P. 1
Status Pasien

Status Pasien

|Views: 39|Likes:
Published by yuli_prabowo_1
laporan kasus psikiatri
laporan kasus psikiatri

More info:

Published by: yuli_prabowo_1 on Jun 30, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/22/2013

pdf

text

original

1

STATUS PASIEN
I. IDENTITAS PASIEN Nama Jenis kelamin Tempat/tgl lahir Usia Agama Pendidikan terakir Pekerjaan Alamat Status penikahan Tgl masuk RSPAD-GS No.RM : Tn.RH : Laki-laki : Jakarta, 6 Desember 1993 : 19 tahun : Islam : SMK : tidak bekerja : Jl. Jati Baru 1, No. 31, Jakarta Pusat : belum menikah : 1 Mei 2013 : 05.26.37

II. RIWAYAT PSIKIATRI Riwayat diperoleh dari alloanamnesis kepada orang tua pasien (ayah dan ibu pasien) dan autoanamnesis selama follow-up di Bangsal Amino RSPAD Gatot Soebroto. A. Keluhan Utama Pasien tidak mau makan, tidak mau minum, dan marah-marah tanpa sebab. B. Riwayat Gangguan Sekarang

2

Saat tiba di RSPAD Gatot Soebroto pada tanggal 1 Mei 2013 pasien dibawa oleh orang tua pasien karena pasien tidak mau makan dan minum, serta marah-marah tanpa sebab. Sejak 3 minggu sebelum masuk rumah sakit pasien tiba-tiba menghubungi orang tua pasien lewat telepon sambil menangis. Pasien meminta maaf kepada kedua orang tua pasien dan minta disampaikan maaf ke temanteman dari ayah pasien. Pasien mengatakan ada suara yang menyuruh pasien untuk meminta ampun kepada kedua orang tua pasien. Suara yang didengar pasien merupakan suara seorang laki-laki, pasien seperti mengenal suaranya, namun pasien tidak dapat menyebutkan siapa pemilik suara tersebut. Pasien tidak mengalami penurunan nafsu makan, tidak mengurung diri di kamar, dan tidak terlihat sedih. Pasien juga tidak memiliki keinginan untuk bunuh diri. Pasien mengatakan sudah 2 minggu ini pasien tidak masuk kerja. Sejak 2 minggu sebelum masuk rumah sakit pasien mengatakan ingin ke masjid terus, karena ingin bertemu dengan orang-orang yang shaleh dan memperdalam ilmu agama. Sejak 1 minggu sebelum masuk rumah sakit pasien merasa bahwa tetangga di sekitar tempat tinggal pasien menjelek-jelekan orang tua pasien. Pasien juga mengatakan mendengar bisikan-bisikan yang mengomentari pasien. Orang tua pasien mengatakan, pembicaraan dengan pasien mulai tidak jelas. Sejak 5 hari sebelum masuk rumah sakit pasien tidak mau makan dan minum, pasien juga marah-marah tanpa sebab. Sejak 1 hari sebelum masuk rumah sakit setelah adzan subuh, pasien tiba-tiba mengamuk tanpa sebab. Pasien juga melempar-lempar barang ke kaca dan pintu. Pasien berkali-kali mengatakan ingin keluar, namun baru 3 kali melangkah pasien langsung jatuh dan orang tua pasien mengatakan pasien kejang. Pasien kemudian dibawa ke Rumah Sakit Ketergantungan Obat atas saran tetangga pasien. Pasien kemudian dirujuk ke RSPAD Gatot Soebroto karena tidak ditemukan kelainan dalam hasil laboratorium.

3

Selama dirawat di paviliun Amino awalnya pasien tenang dan mulai bisa diajak bicara. Pasien sempat mengatakan takut jika tidur pasien akan diikat kembali, seperti saat pasien masih gelisah. Setelah 2 hari dirawat pasien mengatakan mulai mendengar suara-suara lagi. Pasien mengatakan suara yang didengarnya merupakan suara laki-laki seperti suara teman mainnya, suara anak kecil, dan suara ibu-ibu. Pasien menyadari bahwa suara-suara seperti itu harusnya tidak ada dan pasien sangat terganggu, tetapi pasien mencoba bersabar. Pasien mengalami kesulitan untuk tidur akibat suara-suara ini. Pasien sempat mengamuk karena merasa ada yang mengejek dan menyalahkan pasien, sehingga pasien merasa kesal.

C. Riwayat Gangguan Sebelumnya 1. Riwayat Gangguan Psikiatri Pasien sebelumnya. 2. Riwayat Penyakit Medis Riwayat kejang dan kepala terbentur tidak didapatkan. Pasien mengaku pernah di rawat di Rumah Sakit karena penyakit typoid sebanyak 3 kali. 3. Riwayat Penggunaan Zat Psikoaktif dan Alkohol Pasien mengaku merokok sejak tahun 2006 hingga saat ini. Pasien mengaku mengkonsumsi alkohol sejak tahun 2006 dengan intensitas meminum 1 kali setiap minggu. Pasien mengaku berhenti minum-minuman beralkohol pada tahun 2010 atas keinginan pasien sendiri. D. Riwayat Kehidupan Pribadi 1. Riwayat Prenatal belum pernah mengalami riwayat gangguan psikiatri

SMU Namukur. Riwayat Pendidikan Pasien sekolah di SD Inpres. . Ketika dilahirkan pasien langsung dapat menangis dan tidak ada kesulitan bernafas. Pasien adalah anak yang pemalu dan paling disayang oleh ibunya. Pasien lahir di Binjai pada 25 April 1984. SMP Namukur. dan ibunya rutin melakukan pemeriksaan di puskesmas. Pasien tidak pernah bermasalah dengan pendidikan sekolahnya. Pasien adalah seorang yang gemar bermain sepak bola dan memancing. Riwayat Masa Kanak Akhir dan Remaja Pasien mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah dengan baik. Saat pertama kali sekolah. yaitu dengan mengikuti kegiatan cross country. pasien juga aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler. Pelajaran yang paling disukai pasien adalah Bahasa Indonesia. Pasien dilahirkan saat usia kehamilan 9 bulan dengan persalinan spontan. tidak didapatkan penyakit saat mengandung pasien. Menurut ibu pasien. Berdasarkan alloanamnesis dari ibu pasien. Kemudian pasien mendaftarkan diri menjadi tentara karena keinginannya sendiri dan sekitar tahun 2006 pasien sudah menjadibagian dari Keluarga Besar TNI – AD. sewaktu kecil pasien jarang sakit. Setelah lulus SMA. 5. Imunisasi lengkap diakui oleh keluarga pasien. Riwayat Masa Kanak-Kanak (0-3 tahun) Pasien mengkonsumsi ASI hingga usia 2 tahun.di sekolahnya. 2. Pasien pernah mengikuti kursus komputer. 4. Keadaan gizi cukup. berat lahir 4. pasien cenderung pendiam dan pemalu dalam pergaulan. Kemudian. 3. Riwayat Masa Pertengahan (3-11 tahun) Pasien tumbuh dan berkembang seperti anak seusianya.4 Pasien adalah anak ke 3 dari 5 bersaudara. tidak ada masalah medis pada usia tersebut.5 kg dan panjang badan tidak diketahui.

11. Pasien hanya memiliki seorang istri. Pasien sering diajari mengenai agama Islam oleh istrinya. Riwayat Pelanggaran Hukum Keluarga dan pasien tidak pernah bermasalah dengan hukum dan tidak pernah di tempatkan di ruang tahanan. Pada saat mengikuti pendidikan tentara. 8. Riwayat Psikoseksual Pasien pernah berpacaran sebanyak 5 kali denngan wanita sebelum pasien menikah. Pasien berhubungan pertama kali dengan istrinya dan pasien sangat menyayangi istrinya. 7. pasien tinggal bersama pamannya yang beragama Islam. Riwayat Keluarga . Kini pasien telah memiliki seorang anak laki-laki berusia 8 bulan (An. Pasien tidak rutin menjalankan sholat lima waktu. Pasien berorientasi seksual normal.SM). 10.AR). yaitu heteroseksual.5 6. Pasien sangat menyayangi istrinya. Riwayat Pernikahan Pasien menikah pada tahun 2010 dengan wanita pilihan pasien (Ny. Riwayat Pekerjaan Pasien adalah anggota TNI – AD dari kesatuan Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) grup C. Riwayat kehidupan Beragama Pasien lahir dari keluarga Kristen. Pasien baru akan bertugas ketika ada tamu Negara yang datang ke Indonesia. 9. yaitu di bagian Korsik. Pada tahun 2008 pasien pindah ke agama Islam saat pasien sudah menjadi tentara.

Pasien mengaku tidak terlalu mengenal dengan lingkungan rumanya. Pasien mengaku meminjam uang di Bank untuk keperluan pernikahan dan pinjaman itu akan berlangsung 1 tahun lagi. 13. Persepsi Pasien tentang Diri dan Lingkungannya. Genogram Ket: Perempuan Laki-laki Pasien Tinggal serumah 12. Pasien mengganggap dirinya memiliki teman-teman baik di lingkungan pekerjaanya. Tidak ada anggota keluarga pasien yang memiliki riwayat gangguan jiwa. Pasien merupakan anak ke 3 dari 5 bersaudara. Pasien memiliki pinjaman di Bank hingga saat ini. Pasien mengatakan ingin segera pulang ke rumah . Saat ini pasien tinggal bersama dengan istri dan anaknya di sebuah rumah kontrakan. Situasi Kehidupan Sekarang Pasien tinggal bersama dengan istri dan anaknya di rumah kontrakan. Pekerjaan pasien saat ini adalah Paspampres di Bogor.6 Orang tua pasien tinggal di Medan dan bekerja sebagai petani.

volume pembicaraan cukup dan artikulasi jelas. Impian. STATUS MENTAL A. Pembicaraan Saat berbicara dapat menjawab secara spontan. Sikap Terhadap Pemeriksa Pasien bersikap kooperatif selama wawancara. III.khayalan. 4. Perilakau dan Aktivitas Motorik Cukup tenang. Pasien ingin segera bisa menemani anaknya bermain di rumah. 14.7 karena sudah jenuh di Rumah Sakit. dan nilai hidup Pasien ingin pindah tugas ke kota kelahiran pasien di Medan agar bisa menikmati suasana kampong halaman dan bisa dekat dengan orang tua pasien yang tinggal di kota itu. Deskripsi Umum 1. lancar. perawatan diri dan higiene baik. 15. penampilan cukup rapi. Kesadaran Compos Mentis 3. 2. Alam Perasaan (Emosi) Suasana Perasaan (Mood) dan Ekspresi Afektif . Keluarga pasien sadar bahwa pasien memerlukan bantuan dari bagian jiwa dan ingin pasien segera sembuh karena kejadian tersebut sudah berulang kali. Pasien memakai kaos berwarna merah dan celana pendek berwarna coklat. B. Penampilan Seorang laki-laki tampak sesuai usia. Persepsi Keluarga Terhadap Pasien Keluarga pasien mengetahui dan dapat menerima keadaan pasien. C.

Orientasi Orientasi waktu : baik. Pasien menyatakan ada pikiran dari luar yang masuk ke dalam pikirannya dan berusaha untuk mengendalikan pasien untuk melakukan tindakan yang tidak diinginkan pasien. Pasien mengatakan dirinya sedang di kejar-kejar untuk dibunuh oleh seseorang yang tidak diketahuinya secara pasti. . Jakarta. Isi Pikiran Waham Bizzare. pasien dapat mengetahui waktu wawancara (Kamis. F. Waham kejar. Pikiran 1. Pasien mengatakan bahwa ia merasa orang-orang sedang membicarakannya dan bisa membaca pikirannya. Gangguan Persepsi Halusinasi Auditorik (commanding).8 Mood Afek Keserasian : Eutimik. E. pasien mengetahui saat ini berada di bangsal Jiwa Rumah Sakit Gatot Soebroto. Sensorium dan Kognisi 1. 29 Maret 2012) dengan tepat. thought insertion dan ide kendali Pasien merasa ia sudah mati dan mengatakan tentang adanya dunia gelap dan dunia terang. Proses Pikiran Koheren 2. Orientasi tempat : baik. seperti melompat dari lantai 2 serta mencekik istrinya. Waham rujuk. : Sesuai D. pasien menyatakan bahwa ia sering melihat warnawarna di sekitarnya. : Cukup. pasien menyatakan bahwa dia sering mendengar ada yang menyuruhnya untuk melakukan tindakan-tindakan seperti menendang istrinya dan mencoba bunuh diri. Halusinasi Visual.

. pasien dapat mengenali pemeriksa. Dan pasien dapat mengingat pula pertama kali pindah ke Bogor. 8. 4. serta pasien juga dapat makan sendiri. 7. 5. Dasa Konsentrasi Secara umum. Pasien juga masih mengingat pelajaran yang paling digemari (Bahasa Indonesia). Daya ingat jangka menengah baik. serta kegiatan perlombaan yang pernah dijuarai semasa SMP. pasien hanya dapat menjawab nama presiden yaitu SBY. Kemampuan Menolong Diri Sendiri Pasien dapat menggunakan kamar mandi sendiri. pasien dapat mengikuti wawancara dengan baik. akan tetapi pasien tidak dapat menghitung 100 – 9 – 9. Pasien juga rutin mengganti baju setiap hari. Kecerdasan dan Daya Informasi Ketika ditanya siapakah presiden dan wakil presiden saat ini. Daya ingat jangka pendek baik. dokter. Pasien dapat menyebutkan pekerjaan dan kesatuan yang dijabat sebelum sakit. 3. Pasien dapat menyebutkan tanggal kelahiran dengan benar. yaitu Juara III cross country. Daya Ingat Daya ingat jangka panjang baik. Visuospasial Pasien dapat menggambar jam dengan jarum panjang dan pendek menunjukkan ke waktu yang tepat. namun pasien lupa nama wakil presiden saat ini. Pasien juga masih ingat kota kelahiran dan nama sekolahnya semasa kecil. Kemampuan Baca-Tulis Pasien dapat membaca dan menulis dengan baik. 2. perawat dan pasien lain. pasien tidak dapat menjawab arti dari peribahasa “Besar pasak daripada tiang”. Pikiran Abstrak Ketika ditanyakan mengenai peribahasa. 6.9 Orientasi orang : baik. Pasien dapat menyebutkan menu sarapan yang dikonsumsi pada pagi harinya.

Pasien dapat bertingkah laku baik selama perawatan. Daya Nilai 1. Taraf Dapat Dipercaya Secara umum. IV. 4. Penilaian Realita Terganggu. J. E melintas di depan pasien. PEMERIKSAAN FISIK A. 3. 7. 5. Daya Nilai Sosial Cukup baik.6 : 120/90 mmHg : 80x/menit . 2. terutama saat melihat Tn. H. keterangan yang diberikan pasien dapat dipercaya. 6.dan tidak mengganggu teman yang lainnya. Status Internus 1. pada faktor eksternal atau pada faktor organic. 3. 8. Tilikan : Derajat 3 Pasien menyadari dirinya sakit. pasien akan mengembalikan dompet yang berisi uang dan KTP kepada pemiliknya jika menemukannya di jalan. Pasien memiliki halusinasi auditorik berupa suara-suara yang tidak diketahui asalnya I. tetapi melemparkan kesalahan pada orang lain. Akan tetapi pasien masih suka memperhatikan sekitarnya dengan pandangan curiga. Pengendalian Impuls Pasien dapat mengikuti proses wawancara dengan baik. Keadaan Umum Kesadaran Keadaan Gizi Berat Badan Tinggi Badan BMI Tekanan Darah Nadi : Baik : Compos Mentis : Baik : 76 kg : 169 cm : 26.10 G. 2. Uji Daya Nilai Baik.

berasal dari Medan. THT 13. isokor : Gaya berjalan dan postur normal Tremor (-) Gangguan keseimbangan (-) Rigiditas ekstremitas (-) Gangguan koordinasi (-) V. Mata 12. Pendidikan terakir pasien SMA dan sekarang bekerja sebagai Paspampres di Bogor. 2.MS. Kulit B. Suhu 11.11 9. Gigi dan mulut 14. Leher 15.. IKHTISAR PENEMUAN BERMAKNA Pemeriksaan dilakukan pada Tn. PEMERIKSAAN PENUNJANG Tidak dilakukan pemeriksaan darah maupun pemeriksaan penunjang lain. Pasien dibawa ke Paviliun Amino pada 14 Maret 2012. tremor kedua tangan(-) 10. Saat ini pasien dibawa ke Paviliun Amino karena pasien . VI. edema -/-. Abdomen 17. Ciri kepribadian pasien adalah schizoid. perfusi baik. Pupil Gejala Ekstrapiramidal : dalam batas normal : bulat. berusia 27 tahun beragama Islam. Sebelumnya pasien pernah dirawat di Paviliun Amino pada bulan Juni 2011 dan bulan Januari 2012 karena pasien gelisah. mengamuk dan mengaku mendengar suara-auara yang memrintahnya. Thorax 16. Ekstremitas 18. Status Neurologik 1. Pernapasan : 23x/min : 37 oC : dalam batas normal : dalam batas normal : Higiene oral kurang : tidak ditemukan pembesaran KGB : cor-pulmo dalam bats normal : dalam batas normal : Akral hangat.

warna di sekitarnya. 1 minggu sebelum masuk rumah sakit. Pasien terlihat gelisah dan pasien mengaku mencekik istri pasien karena ada suara-suara yang menyuruhnya untuk melakukan perbuatan itu. Saat dilakukan wawancara. pada pasien ditemukan riwayat gejala dan perilaku yang bermakna menimbulkan penderitaan maupun hendaya dalam kehidupan sehari-hari. Pada pemeriksaan fisik tidak ditemukan adanya kelainan. Secara umum. penampilan cukup rapi. Kesadaran pasien compos mentis. VII. Selama di Rumah Sakit. pasien dapat dinyatakan mengalami gangguan kejiwaan. Pasien juga mengatakan melihat warna. Pasien dapat membaca dan menulis. alam pikiran dan perasaan yang secara bermakna dan menimbulkan suatu penderitaan (distress) dan . perawatan diri dan higiene baik. pasien tampak sesuai usia. Pasien mengatakan ingin segera pulang untuk dapat berkumpul dengan istri dan anaknya. pasien sudah berhenti meminum obat dengan alasan obat sudah habis. fungsi kognitif pasien baik. Orintasi. namun RTA pasien terganggu dengan tilikan derajat 3. pasien mengaku masih mendengar suara-suara yang menyuruhnya. daya ingat dan konsentrasi pasien baik. 1. FORMULASI DIAGNOSTIK Berdasarkan pemeriksaan. waham rujuk. waham bizarre. Pasien merasa sudah lebih tenang setelah perawatan di Rumah Sakit. isi pikir terdapat waham kejar. Pasien juga mengatakan bahwa ada yang mengejar dan mencoba untuk membunuh pasien. Oleh karena itu. Pasien juga merasa bahwa dokter dan pasien lain bisa membaca pikiran pasien. Proses piker pasien koheren. Pasien merasa dirinya dimasuki oleh sesuatu dan merasa dikendalikan. Aksis I Pada pasien ditemukan adanya pola perilaku. Pasien juga memiliki kemampuan visuospasial yang baik. Pasien kooperatif dalam menjawab pertanyaan yang diberikan.12 tidak bisa tidur sejak 3 hari sebelum masuk Rumah Sakit. Terdapat gangguan persepsi. yaitu halusinasi auditorik dan halusinasi visual. thought insertion dan ide kendali.

Sehingga pasien didiagnostik Skizofrenia Paranoid (F20. thought insertion dan ide kendali yang telah berlangsung lebih dari satu bulan. Namun berdasarkan pemeriksaan. waham rujuk. Hal ini sudah berlangsung sejak pasien berkeluarga. tidak ditemukan adanya tanda-tanda gangguan mental organik (F0) maupun kejadian yang dapat menjadi pencetusnya. . diagnosis gangguan mental organik (F00-F09) dapat disingkirkan.00). tidak ditemukan adanya riwayat cedera / trauma kepala. Keadaan-keadaan tersebut memenuhi kriteria umum diagnosis skizofrenia (F20) Pasien merasakan adanya suara halusinasi yang memberi perintah dan pasien juga merasa dikejar-kejar oleh orang yang akan membunuhnya. pasien sudah tidak mengkonsumsi alkohol lagi. tidak pula didapatkan riwayat penggunaan zat psikoaktif.0).7). Pasien menunjukkan adanya waham kejar.13 hendaya (disability) dalam pekerjaan dan kehidupan social pasien. Gejala ini disertai perubahan beberapa aspek perilaku pasien yang saat ini cendurung lebih berdiam diri. Keterangan ini mumbuat diagnosis gangguan mental dan perilaku akibat penggunaan zat psikoaktif (F10-F19) dapat disingkirkan. pasien cenderung mengalami kepribadian dependen (F60. Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap pasien. Saat ini. dinilai dari masa kecil. 2. sehingga psien di diagnosis Skizofrenia Paranoid Berkelanjutan (F20. Aksis II Tidak ditemukan adanya gangguan kepribadian dan retardasi mental. Maka dari itu. Pada anamnesis. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pasien menderita gangguan jiwa. dan pasien saat ini tidak bekerja lagi (tidak mengikuti kegiatan karena sakit). Namun pasien pernah minum alkohol dan hingga saat ini pasien adalah seorang perokok aktif. Pasien mengalami keluhan yang sama sejak pertama kali sakit. Pada anamnesis. Pada pemeriksaan fisik dan neurologis juga tidak ditemukan keadaan yang dapat menunjukkan gangguan fungsi otak. cara bersosialisasi di lingkungan rumah maupun lingkungan pekerjaan. waham bizarre.

5. secara umum masih baik). disabilitas ringan dalam sosial dan pekerjaan). Aksis IV Pada pasien ini ditemukan adanya masalah dalam kepatuhan minum obat. Organobiologik :          Tidak ada masalah 2. VIII.14 3. 4. saat dilakukan pemeriksaan (current) didapatkan nilai 70 (beberapa gejala ringan dan menetap. EVALUASI MULTIAKSUAL  Axis I  Axis II  Axis III  Axis IV  Axis V : Skizofrenia paranoid berkelanjutan (F20. . GAF HLPY 80 IX. DAFTAR MASALAH 1. disabilitas ringan dalam fungsi. Aksis III Tidak ditemukan kelainan. Skala GAF tertinggi dalam satu tahun terakhir (the highest level past year / HLPY) adalah 80 (gejala sementara dan dapat diatasi.00) : Ciri kepribadian dependen : Tidak ada kelainan diagnosis : Masalah non-compliance dalam kepatuhan minum obat : GAF current 70. Aksis V Berdasarkan skala Global Assesment of Functioning (GAF). Psikologik : Halusinasi auditorik (+) Halusinasi Visual (+) Waham kejar Waham bizarre Waham rujuk Thought insertion Ide kendali Tilikan derajat 3.

efek samping obat yang dapat timbul serta durasi pengobatan yang memerlukan waktu cukup lama. Lingkungan dan Sosioekonomi:    Lingkungan rumah: pasien kurang bersosialisasi dengan masyarakat di lingkungan rumahnya. TERAPI / PENATALAKSANAAN Rencana Terapi   Rawat di bangsal Paviliun Amino RSPAD Psikofarmaka : -Risperidone 2 x 3 mg -Clozapine 1 x 50 mg  Psikoterapi Terhadap pasien :  Memberikan informasi dan edukasi mengenai gangguan yang dialami pasien. Terhadap Keluarga:  Memberikan penjelasan yang bersifat komunikatif. Ekonomi: pasien memiliki pinjaman uang di Bank X. dampaknya pada kehidupan pasien. edukatif dan informatif tentang keadaan pasien sehingga keluarga dapat mengerti .  Psikoterapi suportif untuk memotivasi dan menyediakan dukungan bagi pasien selama masa pengobatan  Memberikan edukasi mengenai bahaya merokok dan dampak buruknya bagi kesehatan. Lingkungan pekerjaan : pasien menyukai pekerjaanya dan memiliki teman di lingkungan pekerjaan. penatalaksanaan dan prognosisnya.  Memberikan edukasi pada pasien mengenai pentingnya minum obat secara rutin.15 3.

Namun pasien pernah minum alkohol dan hingga saat ini pasien adalah seorang perokok aktif. Pasien mengalami keluhan yang sama sejak pertama kali sakit. Pada anamnesis. dan pasien saat ini tidak bekerja lagi (tidak mengikuti kegiatan karena sakit). Hal ini sudah berlangsung sejak pasien berkeluarga. Keadaan-keadaan tersebut memenuhi kriteria umum diagnosis skizofrenia (F20). thought insertion dan ide kendali yang telah berlangsung lebih dari satu bulan. diagnosis gangguan mental organik (F00-F09) dapat disingkirkan. Pasien menunjukkan adanya waham kejar. Pasien merasakan adanya suara halusinasi yang memberi perintah dan pasien juga merasa dikejar-kejar oleh orang yang akan membunuhnya. waham bizarre. maka diagnosis pasien ini adalah Skizofrenia paranoid berkelanjutan. Sehingga pasien didiagnostik Skizofrenia Paranoid (F20. Pada anamnesis. waham rujuk. tidak ditemukan adanya riwayat cedera / trauma kepala. Gejala ini disertai perubahan beberapa aspek perilaku pasien yang saat ini cendurung lebih berdiam diri. . Keterangan ini mumbuat diagnosis gangguan mental dan perilaku akibat penggunaan zat psikoaktif (F10-F19) dapat disingkirkan.0). Selain itu pasien membutuhkan psikoterapi dan psikofarmaka yang diddapatkan pasien secara intensif apabila dirawat inap.16 keadaan pasien. menerima dan mendukung pasien serta mengurangi harapan keluarga yang berlebihan. tidak pula didapatkan riwayat penggunaan zat psikoaktif. Maka dari itu. XI. DISKUSI Sesuai dengan kriteria diagnostik pada Penggolongan Diagnosis Gangguan Jiwa di Indonesia III. sehingga psien di diagnosis Skizofrenia Paranoid Berkelanjutan (F20. Saat ini. pasien sudah tidak mengkonsumsi alkohol lagi. Indikasi rawat inap di bangsal Paviliun Amino adalah adanya ancaman pasien untuk membunuh istrinya.00).

delusi. Efek samping yang dilaporkan adalah insomnia. Hipotensi dapat menyebabkan sinkop. karena inhibisi vagal. agitasi. Indikasi pemberiannya adalah terapi pada skizofrenia akut dan kronik serta pada kondisi psikosis yang lain. penambahan berat badan.17 Terapi psikofarmaka yang diberikan adalah Risperidon. Clozapine merupakan obat lini ke dua bagi pasien yang tidak berespon terhadap obat lain. Termasuk dalam obat anti-psikosis Atipikal (Atypical Anti Psychotics). Clozapine dapat menyebabkan agranulositosis. muntah. efek . somnolen. mual. kelemahan. kecurigaan dan rasa permusuhan) dan atau dengan gejala-gejala negatif yang terlihat nyata (seperti. Merupakan derivat dari dibenzodiazepine. Dan di berikan juga Clozapine yang termasuk dalam obat anti-psikosis Atipikal (Atypical Anti Psychotics). Ciri clozapine yang membedakannya dari antipsikotik standar adalah tidak adanya efek merugikan ekstrapiramidal. perasaan bersalah dan cemas) yang berhubungan dengan skizofrenia. depresi. Merupakan derivate dari benzisoksazol yang mempunyai afinitas yang tinggi terhadap reseptor serotonin (5HT2) dan aktivitas terhadap reseptor dopamine (D2). Efek samping ekstrpiramidal umumnya lebih ringan disbanding atipsikosis tipikal. dengan gejala-gejala tambahan (seperti. Risperione tidak memiliki afinitas terhadap reseptor kolinergik. sulit berbicara) dan juga mengurangi gejala afektif (seperti. Efek Sedasi. halusinasi. Efek Kardiovaskular berupa takikardia. tidak mempengaruhi sekresi prolaktin dan tidak menyebabkan galaktorea. risperidon dapat ditoleransi dengan baik. Secara umum. peningkatan berat badan. berbagai gejala Gastro Intestinal (paling sering adalah konstipasi). menarik diri dari lingkungan sosial dan emosional. gangguan pola pikir. blunted affect. Suatu antagonis lemah terhadap reseptor D2 tapi tampaknya merupakan antagonis yang kuat terhadap reseptor D4 dan mempunyai aktivitas antagonistic pada reseptor seretonergik.

PROGNOSIS Quo ad vitam : dubia ad bonam . sehingga dapat mendukung dan membantu pasien ke arah kesembuhan. Secara ad sanationam adalah dubia ad bonam karena skizofrenia yang dirawwat memiliki risiko untuk kekambuihan. Dosis awal konservatif adalah 12. dampak.5 sampai 2 mg chlorpromazine. cara pengobatan. Clozapine tersedia dalam bentuk tablet 25 dan 100 mg. propylthiouracil. gejal-gejala. dan demam. Prognosis pasien ini secara ad vitam adalah dubia ad bonam . Selain itudiberi motivasi kepada pasien untuk meminum obat secara teratur dan mengenai pentingnya minum obat secara teratur. Dosis awal biasanya 25 mg.18 antikolinergik. Clozapine tidak boleh digunakan dengan salah satu obat lain yang disertai dengan perkembangan agranulositosis atau supresi sumsum tulang. faktor penyebab. Dosis selanjutnya dapatdinaikkan bertahap (25 mg sehari tiap dua atau tiga hari) sampai 300 mg sehari dalam dosisterbagi. prognosis. Obat ini dapat diekskresikan dalam air susu. sulfonamide dan captopril. XII. sehingga tidak boleh digunakan oleh ibu yang menyusui. Satu mg clozapin ekuivalendengan kira-kira 1. satu atau duakali sehari. Pasien juga diberikan edukasi dan informasi tentang penyakit yang diderita pasien.5 mg dua kali sehari. kekambuhan untuk memperbaiki tilikan pasien. Secara ad fungtionam adalah dubia ad bonam karena berdasarkan beberapa studi hanya 10-20% penderita skizofrenia yang dapat sembuh dan menjalankan aktifitas sehari-hari. Keluarga juga diedukasi mengenai keadaan pasien. biasanya dua atau tiga kali sehari. Obat-obatan tersebut adalahcarbamazepine.

19 Quo ad fungtionam : dubia ad bonam Quo ad sanationam : dubia ad bonam Hal-hal yang meringankan prognosis:         Kondisi fisik pasien yang baik. . pasien merokok setiap habis makan. Merokok hampir satu bungkus setiap harinya (selama perawatan di bangsal. Penurunan gejala selama perawatan. rokok tersebut didapatkan dari rekan kantor yang berkunjung). Hal-hal yang memberatkan prognosis: Penyakit sudah berlangsung cukup lama Stressor dari faktor psiko-sosio-ekonomi. Riwayat respon terapi yang cukup baik. Tidak terdapat gangguan jiwa dalam keluarga. Keluarga dan rekan dari kantor yang selalu mendukung kesembuhan pasien.

20 XIII. Pasien bilang ada yang melarangnya berbicara. Axis III: Tidak ada Pasien merasa takut bila kelainan diagnosis tidur. Setiap bertanya tentang penyebab pasien tidak bisa tidur. mendengar suara untuk Pasien laki2 . pasien memikirkan dunia gelap dan dunia terang. karena takut akan Axis dibunuh. dan dunia terang adalah siang pemeriksa hari. TINDAK LANJUT (FOLLOW UP) Tanggal Pemeriksaaan Diagnosis / Perkembangan Pasien 14 Maret 2012 S: Pasien tidak bisa tidur Axis sejak 3 hari yang lalu I: Skizofrenia Risperidone 2 x 2 mg Chlorpromazine 1 x 100 mg Terapi paranoid berkelanjutan II: Ciri RPS: Pasien tidak bisa Axis tidur sejak 3hari sebelum kepribadian dependen masuk rumah sakit. IV: Masalah Pasien ekonomi mengatakan banyak yang Axis V: GAF current 70 dipikirkan. pasien diam dan tampak takut. Dunia gelap pasien adalah melihat dimana warna2.

. tampak melamun. Ket: Rawatan ketiga. Pasien mulai paranoid berkelanjutan tidur jam 12 malam hingga Axis II: Ciri pagi. banyak. Pasien mengatakan kepribadian dependent masih banyak pikiran. / isi pikir : Waham kejar (+). perawatan diri cukup Sikap: kooperatif. suara laki2.21 bicara. Axis III: Tidak ada Pasien merasa takut mau kelainan diagnosis dibunuh. Insight o 1. mengatakan Pasien Axis bahwa IV: Masalah ia ekonomi sebenarnya sudah mati dan Axis V: GAF current 70 hidup lagi untuk menjadi . Waham bizzare (+) Persepsi : Halusinasi auditorik (+). Psikomotor tenang Mood / afek : tumpul Proses Koheren. kontrol teratur O : Penampilan Laki-laki sesuai dengan usia. tapi tidak tau apa yang dibicarakannya. tidak jelas membicarakan apa RTA Tergamggu. I: Skizofrenia Risperidone 2 x 2 mg Chlorpromazine 1 x 100 mg 15 Maret 2012 S: Pasien sedang makan Axis snack pagi.

Pasien mencekik istrinya karena merasa istrinya mau meninggalkannya. Pasien merasa dunia ini gelap sehingga dia diutus untuk menjadi putih. artikkulasi jelas Mood terbatas Proses/ isi pikir : Koheren. volume cukup.22 mata2 Allah. Psikomotor tenang Pembicaraan : Kurang spontan. Pasien ada niat bunuh diri di rumah karena banyak pikiran. Waham kejar (+) Persepsi auditorik : Halusinasi dan visual : disforik. kadang tampak bingung Sikap kooperatif. terkadang asosiasi longgar. afek waham bizzare (+) RTA Terganggu o insight 3 I: Skizofrenia Risperidone 2 x 2 mg Chlopromazine 1 x 100 mg 16 Maret 2012 S: Pasien sedang duduk2. Axis pasien mengatakan merasa paranoid berkelanjutan pasien lainmenyuruhnya Axis II: Ciri . O: Penampilan : laki-laki sesuai dengan usianya.

O: Laki-laki. perawatan diri cukup. I: Skizofrenia Risperidone 2 x 2 mg Chlopromazine 1 x (+). tatapan mata pasien curiga pada pasien lain. insight o3 17 Maret 2012 S: Pasien sedang berbicara Axis dengan . Axis III: Pasien Allah mata2. waham Bizzare rujukan (+) Persepsi : halusinasi visual dan auditorik (+) RTA Terganggu. Ketika pemeriksaan. waham Pasien paranoid berkelanjutan . Mood / afek tumpul Proses isipikir : koheren / waham kejar (+). volume cukup. Pasien merasa dia adalah Allah. Sikap kooperatifpsikomotor tenang Pembicaraan spontan. istri dan Axis V: GAF current 70 anaknya berada dalam dunia putih. artikulasi jelas.23 makan daging. merasa bahwa kelainan diagnosis IV: Masalah menjadikannya Axis Pasien ekonomi menganggap dia. sesuai usia. Pasien kepribadian dependent Tidak ada merasa dia tidak berdosa.

Mood / afek tumpul. artikulasi jelas. waham rujukan bizzare (+) Persepsi: Halusinasi (+). Axis I: Skizofrenia Risperidone 2 x 2 mg Chlopromazine 1 x 100 mg Pasien mengatakan mulai paranoid berkelanjutan tidur jam 20. Proses / isi pikir: Koheren. 20 Maret 2012 S: Pasien sedang duduk. Axis II: Ciri bangun jam 03. waham auditorik menurun Halusinasi visual menurun RTA terganggu insight o3. / tenang Spontan. O: Laki2 sesuai dengan usia. pasien berniat Pasien dibunuh. pasien tiba2 gelisah.24 mengatakan tenang pikiran. volume cukup. Kooperatif. perawatan diri cukup. Axis takut ekonomi Pasien Axis V: GAF current 70 mengatakan bahwa orang2 bisa membaca pikirannya.00 pagi. kepribadian dependent Pasien tidak bisa tidur lagi Axis III: Tidak ada .00 WIB. tidur tidak Axis II: Ciri 100 mg karena Paisen lain jahat merasa ada banyak kepribadian dependent merasa Axis III: Tidak ada yang kelainan diagnosis IV: Masalah padanya. Ketika wawancara. waham kejar (+).

Proses/isi pikir: Koheren. Afek: rujukan (+). Psikomotor : tenang. Pasien merasa Axis V: GAF current 70 pasien mengambil Pasien kuning tersebut O: Penampilan: Laki2 lain mau pikirannya. Pasien Axis IV: Masalah mengatakan akan dibunuh ekonomi pasien lain. artikulasi jelas. Thought of Withdrawal (+). halusinasi visual (+) RTA Terganggu. Persepsi : Halusinasi auditorik (+). Pembicaraan spontan. volume cukup. waham Kosong. perawatan diri cukup.25 karena pasien memikirkan kelainan diagnosis banyak hal. waham bizzzare (+). Sikap kooperatif. warna pasien melihat pada sesuai usia. Mood: Terbatas. bila tidak nyaman dengan pertanyaan. Insight o 3 . sesuai pertanyaan. pasien akan melihat ke tempat lain. waham kejar (+)..

perawatan diri cukup Sikap: kooperatif Psikomotor: tenang Pembicaraan: volume cukup Mood: kosong Afek: cukup Proses/isi pikir: spontan.26 21 Maret 2012 S: pasien sedang duduk. koheren/waham kejar (+).00 kepribadian dependent WIB sampai pagi hari. waham rujukan (+).asih melihat warna ekonomi kuning dan warna merah. thought withdrawal (+) Persepsi: halusinasi visual dan auditorik (+) RTA: terganggu Insight: derajat 3 . Axis III: Pasien masih Tidak ada merasa kelainan diagnosis IV: Masalah curiga dengan pasien lain. Pasien paranoid berkelanjutan mengatakan sudah bisa Axis II: Ciri tidur sejak pukul 19. Axis I: Skizofrenia Risperidone 2 x 3 mg Chlopromazine 1 x 100 mg tampak melamun. Axis V: GAF current 70 Paien menyangkal adanya suara-suara. Axis Pasien . O: Ststus mental Penampilan : laki-laki sesuai usia. waham bizzare (+).

27 22 Maret 2012 S: pasien sedang tidur Axis I: Skizofrenia Risperidone 2 x 3 mg Chlopromazine 1 x 100 mg tiduran di tempat tidur. Pasien Axis III: Tidak ada masih merasa orang bisa kelainan diagnosis membaca pikirannya. perawatan diri cukup Pembicaraan sesuai pertanyaan Sikap: kooperatif Psikomotor: tenang Mood: eutim Afek: tidak terbatas Proses/isi pikir: koheren/ waham waham kejar menurun. bizzare menurun. thought of insertion menurun . paranoid berkelanjutan Pasien mengatakan bisa Axis II: Ciri tidur dari jam 19. Axis IV: Masalah Pasien juga bisa membaca ekonomi pikiran orang lain. waham rujukan (+) menurun. Kemudian pasien merasa pantas dirawat untuk menghilangkan pikirannya. O: status mental Penampilan :Laki-laki sesuai usia.00 WIB kepribadian dependent sampai pagi hari. Pasien Axis V: GAF current 70 merasa tidak pantas dirawat karena tidak sakit. (+) spontan.

Pasien merasa pasien lain masih dapat pikirannya.28 RTA: terganggu Insight: derajat tiga 26 Maret 2012 S: Pasien sedang Axis I: Skizofrenia Risperidone 2 x 3 mg Chlopromazine 1 x 100 mg enggendong Pasien tampak anaknya. perawatan diri cukup Pembicaraan sesuai vpolume cukup Sikap: kooperatif Psikomotor: tenang Mood: eutim Afek: terbatas spontan. O: status mental Penampilan: Laki-laki sesuai usia. paranoid berkelanjutan senang Axis II: Ciri karena pasien dikunjungi kepribadian dependent oleh anak dan istri. tapi pasien bisa tidur kembali. Pasien bisa tidur ekonomi pukul 20. merasa membaca Pasien juga dapat dokter membaca pikiran pasien.00 WIB Axis V: GAF current 70 terbangun jam 01. pertanyaan.00 WIB pagi hari. . Pasien Axis III: meminta pasien pulang sudah Tidak ada karena kelainan diagnosis merasa Axis IV: Masalah baikan.

volume cukup. Axis V: GAF current 70 Pasien sudah tidak curiga lagi dengan pasien lain. perawatan diri cukup. O: status mental Penampilan :Laki-laki sesuai usia. pakai baju kaos coreng dan celana pendek. (+) bizzare menurun.29 Proses/isi pikir: koheren/ waham waham kejar menurun. ekonomi Pasien ingin pulang.00 WIB dini harikarena kelainan diagnosis terbangun. waham rujukan (+) menurun. Pasien mengakui suarasuara tidak ada lagi. Pembicaraan spontan. artikulasi jelas Sikap: kooperatif . Pasien tidur di Axis IV: Masalah teras ruang rawat laki-laki. sesuai pertanyaan. thought of insertion menurun RTA: terganggu Insight: derajat tiga 27 Maret 2012 S: pasien sedang merokok Axis dan mengobrol I: Skizofrenia Risperidone 2 x 3 mg Chlorpromazine 1 x 100 mg dengan paranoid berkelanjutan II: Ciri pasien lain. kepribadian skizoid Pasien tidak tidur dari jam Axis III: Tidak ada 02. Pasien merasa Axis saat ini sudah enakan.

Axis V: GAF current 70 Pasien mengatakan tidak bisa makan dengan bisaa. Proses/isi pikir: koheren/ waham waham kejar menurun. . perawatan diri cukup.kelainan diagnosis suara menyuruh suara-suara Axis pasien IV: Masalah untuk ekonomi kabur dari rumah sakit. RTA: terganggu Insight: derajat tiga 28 Maret 2012 S: pasien sedang Axis I: Skizofrenia Risperidone 2 x 3 mg Chlopromazine 1 x 100 mg mengobrol dengan koass paranoid berkelanjutan mengatakan tidak bisa Axis II: Ciri tidur jam 02.00 WIB dini kepribadian skizoid hari karena mendengar Axis III: Tidak ada bisikan-bisikan dan suara. (+) rujukan menurun. O: Penampilan :Laki-laki sesuai usia. Sikap: kooperatif Psikomotor: tenang Pembicaraan volume cukup Mood: eutim : sponton. preokupasi ingin pulang.30 Psikomotor: episode (-) Mood: eutim Afek: cukup tenang.

curiga Perasaan kepribadian skizoid Pasien Axis III: Tidak ada dengan kelainan diagnosis IV: Masalah pasien EKI yang akan Axis membaca pikirannya dan ekonomi berniat mengadu domba. Sikap: kooperatif Psikomotor: tenang Pembicaraan volume cukup Mood: eutim Afek: cukup Proses/isi pikir: koheren/ waham curiga (+). O: Penampilan :Laki-laki sesuai usia. Axis I: Skizofrenia Risperidone 2 x 3 mg Chlopromazine 1 x 100 mg Pasien mengatakan tidur paranoid berkelanjutan dari jam 19. waham rujukan (+) Persepsi disangkal : halusinasi : sponton.31 Afek: cukup RTA: terganggu Insight: derajat tiga 29 Maret 2012 S: pasien sedang merokok. dan warna- . Pasien menyangkal adanya suara-suara warna. tenang. Axis V: GAF current 70 Pasien ingin pulang.00 WIB Axis II: Ciri sampai sudah masih pagi. perawatan diri cukup.

perawatan diri cukup.32 RTA: terganggu Insight: derajat tiga 30 Maret 2012 S: pasien sedang tidur Axis I: Skizofrenia Risperidone 2 x 3 mg Chlopromazine 1 x 100 mg ketika pemeriksa dateng. Pasien ekonomi meminta cuti. pulang. Pasien sudah Axis III: merasa tenang. paranoid berkelanjutan Pasien mengatakan dapat Axis II: Ciri tidur dari jam 19.00 WIB kepribadian skizoid sampai pagi. diinjeksi Axis V: GAF current 70 sesuai usia. Sikap: kooperatif Psikomotor: tenang Pembicaraan volume cukup Mood: eutim Afek: cukup Proses/isi pikir: koheren/ waham curiga menurun Persepsi disangkal RTA: terganggu Insight: derajat tiga 02 April 2012 S: pasien kembali lagi ke Axis I: Skizofrenia : halusinasi : sponton. Tidak ada Pasien kelainan diagnosis IV: Masalah sudah tidak curiga lagi Axis dengan pasien lain. O: status mental Penampilan :Laki-laki Ket: Pasien diizinkan cuti satu minggu. Sebelum pasien sikzonoat Risperidone 2 x 3 mg Chlopromazine 1 x 100 mg bangsal perawatan setealah paranoid berkelanjutan cuti hari jumat (30 maret Axis II: Ciri .

kelainan diagnosis dokter di sini dapat Axis IV: Masalah membaca pikirannya. O: status mental Kesadaran: compos mentis Penampilan :Laki-laki ekonomi Axis V: GAF current 70 sesuai usia.33 2012). Pasien mengatakan kepribadian skizoid bahwa beberapa orang Axis III: Tidak ada seperti pak Eki dan dokter. perawatan diri cukup. . Sikap: kooperatif Psikomotor: tenang Pembicaraan volume cukup Mood: eutim Afek: cukup Proses/isi pikir: koheren/ waham curiga Persepsi : halusinasi (-) RTA: terganggu Insight: derajat tiga : sponton.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->