KENDALA DALAM PELAKSANAAN PROGRAM GIZI 1.

Cakupan pelayanan kegiatan perbaikan gizi dirasakan masih belurn maksimal, hal ini terlihat dari tingkat partisipasi kunjungan balita yang ke posyandu (DIS) masih rendah. 2. Sarana untuk menunjang kegiatan perbaikan gizi masih dirasakan sangat kurang, terutama sarana untuk kegiatan penyuluhan. 3. Kualitas dan kuantitas petugas gizi di tingkat puskesmas pada beberapa daerah masih dirasakan sangat kurang. Mereka masih perlu memperoleh pelatihan atau pembinaan yang lebih intensif. Hat ini disebabkan karena antara lain: a. terbatasnya tenaga yang ada b. tingginya rnutasi petugas c. belum semua petugas dilatih tentang program gizi d. besarnya cakupan posyandu yang perlu dibina e. terbatasnya biaya operasional untuk kegiatan perbaikan gizi dll. 4. Kerjasama lintas sektoral dan lintas program belum berjalan secara terpadu. Setiap kegiatan rnasih berjalan sendiri sesuai dengan target yang tetah ditentukan oleh sektornya. Kegiatan koordinasi hanya terlihat pada waktu pertemuan rapat saja, tetapi belum bergabung di lapangan. Demikian juga BPGD belum banyak menunjukkan peranan yang dominan dalam kegiatan perbaikan gizi di daerah. 5. Penyedia layanan kesehatan dan petugas masyarakat tidak memberikan konseling gizi yang memadai. 6. Masih kurangnya pengertian masyarakat akan pentingnya kegiatan perbaikan gizi, sehingga peran serta masyarakat masih sulit diwujudkan. Di samping itu juga pembinaan dari pemerintah daerah maupun dari pemuka masyarakat belum terlihat secara nyata. 7. Tingginya "drop out" kader karena adanya berbagai penyebab yang masih sulit diatasi antara lain : a. kader adalah tenaga sukarela dari masyarakat yang tidak bisa diikat terus menerus untuk melibatkan diri dalam kegiatan perbaikan. b. kurangnya "reward" yang dapat meningkatkan motivasi kader dalam melaksanakan kegiatan. c. kurangnya pernbinaan dan dukungan dari petugas maupun dari pemuka masyarakat di lingkungannya, dll. 8. Kurangnya biaya operasional untuk menunjang kegiatan perbaikan gizi, dan dana untuk pengendaliannya, mengingat keterbatasan dana yang disediakan oleh pemerintah.

.Sedangkan jumlah kegiatan dalam program gizi yang perlu dibina secara kuantitatif makin bertambah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful