TUMOR PARU

MUHAMMAD ABRAR 1207101040117 UNIVERSITAS SYIAH KUALA PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN 4/5/2013

GEULIMA II

Toraktomi . radiasi ion. Merokok Tumor berbahaya yang tumbuh diparu. 2. lelah.Tanda-tanda vital diusahakan stabil . 2. ulserasi bronkus batuk.Bronkhografi . obstruksi. fungsi paru . Terpapar asap rokok Karsinogen sebagian besar kanker paru berasal dari sel-sel didalam paru tapi dapat juga berasal dari bagian tubuh lain yang terkena kanker.Kemoterapi Terjadi komplikasi ke organ lainnya Pola napas yang tidak lancar dan jalan napas yang tidak nyaman membuat nafsu makan menurun .MRI Penatalaksanaan Keperawatan : . Polusi udara 5. tetapi berkembang sampai titik dimana dibentuk sputum yang kental dan purulen dalam berespon terhadap infeksi sekunder. supotif .Foto thorax . a. 4. dispneu. 5. dan sesak napas. 3.Radiasi . Karsinoma Bronkogenik 1. b.) 4. Gejala awal.Pemeriksaan lab : sitologi. Genetik metaplasia hiperplasia displasia Manifestasi klinis : 1.Bronkoskopi . demam wheezing unilateral Penurunan berat badan pada stadium lanjut Kanker bermetastase ke organ lainnya terjadi perubahan suara napas. Batuk Kemungkinan akibat iritasi yang disebabkan oleh massa tumor.Kuratif. Hemoptisis Sputum bersemu darah karena sputum melalui permukaan tumor yang mengalami ulserasi. Anoreksia.Torakoskopi . Paparan zat karsinogen (asbestos. Karsinoma skuamosa 2. 6.Pneumonektomi . hemoptisis. leukosit. Karsinoma sel kecil Adenokarsinoma Karsinoma sel besar Gabungan adenokarsinoma dan epidermoid 3.peningkatan kualitas hidup Penatalaksanaan Medis: . Stridor lokal dan dispnea ringan yang mungkin disebabkan oleh obstruksi bronkus.Bed rest .IVFD RL 20 gtt/i . paliatif. TUMOR PARU Pemeriksaan Penunjang : .Lobektomi .CT Scan . indikasi dipasang WSD menembus ruang pleura efusi pleura lesi bronkus.Penkes .LAPORAN PENDAHULUAN PADA PASIEN DENGAN TUMOR PARU DI RUANG GEULIMA II RSUDZA BANDA ACEH TAHUN 2013 Klasifikasi: Etiologi : Patofisiologi Definisi : 1. Gejala umum. Batuk mulai sebagai batuk kering tanpa membentuk sputum. menyebabkan suara serak dan napas sesak. berkurangnya berat badan. c.

-Nafas pendek . Kesulitan menelan Haus/ peningkatan masukan cairan.Takikardi/ disritmia. nodus limfe. . . pleural Pengkajian Pengkajian pada pada Tumor Tumor Paru Paru Circulation : .Batuk ringan atau perubahan pola batuk dari biasanya dan atau produksi sputum.d: .Jari tabuh (clubbing finger) Heart Rate & Oxymetri .Meningkatnya tahanan jalan nafas Diagnosa 3 : Ketakutan/Anxietas.Krekels/ mengi pada inspirasi atau ekspirasi (gangguan aliran udara). b.Kelemahan. ketidakmampuan mempertahankan kebiasaan rutin . . Leukosit.Peningkatan fremitus taktil (menunjukkan konsolidasi) . .d: Hipoventilasi. . krekels/ mengi menetap. penurunan masukan makanan. Takikardi.Dispnea.Peningkatan jumlah/ viskositas sekret paru. Penurunan berat badan. Exposure : Keluhan pasien dan keadaan pasien yang dirasakan sekarang. tumor epidermoid) Gastric Tube . paralysis pita suara. nafsu makan buruk. .Ancaman untuk/ perubahan status kesehatan. Pengkajian sekunder : Hb. Diagnosa 2 : Bersihan jalan nafas tidak efektif. pentimpangan trakea ( area yang mengalami lesi).Kehilangan fungsi silia jalan nafas .Bunyi jantung : gesekan pericardial (menunjukkan efusi). .LAPORAN PENDAHULUAN PADA PASIEN DENGAN TUMOR PARU DI RUANG GEULIMA II RSUDZA BANDA ACEH TAHUN 2013 Airway .Faktor psikologis.Serak. Diagnosa 1 : Kerusakan pertukaran gas b. b. .d : . Ht. meningkat dengan kerja .Krisis situasi .Obstruksi vana kava). Riwayat Kesehatan Sekarang : keluhan pasien datang ke pelayanan kesehatan saat ini Riwayat Kesehatan Keluarga: Riwayat penyakit yang diderita anggota keluarga lainnya Riwayat Kesehatan Dahulu: Riwayat kesehatan pasien sebelumnya dan penyakit yang sudah diderita sejak lama Riwayat Penggunaan Obat : Riwayat konsumsi obat pasien Breathing : . Trombosit. takut mati. disritmia Disability .Kelesuan( biasanya tahap lanjut). pemeriksaan sputum. dari hari ke hari selama perawatan Folley Cateter : Peningkatan frekuensi/ jumlah urine (ketidakseimbangan hormonal.

d. Rasional : Memburuknya penyakit dapat menyebabkan atau meningkatkan ansietas b) Pertahankan lingkungan tenang dengan sedikit rangsangan. . b.Mengeluarkan sekret tanpa kesulitan. e) Dorong pasien untuk mengakui dan menyatakan perasaan. Rasional : Dispnea merupakan mekanisme kompensasi adanya tahanan jalan nafas.Mengakui dan mendiskusikan takut. e) Awasi atau gambarkan seri GDA. . kental. d) Identifikasi perspsi klien terhadap ancaman yang ada oleh situasi. berdarah. Rasional : Membantu pengenalan ansietas/ takut dan mengidentifikasi tindakan yang dapat membantu untuk individu. Kolaborasi pemberian oksigen lembab sesuai indikasi Rasional : Memaksimalkan sediaan oksigen untuk pertukaran. Kriteria Hasil: . dan sekret dalam seksi lobus. b) Observasi penurunan ekspensi dinding dada dan adanya. tremor. lidah.LAPORAN PENDAHULUAN PADA PASIEN DENGAN TUMOR PARU DI RUANG GEULIMA II RSUDZA BANDA ACEH TAHUN 2013 Kriteria Hasil : -Mennjukkan perbaikan ventilasi dan oksigenisi adekuat dengan GDA dalam rentang normal dan bebas gejala distress pernafasan. misalnya krekels. juga produksi dan karakteristik sputum. tak efektif). c) Tunjukkan/ Bantu dengan teknik relaksasi. c) Catat karakteristik batuk (misalnya. Rasional : Ekspansi dad terbatas atau tidak sama sehubungan dengan akumulasi cairan. Mengi adalah bukti adanya tahanan atau penyempitan jalan nafas sehubungan dengan mukus/ edema serta tumor. edema. contoh aminofilin. e) Kolaborasi pemberian bronkodilator. Kriteria Hasil : Menyatakan/ menunjukkan hilangnya dispnea. Intervensi : Intervensi: a) Observasi peningkatan gelisah. hipertensi. Rasional : Menurunkan ansietas dengan meningkatkan relaksasi dan penghematan energi. Kaji status pernafasan dengan sering. Intervensi : a) Catat perubahan upaya dan pola bernafas.Krekels adalah bukti peningkatan cairan dalam area jaringan sebagai akibat peningkatan permeabilitas membrane alveolar-kapiler. albuterol dll. Rasional : Langkah awal dalam mengatasi perasaan adalah terhadap identifikasi dan ekspresi. Kaji adanya sianosis Rasional : Penurunan oksigenasi bermakna terjadi sebelum sianosis. . dalam kemampuan/ situasi. contoh takikardi.Menunjukkan pemecahan masalah dan penggunaan sumber efektif. Digunakan sebagai dasar evaluasi keefktifan terapi atau indikator kebutuhan perubahan terapi. Rasional : Karakteristik batuk dapat berubah tergantung pada penyebab/ etiologi gagal perbafasan. bimbingan imajinasi. Mendorong penerimaan situasi dan kemampuan diri untuk mengatasi. .Tampak rileks dan melaporkan ansietas menurun sampai tingkat dapat diatangani. insomnia. tidak sama atau tak ada pada area yang sakit. Catat ada atau tidak adanya bunyi tambahan dan adanya bunyi tambahan. c. d) Pertahankan posisi tubuh/ kepala tepat dan gunakan alat jalan nafas sesuai kebutuhan.Menyatakan kesadaran terhadap ansietas dan cara sehat untuk mengatasinya. . Intervensi : a. Sputum bila ada mungkin banyak. Rasional : Bunyi nafas dapat menurun. meditasi. menetap. efektif. catat peningkatan frekuensi atau upaya pernafasan atau perubahan pola nafas. Rasional : Penggunaan otot interkostal/ abdominal dan pelebaran nasal menunjukkan peningkatan upaya bernafas.Menunjukkan perilaku untuk memperbaiki/ mempertahankan bersihan jalan nafas. Rasional : Menunjukkan ventilasi atau oksigenasi. Berpartisipasi dalam program pengobatan. adan/ atau puulen. Rasional : Memberikan kesempatan untuk pasien menangani ansietasnya sendiri dan merasa terkontrol. Rasional : Memudahkan memelihara jalan nafas atas paten bila jalan nafas pasein dipengaruhi. Awasi untuk efek samping merugikan dari obat. Sianosis sentral dari “organ” hangat contoh.Mempertahankan jalan nafas paten dengan bunyi nafas bersih . mengi. bibir dan daun telinga adalah paling indikatif. emosi labil. .

B. Rencana Asuhan Keperawatan Pedoman untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Perawatan Pasien Edisi 3. & Geissler. 2002.. Jakarta. 2000. S.E. M. M. Keperawatan Medikal Bedah Brunner & Suddarth Edisi 8.C.G. EGC.. EGC..C. Jakarta .. & Bare.. A.LAPORAN PENDAHULUAN PADA PASIEN DENGAN TUMOR PARU DI RUANG GEULIMA II RSUDZA BANDA ACEH TAHUN 2013 REFERENSI Smeltzer. Doengoes.F. Moorhouse.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful