Etika Bisnis dalam Islam H. SYAMSUL FALAH, MEc.

Bank Muamalat Indonesia Islam Agama Komprehensif & Universal Syariah Islamiyah adalah undang-undang yang komprehensif dan universal. Komprehe nsif berarti meliputi semua aspek dan bidang kehidupan yang secara garis besar d apat diklasifikasi menjadi tiga sub-sistem yaitu : Aqidah, Syari ah dan Akhlaq. Aq idah adalah hukum-hukum yang bersangkut paut dengan keimanan dan ketauhidan yang merupakan dasar keislaman seorang muslim. Syari ah adalah hukum-hukum yang mengat ur hubungan manusia dengan Khaliq maupun dengan makhluq. Sedangkan Akhlaq meniti k beratkan pada pendidikan rohani dan pembersihan hati dari sifat-sifat tercela dan menghiasi dengan sifat-sifat yang terpuji. Syariat ini merupakan ciptaan Allah SWT, maka ia tidak terbatas oleh ruang dan w aktu, maka ia adalah sistem yang universal. Ia sesuai untuk sepanjang zaman dan semua tempat, tidak lapuk ditelan zaman dan tidak kering dimakan hari. Prinsip S yari ah Islamiyah tidak dapat berubah, walaupun hukum-hukum cabangnya mungkin dapa t berubah. Keadaan geografis, jarak dan perbedaan alam tidak menjadi sebuah halangan bagi k ecocokan dan keunggulan sistem ini, karena hukum Islam bukan diciptakan oleh man usia melalui fikiran, pengetahuan dan pengalamannya. Ia merupakan ciptaan Sang K haliq Allah SWT Tuhan yang Maha Mengetahui dan Maha Mencipta alam semesta. Syari ah Islamiyah dan seluruh hukumnya tidak boleh dipisah-pisahkan atau dipecahpecah, karena ia bersifat kully. Mengambil sebahagian-sebahagian dan meninggalka n sebahagian yang lain tidak akan dapat mencapai objectif Syari ah; tujuan dan fal safahnya tidak akan dapat ditegakkan. Bahkan perbuatan seperti ini bertentangan dengan tuntutan Syari ah dan nash-nash hukum. Beriman dengan sebagian ayat Al-Qur an dan mengingkari sebagian yang lain membawa seorang hamba kepada suatu kehinaan. Sikap seperti ini tidak akan membawa kepada kebaikan dan kemuliaan kepada ummat Islam. Allah berfirman dalam surah Al-Baqarah : 85 : Apakah kamu beriman kepada sebagian Al-Kitab dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan kebaikan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, me lainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalika n kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat. Begitu juga Allah berfirman dalam surah An-Nisa : 150-151 : Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasulNya, dan bermaks ud membeda-bedakan antara Allah dan rasul-rasulNya dengan mengatakan : kami berim an kepada yang sebahagian dan kami kafir terhadap sebahagian yang lain , serta ber maksud (dengan perkataan itu) mengambil jalan (tengah) diantara yang demikian (i man atau kafir) # merekalah orang-orang yang kafir sebenar-benarnya. Kami telah menyediakan untuk orang-orang yang kafir itu siksaan yang menghinakan. Bisnis dan Perdagangan dalam Pandangan Islam Bisnis dan perbagangan termasuk dalam kegiatan manusia yang terpenting, dan manu sia adalah makhluk yang memerlukan teman dan kelompok. Bisnis dan perdagangan di perlukan karena tidak ada seorangpun yang dapat hidup dengan sempurna, mampu men yediakan segala keperluan dan tuntutan hidupnya sendiri tanpa melibatkan orang l ain. Oleh karena itu manusia saling memerlukan, bekerjasama dan saling tolong me nolong. Islam mendorong ummatnya berusaha mencari rezeki supaya kehidupan mereka menjadi

Ummat Islam dalam kiprahnya mencari kekayaan dan menjalankan usahanya hendaklah menjadikan Islam sebagai dasarnya dan keredhaan Allah sebagai tujuan akhir dan u tama. Umar bin Khattab. Dalam pandangan Islam bisnis me rupakan sarana untuk beribadah kepada Allah dan merupakah fardlu kifayah. Ibnu Majah dan al-Hakim) Tidak ada makanan yang lebih baik yang dimakan oleh seseorang daripada yang dihas ilkan oleh tangannya sendiri . Rasulullah sendiri adalah contoh se orang pedagang yang sukses. dan lain-lain. Dalam ayat itu Allah dupan dan beristirahat tenaga dan siang hari cari rezeki. Mencari keuntungan dalam melakukan perdagangan merupakan salah satu tujuan . Keberhasilan masuk dalam kategori itu merupakan keberhasilan yang te rbesar bagi seorang muslim. bahkan beliau sendiri menjalankan bisnis milik Siti Khadijah ke Syam dan kembali dengan keuntungan yang besar. Dan Alla h sebaik-baik pemberi rezeki.baik dan menyenangkan. dan bahkan merupakan fardhu k ifayah. kepercayaan dan amanah beliau sebagai pedagang. Allah pernah menegur beberapa orang Islam zaman R asulullah SAW. syuhada dan shiddiqien. Pasalnya adalah ketika Rasulullah sedang menyampaikan khutbah Jum a t. Walaupun Islam mendorong ummatnya untuk berdagang. Ini adalah bukti kema mpuan. Demikianlah Allah SWT mencela perbuatan mereka yang mengabaikan kewajiban agama karena urusan bisnis. Robbana aatina fiddunya hasanah wafil aakhirati hasa nah waqinaa adzabannaar. Abdurrahma n bin Auf. bukan berarti dapat dilakukan sesuka dan sekehendak manusia. Kewajiban Agama Lebih Utama Orang yang dikuasai oleh harta dan bisnisnya sehingga mengabaikan kewajiban terh adap Allah SWT adalah orang-orang yang iman dan akhlaqnya tipis. Bukhari) Para sahabat Rasul juga banyak yang menjadi pengusaha dan bussinessman yang suks es. oleh k arena itu bisnis dan perdagangan tidak boleh lepas dari peran Syari ah Islamiyah. sebagai pakaian. Adab dan etika bisnis dalam Islam harus dihormati dan dipatuhi jika para pedagang dan pebisnis ingin termasuk dalam golongan para nabi. Kebetula n pada waktu itu kota Madinah sedang mengalami kekurangan makanan. Malam hari untuk beristirahat dan mengumpulkan bekerja mencurahkan tenaga. bumi. Allah SWT menjadikan langit. Diantaranya adalah Abu Bakar. Dan Kami jadikan siang untuk penghidupan mengajarkan keseimbangan antara mencari rezeki untuk kehi (leisure). berbisnis berdagang untuk men Dalam beberapa hadist Rasulullah SAW memberikan dorongan kepada ummatnya untuk m encari rezeki dengan berusaha dan berdagang. tetapi jangan sampai mengalahkan tujuan utama. Manusia hendaklah mencari rezeki yang halal. Rasulullah SAW bersabda : Pedagang yang amanah dan benar akan ada bersama dengan para syuhada di hari qiyam at nanti (HR. Firman Allah dalam surah An-Naba(78) : 10-11 : Dan Kami jadikan malam . Katakanlah : Apa yang di sisi Allah adalah lebih baik daripada permainan dan perniagaan . Ketika masih kecil beliau telah menemani pamannya Ab u Thalib berdagang ke Syam. Ustman bin Affan. Adab dan etika bisnis hendaklah dijaga dan kewajiban terha . mereka bubar untuk menuju k epadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri (berkhotbah). laut dan apa saja unt uk kepentingan dan manfaat manusia. (HR. mereka mendengar kedatangan kafilah yang membawa dagangan dari Syam. dan ini bertent angan dengan Syari ah Islamiyah. seperti lep as kendali. maka turunlah ayat Allah dalam surat Al-Jum ah (62):11 : Dan ketika mereka melihat perniagaan atau permainan. sehingga mere ka tidak sabar lagi untuk segera mendatangi kafilah tersebut.

dan jika ada yang menyembunyikannya adalah suat u kezaliman.dap Allah tidak boleh diabaikan. menguntungkan satu pihak diatas kerugian pihak lain. termasuk dalam kegiat an bisnis dan jual beli. tipu daya.Oleh karena itu pula return dalam investasi tidak pasti dan tidak tetap. kezaliman. tetapi dalam dunia usaha bukanlah hal yang mudah bagi kita untuk menghindarkan diri dari cengkraman riba. kecuali dengan jalan perniagaan yang berjalan atas dasar suk a sama suka diantara kamu Jauhkan Melakukan Riba Dalam berbisnis hendaklah harus bersih dari unsur-unsur riba yang telah jelas-je las dilarang oleh Allah. Dalam surah Al-Baqarah : 275 Allah berfirman : dan Allah menghalalkan ju al beli. Islam mendoron g masyarakat untuk melakukan investasi dan melarang membungakan uang. Siapa yang menipu kami bukanlah termasuk golongan kami . Saling Rela Kegiatan bisnis dan perdagangan harus dijalankan oleh pihak-pihak yang terlibat atas dasar suka sama suka. Tidak Mengurangi Timbangan. tetapi beliau terkejut kare na ternyata yang di dalam tidak baik (basah). yang akhirnya menciptakan keharmonian dalam masyarakat. m encampur barang yang baik dengan yang buruk. Walaupun demikian kita harus teru s berusaha mengatasi hal ini dengan merumuskan langkah-langkah alternatif yang e fektif. Takaran dan Ukuran . Tidak boleh dilakukan atas dasar paksaan. Allah SWT berfir man dalam surat An-Nisaa (4):29 : Hai orang-orang yang beriman janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang bathil. mengharamkan riba. Pada suatu hari Rasulullah SAW mengadakan inspeksi pasar. Islam mendorong masyarakat kepada usaha yang nyata dan produktif. Tidak Menipu Islam mengharamkan penipuan dalam semua aktifitas manusia. Haramn ya riba telah jelas. Setelah kewajiban ini ditunaikan Allah mendoron g orang yang beriman untuk melanjutkan kegiatan bisnisnya. sambil terus menginga t Allah dalam setiap detak jantung dan denyut nadi. (HR Muslim) Dalam hadits yang lain Rasulullah SAW berkata : Tidak halal bagi seseorang menjual sesuatu barang melainkan jika ia telah menjel askan keadaan barang yang dijualnya dan tidak boleh bagi siapa yang mengetahui h al tersebut (cacat) kecuali ia menjelaskannya (HR Al-Hakim dan Al-Baihaqi) Dari pernyataan diatas jelaslah bagi kita bahwa Islam mengecam penipuan dalam be ntuk apapun dalam berbisnis. menunjukkan contoh barang yang baik dan menyembunyikan yang tidak baik termasuk dalam kategori penipuan. Sedangkan praktek membungakan uang adalah kegiatan yang relatif tidak beresiko karena perolehan ke mbaliannya berupa bunga relatif tetap dan pasti. Prinsip ini sebenarnya akan menciptakan kepercayaan antara pembeli dan penjual. Investasi adalah kegiatan y ang mengandung resiko karena berhadapan dengan unsur ketidak pastian. Rasulullah pun bersabda : Juallah i ni (yang baik) dalam satu bagian dan yang ini (yang tidak baik) dalam bagian yan g lain. Rasulullah memasukkan tangannya kedalam tumpukkan gandum yang nampak baik. Memberikan penjelasan dan informasi yang tidak benar. sebaliknya menggalakkan jual beli dan investasi. Perbedaan yang mendasar antara investasi dan membungakan uang. Lebih jauh lagi barang yang hendak dijual harus dij elaskan kekurangan dan cacatnya.

daging babi. Rasulullah SAW menegaskan dalam s ebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Muslim : Seburuk-buruk hamba ialah orang yang melakukan ihtikar. menyempurnakan takaran dan timbangan dan jangan mengurangi hak orang lain dan jangan melakukan kerusakan di muka bumi. dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. agar d apat meraih keuntungan yang besar. Maka sempurna kanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu kurangkan bagi manusia barang-ba rang takaran dan timbanganya. kemudian menjualnya dengan ha rga yang jauh lebih mahal. Dalam sebuah hadist Rasulullah SAW bersabda : Sesungguhnya Allah SWT jika mengharamkan suatu barang. mengeksploitasi keadaan yang umumnya didorong oleh sifat tamak dan loba sehingga menyulitkan dan menyusahkan orang banyak. Dan (kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan saudara mereka. Mereka juga dituntut untuk menyampaikan amanah kepada yang berhak tanpa pandang bulu. (HR Ahmad dan Abu Daud) Ihtikar/Menimbun/Monopoli Islam memberikan jaminan kebebasan pasar dan kebebasan individu untuk melakukan bisnis. namun Islam melarang prilaku mementingkan diri sendiri. sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain Dia. Dalam berbisnis keadilan dan amanah tetap harus ditegakkan. pelacuran dan lain-lain. Perbuatan ihtikar semacam ini sangat dilarang. orang tersebut membel inya dengan harga murah dan dibawah harga pasaran. Kedua jenis jual beli seperti ini mengandung unsur dosa karena telah mengandung . Tetapi juga bagaimana bisnis ini menjadi ibadah yang diridhoi Allah dan dapat memberikan kemashlahatan kepad a masyarakat banyak. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-bet ul kamu orang yang beriman. Cara seperti ini dalam term fiqh biasanya dik enal dengan sebutan jual beli najash dan talaqqi ar-rukban. Mengambil Kesempatan dalam Kesempitan Pedagang yang tidak bermoral dan tipis imannya senantiasa mengambil kesempatan d ari kelemahan dan kekurangan orang lain dengan menggunakan berbagai cara. Yang dimaksud jual beli najash adalah seperti seorang yang seolah-olah akan memb eli barang dengan harga tinggi. Dalam Islam haram hukumnya memperdagangkan barang-barang seperti minuma n keras. Mengurangi ti mbangan.Setiap muslim dituntut untuk menegakkan keadilan meskipun terhadap diri sendiri. Ia berka ta : Hai kaumku. Melalui lisan nabi S yu aib Allah memerintahkan kepada kita agar beribadah kepada Allah dan mentauhidka nNya. sembahlah Allah. Keberhasilan bisnis bukan hanya bagaimana kita dapat memaksimalkan keuntungan de ngan modal yang minimal dalam jangka waktu singkat. maka harganya pun haram j uga. barang curian. agar calon pembeli yang sebenarnya berani membel i dengan harga yang lebih tinggi. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Syu aib. Sedangkan talaqqi ar-rukban adalah seseorang y ang mengetahui kedatangan seorang pedagang dari luar kota. judi. (Al-Araf : 85) Tidak Menjual Belikan yang Haram Barang yang diperjual belikan haruslah barang yang halal baik zat maupun sifat-s ifatnya. takaran dan ukuran merupakan perbuatan dosa besar. jika ia mendengar harga barang murah dirusakannya (barang itu) dan jika harganya melambung tinggi ia ber gembira.

Dengan batasan-batasan tersebut kegiatan ekonomi dan bisnis kita akan memiliki nilai ibadah. Akad jual beli yang mengandung unsur-unsur gharar d apat menimbulkan perselisihan. Firman Allah : Tidaklah aku jadikan jin dan manusia melai nkan untuk beribadah (kepadaKu). Tidak Mengandung Gharar dan Maisir Gharar atau ketidak jelasan. jenis dan rupanya.penipuan dan mengambil kesempatan dari kelemahan orang lain. Contohnya jual b eli ikan yang masih berada di dalam kolam yang tidak diketahui ukuran. karena barang yang diperjual belikan tidak diketa hui dengan baik. Wallahu Alam Bishowaab . Demikian beberapa batasan-batasan (etika) yang diberikan oleh Islam dalam kita m enjalankan kegiatan ekonomi dan bisnis. sehingga sangat dimungkinkan terjadi penipuan. hal ini sesuai dengan misi diciptakannya manusia. Gharar dapat mengarah kepada maisir (perjudian).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful