EPIDURAL HEMATOMA

I. PENDAHULUAN

Epidural hematom adalah salah satu jenis perdarahan intracranial yang paling sering terjadi karena fraktur tulang tengkorak. Otak di tutupi olek tulang tengkorak yang kaku dan keras. Otak juga di kelilingi oleh sesuatu yang berguna sebagai pembungkus yang di sebut dura. Fungsinya untuk melindungi otak, menutupi sinus-sinus vena, dan membentuk periosteum tabula interna. Ketika seorang mendapat benturan yang hebat dikepala kemungkinan akan terbentuk suatu lubang, pergerakan dari otak mungkin akan menyebabkan pengikisan atau robekan dari pembuluh darah yang mengelilingi otak dandura, ketika pembuluh darah mengalami robekan maka darah akan terakumulasi dalam ruang antara dura dan tulang tengkorak, keadaan inlah yang di kenal dengan sebutanepidural hematom.(1,2,3 ) Epidural hematom sebagai keadaan neurologist yang bersifat emergency dan biasanya berhubungan dengan linear fraktur yang memutuskan arteri yang lebih besar, robekan

sehingga menimbulkan perdarahan. Venous epidural hematom berhubungan dengan

pembuluh vena dan berlangsung perlahan-lahan. Arterial hematom terjadi padamiddle meningeal artery yang terletak di bawah tulang temporal. Perdarahan masuk kedalam ruang epidural, bila terjadi perdarahan arteri maka hematom akan cepat terjadi.(15)

Angka kematian meningkat pada pasien yang berusia kurang dari 5 tahun dan lebih dari 55 tahun.II. dan jarang terjadi pada umur kurang dari 2 tahun dan di atas 60 tahun.9) .Subacute hematoma ( 31 % )3.(9) Tipe. yang biasanya berhubungan dengan fraktur tulang tengkorak dan laserasi pembuluh darah. Hematoma epidural terjadi akibat trauma kepala.Cronic hematoma ( 11%) perdarahan dari vena III.(2.tipe : (6) 1. Orang yang beresiko mengalami EDH adalah orang tua yang memiliki masalah berjalan dan sering jatuh.(2. Lebih banyak terjadi pada laki-laki dibanding perempuan dengan perbandingan 4:1. beberapa keadaan yang bisa menyebabkan epidural hematom adalah misalnya benturan padakepala pada kecelakaan motor. INSIDEN DAN EPIDEMIOLOGI Di Amerika Serikat.9) 60 % penderita hematoma epidural adalah berusia dibawah 20 tahun. 2% dari kasus trauma kepala mengakibatkan hematoma epidural dan sekitar 10% mengakibatkan koma. Secara Internasional frekuensi kejadian hematoma epidural hampir sama dengan angka kejadian di Amerika Serikat. ETIOLOGI Hematoma Epidural dapat terjadi pada siapa saja dan umur berapa saja.Epidural hematoma akut (58%) perdarahan dari arteri 2.

suatu jaringan fibrosa. Tepat di bawah galea terdapat ruang subaponeurotik yang mengandung vena emisaria dan diploika. ANATOMI OTAK Otak di lindungi dari cedera oleh rambut. Efekefek ini harus dihindari dan di temukan secepatnya dari tim medis untuk menghindari rangkaian kejadian yang menimbulkan gangguan mental dan fisik dan bahkan kematian. Tulang sebenarnya terdiri dari dua dinding atautabula yang di pisahkan oleh tulang berongga.(1) Tepat di atas tengkorak terletak galea aponeurotika. Selain itu. otak yang lembut yang membuat kita seperti adanya. yang memebantu menyerap kekuatan trauma eksternal. sekali neuron rusak.(1) Pada orang dewasa.Di antar kulit dan galea terdapat suatu lapisan lemak dan lapisan membrane dalam yangmngandung pembuluhpembuluih besar. tanpa perlindungan ini. tengkorak merupakan ruangan keras yang tidak memungkinkan perluasan intracranial. Dinding luar di sebit tabula eksterna. tidak dapat di perbaiki lagi. yang jelas memperlihatkan betapa pentingnya pembersihan dan debridement kulit kepala yang seksama bila galeaterkoyak. Pembuluh-pembuluh ini dapat membawa infeksi dari kulit kepala sampai jauh ke dalam tengkorak. dandinding bagian dalam di sebut tabula interna. Cedera kepala dapat mengakibatkan malapetaka besar bagi seseorang. akan mudahsekali terkena cedera dan mengalami kerusakan. Struktur demikian memungkinkan suatu . Bila robek pembuluh ini sukar mengadakan dengan vasokontriksi dan dapat menyebabkan kehilangan darah yang berarti pada penderita laserasi pada kulit kepala. Sebagian masalah merupakan akibat langsung dari cedera kepala.IV. padat dapat di gerakkan dengan bebas. kulit dan tulang yang membungkusnya.

Robekan ini sering terjadi bila fraktur tulang tengkorak di daerah bersangkutan. Perdarahan ini lebih sering terjadi di daerah temporal bila salah satu cabang arteria meningea media robek. Hematom dapat pula terjadi di daerah frontal atau oksipital. V. dan posterior. arachnoid.Pia mater cranialis.Apabila fraktur tulang tengkorak menyebabkan tekopyaknya salah satu dari artery-artery ini. lapisan luar yang tebal dan kuat. dapat menimbulkan akibat yang fatal kecuali bila di temukan dan diobati dengan segera. dan pia mater (1) 1. tabula interna mengandung alur-alur yang berisiskan arteria meningea anterior.Dura mater cranialis.kekuatan dan isolasi yang lebih besar. lapis terdalam yang halus yang mengandung banyak pembuluh darah. PATOFISIOLOGI Pada hematom epidural.Arachnoidea mater cranialis. Terdiri atas dua lapisan:-Lapisan endosteal (periosteal) sebelah luar dibentuk oleh periosteum yangmembungkus dalam calvariaLapisan meningeal sebelah dalam adalah suatu selaput fibrosa yang kuatyang berlanjut terus di foramen mágnum dengan dura mater spinalis yang membungkus medulla spinalis 2. perdarahan terjadi di antara tulang tengkorak dan durameter.(8) . Ketiga lapisan meningesadalah dura mater. media. perdarahan arterial yang di akibatkannya. dengan bobot yang lebih ringan .Pelindung lain yang melapisi otak adalah meninges. lapisan antara yang menyerupai sarang laba-laba3. yang tertimbun dalam ruang epidural.

Timbul tanda-tanda lanjut peningkatan tekanan intracranial antara lain kekakuan deserebrasi dan gangguan tanda-tanda vital dan fungsi pernafasan. Tekanan pada saraf inimengakibatkan dilatasi pupil dan ptosis kelopak mata. kemudian kesadaran .(1) Karena perdarahan ini berasal dari arteri.Arteri meningea media yang masuk di dalam tengkorak melalui foramen spinosum dan jalan antara durameter dan tulang di permukaan dan os temporale. refleks hiperaktif atau sangat cepat. dan tanda babinski positif.(1) Tekanan dari herniasi unkus pada sirkulasi arteria yang mengurus formation retikularis di medulla oblongata menyebabkan hilangnya kesadaran. menyebabkan kelemahan respons motorik kontralateral. maka seluruh isi otak akan terdorong kearah yang berlawanan. menyebabkan tekanan intracranial yang besar. Di tempat ini terdapat nuclei saraf cranial ketiga (okulomotorius). Tekanan pada lintasan kortiko spinalis yang berjalan naik pada daerah ini. Ketika kepala terbanting atau terbentur mungkin penderita pingsan sebentar dan segera sadar kembali. desakan oleh hematoma akan melepaskan durameter lebih lanjut dari tulang kepala sehingga hematom bertambah besar. maka darah akan terpompa terus keluar hingga makin lama makin besar.(8) Hematoma yang membesar di daerah temporal menyebabkan tekanan pada lobus temporalis otak kearah bawah dan dalam. penderita akan merasakan nyeri kepala yang progersif memberat.Perdarahan yang terjadi menimbulkan hematom epidural. Dalam waktu beberapa jam .(1) Dengan makin membesarnya hematoma. Tekanan ini menyebabkan bagian medial lobus mengalami herniasi di bawah pinggiran tentorium. Keadaan ini menyebabkan timbulnya tandatanda neurologik yang dapat dikenal oleh tim medis.

Masa antara dua penurunan kesadaran ini selama penderita sadar setelah terjadi kecelakaan di sebut interval lucid.berangsur menurun. Otak terdorong kesisi lain (4)(Dikutip dari kepustakaan 8) . Fenomena lucid interval terjadi karena cedera primer yang ringan pada Epidural hematom.Os Temporale (1). Kalau pada subdural hematoma cedera primernya hampir selalu berat atau epidural hematoma dengan trauma primer berat tidak terjadi lucid interval karena pasien langsung tidak sadarkan diri dan tidak pernah mengalami fase sadar.terletak antara duramater dan lamina interna tulang pelipis. Duramater (3). Hematom Epidural (2).(8) Sumber perdarahan :(8) •Artery meningea ( lucid interval : 2 – 3 jam ) •Sinus duramatis •Diploe (lubang yang mengisis kalvaria kranii) yang berisi a. diploica dan vena diploica Hematom epidural akibat perdarahan arteri meningea media.

. Banyak gejala yang muncul bersaman pada saat terjadi cedera kepala.(8. Pasien seperti ini harus di observasi dengan teliti. Sering juga tampak cairan yang keluar pada saluran hidung atau telinga. harus segera di rawat dan diperiksadengan teliti.10) V I.Epidural hematoma merupakan kasus yang paling emergensi di bedah saraf karena progresifitasnya yang cepat karena durameter melekat erat pada sutura sehingga langsung mendesak ke parenkim otak menyebabkan mudah herniasi trans dan infratentorial. bisa sampai koma •Bingung •Penglihatan kabur •Susah bicara •Nyeri kepala yang hebat •Keluar cairan darah dari hidung atau telinga •Nampak luka yang adalam atau goresan pada kulit kepala.8) •Penurunan kesadaran.(3) Setiap orang memiliki kumpulan gejala yang bermacam-macam akibat dari cederakepala. apalagi progresif memberat.Karena itu setiap penderita dengan trauma kepala yang mengeluh nyeri kepalayang berlangsung lama. Gejala yang sering tampak:(3. GAMBARAN KLINIS Gejala yang sangat menonjol ialah kesadaran menurun secara progresif. Pasien dengan kondisi seperti ini seringkali tampak memar di sekitar mata dan di belakangtelinga.

Dengan proyeksi Antero-Posterior (A-P). pelebaran pupil akan mencapai maksimal dan reaksi cahaya pada permulaan masih positif menjadi negatif. sedangkan gejala dan tanda lainnya menjadi kabur. GAMBARAN RADIOLOGI Dengan CT-scan dan MRI. Pada tahap kesadaran sebelum stupor atau koma. Inilah tanda sudah terjadiherniasi tentorial. Pada tahap akhir kesadaran menurun sampai koma dalam. Terjadi pula kenaikan tekanan darah dan bradikardi. perdarahan intrakranial akibat trauma kepala lebihmudah dikenali. Pada perjalannya. Gejala-gejala respirasi yang bisa timbul berikutnya. lateral dengan sisi yang mengalami trauma pada film untuk mencari adanya fraktur tulang yang memotong sulcus arteriameningea media. interval bebas tidak akan terlihat.(2) Foto Polos Kepala Pada foto polos kepala.•Mual •Pusing •Berkeringat •Pucat •Pupil anisokor.(8) VI I. pupil kontralateral juga mengalami pelebaran sampai akhirnya kedua pupil tidak menunjukkan reaksi cahaya lagi yang merupakan tanda kematian. kita tidak dapat mendiagnosa pasti sebagai epidural hematoma. yaitu pupil ipsilateral menjadi melebar. bisa dijumpai hemiparese atau serangan epilepsi fokal.(10) . mencerminkan adanya disfungsi rostrocaudal batang otak.(11) Jika Epidural hematom di sertai dengan cedera otak seperti memar otak.

efek. frontal dan temporal (Dikutip dari kepustakaan 7) Computed Tomography (CT-Scan) Pemeriksaan CT-Scan dapat menunjukkan lokasi. volume.8. midline terdorong ke sisi kontralateral. Terdapat pula garis fraktur pada area epidural hematoma. Densitas yang tinggi pada stage yang akut ( 60 – 90 HU). berbatas tegas. ditandai dengan adanya peregangan dari pembuluh darah.Fraktur impresi dan linier pada tulang parietal.(6. Densitas darah yang homogen (hiperdens). berbentuk bikonfeks. paling sering di daerah temporoparietal. dan potensi cedara intracranial lainnya.16) . Pada epidural biasanya pada satu bagian saja (single) tetapi dapat pula terjadi pada kedua sisi (bilateral).

MRI juga dapat menggambarkan batas fraktur yang terjadi. MRI merupakan salah satu jenis pemeriksaan yang dipilih untuk menegakkan diagnosis. Gambaran CT-Scan fraktur tulang frontal kanan di anterior sutura coronalis(Di kutip dari kepustakaan 9) Magnetic Resonance Imaging (MRI) MRI akan menggambarkan massa hiperintens bikonveks yang menggeser posisiduramater.(Di kutip dari kepustakaan 9) Gambar 2. Gambaran CT-Scan Hematoma Epidural di Lobus Fronal kanan.(9.16) . berada diantara tulang tengkorak dan duramater.Gambar 1.10.

Bisa di sebabkan oleh trauma hebat pada kepala yang menyebabkan bergesernya .Hematoma subdural Hematoma subdural terjadi akibat pengumpulan darah diantara dura mater dan arachnoid.Gambar 3. Gambaran MRI Hematoma Epidural.(Di kutip dari kepustakaan 4) Hematoma Subdural Akut(Dikutip dari kepustakaan 4) VII I. DIAGNOSIS BANDING 1. Secara klinis hematoma subdural akut sukar dibedakan dengan hematoma epidural yang berkembang lambat.

tampak penumpukan cairan ekstra aksial yang hiperdens berbentuk bulan sabit.(10) Kepala panah menunjukkan hematoma subarachnoid. Gambaran CT-Scan hematoma subdural. Biasanya di sertai dengan perdarahan jaringan otak.kortikalis.(10) 2. panah hitam menunjukkanhematoma subdural dan panah putih menunjukkan pergeseran garis tengah ke kanan(Di kutip dari kepustakaan 4) .Hematoma Subarachnoid Perdarahan subarakhnoid terjadi karena robeknya pembuluh-pembuluh darah didalamnya.seluruh parenkim otak mengenai tulang sehingga merusak a.

PENATALAKSANAAN Penanganan darurat : •Dekompresi dengan trepanasi sederhana •Kraniotomi untuk mengevakuasi hematom Terapi medikamentosa Elevasi kepala 30º dari tempat tidur setelah memastikan tidak ada cedera spinal atau gunakan posisi trendelenburg terbalik untuk mengurang tekanan intracranial danmeningkakan drainase vena. Barbiturat dapat dipakai unuk mengatasi tekanan inrakranial yang meninggi dan mempunyai efek protektif terhadap otak dari anoksia dan iskemik dosis yang biasa diterapkan adalah diawali dengan 10 mg/kgBB dalam 30 menit dan kemudian dilanjutkandengan 5 mg/ kgBB setiap 3 jam serta drip 1 mg/kgBB/jam unuk mencapai kadar serum3-4mg%.(9) Pengobatan yang lazim diberikan pada cedera kepala adalah golongan dexametason (dengan dosis awal 10 mg kemudian dilanjutkan 4 mg tiap 6 jam).(8) . Dianjurkan untuk memberikan terapi profilaksis dengan fenitoin sedini mungkin (24 jam pertama) untuk mencegah timbulnya focus epileptogenic dan untuk penggunaan jangka panjang dapat dilanjutkan dengan karbamazepin. Tri-hidroksimetil-amino-metana(THAM) merupakan suatu buffer yang dapat masuk ke susunan saraf pusat dan secarateoritis lebih superior dari natrium bikarbonat. dalam hal ini untuk mengurangi tekanan intracranial. mannitol 20% (dosis 1-3 mg/kgBB/hari) yang bertujuan untuk mengatasi edema cerebri yangterjadi akan tetapi hal ini masih kontroversi dalam memilih mana yang terbaik.IX .

(8) Indikasi untuk life saving adalah jika lesi desak ruang bervolume : •> 25 cc → desak ruang supra tentorial •> 10 cc→ desak ruang infratentorial •> 5 cc→ desak ruang thalamus.Terapi Operatif Operasi di lakukan bila terdapat :(15) •Volume hamatom > 30 ml ( kepustakaan lain > 44 ml) •Keadaan pasien memburuk •Pendorongan garis tengah > 3 mmIndikasi operasi di bidang bedah saraf adalah untuk life saving dan untuk fungsional saving . . Biasanya keadaan emergenci ini di sebabkan oleh lesi desak ruang. •Tebal epidural hematoma > 1 cm dengan midline shift > 5 mm dengan penurunanklinis yang progresif. Jika untuk keduanya tujuan tersebut maka operasinya menjadi operasi emergenci. Sedangakan indikasi evakuasi life saving adalah efek masa yang signifikan : •Penurunan klinis •Efek massa dengan volume > 20 cc dengan midline shift > 5 mm dengan penurunan klinis yang progresif.

PROGNOSIS Prognosis tergantung pada :(8) •Lokasinya ( infratentorial lebih jelek ) •Besarnya •Kesadaran saat masuk kamar operasi. Jika ditangani dengan cepat. prognosis hematoma epidural biasanya baik. Angka kematian berkisar antara 7-15%dan kecacatan pada 510% kasus.X. Prognosis sangat buruk pada pasien yang mengalamikoma sebelum operasi. karena kerusakan otak secara menyeluruh dapat dibatasi.14) .(2.

EGC.Buergener F. Intracranial Hemorrhage. 818-819 9.Mardjono M. Jakarta. Edisi kedua.com 10. Angiografi. McCarty L. Kapita Selekta Neurologi.html. 359-366 8.org 4. 117 – 178 7. 2005. Jakarta. 3.A..Anonym. edisi kedua.1995. Jong W. Radiologi Diagnostik.nyp. Dian Rakyat.ispub. Mekanisme Trauma Susunan Saraf..Gajah Mada University Press. Harsono.L.www..com 5.Markam S.Donald D. MD. 2004.Thieme Medical Publisher. 1014-1016 2.Epiduralhematoma.emedicine. edisi 4. New York. Trauma Kapitis.Dahnert W. Brain Disorders. www. 2003. Buku Ajar Ilmu Bedah.Hafid A.DAFTAR PUSTAKA 1. Cedera Susunan Saraf Pusat. Sidharta P. 2006.EGC.Epidural hematoma.www. Arizona.Williams & Wilkins. 22 6. edisi kedua.braininjury. Epidural Hematoma. Yogyakarta. Baert A.Anonym.1996. Epidural Hematoma. Differential Diagnosis in Computed Tomography.Anderson S.Anugrah P. Patofisiologi.. 1993.Ekayuda I. Neurologi KilinisDasar.Mc. Radioogy Review Manual.Anonym. Balai Penerbit FKUI.com/epidural-subdural-hematoma. Jakarta. 314 11.D. second edition.www. 254-259 .Jakarta.

Tjokronegoro A.1993. London.Sain I.wordpress.fourth edition. Updates In Neuroemergencies..Soertidewi L.Sutton D. Churchill Living Stone. Neuroradiologi of The Spine. 402-404 14..12.Price D. Essentials of Roentgen Interpretation. Juhl’s. Harper & Row.http://iwansain. Penatalaksanaan Kedaruratan Cedera Kranio Serebral. Textbook of Radiology and Imaging.Paul.www. Asuhan Keperawatan Klien Dengan Trauma Kapitis. Cambridge. Balai Penerbit FKUI. Jakarta.com/2007 15. Epidural Hematoma. 1981. 1423 . The Brain And Spinal Cord. fifthedition.com 13.emedicine. 2002. 80 16.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful