Nama Nim

: Imanda Hutapea : 090905015

Kesukubangsaan dan Posisi Orang Cina dalam Masyarakat Majemuk Indonesia

Masyarakat majemuk seperti di Indonesia, tidak hanya beranekaragam corak dan kebudayaan sukubangsanya secara horizontal. Mereka juga secara vertikal berjenjang dalam kemajuan ekonomi, teknologi, dan organisasi politik lainnya. Hubungan antara pemetintah nasional dengan masyarakat suku bangsa menjadi permasalahan yang krusial dalam penyelenggaraan kehidupan berbangsa dan bernegara. Kesuku bangsaan yang muncul dalam interaksi social adalah sebuah kekuatan social yang tidak bias ditawar. Dampak dari pengaktifan dan penggunaan kesuku bangsaan dalam kehuidupan social adalah ditegaskannya batas – batas kesukubangsaan oleh masyarakat sukubangsa setempat berkenaan dengan penguasaan hak. Dampak lain adalah munculnya ideology kesukubangsaan. Ide bahwa orang Cina itu asing lebih dominan dibandingkan anggapan dan kenyataan bahwa mereka warganegara Indonesia. Oleh karena itu, walaupun orang Cina sudah menjadi warganegara Indonesia tetapi tetap saja didiskriminasi secara hukum dan social.

Kesukubangsaan dalam Masyarakat Majemuk Dalam setiap interaksi, jati diri akan Nampak karena adanya atribut – atribut yang digunakan oleh pelaku dalam mengekspresikan jatidirinya sesuai denan hubungan status atau posisi masing – masing.

sterotipe dan prasangka berkembang dan menjadi mantap dalam suatu kurun waktu hubungan antar sukubangsa yang tidak terbatas. Pibumi dan nonpribumi posisi orang Cina Orang – orang Cina di Indonesia menikmati masa – masa yang relative tenang sampai tahun 1960. Dampak dari tindakan – tindakan diskriminatif tersebut adalah pemalakan. Secara social. pembakaran dan penghancuran rumah dan pertokoan. ekonomi. dan antara orang yang ingin tetap tinggal di Indonesia dan yang ingi kembali ke Negara Cina. dan politik untuk kepentingan nasional mauopun local. tindakan – tindakan diskriminatif dalam bidang hokum diikuti oleh anggota – anggota masyarakat pribumi yang berkepentingan untuk menguasai atau mengambil alih kekuasaan orang – orang Cina dalam bidang bisnis dan perdagangan. Orang – orang Cina tidak memperoleh perlindungan hokum dan keamanan sewajarnya. Sebagai golongan minoritas. yaitu sampai dengan ketika pemerintah Indonesia memutuskan untuk membedakan antara warga Negara Indonesia dan warga Negara asing. . Proses pembelajarannya terjadi sejak masa anak – anak hingga dewasa. Peraturan – peraturan tersebut dapat dilihat sebagai diskriminasi hokum terhadap mereka karena dianggap asing dan diragukan kesetiaan mereka terhadap Negara dan bangsa Indonesia.Sesoarang akan hidup dengan berpedoman pada kebudayaan sukubangsanya. Dalam ruang lingkup batas – batas kesukubangsaan ini. pemerasan. Ia tidak punya pilihan kecuali harus hidup menurut kebudayaan sukubangsa orang tuanya. mereka menjadi kambing hitam atas berbagai kekacauan ekonomi baik nasional maupun ekonomi. Hal ini dapat dipahami dengan memperhatikan bahwa para pejabat atau penguasa dalam system nasional yang berasal dari berbagai sukubangsa yang dominan di Indonesia yang secara sadar atau tidak mengaktifkan kesukubangsaan mereka dalam berbagai kebijakan dan keputusan – keputusan social. Pada masa orde baru. pemerintah memberlakukan berbagai peratuaran sebagai cara untuk mengontrol oaring Cina di Indonesia. Corak sterotipe dan prasangka terhadap minoritas dan nonpribumi juga Nampak dalam berbagai kebijakan pemerintah nasional.

kemunculan individu – individu konglomerat Cina pada tingkat pusat maupun daerah dipandang sebagai kemunculan orang Cina sebagai sebuah golongan askriptif merupakan hasil kerjasama dengan para pejabat Orde Baru. Dalam kasus ini. Kekayaan meraka yang berlimpah dianggap hasil korupsi dan pemanipulasian kekeuasaan para pejabat yang mereka dorong untuk memonopoli pengeksploitasian sumber – sumber daya alam dan ekonomi Indonesia. bukan ciri – ciri individual atau perorangan. orang Indonesia telah menggolongkan orang Cina di Indonesia sebagai sebuah sukubangsa. Hal itu menyebabkan mereka menyimpulkan bahwa orang Cina sebagai kategori konglomerat. .Namun bagi masyarakat Indonesia pada umumnya. berdasarkan atas sejumlah atribut yang menjadi ciri – cirinya. sehingga harus dihancurkan agar kehidupan ekonomi Indonesia menjadi lebih baik. Kambing hitam memang ciri – ciri kategorikal. Oleh karena itu. semua orang yang becirikan Cina dengan segala atribut kecinaannya digolongkan sebagai kambing hitam yang konglomeraat dan jahat. yaitu sebuah golongan social yang askriptif berdasarkan prinsip pengakuan dan diakui secara social.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful