You are on page 1of 10

Mekanisme Ginjal dan Dehidrasi

Felicia Ananda Baeha Waruwu 102011410 fel_4nanda@yahoo.co.id Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana Pendahuluan Sistem tubuh yang juga berperan penting dalam pengaturan tubuh adalah sistem ginjal dan saluran kemih. Sistem ginjal dan kemih inilah yang akan mengatur pembentukan urin dan menjaga agar tubuh tetap dalam keadaan homeostasis. Ginjal juga akan melakukan fungsinya untuk menjaga agar bahan-bahan yang sudah tidak dipakai oleh tubuh bisa dibuang, sehingga tidak menumpuk dalam tubuh. Ginjal juga mempunyai fungsi untuk menjaga agar cairan dalam tubuh tetap dalam keadaan seimbang, sehingga dehidrasi tidak terjadi. Skenario b yang menceritakan tentang seorang anak yang mengalami diare didapatkan bahwa pada pemeriksaan tanda-tanda fisiknya didapat bahwa tekanan darah 95/70 mmHg, nadi 84x/menit, dan suhu tubuh 370C. Didapati juga bahwa turgor kulit menurun. Dokter meminta perawat untuk memberikan infus. Skenario diatas salah satunya menunjukkan tanda-tanda anak itu mengalami dehidrasi. Dehidrasi dapat terjadi karena tubuh manusia mengalami kekurangan cairan. Disinilah peran ginjal yang dipakai untuk mempertahankan agar kadar cairan tubuh normal. Tinjauan Pustaka 1. Anatomi Ginjal Ren (ginjal) berfungsi mensekresikan sebagian besar produk sisa metabolisme. Ren mempunyai fungsi penting untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh dan asam-basa tubuh. Produk sisa tersebut akan meninggalkan ren sebagai urine yang mengalir kebawah ureter menuju vesica urinaria yang terletak di dalam pelvis. Urine akan keluar dari dalam tubuh menuju ke urethra. Ren berwarna merah kecoklatan yang terletak dibelakang dari rongga peritoneum. Ren dextra terletak sedikit lebih rendah dibandingkan ren sinistra karena adanya lobus hepatis sinistra. Ren dextra terletak pada costa XII, sedangkan ren sinister terletak pada costa XI. Pada kedua margo medialis ren yang cekung, terdapat celah vertikal yang dibatasi
1

Pada grande multipara sering terjadi nephrotosis. Hilus adalah tempat masuknya pembuluh darah dan pembuluh limfe.2 Masing-masing ren akan mempunyai dua struktur dasar yaitu korteks dan medulla. Ren diselubungi oleh tiga buah lapisan yaitu capsula fibrosa.1 Penampang Ginjal dan Lapisannya. Namun capsula fibrosa tidak melapisi glandula suprarenalis (anak ginjal). Fascia renalis terletak di luar capsula fibrosa dan terdiri dari dua lembar fascia yaitu prerenalis dan retrorenalis. dan fascia renalis. Capsula adiposa melapisi seluruh permukaan dari ren sampai ke glandula suprarenalis. Kedua lembar fascia renalis pada bagian caudal akan terbuka (terpisah) dan pada bagian kranial akan menutup (bersatu). Pyramid renalis mempunyai basis yang menghadap ke korteks dan apex (papila renalis) bagian dari pyramid 2 . Terbukanya fascia pada bagian caudal sering menyebabkan terjadinya ascending infection. Capsula adiposa adalah lapisan ren yang terdiri atas jaringan lemak. Korteks adalah bagian ren yang berwarna coklat gelap dan medulla adalah bagian yang mempunyai warna lebih terang dibandingkan korteks. disebut dengan hilus renalis. Capsula fibrosa akan melekat pada permukaan luar ren. Medula renalis mempunyai kurang lebih selusin bangunan yang dikenal dengan nama pyramides renalis. yaitu penurunan ginjal karena jaringan ikat yang menghubungkan capsula fibrosa dan capsula renalis kendor. Ginjal akan dipertahankan kedudukannya oleh fascia adiposa.1 Gambar 1. capsula adiposa.oleh pinggir-pinggir substansi ren yang tebal.

Ren dextra anterior akan berbatasan langsung dengan glandula suprarenalis. costa XII. segmentalis akan bercabamg lagi menjadi a. dan m. interlobaris akan melanjutkan diri menjadi a. psoas major. Ren dipendarahi oleh a. interlobaris yang akan memperdarahi piramid-piramid renalis.yang menghadap ke medial. hepar. berisi pelebaran ke atas ureter yang dinamakan pelvis renalis. segmentalis yang masuk ke dalam hilum ( 4 anterior dan 1 posterior). transversus abdominis. transversus abdominis. flexura coli sinistra. costa XII. interlobularis. Lalu arteri interlobularis akan melanjutkan lagi perjalanan ke arteriol afferen. dan flexura coli dextra. Ren sinistra posterior akan berbatasan dengan diaphragma. A. Ren sinistra anterior berbatasan langsung dengan glandula suprarenalis. m. Sinus renalis merupakan ruangan di dalam hilum renalis. A. 1 Gambar 1. Bagian bergaris-gari yang membentang dari basis sampai ke korteks dianamakan radii medulares. Bagian dari korteks yang menonjol ke medulla dan terletak antara pyramid disebut sebagai columna renalis. arcuata yang melanjutkan lagi perjalanan menjadi a. dan m. quadratus lumborum. 3 . dan lengkung-lengkung jejunum. recessus costodiaphragmaticus. renalis (cabang dari aorta abdominalis) dan akan bercabang menjadi 5 a. pars descenden duodenum. Ren dextra posterior akan berbatasan langsung dengan diaphragma. Pelvis renali terbagi atas 2-3 kaliks mayor yang nantinya akan bercabang lagi menjadi 2-3 kaliks minor.2 Ginjal tidak hanya sendiri menempati rongga abdomen.2 Penampang Ginjal Potongan Melintang. tapi ren akan berhubungan dengan bagian-bagian organ lain pada abdomen. m. m. quadratus lumborum. pancreas. psoas major. gaster. recessus costodiaphragmatica. lien. m. costa XI.

Dilanjutkan lagi dengan ansa Henle yang membentuk lengkung berbentuk U tajam. suatu struktur yang 4 . suatu kuntum kapiler berbentuk bola tempat filtrasi dilakukan. Vena renalis akhirnya akan keluar dari ginjal dan menuju ke vena cava inferior. Pars descenden ansa Henle masuk dari korteks ke dalam medula. yang seluruhnya terletak di dalam korteks dan membentuk gulungan rapat sepanjang perjalanannya. Vena arkuata akan bermuara ke vena interlobar yang bergabung menjadi vena renalis.3 Vaskularisasi Ginjal 4 2.1. maka darah akan masuk ke dalam vena korteks yang akan bersatu menjadi vena interlobularis. Vena interlobularis akan menuju vena arkuata. Histologi Pencernaaan Ginjal manusia tersusun oleh ± 1 juta unit fungsional mikroskopik yang disebut sebagai nefron yang disatukan oleh jaringan ikat. cairan yang difiltrasi mengalir ke dalam tubulus proksimal.lalu masuk ke glomerulus. tempat saluran ini berjalan melewati garpu yang dibentuk oleh arteriol aferen dan eferen. Setiap nefron terdiri dari komponen vaskular dan komponen tubular. Komponen tubular nefron adalah suatu tabung berongga berisi cairan yang dibentuk oleh satu lapisan sel epitel. arterior efferen. Sel-sel tubulus dan vaskular di titik ini mengalami spesialisasi untuk membentuk aparatus jukstaglomerular. pars ascenden berjalan balik ke korteks. Dari kapsula bowman. Setelah sampai ke kapiler peritubular. Pars ascendens kembali ke regio glomerulus nefronnya sendiri. Komponan tubular berawal dari kapsula bowman kapsula bowman. kapiler peritubular.3 Gambar 1. Bagian dominan komponen vaskuler nefron adalah glomelurus. Cairan yang telah disaring kemudian mengalir melewati komponen tubular nefron.

Setelah itu. Sel-selnya memiliki inti yang berbentuk bulat. Mekanisme dan Fungsi Ginjal manusia mempunyai fungsi-fungsi untuk homeostasis. ekresi. initi podosit sering terlipat dan tidak teratur. yang dinamakan kaki podosit. Setiap duktus koligentes berjalan ke dalam medula untuk mengosongkan cairan isinya ke dalam pelvis ginjal.5 Simpai bowman di sekeliling glomerulus adalah mangkok berdinding ganda yang disusun oleh sel epitel gepeng. epitel tipe 3. Lumen segmen ini sering tampak tertutup oleh brush bordernya. Segmen tipis ansa henle memiliki empat macam epitel yang berbeda. mempertahankan keseimbangan asam-basa (buffer) dan pertahankan volume plasma yang tepat. disebut podosit. dengan masing-masing duktus menerima cairan dari hingga delapan nefron berbeda. Podosit dasarnya berbentu stelata dengan sejumlah cabang. epitel tipe 2. Regio ini berfungsi untuk mengatur fungsi dari ginjal. Dapat ditemukan adanya makula densa sebagai reseptor. dan metabolisme. Tidak terdapat brush border. yaitu epitel tipe 1. Akan terbentuk sistem celah sempit intersel yang harus dilalui oleh filtrat dari plasma darah ke ruang bowman. tubulus akan kembali membentuk kumparan erat menjadi tubulus distal. Tubulus distal akan mengalirkan isinya ke dalam duktus atau tubulus koligentes. Epitel tipe 1 ditemukan di bagian tipis ansa henle descending dan bagian ascending dari lengkung henle. Fungsi eksresi berfungsi untuk mengeluarkan 5 . osmolaritas cairan tubuh yang sesuai. Memiliki struktur yang sederhana dan sedikit mikrovili. dan epitel tipe 4. sel-sel dari lapisan viseral dimodifikasi sehingga akan membentuk struktur yang khas. tersusun oleh epitelium yang panjang.7 Tubulus kontortus distal disusun oleh epitel kuboid. Tubulus kontortus proksimal (TKP) akan menerima cairan ultarfiltrat dari kapsula bowman. Epitel tipe 2 ditemukan di bagian descending dari lengkung panjang ansa henle. Terdapat dua lapisan sel yang melapisi kapsula bowman yaitu epitel viseral dan epitel parietal. Selama perkembangan korpus renalis. Tubulus koligens dibatasi oleh epitel kuboid.terletak di samping glomerulus. Sel-selnya akan berkembang menjadi epitel toraks yang berangsur melebar sewaktu mendekati puncak papilaris Bellini. Pada mikrograf elektron. Fungsi homeostasis yang mencakup didalamnya adalah untuk mempertahankan keseimbangan H2O dalam tubuh. Epitel tipe 4 disusun oleh epitel yang rata tanpa mikrovili.6 Tubulus rektus proksimal (TRP) memiliki struktur yang hampir sama dengan TKP.6. sehingga lumen tampak jelas terlihat. TKP disusun oleh epitel kuboid dengan brush border yang menonjol.7 3. Terdiri atas sel epitel tipis dan epitel yang sederhana. yang seluruhnya ada di korteks. Epitel tipe 3 ditemukan pada bagian descending di dalam medula yang disusun oleh epitel yang tipis. mengatur jumlah dan konsentrasi sebagian besar ion. sekresi.

Namun. Respon ini akan membatasi aliran darah ke dalam glomerulus dalam jumlah nomal meskipun tekanan arteri akan meningkat. plasma bebas protein tersaring melalui kapiler bowman. Sebaliknya. Ginjal akan mensekresikan eritropoietin dan renin. Mekanisme miogenik adalah sifat umum dari sistem otot polos vaskular. sekitar 20% plasma yang masuk ke glomerulus tersaring dan pada saat inilah proses filtrasi terjadi. dalam keadaan patologis keduanya dapat mengalami perubahan dan akhirnya akan memoengaruhi laju kecapatan filtrasi (LFG). Bahanbahan yang sudah direabsorpsi tidak keluar tubuh melalui urin. Normalnya.5 Filtrasi tubuh manusia dipengaruhi oleh tekanan darah kapiler glomerulus. pada situasi dimana tekanan osmotik koloid plasma meningkat. Otot polos vaskular arteriol berkontraksi secara inheren sebagai respon terhadap peregangan yang menyertai peningkatan tekanan di dalam pembuluh. Autoregulasi dipengaruhi oleh mekanisme miogenik dan tubuloglomerular feedback. Sewaktu darah mengalir melalui glomerulus. Sewaktu filtrat mengalir melalui tubulus. meskipun tekanan darah 6 . Hal ini dapat terjadi pada keadaan diare dan dehidrasi. Penurunan tak terkendali ini dapat terjadi pada kasus pasien luka bakar luas yang yang kehilangan banyak cairan kaya protein yang berasal dari plasma melalui permukaan kulit yang terbakar. akan menyebabkan peningkatan LFG. reabsorpsi. Ini adalah bagian yang mengeluarkan hasil dari ketiga proses sebelumnya. tapi akan dibawa oleh kapiler peritubulus ke sistem vena. maka penurunan konsentrasi plasma sehingga sehingga menurunkan tekanan ini.produk-produk akhir metabolisme tubuh dan mengeluarkan banyak senyawa asing. sekresi. Untuk menjaga agar LFG dapat tetap normal. arteriol aferen secara otomatis berkontraksi sendiri ketika tergang akibat peningkatan tekanan darah arteri. Ginjal akan mengubah viamin D menjadi bentuk aktifnya. Karena itu. Sekresi tubulus adalah pemindahan selektif bahan-bahan dari kapiler peritubulus ke dalam lumen tubulus. Tekanan osmotik koloid plasma dan tekanan hidrotastik kapsul bowman tidak berada dibawah regulasi dan pada keadaan normal tidak akan banyak berubah. Ginjal akan melakukan tiga fungsi utamanya yaitu filtrasi. Proses ini adalah rute bagi masuknya bahan ke dalam tubulus ginjal dari darah. Karena tekanan osmotik koloid plasma yang melawan filtrasi. maka LFG akan menurun. maka ginjal mempunyai suatu sistem autoregulasi untuk menjaga dan mengatur LFG agar tetap terkendali. dan ekresi. dan kemudian akan ke jantung untuk diresirkulasi. Eksresi urin adalah pengeluaran bahan-bahan dari tubuh ke dalam urin. Sebaliknya relaksasi inheren arteriol aferen yang tidak teregang ketika tekanan di dalam pembuluh berkurang akan meningkatkan aliran darah ke dalam glomerulus. bahan-bahan yang bermanfaat untuk tubuh akan dikembalikan lagi ke plasma kapiler peritubulus. Perpindahan selektif bahan-bahan dari tubulus ke darah disebut reabsorpsi tubulus.

atau koligentes. Secara aktif akan direabsorpsi di tubulus proksimal dan aktif disekresi di tubulus distal dan koligentes. maka makula densa akan mengurangi pengeluaran dari adenosin. makula densa akan mngeluarkan adenosin yang akan membuat arteriol aferen berkontraksi sehingga aliran darah akan berkurang. Hal ini akan membuat vasodilatasi sehingga aliran darah tubulus meningkat.5. Jika LFG meningkat akibat peningkatan tekanan arteri maka cairan yang diiltrasi dan menglair lewat tubulus distal lebih dari normal. maka penyaluran garam ke tubulus distal berkurang.turun. serta anion dan kation anorganik. Sekresi kalium secara selektif akan berpindah dalam arah berlawanan diberbagai tubulus. Sel makula densa inilah yang akan mendeteksi perubahan kadar garam cairan tubulus yang melewatinya. Ketika tubuh terlalu asam. Sekresi hidrogen (H+) ginjal sangat penting dalam mengatur keseimbangan asam-basa tubuh. Diawal tubulus ion kalium akn direabsorpsi secara konstan dan tanpa dikendalikan. Sedangkan saat LFG menurun. distal. Ion H+ dapat disekresikan oleh tubulus proksimal. disebut sebagai makula densa.8 Gambar 3. sementara sekresi kalium dibagian distal tubulus bervariasi 7 . dengan tingkat sekresi bergantung pada keasaman cairan tubuh. Mekanisme umpan balik tubuloglomerulus melibatkan aparatus juxtaglomerular yang mengandung sel tubulus khusus di regio ini yang berkumpul kolektif. Sedangkan sekresi akan berkurang jika konsentrasi hidrogen terlalu rendah. maka sekresi akan meningkat. ion kalium. Ion H+ yang disekresikan ke dalam cairan tbulus dieliminasi dari dalam tubuh melalui urin.1 Tubuloglomerular Feedback8 Tubulus ginjal akan mensekresikan bahan-bahan terpenting seperti ion hidrogen. Sebagai respon terhadap peningkatan penyaluran garam ke tubulus distal.

Selain itu ada juga cairan transelular yaitu cairan yang terkumpul dalam sinovial. yaitu dehidrasi hipertonik. dan elektrolit anorganik. Zat terlarut penting untuk mengatur cairan tubuh total. keringat dan penguapan yang tidak terlihat di kulit. dan peritoneal. dan paru-paru yang mengeluarkan uap air. Jika volume cairan ekstrasel menurun. Selain karena hal-hal fisiologis. urea). Elektrolit anorganik yang terdapat paling banyak dan penting dalam distribusi cairan dan retensi air. dan isotonik. hal ini jika didiamkan akan menyebabkan dehidrasi. Hal ini terjadi karena terlalu banyak minum sedang fungsi ginjal terganggu dan pemberian larutan intravena tanpa elektrolit. zat organik molekul besar (protein). air dari makanan. Dehidrasi isotonik adalah air yang hilang 8 . Dehidrasi hipertonik disebabkan oleh kehilangan air yang lebih banyak dari elektrolit (natrium). Srkulasi menjadi lambat dan akan mengganggu fungsi ginjal. Air keluar dari tubuh melalui beberapa cara yaitu urin. feses. Ada tiga golongan zat terlarut yaitu zat organik molekul kecil (glukosa. dan elektrolit anorganik. Air bisa masuk dalam tubuh manusia. tetapi distribusinya selalu berubah (2) tekanan osmotik dipengaruhi oelh zat terlarut. dan tekanan darah juga akan ikut menurun. Dehidrasi hipotonik adalah tubuh yang kehilangan natrium lebih banyak dibandingkan air. dan tempat hidup dari sel-sel tubuh. Cairan dalam tubuh terbagi atas dua yaitu cairan ekstrasel dan intrasel. Oleh karena itu jumlah air yang masuk harus sama dengan jumlah air yang kekual dari tubuh. Dehidrasi hipertonik ditandai dengan tingginya kadar natrium serum dan peningkatan osmolalitas efektif serum.dan berada dibawah kontrol.8 Dehidrasi bisa dibagi atas tiga golongan berdasarkan kadar cairan yang hilang. maka volume darah akan menurun. Zat oeganik molekul besar yang penting untuk penting untuk pertukaran cairan antara pmebuluh darah dan cairan intersitial. sehingga keseimbangan asam-basa juga terganggu. media transpor proses intra dan ekstrasel. mengatur letak cairan. Zat organik molekul kecil relatif dapat berdifusi bebas melalui membran sel.5 Air adalah salah satu bahan yang harus ada dalam tubuh karena air mempunyai fungsi untuk melarutkan ion dan molekul. Cairan ekstrasel adalah cairan yang terdapat dalam cairan intersitial dan plasma (jantung dan pembuluh darah). hipotonik. Faktor-faktor yang mempengaruhi distribusi cairan tubuh adalah (1) jumlah air yang ditahan oleh tubuh kuranglebih tetap. Cairan ekstrasel mengandung 45% air dan cairan intrasel mengandung 55% air. Air bisa masuk dalam tubuh melalui air minum. cairan tubuh dapat keluar karena penyakit seperti muntaber dan kolera. Sebagian besar kalium diurin bersal dari sekresi terkontrol kalium dibagian distal nefron dan bukan dari filtrasi. dan air dari hasil metabolisme. mengatur suhu tubuh. perikardial. Biasanya kehilangan air dan eletrolit hanya diganti dengan air saja. reaksi biokimia. Jika terjadi perubahan yang drastis dapat menyebabkan edema dan dehidrasi.

dan penguapan kulit yang berlebihan. Dehidrasi dapat terjadi pada diabetes melitus yang tidak terkontrol. dan eksresi. Dehidrasi hipotonik adalah tubuh yang kehilangan natrium lebih banyak dibandingkan air. Dehidrasi hipertonik disebabkan oleh kehilangan air yang lebih banyak dari elektrolit (natrium). penyakit addison. uremia. diare berat. ginjal mempunyai satu mekanisme utama yaitu sistem autoregulasi. luka bakar yang luas. dan metabolisme. turgor kulit menurun. Kesimpulan Ginjal mempunyai fungsi untuk menjaga homeostasis tubuh.dan akan dikoreksi dengan pemberian cairan intravena yang mengandung 2/3 bagian larutan NaCl 0. Tubuh manusia mebutuhkan cairan. sekresi. Dalam tubuh akhirnya kelebihan Cl.9% dan 1/3 bagian larutan Na-laktat 1/6 M. 6th ed. Dehidrasi yang berlebihan dapat menyebabkan kematian. diabetes insipidus. muntah berat. dan penguapan kulit yang berlebihan. maka sistem ini yang akan membuat agar laju filtrasi tetap dalam keadaannya yang normal. dan badan panas. USA : Lippincott William & Wilkins . Yang paling utama adalah bahwa ginjal berfungsi untuk menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh dan menjaga agar kadar elektrolit dan volume plasma itu tetap dalam keadaan normal. hipotonik. sehingga jika tubuh kekurangan cairan maka akan terjadi dehidrasi. diare berat. penyakit addison. 2000. Dehidrasi isotonik adalah air yang hilang diikuti dengan elektrolit sehingga kepekatannya tetap normal. eksresi. sekresi. shock. luka bakar yang luas. pemasukan air yang kurang. Clinical anatomy for medical students. Pada diare berat. Ginjal juga melakukan peranannya dalam tiga fungsi utama yaitu filtrasi. cairan dan elektrolit dari usus akan banyak keluar/hilang (Na + bikarbonat). Snell RS. Gejala-gejala dehidrasi adalah kehilangan berat badan dalam waktu singkat. dan isotonik. Dehidrasi juga bisa dibagi atas tiga jenis yaitu diare hipertonik. Filtrasi tubuh itu dipengaruhi oleh kecepatan laju filtrasi yang juga dipengaruhi oleh tekanan osmotik plasma. reabsorpsi. mata cekung. pemasukan air yang kurang. diabetes insipidus. Dehidrasi dapat terjadi saat keadaan sedang sakit yaitu seperti diare dan muntah berat. muntah berat. uremia. Sehingga ketika tekanan darah itu berubah turun maupun meningkat cepat. Untuk menyeimbangkan keadaannya. Daftar Pustaka 1. 9 . ubun-ubun cekung (pada bayi).diikuti dengan elektrolit sehingga kepekatannya tetap normal. kulit kering. shock. Dehidrasi dapat terjadi pada diabetes melitus yang tidak terkontrol.

289-415. viscera. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC .p. 11th ed. 6. Edisi ke-12. Fisiologi manusia dari sel ke system.com/2011/08/01/mengenal-anatomi-dan-fisiologi/ 5. Sloane E. Hall JE. 2002. 2008.h. Pawlina W. Pabst R. Puts R. editor. 6th ed. 2006. Guyton AC. Singapore : Elsevier Pte Ltd . Jakarta: EGC. 3. 10 . lower limb. 8.h. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC . 14th ed. Germany : Elsevier Gmbh .552-97. editors. 2011. Textbook of medical physiologi.wordpress. editor. Histology a text and atlas. Hartanto H. Ross MH. Widyastuti P. Anatomi dan fisiologi untuk pemula. 7. Buku ajar histologi. marlina2. USA : Lippincott Williams & Wilkins. 4. 1995. 2011. Sobotta atlas of human anatomy volume 2 trunk.2.203-34. Sherwood L.