BAB I PENDAHULUAN

Dalam rangka memenuhi persyaratan kelulusan dan membekali para siswa yang nantinya akan terjun kedunia industri, maka para siswa ditingkat IV (empat ) SMK N 7 Semarang diwajibkan membuat Tugas Akhir Sekolah yang berupa pembuatan suatu alat/mesin yang dapat bermanfaat bagi lingkungan, baik itu lungkungan pendidikan atau lingkungan umum. Tugas Akhir Sekolah tersebut dapat dikerjakan secara individu maupun kelompok.

1.1 Alasan pemilihan judul Dalam pembuatan tugas akhir sekolah ini penyusun mengambil judul “MECHATRONIC RUNNING TEXT” dengan alasan sebagai berikut : 1. Penulis dapat menerapkan ilmu yang telah didapat selama di Sekolah dan di Industri tempat melaksanakan Praktek Kerja Industri(Prakerin). 2. Penulis ingin memperkenalkan running text matrix kepada masyarakat yang selama ini sudah banyak digunakan negara-negara maju sebagai iklan. 3. Untuk menerapkan ilmu elektro, ilmu logic, dan ilmu fisika. 4. Serta dapat membantu adik kelas untuk belajar mengenai elektro dan cara pemograman dengan lebih mudah.

1

1.2 Pengertian Tugas Akhir sekolah Tugas Akhir Sekolah merupakan suatu kewajiban yang diberikan oleh pihak sekolah kepada setiap siswa pada tingkat IV SMK Negeri 7 Semarang untuk dapat mengaplikasikan ilmu yang telah didapat dengan membuat suatu alat yang dapat bermanfaat, bagi pembuat, sekolah dan adik kelas. Selain itu pembuatan tugas akhir sekolah juga merupakan salah satu syarat kelulusan bagi siswa. 1.3 Tujuan Pembuatan Tugas Akhir Sekolah Tujuan utama dari pembuatan tugas akhir ini adalah sebagai berikut : 1. Sebagai salah satu program sekolah untuk mengetahui sejauh mana kemampuan dan ketrampilan para siswa selama belajar di SMKN 7 Semarang 2. Sebagai sarana bagi para siswa tingkat IV untuk menerapkan ilmu dan ketrampilan yang didapat dari belajar. 3. Sebagai syarat kelulusan bagi siswa kelas IV. 4. Untuk melatih para siswa agar dapat mengembangkan inspirasi, kreatifitass dan skill dalam menciptakan suatu alat yang bermanfaat. 5. Untuk memantapkan ketrampilan dan menanamkan sikap selalu aktif berkarya diri pada siswa sebagai bekal terjun ke dunia industri.

1.4 Metode Pengumpulan Data Penyusunan laporan yang baik sangat diperlukan adanya data-data yang lengkap dan benar. Untuk itu penulis mengumpulkan data-data dengan menggunakan beberapa metode yaitu :

2

x

Metode Literatur Melalui metode ini, penulis mengumpulkan data-data yang diperlukan seperti buku-buku panduan, literatur dari internet dan bukti tertulis lainnya untuk mendapatkan keterangan dan gambaran secara jelas.

x

Metode Demonstrasi Untuk menempuh metode ini, penulis terjun langsung melakukan pembuatan alat yang akan dibuat.

x

Metode Observasi Data-data yang sudah terkumpul dicatat, diamati dan dianalisa untuk dikembangkan sehingga dapat digunakan sebagai bahan penyusunan laporan.

x

Metode Interview Untuk mencegah kesimpangsiuran data-data yang diperoleh, maka penulis melakukan tanya jawab secara langsung kepada pembimbing tugas akhir dan beberapa oarng yang ahli dalam pengetahuan dibidang elektronika khususnya running text.

1.5 Sistematika Penulisan Untuk memudahkan penulis mengatur batasan masalah dalam laporan agar tidak terjadi pengembangan yang menyimpang dari batasan pokok dan memberikan gambaran yang jelas kepada pembaca isi laporan ini, maka penulis memerlukan sistematika penulisa laporan. Laporan ini terdiri dari 5 bab dengan sistematika sebagai berikut :

BAB I

PENDAHULUAN Pada Bab ini penyusun akan menguraikan hal-hal dasar dari penulisan laporan pembuatan Tugas Akhir Sekolah ini, yang meliputi 3

x x x x

Alasasn Pemilihan Judul Tujuan pembuatan Tugas Akhir Sekolah Metode pengumpulan data Sistematika laporan

BAB II TINJAUAN TEKNIK Menjelaskan tentang pengertian, jenis-jenis, prinsip-prinsip mikrokontroler, bahasa pemograman yang dipergunakan dalam mikrokontroler dan rincian mikrokontroler. BAB III PROSES PEMBUATAN Dalam bab ini penyusun menguraikan bagaimana proses pembuatan sebuah “MECHATRONIC RUNNING TEXT” BAB IV PENGOPERASIAN DAN PERAWATAN Pada bab ini berisi tentang penjelasan cara pengoprasian dan perawatan “MECHATRONIC RUNNING TEXT”. BAB V RENCANA ANGGARAN BIAYA Pada bab ini berisi tentang rencana anggaran biaya yang merupakan rincian biaya pada proses pembuatan

“MECHATRONIC RUNNING TEXT” BAB VI PENUTUP Kesimpulan tentang Tugas Akhir Sekolah, Saran yang di berikan pembuat TAS kepada sekolah tentang hasil karyanya, Manfaat khusus dan manfaat umum yang didapat dari pengerjaan Tugas Akhir Sekolah. 4

BAB II TEORI DASAR MECHATRONIC RUNNING TEXT
Dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi dalam hal ini pada bidang elektronika khususnya microcontroller sangatlah pesat. Adanya

perkembangan tersebut membuat manusia untuk berfikir kreatif dalam menciptakan suatu alat. Hal demikian juga diterapkan pada SMK Negeri 7 Semarang dengan adanya program pembuatan tugas akhir sekolah. 2.1 Sistem Mikrokontroler Mikrokontroler adalah suatu keping IC dimana terdapat mikroprosesor dan memori program ( ROM ) serta memori serbaguna ( RAM ), bahkan ada beberapa jenis mikrokontroler yang memiliki fasilitas ADC, PLL, EEPROM dalam satu kemasan. Penggunaan mikrokontroler dalam bidang kontrol sangat luas dan populer. Ada beberapa vendor yang membuat mikrokontroler diantaranya Intel, Microchip, Winbond, Atmel, Philips, Xemics dan lain lain. Dari beberapa vendor tersebut, yang paling populer digunakan adalah mikrokontroler buatan Atmel. Mikrokontroler AVR ( Alf and Vegard’s Risc prosesor ) memiliki arsitektur RISC 8 bit, di mana semua instruksi dikemas dalam kode 16-bit (16bits word) dan sebagian besar instruksi dieksekusi dalam 1 ( satu ) siklus clock, berbeda dengan instruksi MCS 51 yang membutuhkan 12 siklus clock. Tentu saja itu terjadi karena kedua jenis mikrokontroler tersebut memiliki arsitektur yang berbeda. AVR berteknologi RISC ( Reduced Instruction Set Computing ), sedangkan seri MCS 51 berteknologi CISC ( Complex Instruction Set Computing ). Secara umum, AVR dapat dikelompokkan menjadi 4 kelas, yaitu keluarga ATtiny, keluarga AT90Sxx, keluarga ATMega dan AT86RFxx. Pada dasarnya yang membedakan masing – masing kelas adalah memori, peripheral, dan fungsinya. Dari segi arsitektur dan instruksi yang digunakan, mereka bias dikatakan hampir sama. Oleh karena itu, dipergunakan salah satu AVR produk 5

extended standby. ADC 8 kanal dengan resolusi 10 bit. Untuk memprogram mikrokontroler dapat menggunakan bahasa assembler atau bahasa tingkat tinggi yaitu bahasa C. power down. ATMega32 memiliki fasilitas 32 KByte memori program dengan ISP. 4 PWM Channels. RTC ( Real Time Clock ). yaitu ATMega32. Dengan fasilitas yang lengkap tersebut menjadikan ATMega32 sebagai mikrokontroler yang powerfull. Salah satu contohnya adalah ATMega32. untuk bahasa assembler dapat diminimalisasi penggunaan memori program sedangkan dengan bahasa C menawarkan kecepatan dalam pembuatan program. Untuk bahasa assembler dapat ditulis dengan menggunakan text editor setelah itu dapat dikompilasi dengan tool tertentu misalnya asm51 untuk MCS51 dan AVR Studio untuk AVR. Adapun blok diagramnya adalah sebagai berikut : 6 . EEPROM dan lain sebagainya. power save. ADC noise reduction. 1024 Byte EEPROM. Bahasa yang digunakan memiliki keunggulan tersendiri. 6 mode sleep yaitu idle. AVR klasik. Perbedaanya hanya pada fasilitas dan I/O yang tersedia serta fasilitas lain seperti ADC. standby.Atmel. selain mudah didapatkan dan lebih murah ATMega32 juga memiliki fasilitas yang lengkap. Untuk tipe AVR ada 3 jenis yaitu AT Tiny. 2 KByte RAM. ATMega. Memiliki teknologi RISC dengan 16 MIPS pada kristal 16 MHz membuat ATMega32 lebih cepat bila dibandingkan dengan varian MCS51.

Port B.1 Blok Diagram ATMega32 ( www. 7 . yaitu Port A. ADC 10 bit sebanyak 8 saluran. dan Port D. Saluran I/O sebanyak 32 buah. Port C. 2.Gambar 2.com ) Dari gambar tersebut dapat dilihat bahwa ATMega 32 memiliki bagian sebagai berikut: 1.atmel.

Antarmuka komparator analog.1 Fitur ATMega 32 Kapabilitas detail dari ATMega32 adalah sebagai berikut: 1. 2. Dari gambar tersebut dapat dijelaskan secara fungsional konfigurasi pin ATMega32 sebagai berikut: 1. EEPROM sebesar 1024 byte yang dapat diprogram saat operasi. 11. Portal komunikasi serial ( USART ) dengan kecepatan maksimal 2. 6. CPU yang terdiri atas 32 buah register. 8. Port USART untuk komunikasi serial. 4.2 Konfigurasi Pin ATMega32 Konfigurasi pin ATMega32 bisa dilihat pada gambar. 3. 12. System mikroprosesor 8 bit berbasis RISC dengan kecepatan maksimal 16 Mhz. SRAM sebesar 2 KByte. Tiga buah Timer/Counter dengan kemampuan pembandingan. Memori Flash sebesar 32KB dengan kemampuan Read While Write. 5. dan EEPROM ( Electrically Erasable Programmable Read Only Memory ) sebesar 1024 byte.3.1. VCC merupakan pin yang berfungsi sebagai pin masukan catu 8 . Kapabilitas memory flash 32KB. 7. Port antarmuka SPI.1. 5. 10. 9. 4. Unit interupsi internal dan eksternal. ADC internal dengan fidelitas 10 bit sebanyak 8 channel. Watchdog Timer dengan osilator internal.5 Mbps. 2.SRAM sebesar 2 KByte. 2. Enam pilihan mode sleep menghemat penggunaan daya listrik.

Catu daya DC juga dapat berasal dari baterai. Diagram Blok Catu Daya 9 . AREF merupakan pin masukan tegangan referensi ADC.PB7 ) merupakan pin I/O dua arah dan pin fungsi khusus. 4. Port D ( PD0. AVCC merupakan pin masukan tegangan untuk ADC.komparator analog dan Timer Oscillator.2 ( a ).yaitu TWI. interupsi eksternal. Prinsip dasar untuk memperoleh tegangan searah ( DC ) dari PLN ( AC ) dapat digambarkan seperti gambar 2. yaitu komparator analog. 3.. 5. 7. 9.yaitu Timer/Counter.2 ( a ).PD7 ) merupakan pin I/O dua arah dan pin fungsi khusus. Port C ( PC0. RESET merupakan pin yang digunakan untuk me-reset mikrokontroler. GND merupakan pin ground. 2.PA7 ) merupakan pin I/O dua arah dan pin masukan ADC. 10...2 Adaptor Catu daya digunakan untuk mensuplay tegangan dan arus kesemua rangkaian agar dapat berfungsi atau bekerja.dan SPI. Catu daya dapat diperoleh dari tegangan jala – jala PLN yang masih dalam kondisi tegangan AC atau tegangan DC yang sudah disearahkan lebih dahulu. Port A ( PA0. 6. Port B ( PB0. 8.daya. XTAL1 dan XTAL2 merupakan pin masukan clock ekstenal. 2.PC7 ) merupakan pin I/O dua arah dan pin fungsi khusus. dan komunikasi serial. ( b ) dan ( c ) Jala-jala PLN Transformator Penyearah Penapis Peregulasi Gambar 2..komparator analog.

2 ( c ). dapat dilakukan dengan memasang kapasitor yang berfungsi sebagai penapis. Tegangan yang telah diturunkan oleh transformator tersebut disearahkan dengan penyearah ( dioda silikon ) sehingga didapatkan tegangan searah ( DC ). Karakteristik Tegangan DC Tegangan bolak – balik ( AC ) berasal dari tegangan jala – jala PLN yang akan diturunkan tegangannya dengan transformator stepdown sehingga akan didapatkan tegangan yang dikehendaki.D1 .D2 IN 402 T1 2A 22OV AC 78XX V out Gambar 2. 10 .2 ( b ). Rangkaian Penyearah VL RIPPLE NILAI DC t Gambar 2. dan untuk memperkecil ripple tegangan tersebut. Keluaran dari penyerah masih mengandung ripple – ripple tegangan yang tidak dikehendaki. sehingga akan didapatkan tegangan searah ( DC ) yang lebih baik.

Tetapi pada dioda pemancar cahaya ( Light Emiting Dioda ) disingkat LED.2. Selain itu Dot matrik juga lebih fungsional dan relatife fleksibel ( dalam hal ukuran ) dibanding dengan penampil yang biasa dipakai seperti seven segmen maupun LCD. energi ini keluar dalam bentuk panas. energi memancar sebagai cahaya. Simbol dari dot matrik dapat dilihat seperti gambar dibawah ini: Gambar 2.4 Dioda Pemancar Cahaya ( LED ) Pada dioda berprategangan maju elektron bebas melintasi persambungan dan jatuh ke dalam lubang ( hole ). ia memancarkan energi. LED telah menggantikan lampu-lampu pijar dalam berbagai 11 .3 Dot Matrik 8 x 8 2. Pada saat elektron ini jatuh dari tingkat energi yang lebih tinggi ke tingkat energi yang lebih rendah. baik itu karakter yang berupa angka maupun karakter yang berupa huruf.3 Dot Matix Dot matrik adalah susunan dari beberapa LED ( Light Emitting Dioda ). Pada dioda-dioda biasa. Jumlah LED penyusun dot matrik tergantung dari kebutuhan untuk menampilkan karakter tulisan. Dot matrik disini berfungsi sebagai penampil yang dapat menampilkan semua karakter yang dibutuhkan.

12 . jingga atau infra merah ( tak tampak ). digunakan tegangan jatuh nominal 2 Volt pada saat memperbaiki atau menganalisa rangkaian-rangkaian LED. LED yang menghasilkan pemancaran didaerah cahaya tampak amat berguna dalam pengukuran. yaitu bahan-bahan yang meghalangi pengeluaran cahaya LED berbeda. kendali jarak jauh dan bidang-bidang lain yang memerlukan pemancaran cahaya tidak tampak. arsen dan fosfor.5 V sampai 2. karena tegangan LED mempunyai kelonggaran yang besar.4 Lambang skematis LED Biasanya arus LED berkisar antara 10 sampai 50 mA karena daerah ini memberikan cahaya yang cukup untuk banyak pemakaian.pemakaian karena tegangannya rendah. LED mempunyai penurunan tegangan lazimnya dari 1. pabrik dapat meghasilkan LED yang memancarkan cahaya merah. kelonggaran dan sebagainya. Dioda-dioda bisa dibuat dari silikon. Dengan menggunakan unsur-unsur seperti galium.5 memperlihatkan lambang skematis untuk LED. umurnya yang panjang dan switch mati hidupnya yang cepat. Panah-panah disebelah luar LED melambangkan cahaya yang dipancarkan. Gambar 2. Kalau tak ada hal lain yang ditentukan. Penurunan tegangan yang tepat tergantung dari arus LED. kuning.5 V untuk arus diantara 10 dan 150 mA. alat hitung ( kalkulator ) dan sebagainya. warna. Gambar 2. hijau. Pada saat perancangan sebaiknya memperhatikan lembaran data. pegukuran. biru. LED infra merah pemakaiannya dijumpai dalam sistem bahaya pencurian.

3. 8-bit serial input 8-bit serial atau parallel output Storage register with 3-state outputs Shift register with direct clear 100 MHz (typical) shift out frequency ESD protection: HBM JESD22 -A114F exceeds 2000 V MM JESD22 -A115-A exceeds 200 V 7.1 Fitur 74HC595 Kapabilitas detail dari 74HC595 adalah sebagai berikut: 1. Multiple package options Specified from -40C to +85C dan dari -40C to +125C 13 .Register geser memiliki input serial (DS) dan standard output serial (Q7S) untuk cascading. Data dalam penyimpanan register muncul pada keluaran setiap kali output memungkinkan input (OE) adalah RENDAH. Jika kedua jam yang terhubung bersama-sama. 6. Hal ini juga disediakan dengan reset asynchronous (RENDAH aktif) untuk semua tahap 8 register geser.5 Shift Register 74HC595 Shift register atau register geser merupakan salah satu piranti fungsional yang paling banyak digunakan didalam sistem digital.register geser selalu akan menjadi salah satu pulsa clock sebelum register penyimpanan. Itu penyimpanan mendaftar memiliki 8 paralel output bus 3-negara driver. 2. 2. 5. 8. Pada IC74HC595 Data bergeser pada positif-akan transisi dari masukan register geser jam (SHCP).5. 4.2.Data dalam register masing-masing akan ditransfer ke register penyimpanan pada positif akan transisi dari masukan penyimpanan mendaftar jam (STCP).

Q6 merupakan parallel data output 6 7.2 Konfigurasi PIN 74HC595 Gambar 2. Q1 merupakan parallel data output 1 2.5 Konfigurasi pin 74HC595 Konfigurasi pin 74HC595 bisa dilihat pada gambar. Q4 merupakan parallel data output 4 5.2. Q7 merupakan parallel data output 7 8. MR merupakan master reset (active LOW) 11. Q2 merupakan parallel data output 2 3. Q3 merupakan parallel data output 3 4. Q5 merupakan parallel data output 5 6.5. SHCP merupakan shift register clock input 14 . Dari gambar tersebut dapat dijelaskan secara fungsional konfigurasi pin 74HC595 sebagai berikut: 1. Q7S merupakan serial data output 10. GND merupakan ground (0 V) 9.

6 Port Serial RS-232 Pada prinsipnya.6 Tampilan port pada DB-9 Konfigurasi yang biasanya digunakan pada komputer masa kini yaitu Gambar 2. sehingga lebih lambat dibandingkan parallel seperti pada port printer yang mampu mengirim 8 bit sekaligus dalam sekali detak. Beberapa contoh serial ialah mouse. Q0 merupakan parallel data output 0 16. scanner dan system akuisisi data yang terhubung ke port COM1/COM2.7 Konfigurasi port DB-9 15 . OE merupakan output enable input (active LOW) 14. VCC merupakan supply voltage 2.12. Pada matrix running text ini menggunakan kabel port serial DB-9 sebagai transferdata penganti tulisan. Berikut ini merupakan tampilan port pada DB-9 Gambar 2. serial ialah pengiriman data dilakukan per bit. STCP merupakan stroge register clock input 13. DS merupakan serial data input 15.

3. Gambar 3.BAB III PERANCANGAN DAN PEMBUATAN ALAT Perancangan yang terdapat pada Bab III dibagi menjadi 2.2 Perancangan Dan Cara Kerja Sistem Kontrol Perancangan sistem yang dilakukan meliputi perancangan diagram blok dan pembahasan masing-masing blok serta cara kerja sistem secara keseluruhan.1 Perancangan Perangkat Keras Perancangan perangkat keras meliputi: 1) Perancangan dan cara kerja sistem kontrol. 3. 2) Hubungan antar blok sistem. yaitu perancangan perangkat keras dan perancangan perangkat lunak.1 Blok Diagram Sistem 16 .

2 dibawah ini: 17 .3 Perancangan Perangkat Keras (Hardware) Pada sub bab ini perancangan perangkat keras (Hardware) meliputi: x x x x x x Rangkaian Catu Daya Rangkaian Dot Matrik Rangkaian ATMega32(Rangkaian Sistim Minimum) Rangkaian Shift Register Rangkaian Port Komunikasi Data Disain sistem Perancangan Dot Matrik 3. Pada gambar 3. Data huruf atau angka yang tersimpan pada mikro akan ditampilkan oleh dot matrik satu per satu perkolom secara multiplexing oleh shift register.Mikrokontroler ATMega32 merupakan komponen pemroses utama yang mengatur kerja seluruh komponen yang terdapat di dalam sistem. Hal ini akan dilakukan secara berurutan pada dot matrik berikutnya sampai dotmatrik terakhir yang terpasang. difungsikan untuk memperbesar arus pada LED dot matrik sehingga nyala LED akan menjadi lebih terang.3. Transistor penguat arus yang digunakan disini adalah jenis BD140. power supply atau catu daya mempunyai tegangan keluaran sebesar 5 volt digunakan untuk mensupply mikrokontroller dan shift register.1 blok diagram sistem.1 Rangkaian Catu Daya Perancangan rangkaian catu daya yang digunakan sebagai catu pada mikrokontroler dan shift register dapat dilihat pada gambar 3. 3.

Setelah melewati dioda tersebut. tegangan AC dirubah menjadi tegangan DC. tegangan listrik 220V dialirkan ke trafo bagian primer. Tegangan output dari IC 7805 sebesar 5 Volt. Arus induksi kemudian ditransfer kebagian sekunder trafo. Catu daya ini digunakan untuk mencatu rangkaian sensor dan rangkaian mikrokontroler. 18 . maka terjadilah arus induksi pada trafo tersebut. angka dan karakter yang lain.Gambar 3. dan IC 7812 sebesar 12Volt. 3. Dengan 2 buah dioda yang dipasang sejajar terhadap trafo bagian sekunder.2 Rangkaian Dot Matrik Dalam perancangan rangkaian dot matrik perlu memperhatikan konfigurasi dot matrik yang akan digunakan sebagai penampil data huruf.3. Setelah melewati kapasitor tegangan akan menjadi 13 Volt DC yang disebut dengan tegangan puncak Pada rangkaian catu daya ini dipasang sebuah regulator tetap yaitu dengan memakai IC 7805. Dari kumparan sekunder mengeluarkan tegangan sebesar 12 Volt AC. tegangan positif (+) disimpan oleh kapasitor dan kembali ke negatif (-).2 Rangkaian Catu Daya Mula-mula Switch di ON kan.

tampak belakang seperti gambar 3.Jenis dot matrik yang penulis gunakan adalah dot matrik 5x7 dengan konfigurasi sebagai berikut: Gambar 3.4 Dot Matrik Tampak Belakang 19 .4 dibawah ini: Gambar 3.3 Dot Matrik 5 x 7 Dot matrik 2088 AB.

3. Register geser digunakan sebagai memori sementara dan untuk penggeseran data ke kiri atau ke kanan. Gambar 3. oleh karena itu register geser disusun dari flip-flop.Setelah kita mengetahui konfigurasi kaki-kaki dot matrik yang akan digunakan sebagai penampil. Sedang untuk catu negatif dot matrik diatur oleh IC 74HC595 sebagai shift register yang masukan data.led dot matrik diatur oleh mikro pada port D. Logis yang digunakan untuk memberikan catu positif ke led . dan tampilan-tampilan karakter yang lain. Register geser dikelompokan sebagai urutan rangkaian logika. Untuk menampilkan karakter-karakter tersebut.5 Rangkaian Shift Register 20 .3 Rangkaian Shift Register Shift register atau register geser merupakan salah satu piranti fungsional yang paling banyak digunakan didalam sistem digital. semuanya akan dikontrol oleh IC mikro ATMega32 sebagai kontrol utama. Suatu metode pengidentifikasian register geser adalah bagaimana data dimuat dari unit penyimpanan.3. maka kita bisa mengatur nyala led yang diinginkan untuk menampilkan karakter huruf.0 sampai D. angka.6. clock dan resetnya dikontrol oleh IC mikro.

Gambar 3.Rangkaian Shift Register diatas difungsikan untuk pengaturan nyala led dot matrik agar tampilannya dapat diubah .ubah sesuai dengan tampilan yang diinginkan. keatas. Pada Shift register ini menggunakan IC 74LS595.0 sampai portB. Jumlah Shift Register yang dibutuhkan disesuaikan dengan jumlah dot matrik yang dipakai. Shift Register ini merupakan IC TTL yang memiliki masukkan input serial dan mengeluarkan output paralel. Pengaktifannya disinkronkan dengan pengiriman data dari portB. kekanan.6 Rangkaian shift register 21 . maupun kebawah. angka. Dengan jumlah output yaitu tujuh serta satu output digunakan untuk menghubungkan dengan shift register yang lain.2 sehingga nantinya dapat menampilkan huruf. dan karakter secara bergeser baik kekiri.

5 Disain Sistem Perancangan Dot Matrik Pada saat saklar power di ON kan maka arus catu mengalir menuju ke mikrokontroler.4 Rangakaian Port Komunikasi Data Pada rangkaian matrix running ini mrnggunakan system dimna mempermudah dalam melakukan pergantian text yaitu menggunakan port komunikasi RS-232 yaitu port DB-9 Gambar 3.3. maka mikrokontroler akan langsung menginisialisasi sesuai dengan program yang telah dibuat. Data karakter belum bisa tampil secara langsung sebelum transistor yang terhubung dengan katoda dotmatrik disaklar oleh shift register. trasistor sebagai penguat daya dan shift register. vertikal dan kedip. Setelah mikrokontroler mendapat catu. 22 .3. Mikrokontroler akan mengirimkan data karakter ke dotmatrik melalui transistor penguat daya secara horisontal.3.7 Rangkaian port komunikasi data 3.

0 – D.1 sebagai clock.Pensaklaran shift register ke transistor diatur atau dikontrol pula oleh mikrokontroler melalui port B. dan port B. Sehingga karakter atau huruf agar dapat ditampilkan maka harus ada sinkronisasi antara pengiriman data karakter melalui port D. port B.0 sebagai data.2 sebagai reset.6 yang diatur melalui shift register 74HC595.8 Disain Sistem Perancangan Dot Matrik 23 . Berikut adalah disain sistem perancangan dot matrik dengan penguat daya: Gambar 3.

4.exe yang telah diextrak dari file codevisionavr.4. Install dengan mengeksekusi file setup.9 Instalasi CodeVision AVR Klik Next lalu pilih I accept the agreement lalu Next lalu masukan password lalu Next sampai proses instalasi selesai lalu Finish.4 Perancangan Perangkat Lunak Pada bagian perancangan perangkat lunak akan dijelaskan mengenai: 1) Cara perancangan perangkat lunak 2) Melakukan perubahan tulisan 3. bahasa yang digunakan lebih manusiawi dari pada bahasa assembly. Setelah proses instalasi selesai maka software akan meminta license 24 .1.1 Cara Perancangan Perangkat Lunak 3.1 CodeVision AVR Code Vision AVR merupakan software compiler untuk semua jenis mikrokontroler AVR dengan menggunakan bahasa C. dengan software ini memudahkan kita dalam memprogram suatu mikrokontroller AVR.3.zip maka akan terlihat tampilan seperti berikut : Gambar 3.

11 License Sebelum klik import lakukan eksekusi file keygen.12 CodeVision AVR Keygen Masukan Username dan company masukan serial number yang tercantum pada License Box pada CVAVR lalu klik Make lalu pilih 25 .exe pada folder Master codevision yang sudah diextract tadi maka tampilan akan seperti dibawah ini.Gambar 3. Gambar 3.

folder untuk menyimpan file License. Pilih Menu File > New lalu Project.13 New Project 2.DAT yang telah disimpan tadi. Gambar 3. lalu seting sesuai kebutuhan. Untuk membuat project baru. penawaran menggunakan Wizard pilih YA. Setelah selasai. Pilih File.4.2 Perancangan Program Setelah instalasi selesai.1. lalu Generate Save and exit.DAT. lalu di License Box CVAVR klik Import lalu pilih License. jalankan program tersebut hingga tampil program CodeVision AVR C Compiler. langkah-langkahnya ialah: 1. 3.lalu ketikan nama yang kita inginkan 26 . OK.

maka akan tampil informasi sukses seperti gambar di bawah ini : 27 . Jika tidak ada kesalahan ketik .Gambar 3.11 Menyimpan Project Gambar 3.14 Penulisan Program 3. Setelah code selesai di buat klik menu Project > Compile untuk kompilasi project anda.

15 Hasil Compile 4. Pastikan Programmer yang anda gunakan STK200/300 Berbasis PORT PARALLEL untuk memilih jenis Programmer pilih menu Setting > Programmer > pilih Tanda System ASTK 200/300.4. 3. Atau tekan Shift + F9 lalu Program The Chip.3 Source Program Berikut adalah source program menggunakan bahasa C dengan menggunakan software compile yaitu CVAVR /***************************************************** This program was produced by the 28 . Terakhir Anda dapat Mengisi program tersebut ke Mikrokontroller melalui menu Tools > Chip Programmer lalu pilih Program All. Jika anda ingin mengisi melalui USB . anda dapat menggunakan XEN-USB Programmer.Gambar 3.1.

char buff_geser[1200]. //char buff_diam[16].char *str).h" void puts_geser(unsigned char jml. flash unsigned char speed=245.h> #define pindata PORTB.2 #define colom 100 #include <stdio. http://www.h> #include <string.r.0 #define clok PORTB.000000 MHz : Small External SRAM size : 0 Data Stack size : 1024 *****************************************************/ #include <mega32.9 Professional Automatic Program Generator © Copyright 1998-2008 Pavel Haiduc.25.com Chip type Program type Clock frequency Memory model : ATmega128 : Application : 12.l.1 #define stb PORTB. #define RXB8 1 #define TXB8 0 29 .h> #include <delay. // max karakter 200 * 6 //char buff_geser_ram[53]. HP InfoTech s.hpinfotech. char buffer[100].h> #include "font.CodeWizardAVR V1.

eeprom char text3[200].pj4. eeprom unsigned int anim1.anim4.panjang4. char textRAM[200].rx_rd_index.#define UPE 2 #define OVR 3 #define FE 4 #define UDRE 5 #define RXC 7 #define FRAMING_ERROR (1<<FE) #define PARITY_ERROR (1<<UPE) #define DATA_OVERRUN (1<<OVR) #define DATA_REGISTER_EMPTY (1<<UDRE) #define RX_COMPLETE (1<<RXC) // USART Receiver buffer #define RX_BUFFER_SIZE 206 char rx_buffer[RX_BUFFER_SIZE].an1.panjang1. char tulisan[17].rx_counter.pj3.rx_rd_index.an3.panjang3.an2. #if RX_BUFFER_SIZE<256 unsigned char rx_wr_index.anim2.rx_counter. eeprom char text4[200].an4. eeprom char text1[200].anim3.panjang2.pj2. #endif 30 . unsigned int pj1. eeprom char text2[200]. #else unsigned int rx_wr_index.

if (++rx_wr_index == RX_BUFFER_SIZE) rx_wr_index=0. if ((status & (FRAMING_ERROR | PARITY_ERROR | DATA_OVERRUN))==0) { rx_buffer[rx_wr_index]=data. // USART Receiver interrupt service routine interrupt [USART_RXC] void usart_rx_isr(void) { char status. rx_buffer_overflow=1. if (rx_counter==205){ if (rx_buffer[0]=='A'){ anim1=rx_buffer[1]-0x30.// This flag is set on USART Receiver buffer overflow bit rx_buffer_overflow. pj1=panjang1.df++){ text1[df]=rx_buffer[df+5]. if (++rx_counter == RX_BUFFER_SIZE) { rx_counter=0. data=UDR. 31 . panjang1=(((int)rx_buffer[2]-0x30)*100)+(((int)rx_buffer[3]0x30)*10)+(rx_buffer[4]-0x30). for (df=0. unsigned char df.data. an1=anim1.df<200. status=UCSRA. }. }.

} } #ifndef _DEBUG_TERMINAL_IO_ // Get a character from the USART Receiver buffer #define _ALTERNATE_GETCHAR_ #pragma used+ char getchar(void) { char data. . if (++rx_rd_index == RX_BUFFER_SIZE) rx_rd_index=0. while (rx_counter==0). } } rx_buffer[0]='Z'.delay_ms(1). switch(t){ 32 . #asm("sei") return data. #asm("cli") --rx_counter. data=rx_buffer[rx_rd_index]. } #pragma used#endif void memcopy(unsigned char t){ unsigned char j.

p<1200. } break.j++){ textRAM[j]=text4[j].j++){ textRAM[j]=text2[j].case 1: for (j=0.j++){ textRAM[j]=text3[j]. 33 .j<200.j<200.p++){ buff_geser[p]=0xff. } break. for (p=0.j<200. } break.j++){ textRAM[j]=text1[j]. } break. case 2: for (j=0. case 4: for (j=0. } } void kosongkan(){ int p.j<200. case 3: for (j=0.

l++){ buffer[(m*6)+l]=~font[(k*6)+l].} } void display_puts(char *str) { int k. for (m=0. int l. for (m=0. for (l=0.l<6. int l. for (l=0.m++){ k=*str.m++){ k=*str.m<17.m.m<17.l++){ 34 . } } void display_putsf(char flash *str) { int k.l<6.m. } *str++.

} } void putsf_geser(unsigned char jml.char *str) { int k. } for (m=0.buffer[(m*6)+l]=~font[(k*6)+l]. for (m=0. } } void puts_geser(unsigned char jml. for (l=0.l++){ buff_geser[(m*6)+l]=~font[(k*6)+l].char flash *str) { int k.m++){ buff_geser[m]=0xFF.m.l<6. } *str++.m++){ k=*str.m<(jml*6).m<jml. int l. } *str++. 35 .

b.huruf.hitung. for (b=0.clok=1. } } void tampil1(){ unsigned char g.b<8. hitung=0. } for (m=0.g++){ huruf=buffer[g]. 36 .g<colom. for(g=0. pindata=1.m++){ k=*str.clok=0. for (l=0.m++){ buff_geser[m]=0XFF.m<jml.m.l++){ buff_geser[(m*6)+l]=~font[(k*6)+l].b++){ stb=0. } *str++.m<(jml*6).int l. for (m=0.l<6.

if (b==1){PORTC=0b10111111.delay_ms(1).delay_us(2). } if (hitung==6){pindata=huruf&0x02. (b==2){PORTC=0b11011111.PORTC=0xff. (b==6){PORTC=0b11111101. } if (hitung==2){pindata=huruf&0x20.delay_us(2).delay_ms(1).PORTC=0xff.delay_us(2). } if (hitung==4){pindata=huruf&0x08.if (hitung==0){pindata=huruf&0x80.PORTC=0xff.delay_us(2).clok=1. } 37 (b==7){PORTC=0b11111110.delay_ms(1). } if } if } if } if } if } if } hitung++. stb=1.delay_ms(1).delay_ms(1).delay_us(2). .PORTC=0xff.clok=1. } //pindata=1.delay_ms(1).clok=0. } if (hitung==1){pindata=huruf&0x40. } if (hitung==3){pindata=huruf&0x10. (b==4){PORTC=0b11110111.delay_us(2). //if (b==7){PORTF=0b11111111.delay_ms(1). (b==3){PORTC=0b11101111.PORTC=0xff.PORTC=0xff. (b==5){PORTC=0b11111011.PORTC=0xff.delay_us(1). } if (hitung==7){pindata=huruf&0x01.delay_us(1).delay_us(2). } clok=0. } if (hitung==5){pindata=huruf&0x04.

} 38 .l++){ y=0.} else buffer[n]=0xff. } if (l>((jml_hurufr*6)+(colom-1))){ if (n<colom){buffer[n]=buff_geser[l].unsigned char sped ){ unsigned int p. for (n=0.l<((jml_hurufr*6)+colom).} } if (l>(colom-1)&&l<((jml_hurufr*6)+colom)) { buffer[n]=buff_geser[l+n-(colom-1)]. } for (p=0.l.p<256-sped.y=0.y. for (l=0.p++){ if (rx_buffer[0]=='A'||rx_buffer[0]=='B'||rx_buffer[0]=='C'||rx_buffer[0]=='D' ){goto EX.n++){ if (l<colom){ if (n<colom-l){buffer[n]=0xff.n.} y++.} } void geser(unsigned int jml_hurufr.} else { buffer[n]=buff_geser[y].n<colom.

} } void main(void) { 39 .249).h<100.break.tampil1(). } } EX: } void diam(){ unsigned char h.textRAM). for (h=0. } } void jalan(){ kosongkan(). case 1:puts_geser(pj1.h++){ display_puts(textRAM). switch(an1){ case 0:diam(). memcopy(1).geser(pj1.tampil1().break.

#asm("sei") while (1) { jalan().249). UCSRB=0x90. PORTB=0x00.PORTA=0x00. DDRB=0xFF. PORTD=0x00. //display_puts(textRAM). UBRRH=0x00. } 40 . UCSRC=0x86.textRAM). }. //puts_geser(pj1.geser(pj1. DDRC=0xFF.tampil1(). UCSRA=0x00. DDRA=0x00. DDRD=0x00. UBRRL=0x4D. // memcopy(1). PORTC=0xFF.

Setelah di compile menjadi file hex : 0c0000000c9479010c9400000c9400009a : 10000c000c9400000c9400000c9400000c94000064 : 10001c000c9400000c9400000c9400000c94000054 : 10002c000c9400000c9400000c9400000c94000044 : 10003c000c9400000c9400000c9400000c94000034 : 10004c000c9400000c940000000000000000000064 : 10005c000000000000000000000000000000000094 : 10006c000000000000000000000000000000000084 : 10007c000000000000000000000000000000000074 : 10008c000000000000000000000000000000000064 : 10009c000000000000000000000000000000000054 : 1000ac000000000000000000000000000000000044 : 1000bc000000000000000000000000000000000034 : 1000cc000000000000000000000000000000000024 : 1000dc000000000000000000000000000000000014 : 1000ec000000000000000000000000000000005fa5 : 1000fc0000000007000700147f147f14242a7f2ab5 : 10010c001227156b5472364956205000000b07000d : 10011c00001c2241000041221c002a1c7f1c2a08c2 : 10012c00083e080800583800000808080808006055 : 10013c0060000020100804023e5149453e00427ff9 : 10014c004000724949494622414949361814127fe8 : 10015c001027454545393c4a494930017109050389 : 10016c003649494936064949291e003636000000f1 : 10017c005b3b0000081422410014141414140041b9 : 10018c002214080201510906324979413e7c1211b0 : 10019c00127c417f49493e3e41414122417f4141d0 : 1001ac003e7f494941417f090901013e4149493a94 : 1001bc007f0808087f00417f41002040413f017fbc 41 .

: 1001cc00081422417f404040407f020c027f7f0296 : 1001dc0004087f3e4141413e7f090909063e4141e9 : 1001ec00215e7f09192946264949493201017f01bf : 1001fc00013f4040403f07186018077f2018207fc0 : 10020c0063140814630304780403615149454300e3 : 10021c007f41410002040810200041417f0004028c : 10022c0001020440404040400000070b00205454a1 : 10023c0054387f28444438003844444438444428d3 : 10024c007f3854545418087e090902085454543cfd : 10025c007f1008087000447d00002040443d0000e1 : 10026c007f10284400417f40007c047804787c088f : 10027c0004047838444444387c14141408081414c6 : 10028c00147c7c08040408485454542400043f444f : 10029c00443c4040207c1c2040201c3c403c403cca : 1002ac0044281028440c5050503c4464544c440096 : 1002bc0008364100000077000000413608000201ba : 1002cc000204022a552a552a2020202020202054be : 1002dc00416e7961206a616469206e64612c776b70 : 1002ec00776b776b0000f894ee27ecbbf1e0fbbf6b : 1002fc00ebbfe5bff8e1f1bde1bd8de0a2e0bb27ae : 10030c00ed938a95e9f780e098e0a0e6ed930197ec : 10031c00e9f7efe5edbfe8e0eebfc0e6d2e00c9404 : 10032c003402c09ac098c19ac198089523970e942c : 10033c00b90220e030e0e0e0ef83e887af81b885d8 : 10034c00a415b50558f5ef81f885e05afd4fe0810d : 10035c00ee83ae81e5e0ea9f800140e050e045305d : 10036c00e0e05e0778f4d901ac53bd4ff801ec5acc : 10037c00ff4fe491ec930f5f1f4f2f5f3f4f4f5f89 : 10038c005f4fedcf0e947302e0e0ec932f5f3f4f85 : 10039c00ef81f8853196ef83f887d0cf0e94c002a9 : 1003ac002996089524970e94b902e8e0f0e0e4153c 42 .

: 1003bc00f50528f50e9478020e947f02b8f4c29ad3 : 1003cc000e948602c29841e050e04932e0e05e07ac : 1003dc0028f40e9486024f5f5f4ff7cf20e030e099 : 1003ec00e885f9853196e887f987e6cff5013196ee : 1003fc005f016a147b0410f4aa24bb242bc0aa242a : 10040c00bb24a614b70430f50e9478020e947f0228 : 10041c0030f4e885f9853196e887f987f7cfc29ae9 : 10042c0080df0e9473020e949a0201e010e0083201 : 10043c00e0e01e0748f4c29874df0e9473020e9429 : 10044c009a020f5f1f4ff3cf20e030e0f501319699 : 10045c005f01d7cf0e94c0022a9608956d978de157 : 10046c00a0e0b0e0e4edf2e00e94c702efefe7bbe2 : 10047c00e4bbe1bbe0e6f2e0fa93ea93fe013296cc : 10048c00fa93ea930e945e02fe01fa93ea930e94a9 : 10049c0069022f01f201a9e0b0e00e94b1023f0114 : 1004ac0045dfe3e09e2eaa24bb247cdffecfffcfea : 1004bc00e991f991a991b991cd0161916d9366235f : 1004cc00e1f7fc010895a991b991ee27ff276d91f1 : 1004dc00662311f03196fbcf0895a4ecb2e0a20f85 : 1004ec00b31f089520e030e0e1e0f0e0e887f98701 : 1004fc000895e92da885b985f0e0ae17bf070895da : 10050c000e949701f501e20ff31fee83ff83ec537a : 10051c00fd4fe081e2bbe1e0f0e0fa93ea930e9448 : 10052c00a5022f5f3f4f0895ec91e2bbe1e0f0e0b4 : 10053c00fa93ea930e94a5022f5f3f4f0895e99129 : 10054c00f991309639f088eb9be00197f1f7a8957b : 10055c003197c9f70895fa9ff02deb9ff00dea9fa4 : 10056c00e02df10d08955a934a933a932a931a93d6 : 10057c000a9308955d814c813b812a811981088100 : 10058c000895ac0fbd1f05900d928a95e1f7089563 : 00000001ff 43 .

17 Pergantian tulisan Pilih setting lalu pilih port yang digunakan lalu OK.2 Melakukan perubahan tulisan Melakukan pergantian tulisan mengunakan communikasi pada via kabel serial dengan program yang telah tersedia yaitu Display Matrix.4. Gambar 3.exe Gambar 3.16 Display Matrix Ketikan tulisan yang diinginkan pada kolom yang telah tersedia. klik connect. 44 . pilih jenis animasi.3.dan Send All.

18 Pengujian Alat Memasukan tulisan menggunakan Display Matrix.3.5 Pengujian Alat Setelah pembuatan serta perangkaian selesai dilakukan kini memulai percobaan alat.19 Display Matrix 45 .exe sesuai pada gambar 3. Gambar 3. Gambar 3.15.

1.500. 2. 27. 2.000.00 TOTAL Rp.00 Rp. 50. 250.00 Rp. 1.500. 5.400.200.000.500.500. 17.00 Rp. 350. 250.00 Rp.00 Rp.00 Rp.00 Rp. 1.00 Rp. 2.000. 17. 100.00 Rp.00 Rp.250. 500.750.00 Rp. 3. 2.00 Rp.500. 4.000. 2. 2.00 Rp.00 Rp.00 Rp. 19.00 Rp.00 Rp.500.00 Rp.00 Rp.500.00 Rp.200.00 Rp.00 Rp.2500.00 Rp. 50.750. 20.00 Rp.500. 19. 1. 3.200. 500.00 Rp.00 Rp.000.00 Rp. 2.500.00 Rp. 250.00 Rp.000.00 Rp.00 Rp. 1. 600.500.00 Rp.00 Rp. 1. 200.00 46 .00 Rp. 1.500. 200.00 Rp. 2. 350. 2.00 Rp.00 Rp.00 Rp. 1. 400.00 Rp.000. 9.BAB IV RENCANA ANGGARAN BIAYA 4.500.00 Rp.5 perdana 7404 5x7 TIP 32 A FCS9013 220Ω . 27. 2.00 Rp.500.00 Rp.000.500. 500. 5. 129.500. 300.00 Rp.500. CT 18v Ly 2. 2.00 Rp.500.1 Percobaan Pembuatan Running Text NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 NAMA BARANG Dot Matrix Steker resistor Led merah 53+ lamp PCB Capasitor Capasitor Capasitor Capasitor Dioda IC Regulator IC Regulator Trafo Kabel IC Dot Matrix Transistor Transistor Resistor IC IC IC Soket IC Soket IC SPESIFIKASI 8x8 Unimet Ry2wt 5mm 3p220 SC 255k 4700Pf /25v 100Pf /16v 1000Pf /25v Milar 100Pf IN5401 7805 7812 1A.000.00 Rp.00 Rp.500. ½ watt 74HC164 74HC595 24LS04 16pin 14pin JUMLAH JUMLAH 1 1 5 5 1 2 2 2 2 2 4 1 1 1 2 Meter 2 1 8 8 10 1 1 1 1 1 HARGA SATUAN Rp.00 Rp.00 Rp. 2.00 Rp.

4.000.00 Rp.00 Rp.000. 4. 4.00 Rp. 2. 1.00 Rp.3 NO 1 2 3 4 5 6 7 8 8 9 10 Total Anggaran biaya NAMA BARANG Total Percobaan Total yang memesan Conector Soket Conector Cover Plastik Kabel Lem Lem IC Cat Pylox Mor dan Baut SPESIFIKASI Komponen + PCB Komponen + PCB DB 9 pin DB 9 pin DB 9 pin Tipon isi 3 Lem bakar Altecho Atmega 32 Warna 109A 3x10 JUMLAH HARGA SATUAN TOTAL Rp. 95.00 Rp. 80.000. 95. 20.00 Rp.000. 4.00 Rp.000.000.00 Rp.000.000.500. 1. 1.500.00 HARGA SATUAN TOTAL 4.050.00 Rp.2 NO 1 2 3 4 Barang yang dipesan NAMA BARANG Sistem Minimum Sistem Shift Register Rangkaian Dot matrix Rangkaian Power supply SPESIFIKASI Komponen + PCB Komponen + PCB Komponen+ PCB Komponen + PCB JUMLAH JUMLAH 1 13 5 1 Rp.00 47 .00 Rp.000.00 Rp. 1.000. 1. 1.00 Rp.000.250. 2500. 50.500. 1. 1. 1.500.00 Rp.000.00 Rp.00 1 1 2 2 Meter 4 1 1 4 20 Rp.00 Rp.050.00 Rp. 129.500.00 Rp.4.000.00 Rp.

25.00+ Rp.000.00 Rp. 210.00 Rp.00 Rp.00 Rp.00 = Rp.000.000.150.000. 48. 200. 00 Rp.000 Rp. 4. Rencana harga jual Running Text ini adalah: Harga Jual = (Total Harga+ Keuntungan 30%) + Pajak 10% = (Rp.00 Rp. 2.00 18 Parkir. 6. 5.000.000. 2. 100. 1.000. maka langka selanjutnya merencanakan harga penjualan. 100.4 Harga Jual Setelah proses pembuatan Running Text ini selesai. 300.00 Rp.000. 190. 1.00 Rp. 350.000. 190. 2mm 20 40 5 5 114 1 Lembar Rp. dan Bensin JUMLAH Rp.000. 2.100.00 Rp.00 4.850.00 Rp.100.750.00 Rp.11 12 13 14 15 16 17 Mor dan Baut Mor dan Baut Mor dan Baut Alumunium L Resistor Acrilic bening Pembuatan manual book + laporan TAS Dan lain-lain 3x50 3x15 5x30 ½ coklat 100Ω.000.000.000.00) + Pajak 10% = Rp.00 + Rp.00 48 .00 Rp. 1. ¼ watt 220cmx80cm .310. 25.000.00 Rp.750.

Memahami cara kerja IC beserta gerbang-gerbang yang ada dalam sebuah IC. Mengembangkan potensi diri dan pengetahuan yang dimiliki agar dapat diwujudkan dalam bentuk yang sebenarnya berdasarkan kemampuan yang dimiliki. maka dari itu penyusun menguraikan beberapa manfaat dan tujuan dari Tugas Akhir Sekolah ini: 5. dapat membuat sebuah rangkaian electro secara efektif. 2.2 Manfaat Khusus 1. 49 . mencari letak kesalahan sebuah pemograman jika terjadi tidak kecocokan dengan gerakan electric yang kita inginkan dan mampu mengatasi permasalahan serta membenarkan rangkaian dan pemograman jika terjadi kesalahan.1 Kesimpulan Dalam pembuatan Tugas Akhir Sekolah diperlukan kerja sama kelompok.3 Manfaat Umum 1. 3. 2. kreatif dan praktis. 5. Sebagai sarana bagi siswa tingkat IV untukk menerapkan ilmu dan ketrampilan yang didapat selama belajar. Mengetahui cara-cara pembuatan sebuah running text yang sekarang telah membumi dimasyarakat dunia. karena dengan kerja sama Tugas Akhir Sekolah akan cepat diselesaikan.BAB V PENUTUP 5. Disamping itu dalam pembuatan Tugas Akhir Sekolah harus ada manfaatnya dan tujuan. Sebagai salah satu program sekolah untuk mengetahui sejauh mana kemampuan dan ketrampilan para siswa selama belajar di SMK Negeri 7 Semarang.

5. Perbanyak dan mengembangkan alat-alat bermanfaat lain yang ada hubungannya didunia industri. Semoga laporan ini dapat menjadi panduan dan acuan untuk kegiatan yang akan datang yang dapat dipedomani oleh siapapun dan untuk menyamakan presepsi dalam pelaksanakan tugas.3. Mewujudkan segala inspirasi yang tadinya tabu menjadi nyata berbekal ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah disahkan selama ini diwujudkan dalam bentuk aplikasi yang berguna dan dapat dimanfaatkan orang banyak. Hasil Tugas Akhir Sekolah yang telah selesai agar dirawat dan dipergunakan sebagaimana mestinya 2.4 Saran Setelah melaksanakan Tugas Akhir Sekolah. Demikian laporan hasil Tugas Akhir Sekolah tahun ajaran 2012/2013 dibuat. Untuk melatih para siswa agar dapat mengembangkan inspirasi dan kreativitas dalam menciptakan alat yang berguna. penyusun dapat mengerti situasi dan kondisis pihak sekolah. Oleh karena itu penulis mencoba mengemukakan saran-saran sebagai berikut: 1. 3. Untuk menetapkan ketrampilan dan menanamkan sikap selalu aktif berkarya diri pada siswa sebagai bekal terjun ke dunia industri. 4. 50 .

com/datasheets_pdf/7/4/H/C/74HC595.s html x http://www.datasheetcatalog.com/datasheets_pdf/A/T/M/E/ATMEGA32.DAFTAR PUSTAKA x Xentronic Innovation x http://www.datasheetcatalog.shtml 51 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful