P. 1
Laporan Kasus SMF Psikiatri: Gangguan Skizotipal

Laporan Kasus SMF Psikiatri: Gangguan Skizotipal

|Views: 1,230|Likes:
Published by andirius
Penulis:
Chung Andirius
I 111 05 009
SMF Psikiatri
Rumah Sakit Khusus Provinsi Ali Anyang
Fakultas Kedokteran
Universitas Tanjungpura
Pontianak
Penulis:
Chung Andirius
I 111 05 009
SMF Psikiatri
Rumah Sakit Khusus Provinsi Ali Anyang
Fakultas Kedokteran
Universitas Tanjungpura
Pontianak

More info:

Published by: andirius on May 10, 2009
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/01/2013

pdf

text

original

RIWAYAT PSIKIATRIK

Keterangan diperoleh dari autoanamnesis dan alloanamnesis tanggal 23 Maret 2009, dan status pasien. I. Identitas Pasien Nama Umur Jenis kelamin Agama Suku bangsa Pendidikan Pekerjaan Status Pernikahan : Tn. T : 30 tahun : laki-laki : Islam : Melayu : SMK kelas 1 : Tidak bekerja : Sudah menikah

Masuk Rumah Sakit : 18 Januari 2009 II. Keluhan Utama Pasien: Masuk angin, Keluarga (status): Sering gelisah, berbicara sendiri, marah-marah tanpa sebab, membanting barang-barang di rumah, dan memukul orang tua dan adiknya. III. Riwayat Penyakit Sekarang Menurut penuturan pasien, pasien sudah mulai timbul gejala pada saat SMP. Pada saat kelas 2 SMP, pasien dipukul di belakang kepalanya dengan batangan kayu oleh temannya yang menurut pasien menaruh dendam pada dirinya. Sejak saat itu pasien sukar untuk memusatkan perhatian dan sering termenung. Selepas lulus dari SMP pasien melanjutkan ke SMK tapi berhenti pada waktu kelas I karena pasien merasa tidak sanggup mengikuti pelajaran. Setelah itu pasien sering bicara sendiri, marah-marah dan gaduh gelisah sehingga sempat di bawa ke RSJ namun sempat membaik. Setelah lulus dari SMA pasien sempat bekerja sebagai pegawai toko cat, namun tak lama kemudian berhenti namun pasien mengaku tidak ingat alasannya. Sesudah itu pasien tidak ingat apakah pernah bekerja lagi atau tidak. Namun pasien ingat kalau dia pernah

pergi ke Vietnam dan baru saja pulang ke Pontianak dari Vietnam sebelum masuk rumah sakit namun menurutnya tidak ingat pekerjaan apa yang dilakukan di sana. Pasien sudah menikah dengan Ny. N, namun pasien mengaku tidak ingat di mana dan kapan bertemu pertama kali bertemu dengan Ny. N maupun sudah berapa lama mereka menikah. Pasien tidak mau menjawab pertanyaan bagaimana perasaan pasien terhadap istrinya. Menurut penuturan keluarga, pasien sering marah-marah tanpa sebab, membanting perabotan yang ada di rumah, sering gaduh gelisah, meminta duit dan memukul orang tua dan adiknya. Hal ini sudah sering terjadi dan pasien pernah diperiksakan ke RSK Provinsi Kalbar pada tahun 2007. Setelah 3 bulan datang ke Pontianak, pasien mengamuk di rumah sehingga oleh pihak keluarga pasien di bawa ke RSK pada akhir 2008. Namun menurut pasien, dia dibawa ke rumah sakit untuk mengobati sakitnya, yang jika ditanyakan sakit apa pasien menjawab masuk angin. Menurut pasien juga keadaannya tidak membaik karena dokter salah memberi obat. Menurutnya obat-obat yang biasa diberikan oleh dokter tidak menyembuhkannya karena obatnya hanya itu-itu saja tidak pernah diganti. IV. Riwayat Gangguan Sebelumnya 1. Riwayat Gangguan Psikiatrik Pasien pernah dibawa berobat ke RSJ setelah lulus SMP karena pasien sering bicara sendiri, marah-marah dan gaduh gelisah. 2. Riwayat Gangguan Medik Tidak ditemukan riwayat demam, kejang dan trauma kepala pada pasien ini. Riwayat penyakit lain disangkal. 3. Riwayat Penggunaan Zat Psikoaktif Riwayat pemakaian obat-obat terlarang maupun alkohol disangkal oleh pasien. V. Riwayat Kehidupan Pribadi 1. Prenatal dan Perinatal Pasiern lahir normal ditolong oleh bidan. 2. Masa Kanak awal (0 – 3 tahun) Masa kanak-kanak normal. 3. Masa Kanak pertengahan (4 –11 tahun) Masa kanak ini normal.

2

4. Masa Kanak akhir dan Masa Remaja Tidak ada gangguan. 5. Masa Dewasa a. Riwayat pendidikan Pasien menyelesaikan pendidikan di SD dan SMP dengan baik. Lalu dilanjutkan dengan bersekolah di SMK tetapi tidak tamat dan tidak pernah melanjutkan lagi hingga sekarang. b. Riwayat pekerjaan Pasien belum punya pekerjaan, tapi pernah bekerja walaupun pasien tidak ingat pekerjaan apa saja yang dilakukannya. c. Riwayat Perkawinan Pasien sudah menikah. d. Riwayat Militer Pasien tidak memiliki riwayat militer e. Riwayat Agama/Kehidupan Beragama Tidak diketahui dengan pasti. f. Aktivitas Sosial Sebelumnya pasien memang sulit untuk bergaul. Selama masa perawatan pasien kurang bisa bergaul dengan sesama pasien. g. Situasi Kehidupan Sekarang Pasien adalah anak ketiga dari tujuh bersaudara. Sebelumnya menururt keluarga pasien tinggal berlima dengan orang tua, saudara dan istrinya.$. Pasien sekolah hanya sampai kelas 1 SMK. Saat di rawat di bagian jiwa RSCM orang tua dan istrinya terkadang datang menjenguk. h. Riwayat Pelanggaran Hukum Tidak didapatkan riwayat pelanggaran hukum 6. Riwayat Keluarga Pasien merupakan anak ketiga dari 7 bersaudara. Tidak terdapat riwayat gangguan jiwa pada keluarga.

Pasien A, 30 tahun

3

7. Impian, Fantasi dan Nilai-nilai Pasien ingin berlibur ke Jakarta setelah keluar dari RSJ, namun pasien tidak tahu ingin pergi ke tempat apa di Jakarta .

PEMERIKSAAN STATUS MENTAL
I. Deskripsi Umum 1. Penampilan Penampilan kurang sopan, sesuai umur, kurang bersih, tampak tenang dan tidak gelisah 2. Perilaku dan aktivitas psikomotor Selama wawancara, pasien tidak gelisah, bisa terjalin kontak mata. Cara berjalan normal. Gerakan pasien normal. 3. Sikap terhadap pemeriksa Pasien cukup kooperatif. II. Mood dan afek Mood : hipotimik Afek : datar Keserasian: tidak serasi III. Bicara Pasien berbicara bila ditanya oleh pemeriksa. Pasien menjawab lancar. Suara pelan. Logoroe (-). Terdapat blocking. IV. Pikiran a. Bentuk pikir Nonrealistik. b. Arus pikir Kadang inkoheren. c. Isi pikir Miskin ide.

4

V.

Gangguan persepsi Tidak ada halusinasi maupun ilusi.

VI.

Sensorium dan kognitif a. Kesiagaan dan tingkat kesadaran : komposmentis dan kesadaran berubah. b. Orientasi : - Waktu : baik, dapat membedakan siang dan malam serta hari saat pemeriksaan - Tempat : baik, pasien dapat mengenali tempat dan kota di mana pasien berada - Orang : baik, pasien mengenali pemeriksa saat dilakukan wawancara c. Daya ingat - Jangka panjang : terganggu, pasien sulit mengingat masa kecilnya - Jangka sedang : baik, pasien mengingat pekerjaan yang pernah dia jalani. - Jangka pendek : baik, pasien ingat nama teman pemeriksa yang baru dikenalnya d. Konsentrasi dan perhatian Kurang baik, pasien tidak merespon setiap kali pemeriksa memasukkan kata Bola dalam kalimat pemeriksa. e. Kapasitas untuk membaca dan menulis Baik, pasien dapat membaca apa yang disuruh oleh pemeriksa dan dapat menuliskannya kembali. f. Kemampuan visuospasial Baik, pasien dapat menggambarkan secara skematis segi tiga, segi empat dan segi enam. g. Pikiran abstrak Pasien dapat membedakan antara apel dan jeruk, bila ditanya persamaan, pasien menjawab keduanya manis dan bila ditanya perbedaannya satu warna merah dan satu lagi warna jingga. h. Intelegensi dan kemampuan informasi Baik, pasien mengetahui jumlah hari dan nama hari dalam seminggu. Namun informasi

5

VII.

Daya Nilai dan Tilikan Daya nilai: buruk Tilikan : baik

VIII.

Taraf dapat Dipercaya Kurang dapat dipercaya.

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK LEBIH LANJUT
I. Pemeriksaan Fisik : compos mentis : astenikus : 120/80 mmHg : 75 kali permenit : afebris : tidak ditemukan kelainan : tidak ditemukan kelainan : tidak ditemukan kelainan : tidak ditemukan kelainan : tidak ditemukan kelainan : ada nulkus di punggung tangan kanan Kesadaran Bentuk badan Tekanan darah Frekuensi nadi Suhu Kepala Leher Jantung Paru Abdomen Ekstremitas II.

Keadaan umum : tidak tampak sakit

Frekuensi napas : 24 kali permenit

Status Neurologis GCS : Eye = 4, Motor = 5, Verbal = 6, total = 15.

Pemeriksaan neurologis dalam batas normal Pemeriksaan saraf cranial : Tidak tampak adanya parese. Pemeriksaan fungsi motorik : Tidak tampak adanya hipotoni, tidak ada tremor. Reflek fisiologis : normal

6

RINGKASAN PENEMUAN BERMAKNA
Pada pasien laki-laki berumur 30 tahun ini diantar ke rumah sakit oleh keluarga karena sering marah-marah tanpa sebab, berbicara sendiri, membanting perabotan rumah serta memukul orang tua dan adik pasien sejak sekitar 3 bulan sebelum masuk rumah sakit. Hal ini sudah dialami pasien sejak pasien lulus SMP dan pernah dirawat di RSJ sebelumnya. Pasien mempunyai riwayat trau ma kepala sewaktu duduk di bangku SMP. Tidak diketahui seberapa parah hal tersebut mempengaruhi pasien. Tidak terdapat riwayat penyakit lain pada pasien maupun kelainan kejiwaan pada keluarga. Pasien mengalami penurunan afek dan kurang kooperatif dengan pemeriksa. Pasien sering tidak menjawab pertanyaan pemeriksa. Jika dijawab sekalipun sering tidak jelas, terhenti di tengah cerita atau hanya dijawab dengan tidak tahu. Pasien cenderung untuk termenung dan sulit untuk mengadakan kontak psikis dengan pasien.

DIAGNOSIS MULTIAKSIAL
Aksis I DD Aksis II Aksis III Aksis IV Aksis V : F 21 Gangguan Skizotipal F 29 Gangguan psikotik nonorganik YTT : kepribadian premorbid pendiam : ulkus di tangan kanan : tidak ada : GAF (saat ini) 70-61

PROGNOSIS
Quo ad vitam Quo ad functionam : bonam : dubia ad malam

Quo ad sanactionam : dubia at malam Hal yang memperingan : Ada dorongan dari pasien untuk berobat dan menjadi sembuh

7

Hal yang memperberat : Onset muda Riwayat dirawat berulang kali Pasien tidak terlalu terbuka dan kurang kooperatif

RENCANA TERAPI
Psikofarmaka   Chlorpromazine Triheksifenidil Terapi Individu\ Terapi Keluarga 1x100 mg 3x2 mg

Psikoterapi  

8

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->