Aplikasi Ilmu Statistik untuk RUKD di Provinsi Riau Tahun 2010-2019

APLIKASI ILMU STATISTIK UNTUK RENCANA UMUM KETENAGALISTRIKAN DAERAH DI PROVINSI RIAU TAHUN 2010 – 2019
Oleh : Valdi Rizki Yandri, Desmiwarman Politeknik Universitas Andalas, Kampus Unand Limau Manis Padang 25163 valdi_rizki@yahoo.com

Abstrak
Permintaan listrik Provinsi Riau saat ini dipasok oleh sistem interkoneksi Sumatera dan sistem terisolasi. Pada Agustus 2010, beban puncak sistem interkoneksi dalam sistem sub Riau adalah 339,6 MW, sementara pasokan daya listrik di Riau hanya 179,1 MW. Beban puncak sistem terisolasi bisa 66,573 MW tetapi pasokan daya listrik terisolasi hanya 73,044 MW. Riau membutuhkan pasokan daya listrik dari Sumatera Barat sub sistem dan sub sistem Sumatera Utara. Pasokan minimum tenaga listrik membuat minimum rasio elektrifikasi, berdasarkan PLN Corp data, rasio elektrifikasi Provinsi Riau adalah 45,26%. Di sisi lain, Energi dan Pertambangan Departemen Riau mengatakan bahwa rasio elektrifikasi adalah 47,19% jika nilai ini didasarkan pada semua pelanggan, bukan hanya PLN Corp pelanggan tetapi juga non PLN rasio Corp. Jika didasarkan pada pelanggan PLN Corp, rasio elektrifikasi hanya 38.41%. Rasio ini lebih kecil dari rasio elektrifikasi nasional, yaitu 60%. Kondisi masa depan, listrik di Riau bisa lebih buruk daripada sekarang karena peningkatan pembangunan daerah yang membutuhkan lebih banyak energi listrik. Untuk mengatasi pasokan minimum tenaga listrik, beberapa tindakan harus dilakukan oleh Pemerintah Daerah Riau dan PLN Corp Salah satu tindakan adalah membuat Perencanaan Umum Listrik yang dapat membuat perkiraan kebutuhan listrik untuk masa depan, Kata Kunci: Permintaan Listrik, rasio elektrifikasi, perencanaan listrik umum.

Abstract
Electrical demand for Riau Province now is supplied by Sumatera electrical interconnection system and isolated system. On August 2010, peak load of interconnection system in Riau sub system was 339.6 MW while the supply of electrical power in Riau was only 179.1 MW. Peak load of isolated system could be 66.573 MW but the supply of isolated electrical power was only 73.044 MW. Riau needs supply of electrical power from West Sumatera sub system and North Sumatera sub system. The minimum supply of electrical power makes the minimum of electrification ratio, based on PLN Corp. data, electrification ratio of Riau Province was 45.26%. On the other hand, Energy and Mining department of Riau said that electrification ratio was 47.19% if this value was based on all of customers, not only PLN Corp. customer but also non PLN Corp. ratio. If it is based on PLN Corp. customer, electrification ratio was only 38.41%. This ratio was smaller than national electrification ratio, i.e. 60%. In the future, electrical condition in Riau can be worse than now because of the increase of local development which needs more electrical energy. In order to solve the minimum supply of electrical power, some actions must be done by Riau Local Government and PLN Corp. One of the actions is making the General Electrical Planning which can make the forecast of electrical needs for the future, Keyword : Electrical demand, electrification ratio, general electrical planning.

Pendahuluan Pemerintah Provinsi Riau memandang perlu untuk melaksanakan Penyusunan RUKD (Rencana Umum Kelistrikan Daerah) dengan tujuan untuk mengupayakan dicapainya keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan energi listrik masyarakat di Provinsi Riau dimasa 10 tahun mendatang.12 Dengan terpenuhinya kebutuhan energi listrik, diharapkan sektor industri, sektor jasa, dan

pembangunan sumberdaya berjalan dengan baik.5

manusia

dapat

Penyusunan Rencana Umum Kelistrikan Daerah Provinsi Riau bertujuan untuk memberikan :3  Arah dan strategi pengelolaan Kelistrikan daerah untuk jangka waktu 10 (sepuluh) tahun kedepan,

Jurnal Teknik Elektro ITP, Volume 2, No. 1; Januari 2013

1

7 Gambar 1.92 MW. ditunjukkan peta kelistrikan Sumatera Bagian Tengah. masingmasing 365. Penyusunan Rencana Umum Kelistrikan Daerah Provinsi Riau ini adalah dalam lingkup wilayah administratif Provinsi Riau. No.03%). Jambi Prov. Sumbar Prov.53 174. 2 . 1. kemudian pada Tabel 1 ditunjukkan pula rincian DMN masing-masing pembangkit pada bulan Agustus 2010.46 3 x 37.Aplikasi Ilmu Statistik untuk RUKD di Provinsi Riau Tahun 2010-2019  Kebijakan umum Pemerintah Daerah dalam pembangunan dan pengembangan di bidang Kelistrikan.64 2 x 29.  Informasi kepada masyarakat tentang kebijakan dan rencana Pemerintah Daerah di Bidang Kelistrikan. Sumbar Prov.50 MW dan 363.  Pedoman bagi usaha penyediaan tenaga listrik. Volume 2. PLN (Persero) P3B Sumatera (18. termasuk BUMN maupun swasta/investor serta usaha penunjang tenaga listrik.40 164.60 10. DMN pembangkit hidro dan pembangkit termal ini berimbang. khususnya yang offgrid.26 MW dan Provinsi Riau dengan DMN sebesar 57. Riau Prov.  Kebijakan pengembangan Kelistrikan sosial dan listrik perdesaan. PLN (Persero) Pembangkitan Sumatera Bagian Utara .00 52.  Neraca penyediaan dan kebutuhan tenaga listrik. diikuti oleh pembangkit termal di Provinsi Jambi dengan DMN sebesar 89.  Sasaran pengembangan sistem pembangkitan dan sistem penyaluran. PLTG dan PLTD) dengan Daya Mampu Netto (DMN) kondisi Agustus 2010 sebesar 729. Januari 2013 Pembangkit hidro dominan berada di Provinsi Sumatera Barat dengan DMN 252.40 MW.08 1 x 20 67. Provinsi Sumatera Barat dan Provinsi Riau.38 MW.00 Sumber : PT. Pembangkit listrik yang ada di dalam Sistem Interkoneksi Sumbagteng adalah sebagian pembangkit listrik yang ada di wilayah kerja PT. Sumbar Prov.92 58. Kondisi Eksisting Kelistrikan Sumatera Bagian Tengah Kelistrikan Sumatera Bagian Tengah (Sumbagteng) mencakup kelistrikan di Provinsi Jambi. PLN (Persero) Pembangkitan Sumatera Bagian Selatan ditambah dengan pembangkit listrik yang ada di wilayah kerja PT.12 4 x 16.78 32.90 3 x 3. Pada Gambar 1 berikut. Pembangkit termal juga dominan berada di Provinsi Sumatera Barat dengan DMN sebesar 216.70 MW.39 2 x 16 1 x 5. Peta Kelistrikan Sumatera Bagian Tengah Tabel 1.4 MW (10.00 5. Riau Prov.70 30. Daya Mampu Netto Pembangkit Sistem Kelistrikan Sumatera Bagian Tengah Kondisi Bulan Agustus 2010 7 Nama Pembangkit PLTA Singkarak PLTA Maninjau PLTA Batang Agam PLTA Koto Panjang PLTU Ombilin PLTG Pauh Limo PLTG Batang Hari PLTG Teluk Lembu PLTD Teluk Lembu PLTD Payo Selincah PLTG Riau Power Lokasi Prov.  Rekomendasi untuk pengambilan kebijakan umum di bidang Kelistrikan daerah.80 2 x 82.77%). Sumbar Prov. 6 Pembangkit listrik pada Sistem Interkoneksi Sumbagteng terdiri atas pembangkit hidro (PLTA) dan pembangkit termal (PLTU.38 113. Adapun lingkup penelitian ini meliputi :4  Prakiraan kebutuhan tenaga listrik Provinsi Riau.7 6 x 5. Sumbar Prov. MW (71. Riau Prov. Jambi Prov.48 20.Sektor Pekanbaru.00 3 x 17.10 MW dan di Provinsi Riau dengan DMN 113. Riau Daya Mampu Netto (MW) 4 x 43. dan  Dukungan bagi Rencana Umum Kelistrikan Nasional. transfer daya dari Sistem Sumatera Bagian Selatan sebesar 164 MW Jurnal Teknik Elektro ITP.88 MW.20%) dan transfer dari Sistem Sumatera Bagian Utara sebesar 90.

Aplikasi Ilmu Statistik untuk RUKD di Provinsi Riau Tahun 2010-2019 Secara skematis aliran daya Sistem Kelistrikan Sumatera Bagian Tengah pada bulan Agustus 2010 ditunjukkan pada Gambar 2 berikut.8 Pada Gambar 3 berikut ditunjukkan Diagram Satu Garis sistem kelistrikan Sumatera Bagian Tengah. No. Januari 2013 3 . Volume 2. Gambar 2. Aliran Daya Sistem Kelistrikan Sumatera Bagian Tengah Bulan Agustus 2010 Jurnal Teknik Elektro ITP. 1. dimana pada gambar terlihat sejumlah GI yang melayani kebutuhan listrik Provinsi Riau.

Aplikasi Ilmu Statistik untuk RUKD di Provinsi Riau Tahun 2010-2019 Gambar 3. 1. No. Diagram Satu Garis Sistem Kelistrikan Sumatera Bagian Tengah Jurnal Teknik Elektro ITP. Januari 2013 4 . Volume 2.

PLN (Persero) Wilayah Riau dan Kepulauan Riau (WRKR). pembangkitan dari pembangkit sewa. yaitu penggabungan 5 Gambar 4. dari sistem distribusi 20 kV PT. Volume 2. PLN (Persero) Wilayah Sumatera Utara dan pembelian energi listrik dari Excess Power. GI.Aplikasi Ilmu Statistik untuk RUKD di Provinsi Riau Tahun 2010-2019 Kondisi Eksisting Kelistrikan Provinsi Riau Kebutuhan pelanggan listrik Provinsi Riau dikelola PT. khusus untuk pasokan di Provinsi Riau tersebar di PT. dengan kapasitas per unitnya mulai dari 100 kW sampai dengan 5. metode MAED dan metode MARKAL. GI. PLN (Persero) Wilayah WRKR Cabang Jurnal Teknik Elektro ITP.0 yang pada dasarnya hampir sama dengan model DKL. Januari 2013 . Sub Sistem Riau ini melayani pelanggan listrik sebagaian besar area Cabang Pekanbaru. Sub sistem Riau. sebagian Cabang Dumai dan sebagian Cabang Rengat.1 Setiap daerah mempunyai karakteristik yang berbeda satu sama lainnya. GI.4 MW dan Cabang Pekanbaru berlokasi di PLTD Sungai Kuning dengan kapasitas 6. Bagan Batu. No. dan gabungan metode-metode tersebut.82 MW dan mesin milik Pemerintah Daerah 43 unit dengan daya terpasang 43. PLN (Persero) telah mengembangkan pula model sendiri yang disebut dengan model DKL. sampai dengan September 2010. yaitu pasokan dari pembangkitan PLTD milik PT. 1. terdapat tambahan beberapa PLTD di Cabang Rengat berlokasi di PLTD Kota Lama sekitar 8. sebagaian Cabang Dumai. Metode prakiraan kebutuhan listrik suatu daerah haruslah disusun secara khusus sedemikian dengan memperhatikan karakteristik daerah bersangkutan sehingga cocok/tepat digunakan untuk prakiraan kebutuhan listrik daerah tersebut. merupakan bagian dari Sistem Kelistrikan Sumatera yaitu mendapat pasokan dari sistem interkoneksi 150 kV. GI. daya mampu sejumlah pembangkit ini hanya sebesar 73. oleh karena itu suatu model prakiraan kebutuhan listrik tentunya tidak dapat diterapkan/dipakai begitu saja tanpa memperhatikan karakteristik daerah bersangkutan. yaitu : GI.3 Di dalam kegiatan kajian listrik untuk wilayah Provinsi Riau ini. Adapun model-model prakiraan yang telah dikembangkan dan digunakan beberapa Negara diantaranya dikenal dengan metode Resgen.044 MW.286 MW. Terdapat dua jenis utama pasokan listrik9. Jumlah pembangkit PLTD yang tersebar keseluruhan pada tahun 2009 mencapai 289 unit dengan daya terpasang 13. Pada Gambar 4 berikut ditunjukkan foto transformator pada GI Teluk Lembu.10 Rengat. dan sebagian kecil di Cabang Pekanbaru. Garuda Sakti. GI.207 MW. Di Indonesia. metode ekonometri. Foto Transformator di Gardu Induk (GI) Teluk Lembu Kondisi Kelistrikan Sistem Isolated Sistem isolated PT. yang disalurkan melalui 8 (delapan) Gardu Induk (GI). metode kecenderungan. PLN (Persero) Wilayah Riau dan Kepulauan Riau. Bangkinang. dan 2. PLN (Persero). dan GI Taluk Kuantan.000 kW. PT.11 Jumlah tersebut sudah termasuk pembangkit sewa 8 unit dengan daya terpasang 9. prakiraan kebutuhan listrik akan dilakukan dengan menyusun suatu model prakiraan yang disebut dengan model RIAU Versi 1. Teluk Lembu. Namun. Kondisi Kelistrikan Interkoneksi 150 kV Sub Sistem Riau Sistem kelistrikan 150 kV Sub Sistem Riau merupakan bagian dari Sistem Interkoneksi 150 kV Sistem Sumbagteng. Dumai. Metoda Prakiraan Kebutuhan Listrik Metode prakiraan yang biasa dipakai oleh banyak perusahaan kelistrikan secara umum dapat dikelompokkan sebagai metode analitis. Koto Panjang. Dengan cara ini. yakni : 1. Duri.5 MW. Pada tahun 2010. Sistim Isolated. GI. diharapkan kekurangan penyediaan tenaga listrik atau kelebihan investasi dapat dihindari.

Januari 2013 6 . industry dan sosial Perhitungan Prakiraan Kebutuhan Listrik Jangka waktu (time frame) prakiraan kebutuhan listrik haruslah disesuaikan dengan data dari tahun ke tahun yang bisa didapatkan. komersial. yakni dari tahun 2010 . industry dan sosial  Energi terjual sektor rumah tangga. dalam kajian ini digunakan AKU . komersial. daya tersambung.082 + 0.896 PSOS (TAHUN)= -973665.09 + 61. Untuk mendapatkan tingkat kepercayaan yang memadai. kelajuan pertumbuhan rumah tangga dan kelajuan jumlah pelanggan.361*TAHUN + 0.Aplikasi Ilmu Statistik untuk RUKD di Provinsi Riau Tahun 2010-2019 metode analitis. sosial dan rumah tangga. No. Hal-hal pokok yang membedakan model RIAU Versi 1. namun tingkat kepercayaan akan menurun.679*TAHUN Multiple R-Squared: 0.PPUB) = -725.875 DBIS(PBIS) = 31. maka prakiraan kebutuhan listrik hanya akan dapat dilakukan untuk 10 tahun ke depan dengan tingkat kepercayaan yang memadai (sekitar 90%). Perhitungan ini menggunakan software SPSS untuk mendapatkan persamaan regresi linear. Jurnal Teknik Elektro ITP. 1. Namun terdapat beberapa perbedaan kedua model tersebut.331*TAHUN Multiple R-Squared: 0.03 + 255.949 DRT(TAHUN.PDRIND)= 290.024*10^-5*PDRIND Multiple R-Squared: 0.004*PBIS Multiple R-Squared: 0. dengan tingkat kepercayaan di atas 90% didapatkan kelajuan pertumbuhan penduduk.4 Untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi data deret berkala.Analisis Komponen Utama (PCA – Principal Component Analysis).969 PIND(TAHUN. komersial.076*PENDUDUK Multiple R-Squared : 0. Volume 2.226 + 0. komersial. Data historis yang bisa didapat / dikumpulkan dari berbagai instansi di Provinsi Riau dan kemudian dipakai untuk semua proses prakiraan kebutuhan listrik Provinsi Riau ini dimulai dari tahun 2000 sampai tahun 2009.902 PPUB(TAHUN.132*RT + 0. bila data yang bisa didapatkan untuk 10 tahun ke belakang.2019 dengan tingkat kepercayaan yang memadai (di atas 90%). publik. Prakiraan kebutuhan listrik untuk Provinsi Riau dilakukan untuk 10 tahun ke depan.0 dengan model DKL adalah identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi data deret berkala (time series) dan dalam pendekatan dengan model matematis yang menyatakan hubunganhubungannya. ekonometri dan kecenderungan dengan pengelompokan pemakai energi listrik dalam sektor industri. publik. publik.069*TAHUN + 1.977 PBIS(TAHUN) = 2642.004*PRT Multiple R-Squared: 0. industry dan sosial  Daya tersambung sektor rumah tangga.255*10^6 + Kebutuhan Data Adapun data yang dibutuhkan dalam penyusunan model prakiraan kebutuhan listrik Provinsi Riau adalah :  Jumlah penduduk dan rumah tangga  Produk Domestik Regional Bruto (menurut sektor)  Jumlah pelanggan sektor rumah tangga.014*PPUB Multiple R-Squared: 0.502*TAHUN Multiple R-Squared: 0.PRT) = 122247.PEND) = -102029. Hasil Penyusunan Kebutuhan Listrik Model Prakiraan Berdasarkan Analisis Regresi Linear.255 + 0. publik.948 + 0. Prakiraan kebutuhan listrik untuk jangka waktu lebih dari jangka waktu data yang didapat bisa saja dilakukan. Analisis Komponen Utama adalah suatu metode untuk mencari kombinasi linear yang dapat digunakan untuk mensarikan data dengan kehilangan informasi dalam prosesnya sekecil mungkin.988 PPUB(TAHUN) = -509850.566 + 489.547*TAHUN + 0. serta energi terjual untuk masing-masing sektor pelanggan sebagai berikut : PRT(RT.910 -5.

DPUB) = -11651.953 EBIS(TAHUN.Aplikasi Ilmu Statistik untuk RUKD di Provinsi Riau Tahun 2010-2019 DIND(PDRIND)= 17. 1.141*DBIS Multiple R-Squared: 0.872*DRT Multiple R-Squared: 0.002*PRT + 1.919 ERT(TAHUN.286 + 2.957*DSOS Multiple R-Squared: 0. tabel 3 dan tabel 4.979 EIND(DIND. DSOS)= -10189.106*TAHUN + -0. PSOS.PDRIND)= 33.83*TAHUN + 1. No. daya tersambung dan energi terjual untuk tahun 2010 – 2019 seperti ditunjukkan pada tabel 2.394*10^6*PDRIND Multiple R-Squared: 0.456*10^-6*PDRIND Multiple R-Squared: 0.PRT.024 + 2.174*TAHUN + 0.22 + 5.005*PBIS + 1.815+ 3.859 DSOS(TAHUN)= -4130.990 Keterangan : PSOS Pelanggan Sosial PRT Pelanggan Rumah Tangga PBIS Pelanggan Bisnis PIND Pelanggan Industri PPUB Pelanggan Publik DSOS Daya Tersambung Sosial DRT Daya Tersambung Rumah Tangga DBIS Daya Tersambung Bisnis DIND Daya Tersambung Industri DPUB Daya Tersambung Publik ESOS Energi Terjual Sosial ERT Energi Terjual Rumah Tangga EBIS Energi Terjual Bisnis EIND Energi Terjual Industri EPUB Energi Terjual Publik Berdasarkan persamaan ini. PBIS. .149 + 5.DRT) = -98695. Januari 2013 7 di Provinsi Riau seperti ditunjukkan pada tabel 5 dan tabel 6. dapat dibuat neraca energi dan neraca daya untuk mengetahui cadangan daya Jurnal Teknik Elektro ITP.62*TAHUN + -0.356*DPUB Multiple R-Squared: 0.189 + 49. DBIS) = 6268. dibuat perkiraan jumlah pelanggan.984 EPUB(TAHUN.071*TAHUN Multiple R-Squared: 0.444*DIND + 5.03 + 0.004*PSOS + 0.932 ESOS(TAHUN. Setelah itu. Volume 2.

27 285.61 1.11 616.169 10.81 97.320 2012 616.63 66.832 2014 660.12 348.95 175.694 668. Hasil Perhitungan Prakiraan Jumlah Konsumsi Energi Listrik Provinsi Riau Tahun 2010 – 2019 Tahun Konsumsi Energi (GWh) Sosial Rumah Tangga Bisnis Industri Publik 2010 2.08 296.012.81 2011 2.736 593.799 61.38 2012 1.38 202.93 74.96 119.56 195.74 370.25 47.35 1.10 52.14 2016 1.087 2015 683.32 2013 1.68 45.05 65.072 199 4.68 75.99 2012 2.82 48.366 Tabel 3.53 51.832 76.74 1.67 981.90 96.32 161.720 14.66 93.779 517.927 170 5.642 180 5.76 547.48 62.758 555.201.110 2019 771.315 68.79 50.075.37 86.357 190 4.97 588.95 1.638 63.208.138.08 1.02 251.57 184.18 43.391 11.232.834 12.52 787.612 11. 1.66 101.38 734.043.343 2016 705.42 217.570.02 2018 1.204 649.04 35.69 533. Hasil Perhitungan Prakiraan Jumlah Daya TersambungProvinsi Riau Tahun 2010 – 2019 Tahun Daya Tersambung (MVA) Sosial Rumah Tangga Bisnis Industri Publik 2010 949.20 2019 3.239.70 80.999 185 5.65 240.14 262.226 611.529.44 172.284 175 5. Hasil Perhitungan Prakiraan Jumlah Pelanggan Listrik Provinsi Riau Tahun 2010 – 2019 Tahun Jumlah Pelanggan Sosial Rumah Tangga Bisnis Industri Publik 2010 571.65 41.54 43.Aplikasi Ilmu Statistik untuk RUKD di Provinsi Riau Tahun 2010-2019 Tabel 2.26 48.83 561.599 2017 727.96 2019 1.129.671 79.939.695.26 2014 1.37 Jurnal Teknik Elektro ITP.272.612.69 1.96 50.82 1.357.95 761.498 13.201.33 52.212 160 6.31 338.096.72 46.050.169.78 70.43 2011 980. No.25 643.11 44.055 12.654.04 602.69 317.429 204 4.08 2017 1.477 66.948 10.16 125.21 1.941 14.850.03 2018 3.510 82. Volume 2.48 1.065 2011 594.77 625.106.93 359.714 195 4.11 39.89 306.290 498.85 2017 2.64 91.39 501.569 165 6.56 1.247 574.20 2015 1.10 882.352. Januari 2013 8 .47 193.960 58.06 122.87 54.57 37.32 657.276.07 78.99 197.154 71.39 144.22 82.53 86.576 2013 638.715 630.99 206.18 524.68 2016 2.97 546.56 649.50 327.748.19 221.30 106.314.39 49.439.993 74.268 536.51 90.855 2018 749.33 2014 2.46 274.11 111.90 574.37 70.08 141.18 630.97 42.16 2013 2.28 228.277 13.90 Tabel 4.51 2015 2.

9 133.66 3.1 218.05 15.648.68% 1232.2 4.4 32.72 8.96 2. PLTG Teluk Lembu A3.8 244. 1.0 -328.70 6.2 46.050.90 3.7 43.4 29.9 0.2 56.3 40.4 -80.1 22.6 151.0 -165.5 6.3 13.85 2013 2.7% 2017 510.98 3.3 195.096.208.75% 1043.10 3.6 31.1 5.6 137. Cabang Rengat Pembangkit Baru Cadangan Satuan MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW MW % Eksisting 2009 352.0 31.1 125.5 4.4 88.74% 949.79 7.1 18.89 10.00 2.Aplikasi Ilmu Statistik untuk RUKD di Provinsi Riau Tahun 2010-2019 Tabel 5.4 129.6 15.7 160.8 -224.8 65. Cabang Dumai B3. PLTD Teluk Lembu A4.67% 1106.172.7 53.93 2.7 4.6 23.6 91.357.129.3 3. Pembangkit Sistem Interkoneksi A1.1 20.65 8.4 -70.2 24.4 17.850.5 5. No.3 4.1% 2016 503.11 5.771.7 20.83 Prakiraan 2014 2015 2.0 0.9 0.4 -166.9% 2013 437.4% 2015 493.4 69.272.1 3.1 181.244.3 62.0 73.1 226.0 146.37 3.1 100.9 110.9 -201.5 5.9% 2014 445.0 5.0 16.2 0.8 106.92 71.56 67.3% 2011 409.45 2012 2.0% 3 4 Jurnal Teknik Elektro ITP.2 -180.9 0.9 169.11% 1169.6 25.3 175.6 6.87 7.4 18.0 0.6 -90.082.2 23.335.977.5 155.0 -378.0 5.4 27.4 83.87% 980.9 0.35 2018 3.0 -352.5 29.33% 1201.79 66.33 7.30 5.5% 2010 400.8 15.6 14.4 97.57 9.2 16.18 8.2 51.3 86.407.5 26.11 9.3 -119.30 73.9 6.7 59. Januari 2013 9 .68 3. PLTG Riau Power B.52 2017 2. Volume 2.72% 1012.95 2.1 113.3 203.6 25.0 17.72% 1138. Pembangkit Isolated B1.4% 2018 528.6 -152.439.0 7.0 5.7 48.97 Tabel 6.03 3.2 165.08 2019 3.19 8.53 3.0 188.7 42.12 69.9 0.7 142.8 103.04 9.326.2 0. Cabang Pekanbaru B2.1 171.0 -182.0 -297.7 17.80 2011 2.5 16.9 38.0 -227.748.9 4.92 2. PLTA Koto Panjang A2.18 3.9 18.95% 840.6 17.5 64.8 26.7 -44.5% 2012 417.34 68.4 7.2% 2019 547.26 64.564.0 -314.85 2016 2.64 12.939.4 19.0 -242.26 8.94 2.4 28.0 -198.4 14.7 210.7 4. Neraca Energi Listrik Provinsi Riau Tahun 2010 – 2019 No 1 2 3 4 5 6 Uraian Konsumsi Energi Pertumbuhan Daya Tersambung Susut Jaringan Faktor Beban Produksi Energi Satuan GWh % MVA % % GWh Eksisting 2009 1.9 25. Neraca Daya Listrik Provinsi Riau Tahun 2010 – 2019 Tanpa Tambahan Pembangkit Baru No 1 2 Uraian Beban Puncak Kapasitas Mampu Pembangkit A.2 19.0 4.02 65.1 28.06 1.0 -108.0 15.34 2.9 32.04 63.2 -107.510.6 235.6 0.0 94.02 2010 2.6 3.7 30.6 36.7 5.47% 1075.71 72.4 0.2 34.949.

2009.  Perkiraan kapasitas pembangkit eksisting turun menjadi hanya 169. 1992.5%) pada tahun 2009 meningkat menjadi 378. PLN (Persero) Pembangkitan dan Penyaluran Sumatera Bagian Selatan.1 MW atau hanya tinggal 69. diskusi langsung.0% pada tahun 2019. Technology Assessment for Indonesia. Daftar Pustaka [1] Anderson. No. PLN (Persero) Cabang Rengat. Oktober 2010 [9] PT.8 MW (224. T.1989 Data and Modeling Report. An Introduction to Multivariate Statistical Analysis. 2003. Energy R+D Strategies. 1974. Jurnal Teknik Elektro ITP. Electricity Generation and Consumption 1980 . New Delhi. Jakarta. 2005.  Perkiraan defisit daya sebesar 108. Oktober 2010 [8] PT. PLN (Persero) Oktober 2010 Cabang Pekanbaru. PLN (Persero) Oktober 2010 [10] PT. [13] Riau dalam Angka Tahun 2000 – 2009. 1. PLN (Persero) P3B Sumatera.7 MW (44. Energy Strategies. Wiley Eastern Private Limited. diskusi langsung. Badan Pusat Statistik Provinsi Riau. Volume 2. [2] Blue Print Penggunaan Energi Nasional.3% dari kapasitas pembangkit tahun 2009. Januari 2013 10 .W. 2009. Oktober 2010 [12} Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi Riau 2007 – 2026. Jakarta. Jakarta.Aplikasi Ilmu Statistik untuk RUKD di Provinsi Riau Tahun 2010-2019 Kesimpulan Berdasarkan perhitungan dikemukakan bahwa : di atas dapat [11] PT.6 kali dibanding tahun 2009. diskusi langsung. Oktober 2010 [7] PT. Enviromenttal Impacts of Energy Strategies for Indonesia. [5] Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral. [6] PT. [4] BPPT & KFA Juelich GmBH.9 MW atau terjadi peningkatan sebesar 1. PLN (Persero) Wilayah Riau dan Kepulauan Riau. Kebijakan Energi Nasional. 1992.  Perkiraan beban puncak pada tahun 2019 meningkat menjadi 547. Cabang Dumai. [3] BPPT & KFA Juelich GmBH.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful