PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS

DEFINISI DAN TUJUAN PERANCANGAN TATA LETAK FASILITAS Definisi Penataan letak pabrik dan penanganan pemindahan bahan merupakan bagian dari kegiatan di bidang industri. Dalam perkembangannya aktivitas penataan letak pabrik mengarah pada kegiatan perencanaan dan perancangan berbagai fasilitas fisik yang dikenal dengan istilah Perancangan Fasilitas. Suatu tata letak yang baik erat kaitannya dengan tatacara pemindahan bahan dipabrik, karena keterkaitan tersebut, maka perancangan fasilitas disebut pula dengan Tata Letak Pabrik dan Pemindahan Bahan. Beberapa definisi dari Perancangan Tata Letak Fasilitas, antara lain: • Tata Letak Pabrik adalah penggambaran hasil rancangan yang berhubungan dengan perancangan susunan unsur fisik suatu kegiatan dan selalu berhubungan erat dengan industri manufaktur.(James M. Apple, 1990 : Hal.1) • Tata cara pengaturan letak fasilitas – fasilitas pabrik yang sudah ada ataupun yang baru, guna menunjang kelancaran proses produksi. (Sritomo W, 1996 : Hal.67)

Tujuan Rancangan Fasilitas Pengaturan rancangan fasilitas fisik perusahaan dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi penggunaan peralatan, material, tenaga kerja dan energi. Selain tujuan utama tersebut, perancangan tata letak fasilitas juga bertujuan untuk 1. Mempermudah proses manufaktur 2. Meminimasi investasi terhadap kebutuhan peralatan 3. Meminimasi waktu produksi secara keseluruhan 4. Menjaga fleksibilitas susunan dan operasi 5. Meminimasi biaya penanganan bahan (Material Handling) 6. Meminimasi variasi peralatan penangan bahan 7. Mengefektifkan pemanfaatan ruang 8. Mempermudah penyusunan struktur organisasi 9. Memberikan kemudahan, keselamatan dan kenyamanan bagi pegawai

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Yovanka Rumondang ST, PERENC.TATA LETAK PABRIK

1

RUANG LINGKUP RANCANGAN FASILITAS Dalam merancang fasilitas, aktivitas yang dilakukan tidak hanya sekedar melakukan perencanaan yang cermat dan terperinci mengenai susunan peralatan produksi. Perencanaan merupakan bagian dari rangkaian kegiatan yang luas dan saling berhubungan dalam perancangan tata letak fasilitas. Pekerjaan rancangan fasilitas melingkupi berbagai bidang sebagai berikut (James M. Apple, 1990 : Hal.3): 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Pengangkutan Penerimaan Gudang bahan baku Produksi Perakitan Pengemasan dan pengepakan Pemindahan barang Pelayanan pegawai Kegiatan produksi penunjang 10. Pergudangan 11. Pengiriman 12. Perkantoran 13. Fasilitas luar (penunjang) 14. Bangunan 15. Lahan 16. Lokasi 17. Keamanan 18. Buangan

Perancangan Fasilitas dalam Proses Perancangan Usaha Setiap perusahaan atau pelaku usaha akan berupaya untuk dapat memenuhi kebutuhan dari pelanggan atau konsumen yang menggunakan produk maupun jasa yang dihasilkannya. Rangkaian kegiatan yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan tersebut ditunjukkan melalui (Gambar 1.1), dengan penjelasan sebagai berikut : 1. Penelitian pasar, menentukan produk atau jasa yang diinginkan pelanggan. 2. Peramalan penjualan, Menentukan banyaknya produk yang dibutuhkan atau yang akan djual. 3. Perancangan produk, Menentukan rincian produk atau jasa. 4. Perancangan proses, Menentukan cara pembuatan produk atau cara pemberian/pelayanan jasa kepada pelanggan. 5. Perancangan operasi, Menentukan metode pengerjaan untuk mengefesiensikan proses untuk kemudian menentukan kebutuhan jumlah mesin & tenaga kerja. 6. Perancangan fasilitas, Menentukan lintasan aliran bahan & merancang susunan kegiatan untuk memeperoleh pemindahan bahan secara urut dan efisien melalui seluruh proses. 7. Perancangan peralatan, Tahap ini dilakukan bila diperlukan.

PUSAT PENGEMBANGAN BAHAN AJAR-UMB

Yovanka Rumondang ST, PERENC.TATA LETAK PABRIK

2

Gambar 1.1. Proses Perancangan Usaha (James M.Apple :hal 11)

8. Perancangan bagunan, Tahap perancanagn ini dilakukan oleh arsitek atau para ahli dibidangnya. 9. Biaya fasilitas, Kebutuhan dana untuk pengadaan fasilitas 10. Pengadaan, Pengadaan Bangunan, Peralatan dan Tenaga Kerja 11. Pemasangan fasilitas, 12. Perwujudan proses manufaktur dan proses produktif, Proses manufaktur, proses yang dilakukan untuk mengubah bahan baku menjadi produk. Proses produktif, organisasi dan penggunaaan upaya manusia untuk mencapai hasil yang diinginkan dalam bentuk produk atau jasa. Contoh: perbankan, jasa boga dan lain-lain. 13. Penggudangan, Tempat penyimpanan sementara untuk barang jadi. 14. Pendistribusian, produk atau barang melalui, 15. Pemasaran dan penjualan, ke 16. Pelanggan, Yang menggunakan, menilai, memproses dan memberikan timbal balik kepada perusahaan berkaitan dengan produk maupun jasa yang digunakan. Berdasarkan gambaran tersebut, maka dapat dilihat bahwa perancangan fasilitas merupakan bagian dari aktivitas untuk memenuhi permintaan atau kebutuhan pasar / pelanggan yang barkaitan dengan kegiatan ataupun bidang lainnya dalam perusahaan. Hubungan antara Fungsi-fungsi Internal dalam Perusahaan Bentuk hubungan dan ketergantungan antar berbagai kegiatan dan fungsi-fungsi internal dalam melakukan perencanaan fasilitas, antara lain sebagai berikut: 1. Marketing decisions Informasi yang diperoleh dari bidang pemasaran, dapat digunakan untuk menentukan lokasi fasilitas dan desain system handling. 2. Product & packaging designs Desain dari produk dan kemasannya memberikan informasi menegenai proses dan kebutuhan bahan yang akan berhubungan dengan layout dan material handling dalam tata letak fasilitas. 3. Manufacturing decisions Memberikan informasi yang berhubungan dengan lokasi dan desain fasilitas. 4. PPC decisions Informasi yang diperoleh, digunakan untuk menentukan layout & system handling.

5. Finance & administration desicions Memberikan informasi mengenai ketersediaan modal, tingkat keahlian tenaga kerja, desain organisasi dan lain-lain yang diperlukan untuk menentukan ukuran dan desain fasilitas. Hubungan antara Desain Produk, Desain Proses, Penjadwalan dan Desain Tata Letak Fasilitas Perencanaan tata letak fasilitas perlu dipersiapkan untuk dapat mengakomodasi berbagai perubahan dalam hal desain produk, teknologi proses dan tujuan perusahaan. Gambaran keterkaitan hal tersebut ditunjukkan pada Gambar 1.2.

Product Design

Facilities Design

Schedule Design

Process Design

Gambar 1.2. Keterkaitan Komunikasi antara Desain Produk, Desain Proses, Penjadwalan dan Perancangan tata letak

Keterkaitan komunikasi antara ketiga komponen tersebut akan mempermudah proses perancangan fasilitas dalam hal berikut: 1. Product Design - Menentukan produk yang akan dibuat - Membuat desain produk secara rinci (dimensi, komposisi material, kemasan) - Digambarkan secara jelas 2. Process Design - Menentukan siapa yang akan melakukan proses - Menentukan komponen mana yang akan dibuat sendiri dan mana yang akan dibeli (Make or buy decision) dengan bantuan daftar komponen - Menentukan urut-urutan proses setiap komponen. dengan pembuatan routing sheet, assembly chart, OPC (Operation Process Chart) 3. Schedule Design - Menentukan Berapa banyak produk yang akan diproduksi - Menentukan kapan waktu produksi - Diperlukan informasi tambahan dari bidang marketing (ramalan / perkiraan permintaan, kecendrungan selera konsumen dan lain-lain).

KARAKTERISTIK TATA LETAK YANG BAIK DAN BERBAGAI TIPE TATA LETAK FASILITAS Karakteristik Tata Letak Yang Baik Tata letak fasilitas yang baik dapat dilihat berdasarkan ciri-ciri berikut ( Apple, 1990: hal 18): 1. Keterkaitan kegiatan yang terencana 2. Pola aliran barang terencana 3. Aliran yang lurus 4. Langkah balik (ke tempat yang telah dilalui) yang minimum 5. Jalur aliran tambahan 6. Gang yang lurus 7. Perpindahan yang minimum antar operasi 8. Metode pemindahan yang terencana 9. Jarak pemindahan minimum 10. Pemrosesan digabung dengan pemindahan barang 11. Pemindahan bergerak dari penerimaan menuju pengiriman 12. Operasi pertama dekat dengan penerimaan 13. Operasi terakhir dekat dengan pengiriman 14. Penyimpanan pada tempat pemakaian jika mungkin 15. Tata letak yang dapat disesuaikan dengan perubahan 16. Persediaan / tumpukan barang setengah jadi minimum 17. Sesedikit mungkin bahan yang tengah diproses 18. Pemakaian seluruh lantai pabrik yang maksimum 19. Ruang penyimpanan yang cukup 20. Bahan diantar ke pekerja dan diambil dari tempat kerja 21. Sesedikit mungkin jalan kaki antar operasi produksi 22. Penempatan yang tepat untuk fasilitas pelayanan produksi dan pekerja 23. Alat pemindah mekanis dipasang pada tempat yang sesuai 24. Pengendalian kebisingan, kotoran, debu, asap, kelembaban dan lain-lain yang cukup 25. Penempatan yang pantas bagi bagian penerimaan dan pengiriman, dst. Tipe Tata Letak Fasilitas Beberapa bentuk dasar dari tata letak fasilitas diklasifikasikan dalam empat tipe, sebagai berikut: 1. Tata Letak beradasarkan Produk (Product Layout) Product layout, merupakan tipe tata letak dimana peralatan / mesin-mesin diletakkan berdasarkan urutan proses dari setiap komponen yang diproduksi (sesuai urutan produksi). Karakteristik tata letak ini,antara lain: - Produk yang dibuat bersifat baku dan dibuat dalam jumlah besar (mass production / produksi missal). - Peralatan bersifat khusus dan peralatan yang digunakan untuk memproduksi satu komponen ditempatkan dalam satu wilayah. - Lintasannya membentuk satu garis lurus. - Tingkat keahlian pekerja sangat rendah.

2. Tata Letak beradasarkan Proses (Process Layout) Process layout, merupakan tipe tata letak dimana penempatan peralatan / mesinmesin dikelompokkan berdasarkan kesamaan proses. Pusat kerja disusun pada satu jenis pekerjaan atau peralatan tertentu. Karakteristik tata letak ini,antara lain: - Produk yang dibuat tidak bersifat baku, - Volume produksi dalam jumlah kecil. - Tingkat keahlian pekerja tinggi. 3. Tata Letak beradasarkan Berkelompok/Kombinasi (Group Technology Layout) Group technology layout, merupakan tipe tata letak dimana peralatan / mesinmesin diletakkan dalam satu kelompok yang tidak selalu digunakan dalam urutan yang sama. Komponen berbeda yang menyusun suatu produk dapat dikelompok kan ke dalam satu kelompok berdasarkan kesamaan bentuk, komposisi material dan lain-lain. Karakteristik tata letak ini,antara lain: - Ukuran lot kecil - Tingkat keahlian pekerja tinggi dan khusus. - Mesin yang digunakan bersifat umum

Gambar 1.3. Klasifikasi Komponen dalam kelompok

4. Tata Letak Fix Material Location (Fix Location Layout) Fix Location Layout, merupakan tipe tata letak yang berbeda dari tata letak lainnya dimana material tidak melalui stasiun-stasiun kerja yang ada, melainkan sebalik nya, peralatan yang mendekati material atau benda kerja. Karakteristik tata letak ini,antara lain: - Umumnya digunakan untuk pekerjaan yang bersifat proyek seperti perakitan pesawat, pembuatan kapal dan lain-lain. - Volume satu - Special job order - Tingkat keahlian pekerja tinggi dan khusus.

Perbedaan keempat bentuk tata letak fasilitas tersebut digambarkan sebagai berikut:

Gambar 1.4. Klasifikasi Komponen dalam kelompok

PROSES PERANCANGAN FASILITAS Filosofi Dasar Dalam Perancangan Tata Letak Fasilitas 1. Relationship Dalam perancangan tata letak fasilitas perlu diperhatikan hubungan antara suatu departemen dengan departemen lainnya. Hubungan antar departemen ini biasanya digambarkan dalam peta proses operasi. 2. Space Space menunjukkan besarnya kebutuhan luas lantai pada masing-masing departemen tanpa memperhatikan hubungan antar departemen. 3. Adjustment Merupakan penyesuaian antara perancangan tata letak dengan lantai produksi yang sebenarnya. Ketiga hal diatas adalah faktor yang perlu diperhatikan dalam perancangan tata letak fasilitas agar fasilitas tersebut saling menunjang dan diperoleh kedekatan yang paling minimal. Proses Perancangan Fasilitas Untuk mendapatkan tata letak fasilitas yang baik, perancangan fasilitas dilakukan melalui beberapa tahapan sebagai berikut (Apple, 1990: hal 28): 1. Peroleh data dasar, dalam merancang fasilitas perlu diketahui atau dikembangkan data-data dasar, antara lain: a. Ramalan penjualan h. Operasi yang dilakukan b. Jumlah yang diproduksi i. Metode terdahulu c. Jadwal produksi j. Waktu pdoduksi baku d. Kebijakan persediaan k. Persentase buangan e. Gambar produk l. Tatatletak yang telah ada f. Senarai / daftar komponen dari m. Gambar bangunan produk n. Batas beban lantai & langitg. Urutan produksi langit 2. Menganalisis data dasar. 3. Merancang proses produksi. 4. Merencanakan pola aliran bahan. 5. Perhatikan seluruh rancana pemindahan barang 6. Menghitung kebutuhan peralatan 7. Merencanakan susunan peralatan bagi tiap tempat kerja mandiri (station kerja mandiri) langkah demi langkah.

8. Pemilihan peralatan pemindah barang yang tepat. 9. Pengelompokkan operasi yang berkaitan. 10. Merancang keterkaitan kegiatan 11. Menentukan kebutuhan gudang 12. Merencanakan kegiatan pelayanan dan kegiatan lain. Tahap ini diperlukan untuk menentukan perencanaan ruang secara terperinci dari berbagai kegiatan pelayanan (seperti: ruang ganti pakaian, ruang peralatan, kantin dan lain-lain) agar dapat diketahui kebutuhan ruang dari masing-masing kegitan. 13. Menentukan kebutuhan ruang untuk membuat perkiraan awal total ruangan yang dibutuhkan dan luas total dari fasilitas yang diusulkan. 14. Mengalokasikan daerah kegiatan ke seluruh ruangan. Tahap ini dilakukan untuk menentukan keterkaitan fasilitas didalam pabrik seperti bagian produksi, gudang, kantor, dan juga memberikan gambaran keterkaitannya dengan fasilitas sekitar seperti tempat parkir, halaman gudang, dan lain-lain yang kemudian akan dirangkai menjadi satu tata letak akhir. 15. Pertimbangkan jenis bangunan 16. Bangun tataletak induk 17. Evaluasi, diperlukan untuk mencari kemungkinan dilakukannya berbagai perbaikan terhadap kekurangan yang ada sebelum tataletak disetujui dan direalisasikan. 18. Persetujuan rancangan tataletak 19. Pendirian tata letak 20. Tindak lanjuti pelaksanaan tataletak Prosedur perancangan fasilitas menurut Apple, merupakan gambaran selintas dari tahapan perancangan fasilitas yang tidak harus diterapkan secara berurutan atau kaku. Bentuk Permasalahan Dalam Perancangan Fasilitas / Tata Letak Perancangan tata letak fasilitas tidak hanya terbatas pada perancangan untuk fasilitas baru, tetapi dapat pula digunakan untuk melakukan perbaikan dengan penataan ulang fasilitas yang sudah ada ataupun melakukan perubahan pada bagian – bagian dari susunan peralatan tertentu. Beberapa bentuk permasalahan dalam perancangan fasilitas, antara lain: 1. Perubahan rancangan Adanya perubahan dalam rancangan suatu produk terkadang menyebabkan pula perubahan pada proses atau operasi yang diperlukan produk tersebut. 2. Perluasan departemen Dapat terjadi karena adanya penambahan produksi suatu produk tertentu, yang menuntut untuk dilakukannya penambahan peralatan atau dapat pula merubah tataletak secara keseluruhan bila pertambahan produksi membutuhkan perubahan proses.

3. Pengurangan departemen Dapat terjadi karena adanya pengurangan produksi suatu produk tertentu, yang menuntut untuk dilakukannya penguranganperalatan yang sudah ada, pertimbang an penggunaan peralatan lain atau penerapan proses yang berbeda. 4. Penambahan produk baru Penambahan produk baru yang berbeda dari produk yang sedang diproduksi. 5. Pemindahan suatu departemen Pemindahan satu departemen dapat merubah tataletak yang sudah ada apabila tataletak saat ini sudah tidak memungkinkan untuk dilakukannya pemindahan, tetapi jika hal tersebut dapat dilakukan maka memungkinkan dilakukannya perbaikan dari kesalahan tataletak yang ada sebelumnya. 6. Penambahan departemen baru Permasalahan ini muncul akibat adanya keinginan untuk menggabungkan beberapa pekerjaan yang sebelumnya tersebar dibeberapa departemen. Penyebab lainnya dapat pula muncul jika perusahaan mempertimbangkan untuk memproduksi komponen yang selama ini dibeli dari perusahaan lain. 7. Peremajaan peralatan yang rusak Diperlukannya pemindahan peralatan untuk mendapatkan penambahan ruang. 8. Perencanaan fasilitas pabrik baru Merencanakan tataletak fasilitas yang baru secara keseluruhan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful