P. 1
materi demografi kependudukan

materi demografi kependudukan

|Views: 31|Likes:
Published by Tova Geograf

More info:

Published by: Tova Geograf on Jun 27, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/21/2013

pdf

text

original

Demografi salah satu cabangnya adalah kependudukan. Penduduk dunia sudah 6 milyar.

Demos –graphein Ilmu yang mempelajari secara statistik dan matematik tentang besar, komposisi dan distribusi penduduk dan perubahan-perubahannya melalui bekerjanya 5 komponen demografi yaitu kelahiran, kematian, perkawinan, migrasi dan mobilitas sosial. Mobilitas sosial masuk dalam demografi karena proses perpindahan berkenaan dengan perubahan status secara horisontal. Perkembangan Demografi John Graunt abad 17, pedagang kain keliling (1662) dalam buku Natural and Political Observation membuat daftar mortalitas). William Petty, ahli statistik (1690) mengajukan political arithmetics Methorst dan Sirks mengkaji masalah penduduk berupa kuantitas (demografi) dan kualitas (segi genetis dan biologis) Adolphe Laundry (1937) hubungan matematis antara unsur demografi seperti kelahiran, kematian, jenis kelamin, umur (pure demography) untuk cabang demografi yang bersifat analitik – matematik berbeda dengan yang deskriptif. Sekarang model matematis (prediksi) Ruang Lingkup Demografi 1. Pure Demography Menghasilkan teknik-teknik untuk menghitung data penduduk, perkiraan penduduk di masa depan maupun lampau – tidak dapat menjawab mengapa (?) 2. Population Studies/Kependudukan Merupakan penghubung dan sistem sosial – menjawab mengapa (?) Tujuan Demografi Demografi formal 1. Mempelajari kuantitas dan distribusi 2. Menjelaskan pertumbuhan masa lampau, penurunannya dan persebarannya Kependudukan 1. Mengembangkan hubungan sebab akibat antara perkembangan penduduk dengan berbagai macam aspek sosial 2. Meramalkan pertumbuhan penduduk di masa yang akan datang dan kemungkinan konsekuensinya Identifikasi Masalah Kependudukan Tiga variabel utama demografi: 1. Fertilitas 2. Mortalitas 3. Migrasi 1969 Pak Karno mengeksodus orang-orang etnis Cina untuk memilih kewarganegaraan, memilih Cina/Indonesia.

Berpengaruh pada: 1. Besar 2. Komposisi 3. Distribusi 4. Pertumbuhan penduduk Teori Malthus dalam An Essay on the Principle of Population (1798) berpendapat bahwa penduduk bertambah menurut deret ukur sedangkan bahan makanan bertambah menurut dret hitung. Kesalahan Malthus: 1. Makanan dapat dilipatgandakan melalui rekayasa 2. Penduduk dapat ditekan melalui keluarga berencana Implikasi Penduduk Besar dan Tumbuh Pesat Berpengaruh pada: pangan, sandang, dan papan (dan yang terpenting adalah energi). Pertumbuhan penduduk seperti pedang bermata dua, bahayanya pertumbuhan penduduk, selain mengkonsumsi kebutuhan energi juga mengkonsumsi lahan. Teori Limits to Growth mengatakan bahwa pada tahun 2025, industrialisasi mencapai puncaknya, termasuk didalamnya penduduk dan pulutan. Pada tahun 2100, industrialisasi, penduduk dan polutan akan mengalami fase penurunan drastis. Kelemahannya tidak memperhatikan kondisi objektif seluruh dunia. Indikator Indonesia Dunia Angka kematian bayi 30,0 44,0 Angka harapan hidup 71/74/68 70/72/68 Penduduk hidup dengan $2 per hari (%) 51 48 Pendapatan perkapita (US$) 3.720 10.240 Teori Kependudukan 1. Aliran Malthusians (1798)  Penduduk apabila tidak dibatasi akan tumbuh dengan cepat  Jumlah penduduk melampaui jumlah persediaan pangan  Penduduk berlipat dua setiap 25 tahun  Dalam waktu 200 tahun perbandingannya 256 : 9  Dapat mengurangi jumlah penduduk dengan: a. Preventive checks (pengurangan melalui penekanan kelahiran), melalui: 1) Moral Restraints (pengekangan diri untuk berhubungan sosial) 2) Vice (pengurangan kelahiran: pengguguran kandungan dan kontrasepsi) b. Possitive Check (pengurangan penduduk melalui kematian, melalui: 1) Vice (kejahatan – pembunuhan) 2) Misery (kememaratan – kematian)

 2.  3.  

     4. a.

Kritik teori Malthus: tidak memperhitungkan kemajuan transportasi, teknologi, pembatasan kelahiran dan fertilitas menurut tingkat ekonomi/standar hidup naik. Neo-Malthusians Kelompok radikal Malthusians Aliran Marxist oleh Karl Marx dan Friedrich Engels Tekanan penduduk bukan ke bahan pangan tetapi terhadap kesempatan kerja Kemelaratan penyebabnya bukan pertumbuhan penduduk tetapi kesalahan masyarakat sendiri, misalnya kapitalis mengambil sebagian pendapatan. Kapitalisme harus diganti sosialisme Dalam sosialis alat-alat produksi milik buruh sehingga upah tidak dipotong Makin banyak manusia makin banyak produksi, sehingga tidak perlu ada pembatasan pertumbuhan penduduk. Menentang moral restraint Malthus Hukum kependuduk di negara sosialis antitesis negara kapitalis Teori Kependudukan Mutakhir Teori Fisiologi dan Sosial Ekonomi 1) John Stuart Mill (filsuf dan ekonomi Inggris) Menentang Malthus “pertumbuhan penduudk melampaui pertumbuhan pangan” sebagai aksioma. Pada situasi tertentu manusia dapat mempengaruhi perilaku demografinya, misalnya: seseorang berproduktivitas tinggi cenderung ingin mempunyai keluarga kecil. Jadi taraf hidup merupakan determinan fertilitas. Daerah kekurangan pangan akan mengimpor makanan atau penduduk dipindahkan. Meningkatkan golongan tidak mampu. 2) Arsene Dumon (teori kapilarisasi sosial), seorang demograf Perancis  Mengacu pada keinginan seseorang untuk mencapai kependudukan yang lebih tinggi di masyarakat.  Keluarga yang besar merupakan beban yang berat dan perintang untuk meningkatkan kedudukan/status  Dalam usaha memenangkan persaingan seseorang harus meningkatkan pendidikan dan keterampilan  Pada masyarakat industri persaingan tinggi karena kepadatan penduduk tinggi 3) Emile Durkheim (sosiolog Perancis)  Daya reproduksi manusia dibatasi oleh jumlah penduduk suatu wilayah. Apabila kepadatan penduduk tinggi daya reproduksi manusia menurun, sebaliknya apabila kepadatan penduduk rendah daya reproduksi manusia akan meningkat (Sadler)

 Thomson menyanggah dengan kasus di Jawa, India dan China penduduk sangat padat tetapi pertumbuhan penduduk tetap tinggi.  Doubleday daya reproduksi penduduk berbanding terbalik dengan bahan pangan yang tersedia. Jadi kenaikan kemakmuran mengakibatkan turunnya reproduksi manusia, makin tinggi tingkat mortalitas makin tinggi daya reproduksi manusia. 4) Kelompok teknologi yang optimis  Menentang teori Malthus yagn perimis. Dengan teknologi, manusia mampu melipatgandakan hasil pertanian  Recycling/daur ulang  Herman Kahn negara kaya akan membantu negara miskin sehingga kekayaan akan jatuh ke orang miskin  Bumi mampu menampung 15 milyar manusia b.

15 Desember 2012 Dr. Sarwono, M.Pd. Indikator mutu hidup (physical quality of life) ditentukan oleh: Kemampuan baca tulis (literace rate) Demografi mempelajari statistik dan perhitungan mengenai penduduk dahulu, sekarang, dan yang akan datang. Kependudukan mempelajari demografi dari kajian sosial budaya. Sabtu depan ujian tulis, boleh buka buku. Sama makalah kelompok dikumpulkan.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->