A.

Pengertian Polimer

Apakah Anda pernah melihat ibu Anda menggoreng telur dengan menggunakan penggorengan teflon? Bila struktur teflon ditentukan, makamolekul teflon ditemukan mengandung rantai karbon dengan mengikat atom-atom fluorin. Tetra fluoroetena (tetra fluoroetilena) merupakan molekul yang sangat non polar dan relatif kecil ukurannya serta cenderung berupa gas pada suhu kamar. Bagaimana caranya molekul tetrafluoroetilena dalam wujud gas dapat bereaksi dengan molekul lainnya membentuk molekul besar yang berantai panjang dan umumnya berupa padatan? Coba perhatikan Gambar 1 untuk membantu Anda memvisualisasikan reaksi tersebut.

Gambar 1.

Teflon memberikan suatu lapisan yang baik untuk wajan, karena teflon bersifat tidak reaktif dan makanan tidak akan lengket pada wajan Suatu molekul raksasa (makromolekul) yang terbentuk dari susunan ulang molekul kecil yang terikat melalui ikatan kimia disebut polimer (poly = banyak; mer = bagian). Suatu polimer akan terbentuk bila seratus atau seribu unit molekul yang kecil yang disebut monomer, saling berikatan dalam suatu rantai. Jenis-jenis monomer yang saling berikatan membentuk suatu polimer terkadang sama atau berbeda. Sifatsifat polimer berbeda dari monomer-monomer yang menyusunnya. Pada contoh diatas, teflon (politetra-fluoroetilena) yang berwujud padat dibuat bila molekul-molekul gas tetra-fluoroetilena bereaksi membentuk rantai panjang. Contoh lain, molekul-molekul gas etilena bereaksi

membentuk rantai panjang plastik polietilena yang ada pada kaleng susu. Polimer tersusun atas perulangan monomer menggunakan ikatan kimia tertentu. Ukuran polimer, dinyatakan dalam massa (massa rata-rata ukuran molekul dan jumlah rata-rata ukuran molekul) dan tingkat polimerisasi, sangat mempengaruhi sifatnya, seperti suhu cair dan viskositasnya terhadap ukuran molekul (misal seri hidrokarbon).

Untuk aplikasi yang lebih luas, polimer dapat dibedakan antara polimer termoplastik, polimer termoset dan polimer elastomer. Beberapa contoh polimer termoplastik antara lain adalah PTFE (teflon), Polyethylene Terephthalate (soda bottles), High-Density Polyethylene (Dish Soap Bottles, Milk Jugs), Polyvinyl Chloride (Plumbing, Shampoo Bottles), Low-Density Polyethylene (Film, Stretch Wrap), Polypropylene (Pediatric Containers), Polystyrenes (Plastic Plates, Styrofoam) dan Composite (Milk Cartons). Sementara itu, beberapa polimer termoset antara lain adalah Phenolic (Cookware, Knobs, dan Handles), Urea-Formaldehyde (Bottle Caps, Electrical Fittings), Epoxies (Surface Coatings, Composites) dan SBR Rubbers (ban). Sedangkan polimer elastomer dapat berupa termoset (membutuhkan vulkanisasi) maupun berupa termoplastik. Beberapa contoh polimer elastomer antara lain adalah karet tak saturasi (unsaturated) seperti karet alam, polyisoprene, polybutadine, maupun karet chloroprene. Karet merupakan jenis polimer linier, banyak digunakan sebagai ban. Betapa pentingnya ban untuk mobil maupun pesawat terbang, maka pemprosesan karet dan polimerisasinya (penambahan dan kondensasi) harus melalui standar yang tinggi. Sejalan dengan perkembangan otomotif yang sangat pesat, kebutuhan ban pun semakin meningkat.Terutama, bagi kendaraan yang tingkat mobilitasnya tinggi, seperti tranportasi umum, penggantian ban kendaraan terasa cepat. Pada sisi lain harga ban baru relatif mahal, untuk ban mobil sekisar Rp 310.000,00 hingga Rp 2.500.000,00. Untuk kendaraan darat seperti mobil dan motor, kiranya masih layak jika menggunakan ban vulkanisir (retreading tyres) yang lebih murah asalkan berkualitas baik. Dengan peralatan pembuatan yang modern ban vulkanisir cukup stabil digunakan, aman, dan kualitasnya terjamin. Sementara itu, dari sisi lingkungan karena ban vulkanisir bukan merupakan polimer yang degradable (dapat terurai) tetapi merupakan komoditas green product (menghijaukan lingkungan), sehingga bisa menekan limbah dan menyelamatkan kerusakan pada lingkungan

Gambar 3 mengilustrasikan pembentukan polimer.

Gambar 2. Beberapa contoh monomer dari kiri ke kanan: vinil klorida, propena, tetra-fluoroetilena, dan stirena

Gambar 3. Monomer akrilonitril membentuk polimer poliakrilonitril (PAN), yang dikenall dengan nama orlon, dan digunakan sebagai karpet dan pakaian ―rajutan‖. Ikatan rangkap pada karbon dalam monomer berubah menjadi ikatan tunggal, dan berikatan dengan atom karbon lain membentuk polimer. 1. Klasifikasi Polimer

Polimer umumnya diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok antara lain atas dasar jenis monomer, asal, sifat termal, dan reaksi pembentukannya.

1.1 Klasifikasi Polimer Berdasarkan Jenis Monomernya Berdasarkan jenis monomernya, polimer dibedakan atas homopolimer dan kopolimer. Homopolimer terbentuk dari sejenis monomer, sedangkan kopolimer terbentuk lebih dari sejenis monomer. Uraian berikut menjelaskan perbedaan dua golongan polimer tersebut. 

Homopolimer Homopolimer merupakan polimer yang terdiri dari satu macam monomer,dengan struktur

polimer. . . – A – A – A – A – A – A –. . . 

Kopolimer Kopolimer merupakan polimer yang tersusun dari dua macam atau lebih monomer.

Contoh: polimer SBS (polimer stirena-butadiena-stirena)

1.2 Jenis-jenis kopolimer 

Kopolimer acak, yaitu kopolimer yang mempunyai sejumlah satuan berulang yang berbeda tersusun secara acak dalam rantai polimer. Strukturnya: . . . – A – B – A – A – B – B – A – A –. .

dan masih banyak produk lain yang Anda lihat sehari-hari. seperti amilum. . Polimer regenerasi adalah polimer alam yang dimodifikasi. wool.  Polimer Sintetis Polimer sintetis yang pertama kali yang dikenal adalah bakelit yaitu hasil kondensasi fenol dengan formaldehida. Contohnya rayon. Sel-sel kehidupan juga merupakan pabrik polimer yang efisien. jaring laba-laba. yaitu kopolimer yang mempunyai suatukesatuan berulang berselang-seling dengan kesatuan berulang lainnya dalam rantai polimer. Polimer sintetis adalah polimer yang dibuat dari molekul sederhana (monomer) dalam pabrik. kapas. Protein. sutera dan kepompong ngengat. Polimer alam telah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu. Strukturnya:. yang ditemukan oleh kimiawan kelahiran Belgia Leo Baekeland pada tahun 1907. kitin pada kerangka luar serangga. yang berupa . DNA.  Polimer alam Laboratorium bukan satu-satunya tempat mensintesis polimer. selulosa. . . karet. Beberapa contoh polimer yang dibuat oleh pabrik adalah nylon dan poliester. Strukturnya – A – A – A – A – B – B – B – B – A – A – A – A –.3 Polimer Berdasarkan Asalnya Berdasarkan asalnya. adalah polimer-polimer yang disintesis secara alami. kantong plastik dan botol. pita karet. wol. Serat-serat selulosa yang kuat menyebabkan batang pohon menjadi kuat dan tegar untuk tumbuh dengan tinggi seratus kaki dibentuk dari monomer-monomer glukosa.  Kopolimer balok (blok).. yaitu kopolimer yang mempunyai satu macam kesatuan berulang menempel pada polimer tulang punggung lurus yang mengandung hanya satu macam kesatuan berulang dari satu jenis monomer. Strukturnya A A A A A 1. Kopolimer bergatian. yaitu serat sintetis yang dibuat dari kayu (selulosa). . yaitu kopolimer yang mempunyai beberapa kesatuan ulang yang berbeda berselang-seling adanya dalam rantai polimer. Polimer buatan dapat berupa polimer regenerasi dan polimer sintetis. – A – B – A – B –A–B–A–B–. Bakelit merupakan salah satu jenis dari produk-produk konsumsi yang dipakai secara luas. dan sutra.  Kopolimer tempel/grafit. polimer dibedakan atas polimer alam dan polimer buatan..

NH3. Dalam polimerisasi kondensasi kadang-kadang disertai dengan terbentuknya molekul kecil seperti H2O.6 – diaminoheksana dan asam .  Polimer Kondensasi Polimer kondensasi terjadi dari reaksi antara gugus fungsi pada monomer yang sama atau monomer yang berbeda. setiap ikatan baru yang dibentuk akan bersamaan dengan dihasilkannya suatu molekul kecil – biasanya air – dari atom-atom monomer. Di dalam jenis reaksi polimerisasi yang kedua ini. terdiri dari 97% cis-1. tiap monomer harus mempunyai dua gugus fungsional sehingga dapat menambahkan pada tiap ujung ke unit lainnya dari rantai tersebut. Hampir semua karet alam diperoleh sebagai lateks yang terdiri dari sekitar 32 – 35% karet dan sekitar 5% senyawa lain.4-poliisoprena. atau HCl. dikenal sebagai hevea rubber. Dalam polimerisasi kondensasi. sterol. ester dan garam. Banyak polimer-polimer sintesis dikembangkan sebagai pengganti sutra. Pada reaksi semacam ini. Gagasan untuk proses tersebut adalah benang-benang sintesis yang dibentuk di pabrik diambil dari laba-laba. termasuk asam lemak. suatu atom hidrogen dari satu ujung monomer bergabung dengan gugus–OH dari ujung monomer yang lainnya untuk membentuk air. Polimer alam lain adalah polisakarida. gula. Reaksi kondensasi yang digunakan untuk membuat satu jenis nilon Gambar 9 Kondensasi terhadap dua monomer yang berbeda yaitu 1. protein. monomermonomer bereaksi secara adisi untuk membentuk rantai. Namun demikian. Jenis reaksi polimerisasi ini disebut reaksi kondensasi. selulosa dan lignin yang merupakan bahan dari kayu. Karet ini diperoleh dengan menyadap kulit sejenis pohon (hevea brasiliensis) yang tumbuh liar. Karet merupakan polimer alam yang terpenting dan dipakai secara luas. Bentuk utama dari karet alam.padatan kristalin yang berasa manis.

Dalam gambar ini. sedangkan di dalam polietilena tidak terdapat ikatan rangkap dua.  Polimer Adisi Reaksi pembentukan teflon dari monomer-monomernya tetrafluoroetilen. disebut reaksi adisi. Pada reaksi ini monomer membuka ikatan rangkapnya . -COOH. bahwa reaksi adisi adalah reaksi pemecahan ikatan rangkap menjadi ikatan tunggal sehingga ada atom yang bertambah di dalam senyawa yang terbentuk. Seperti yang telah kita ketahui. Perhatikan Gambar 7 yang menunjukkan bahwa monomer etilena mengandung ikatan rangkap dua. Monomer yang dapat mengalami reaksi polimerisasi secara kondensasi adalah monomermonomer yang mempunyai gugus fungsi. Nylon diberi nama menurut jumlah atom karbon pada setiap unit monomer.adipat yang umum digunakan untuk membuat jenis nylon. seperti gugus –OH. ada enam atom karbon di setiap monomer. dan NH3. Jadi. maka jenis nylon ini disebut nylon 66. polimerisasi adisi adalah reaksi pembentukan polimer dari monomer-monomer yang berikatan rangkap (ikatan tak jenuh).

Berikut beberapa contoh pembentukannya : a. sterina. Artinya. teflon dan poliisoprena. Pembentukan polivinil dari isoprena (2-metil-1.(CH2 . Polimer adisi ini biasanya identik dengan plastik.CH2)n polietena b. karena hampir semua plastik dibuat dengan polimerisasi adisi. dan haloalkena.CH)n – Cl d. Misalnya polietena.lalu berikatan dengan monomer lain sehingga menghasilkan polimer yang berikatan tunggal (ikatan jenuh).(CH2 . Pembentuka teflon dari tetrafluoro etena nCF2 = CF2 tetrafluoroetena . monomer pembentuk polimer adisi adalah senyawa yang ikatan karbon berikatan rangkap seperti alkena.CF2)n – politetraetilena (teflon) c. Pembentukan polietena (polietilena) dari etena (etilena) O2 nCH2 = CH2 etena tegangan tinggi . Cl Pembentukan polisoprena dari isoprena (2-metil-1.(CF2 . polipropena. polivinil klorida.3-butadiena) CH3 CH3 .3-butadiena) nCH2 = CH2 .

. satu monomer masuk ke monomer yang lain.CH = CH)n - Pada pembentukan poliisoprena.nH2C = C – CH = CH2 . Sifat serat ditentukan oleh struktur makromolekul dan teknik produksinya. tetapi tidak boleh terlalu besar karena sukar untuk dilelehkan ataudilarutkan. Dalam reaksi ini tidak disertai terbentuknya molekul-molekul kecil seperti H2O atau NH3. Supaya dapat dibuat menjadi serat. 1. Monomer etilena mengalami reaksi adisi membentuk polietilena yang digunakan sebagai tas plastik. Berdasarkan Gambar 7. elastomer (karet). polimer harus memenuhi persyaratan sebagai berikut:   Polimer harus linier dan mempunyai berat molekul lebih dari 10. dan botol. yang dimaksud polimerisasi adisi adalah polimer yang terbentuk dari reaksi polimerisasi disertai dengan pemutusan ikatan rangkap diikuti oleh adisi dari monomermonomernya yang membentuk ikatan tunggal. Pasangan elektron ekstra dari ikatan rangkap dua pada tiap monomer etilena digunakan untuk membentuk suatu ikatan baru menjadi monomer yang lain. antara lain serat. membentuk rantai panjang. pembungkus makanan. 000. Molekul harus simetris dan dapat mempunyai-gugus samping yang besar yang dapat mencegah terjadinya susunan yang rapat. Menurut jenis reaksi adisi ini. Dari contoh-contoh reaksi di atas. dapat disimpulkan bahwa pada polimerisasi adisi tidak terbentuk hasil samping dan monomernya harus mengandung ikatan rangkap.4 Bentuk-bentuk Polimer yang Digunakan dalam Kehidupan Bentuk-bentuk polimer yang banyak digunakan dalam kehidupan. mula-mula kedua ikatan rangkap dari nomor 1 dan C nomor 3 terbuka. monomer-monomer yang mengandung ikatan rangkap dua saling bergabung. Berikut akan diuraikan satu persatu.  Serat Serat adalah polimer yang perbandingan panjang terhadap diameter molekulnya kira-kira 100:1.(HC = C . kemudian ikatan tunggal dari C nomor 2 dan C nomor 3 membentuk ikatan rangkap. Contoh polimer adisi dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Produk yang dihasilkan dari reaksi polimerisasi adisi mengandung semua atom dari monomer awal.

Polimer dengan struktur rantai bercabang misalnya akan memiliki derajat kekristalan yang lebih rendah jika dibandingkan dengan struktur tanpa cabang. nilon 6. dan oleh IG Farben pada tahun 1939 dengan nama perlon. Serat banyak digunakan dalam industri tekstil. perkembangan selanjutnya diarahkan pada memperbaiki cara pembuatan dan pengubahan bahan serat untuk mendapatkan kualitas hasil akhir yang lebih baik. Namun. .5 Derajat Kekristalan Polimer Tidak seperti halnya logam. Serat dapat juga diperoleh dari hasil pengolahan selulosa secara kimiawi. tidak bersifat kristalin atau memiliki keteraturan dalam rentang cukup panjang. Derajat kekristalan polimer misalnya dapat direkayasa dengan mengendalikan laju solidifikasi dan struktur rantai. baik pada proses sintesis maupun deformasi. polimer dapat direkayasa sehingga strukturnya memiliki daerah kristalin. nilon 7. Polimer harus mempunyai gugus polar yang letaknya teratur untuk mendapatkan kohesi antar molekul yang kuat dan titik leleh yang tinggi. polimer pada umumnya bersifat amorphous. apabila serat diberi zat warna maka sifat fisikaserat tidak boleh mengalami perubahan yang mencolok dan warna bahanmakanan jadinya harus tetap tahan terhadap cahaya dan pencucian. Dengan ditemukannya beberapa macam serat sintetis. Nomor yang ada di belakang nama nilon menunjukkan jumlah atom karbon monomer pembentuknya. 1. Besarnya daerah kristalin dalam polimer dinyatakan sebagai derajat kekristalan polimer. Selulosa merupakan serat alami dan merupakan bagian terbesar yang terdapat dalam tumbuhtumbuhan. Sejarah perkembangan serat sintetis dimulai dengan dibuatnya serat poliamida oleh Dupont pada tahun 1938 dengan nama nilon. Serat poliamida (nilon) mempunyai banyak jenis antara lain: nilon 66. yang dengan cara penarikan mempunyai kekuatan serat yang tinggi dan kurang elastik. Serat diperoleh dari hasil pengolahan selulosa adalah rayon. nilon 610.   Polimer harus memberi kemungkinan untuk mendapatkan derajat orientasi yang tinggi. nilon 11 (krislan). Mudah diberi zat warna. walaupun sangat sulit untuk mendapatkan derajat kekristalan 100% sebagaimana halnya pada logam.

Sifat-sifat mekanik yang dipengaruhi oleh derajat kekristalan misalnya adalah kekakuan (stiffness). dan digunakan untuk mengurangi getaran yang disebabkan ketidakteraturan permukaan jalan. melalui celah-celah halus sambungan ban terhadap pelek maupun mekanik sekat/valve pada pentil (ventil). diproduksi dari karet sintetik.Sifat-sifat mekanik dan fisik dari polimer sangat dipengaruhi oleh derajat kekristalannya. Dikarenakan partikel gas Nitrogen (N2) lebih besar dibandingkan Oksigen (O2). BAN Ban adalah peranti yang menutupi velg suatu roda. sehingga gas Oksigen bisa tiga kali lebih cepat merembes keluar ketimbang gas Nitrogen. atau gas yang kita hirup sehari-hari. Ban adalah bagian penting dari kendaraan darat. Sebagian besar ban yang ada sekarang. walaupun dapat juga. melindungi roda dari aus dan kerusakan. Partikel gas Oksigen lebih kecil dibanding gas Nitrogen. Sedangkan sifat-sifat fisik yang berhubungan dengan derajat kekristalan misalnya adalah sifat-sifat optik dan kerapatan (density) dari polimer. Ban yang diisi gas (angin) bertekanan tertentu umumnya terdiri dari 21% gas Oksigen dan 78% gas Nitrogen. terutama yang digunakan untuk kendaraan bermotor. maka N2 dapat mencegah terjadinya . serta memberikan kestabilan antara kendaraan dan tanah untuk meningkatkan percepatan dan mempermudah pergerakan. B. dan keuletan (ductility). Berikut ini akan dibahas mengenai ban beserta bahan dan polimernya. Dimana campuran gas tersebut didapat dari udara sekitar pompa gas/angin tersebut. kekerasan (hardness).

Bagian dari ban berhubungan langsung dengan permukaan jalan diperkuat oleh semacam sabuk pengikat yang dinamakan "Breaker" atau "Belt".  Ban Radial Untuk ban radial. Cord ditenun dengan cara zig-zag membentuk sudut 40 sampai 65 derajat sudut terhadap keliling lingkaran ban. Jenis-jenis Ban  Ban Bias Ban dengan struktur bias adalah yang paling banyak dipakai. Selain itu Nitrogen aman digunakan karena tidak bisa terbakar. dan merupakan bagian dari gas yang ada di atmosfir yang juga kita hirup sehari-har i. tidak berbau. Jadi dilihat dari samping konstruksi cord adalah dalam arah radial terhadap pusat atau crown dari ban. Ban jenis . 1. konstruksi carcass cord membentuk sudut 90 derajat sudut terhadap keliling lingkaran ban. Dibuat dari banyak lembar cord yang digunakan sebagai rangka dari ban.kebocoran (rembesan) yang menyebabkan berkurangnya tekanan gas (angin) pada ban.

Campuran umum antara bahan karet sintetis dan karet alam menurut jenis ban adalah Truk Kecil 50% 50% Ban Mobil Balap 65% 35% Ban Off-The-Road (giant/earthmover) 20% 80% .  Ban Tubeless Ban Tubeless adalah ban yang dirancang tanpa mempunyai ban dalam. softener Di satu ban ukuran populer 195/70R14 ban mobil penumpang untuk semua musim. peptizer. brass untuk kawat baja. ozonan. fiberglass.cure accelerators. Bagian-bagian ban 1. terdiri dari 30 jenis bahan karet sintetis1. misalnya benang polyester pada lapisan ban dan kawat baja pada bagian sabuk baja dan bead yang umumnya terdapat pada ban mobil penumpang radial)Karet alam dan sintetis (terdapat ratusan jenis karet/polimer).5 kg bead kawat baja 1.5 kg sabuk kawat baja 0. Ban tubeless in diciptakan sekitar tahun 1990.antioksidan. aramid fiber.5 kg terdiri dari 40 jenis bahan kimia. silica.5 kg terdiri dari 8 jenis bahan karet alam 2 kg terdiri dari 8 jenis bahan karbon black0.ini hanya menderita sedikit deformasi dalam bentuknya dari gaya sentrifugal. resin dan benang Curatives -. or polyester (biasanya bahan kombinasi. sulfur Processing aids -minyak. Campuran kimia -. walaupun pada kecepatan tinggi. activators. Ban radial ini juga mempunyai "Rolling Resistance" yang kecil. parafin wax Adhesion promoters -.5 kg. tackifier.cobalt salt. minyak dan lain-lain.Karbon black. mempunyai berat sekitar 8 kg yang terdiri dari : 2 kg . nylon. resin Antidegradants -. benang polyester dan nylon 0. rayon.2 Bahan Dasar Pembuatan Ban Benang/kawat baja.

misalnya karet alam. alat-alat kedokteran. dan Malaysia. kemudian di panaskan dan diasapkan.CH2 CH3 Karet alam diperoleh dari getah resin karet (lateks karet alam) yang disebut Hevea Brasiliensis yang berasal dari daerah Amazon dengan cara penggumpalan dan pengeringan. Dibawah ini adalah monomer dan dan unit ulangan Poliisoprena (karet alam). Karet sistetis sengaja dibuat sedemikian rupa mirip dengan karet alam. Digunakan sebagai bahan baku produksi ban. TSR digunakan sebagai bahan baku produksi ban. zat perekat. Karet Stiren Butadien ( SBR ). Ada banyak macamnya yaitu Karet Isopuren ( IR ). Daerah penghasil karet alam terbesar yang memproduksi 70% dari jumlah seluruh produksi karet dunia adalah Thailand. Karet silicon ( VMQ. TTR ( Produk Thailand ) dan lain lain. dan tube. Digunakan untuk sarung tangan karet. memiliki daerah elastis non linear yang sangat besar yang disebabkan oleh adanya sambungan-sambungan antar rantai (cross links) yang berfungsi sebagai ’pengingat bentuk’ (shape memory) sehingga karet dapat kembali ke bentuknya semula. Karet Nitril ( NR ).CH2CH = C . Karet Uretan ( AU. Lateks Merupakan karet alam yang awet disimpan yang dibuat dengan cara menambahkan anmonia ke dalam getah karet. setelah itu dikeringkan dengan pemanasan. EU ). Karet BUTIL ( IIB ). benang karet. dan lain-lain. Tergantung dari negara yang memproduksi. CH2 = CH .C. Karet Butadien ( BR ). Tergantung dari cara memprosesnya. Karet Acril ( ACM ) dan lain . SSR ( Produk Singapura ). Indonesia. Karet Khloropuren ( CR ). Karet etilen propilen ( EPDM ). RSS adalah karet alam yang diperoleh dengan cara memasukkan lateks ke dalam asam untuk dipadatkan.C = CH2 CH3 . SIR ( produk Indonesia ). TSR adalah karet yang telah digumpalkan kemudian dihaluskan. dan tube. Sama seperti dengan RSS. FVMQ ). Bila akan dikirim biasanya dikentalkan terlebih dahulu dengan mesin sentrifugal hingga kekentalannya mencapai 60%. ada SMR ( Produk Malaysia ). Elastomer (karet) Polimer jenis elastomer. pada saat beban eksternal dihilangkan. secara umum karet alam dibagi menjadi 3.

karet alam merupakan polimer adisi alam yang paling penting. Karet alam adalah polimer isoprena. Pemakaian gabungan keduanya banyak digunakan untuk membuat ban.lain. dan karet butadiene. karet alam yang diambil dari pohon karet dan karet sintesis yang dibuat dari derivatif minyak bumi. Karet tersebut terutama digunakan sebagai bahan baku pembuatan ban. prosentase karet sintetis ini meliputi 80 %. Pada tahun 1844. Bila digabung dengan karet alam. Hal ini disebut ikatan silang. dan ikatan silang ini memberikan kekuatan tambahan terhadap polimer. Proses lain yang sering terjadi pada gabungan reaksi dengan reaksi adisi atau reaksi kondensasi merupakan gabungan/ikatan bersama dari banyak rantai polimer. selang. Karet padat yang dibentuk dapat digunakan pada ban dan bola-bola karet. Karet sintetis yang paling banyak diproduksi ada 3 jenis yaitu karet isopuren. Perhatikan Gambar 10. karet stiren butadiene. Proses ini disebut vulkanisasi. . Charles Goodyear telah menemukan bahwa lateks dari pohon karet yang dipanaskan dengan belerang dapat membentuk ikatan silang antara rantai-rantai hidrokarbon di dalam lateks cair. untuk menghormati dewa Romawi yang bernama Vulkan. Karet disadap dari pohon karet dalam bentuk suspensi di dalam air yang disebut lateks.

kabel. Kekuatan rantai dalam elastomer (karet) terbatas. Beberapa pengganti yang berhasil dikembangkan adalah neoprena yang kini digunakan untuk membuat selang/pipa air untuk pompa dan karet stirena – buatdiena (SBR /styrene – butadiene rubber). Contoh elastomer yang banyak digunakan adalah poli (vinil klorida). dan insulator. plastic. Meskipun pengganti – pengganti karet sintesis ini mempunyai banyak sifatsifat yang diinginkan. akibat adanya struktur jaringan. Misalnya pada ban digunakan komposisi 45% karet sintesis dan 55 % karet alam. kenaikan harga minyak bumi memicu kenaikan harga karet sintesis. Karet sintesis dan karet alam adalah barang complementary. tetapi energi kohesi harus rendah untuk memungkinkan peregangan. industry polimer tumbuh dengan cepat karena ahli kimia telah meneliti untuk pengganti karet. polimer stirena-butadiena-stirena (SBS) merupakan jenis termoplastik elastomer. karena itu kenaikan harga karet sintesis juga memicu kenaikan harga karet alam. Saat perang dunia II. pembuatan ban Gambar 10 Karet alam dan karet sintetis Lateks atau karet alam yang dihasilkan dari pohon karet bersifat lunak/lembek danlengket bila dipanaskan. artinya keduanya harus digunakan bersamaan. persediaan karet alam berkurang. namun tidak ada satu pengganti karet sintesis ini yang mempunyai semua sifat-sifat dari karet alam yang . Polyurethane: digunakan untuk campuran lem. yang digunakan bersama dengan karet alam untuk membuat ban-ban mobil. Dikarenakan pembuatan karet sintesis mengunakan bahan dasar minyak bumi.

Membuat bahan lebih tahan beku. Residu panen selulosik merupakan sumber alcohol fermentasi yang potensial. gula. dan garam. belerang. Sari yang berupa susu dipanaskan untuk dibuat karet mentah. termasuk asam lemak. Sesungguhnya isoprena merupakan produk degradasi utama karet. sehingga pemlastis kadang-kadang juga merupakan elastikator. Karet alam dibuat dari sari getah pohon (lateks). CH2_C=CH CH2 CH3 Ternyata karet mempunyai isomer ruang yang berbentuk cis dan trans.Karet termasuk polimer dengan berat molekul yang sangat tinggi (rata-rata sekitar 1 juta) dan amorfus meskipun menjadi terkristalisasi secara acak pada suhu rendah. zat pewarna. Karet merupakan politerpena yang disintesis secara alami melalui polimerisasi enzimatik isopentilpirofosfat. dan elektrodekantasi. protein. Lateks pekat merupakan produk olahan lateks alam yang dibuat dengan proses tertentu. dibuat campuran dibentuk dengan tekanan dan divulkanisasi dengan reaksi penyilangan sambil dipanaskan untuk mendapatkan bentuk cetakan. Diantara keempat cara tersebut sentrifugasi dan pendadihan merupakan cara yang telah dikembangkan secara komersial sejak lama.dinginkan. dan menurunkan suhu alir. sterol ester. Disamping itu. penguapan. yang diidentifikasi sebagaimana pada awal 1860-an. Bahan pemlastis yang berupa zat cair perlu mempunyai titik didih yang cukup tinggi sehingga tidak menguap selama pengolahan. CH2 C=C H3C H H3C CH2 H2C CH2 C=C H Hampir semua karet alam diperoleh sebagai lateks yang terdiri dari sekitar 32-35% karet dan sekitar 5% senyawa lain. Pemekatan lateks alam dilakukan dengan menggunakan empat cara yaitu: sentrifugasi. Kemudian diplastisasikan agar dapat diproses dengan lebih mudah dan dicampur pengisi kolom seperti karbon hitam. yang diperoleh melalui pulping dan parboiling tumbuhan sebelum dimurnikan. Pemekatan . Karet guayule merupakan kecualian. pendadihan. pemlastik juga dapat meningkatkan elastisitas bahan. Rumus empiris karet adalah C10H16 dan ini adalah polimer yang tinggi.

Pemekatan lateks dengan cara pendadihan memerlukan bahan pendadih seperti Natrium atau amonium alginat. Lateks yang dimasukkan kedalam alat sentrifugasi (separator) akan mengalami pemutaran yaitu gaya sentripetal dan gaya sentrifugal. Bagian serum yang mempunyai rapat jenis besar akan terlempar ke bagian luar (lateks skim) dan partikel karet akan terkumpul pada bagian pusat alat sentrifugasi.lateks dengan cara sentrifugasi dilakukan menggunakan sentrifuge berkecepatan 6000-7000 rpm. Menurut ASTM lateks pekat dibagi menjadi 3 jenis berdasarkan sistem pengawetan dan metode pembuatannya yaitu :    Jenis I : Lateks pekat pusingan dengan amonia saja atau dengan pengawet formaldehida dilanjutkan dengan pengawet amonia. asesoris olah-raga dan lainlain. segel karet. Jenis II : Lateks pekat pendadihan yang diawetkan dengan amonia saja atau dengan pengawet formaldehida dilanjutkan dengan amonia. Sarung tangan karet dan balon biasanya dibuat dengan mengkoting lateks di atas cetakannya sebelum vulkanisasi. weather striping. . Sebagian besar lateks dikoagulasi (misalnya dengan asam asetat) dan dipakai dalam bentuk padat. sedang yang dibawah adalah serum. Sebagian besar karet Havea (sekitar 65%) digunakan dalam pembuatan ban. Adanya bahan pendadih menyebabkan partikel-partikel karet akan membentuk rantai-rantai menjadi butiran yang garis tengahnya lebih besar.02 g/cm3. methyl Vcellulosa. carboxy methylcellulosa dan tepung iles-iles. insulasi listrik. Jenis III : Lateks pusingan yang diawetkan dengan kadar amonia rendah dan bahan pengawet sekunder. Mutu lateks yang dihasilkan ditentukan berdasarkan spesifikasi menurut ASTM dan SNI. Gaya sentrifugal tersebut jauh lebih besar daripada percepatan gaya berat dan gerak brown sehingga akan terjadi pemisahan partikel karet dengan serum. gum tragacant. Salah satu diantara beberapa aplikasi karet yang tidak divilkanisir adalah dalam bentuk kerisut yang karena ketahanan abrasinya istimewa. Lateks biasa dikonfersi kekaret busa dengan aerasi mekanik yang diikuti dengan vulkanisasi. tetapi juga ditemukan dalam sekelompokproduk-produk komersial termasuk alas kaki. Perbedaan rapat jenis antara butir karet dan serum menyebabkan partikel karet yang mempunyai rapat jenis lebih kecil dari serum akan bergerak keatas untuk membentuk lapisan. sedangkan lateks skimnya masih mengandung karet kering antara 3-8% dengan rapat jenis sekitar 1. dipakai untuk tapak sepatu. Lateks pekat ini mengandung karet kering 60%.

 Mikroorganisme atau jasad-jasad renik Lateks yang berasal dari pohon karet yang sehat dan baru disadap dapat dikatakan steril atau bersih sama sekali dari mikroorganisme. Tetapi pohon yang baru disadap mudah sekali terinfeksi oleh jasad-jasad renik.  Kondisi tanaman Tanaman karet yang sedang sakit. Prakoagulasi terjadi karena kemampuan bagian koloidal yang terkandung dalam berkurang. masih muda atau telah tua bias mempengaruhi koagulasi. Kejadian ini sering terjadi diareal perkebunan karet sebelum sampai kepabrik atau tempat pengolahan. Hasil sadapan yang mengalami prakoagulasi hanya dapat diolah menjadi karet yang bukan jenis baku dan kualitasnyapun rendah.   Air sadah Cara pengangkutan . Bagian-bagian koloidal ini kemudian menggumpal menjadi satu dan membentuk komponen yang berukuran besar. Inilah yang menyebabkan terjadinya pra koagulasi. Cara kerjanya adlah dengan mengubah susunan protein yang melapisi bahan-bahan karet. Penyadapan pada tanaman yang belum siap akan menghasilkan lateks yang kurang mantap dan menggumpal. Penyebab terjadinya prakoagulasi antara lain sebagai berikut :  Jenis karet yang ditanam Perbedaan antara jenis yang ditanam akan menghasilkan lateks yang berbeda-beda pula.  Enzim-enzim Enzim dikenal sebagai biokatalis yang mampu mempercepat berlangsungnya suatu reaksi walaupun hanya terdapat dalam jumlah kecil.Prakoagulasi merupakan pembekuan pendahuluan yang menghasilkan lumps atau gumpalan-gumpalan pada cairan getah sadapan. Akan tetapi bila tindak pencegahan prakoagulasi telah dilaksanakan maka penyadapan pada musim hujan dapat terus dilakukan. Bila hal ini terjadi akan timbul kerugian yang tidak sedikit. Komponen koloidal yang leih besar ini akan membeku.  Faktor cuaca atau musim Penyadapan jarang dilakukan untuk mencegah terjadinya koagulasi. Akibatnya kemantapan lateks berkurang dan terjadilah prakoagulan. Otomatis kestabilan dan kemantapan koloidalnya berbeda.

adalah proses penempelan bahan kembang baru ke badan ban yang telah disiapkan. Na2CO3 dan Na2CO3. berbau merangsangdan mudah diencerkan dalam air. selanjutnya dipindahkan ke ruang vulkanisir di mana tekanan dan suhu diaplikasikan dengan durasi yang tepat.     Kotoran atau bahan lain yang tercampur Senyawa-senyawa kimia yang digunakan sebagai bahan anti koagulan adalah : Soda (Natrium karbonat. dengan lapisan kembang baru yang ditempatkan. Pemakaian bahan anti koagulan harus dibatasi karena pemakaiannya memakan biaya yang banyak. yang merupakan istilah yang dikenal luas. memvulkanisir lapisan karet bantalan dan . Gambar 11 Permen karet mengandung karet stirenabutadiena Sintesis Vulkanisir.  Asam cuka (disebut juga asam CH3COOH ) Berupa cairan yang tidak berwarna dan jernih. mudah larut dalam air. berbau merangsang dan masih bereaksi asam pada pengenceran. Badan yang telah disiapkan. 10H2O) Amoniak (NH4OH) Natrium sulfit (Na2SO3) Bahan-bahan penggumpalnya : Asam semut (disebut juga asam formiat CHOOH ) Berupa cairan jernih dan tidak berwarna.

mantap dan kuat dengan cara menambahkan sejumlah aditif (bahan tambahan) dalam vulkanisasi elastomer. Meskipun dalam beberapa hal. Curing menyebabkan molekul karet yang panjang dan saling terkait diubah menjadi struktur 3 (tiga) dimensi melalui pembetukan crosslinking (ikatan silang) secara kimia.semi efisien. vulkanisasi / vulkanisir dikenal juga dengan istilah ―cure‖ merupakan proses pengaplikasian tekanan dan panas terhadap campuran elastomer dan bahan kimia untuk menurunkan plastisitas dan meningkatkan elastisitas. peroksida. Mutu produk karet yang baik yang dapat memenuhi spesifikasi yang disyaratkan dapat dihasilkan dengan mempelajari dan menggunakan sistem vulkanisasi / vulkanisir yang tepat. sistem konvensional. dan sistem efisien. dan kemantapan. Sistem yang dipakai untuk membentuk ikatan silang yang dijembatani oleh atom belerang antara lain sistem donor belerang.merekatkan kembang dengan kencang ke badan ban. Sistem vulkanisasi / vulkanisir sangat mempengaruhi sifat fisik dan sifat pengusangan barang karet. atau iradiasi yang digunakan spesifik untuk elastomer khusus atau elastomer umum untuk mendapatkan sifat khusus. Sistem vulkanisasi tanpa belerang adalah dengan uretan. kekuatan. resin khusus. Crosslinking akan terbentuk lebih cepat jika sulfur dikombinasikan dengan bahan accelerator dan bahan lainnya. Bahan lain yang dapat dipakai sebagai curing agent untuk menghasilkan karet vulkanisir dengan membentuk crosslinking sulfur misalnya sulfur donor seperti TMTD (tetramethylthiuram . Dalam proses vulkanisasi ini sifat karet yang pada awalnya plastis berubah menjadi elastis. kadar bahan yang terlibat langsung dalam proses vulkanisasi / vulkanisir tidak lebih dari 0. Bahan yang pertamakali dan terutama dipakai untuk vulkanisasi / curing agent adalah belerang (sulfur). Pembentukan ikatan silang belerang antara belerang dan accelerator adalah sistem vulkanisasi yang paling banyak digunakan dalam industri barang jadi karet.5 – 5% berat keseluruhan pencampuran. Dalam proses vulkanisasi dipakai bahan kimia yang dapat bereaksi dengan gugus aktif pada molekul karet untuk membentuk crosslinking antara molekul. Karakterisasi vulkanisasi memberikan informasi mengenai waktu pravulkanisasi. amina. vulkanisasi menjadi kunci keseluruhan teknologi karet. waktu pemasangan. laju vulkanisasi dan modulus torsi sistem vulkanisasi yang diberikan pada suhu pemasakan yang diinginkan. Dan proses vulkanisasi memegang peranan yang sangat penting dalam pembentukan sifat fisik dan sifat kimia yang diinginkan.

Bahan penting lain adalah retarder. laju vulkanisasi dan reaksi lanjut antara belerang dan elastomer dalam proses vulkanisasi belerang. sedangkan untuk vulkanisasi kloropren. yang mana tidak mempengaruhi laju vulkanisasi. dinding sel tumbuhan Tepung. makanan bahan Pati/amilum Kondensasi Glukosa .dithiodimorpholine). Bahan kimia yang digunakan sebagai accelerator ini jumlahnya sedikit dan digunakan bersama belerang untuk Untuk meningkatkan curing rate (laju pematangan) ditambahkan activator ke dalam sistem vulkanisasi. Untuk vulkanisasi karet jenuh dan karet tidak jenuh digunakan peroksida. selang plastik Panci anti lengket Bungkus botol plastik Tali plastik.4.Cl Vinilklorida CF2 = CF2 Politetraflouroetilena KEGUNAAN Pipa plastik. Adisi Polietilena Adisi CH2 = CH2 Etena Polipropilena Adisi CH2 = CH – CH3 Propena Poliisoprena alam) (karet CH3 Adisi CH2 = C – CH2 – CH3 Isoprena Ban mobil Selulosa Kondensasi Glukosa Serat kayu. bromobutil. fluorokarbon. dll digunakan ZnO dan MgO (metal oksida). Retarder ini biasanya disebut PVI (prevulcanization inhibitor). Kombinasi ZnO dan Asam Stearat umumnya dipakai sebagai activator.disulfide) atau DTDM (4. Penggunaan accelerator bertujuan mengontrol mulainya vulkanisasi. POLIMER Polivinil (PVC) Teflon clorida Beberapa polimer disajikan dalam tabel berikut: POLIMERISASI Adisi MONOMER H2C = CH . karung plastik plastik. merupakan bahan kimia yang digunakan untuk menunda waktu pra-vulkanisasi atau mencegah terjadinya vulkanisasi prematur. Bahan kimia lain yang digunakan dalam proses vulkanisir karet dikenal dengan istilah accelerator.

Untuk menentukan apakah casing ban yang telah botak alias gundul/aus bisa diproses untuk vulkanisir atau ditolak. C.Namun disini yang dibahas untuk sistem cold proses sistem atau dikenal dengan masak dingin.Dari berbagai jenis mesin yang ada pada tampilan ini bukan berarti harus menggunakan mesin ini.Kita akan melihat tahapan dari awal hingga finish. bahan makanan. .Protein Kondensasi Glukosa Zat pembangun. Tahapan Vulkanisir Ban  Tahapan Vulkanisir Ban Mari kita sedikit mengingat tahap demi tahap pada proses vulkanisir ban.Divisi inilah yang menjadi peran penting. 1) Pemeriksaan Divisi ini sangat menentukan terhadap ban yang bisa diproses atau tidak.

3) Skiving Menyingkirkan benda yang tertanam untuk memastikan permukaan yang bersih dan padat yang sesuai untuk vulkanisir.2) Buffing Membuang bunga ban yang telah aus dari casing ban.Istilah dengan gerenda tangan. 4) Cementing Menyemprotkan lapisan tipis cairan karet konsentrat pada badan ban yang direparasi. .supaya menjadi kasar untuk bisa dipasang klembali dengan precured baru/bunga baru.

. Extruder Mengisi bidang sesetan dengan karet gom 5) b.5) a. Berikutnya lapisan baru berupa kembang yang telah divulkansir sangat padat dimasukkan ke badan ban. Pemasangan cushion gum 6) Penggunaan Bunga Ban Lapisan penempel karet bantalan ditempatkan di antara kembang dan badan ban.

selanjutnya dipindahkan ke ruang vulkanisir di mana tekanan dan suhu diaplikasikan dengan durasi yang tepat. 8) Proses Masak di chamber/Curing Vulkanisir. adalah proses penempelan bahan kembang baru ke badan ban yang telah disiapkan. . yang merupakan istilah yang dikenal luas. Badan yang telah disiapkan. 9) Pemeriksaan Akhir Semua ban yang telah divulkanisir akan diperiksa secara ketat untuk memastikan bahwa produk yang aman dan atraktif akan didaur ulang kepada pelanggan. lem penempel serta kembang yang sudah divulkanisir ditempelkan menjadi satu dengan sangat baik.7) Pemasangan Enveloping Pembungkus khusus digunakan untuk membungkus ban dan memastikan badan ban. dengan lapisan kembang baru yang ditempatkan. memvulkanisir lapisan karet bantalan dan merekatkan kembang dengan kencang ke badan ban.

dan bila sudah tidak memungkinkan lagi diproses hot top dengan alasan bagian shoulder ban tersebut rusak maka alternatif ketigalah ban tersebut dengan proses Hot Full.Ban sebaiknya dilepas/dicopot untuk diVulkanisir bila : Sebenarnya ciri ini gampang saja untuk dilihat dari pandangan mata secara langsung karena casing ban bila sudah tidak ada alurnya kembali sudah otomatis harus dibuka walaupun ban tersebut tentunya tidak akan di vulkanisir.sebelum dasar tersebut rusak parah dan tidak bisa divulkanisir kembali.Dengan demikian diusahakan batas minimum tersebut jangan sampai habis dikarenakan pemakaian ban yang terus digunakan. 3.10) Sama baiknya dengan yang baru Sama halnya dengan ban baru.. Hal inilah yang sangat diharapkan baik sama perusahaan vulkanisir ban dan pemilik .Dan didalam alur ban tersebut terdapat pembatas minimum agar ban tersebut cepat diganti.Walaupun ada alternatif kedua dan ketiga bila keadaan casing tersebut sudah rusak yaitu bisa dialihkan menjadi proses kedua yaitu Hot top. maka ban yang telah divulkanisir kembali siap untuk meluncur di jalan.Demikian sedikit yang kita bahas semoga bermanfaat 11) Saat Tepat Vulkanisir Yang sangat perlu perhatikan adalah bila ban yang telah aus atau habis bunganya sebaiknya segera dilepas dari kendaraan Anda.Hal ini sebenarnya jarang kita perhatikan namun sebenarnya tebal dari bunga ban untuk ukuran 900-20 dan 100-20 biasanya berkisar antara 14-17 mm pada saat ban tersebut kita beli.Hal yang sangat menentukan bisa diproses kembali adalah dari bentuk casingnya itu sendiri.Selain menjaga keselamatan dijalan juga sebagai alternatif kenyamanan di jalan.Adapun hal yang harus diperhatikan diantaranya adalah : 1.Casing yang terawatt dengan baik meningkatkan kemungkinan untuk divulkanisir berulang kali. 2.Lepas ban dari kendaaraan sebelum casingnya(ban aslinya)rusak. Hal ini diperlukan agar pada proses vulkanisir lebih sempurna hasilnya dan bisa divulkanisir beberapa kali untuk proses masak dingin tentunya yang sangat diharapkan.

hitam dan lembek ini diproses berulang-ulang kali.bukan hal yang aneh bila ban tersebut bisa berulang-ulang untuk dimasak kembali khususnya proses vulkanisir masak dingin.Sebab bila keadaan casingnya betul-betul terawat dengan baik . Masing-masing dari bahan ini menambahkan sifat tertentu dari campuran ( compound ) ini. Proses lalu dimulai dengan mencampurkan bahan-bahan dasar karet dengan oli proses. PROSES PEMBUATAN BAN  Pencampuran Bahan Pembuatan sebuah ban radial dimulai dengan mempersiapkan berbagai jenis bahan mentah seperti pigmen.kendaraan pada umumnya. benang-benang. Semua bahan ini diaduk dalam blender raksasa yang dikenal sebagai mesin Banbury. kurang-lebih 30 jenis karet yang berbeda. Mesin ini bekerja dengan tekanan dan suhu yang sangat tinggi. Bahan campuran yang panas. kawat bermanik-manik (bead wire) dan sebagainya. akselerator dan berbagai zat tambahan lainnya. warna hitam karbon.  Pencetakan Ban Setelah itu. karet ini didinginkan ke dalam beberapa bentuk. D. pigmen. zat-zat kimia. Kilang ini memasukkan karet tadi di antara pasangan penggulung (roller) berulang-ulang sehingga menjadi komponen-komponen . Biasanya diproses menjadi lembaran-lembaran yang lalu dibawa ke kilang pemisah. anti-oksidan.

Lalu ditambahkan sepasang strip chafer. rayon atau nylon. termasuk polyester. Mesin perakit ban membentuk ban-ban radial menjadi bentuk yang sudah sangat dekat dengan dimensi final untuk memastikan bahwa semua komponen yang berjumlah banyak itu berada dalam posisi yang tepat sebelum ban masuk ke mesin pencetak. Lapisan-lapisan ini akan mengurung udara dan membuat ban menjadi tubeless . Ban-ban radial dibuat menggunakan satu atau dua mesin ban. Kawat baja tersebut diselaraskan dengan pita yang dilapis dengan karet untuk pelekat. Di bagian dalam sekali dari ban ada dua lapis karet lembek sintetis yang disebut interliner. Mereka lalu dibawa dengan ban berjalan lalu menjadi dinding samping. telapak ataupun bagian-bagian lain dari ban. Ada jenis karet yang melapisi rajutan benang yang akan menjadi badan dari ban.  Kawat Pengikat Sebuah komponen lainnya. ban radial yang kini disebut green tire kini siap untuk diperiksa dan disempurnakan. kemudian digulung dan diikat untuk selanjutnya disatukan dengan bagian ban lainnya. Setelah sebuah pemutar otomatis menjepit semua komponen sehingga menempel kuat satu dengan yang lain. Telapak ban adalah bagian terakhir yang dipasang. Kebanyakan dari ban untuk kendaraan penumpang dewasa ini menggunakan badan yang terbuat dari benang polyester.  Lapisan Kemudian ada dua lapisan rajutan ply. . yang berbentuk gulungan. Komponen ini memiliki dari kawat baja high-tensile yang berfungsi sebagai tulang ban yang akan menempel pada pinggiran velg mobil. yang dinamakan demikian karena keduanya mencegah kerusakan yang diakibatkan pinggiran velg ketika ban dipasang. disebut bead. Dua strip yang dinamakan apex membuat kaku area pas di atas bead. Rajutan ini datang dalam rol-rol yang besar dan mereka juga sama pentingnya dengan campuran karet yang dipakai.ban. Berbagai jenis benang dipakai.  Tapak Ban Lalu pembuat ban menambahkan sabuk baja yang menahan kebocoran dan menekan telapak ban ke permukaan jalan.

para teknisi pengendalian mutu secara rutin membongkar ban yang diambil secara acak untuk mempelajari setiap detil dari konstruksinya yang mempengaruhi performa. Di samping itu. Ada ban yang ditarik dari lini produksi dan diperiksa dengan X-ray untuk mendeteksi kelemahan-kelemahan yang tersembunyi atau kerusakan-kerusakan internal. Inspeksi tidak hanya di permukaan saja. ban-ban akan keluar dari cetakannya dan langsung jatuh ke ban berjalan yang lalu akan membawanya ke bagian finish dan inspeksi terakhir. Ban-ban dipanaskan dalam temperatur lebih dari 300 derajat selama 12 hingga 25 menit tergantung ukurannya. Cetakan ini digrafir dengan pola telapak.  Tahap ketiga disebut Tread Extruding. Pada tahap ini segala jenis bahan baku karet sintetis dan karet alam dicampur menjadi satu agar bahan bisa menjadi lebih homogen. .  Tahap kedua adalah Feed Mill. Pengadukan dan Pemanasan Bahan Alat penekan curing memberi ban bentuk final serta pola telapaknya. Disini karet akan dilumatkan agar lebih homogeny lagi. Begitu mesin cetak terbuka. kode-kode di dinding samping sebagaimana diwajibkan oleh peraturan yang berlaku. Sebagian dari cacat bisa dideteksi hanya dengan mata dan tangan pemeriksa yang sudah terlatih. Karet dibuat homogen untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan selama proses produksi. sebagian lagi baru bisa ditemukan menggunakan mesin-mesin khusus. kenyamanan dan keselamatan pemakai.  Pemeriksaan Kalau ada yang tidak beres dengan banatau dicurigai tidak beres. Pada tahap ini karet digiling dan dilumatkan lagi menggunakan listrik (diestrum) untuk menghilangkan udara yang terkandung dalam karet.  Pembuatan ban dengan cara lain  Tahap produksi yang pertama adalah Warm Up Mill. ban itu ditolak (reject). Alat yang panas seperti setrika membentuk dan memvulkanisir ban. walaupun hanya cacat sedikit.

 Tahap kelima adalah tahap Spon Roll. Disini para pekerja akan mencari titik dari sebuah ban tempat direkomendasikannya letak ban dalam dan tempat pentil ban sebaiknya diletakkan.  Tahap kedelapan ban akan ditiup dan diberi tekanan angin agar dapat mengembang. Jika ada ban yang rusak (sobek) atau ada cacat sedikit.40˚C.  Tahap ketujuh adalah Extruder.  Tahap kesembilan adalah tahap Tire Inspection. Disini ban diperiksa apakah ban tersebut akan oleng bila dipacu pada kecepatan tertentu. akan dikelompokan sendiri dan akan diproses ulang.  Dan yang terkahir. .  Tahap kesepuluh adalah Tire Wobling.  Tahap keenam adalah Rolling Trap. Disini karet yang telah dipotong-potong (kain ban) diberi kawat disekeliling kain ban tepat ditengah-tengah kain pula. menunggu proses produksi selanjutnya. Pada tahap ini karet yang bersuhu sekitar 100˚C didinginkan menggunakan air hingga suhunya mencapai 30˚C . Pada tahap ini karet yang sudah didinginkan dihilangkan airnya (dikeringkan) dengan cara ditiup menggunakan blower. Disini ban yang telah melewati proses produksi akan diperiksa kelayakan pakainya. tahap kesebelas adalah tahap Tire Balancing. Pada tahap ini karet dipotong-potong menjadi ukuran yang telah ditentukan. Tetapi sebelum ditiup ban akan ―dipresto‖ agar mudah dibentuk. Pemeriksaan ini menggunakan laser. Selanjutnya kami melewati daerah Stock Area. Tahap keempat disebut dengan Cooling Confeyair. Disini adalah tempat ban setengah jadi ditempatkan.

Hal ini disebut ikatan silang. Proses ini disebut vulkanisasi. Karet padat yang dibentuk dapat digunakan pada ban dan bola-bola karet.Proses lain yang sering terjadi pada gabungan reaksi dengan reaksi adisi atau reaksi kondensasi merupakan gabungan/ikatan bersama dari banyak rantai polimer.Perhatikan Gambar 10. Pada tahun 1844. untuk menghormati dewa Romawi yang bernama Vulkan. dan ikatan silang ini memberikan kekuatan tambahan terhadap polimer. . Charles Goodyear telah menemukan bahwa lateks dari pohon karet yang dipanaskan dengan belerang dapat membentuk ikatan silang antara rantai-rantai hidrokarbon di dalam lateks cair.

Lateks atau karet alam yang dihasilkan dari pohon karet bersifat lunak/lembek dan lengket biladipanaskan Kekuatan rantai dalam elastomer (karet) terbatas. Gambar 10.karet alam merupakan polimer adisi alam yang paling penting. Karet alam adalah polimer isoprena. industri polimer tumbuh dengan cepat karena ahli kimia telah meneliti untuk pengganti karet. tetapi energi kohesi harus rendah untuk memungkinkan peregangan. polimer stirena-butadiena-stirena (SBS) merupakan jenis termoplastik elastomer. Beberapa pengganti yang berhasil dikembangkan adalah neoprena yang kini digunakan untuk membuat selang/pipa air untuk pompa gas. Poliester . akibat adanya struktur jaringan. Karet alam dan karet sintetis. yang digunakan bersama dengan karet alam untuk membuat ban-ban mobil. Contoh elastomer yang banyak digunakan adalah poli (vinil klorida). Meskipun pengganti – pengganti karet sintesis ini mempunyai banyak sifatsifat yang diinginkan. Saat perang dunia II. Karet disadap dari pohon karet dalam bentuk suspensi di dalam air yang disebut lateks. dan karet stirena – buatdiena (SBR /styrene – butadiene rubber). istilah "poliester" merupakan sebagai sebuah bahan yang spesifik lebih sering merujuk pada polietilena tereftalat (PET). Meski terdapat banyak sekali poliester. persediaan karet alam berkurang. namun tidak ada satu pengganti karet sintesis ini yang  JENIS POLIMER Poliester adalah suatu kategori polimer yang mengandung gugus fungsional ester dalam rantai utamanya.

kain berlapis dan penguatan plastik dengan tingkat penyerapan energi yang tinggi. film. hologram. Serat poliester mempunyai kekuatan yang tinggi dan E-modulus serta penyerapan air yang rendah dan pengerutan yang minimal bila dibandingkan dengan serat industri yang lain. serat poliester terkadang dipintal bersama-sama dengan serat alami untuk menghasilkan baju dengan sifat-sifat gabungan. Foto baju dari poliester yang diambil dari dekat Poliester juga digunakan untuk membuat botol.termasuk zat kimia yang alami. tampilan kristal cair. Kain dari poliester disebut-sebut terasa ―tak alami‖ bila dibandingkan dengan kain tenunan yang sama dari serat alami (misalnya kapas dalam penggunaan tekstil). Poliester industri digunakan dalam pengutan ban. Walau mudah terbakar di suhu tinggi. tarpaulin. tirai dan korden. kano. Kain poliester tertenun digunakan dalam pakaian konsumen dan perlengkapan rumah seperti seprei ranjang. penyekat saput buat kabel . saput (film) dielektrik untuk kondensator. Fiber fill dari poliester digunakan pula untuk mengisi bantal dan selimut penghangat. Dapat diproduksi dalam berbagai bentuk seperti lembaran dan bentuk 3 dimensi. poliester cenderung berkerut menjauhi api dan memadamkan diri sendiri saat terjadi pembakaran. maupun zat kimia sintetis seperti polikarbonat dan polibutirat. Akibatnya. sabuk pengaman. Namun kain poliester memiliki beberapa kelebihan seperti peningkatan ketahanan dari pengerutan. tali. seperti yang kutin dari kulit ari tumbuhan. poliester sebagai termoplastik bisa berubah bentuk sehabis dipanaskan. penyaring. penutup tempat tidur. kain buat sabuk mesin pengantar (konveyor).

Poliester kristalin cair merupakan salah satu polimer kristalin cair yang digunakan industri yang pertama dan digunakan karena sifat mekanis dan ketahanan terhadap panasnya.000 pabrik di seluruh dunia. piano. dan resin poliester chemosetting digunakan sebagai resin pelapis kaca serat dan dempul badan mobil yang non logam. Ini tanpa . Perusahaan Burns London. terintegrasi. Poliester digunakan pula secara luas sebagai penghalus (finish) pada produk kayu berkualitas tinggi seperti gitar. jadi bisa diperkirakan bahwa poliester diolah dan didaur-ulang di lebih dari 10. Poliester keraspanas (thermosetting) digunakan sebagai bahan pengecoran. dan langsung. Rolls-Royce. Kelebihan itu penting dalam penggunaannya sebagai segel mampu kikis dalam mesin jet. sebab mampu mengisi biji kayu dengan cepat. Eastman Chemicals adalah yang pertama kali memperkenalkan ide menutup rantai dari PX ke resin PET resin dengan apa yang mereka sebut dengan proses INTEGREX®. Kapasitas tempat produksi yang terintegrasi dan horizontal seperti itu >1000 t/d dan bisa dengan mudah mencapai 2500 t/d. Poliester tak jenuh yang diperkuat kaca serat banyak digunakan dalam bagian badan dari kapal pesiar serta mobil. dan bagian dalam kendaraan / perahu pesiar. Ini berarti polimer leleh langsung diubah menjadi filamen atau serat tekstil tanpa melalui tahap pembutiran.dan pita penyekat. dengan ketebalan saput yang terbentuk dengan kuat per lapisan. terdapat sepuluh ribu pabrik pengolahan yang kecil dan sangat kecil. Sifat-sifat tiksotropi dari poliester yang bisa dipakai sebagai semprotan membuatnya ideal untuk digunakan pada kayu gelondongan bijian-terbuka. Kita sedang membahas integrasi horizontal sepenuhnya saat poliester diproduksi mulai dari minyak mentah atau berbagai produk penyulingan dalam chain oil -> benzena -> PX -> PTA -> PET leleh -> serat / filamen atau bottle-grade resin. Poliester yang diawetkan bisa diampelas dan dipoleskan ke produk akhir Untuk menghasilkan poliester leleh dengan sangat efisien. beberapa langkah pengolahan beroutput tinggi seperti serat stapel (50–300 t/d per lini pemintalan) atau POY /FDY (sampai 600 t/d yang dipisahkan menjadi sekitar 10 mesin pemintalan) merupakan proses yang semakin horizontal. dan Sunseeker merupakan segelinter perusahaan yang memakai poliester untuk memperhalus produk-produk mereka. Di samping unit pengolahan besar untuk memproduksi benang atau serat stapel yang tadi sudah disebutkan.

Deterjen Filamen POY. POY = Partially Oriented Yarn (Benang Berorientasi Parsial). Jus. Air. A-PET = Amorphous Polyester Film (saput poliester tak berbentuk). Tabel 2: Daftar penerapan poliester pengepakan dan tekstil.  Pengolahan poliester Sesudah tahap pertama produksi polimer dalam fase leleh. FDY = Fully Drawn Yarn. DTY. FDY A-PET Film Benang teknis dan kawat ban Thermoforming Tak tertenun dan spunbond BO-PET Mono-filamen Pembalutan Singkatan: PSF = Polyester Staple Fiber (Serat Stapel Poliester). BO-PET = .menghitung semua perusahaan yang terlibat dalam industri supply chain. dan aditif tambahan. warna. terdapat daftar berbagai penerapan (aplikasi) utama poliester pengepakan dan tekstil. DTY = Draw Textured Yarn (Benang Tekstur). Dalam tabel 2. POLIMER BERBASIS-POLIESTER Tekstil Pengepakan Serat stapel (PSF) Botol untuk CSD. Bir. arus produk terbagi menjadi dua bidang aplikasi yang berbeda yakni aplikasi tekstil dan aplikasi pengepakan. CSD = Carbonated Soft Drink (minuman ringan yang diisi dengan gas karbon). dimulai dari perekayasaan dan mesin pengolahan serta diakhiri dengan stabilisator.

Di samping unit pengolahan besar untuk memproduksi benang atau serat stapel yang tadi sudah disebutkan. Kita sedang membahas integrasi horizontal sepenuhnya saat poliester diproduksi mulai dari minyak mentah atau berbagai produk penyulingan dalam chain oil -> benzena -> PX -> PTA -> PET leleh -> serat / filamen atau bottle-grade resin. dan langsung.  Sintesis Sintesis poliester pada umumnya dicapai dengan reaksi polikondensasi. dimulai dari perekayasaan dan mesin pengolahan serta diakhiri dengan stabilisator. satu alkohol dan satu asam alkanoat bereaksi membentuk ester karboksilat. air yang terbentuk dari reaksi harus terusmenerus dihilangkan dengan penyulingan azeotrop. Eastman Chemicals adalah yang pertama kali memperkenalkan ide menutup rantai dari PX ke resin PET resin dengan apa yang mereka sebut dengan proses INTEGREX®. terintegrasi.000 pabrik di seluruh dunia. Ini berarti polimer leleh langsung diubah menjadi filamen atau serat tekstil tanpa melalui tahap pembutiran. Pangsa pasar kecilnya poliester (<< 1 Million t/a) digunakan untuk memproduksi plastik teknis dan pembetsan induk.Biaxial Oriented Polyester Film (saput poliester berorientasi dwisumbu). Untuk menghimpun sebuah polimer. Rumus umum untuk reaksi dari sebuah diol dengan sebuah asam dikarboksilat adalah: (n+1) R(OH)2 + n R´(COOH)2 ---> HO[ROOCR´COO]nROH + 2n H2O  Esterifikasi azeotrop Dalam metode klasik ini. . jadi bisa diperkirakan bahwa poliester diolah dan didaur-ulang di lebih dari 10. terdapat sepuluh ribu pabrik pengolahan yang kecil dan sangat kecil. Ini tanpa menghitung semua perusahaan yang terlibat dalam industri supply chain. warna. Untuk menghasilkan poliester leleh dengan sangat efisien. dan aditif tambahan. beberapa langkah pengolahan beroutput tinggi seperti serat stapel (50–300 t/d per lini pemintalan) atau POY /FDY (sampai 600 t/d yang dipisahkan menjadi sekitar 10 mesin pemintalan) merupakan proses yang semakin horizontal. Kapasitas tempat produksi yang terintegrasi dan horizontal seperti itu >1000 t/d dan bisa dengan mudah mencapai 2500 t/d.

Heme A memiliki ekor isoprenoid. Isoprena dihasilkan secara alamiah oleh tumbuhan dan hewan. seperti protein.000. tokoferol.4poliisoprena. resin. Secara industri senyawa ini dihasilkan dari hasil sampingan peluruhan nafta atau minyak. Biasanya ada campuran beberapa persen bahan lain. Biasanya dapat dikatakan bahwa senyawa ini adalah hidrokarbon yang paling umum ditemukan pada tubuh manusia. Senyawa ini biasa digunakan dalam industri. Saat ini sekitar 95% produksi isoprena dunia digunakan untuk membuat karet sintetik cis-1. .000.OCH3 + OH[Oligomer2] / [Oligomer1] (ester-terminated oligomer + alcohol-terminated oligomer) O \\ C . terpenoid.000 hingga 1. Dalam suhu ruang isoprena berwujud cairan bening yang sangat mudah terbakar dan terpantik. penyusun berbagai senyawa biologi penting. serta dapat berbahaya bagi lingkungan dan beracun bagi manusia bila terpapar secara berlebihan. dan skualena. Hal ini tidak mengherankan karena isoprena merupakan kerangka dasar dari banyak metabolit sekunder pada tumbuhan. Pengangkutan isoprena memerlukan penanganan khusus. Bila tercampur dengan udara sangat mudah meledak dan sangat reaktif bila dipanaskan. Terpena. pada karet alam berkualitas tinggi.dengan bobot molekul 100.3-diena. Karet sendiri juga merupakan polimer isoprena — paling sering cis-1.4poliisoprena. dan bahan organik lainnya.O[Oligomer2] + CH3OH / [Oligomer1] (oligomer yang lebih besar + metanol)  Isoprena Isoprena adalah nama umum (nama trivial) dari 2-metilbuta-1. merupakan trans-1. dan koenzim Q tersusun dari isoprena. retinol. Getah perca. Golongan senyawa lain yang dapat dianggap tersusun dari kerangka isoprena adalah fitol. isomer struktural yang memiliki karakteristik mirip namun tidak persis sama. prekursor sterol pada hewan. suatu karet alam lain.Transesterifikasi beralkohol O \\ C .4poliisoprena . Lanosterol. dolikol. Isoprena biasa juga dikandung pada kadar rendah pada banyak bahan pangan. asam lemak.

Isoprena diduga dapat menyebabkan kanker E.diturunkan dari skualena. banyak isoprena dilepaskan ke udara. GAMBAR MESIN PEMBUAT BAN . Isoprena diketahui mempengaruhi status oksidasi massa udara. dan merupakan pemicu terbentuknya ozon. dengan enzim isoprena sintase bertanggung jawab sebagai pembuka proses. isoprena dihasilkan pada kloroplas daun melalui jalur DMAPP. Praktis pada semua organisme penurunan isoprena disintesis melalui jalur HMG-CoA reduktase. Satuan isoprena fungsional dalam organisme adalah dimetilalil pirofosfat (DMAPP) dan isomernya isopentenil pirofosfat (IPP). Efek senyawa ini pada atmosfer banyak dipelajari. Karena turunan isoprena banyak yang merupakan minyak atsiri. gas polutan pada lapisan bawh atmosfer. Pada tumbuhan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful