You are on page 1of 10

Nama: Eggy Rahmat Fahrezi Kelas: X-GP 2

Kompas Geologi
Pengertian Kompas Geologi Kompas geologi adalah alat navigasi untuk mencari arah berupa sebuah panah penunjuk magnetis yang bebas menyelaraskan dirinya dengan medan magnet bumi secara akurat. Kompas geologi, selain dapat di pakai untuk mengukur komponen arah juga dapat mengukur komponen besar sudut. Kompas geologi ada dua macam, yaitu Kompas Tipe Kuadran dan Kompas Tipe Azimuth. Bagian-Bagian utama kompas geologi

Bagian-bagian utama kompas geologi tipe Brunton diperlihatkan dalam. Yang terpenting diantaranya adalah : 1. Jarum magnet Ujung jarum bagian utara selalu mengarah ke kutub utara magnet bumi (bukan kutub utara geografi). Oleh karena itu terjadi penyimpangan dari posisi utara geografi yang kita kenal sebagai deklinasi. Besarnya deklinasi berbeda dari satu tempat ke tempat lain. Agar

Kompas bidik mudah untuk membidik. tetapi banyak membantu dalam pembacaan dan perhitungan di peta. sama seperti mata sapi namun bentuknya berupa tabung. yaitu kompas Azimuth dengan pembagian derajat dimulai 0o pada arah utara (N) sampai 360o. merupakan jarum kompas pen Jenis-Jenis Kompas Dalam suatu perjalanan banyak macam kompas yang dapat dipakai. Adjusting screw. Kompas silva kurang akurat jika dipakai untuk membidik. Klinometer level. berupa skrup sebagai penggerak lingkaran pembagian derajat. biru atau putih). sampai 90o pada arah timur (E) dan barat (W). Axial line. Biasanya diberi warna (merah. nivo bulat pengukur horizontal kompas. Kompas yang baik pada ujungnya dilapisi fosfor agar dapat terlihat dalam keadaan gela . Bagian penyusun inti 1. Letaknya di bagian dasar kompas dan dilengkapi dengan gelembung pengatur horizontal dan pembagian skala Pembagian skala tersebut dinyatakan dalam derajat dan persen. 3. Klinometer Yaitu bagian kompas untuk mengukur besarnya kecondongan atau kemiringan suatu bidang atau lereng. 3. Bull’s eye level (mata sapi).kompas dapat menunjuk posisi geografi yang benar maka “graduated circle” harus diputar. 4. Penting sekali untuk memperhatikan dan kemudian mengingat tanda yang digunakan untuk mengenal ujung utara jarum kompas itu. pada umumnya dipakai dua jenis kompas. yaitu kompas bidik (misalnya kompas prisma) dan kompas orienteering (misalnya kompas silva). 2. 5. tetapi dalam pembacaan di peta perlu dilengkapi dengan busur derajat dan penggaris. Merupakan garis sumbu penyearah objek. Kompas needle. tertulis berlawanan dengan arah perputaran jarum jam dan kompas kwadran dengan pembagian derajat dimulai 0o pada arah utara (N) dengan selatan (S). Lingkaran pembagian derajat (graduated circle) Dikenal 2 macam jenis pembagian derajat pada kompas geologi. 2.

Untuk menyesuaikan agar kompas yang akan dipakai menunjukkan arah utara yang sebenarnya. utara magnetik berada 15o sebelah barat dari utara geografi. Inklinasi Inklinasi adalah kecondongan jarum kompas yang disebabkan oleh perbedaan letak geografi suatu daerah terhadap kutub bumi. hendaknya diperiksa dahulu apakah inklinasi dan deklinasinya telah disesuaikan dengan keadaan tempat pekerjaan. Dengan demikian. Sudut kecondongan akan hampir 0 (horizontal) apabila kita berada di dekat/di sekitar equator. sehingga index akan menunjuk pada angka 15o sebelah barat titik 0o. Untuk itu bisa digunakan beban (biasanya ada) yang dapat digeser sepanjang jarum kompas 2. 1. Dalam hal ini lingkaran derajat harus diputar. sebelum kompas geologi itu dapat digunakan dengan baik.Menyesuaikan Inklinasi dan Deklinasi Sebelum kompas digunakan di lapangan. sebagai akibat dari tidak berimpitnya titik utara magnit dan titik utara geografi. lingkaran derajat pada kompas harus digeser dengan cara memutar “adjusting screw” yang terdapat pada sisi kompas sebesar deklinasi yang disebutkan contoh : Deklinasi di suatu daerah adalah 15o West. Besarnya deklinasi di suatu daerah umumnya ditunjukkan pada peta topografi daerah tersebut. maka tiap tempat di atas bumi ini akan mempunyai sudut inklinasi yang berbeda-beda. Deklinasi Deklinasi adalah sudut yang dibentuk oleh arah utara jarum kompas dan arah utara sebenarnya (Utara geografi). kedudukan jarum harus horizontal. . Artinya. Pada dasarnya. dan semakin bertambah besar apabila mendekati kutub-kutub bumi.

Pembidikan dapat dilakukan ke beberapa obyek yang lokasinya diketahui dengan pasti di peta (biasanya tiga obyek) kemudian arah-arah tersebut ditarik pada peta dengan menggunakan busur derajat dan segitiga. dengan dibantu peta topografi. setelah jarum tidak bergerak. 2. Titik tersebut dapat berupa : puncak bukti.Fungsi Kompas Geologi Kompas geologi selain digunakan untuk menentukan arah. Mengukur besarnya sudut suatu lereng dan menentukan ketinggian suatu titik Untuk mengukur besarnya sudut lereng dilakukan tahapan sebagai berikut :   Tutup kompas dibuka kurang lebih 45o. yang bila pembacaannya tepat. Titik tersebut adalah titik dimana pengamat berdiri. akan hanya berpotongan di satu titik. Hasil pembacaan arah dapat dipakai untuk menentukan lokasi dimana pengamat berdiri. . Menentukan arah azimuth dan cara menentukan lokasi Arah yang dimaksudkan disini adalah arah dari titik tempat berdiri ke tempat yang dibidik atau dituju. Sangat penting diingat bahwa bukan hanya tangan dengan kompas yang berputar tetapi seluruh badan. dianjurkan mengikuti tahapan sebagai berikut :     Kompas dipegang dengan tangan kiri setinggi pinggang Kompas dibuat horizontal (dengan bantuan “mata lembu”) dan dipertahankan demikian selama pengamatan.  Baca jarum utara kompas. Titik potong ketiganya. Hasil bacaan adalah arah yang dimaksud. dan lain-lain. Untuk mendapatkan hasil pembacaan yang baik. terbuka kurang lebih 135o menghadap ke depan dan sighting arm dibuka horizontal dengan peep sight ditegakkan Badan diputar sedemikian rupa sehingga titik atau benda yang dimaksud tampak pada cermin dan berimpit dengan ujung sighting arm dan garis tengah dan garis tengah pada cermin. 1. juga dapat dipakai untuk mengukur besarnya sudut lereng. Cermin diatur. patok yang sengaja dipasang. Kompas dipegang dengan posisi seperti yang diperlihatkan dalam Skala klinometer harus di sebelah bawah. sighting arm dibuka dan ujungnya di tekuk 90o.

yaitu struktur bidang dan struktur garis. 1) Mengukur kedudukan bidang Yang dimaksud dengan struktur bidang adalah bidang perlapisan. dapat digunakan kaki –tiga (tripod). dan sebagainya. foliasi. misalnya dengan mengukurnya di peta maka perbedaan tinggi antara kedua titik tersebut dapat dihitung. Ingat-ingatlah titik “tembus” ini. kekar. Mengukur kedudukan unsur struktur Dalam geologi kita hanya mengenal adanya 2 (dua) jenis unsur struktur. Baca skala yang ditunjukkan klinometer seperti yang ditunjukkan dalam Satuan kemiringan dapat dinyatakan dalam derajat maupun dalam persen. Untuk mendapatkan hasil yang lebih teliti dalam pengukuran arah dan sudut lereng. Berpindahlah ke “titik tembus” tadi dan ulanglah prosedur no. sesar. 3. . Usahakan agar titik tersebut mempunyai tinggi yang sama dengan jarak antara mata pengamat dengan tanah tempat berdiri. sehingga gelembung udara dalam “clinometer level” berada tepat di tengah. Melalui lubang peep-sight dan sighting-window dibidik titik yang dituju. Pegang kompas seperti. Apabila jarak antara tempat berdiri dan titik yang dibidik diketahui. Perbedaan tinggi tersebut dapat juga diketahui dengan cara seperti yang diperlihatkan dalam Dalam hal ini. 2 dan 3 di atas sampai daerah yang akan anda ukur selesai. lubang pengintip dan garis pada jendela panjang berada dalam satu garis lurus.   Klinometer kemudian diatur dengan jalan memutar pengatur di bagian belakang kompas. Kedudukannya dapat dinyatakan dengan jurus dan kemiringan atau dengan arah kemiringan dan kemiringan. Perpanjangan dari garis lurus tersebut akan “menembus” permukaan tanah di depan pada suatu titik tertentu. ikutilah prosedur sebagai berikut :    Letakkan angka 0 klinometer berimpit dengan angka 0 pada skala.   Beda tinggi antara pengamat berdiri dan “titik tembus” tadi sama dengan tinggi pengamat dari telapak sepatu sampai mata. gerakan dalam arah vertikal sedemikian rupa sehingga gelembung udara berada di tengah Bidiklah melalui lubang pengintip sehingga mata.

dan cara mana yang paling baik tergantung dari selera masing-masing atau telah ditetapkan dan merupakan kebiasaan yang dilakukan oleh instansi tempat kita bekerja. dapat dilakukan dengan meletakkan langsung kompas itu pada struktur yang diukur. Di sini hanya akan dikemukakan 3 (tiga) cara saja yang paling lazim dilakukan dan dapat dimengerti oleh setiap pemeta atau geologiawan. Pengukuran jurus b. Membaca arah dan besarnya kemiringan Cara ini dapat diterapkan baik untuk kompas azimuth maupun kwadran.1 (menentukan azimuth). adalah dengan membaca klinometer pada saat kedudukan kompas vertikal dan sisinya diletakkan seluruhnya (jangan hanya ujungnya) pada garis yang diukur. liniasi mineral. atau sambil berdiri seperti pada gambar. 2) Mengukur kedudukan struktur garis Struktur garis yang dimaksud disini dapat berupa : poros lipatan. Jurusnya tidak diukur.3. Pada dasarnya cara ini adalah mengukur arah dan besarnya kemiringan bidang. Pengukuran kemiringan c. Yang dimaksud dengan arah disini adalah sama dengan yang dibahas pada II. garis-garis pada cermin sesar. Adapun penunjaman atau “plunge” adalah besarnya sudut yang dibuat oleh struktur garis tersebut dengan bidang horizontal diukur pada bidang vertikal melalui garis tersebut ara menentukan besarnya penunjaman atau “plunge” (dibaca plans). Artinya kemana arah kemiringannya dan berapa besarnya. a. kemudian dibaca jarum utara. liniasi fragmen pada breaksi dan sebagainya. tetapi dapat diketahui dengan sendirinya yaitu tegak lurus pada arah kemiringan. Kedudukannya dinyatakan dengan arah dan besarnya penunjaman atau (“plunge”) dan “pitch”. Pengukuran arah kemiringan . Perpotongan 2 bidang. Letakkan atau arahkan kompas dalam posisi horizontal sedemikian rupa sehingga salah satu sisinya berimpit dengan liniasi yang akan diukur dan “sighting arm” sejajar dengan arah garis. Perbedaannya dengan kedua cara terdahulu adalah pencatatan dan plotting dalam peta. jadi cara mengukurnya juga sama. Cara mengukurnya.Ada beberapa cara yang dapat diterapkan untuk mengukur kedudukan struktur demikian di lapangan.

3. Cara ini lebih cepat (karena hanya satu kali menentukan arah) dan tidak mungkin terjadi kekeliruan dalam menentukan arah kemiringan bidang (kesalahan hanya akan terjadi apabila kita salah membaca jarum kompas) cara ini juga banyak diterapkan terutama di Eropa (Inggris) dan perusahaan-perusahaan minyak. Besarnya kemiringan diketahui dengan prosedur-prosedur yang sama seperti pada cara pertama dan kedua 4. pembacaan dapat dilakukan sampai “menit” yaitu dengan memperhatikan nonius yang tertera pada klinometer. Membaca kompas dan cara “plotting” 1. Cara pembacaannya adalah sebagai berikut : . Angka yang ditunjuk jarum utara adalah arah kemiringan bidang. jarum yang diperhatikan hanyalah jarum utara. Membaca sudut lereng. Letakkan sisi kompas dengan cermin sejajar bidang yang diukur (atau sama dengan mendekatkan sisi kompas dengan tanda S) 2. Untuk skala “derajat”. baik kompas azimuth maupun kwadran. Hasil bacaanyna akan ditulis : 20o N 45o E artinya : bidang itu miring 20o ke arah timur laut. besarnya kemiringan adalah 10o 30’.Prosedur mengukurnya adalah sebagai berikut : 1. 3. Membaca arah Perlu diingat bahwa untuk membaca arah. kemiringan lapisan atau penunjaman liniasi Untuk membaca ketiga parameter di atas dipergunakan klinometer. Telah dianjurkan bahwa membaca jurus pada kompas kwadran sebaiknya diamati jarum yang berada di setengah lingkaran kompas yang bertanda N. tetapi khusus untuk sudut lereng kadang-kadang juga skala persentase (%). Pada umumnya yang dibaca adalah skala “derajat”. 2.. Oleh karena itu dapat terjadi bahwa yang berada di bagian yang bertanda N adalah jarum selatan. Membaca jurus Membaca jurus lapisan sama persis dengan membaca arah oleh karena jurus tidak lain dari pada arah garis potong antara bidang lapisan dengan bidang horizontal.

garis yang mana yang berimpit dengan skala pada derajat. kemiringan dalam “persen” adalah 19%. Garis berangka 0 (nol) pada klinometer menunjuk diantara angka 100 dan 110. perhatikan garis-garis pada nonius. Untuk membaca kelebihannya dari 10o. 3. . Dalam contoh adalah garis 30. Pada saat yang sama.1. Artinya lebih besar dari 10o tetapi kurang dari 11o. Dengan demikian angka kemiringannya adalah 10o 30’. 2.

Azimuth merupakan metode yang sering digunakan untuk menyatakan arah. terbuka kurang lebih 135o menghadap ke depan dan sighting arm dibuka horizontal dengan peep sight ditegakkan 4.Azimuth Pengertian Azimuth Azimuth ialah besar sudut antara utara magnetis (nol derajat) dengan titik/sasaran yang kita tuju. Azimuth Magnetis.yaitu besar sudut yang dibentuk antara utara peta dengan titik sasaran. Back azimuth untuk sudut tepat 180 derajat dapat di beri nilai 0 derajat atau 360 derajat. perhitungan searah jarum jam. Azimuth Sebenarnya. Garis dasar utara ini dapat di ambil dari true north. PERINGATAN Saat mengkonversikan azimuth ke back azimuth. selalu perhatikan saat menambahkan atau menguranginya dengan 180 derajat. Badan diputar sedemikian rupa sehingga titik atau benda yang dimaksud tampak pada cermin dan berimpit dengan ujung sighting arm dan garis tengah dan garis tengah pada . Kesalahan kecil dapat menyebabkan malapetaka. Azimuth Peta. Kompas dibuat horizontal (dengan bantuan “mata lembu”) dan dipertahankan demikian selama pengamatan. Cara Mengukur Azimuth Adapun cara mengukur Azimuth adalah sebagai berikut: 1. Kompas dipegang dengan tangan kiri setinggi pinggang 2.yaitu besar sudut yang dibentuk antara utara sebenarnya dengan titik sasaran 2.yaitu sudut yang dibentuk antara utara kompas dengan titik sasaran. azimuth juga sering disebut sudut kompas. 3. Cermin diatur. Sedang untuk azimuth yang memiliki sudut lebih besar dari 180 derajat harus di kurangi dengan 180 derajat. 3. tambahkan 180 derajat pada azimuth yang memiliki sudut kurang dari 180 derajat. magnetic north atau grid north. Untuk mendapat hasil back azimuth dari azimuth. Ada tiga macam azimuth yaitu : 1. Back Azimuth adalah arah kebalikan / lawan arah dari azimuth.

cermin. setelah jarum tidak bergerak. Hasil bacaan adalah arah yang dimaksud. Baca jarum utara kompas. 5. . Sangat penting diingat bahwa bukan hanya tangan dengan kompas yang berputar tetapi seluruh badan.