 4% NaOH. dengan berbagai konsentrasi sekam dan jerami.5 bpj. Studi Pendahuluan Kemampuan Sekam konsentrasi 0.5 bpj kemudian masing-masing diukur intensitasnya pada ICPS dan dibuat kurva baku. Untuk sampel Pb: dibuat larutan sampel logam Pb dengan konsentrasi 25 mg/L sebanyak 50 ml. Tabel 1. 3% dan 4% NaOH. lalu didiamkan selama 1 jam dan 4 jam. 2%. 40. Untuk kurva baku Pb: dibuat larutan Pb dengan konsentrasi 0. filtrat diukur kandungan Pb nya menggunakan ICPS.8 bpj..0 bpj. 6.

57 99.10 76.34 - 76.13 83.34 98.69 86.Agustus 2002.59 69.54 96.22 90. Konsentrasi 1 % b.92 98.80 99. Konsentrasi 3 % d.48 96.49 76.85 95.99 Pb 71.62 96.25 95. Vol.57 65.22 67.02 76.11 75.92 73. Sekam 1% Pb Jerami 1% Cd Pb Jerami 3% Cd Pb 94.38 54.63 49.54 75.82 89.45 52.21 82.47 94.38 83.35 71.68 Hasil Pengolahan Dan Analisis Secara Statistik Dengan Analisis Variansi Percobaan Faktorial Identifikasi variabel : Variabel Dependen (Respon ) : .27 95.29 64.60 97.94 96.46 77. Konsentrasi 4% 76 . Kons.32 97.17 68.86 71.Unitas.09 96.33 95. Konsentrasi 2 % c.71 95.34 80.63 96. yang terdiri dari empat level : a.10 97.04 91. 10 no.19 86. Sekam 1% NaOH Cd 1% 2% 3% 4% Pb Jeram i 1% Cd Pb Jeram i 3% Cd Pb Sekam 4% Cd Pb Jeram i 4% Cd Pb - 65.65 88.41 Sekam 4% Cd 82.24 92. Rata-rata % terjerap Cd dan Pb oleh berbagai macam sekam dan jerami dengan berbagai variasi konsentrasi menggunakan waktu pendiaman 4 jam.2 Kons.48 Jerami 4% Cd Pb - NaOH Cd 1% 2% 3% 4% 74.82 72.33 97.64 67.61 96.97 Tabel 2.41 94.19 81.Persen (%) Pb terjerap Faktor-faktor yang diduga mempengaruhi proses penjeraban : 1.21 94. Maret 2002 .02 76.20 91.64 94.35 76.99 79.64 71.55 94.38 77.21 78.04 91.Persen (%) Cd terjerap .35 61.72 98. Faktor Konsentrasi NaOH.

konsentrasi sekam dan jerami.514 537.857 0.553 45.976 17346.130 250.780 Bebas 3 4 1 10 3 4 10 216 251 Kuadrat 971.686 777. Jerami padi 1% d.Kohar I..0000* 0.0000* 0.. Jerami padi 3% e.0000* 0.211 45.776 0. dengan tingkat kepercayaan 99%. 4 jam Dari hasil pengolahan SPSS versi 10.921 77. Studi Pendahuluan Kemampuan Sekam 2.756 154.714 Derajat Bebas F-hit P-Value P-Value 1359.468 711.960 6069.0 didapatkan tabel ANOVA sebagai berikut : Tabel 3.0000* * significan pada tingkat kesalahan 1% Dari Tabel ANOVA di atas dapat disimpulkan bahwa % Cd terjerap sangat dipengaruhi oleh konsentrasi NaOH.024 108.0000* 0.659 4336.0000* 0.051 179. Sekam 4% c. 1 jam b.0000* 0. Faktor Konsentrasi Sekam dan Jerami a. Tabel ANOVA untuk % Cd Terjerap Sumber Variasi Jumlah Kuadrat Sumber Variasi Jumlah Rata-rata Kuadrat F-hit Derajat Rata-rata NaOH Sekam-Jerami Waktu NaOH*Sekam-Jerami NaOH*waktu Sekam-Jerami*Waktu NaOH*Sekam-Jerami *Waktu Error Total Kuadrat 2914. waktu pendiaman serta interaksi ketiga faktor tersebut. Sekam 1 % b. Faktor Waktu Pendiaman a.327 35544.156 177.338 2035.556 64. Untuk mengetahui pada kondisi yang bagaimana % Cd terjerap paling tinggi dapat dilihat pada gambar berikut ini : 77 .968 1454. Idfi S.968 14540. Jerami padi 4% 3.752 249.

Vol. 10 no.2 E s tim a ted M a rg inal M e a ns of % C d T e rje ra b W ak tu P en diam a n = 1 J a m 1 00 Estimated Marginal Means K o n s .Agustus 2002.Unitas. S e ka m & J e ra m i 90 S ekam 1% S ekam 4% 70 J e ra m i 1 % J e ra m i 3 % J e ra m i 4 % 50 1% 2% 3% 4% 80 60 K o n s en tras i N a O H N o n -e s tim a ble m e a n s a re n o t p lo tte d Gambar 1. Plot Rata-rata %Cd Terjerap Pada Waktu Pendiaman 1 jam Estim ated M arginal M eans of % Cd Terjerab W aktu Pendiam an = 4 Jam 100 Estimated Marginal Means Kons. Sekam & Jeram i 90 Sek am 1% 80 Sek am 4% Jeram i 1% 70 Jeram i 3% Jeram i 4% 60 1% 2% 3% 4% Konsentrasi N aOH Non-estim able m eans are not plotted Gambar 2. Plot Rata-rata %Cd Terjerap Pada Waktu Pendiaman 4 jam 78 . Maret 2002 .

Kohar I. dimana dengan bertambahnya waktu pendiaman tersedia cukup waktu untuk mencapai kesetimbangan.24) adalah pada kondisi konsentrasi NaOH 2%. Nilai % Cd terjerap yang paling minimum (52.64) adalah pada kondisi konsentrasi NaOH 3 %. tetapi khusus untuk konsentrasi sekam 4%. kemudian meningkat lagi pada NaOH 3 % dan nilainya mengalami penurunan kembali pada NaOH 4 %. pola % Cd terjerap sama pada segala kondisi konsentrasi NaOH baik waktu pendiaman 1 jam maupun 4 jam. nilainya mengalami penurunan dari waktu pendiaman 1 jam ke waktu pendiaman 4 jam.. pola %Cd terjerap mengalami perubahan (tidak sama) untuk waktu pendiaman 1 jam. Khusus konsentrasi sekam 1 %. aktivitas penjerapan sekam dengan berbagai konsentrasi jauh lebih rendah dibanding jerami. Studi Pendahuluan Kemampuan Sekam Dari kedua gambar di atas dapat disimpulkan bahwa : a. d. waktu pendiaman 1 jam dan pada konsentrasi jerami 3% b. Sedangkan untuk waktu pendiaman 4 jam. Pada perlakuan dengan NaOH 1% dan 2%. Nilai %Cd terjerap yang paling tinggi (96. Untuk jerami 4 %. c. dimana tampaknya dengan semakin lamanya waktu pendiaman terjadi peristiwa desorpsi. jerami 3% dan sekam 4%. nilai % Cd terjerapnya mengalami peningkatan terus menerus dari konsentrasi NaOH 1 % menuju ke konsentrasi NaOH 4 %. Idfi S. jerami 1 % . waktu pendiaman 1 jam dan pada konsentrasi jerami 1%.. 79 . dari konsentrasi NaOH 1 % mengalami penurunan ke NaOH 2 %.

409 Derajat Bebas F-hit 52.636 3785.465 352.0000* 0.0000* 0.0000* 0.397 36478. Plot Rata-rata % Pb Terjerap Pada Waktu Pendiaman 1 jam 80 .947 2291.251 237.Untuk mengetahui pada kondisi yang bagaimana % Pb terjerap paling tinggi dapat dilihat pada gambar berikut ini : Estim ated Marginal M eans of % Pb Terjerab W aktu Pendiam an = 1 Jam 110 Kons.590 104.088 P-Value 0.Agustus 2002.890 279.0000* 0.Unitas.386 Derajat Bebas 3 4 1 10 3 4 10 216 251 Rata-rata Kuadrat 126. 10 no.585 656.675 272.562 2796. waktu pendiaman serta interaksi ketiga faktor tersebut.340 656. Sekam & Jeram i Estimated Marginal Means 100 90 80 70 60 50 40 1% S ekam 1% S ekam 4% Jeram i 1% Jeram i 3% Jeram i 4% 2% 3% 4% Konsentrasi N aO H N on-estim able m eans are not plotted Gambar 3. Vol.316 572.799 9119. dengan tingkat kepercayaan 99%.2 Tabel 4.652 2.338 46630. Maret 2002 .661 2524.647 1056. konsentrasi sekam dan jerami.0000* Rata-rata Kuadrat F-hit * significan pada tingkat kesalahan 1% P-Value Dari Tabel ANOVA di atas dapat disimpulkan bahwa % Pb terjerap sangat dipengaruhi oleh konsentrasi NaOH. Tabel ANOVA untuk % Pb Terjerap Sumber Variasi Sumber Variasi NaOH Sekam-Jerami Waktu NaOH*Sekam-Jerami NaOH*waktu Sekam-Jerami*Waktu NaOH*Sekam-Jerami *Waktu Error Total Jumlah Kuadrat Jumlah Kuadrat 380.0000* 0.0000* 0.516 520.661 252.815 116.802 146.

. Idfi S. Namun disini ada pola kecenderungan untuk sekam 1% nilai % Pb terjerap nilainya paling rendah dibandingkan jenis konsentrasi sekam dan jerami lainnya. S e k a m & J e ra m i 90 Sekam 1% Sekam 4% 80 Je ra m i 1 % Je ra m i 3 % Je ra m i 4 % 70 60 1% 2% 3% 4% K o n s e n tra s i N a O H N o n -e s tim a b le m e a n s a re n o t p lo tte d Gambar 4. Untuk semua jenis konsentrasi sekam dan jerami mengalami perubahan pola % Pb terjerap pada semua kondisi konsentrasi NaOH. waktu pendiaman 1 jam dan pada konsentrasi sekam 1% c. Plot Rata-rata % Pb Terjerap Pada Waktu Pendiaman 4 jam Dari gambar (3) dan (4) di atas dapat disimpulkan bahwa : a. baik waktu pendiaman 1 jam maupun 4 jam. 81 . Studi Pendahuluan Kemampuan Sekam E s tim a te d M a rg in a l M e a n s o f % P b T e rje ra b W a k tu P e n d ia m a n = 4 J a m 110 Estimated Marginal Means 100 K o n s .Kohar I.36) adalah pada kondisi konsentrasi NaOH 4%.45) adalah pada kondisi konsentrasi NaOH 3 %. Nilai % Pb terjerap yang paling minimum (54. Nilai %Pb terjerap yang paling tinggi (99.. waktu pendiaman 1 jam dan pada konsentrasi jerami 3% b.

hanya sekitar 2%. 10 no. tetapi dengan peningkatan konsentrasi jerami dari 1% ke 3% peningkatan aktivitas penjerapannya tidak begitu besar. sedangkan untuk logam Cd juga didapat dari jerami 4% dengan perlakuan dengan NaOH 3% dan 4% dan didiamkan selama 4 jam. konsentrasi sekam dan jerami. 1996. Skripsi. kecuali pada konsentrasi sekam 4% untuk logam Cd. sedangkan pada perlakuan jerami dengan NaOH 3%. Studi Pendahuluan Pengaruh Sekam Padi Yang Telah “Diolah” Dengan Larutan NaOH 10% Terhadap Penjerapan Logam Kadmium Dan Timbal Dalam Air. peningkatan aktivitas penjerapannya terhadap Cd meningkat dengan sangat mencolok dari konsentrasi jerami 1% ke 3% baik pada waktu pendiaman 1 jam maupun 4 jam. peningkatan konsentrasi NaOH tidak selalu menyebabkan peningkatan % terjerap Cd dan Pb yang berarti. Universitas Surabaya. Sekam pada umumnya menunjukkan aktivitas penjerapan yang lebih rendah dibanding dengan jerami baik untuk Cd maupun Pb. % terjerap tertinggi untuk Pb didapat dari konsentrasi jerami 3% dan 4% yang diperlakukan dengan NaOH 3% dan 4% tanpa membedakan waktu perlakuan. Pada penelitian hanya dilakukan studi terhadap sampel tunggal. Pada penelitian ini tampak bahwa meskipun % terjerap Cd dan Pb sangat dipengaruhi oleh konsentrasi NaOH.Agustus 2002. 82 . Vol.Unitas. dan waktu pendiaman. Fakultas Farmasi.2 Kesimpulan dan saran: Perlakuan jerami dengan NaOH 2% dengan waktu pendiaman 1 jam menunjukkan aktivitas penjerapan Cd yang paling tinggi. terutama pada perlakuan dengan NaOH 1% dan 2%. untuk itu disarankan untuk melakukan studi terhadap sampel campuran Cd dan Pb Pustaka Eko Tjahjadi. Maret 2002 .

20 . 6:5. Ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya ditujukan kepada Angraini Herdwikowati.7. The Use of Straw for Removal of Heavy Metals From Waste Water. 1995.. J. Sci. Larsen. Pengaruh Sekam Padi Terhadap Penjerapan Logam Berat Kadmium dan Timbal Dalam Air. Studi Pendahuluan Kemampuan Sekam Fandeli. Marshall. Champagne. M.. Studi Pendahuluan Aktivitas “Sekam 10” Terhadap Kadmium dan Timbal Dalam Suatu Contoh Limbah Cair. Anastasia Tieneke K. 1992. Mercury Uptake by Selected Agricultural Products and By-Products. 188 . 1981. Sudiatmoko Sudiman. Jr. W. and Tech. Skripsi. Nancy dan Devy Hendrata atas bantuannya dalam menyelesaikan penelitian ini.. Lailul Murroh. V. Friedman. Universitas Surabaya. Idfi S. and Evans.23. Environ. 1993.Kohar I.. Fakultas Farmasi. 6 . Environ. Media Aspembaya (July 1998). A 28(9).. 457 ... W.458. and Waiss.J. Wantoro.. Vivi Fariasari. 1998. J. Yane. edisi pertama.T. dan Kohar. 19771992. E. Health . Scie.E. Chafid. Eva Julianti. Prinsip Dasar Dan Pemapannya Dalam Pembangunan. 1972.H.. Environt. H. Wiwik Utami Dewi. and Schierup. 10 :2. Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. I.. Yogyakarta.C. Use of Rice Milling Byproducts (Hulls and Bran) to Remove Metals Ions From Aqueous Solution. Qual. A. Liberty.193.J. 83 .