Laporan Kasus Individu

ANESTESI UMUM PADA PASIEN APPENDISITIS

Disusun oleh: Indah Prasetya Putri NIM: 0808151325

Pembimbing: dr. Dino Irawan, Sp.An dr. Sony, Sp.An, M.Kes dr. Sutantri Edi Prabowo, Sp.An

KEPANITERAAN KLINIK SENIOR BAGIAN ANESTESIOLOGI DAN REANIMASI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS RIAU RSUD ARIFIN ACHMAD PROVINSI RIAU 2013

nyeri dirasakan seperti ditusuk-tusuk. nyeri tidak hilang dengan perubahan posisi.STATUS PASIEN BAGIAN ANESTESIOLOGI DAN REANIMASI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS RIAU PEKANBARU IDENTITAS PASIEN Nama : Tn. IM Jenis kelamin : Laki-laki Umur Pekerjaan Status Agama Suku Alamat No. Nyeri sudah dirasakan sudah sejak 2 bulan yang lalu namun tidak dibawa berobat karena nyeri hilang timbul dan makin parah sejak 7 hari SMRS.    Mual (-). demam (-) BAB sulit. Kopen No. setiap 4 hari sekali BAK tidak ada masalah . RM : 29 tahun : Karyawan : Sudah menikah : Islam : Melayu : Jl.49 RT 03 RW 06 : 16 11 86 Tanggal MRS : 31/05/2013 ANAMNESIS Keluhan utama Nyeri perut sebelah kanan bawah sejak 7 hari SMRS Riwayat Penyakit Sekarang  7 hari SMRS. muntah (-).pasien merasakan nyeri perut sebelah kanan bawah . nyeri hilang timbul.

asam urat tidak diketahui Riwayat Penyakit Keluarga  Tidak ada anggota keluarga yang menderita keluhan yang sama Riwayat Operasi sebelumnya  Pasien belum pernah operasi sebelumnya Riwayat pekerjaan.dan jarang mengkonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan serta.Riwayat Penyakit Dahulu     2 bulan yang lalu. DM (-). jarang berolah raga. Asma bronchial (-).26 . sosial ekonomi dan kebiasaan  Pasien bekerja. Pasien menderita penyakit seperti ini Riwayat batuk lama dan sesak nafas (-) Riwayat alergi obat (-) Riwayat penyakit jantung(-). penyakit ginjal (-). PEMERIKSAAN FISIK          Keadaan umum Kesadaran Tekanan darah Frekuensi nadi Frekuensi nafas Suhu tubuh Berat Badan Tinggi badan IMT : Tampak sakit ringan : Komposmentis : 120/70 mmHg : 72 x/mnt : 28 x/mnt : afebris : 60 kg : 168 cm : BB/TB2 =21. hipertensi (-).

buli tidak teraba. Gerakan sendi temporomandibularis tidak terbatas.5 gr/dl : 46. distensi (-) Auskultasi: BU (+) normal Palpasi: Nyeri tekan (+). gigi palsu (-) Hidung: Deviasi septum tidak ada. PEMERIKSAAN LABORATORIUM Hb Hematokrit Leukosit Trombosit Rontgen Thoraks : 15. : Paru dan jantung dalam batas normal : Status lokalis : TAK : TAK :TAK : TAK STATUS LOKALIS Pemeriksaan abdomen Inspeksi: Perut tampak cembung.9 % : 7. nyeri kolik (-). fraktur (-) Gerakan vertebra servikal tidak terbatas Leher tidak pendek. tidak panjang. sklera tidak ikterik. gigi goyang (-).000 /ul : Cor dan pulmo dalam batas normal .Kepala dan leher       Thorak Abdomen Genitalia Ekstremitas Kelenjar limfe Pemeriksaan Genitourinarius Mata: Konjungtiva tidak anemis. simetris. gigi ompong (-). nyeri tekan (-) Pemeriksaan genitalia eksterna: tidak terpasang kateter. Perkusi: Timpani Pemeriksaan suprapubik: Skar (-).edem palpebra (-) Mulut: Sianosis (-).300 /ul : 210.

7.trauma pada leher (-) o Evaluate: 3-3-2 rule o Mallampati score: gradasi II o Obstruction: operasi pada leher (-). fisiologik.DIAGNOSIS KERJA TINDAKAN ANESTESI STATUS ASA : Appendisitis akut : Appendektomi : General anastesi-teknik ETT : ASA I (Pasien sehat organik. 7. psikiatrik.palatum tinggi (-).hematoma (-). leher pendek (-). biokimia) Persiapan operasi    Pasien telah berpuasa selama 6-8 jam sebelum operasi dilakukan Pasien tidak menggunakan perhiasan ataupun gigi palsu Lakukan assessment : o Look extremely : obesity (-).tumor (-) o Neck mobility: trauma kepala dan leher (-).operasi di leher (-) Persiapan alat dan obat anestesi umum Alat-alat:         Stetoskop Laringoskop ETT non kinking no 6.5 Orofaringeal airway (guedel/ mayo) Hypafix/Plester Connector Suction Mesin anestesi Obat-obatan:   Propofol Fentanyl 150 mg 50 mcg .5.

Notrixum (Atracurium) 30 mg. Neostigmin 0. Mempersiapkan obat-obatan: Propofol 150 mg.5.   Sediakan spuit 3cc. ETT ukuran 6.5 Vol% 3 L/menit 60 mg 0.      Notrixum (Atracurium Sevoflurane N2O dan O2 Ketorolac Neostigmin Sulfas Atropin 30 mg 1. hypafix/plester 2 lembar ukuran 20cmx0.5 mg 0. Ketorolac 60 mg. tekanan darah.    Pasien diperintahkan untuk tidur terlentang di meja operasi Pasang tensimeter pada lengan pasien dan saturasi O2 pada jari pasien. serta cek tabung O2. monitor.5 vol % dan N2O 3 L/i) sambil tetap memompa dan evaluasi nadi.5 . laringoskop (sesuai ukuran blade untuk orang dewasa dan pastikan lampu menyala dengan terang). face mask balon. N2O. fentanil 50 mcg. setelah obat mulai bekerja ± 3-5 menit dengan melihat refleks bulu mata pasien. sevoflurane dan isoflurane. 5cc. orofaringeal tube ukuran 8. Induksi anestesi  Akses IV: masukkan propofol 150 mg dan fentanyl 50 mcg. jika reflex ulu mata (-) pasang cuff dan mulai ambu (O2 8 liter/I.25 mg.5cm dan 2 lembar ukuran 3cmx3cm yang digunakan untuk fiksasi dan kanul suction. Mempersiapkan stetoskop. sirkuit anestesi. dan 10 cc.5 mg dan Sulfas Atropin 0. Pasien disarankan untuk rileks dan diberikan dukungan emosi Premedikasi:  Preoksigenasi dengan oksigen 6-8 l/menit selama ±2-3 menit. tensimeter. 7 . sevofluran 1.25 mg Langkah-langkah:   Mempersiapkan mesin anestesi. saturasi O2. dan . 7.

laringoskop dimasukkan hingga terlihat uvula.5 vol% dan N2O 3 L/menit Recovery   Masukkan Ketorolac 30 mg IV dan Ketorolac 30 mg drip dalam RL 500 ml 20 tpm. Hisap slime yang ada dengan suction. Tarik laringoskop kemudian  Sambungkan ujung ETT dengan selang mesin anestesi melalui connector.5 vol% dan N2O 3L/menit. Matikan anestesi inhalasi (sevoflurane dan N2O).5 mg IV dengan Sulfas Atropin 0. Lakukan assist respiratory sampai nafas spontan yang adekuat. lalu kembangkan balon ETT dengan 15 ml udara.  Intubasi: lepas face mask balon. dan tampak plika vokalis .ambu O2 3 L/menit. sevoflurane 1.saturasi oksigen pada monitor. pastikan ETT sudah masuk ke trakea dan cek dengan stetoskop suara nafas kanan sama kiri. masukkan laringoskop dari sisi mulut bagian kanan geser ke kiri (dapat meminta tolong pada asisten untuk membuka mulut pasien dan melakukan chin lift). Masukkan Neostigmin 0. pegang laringoskop dengan tangan kiri.25 mg IV Ekstubasi     Pastikan pasien telah nafas spontan. Maintenance Inhalasi: O2 3L/menit. Pasang mayo dan pindahkan ke IPPV dengan VT 600-700 ml/menit (10-12 cc/kg BB) dan frekuensi napas 12x/menit. sevoflurane 1. Kemudian masukkan notrixum 30 mg sambil tetap memompa (±2-3 menit). tangan kanan lakukan head tilt. naikkan volume O2 menjadi 8 L. epiglotis. .  Tutup kedua mata pasien dengan hypafix yang telah disediakan. pompa balon.masukkan ETT non kinking no 7 hingga batas garis hitam pada ETT. set mesin anestesi dari IPPV ke manual/ spontan respiratory. fiksasi ETT dengan hypafix/plester.

nadi. nafas dan saturasi Oksigenasi dengan O2 3L/menit Nilai Alderete score. Lepaskan tape. pastikan bahwa pasien sudah. kemudian cabut ETT. kesadaran dan diuresis (1-2 cc/ kgBB) Oksigenasi dengan O2 3L/menit hingga 2 jam post op Puasa hingga bising usus (+) Analgetik post operasi Cairan rumatan menggunakan ringer laktat 20 tpm Terapi lain sesuai kebutuhan pasien .>8 pasien dapat dipindahkan keruangan dengan instruksi Instruksi post op di ruangan perawatan       Awasi vital sign. Kempiskan balon ETT. Segera pasangkan face mask dan pastikan airwaynya lancar dengan triple manuver hingga pasien benar-benar bangun dan sudah dapat dipindahkan ke RR (letakkan botol infus untuk mengganjal bahu pasien) Instruksi post op di RR    Awasi tanda-tanda vital: tekanan darah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful