http://www.youtube.com/playlist?

list=PLZN2wZjY_38Ck5ugfPQi4cFG8tj58zy1g

Pada umumnya para ibu hamil akan memberitahu dokter saat berobat bahwa dirinya hamil sekian bulan. Demikian pula jika berobat saat menyusui (ASI bayinya. Informasi tersebut diberikan si ibu dengan harapan dokter akan memberikan obat yang aman bagi janin yang dikandungnya. Itupun tak jarang si ibu masih mananyakan kepada dokter apakah obat yang dgunakan benar-benar aman. Hal ini sangat wajar dan kita patut menghargainya. Di sisi lain, ketika seorang ibu hamil sakit adakalanya enggan ke dokter lantaran takut menggunakan obat. Alhasil keluhannya makin bertambah dan akhirnya datang juga ke dokter untuk berobat. Seorang dokter tentu sangat paham bahwa saat memberikan(meresepkan) obat bagi wanita hamil akan dipilihkan obat yang aman, baik dalam hal jenis obat (berdasarkan indeks keamanan obat), dosismaupun lamanya penggunaan. Selain itu akan dipertimbangkan pula aspek-aspek lain berdasarkan penyakitnya, misalnya: resiko penularan kepada anggota keluarga lain, dan pertimbangan lain terkait kondisi janin maupun si ibu sendiri. Pun manakala seorang dokter dihadapkan pada 2 pilihan sulit yang menyangkut life saving, aspek manfaat akan dikedepankan dibanding resiko yang bakal dihadapi baik bagi janin maupun ibunya. Sebagai contoh, seorang ibu hamil yang kebetulan menderita asma, justru seyogyanya segera berobat agar tidak mengalami sesak berkepanjangan yang justru tidak baik bagi janin karena beresiko terjadinya hipoksia (kekurangan oksigen) yang akan mempengaruhi pasokan oksigen bagi janin. INDEKS KEAMANAN OBAT PADA KEHAMILAN Hingga kini kita di Indonesia masih menggunakan kriteria keamanan obat bagi ibu hamil yang dilansir oleh FDA (Food and Drug Administration) sebagai pedoman dalam memberikan obat pada ibu hamil. Pada posting ini penulis hanya menampilkan garis-garis besar batasan keamanan obat bagi ibu hamil yang tersusun dalam 5 kategori (kategori A, B, C, D dan X) beserta contohcontohnya agar diketahui khalayak dengan harapan dapat memberikan informasi yang bermanfaat.

Cefotetan disodium. . Liothyronine. Ceftizoxime. Acyclovir. Nystatin vaginal sup *masuk kategori C jika digunakan per oral dan topikal*. kecuali adanya penurunan fertilitas pada kehamilan trimester pertama. Cefazolin. Cefoxitin. Cefapirin. Amphotericin B. Thyroglobulin. Hydroxocobalamine *masuk kategori C jika dosisnya melebihi US RDA*. Cefadroxil. Folic acid *masuk kategori C jika dosisnya melebihi 0. Bisacodyl. Cefepime. Ceftibuten. Pada keadaan khusus obat ini digunakan jika manfaatnya kemungkinan lebih besar dibanding resikonya. CONTOH OBAT KATEGORI B (nama generik): Acetylcysteine. Obat Kategori A: adalah golongan obat yang pada studi (terkontrol) pada kehamilan tidak menunjukkan resiko bagi janin pada trimester 1 dan trimester berikutnya. Camitine. Obatgolongan ini hanya dapat dipergunakan jika manfaatnya lebih besar ketimbang resiko yang mungkin terjadi pada janin. Budesonide *inhalasi. Cefalotin. Obat Kategori B: adalah golongan obat yang pada studi terhadap sistem reproduksi binatang percobaan tidak menunjukkan resiko bagi janin. Cefamandole. Amiloride *masuk kategori D jika digunakan untuk hipertensi yang diinduksi oleh kehamilan*. Ergocalciferol *masuk kategori D jika dosisnya melebihi US RDA*. Cefprozil. Riboflavin *masuk kategori C jika dosisnya melebihi US RDA*. Carbenicillin. Belum ada studi terkontrol pada wanita hamil yang menunjukkan adanya efek samping. sedangkan pada trimester berikutnya tidak didapatkan bukti adanya resiko. Azatadine. Penggunaan obat golongan ini terutama untuk mengatasi keadaan yang mengancam jiwa atau jika tidak ada obat lain yang lebih aman. Cefditoren. Doxylamine. Cefradine. Cefdinir. atau kemungkinan dalam keadaan hamil. Amoxicillin. Vitamin E *masuk kategori C jika dosisnya melebihi US RDA*. Cefmetazole. Vitamin D *masuk kategori D jika dosisnya melebihi US RDA*. Cefuroxime. Cefonicid. Azelaic acid. Ammonium chloride. Obat dalam kategori ini amat kecil kemungkinannya bagi keselamatan janin. CONTOH OBAT KATEGORI A (nama generik): Ascorbic acid (vitamin C) *masuk kategori C jika dosisnya melebihi US RDA*. Buspiron. Benzylpenicillin. nasal*. Ceftazidime. Ampicillin. Cefpodoxime. Potassium chloride. Cefoperazone. Pyridoxine (vitamin B6). Ceforanide. Thyroid hormones. Ceftriaxone. Obat Kategori X: adalah golongan obat yang pada studi terhadap binatang percobaan maupun pada manusia menunjukkan bukti adanya resiko bagi janin. Caffeine. Cefotaxime. Sedangkan pada wanita hamil belum ada study terkontrol. Obat Kategori C: adalah golongan obat yang pada studi terhadap sistem reproduksi binatang percobaan menunjukkan adanya efek samping bagi janin. Cefixime. Atazanavir. Obat Kategoti D: adalah golongan obat yang menunjukkan adanya resiko bagi janin. Cefalexin. Thiamine (vitamin B1) *masuk kategori C jika dosisnya melebihi US RDA*. Cefaclor. efek samping dan manfaat yag diharapkan. Potassium citrate. Cefatrizine. Potassium gluconate. Obat golongan ini tidak boleh dipergunakan (kontra indikasi) untuk wanita hamil. Pantothenic acid *masuk kategori C jika dosisnya melebihi US RDA*.8 mg per hari*. Ammonium lactate *topical*.Kategori-kategori tersebut dibuat berdasarkan ada tidaknya (besar kecilnya) resiko terhadap sistem reproduksi.

Dextromethorphan. Noretynodrel. Fluconazole. Chloral hydrate. Etretinate. Aluminium hydrochloride. Magaldrate. nandrolone. Menotrophin. Alclometasone. Danazol. Glipizide. Ethinyl estradiol. Acetylcholine chloride. …. Chlorpenamine. Thalidomide. Oxandrolone. Rosuvastatin. Desoximetasone. Fosinopril. Diazepam. Aminophylline. dll … buanyak CONTOH OBAT KATEGORI C (nama generik): Acetazolamide. Atenolol. Doxycycline. Leflunomide. Estramustine.Oxymetholone. Co-trimoxazole. Chlorothiazide. Carbachol. Albendazole. …dll …dll … CONTOH OBAT KATEGORI D (nama generik): Amikacin. Clotrimazole. Fluoxymesterone. Deserpidine. Carbimazole. Digoxin. Ooopsss … banyak banget. Misoprostol. tetosterone. Ciclipirox. Temazepam. Capreomycin. Dihydro ergotamin.. Griseofulvin. Ergometrin. Cinnarizine. Diltiazem. Captopril. Tetracycline. Cetrorelix. Clinidium bromide. Albumin. Lovastatin. Carbidopa. CONTOH OBAT KATEGORI X (nama generik): Acitretin. Ribavirin. Chenodeoxycholic acid. Bacitracin. Chlorotrianisene. Dutasteride. Goserelin. Finasteride. Leuprorelin. Calcium glucoheptonade. Gestodene. Estrone. Imipramine. Benzatropine mesilate. Hyoscyamine. maaf Obat-obat kategori A (yang paling aman pada kehamilan) dan obat kategori X (kontra indikasi pada kehamilan) sengaja ditulis lengkap agar dapat diketahui oleh khalayak. Lorazepam. Cloxacillin. Digitoxin. Methyl testosterone. Cidofovir. Levonorgestrel. Diethylstilbestrol. Nafarelin. Clonazepam. Epinephrine. Astemizole. Glibenclamide. Mefenamic acid. Triazolam. Chorionic gonadotrophin. Gentamicin. Isosorbid dinitrate. Cyanocobalamin. Beclometasone. Voriconazole… dll … dll. Clarithromycin. Desogestrel. Clemastine. Oxazepam. Cilazapril. Kanamycin. Simvastatin. Isoprenaline. Furosemide. Buclizine. Triproretin. Estazolam. Ergotamin. Dexamethasone. Butoconazole. Ephedrine. Benzocaine. … hehehe. Colestyramine. Clindamycin. Human menopausal gonadotrophin. Tamoxifen. Bicalutamide. Atorvastatin. Chloroquine. Calcium folinate. Fluvastatin. Chlordizepoxide. Pravastatin. Oxytocin. Amobarbital. Isotretinoin. Stanozolol. Clozapine. Antazoline. Calcium carbonate. Chlortalidone *masuk kategori D jika digunakan untuk hipertensi yang diinduksi oleh kehamilan*. Estriol succinate. Medroxyprogesterone. Flurouracil. Minocycline. Ciclacillin. Iodinated glycerol. *padahal alasan sebenarnya .Cetirizine. Calcium gluconate. Ketoconazole. Cerivastatin disodium. Meprobamate. Dienestrol. Mestranol. mana namanya rumit pula. Adenosine. Codeine. Amlodipine. Desonide. Chloramphenicol. Calcium polystyrene sulfonate. Allopurinol. Calcium acetate. Hydrocortisone. Tazarotene. Warfarin. Chlorhexidine *mulut dan tenggorokan*. Calcitonin. Miglustat. Hyoscine. Mifeprestone. Amitriptyline. Methimazole. Calcium ascorbate. Quinine. Estropipate. Lynestrenol. Cyprofloxacin. Dopamine. Fluorescein *parenteral*. Clomifen. dll …. Flurazepam. Methyl prednisolone. Glimepiride. Methotrexate. Chlorpromazine. Raloxifene. Nicotine *po*. Coumarin. Oxytetracycline. Norethisterone. Norgestrel. Cilastatin. Alprotadil *parenteral*. Calcium lactate. Atropin. Ketotifen fumarate. Clonidine. Urofolitropin. Calcium citrate. Carbamazepine. Calcium chloride. Bosentan. Uracil. Etradiol. Carbinoxamine. Fluocinolone. Cimetidine. Medrogestrone. Ganirelix. Floritropin. Choline theophyllinate. Calcium phosphate. Cisapride. Hydralazine. Belladonna. Isoniazid. Gemfibrozil.

karena itemnya ga banyak* …sedangkan obat kategori B. . C dan D hanya ditulis sebagian kecil saja karena saking banyaknya item dan jenisnya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful