No 1.

penyakiit chikungunya

gejala - Penyakit arbovirus Virus Chikungunya - genus alpha dan famili togaviridae Gejala : demam tiba-tiba, nyeri sendi, timbul ruam Self limiting disease ◊ Infeksi CHIKV : akut, MI : 2-3 hari (1-12 hr) Gejala utama (trias) : - demam tiba-tiba → saddle back fever - nyeri sendi, bengkak (+) → postur tubuh bungkuk Lee dkk (2006) : nyeri sendi, bengkak (-) - ruam kulit → petechie makulo papular Gejala lain : sakit kepala, mual, muntah, menggigil, fotofobia, nyeri retro orbital, injeksi konjungtiva & pharyngitis ◊ Beberapa kasus : gejala silent • Lekopenia ringan, relatif limfositosis dan trombositopeniaChikungunya (Swahili): posisi tubuh meliuk atau melengkung akibat nyeri sendi hebat (arthralgia). • terutama terjadi pada lutut, pergelangan dan jari kaki serta persendian tangan dan tulang belakang yang disertai ruam pada kulit dan kaki • Gejala: demam mendadak sp 39 0C • Self limiting disease • • • • • • • • • • • • • Ditularkan oleh nyamuk A.aegypti Gol. Arbo virus gol.B Demam, mialgia, menggigil, sakit kepala, ngilu pada sendi,otot, bola mata. Pola demam saddle back Ruam pd hr 3-4 selama 1-3 hari KGB membesar, leukopenia, limfositosis. Demam mendadak tinggi dengan 2 atau lebih manifestasi di bawah ini: Sakit kepala Nyeri retro-orbita Mialgia Artralgia/ nyeri otot Ruam Manifestasi perdarahan (uji

pengobatan Tidak ada terapi khusus ◊ Tujuan pengobatan : - memperbaiki keadaan umum menghilangkan gejala penyakit ◊ Aktivitas ringan untuk memperbaiki kekakuan sendi Makanan bergizi Cairan intravena ◊ Obat simptomatik : - demam : Parasetamol - nyeri : NSAID, cloroquin

2.

Demam Dengue

 Kriteria klinis  Demam mendadak tinggi 2-7 hari 4 DSS 5 DBD . delirium • Lidah tifoid: bagian tengah kotor bagian tepi hiperemis • Meteorismus • Hepatomegali. oral/IV. kembung • Pada kasus berat: penurunan kesadaran. 90/70 atau berdasar umur. Pemeriksaan fisik • Bervariasi dari yang ringan sampai berat • Kesadaran dapat menurun. epistaksis) Leukopeni • MEDIKAMENTOSA Antibiotik: 1. dibagi dalam 4 dosis selama 10-14 hari. ikterus. lemas. selama 10 hari. letargi • Anoreksia • Nyeri kepala • Nyeri perut. Sefiksim 10 mg/kgbb/hari. Amoksilin 100 mg/kgbb/hari. dibagi 3 dosis hingga kesadaran membaik 96% disebabkan Salmonella typhi. sisanya disebabkan S. selama 10 hari 3. paratyphi • Demam naik bertahap tiap hari. Seftriakson 80 mg/kgbb/hari. bradikardia relatif Pemeriksaan penunjang • Darah tepi perifer: @ Anemia (pada umumnya).oral selam 10 hr • Antibiotik: 4. muntah. Klorampenikol (drug of choice) 50100 mg/kgBB/hari.• • 3. IV/IM sekali sehari selama 5 hari 5. sering jiga splenomegali • Kadang terdengar ronki pada pemeriksaan paru • Kadang ditemukan rose spot. def. oral/IV. Kortikosteroid: pada kasus berat dengan gangguan kesadaran. Demam tifoid • Tourniquet. petekie.  Waktu pengisian kapiler menurun > 2 detik  Ekstremitas dingin. terutama kasus berat  Pasien DBD dengan tanda:  Nadi cepat dan lemah  Tekanan nadi menyempit <20 mmHg tanpa hipotensi mis: 100/80. Deksametason 1-3 mg/kgbb/hari. diare/ konstipasi. kejang. mencapai suhu tertinggi pada akhir minggu pertama. oral dibagi dalam 2 dosis. minggu kedua demam terus menerus tinggi. Fe atau perdarahan usus @Leukopenia (jarang <3000/ul) @ Limfositosis relatif @ Trombositopenia. dosis maksimal 2 gram/hari 2. • Anak sering mengigau(delirium) • Malaise. Kotrimoksazol 6mg/kgbb/hari. IV. karena supresi sumsum tulang.

 Manifestasi perdarahan(min.v. mudah berdarah bila diangkat  Pemberian ADS (antidifteria serum) berdasarkan diagnosis klinis untuk menetralisasi toksin bebas. kontak dengan sekret nasofaring (a.: resusitasi mulut ke mulut).  Suara serak dan disfagia  Stridor dan tanda lain obstruksi jalan napas  Demam tidak begitu tinggi  Difteria nasal umumnya terjadi pada bayi Pemeriksaan fisik  Umumnya menunjukkan tanda tonsilitis dan faringitis  Pada difteria nasal: tercium bau busuk. Bila meluas hingga sudut dagu.: teman sekelas). sebelumnya dilakukan uji kepekaan. penurunan serum protein/albumin/kolesterol.l. disebut edema erasure. ulkus dangkal pada hidung dan bibir atas  Pembengkakan kelenjar limfe servikal. pleural efusi. sekret serosanguinis/purulen.  Terdapat membran pada tempat infeksi berwarna putih keabu-abuan. serta edema jaringan tenggorokan dan leher menimbulkan bullneck. 6 difteri Corynebacterium diphtheriae Anamnesis  Kontak dengan penderita difteria  Definisi kontak: orang serumah dan teman bermain. sternokleidomastoid dengan batas tengah klavikula menghilang. seperti asites.000  Pembesaran hati  Hemokonsentrasi (kenaikan HT >20%) atau bukti kebocoran plasma lain. dosis tunggal dalam 100-200 mL dekstrosa i.tourniquet positif)  Gangguan sirkulasi/syok  Kriteria laboratorium  Trombosit < 100. selama 30-60 menit. individu seruang dengan penderita dalam waktu >4 jam selama 5 hari berturut-turut atau >24 jam dalam seminggu (a.02 mL penyuntikan intradermal pengenceran 1:100 . batas m.l. Uji kepekaan dengan pemberian 1 tetes antitoksin pengenceran 1:10 pada konjungtiva atau 0.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful