P. 1
Dasar Dasar Sosial Casewokr

Dasar Dasar Sosial Casewokr

|Views: 10|Likes:
Published by Sul Sul Ca'en

More info:

Published by: Sul Sul Ca'en on Jul 03, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/28/2014

pdf

text

original

Review ‘’ SOCIAL CASEWORK „‟

OLEH : SYAMSUL ARIFIN 090910301066

JURUSAN ILMU KESEJAHTERAAN SOSIAL FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK UNIVERSITAS NEGERI JEMBER
2013

DASAR- DASAR SOCIAL CASEWORK

Dasar-dasar casewokr (mimbingan sosial perseorangan) di bagi menjadi dua yaitu: dasardasar umum, dan dasar-dasar khusus : A. Dasar- dasar umum 1. Penerimaan (acceptansi) Penerimaan yang ramah bukan berarti bahwa ia (caseworker) akan membenarkan segala apa yang dikemukakan oleh client, tetapi yang jelas ia tidak menolak keddatangan client yang minta pertolongan. 2. Hubungan (communication) Hubungan dengan client yang tekah berlangsung harus dipelihara. Yang penting antar casewokr dengan client itu harus redapat “pengertian” yang jelas mengenai duduk masalahnya 3. Individualisasi (individualization) Sebagai individu ia mempunyai sifat yang berbeda-beda dengan invdividu lainnya. Dan tiap client harus diangap induvidu yang berdiri sendiri. 4. Ikut serta partisipasi (participation) Caseworker dalam menghadapi client, harus dapat merasakan penderitaan yang di kemukakan oleh client. Client yang di tolong oleh caseworker harus serta secara aktif dalam usaha pertolongan yang diberikan oleh caseworker. 5. Kerahasian (confidentiality) Kerahasian harus di nyatakan oleh caseworker kepada client dan caseworker berjandi tidak akan membuka rahasianya kesiapapun juga kecuali atas izin dari client sendiri. 6. Kesadaran diri caseworker

Caseworker harus menyadari bahwa ia pekerja sosial yang menghadapi clien. Dan harus dapat memisahkan mana tugasnya sebagai penolong dan mana hal-hal yang mengenai diri pribadi sendiri. B. Dasar – dasar Khusus Dasar – dasar khusus tergantung kepada perbedaan masing – masing kejadian atau masalah yang dihadapi si client. Dasar – dasar khusus itu adalah : 1. Merubah keadaan sekeliling dan mendorong ego (environmental modification and ego support) Client yang mengalami kesukaran atau penderitaan biasa masih mempunyai harapan untuk keluar dari permasalahan. Tapi mereka akan memintak pertolongan ketika mereka sudah benar – benar tidak mampu mengatasinya sendiri. Dari keinginan client untuk menyelesaikan masalahnya ini akan menjadi modal untuk caseworker, karena itu untuk mengatasinya dengan mengubah atau nengadakan perbaikan keadaan disekeliling client dan segala niat baik yang dikeluarkan maka kita tinggal memprkuatnya atau mendukungnya. Keadaan sekeliling client yang menjadi penyebab kesulitan baiasanya bersifat alamiah tetapi juga bersifat rohaniyah. Permintaan pertolongan itu sendiri sudah merupakan suatu upaya pada diri client untuk dapat keluar dari permasalahan yang sedang dihadapinya. Terkadang ego dari client juga sangat tinggi pada saat mereka membutuhkan bantuan tapi mereka seakan – akan tidak membutuhkan caseworker, disinilah caseworker harus dapat membantu merubah keadaan disekelilingnya. Ada dua hal yang harus diperhatikan dalam tugasnya untuk memberikan pertolongan kepada client yaitu : 1. Pertolongan yang bersifat merubah keadaan sekeliling client baik fisik maupun psikis dan 2. Membantu memperkuat fungsi ego si client. 2. Penjelasan effect dan arti dari kelakuan (clarification of the effect and of behavior ) Client yang sedang mengalami permasalahan biasanya dirinya merasa mengalami kebingungan, tekanan – tekanan pada dirinya. Sehingga client

merasa memiliki perasaan – perasaan yang yang tidak baik terhadap dirinya juga pada orang – orang yang ada disekitarnya. Oleh sebab itu caseworker harus dapat memberikan penjelasan kepada client tentang permasalahan yang sedang dihadapi dengan baik. Tanpa harus megganggu ego client. 3. Menyingkapkan sebab – sebab kelakuan yang dilupakan ( untuk covering the forgooten causes of behavior ) Disini caseworker harus mampu memahami kedaan kesulitan yang sedang client rasakan. Caseworker harus dapat menyikapkan segala sebab – sebab yang datangnya dari kelakuan dirinya. Lebih peril diperhatiakan lagi ialah yang mengenai hubungan client dengan keluarganya dan orang – orang disekitarnya pada waktu dulu. Karena hubungan ini penting sekali bagi pertumbuhan client.

LANGKAH – LANGKAH DALAM PERTOLONGAN Langkah yang pertama dalam memberikan pertolongan ialah mencari lebih dahulu apa sebenarnya masalahnya ( keesulitannya, penderitaannya), menyelidiki apa sebenarnya keinginannya, menyikapi sumber – sumber yang ada pada dalam dirinya. Urutan untuk memberikan pertolongan yaitu : pertama bagaimana keadaan lahiriah sekitarnya, kemudian bagaimana perasaan client tentang penderitaanya. Lalu , sudahkah client mencoba mengatasinya sendiri ? Dan apakah yang diharapkan lebih banyak dari permintaan pertolongan ini ? Apakah kemampuan yang ada didalam dirinya dan kelemahan – kelemahanya yang harus diperhatikan dalam membuat rencana pertolongan – pertolongannya ? selanjutanya sebelum melakukan suatu diagnose perlu caseworker terlebih dahulu : a) Menyelidiki keadaan diri si client, misalnya mengenai bentuk badannya, kemampuan fikirannya, kecakapannya, keterampilannya dan hal – hal lain yang khas baginya. b) Menyelidiki keadaan sekitarnya si client misalnya mengenai perumahannya, mengenai susunan masyarakatnya, mengenai pekerjaannya semula dan sekarang, mengenai keadaan keluarganya, ahli- ahli warisnya, tetangga – tetangganya dan lain sebagainya.

Kedua hal diatas sangat penting dan satu sama lain saling mempengaruhi dan saling menentukan serta akibat mengakibatkan, hal ini dibahas lebih lanjut sebagai berikut :  Mengenai diri si client Biasanya keadaan client pertama kali dapat dilihat dari interview yang dilakukan, yang perlu diperhatikan ialah keadaan jasmaniah yang khas yang mungkin dapat menyebabkan suatu penyimpangan kepribadian. Bentuk badan, tinggi rendah, perawakan, susunan giginya, dll. Dapat memberikan cirri – cirri dari tubuh si client. Keadaan susunan anggota sekedar memberikan keterangan mengenai karakteristik manusia.  Mengenai sekeliling client Mengetahui keadaan disekeliling sangat penting sekali untuk mengetahui keadaan keluarga client, susunan rumah tangga client, sikap orang tua terhadap klien, tingkat pendidikannya, penting sekali diketahui. Tingkat kehidupan masyarakat sekeliling juga penting sekali untuk dipelajari. Tuntutan – tuntutan social, moral dan pendidikan dari rumah tetangganya dimana keluarga tinggal mempunyai pengaruh yang kuat pada diri seseorang. Factor lain yang mungkin perlu diketahui yaitu agama atau kepercayaan. Memang tidak semua factor itu sama penting dalam semua situasi, jelasnya kesukaran jiwa mungkin dalam pengaruhnya dari pada cacat jasmani. Perlu diketahui bahwa interview merupakan alat yang paling penting dalam melakukan diagnose masalah pada client.

TEKHNIK –TEKHNIK PERTOLONGAN Menolong orang adalah suatu pekerjaan keahlian yang meemrlukan keterampilan, memerlukan keterangan – keterangan mengenai sumber-sumber yang dapat melengkapi alatalat pertolongannya, memerlukan cara pendekatan yang tidak akan merusak atau melanggar ketentuan . Ada 4 macam tekhnik pertolongan yaitu : a) Manipulation of the environment (merubah keadaan sekeliling) Yaitu menolong keadaan client dengan berusaha merubah keadaan sekeliling client yang menyebabkan ia menderita. Yang pentin adalah bahwa pekerja social harus menolong client untuk menyadari kemampuannya untuk mengubah situasi

keliling sendiri sehingga sesuai dan tidak lagi merupakan atau menyababkan penderitaan.

b) Supportive relationship (memberikan dorongan) Yaitu cara pertolongan dengan memberikan dorongan kepada client agar ia dapat mengatasi kesulitannya sendiri, misanya dengan memberikan pengertian sendiri, memberikan dorongan semangat, menjelaskan cara mencapai tujuan, dll. Oleh karena itu caseworker harus selalu mendengarkan dengan penuh perhatian dan sungguh-sungguh walaupun client mencurahkan berjam-jam lamanya, meskipun kita sudah bosan tapi jangan sekali menghentikan atau menghinanya. c) Clarification of the problem (menjelaskan duduk soalnya) Yaitu suatu cara pertolongan dengan memberikan penjelasan kepda client yang karena bingung, tidak dapat memahami dirnya sendiri penderitaan atau kesukaran yang sedang ia alami. d) Interprestation ( memaknakan) Yaitu suatu cara pertolongan yang sebenarnya hampir sam dengan cara ketiga diatas, tapi memaknakan atau memberikan interprestasi ini lebih mendalam dari pada penjelasan dan pada umumnya berkenaan dengan kesukaran atau penderitaan emosionil. Dengan tekhnik mana saja yang perlu dipergunakan social caseworker harus selalu praktis, tidak memberika kata putus asa‟‟salah‟‟ atau „‟ benar „‟ atau tidak mengahakimi dan selalu mempunyai pengertian yang sedalam-dalamnya. a. Praktis jalan fikirannya dimana ia berhubungan dengan orang yang sedang mengalami penderitaan atau kesukaran. b. Tidak memberikan kata putus baik atau jahat, betul atau salah. c. Pengertian yang mendalam mengenai perasaan si client dan memahami akan liku-liku penderitaanya, harus dimiliki oleh caseworker. Sebab tanpa mengetahui atau mengerti perasaan si client diagnose tidak dapat dilakukan, dan pertolongan juga tidak dapat diberikan secara tepat. Dengan mengerti perasaan si client, penderitaan client, sifat-sifat serta kelakuannya itulah caseworker menolongnya. yang dapat memberikan pertolongan dan bagaimana

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->