LAMPIRAN PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41 TAHUN 1999 TENTANG BAKU MUTU UDARA AMBIEN NASIONAL No 1.

Parameter SO2 (Sulfur Dioksida) CO (karbon Monoksida) NO2 (Nitrogen Dioksida) O3 (oksidan) HC (Hidro Karbon) PM10 (Partikel < 10 um) PM2.5 (*) (Partikel < 2m5 um) 7. 8. TSP (Debu) Pb (Timah Hitam) Waktu Pengukuran 1 jam 24 jam 1 tahun 1 jam 24 jam 1 tahun 1 jam 24 jam 1 tahun 1 jam 1 tahun 3 jam 24 jam 24 jam 1 tahun 24 jam 1 tahun 24 jam 1 tahun 30 hari Baku Mutu 900 ug/Nm3 365 ug/Nm3 60 ug/Nm3 30.000 ug/Nm3 10.000 ug/Nm3 400 ug/Nm3 150 ug/Nm3 100 ug/Nm3 235 ug/Nm3 50 ug/Nm3 160 ug/Nm3 150 ug/Nm3 65 ug/Nm3 15 ug/Nm3 230 ug/Nm3 90 ug/Nm3 2 ug/Nm3 1 ug/Nm3 10 Ton/km3/bln (Pemukiman) 20 Ton/km3/bln (Industri) 3 ug/Nm3 0.5 ug/Nm3 40 ug/100 cm3 dari kertas limed filter 150 ug/Nm3 Metode Analisis Pararosanilin Peralatan Spektrofotometer

2.

NDIR

NDIR Analyzer Spektrofotometer

3.

Saltzman

4. 5. 6.

Chemiluminescent Flamelonization Gravimetric GravimetricGravimetric Gravimetric Gravimetric Ekstraktif Pengabuan Gravimetric

Spektrofotometer Gas Chromatogarfi Hi-Vol Hi-Vol Hi-Vol AAS

9.

Dustfall (Debu Jatuh)

Cannister

10.

Total Fluorides (as F)

24 jam 90 hari 30 hari

Spesific Ion Electode Colourimetric

Impinger atau Countinous Analyzer Limed Filter Paper

11.

Fluor Indeks

12.

Khlorine & Khlorine Dioksida Sulphat Indeks

24 jam

Spesific Ton Electrode Colourimetric

Impinger atau Countinous Analyzer Lead Peroxida Candle

13.

30 hari

1 mg SO√100 cm3 dari Lead Peroksida

Catatan : (*) PM2.5 mulai diberlakukan tahun 2002.

BACHARUDDIN JUSUF HABIBIE .Nomor 10 s/d 13 Hanya diberlakukan untuk daerah/kawasan industri Kimia Dasar Contoh : Industri Petro Kimia Industri Pembuatan Asam Sulfat. Tanggal 26 Mei 1999 PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA ttd.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful