Teori Belajar Gagne Written by Wiryana Sunday, 01 February 2009 23:37

ROBERT GAGNE
1916-2002

"Learning is something that takes place inside a person's head- in the brain" Robert Gagne lahir tahun 1916 di North Andover, MA. Beliau mendapatkan gelar A.B. pada Yale tahun 1937 dan pada tahun 1940 mendapat gelar Ph.D. dalam Psychology dari Universitas Brown. Mengajar pada ConnecticutCollege for Women dari 1940-49 dan kemudian pada PennStateUniversity dari 1945-1946. Antara 1949-1958, Gagne menjadi direktur “perceptual and motor skills laborartory” dari U.S. Air force. Pada saat itu dia mulai mengembangkan beberapa idenya yaitu teori belajar yang disebut

"The Conditions of Learning".
Pada 25 tahun terakhir beliau adalah professor pada Department of Education Research at Florida State University di Tallahassee.

Gagne melihat proses belajar mengajar dibagi menjadi beberapa komponen penting yaitu : 1. 2. 3. 4. Fase – fase pembelajaran Kategori utama kapabilitas/kemampuan manusia/outcomes Kondisi atau tipe pembelajaran Kejadian-kejadian instruksional

Robert Gagne seorang ahli psikologi pendidikan mengembangkan teori belajar yang mencapai kulminasinya pada “The Condition of Learning”. Banyak gagasan Gagne tentang teori belajar, seperti belajar konsep dan model pemrosesan informasi, pada bukunya “The Condition of Learning” Gagne membahas tentang fase-fase dalam belajar, kapabilitas manusia yang dihasilkan setelah belajar (outcomes), kondisi atau

siswa dapat diminta mengaplikasikan sesuatu dengan informasi baru tersebut. (2) stage of acquisition. pada situasi-situasi baru. ada informasi yang disimpan dalam jangka pendek ada yang dalam jangka panjang. agar lebih meningkatkan daya ingat. Stimulus itu dapat spontan diterima atau seorang Guru dapat memberikan stimulus agar siswa memperhatikan apa yang akan diucapkan. merupakan fase seseorang memperhatikan stimulus tertentu kemudian menangkap artinya dan memahami stimulus tersebut untuk kemudian ditafsirkan sendiri dengan berbagai cara. 2. dan (8) fase umpan balik. (3) storage. Fase-fase dalam belajar Gagne membagi proses belajar berlangsung dalam empat fase utama. 4. (6) fase generalisasi adalah fase transfer informasi. siswa harus diberikan umpan balik dari apa . Fase Retrieval/Recall. Fase Receiving the stimulus situation (apprehending). Fase storage /retensi adalah fase penyimpanan informasi.tipe pembelajaran (the eight conditions learning) dan kejadian-kejadian belajar (nine intructional events). A. 1. yaitu (5) fase motivasi sebelum pelajaran dimulai guru memberikan motivasi kepada siswa untuk belajar. seperti mempelajari struktur kalimat dalam bahasa mereka dapat membuat kalimat yang benar. Kadang-kadang dapat saja informasi itu hilang dalam memori atau kehilangan hubungan dengan memori jangka panjang. serta hubungan kejadian-kejadian tersebut. Atau boleh dikatakan pada fase ini siswa membentuk asosiasi-asosiasi antara informasi baru dan informasi lama. diatur dengan baik atas pengelompokan-pengelompokan menjadi katagori. Misalnya “golden eye” bisa ditafsirkan sebagai jembatan di amerika atau sebuah judul film. (7) Fase penampilan adalah fase dimana siswa harus memperlihatkan sesuatu penampilan yang nampak setelah mempelajari sesuatu. konsep sehingga lebih mudah dipanggil. 3. (4) retrieval. Untuk lebih daya ingat maka perlu informasi yang baru dan yang lama disusun secara terorganisasi. yaitu: (1) receiving the stimulus situation (apprehending). melalui pengulangan informasi dalam memori jangka pendek dapat dipindahkan ke memori jangka panjang. pada fase ini seseorang akan dapat memperoleh suatu kesanggupan yang belum diperoleh sebelumnya dengan menghubunghubungkan informasi yang diterima dengan pengetahuan sebelumnya. Fase Stage of Acquition. Kemudian ada fase-fase lain yang dianggap tidak utama. adalah fase mengingat kembali atau memanggil kembali informasi yang ada dalam memori.

5. Kategori utama kapabilitas/kemampuan manusia/outcomes Setelah selesai belajar. 2. belajar. ini dapat dicontohkan kemampuan siswa mengetahui benda-benda. Sekelompok sikap yang penting ialah sikap-sikap kita terhadap orang lain. huruf alphabet dan yang lainnya yang bersifat verbal. Motor skills (keterampilan motorik) merupakan keterampilan kegiatan fisik dan 4. Beberapa strategi kognitif adalah : (1) strategi menghafal. dan untuk belajar konsep konkret ini siswa harus menguasai diskriminasidiskriminasi. (3) strategi pengaturan. Proses kontrol yang digunakan siswa untuk memilih dan mengubah cara-cara memberikan perhatian. merupakan sustu macam keterampilan intelektual khusus yang mempunyai kepentingan tertentu bagi belajar dan berpikir. Kemampuan-kemampuan tersebut dibedakan berdasarkan atas kondisi mencapai kemampuan tersebut berbeda-beda. merupakan penampilan yang ditunjukkan siswa tentang operasi-operasi intelektual yang dapat dilakukannya. Attitudes (sikap-sikap) merupakan pembawaan yang dapat dipelajari dan dapat mempengaruhi perilaku seseorang terhadap benda. untuk memperloleh aturan – aturan ini siswa sudah harus belajar beberapa konsep konkret. Cognitive strategies (strategi kognitif). (2) strategi elaborasi.yang telah ditampilkan (reinforcement). Untuk memecahkan masalah siswa memerlukan aturan-aturan tingkat tinggi yaitu aturan-aturan yang kompleks yang berisi aturan-aturan dan konsep terdefinisi. . kejadian atau mahluk hidup lainnya. (5) strategi afektif. Verbal Information (informasi verbal). Yang membedakan keterampilan intelektual pada bidang tertentu adalah terletak pada tingkat kompleksitasnya. adalah kemampuan siswa untuk memiliki keterampilan mengingat informasi verbal. Bagaimana sikap-sikap sosial itu diperoleh setelah mendapat pembelajaran itu yang menjadi hal penting dalam menerapkan metode dan materi pembelajaran. Ada lima kemampuan (kapabilitas) sebagai hasil belajar yang diberikan Gagne yaitu : 1. B. mengingat dan berpikir. Intellectual skills (keterampilan intelektual). Keterampilan intelektual memungkinkan seseorang berinteraksi dengan lingkungannya melalui pengunaan simbol-simbol atau gagasan-gagasan. (4) strategi metakognitif. penampilan yang dapat diamati sebagai hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan (capabilities). 3.

Mungkin juga binatang bisa melakukan tetapi sangat terbatas. Verbal association (asosiasi verbal) Mengenal suatu bentuk-bentuk tertentu dan menghubungkan bentuk-bentuk rangkaian verbal tertentu. Signal learning (belajar isyarat) Belajar isyarat merupakan proses belajar melalui pengalaman-pengalaman menerima suatu isyarat tertentu untuk melakukan tindakan tertentu. jumlah dllnya Rule learning (belajar aturan) Belajar model ini banyak diterapkan di sekolah. 3. Kemampuan diskriminasi ini tidak terlepas dari jaringan. 7. 5. Misalnya ada “Aba-aba siap” merupakan isyarat untuk mengambil sikap tertentu. makan. terbentuk dari hubungan beberapa S-R. sehingga seseorang dapat mengenal bola yang bulat. kadang-kadang jika jaringan yang terlalu besar dapat mengakibatkan interferensi atau tidak mampu membedakan. kotak yang bujur sangkar. dapat membedakan merk sepedamotor satu dengan yang lainnya walaupun bentuknya sama. Stimulus-response learning (belajar melalui stimulus-respon) Belajar stimulus-respon (S-R). bola dlsbnya. banyak aturan yang perlu . oleh sebab yang satu terjadi segera setelah yang satu lagi. bujur sangkar. dllnya C. istirahat. Lalu merangkai itu menajdi suatu pengetahuan geometris. Melalui pengalaman yang berulang-ulang dengan stimulus tertentu sesorang akan memberikan respon yang cepat sebagai akibat stimulus tersebut. 4. bentuk. manusia dapat melakukan tanpa terbatas berkat bahasa dan kemampuan mengabstraksi. Misalnya : seseorang mengenal bentuk geometris. merupakan belajar atau respon tertentu yang diakibatkan oleh suatu stimulus tertentu. Keterampilan motorik bukan hanya mencakup kegiatan fisik saja tapi juga kegiatan motorik dengan intelektual seperti membaca. 6. Discrimination learning (belajar diskriminasi) Belajar diskriminasi adalah dapat membedakan sesuatu dengan sesuatu yang lainnya. ganti baju. 2. dapat membedakan manusia yang satu dengan manusia yang lainnya walaupun bentuk manusia hampir sama.penggabungan kegiatan motorik dengan intelektual sebagai hasil belajar. jajaran genjang. Dengan menguasai konsep ia dapat menggolongkan dunia sekitarnya menurut konsep itu misalnya : warna. Misalnya : Pulang kantor. tersenyum merupakan isyarat perasaan senang. Kondisi atau tipe pembelajaran 1. Concept learning (belajar konsep) Belajar konsep mungkin karena kesanggupan manusia untuk mengadakan representasi internal tentang dunia sekitarnya dengan menggunakan bahasa. Chaining (rantai atau rangkaian) Chaining atau rangkaian. menulis.

Seseorang harus memiliki konsep-konsep. 1 + 1 = 2 dan lainnya. 5. Mengajar terdiri dari sejumlah kejadian-kejadian tertentu yang menurut Gagne terkenal dengan “Nine instructional events” yang dapat diuraikan sebagai berikut : 1. Untuk memecahkan masalah dia harus memiliki aturan-aturan atau pengetahuan dan pengalaman. 3. diketahui oleh setiap orang yang telah mengenyam pendidikan. 7. Misalnya : angin berembus dari tekanan tinggi ke tekanan rendah. (memecahkan masalah) Memecahkan masalah merupakan suatu pekerjaan yang biasa yang dilakukan manusia. namun termasuk tugas guru yang utama dalam mengajar. Suatu aturan dapat diberikan contoh-contoh yang konkrit. aturan dan keterampilan yang merupakan prasyarat agar memahami pelajaran yang akan diberikan. Provide "learning guidance" (memberikan bimbingan) Memberikan bimbingan kepada murid dalam proses belajar Elicit performance /practice (pemantapan apa yang dipelajari) Memantapkan apa yang dipelajari dengan memberikan latihan-latihan untuk menerapkan apa yang telah dipelajari itu. 2. Problem solving. Inform learners of objectives (penjelasan tujuan pembelajaran) Menjelaskan kepada murid tujuan dan hasil apa yang diharapkan setelah belajar. Stimulate recall of prior learning (merangsang murid) Merangsang murid untuk mengingat kembali konsep. Provide feedback (memberikan feedback) Memberikan feedback atau balikan dengan memberitahukan kepada murid apakah hasil belajarnya benar atau tidak. Present the content (menyajikan stimuli) Menyajikan stimuli yang berkenaan dengan bahan pelajaran sehingga murid menjadi lebih siap menerima pelajaran. Ini dilakukan dengan komunikasi verbal. aturan-aturan dan memiliki “sets” untuk memecahkannya dan suatu strategi untuk memberikan arah kepada pemikirannya agar ia produktif. 6. melalui pengetahuan aturan-aturan inilah dia dapat melakukan keputusan untuk memecahkan suatu persoalan. Kondisi ekstern merupakan satu bagian dari proses belajar. Setiap hari dia melakukan problem solving bayak sekali. .8. D. 4. Kejadian-kejadian instruksional Apakah yang terjadi dalam mengajar? Mengajar dapat kita pandang sebagai usaha mengontrol kondisi ekstern. Gain attention (memelihara perhatian) Dengan stimulus ekster kita berusaha membangkitkan perhatian dan motivasi siswa untuk belajar.

htm. Jakarta. www.. Assess performance (menilai hasil belajar) Menilai hasil-belajar dengan memberikan kesempatan kepada murid untuk mengetahui apakah ia telah benar menguasai bahan pelajaran itu dengan memberikan beberapa soal.. Bumi Aksara.. Ratna Wilis.nova.htm ……. Teori – Teori Belajar.gsu/~mstswh/course/it7000/papers/robert. 9.sru. Gagne : The Condition of Learning. 1989. Proses belajar sendiri terjadi antara peristiwa nomor 5 dan 6.edu/~cozart/learningtheories.. …….htm .8. Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar. Peristiwa-peristiwa itu digerakkan dan diatur dengan perantaraan komunikasi verbal yakni guru mengatakan kepada murid apa yang harus dilakukannya DAFTAR PUSTAKA Nasution. S. Enhance retention and transfer to the job (mengusahakan transfer) Mengusahakan transfer dengan memberikan contoh-contoh tambahan untuk menggeneralisasi apa yang telah dipelajari itu sehingga ia dapat menggunakannya dalam situasi-situasi lain Dalam mengajar hal di atas dapat terjadi sebagian atau semuanya.www.. Jakarta. Erlangga.edu/depts.www.nc.. Dahar. Maschke Kathy L./education/psycholo/panaud/gagne. 2003.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful