PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI

Kedelai
TAHUN 2013
Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian 2013

PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI

Kedelai
TAHUN 2013

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian 2013

PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian

maka disusun pedoman teknis kedelai sebagai acuan bagi daerah. Melihat peran yang sangat strategis tersebut. peluang pengembangan kedelai dalam negeri cukup luas. 19561106 198403 1 002 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian i . ketersediaan teknologi tepat guna. besarnya permintaan dalam negeri serta dukungan program Pemerintah. berkembangnya industri pangan dan pakan ternak. diharapkan semua pihak dapat saling berkoordinasi dan bersinergi sehingga kegiatan pelaksanaan kedelai dapat berjalan sesuai yang diharapkan dan produksi kedelai tercapai. Januari 2013 Direktur Jenderal Tanaman Pangan Udhoro Kasih Anggoro NIP. Dalam rangka tercapainya produksi kedelai tahun 2013 upaya yang dilakukan melalui peningkatan produktivitas dan perluasan areal tanam. Jakarta. Dengan adanya Pedoman Teknis Pengelolaan Produksi Kedelai Tahun 2013 ini. meningkatnya kesadaran masyarakat akan gizi makanan. iklim yang sesuai. seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 KATA PENGANTAR Kebutuhan kedelai nasional meningkat setiap tahunnya. Diharapkan untuk kelancaran pelaksanaan di daerah agar pedoman teknis tersebut dijabarkan kedalam bentuk Petunjuk Pelaksanaan (Juklak) di tingkat Provinsi dan Petunjuk Teknis (Juknis) di tingkat Kabupaten/Kota.

PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian .

ANGGARAN DAN INDIKATOR KEBERHASILAN 17 17 18 22 26 A.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR LAMPIRAN I. C. PROGRAM. PENDAHULUAN i ii iv v 1 1 2 6 6 6 11 11 13 14 A. Kebijakan III. D. Sasaran B. Latar Belakang Dasar Hukum Tujuan Maksud Pengertian SASARAN. D. Strategi C. C. II. E. KEGIATAN. B. STRATEGI DAN KEBIJAKAN A. Program Kegiatan Anggaran Indikator Keberhasilan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian ii . B.

Tata Hubungan Kerja Operasional C. Jadwal dan Mekanisme Pengadaan Barang Jasa V. EVALUASI DAN PELAPORAN A. Pengendalian Evaluasi Pelaporan Pelaksanaan Program PENUTUP iii Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian . D. C. PENGENDALIAN. VI. Pengorganisasian B.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 IV PENGORGANISASIAN DAN KEGIATAN PELAKSANANAAN PROGRAM 27 27 47 49 55 55 55 55 56 58 A. B.

Produktivitas dan Produksi Kedelai Tahun 2013 Skenario Peningkatan Produksi Kedelai Tahun 2013 Kriteria Kawasan SL-PTT Kedelai Indikator Kinerja dan Keluaran (Output) Kegiatan Peningkatan Produksi dan Produktivitas Kedelai Tahun 2013 Tabel 5 Tabel 6 Tabel 7 Tabel 8 Tabel 9 Tabel 10 Jadwal Pelaksanaan Kegiatan SL-PTT Kedelai 50 51 52 60 68 71 Tahun 2013 Jadwal Pelaksanaan Kegiatan Pengembangan Model PTT Kedelai Tahun 2013 Jadwal Pelaksanaan Kegiatan Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) Kedelai Tahun 2013 Kriteria Kesesuaian Agroklimat Untuk Tanaman Kedelai Daftar Nama Kedelai Berdasarkan Umur dan Warna Biji Penyebaran Varietas Kedelai Tahun 2010 26 11 12 19 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian iv . Luas Panen.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 DAFTAR TABEL Tabel 1 Tabel 2 Tabel 3 Tabel 4 Sasaran Luas Tanam.

Luas Panen.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1 Lampiran 2 Lampiran 3 Lampiran 4 Lampiran 5 Lampiran 6 Lampiran 7 Lampiran 8 Lampiran 9 Sasaran Luas Tanam. Produktivitas dan Produksi Kedelai Tahun 2013 per Provinsi Rincian Kegiatan Pengembangan Kedelai Tahun 2013 yang Dibiayai APBN per Provinsi Rincian SL-PTT Kedelai Tahun 2013 Per Kabupaten Pembagian Lokasi SL-PTT Berdasarkan Bantuan Benih Subsidi Rincian Biaya (Unit Cost) SL-PTT Kedelai Tahun 2013 Rincian Pengembangan Kedelai Model Tahun 2013 per Kabupaten Rincian Biaya (Unit Cost) Pengembangan Model PTT Kedelai Rincian Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) Kedelai Tahun 2013 per Kabupaten Daftar Calon Petani dan Calon Lokasi Penerima Bantuan Benih Bersubsidi SL-PTT dan Bansos SL-PTT Tahun 2013 Lampiran 10 Lampiran 11 Contoh Surat Keputusan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota Lampiran Surat Keputusan Kepala Dinas Kabupaten/ Kota Penetapan Kelompoktani Penerima Dana Bansos untuk LL dan Dana Pertemuan Kelompok SL-PTT Tahun 2013 Lampiran 12 Lampiran Surat Keputusan Kepala Dinas Kabupaten/ Kota Penetapan Kelompoktani Penerima Bantuan Benih Subsidi SL-PTT Tahun 2013 Lampiran 13 Rencana Usaha Kelompok Pelaksanaan SL-PTT Tahun 2013 102 101 100 97 96 94 93 92 81 87 73 74 72 v Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian .

2013 Berita Acara Serah Terima Barang Bantuan Paket Teknologi Budidaya Kedelai Kegiatan PATB TA. 2013 Berita Acara Penerimaan Dana Bantuan SL-PTT/ Pengembangan Model PTT Tahun 2013 Blangko Laporan Bulanan Kecamatan Realisasi SL.PTT/Pengembangan Model PTT/PATB Kedelai Tahun 2013 113 114 115 116 117 118 Akhir Provinsi Realisasi 119 Lampiran 22 Lampiran 23 Lampiran 24 Lampiran 25 Lampiran 26 Lampiran 27 Blangko Laporan Bulanan Kabupaten Realisasi SL-PTT/ Model PTT Kedelai Tahun 2013 Blangko Laporan Bulanan Kabupaten Realisasi PATB Kedelai Tahun 2013 Blangko Laporan Bulanan Provinsi Realisasi SL-PTT /Pengembangan Model PTT Kedelai Tahun 2013 Blangko Laporan Bulanan Provinsi Realisasi PATB Kedelai Tahun 2013 Blangko Laporan Akhir Provinsi Realisasi SL-PTT Kedelai Tahun 2013 Blangko Laporan Pengembangan Model PTT/PATB Kedelai Tahun 2013 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian vi . 2013 Rekapitulasi Berita Acara Serah Terima Barang Bantuan Paket Teknologi Budidaya Kedelai Kegiatan PATB TA.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 Lampiran 14 Lampiran 15 Lampiran 16 Lampiran 17 Surat Pernyataan Berita Acara Pemeriksaan Barang Bantuan Paket Teknologi Budidaya Kedelai Kegiatan PATB TA. 2013 103 104 106 108 110 111 112 Lampiran 18 Lampiran 19 Lampiran 20 Lampiran 21 Laporan Kelompok Tani Pelaksana SL-PTT Mekanisme Pencairan Dana Bantuan SL-PTT Pola Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) TA.

PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 Lampiran 28 Lampiran 29 Lampiran 30 Laporan Awal Pengelolaan Produksi Tanaman Kedelai Tahun 2013 Laporan Bulanan Pengelolaan Produksi Tanaman Kedelai Tahun 2013 Laporan Akhir Pengelolaan Produksi Tanaman 122 Kedelai Tahun 2013 121 120 vii Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian .

Adanya impor tersebut akan menyebabkan berbagai kerugian bagi Indonesia antara lain: a) hilangnya devisa negara yang cukup besar. akan tetapi kemampuan produksi dalam negeri saat ini baru mampu memenuhi sebanyak 851. isu pangan nasional sering mengalami guncangan baik karena praktek perdagangan maupun karena isu perubahan iklim yang tidak dapat diprediksi.158 ton atau 34.01 % dari kebutuhan sedangkan berdasarkan ARAM II tahun 2012 baru mencapai 783.05 %. negara yang menjadi produsen kedelai seperti Amerika Serikat semakin hati-hati mengelola komoditi strategis akibat prediksi iklim kekeringan yang akan terjadi. b) mengurangi kesempatan kerja bagi rakyat Indonesia.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 I. dan c) meningkatkan ketergantungan jangka panjang. Dalam kurun waktu lima tahun ke depan (tahun 2010-2014) kebutuhan kedelai setiap tahunnya ± 2. Sehingga dengan adanya. PENDAHULUAN A.000 ton biji kering. Beberapa dekade ini. fenomena ini akan mempengaruhi sistem ketahanan pangan nasional. Latar Belakang Kebutuhan akan kedelai terus meningkat dari tahun ke tahun seiring dengan pertumbuhan penduduk. BPS) atau 37.300. Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian 1 .286 ton (ATAP Tahun 2011. Sehingga untuk memenuhi kekurangan kebutuhan tersebut harus dipenuhi dari impor. Momentum ini merupakan suatu pembelajaran penting bagi Indonesia dalam merevitalisasi kemampuan produksi komoditi strategis yang dimiliki. Baru-baru ini.

Bila dilihat dari perspektif waktu swasembada kedelai tahun 2014 hanya menyisakan 2 tahun pertanaman (Oktober 2012-September 2013 untuk mencapai sasaran produksi 2013 dan Oktober 2013-September 2014 untuk mencapai sasaran produksi 2014). Kepemilikan lahan petani kedelai mayoritas kecil/gurem (<0. Hal ini dikarenakan belum optimalnya penerapan teknologi spesifik lokasi di lapangan.00– 35.00 ku/ha. Oleh karena itu diperlukan kerja keras untuk pencapaian produksi. B. 2. dimana di tingkat petani produktivitas rata-rata kedelai hanya mencapai 13. BPS). Masih rendahnya produktivitas kedelai yang dicapai.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 Beberapa permasalahan terjadi rendahnya produksi kedelai adalah: 1. sedangkan potensi produksi beberapa varietas unggul dapat mencapai 20. 4.78 ku/ha (ARAM II Tahun 2012.140/1/2012 telah ditetapkan Pedoman Pengelolaan Bantuan Sosial Kementerian Pertanian Tahun Anggaran 2012 2 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian . dimana harga kedelai di tingkat petani cenderung rendah akibat dari membanjirnya kedelai impor dengan harga yang lebih murah menjadi penyebab utama berkurangnya minat petani menanam kedelai. Adanya persaingan harga antar komoditi. 3. Dasar Hukum Menimbang : a. Menurunnya luas pertanaman dan luas panen kedelai. bahwa dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 02/ Permentan/OT. Berangkat dari konteks di atas Direktorat Jenderal Tanaman Pangan merancang kegiatan untuk peningkatan produksi kedelai tahun 2013.5 ha)dan komoditi kedelai seringkali dijadikan pilihan terakhir bagi petani.

kegiatan penyaluran Bantuan Sosial untuk Pertanian perlu dilanjutkan dan disempurnakan pada Tahun Anggaran 2013. bahwa atas dasar hal tersebut di atas. bahwa dalam rangka pemberdayaan sosial. 2. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4400). Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2004 tentang Pemeriksaan Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Negara (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 66. c. penanggulangan kemiskinan.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 b. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4355). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Tahun 2004 Nomor 5. Mengingat : 1. dan agar pelaksanaan kegiatan Pengelolaan Belanja Bantuan Sosial Kementerian Pertanian Tahun Anggaran 2013 dapat berjalan dengan baik. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4286). perlindungan sosial. Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2012 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2013 (Lembaran Negara Tahun 2012 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian 3 . maka perlu menetapkan Pedoman Umum Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Belanja Bantuan Sosial Kementerian Pertanian Tahun Anggaran 2013. dan penanggulangan bencana. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Tahun 2003 Nomor 47. 3. 4.

Tugas. Tambahan Lembaran Negara Nomor 5165). Tugas dan Fungsi Eselon I Kementerian Negara. 10. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4855). Tambahan Lembaran Negara Nomor 5361). Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah juncto Peraturan Presiden Nomor 70 Tahun 2012 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Tambahan Lembaran Negara Nomor 4609) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2008 (Lembaran Negara Tahun 2008 Nomor 78. Peraturan Presiden Nomor 54 Tahun 2012 tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2013. Keputusan Presiden Nomor 42 Tahun 2002 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (Lembaran Negara Tahun 2002 Nomor 73 Tambahan Lembaran Negara 4212) juncto 4 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian . 6. 9. Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (Lembaran Negara Tahun 2010 Nomor 123. Peraturan Presiden Nomor 24 Tahun 2010 tentang Kedudukan. dan Fungsi Kementerian Negara serta Susunan Organisasi. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Barang Milik Negara/Daerah (Lembaran Negara Tahun 2006 Nomor 20.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 Nomor 228. 8. 7. 5.

PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 Keputusan Presiden Nomor 53 Tahun 2010 tentang Pedoman Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Menteri Keuangan Nomor 37/ PMK. 15.410/12/2012 tentang Penetapan Pejabat Pengelola Keuangan Lingkup Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Tahun Anggaran 2013.140/10/2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pertanian. 14. 13. Keputusan Menteri Pertanian Nomor 6452/Kpts/ KU.310/12/2013 tentang Pengangkatan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)/ dan Penanggung Jawab Teknis Kegiatan pada Satuan Kerja Direktorat Jenderal Tanaman Pangan. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134/ PMK. 11. Peraturan 2013.06/2005 Belanja Negara. Keputusan Direktur Jenderal Tanaman pangan Selaku Kuasa Pengguna Anggaran Nomor I/KPA/ SK. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 61/Permentan/ OT.02/2012 tentang Standar Biaya Umum Tahun tentang Pedoman Pembayaran Dalam Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian 5 . 12.

PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 C. Maksud Sebagai bahan acuan bagi pelaksanaan kegiatan dan petugas di tingkat lapang. dilakukan secara partisipatif oleh petani serta bersifat spesifik lokasi. Memfasilitasi dan memediasi stakeholders terkait dalam rangka mendukung peningkatan produksi dan pengembangan komoditas kedelai dari hulu hingga hilir 5. Meningkatkan produktivitas. E. Mempercepat penerapan komponen teknologi PTT/spesifik lokasi kedelai oleh petani sehingga dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola usahataninya untuk mendukung peningkatan produksi nasional 4. Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) adalah suatu pendekatan inovatif dalam upaya meningkatkan produktivitas dan efisiensi usahatani melalui perbaikan sistem / pendekatan dalam perakitan paket teknologi yang sinergis antar komponen teknologi. produksi dan pendapatan serta kesejahteraan petani kedelai D. provinsi dan kabupaten/kota 3. Tujuan Pedoman teknis pengelolaan produksi kedelai bertujuan untuk : 1. Meningkatkan koordinasi dan keterpaduan pelaksanaan peningkatan produksi kedelai melalui kegiatan pengembangan budidaya kedelai antara pusat. Komponen teknologi dasar PTT adalah teknologi yang dianjurkan 6 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian . Pengertian 1. Menyediakan acuan bagi pelaksanaan pengembangan budidaya kedelai untuk mendukung kegiatan peningkatan produksi tahun 2013 di Provinsi dan Kabupaten/Kota 2.

Dengan luasan minimal 500 ha per Kabupaten/Kota 3.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 untuk diterapkan di semua lokasi. mengambil keputusan dan menerapkan teknologi yang sesuai dengan kondisi sumberdaya setempat secara sinergis dan berwawasan lingkungan sehingga usahataninya menjadi efisien. Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) adalah suatu tempat pendidikan non formal bagi petani untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengenali potensi. temu lapang. POSKO I . Komponen teknologi pilihan adalah teknologi pilihan disesuaikan dengan kondisi. Petugas/PemanduLapangan (PL) adalah Penyuluh Pertanian. POSKO yang dimaksud adalah POSKO yang telah ada misalnya POSKO P2BN 6.V adalah Pos Simpul Koordinasi sebagai tempat melaksanakan koordinasi dalam rangka mendukung kelancaran pelaksanaan SL-PTT. dan kemampuan 2. menyusun rencana usahatani. Pengawas Benih Tanaman (PBT) yang telah mengikuti pelatihan SL-PTT 5. Laboratorium Lapangan (LL) adalah kawasan / area yang terdapat dalam kawasan SL-PTT yang berfungsi sebagai lokasi percontohan. Rencana Usahatani Kelompok (RUK) adalah rencana kerja usahatani dari kelompoktani untuk satu periode musim tanam yang disusun melalui musyawarah dan kesepakatan bersama dalam pengelolaan usahatani sehamparan wilayah kelompoktani yang memuat uraian kebutuhan. Pengamat Organisme Pengganggu Tanaman (POPT). jenis. mengatasi permasalahan. tempat belajar dan tempat praktek penerapan teknologi yang disusun dan diaplikasikan bersama oleh kelompoktani / petani 4. volume. kemauan. berproduktivitas tinggi dan berkelanjutan. harga satuan dan jumlah uang yang Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian 7 .

penyebaran informasi. kotoran hewan. Pengawalan dan Pendampingan oleh POPT (Pengawas Organisme Pengganggu Tanaman) adalah kegiatan pendampingan oleh Pengawas OPT dalam rangka pengendalian hama terpadu 11.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 diajukan untuk pembelian saprodi 7. Kelompoktani adalah sejumlah petani yang tergabung dalam satu hamparan / wilayah yang dibentuk atas dasar kesamaan kepentingan untuk meningkatkan usaha agribisnis dan memudahkan pengelolaan dalam proses distribusi. pupuk hijau dan kompos (humus) berbentuk padat yang telah mengalami dekomposisi 8. pestisida. demplot. Pengawalan dan Pendampingan oleh Peneliti adalah kegiatan yang dilakukan oleh peneliti Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) didukung oleh peneliti UK/UPT Lingkup Badan Litbang Pertanian guna meningkatkan pemahaman dan akselerasi adopsi PTT dengan menjadi narasumber pada pelatihan. Pengawalan dan Pendampingan oleh Pengawas Benih Tanaman adalah kegiatan pendampingan oleh Pengawas Benih dalam rangka pengawasan benih 12. Pupuk Organik adalah pupuk yang sebagian besar atau seluruhnya terdiri atas bahan organik yang berasal dari sisa tanaman. melakukan uji adaptasi varietas unggul baru. dan supervisi penerapan teknologi 9. Pengawalan dan Pendampingan oleh Penyuluh adalah kegiatan yang dilakukan oleh Penyuluh guna meningkatkan penerapan teknologi spesifik lokasi sesuai rekomendasi BPTP dan secara berkala hadir di lokasi khususnya lokasi LL dalam rangka pemberdayaan kelompoktani sekaligus memberikan bimbingan kepada kelompok dalam penerapan teknologi 10. antara lain pupuk kandang. sarana produksi dan lain-lain 8 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian . baik benih.

penguatan kegiatan. penyediaan sarana dan prasarana. Kawasan pengembangan adalah kawasan pada kondisi yang cukup berkembang dengan titik berat pengembangan on farm. Kawasan pertumbuhan adalah kawasan esksiting yang belum berkembang dengan titik berat pengembangan pada kegiatan on farm. pengembangan pasca panen. Belanja bantuan bansos adalah pengeluaran berupa transfer uang. penerapan teknologi budidaya. Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) Kedelai adalah perluasan areal tanam kedelai pada lahan-lahan yang sebelumnya tidak pernah ditanami kedelai dan atau dulu pernah ditanam kedelai tetapi sekarang tidak ditanami lagi (peningkatan IP) bisa pada lahan sawah beririgasi. padi lahan kering. Swadaya adalah semua upaya yang berasal dari modal petani sendiri 14. penyuluhan pertanian 16. peningkatan mutu. penguatan akses pemasaran. jagung (hibrida dan komposit) dan kedelai bersertifikat kelas benih sebar (BR) yang mendapatkan subsidi bersumber dari dana APBN dalam proses pengadaan dan penyalurannya oleh PT. lahan pasang surut/rawa. penyediaan sarana dan prasarana pertanian. kelembagaan tani. Kawasan pemantapan adalah kawasan yang telah berkembang dengan titik berat pengembangan pada penguatan kelembagaan. lahan perhutani dll dengan luasan minimal 250 ha per Kabupaten/Kota 20. Pertani (Persero) 15. Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian 9 . pengembangan olahan 18.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 13. Benih subsidi adalah benih padi hibrida. lahan kering. SHS (Persero) dan PT.000 ha per Kabupaten/Kota 19. sawah tadah hujan. penyuluhan 17. Pengembangan Model Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Kedelai adalah sarana mempercepat desiminasi/transfer teknologi PTT dengan luasan minimal 5.

Dana bantuan sosial adalah penyaluran atau transfer uang kepada kelompok/masyarakat pertanian yang mengalami resiko sosial keterbatasan modal sehingga mampu mengakses pada lembaga permodalan secara mandiri 10 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian .PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 barang atau jasa yang diberikan oleh Pemerintah Pusat/Daerah kepada masyarakat guna melindungi masyarakat dari kemungkinan terjadinya resiko sosial. meningkatnya kemampuan ekonomi dan / atau kesejahteraan masyarakat 21.

Skenario Pencapaian Produksi Dari sasaran tersebut diatas pencapaian produksi kedelai tahun 2013 akan ditempuh melalui Peningkatan Produktivitas pada areal tanam yang selama ini telah terbiasa melakukan budidaya kedelai seluas 600.000 15.000 ton. seluas 418. maka ditetapkan sasaran produksi kedelai tahun 2013 sebesar 50% dan tahun 2014 sebesar 80%.000 – 2. Sasaran 1.018.500 970. Sasaran luas tanam.000 2.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 II.46 1.000 ha dan Perluasan Areal Tanam yang diarahkan merupakan lahan areal tanam baru diluar areal tanam yang sudah terbiasa bertanam kedelai. Tabel 1.250. Adapun Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian 11 . SASARAN.500. jika dibanding dengan produksi berdasarkan Aram II 2012 sebesar 783. luas panen. produktivitas dan produksi kedelai tahun 2013 seperti pada tabel 1 berikut ini. Sasaran Luas Tanam.538. Luas Panen.36 2.250.500 ha.500. Produktivitas dan Produksi Kedelai Tahun 2013 No 1 2 3 4 Uraian Luas Tanam (ha) Luas Panen (ha) Produktivitas (ku/ha) Produksi (ton) Roadmap Awal 1.30%. Sasaran Produksi Tahun 2013 Dalam upaya peningkatan produksi kedelai menuju swasembada tahun 2014.000 1.53% – 187.158 ton meningkat 91. STRATEGI DAN KEBIJAKAN A.465.000 Usulan Revisi 1.000 15. Sasaran produksi kedelai tahun 2013 sebesar 1.

Pengembangan Model PTT Kedelai seluas 110. Perluasasan Areal Tanam Baru (PATB) peningkatan IP c.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 secara rinci sasaran capaian produksi kedelai 2013 seperti pada tabel 2 berikut ini. Sedangkan untuk swadaya di lahan eksisting seluas 145.764 112. Pengembangan kedelai Perhutani (GP3K) d. 1 Uraian Peningkatan Produktivitas a.250 ha.652 970. dan perluasan areal tanam di lahan perhutani seluas 10.000 ton.000 455.018. Penyediaan anggaran dan pembiayaan Berdasarkan skenario pencapaian 2013 kedelai di atas kegiatan yang dibiayai oleh APBN 2013 adalah SL-PTT Kedelai seluas 455.000 180.583 1.500 Luas Panen (Ha) 571.000 ha sehingga sasaran produksi kedelai 2013 diharapkan akan tercapai sebesar 1. Pembinaan areal Swadaya + subsidi Rhizobium+Ca 2 Perluasan Areal Tanam a.000 145. Kebijakan harga (HPP) dan pemasaran hasil kedelai c. Perluasan areal swadaya JUMLAH di lahan Luas Tanam (Ha) 600.271 611.68 17.560 104.00 17.618 693. Kegiatan SL-PTT pada eksisting area pola kawasan b.099 191.00 15.000 – 2.500 110.500.000 ha dan Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) kedelai seluas 118.07 16.456 13.440 433. Pengembangan Model PTT areal baru b. 12 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian .500.73 15.46 Produksi (Ton) 888.000 118.250 ha.250.00 14.250 1. Fasilitasi pemerintah dalam penyediaan bantuan sarana produksi.244 228.347 195.000 Produktivitas (ku/ha) 15.00 13.14 15.000 ha dan perluasan areal swadaya seluas 180. Skenario Peningkatan Produksi Kedelai Tahun 2013 No.000 418.000 ha.098 398.000 Skenario pencapaian produksi 2013 dapat terealisasi apabila seluruh faktor kunci dan pendukung peningkatan produksi berikut ini dapat dipenuhi: a.250 10.621 9. Tabel 2. b.342 138.382 178.523 171.

3. meningkatkan IP. Peningkatan Produktivitas Upaya peningkatan produktivitas dilaksanakan melalui peningkatan kualitas dan kuantitas sistem perbenihan kedelai.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 B. dan pengembangan budidaya tumpang sari dengan ubi kayu. sabit bergerigi. perluasan wilayah baru. sosialisasi. Perluasan Areal dan Pengelolaan Lahan Perluasan areal dan optimasi lahan dilaksanakan dengan menarik minat dan gairah petani dan investor dalam pengembangan kedelai. memperlancar penyediaan saprodi. terpal. 2. dan mempercepat adopsi paket teknologi melalui SL-PTT disertai pengawalan. pengembangan kerjasama investor dengan petani dan kooperasi. teknologi panen melalui mobilisasi peralatan. dalam rangka optimalisasi lahan dan teknologi. pedal dan power threser. perbaikan teknik budidaya kedelai di tingkat petani. pengembangan produksi kedelai skala besar untuk bahan baku industri. untuk mengembangkan pusat pertumbuhan. pendampingan dan koordinasi. pemantauan. Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian 13 . Strategi Pencapaian peningkatan produksi kedelai tahun 2013 dilakukan melalui strategi sebagai berikut : 1. Pengamanan Produksi Pengamanan produksi dilakukan melalui pengendalian OPT dan antisipasi dampak fenomena iklim serta pengurangan kehilangan hasil dengan menerapkan gerakan manajemen pasca panen. modal dan teknologi.

daerah dan seluruh stakeholder. 3) Penguatan sistem data.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 4. Penyempurnaan Manajemen Strategi tersebut dilakukan melalui 1) Kebijakan pasar. Gema Revitalisasi Pertanian. Kebijakan Kebijakan yang ditempuh untuk swasembada kedelai tahun 2014 pada dasarnya diarahkan untuk mendorong terwujudnya usaha tani kedelai yang memiliki daya saing terhadap kedelai impor. 3. 7) Pemantapan pola pengadaan saprodi. Dasar pengambilan kebijakan tersebut berasal dari 4 (empat) Sukses Program Kementerian Pertanian. 4) Pengembangan kawasan food estate. koperasi dan BUMN Meningkatkan sumber permodalan usaha tani yang mudah di akses petani Mengembangkan sistem pemasaran hasil panen dan merevitalisasi tata niaga yang kondusif bagi petani 14 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian . Meningkatkan produksi kedelai menuju swasembada tahun 2014 Mengembangkan agribisnis kedelai dengan menumbuhkembangkan peran swasta. 2. memenuhi kebutuhan kedelai nasional serta untuk meningkatkan kesejahteraan petani. C. 6) Penguatan petugas lapangan. Kebijakan – kebijakan yang di tempuh meliputi: 1. 8) Penataan kebijakan subsidi pertanian. 9) Meningkatkan intensitas koordinasi Pusat. 5) Pengembangan system resi gudang. 2) Perbaikan system perkreditan pertanian. distribusi dan harga hasil produksi. 4.

Hal ini dapat menghancurkan agribisnis kedelai dalam negeri. Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian 15 . Oleh karena itu pemerintah perlu menjaga kestabilan harga dan pasar melalui penetapan harga pembelian oleh pemerintah. Salah satu upaya untuk menghadapi persaingan dengan produk impor.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 Secara operasional. Harga Usaha tani kedelai dapat berjalan apabila petani memperoleh insentif/keuntungan yang memadai. baik pada tingkat pusat. Dukungan kebijakan untuk menciptakan iklim usahatani kedelai yang kondusif diantaranya dengan: 1. Dalam pencapaian swasembada tersebut perlu didukung oleh iklim berusahatani yang kondusif. pemerintah menerapkan pemberlakuan tarif bea masuk impor. Dalam pengendalian harga tersebut diperlukan koordinasi dengan instansi dan stakeholder terkait. 2. Penetapan Tarif Bea Masuk Produk kedelai impor sering membanjiri pasar dalam negeri dengan harga yang lebih murah. kebijakan pembangunan tanaman pangan khususnya untuk Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi diprioritaskan pada pencapaian swasembada kedelai tahun 2014. Propinsi maupun Kabupaten/Kota. Oleh karena itu perlindungan terhadap petani mulai dari aspek proses produksi sampai aspek pemasaran hasil dan sistem perdagangannya perlu dikembangkan lebih lanjut.

16 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian . pemerintah perlu mengatur tataniaga kedelai agar lebih sederhana dengan rantai tataniaga yang lebih pendek. Untuk meminimalisir hal tersebut.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 3. Penyederhanaan Tataniaga Rantai tataniaga kedelai dalam negeri cenderung rumit dan panjang sehingga selisih harga di tingkat produsen (petani) dengan harga di tingkat grosir dan eceran cukup mencolok.

Program Dalam mewujudkan sasaran utama Direktorat Jenderal Tanaman Pangan. 4. luas panen. luas panen. produktivitas. dan produksi bulanan dan tahunan Penyusunan kegiatan untuk pencapaian sasaran produksi Penyusunan kebutuhan sarana prasarana factor produksi Monitoring dan evaluasi pencapaian sasaran luas tanam. Pelaksanaan Program Pengelolaan Produksi. Penetapan sasaran luas tanam. Produktivitas dan Mutu Tanaman Pangan Untuk mencapai Swasembada dan Swasembada Berkelanjutan. 3. produktivitas. 2. KEGIATAN. Produktivitas dan Mutu Tanaman Pangan Untuk mencapai Swasembada dan Swasembada Berkelanjutan adalah perluasan penerapan budidaya tanaman pangan yang tepat yang didukung oleh sistem penanganan pascapanen dan penyediaan benih serta pengamanan produksi yang efisien untuk mewujudkan produksi tanaman pangan yang cukup dan berkelanjutan. Indikator keberhasilan kinerja Program Peningkatan Produksi. ANGGARAN DAN INDIKATOR KEBERHASILAN A. PROGRAM. 5. program yang ditetapkan tahun 2013 adalah Program Peningkatan Produksi. triwulan dan tahunan Koordinasi dan monitoring daerah pengembangan kedelai Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian 17 . Produktivitas dan Mutu Kedelai dilakukan melalui tahapan kegiatan antara lain : 1. dan produksi bulanan.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 III.

Program Tingkat Kabupaten merupakan penjabaran dari Program Provinsi. 18 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian . 3. sedangkan hasil monitoring dan evaluasi pelaksanaan dikirim ke pusat setiap bulan. Kegiatan Kegiatan yang melekat pada Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi dalam rangka mewujudkan program tanaman pangan adalah Pengelolaan Produksi Tanaman Aneka Kacang dan Umbi. Program Tingkat Nasional disusun dan dilaksanakan oleh Direktorat Jenderal Tanaman Pangan yang dikelola oleh Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi. Hasil penyusunan Program Tingkat Provinsi dan Kabupaten/Kota agar disampaikan pada awal tahun Anggaran. B. 2. dengan mempertimbangkan hasil koordinasi dengan Kecamatan dan instansi terkait serta pemangku kepentingan lainnya. disusun dan dilaksanakan oleh Dinas Pertanian Provinsi dengan mempertimbangkan hasil koordinasi dengan Kabupaten/ Kota dan instansi terkait serta pemangku kepentingan lainnya. Program Tingkat Provinsi merupakan penjabaran dari Program Nasional.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 Program disusun dan dilaksanakan secara berjenjang sebagai berikut: 1. dengan mempertimbangkan hasil koordinasi dengan Provinsi dan instansi terkait serta pemangku kepentingan lainnya. Indikator output kinerja Kegiatan Pengelolaan Produksi Tanaman Aneka Kacang dan Umbi adalah tercapainya luas areal penerapan budidaya tanaman aneka kacang dan umbi yang berkelanjutan.

Tingkat kehilangan hasil sedang .Mutu hasil belum optimal . Pengembangan Kedelai secara swadaya dan Perluasan Areal Tanam di Lahan Perhutani yang diharapkan ada kerjasama dengan BUMN. 394.Mutu hasil belum optimal .000 Ha yang terdiri dari 47.Tingkat kehilangan hasil masih tinggi . kawasan pengembangan dan kawasan pemantapan.000 Ha kawasan Pertumbuhan. Adapun kriteria masing-masing kawasan sebagai berikut: Tabel 3 . Menurut pendekatan kawasan. Luas minimal kawasan SL-PTT kedelai adalah 500 Ha.Pemanfaatan Lahan hampir optimal . SL-PTT dibagi kedalam 3 (tiga) kawasan yaitu kawasan pertumbuhan.Produktivitas hampir sama dengan produktivitas rata-rata Provinsi atau rata-rata Pusat . Pelaksanaan kegiatan pengelolaan produksi kedelai meliputi : 1. maka dilakukan Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) Kedelai. Sasaran tanam SL-PTT Kedelai tahun 2013 seluas 455.Efesiensi usaha belum berkembang .Produktivitas lebih rendah dari rata-rata Provinsi .Produktivitas sudah lebih tinggi dari produktivitas rata-rata pusat . Kriteria Kawasan SL-PTT Kedelai Kawasan Pertumbuhan Kawasan Pengembangan Kawasan Pemantapan .Optimalisasi pendapatan melalui produksi subsektor tanaman sudah maksimal Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian 19 . Pengembangan Model PTT Kedelai dan Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) Kedelai. SL-PTT Pelaksanaan sekolah lapangan pengelolaan tanaman terpadu (SLPTT) kedelai tahun 2013 dibagi berdasarkan pendekatan kawasan dan bantuan benih.500 Ha kawasan Pemantapan.Pemanfaatan lahan belum optimal .500 Ha kawasan Pengembangan dan 13.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 Dalam mewujudkan peningkatan produksi dan produktivitas kedelai.

Diharapkan dengan adanya pengembangan model PTT ini terjadi 20 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian . Karena keterbatasan jumlah benih kedelai bersubsidi sehingga kawasan SL-PTT tidak seluruhnya mendapatkan bantuan benih subsidi. sedangkan 80. SL-PTT dibagi menjadi SL-PTT benih subsidi dan SL-PTT benih non subsidi.000 Ha. dengan pertimbangan kawasan pemantapan sudah mampu menyediakan benih sendiri. 2. Pengembangan Model Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Kedelai Pengembangan Model melalui PTT dilaksanakan pada areal baru yang belum pernah ditanami kedelai atau areal yang sudah lama tidak ditanami kedelai atau penambahan Indeks Pertanaman (IP).PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 Berdasarkan bantuan benih. 3. Swadaya Areal yang biasa ditanami kedelai (eksisting) yang tidak mendapat bantuan SL-PTT diharapkan dapat dikelola secara swadaya. Kawasan SL-PTT yang mendapat bantuan benih bersubsidi atau sumber benih lainnya seluas 375.000 Ha SL-PTT dipenuhi dari swadaya petani dengan persyaratan benih yang akan digunakan adalah benih varietas unggul bermutu. Dalam areal swadaya ini dilakukan pengawalan dan pendampingan oleh petugas lapangan (PPL/POPT/Petugas Dinas Pertanian Kabupaten/ Kota). berproduktivitas tinggi.250 Ha. Areal SL-PTT yang tidak mendapatkan bantuan benih bersubsidi adalah areal SL-PTT yang termasuk kawasan pemantapan dan sebagian kawasan pengembangan yang terdapat Kegiatan Pengembangan Model PTT. Luas areal pengembangan kedelai secara swadaya sebesar 325.

PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 penambahan luas tanam dan ada diseminasi teknologi kepada petani. 5. diharapkan sebagian dari pertanaman dapat dijadikan benih untuk pertanaman selanjutnya.250 Ha di 12 Provinsi pada 47 Kabupaten. 4. Sasaran tanam Pengembangan Model PTT Kedelai tahun 2013 seluas 110. Perluasan di Lahan Perhutani Perluasan areal pengembangan kedelai di lahan Perhutani direncanakan seluas 10. Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) Kedelai direncanakan seluas 118. Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) Kedelai Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) Kedelai dilaksanakan di lahan sawah/tadah hujan/lahan kering/pasang surut/lebak/lahan perhutani dll dengan luasan minimal 250 ha per Kabupaten/Kota yang merupakan areal baru. Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian 21 . Agar proses diseminasi teknologi dapat terjadi maka setiap hektar dari areal Pengembangan Model PTT Kedelai diberi bantuan paket lengkap untuk dijadikan areal percontohan dan penambahan areal tanam.000 Ha. Pemberian bantuan berupa bansos yang dilakukan melalui transfer barang yang proses pengadaannya oleh satuan kerja pusat. Bantuan saprodi yang diberikan berupa bansos dengan transfer uang langsung ke kelompoktani.000 Ha di 3 Unit Perum Perhutani. diberi bantuan paket lengkap teknologi budidaya sesuai dengan rekomendasi teknologi spesifik lokasi. penambahan IP yang sesuai untuk kedelai dan diharapkan akan menambah luas tanam kedelai tahun 2013 sehingga meningkatkan produksi tahun 2013.

632 Milyar dibagi menjadi 3 (tiga) yaitu Tingkat Pusat. pembinaan. evaluasi dan pembelian peralatan kantor dalam menunjang kelancaran pelaksanaan kegiatan. perbenihan dan kegiatan lainnya seperti pembinaan. Anggaran 1. sosialisasi. C. supervisi. monitoring. pengamanan produksi dari gangguan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT). Anggaran Berdasarkan Alokasi Kegiatan Pengelolaan Produksi kedelai Tahun Anggaran 2013 bersumber dari APBN sebesar Rp. 22 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian .48 milyar untuk kegiatan bantuan sosial PATB. Anggaran Kegiatan di Tingkat Pusat Pada Tahun Anggaran 2013 untuk kegiatan di tingkat pusat dialokasikan sebesar Rp. Tingkat Provinsi (Dekonsentrasi) dan Tingkat Kabupaten (Tugas Pembantuan) : a. 297.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 Dalam pelaksanaannya diharapkan ada kerjasama dengan BUMN khususnya Perhutani dalam penyediaan lahan dan bantuan saprodi dengan sistem korporasi. pengurangan kehilangan hasil melalui pengelolaan pascapanen. monitoring. Kegiatan pendukung tersebut agar dapat dilakukan secara terencana dan terkoordinasi. 838. evaluasi dan pelaporan. 6. sehingga dapat dihasilkan output yang optimal dan dapat menjamin keberhasilan pencapaian sasaran. koordinasi. Kegiatan Pendukung Lainnya Kegiatan pendukung lainnya meliputi pendampingan.

c. Pengembangan Model PTT Kedelai. Pengembangan Model PTT Kedelai. Mengingat bantuan Pemerintah Pusat untuk bantuan saprodi sangat terbatas hanya untuk pelaksanaan SL-PTT. Fokus kegiatan adalah identifikasi calon lokasi (CL) sampai tingkat Desa. dan Ubinan SLPTT kedelai. Anggaran Kegiatan di Tingkat Kabupaten (Tugas Pembantuan) Pembiayaan melalui anggaran tugas pembantuan sebesar Rp 529. monitoring dan evaluasi dana dekonsentrasi juga dialokasikan untuk kegiatan koordinasi kemitraan antara petani dengan stake holder. maka penyediaan saprodi lainnya agar ditanggung secara Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian 23 .74 milyar digunakan untuk memfasilitasi kegiatan SL-PTT kedelai.41 milyar digunakan untuk memfasilitasi kegiatan kedelai yang bersifat non fisik dan dilaksanakan oleh Dinas Tanaman Pangan Provinsi. Pengembangan Model PTT Kedelai yang dilaksanakan oleh Dinas Tanaman Pangan Tingkat Kabupaten. Fokus kegiatan adalah pembinaan di areal tanam aneka kacang dan umbi dan pembinaan di areal SL-PTT Kedelai dan Pengembangan Model PTT Kedelai dan kegiatan teknis lainnya. Selain untuk pembinaan. pembinaan. dan untuk pengadaan saprodi untuk areal LL SL-PTT kedelai. 11.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 b. Anggaran Kegiatan di Tingkat Provinsi (Dekonsentrasi) Pembiayaan melalui anggaran dekonsentrasi untuk pembinaan sebesar Rp. monitoring dan evaluasi diareal SL-PTT Kedelai. pengembangan model dan perluasan areal tanam baru kedelai.

• Bantuan pembinaan. SP-3. evaluasi dan pelaporan SL-PTT melalui Tugas Dekonsentrasi di Dinas Pertanian 24 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian . 2. NPK dan pupuk organik serta dolomit/kapur pertanian (bila diperlukan) sesuai rekomendasi teknologi spesifik lokasi.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 swadana oleh anggota kelompok atau berasal dari sumber lainnya. swasta/stakeholders lainnya. Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) Kedelai Sumber pembiayaan pelaksanaan SL-PTT kedelai dapat berasal dari APBN dan APBD maupun dana dari pihak swasta/stakeholders. PBT dan TNI. monitoring. biaya pertemuan SL-PTT. KUR dan lain sebagainya. BLM-KIP. • Bantuan pendampingan SL-PTT sebagai pemandu lapangan oleh PPL. Anggaran dari APBN disediakan untuk membiayai kegiatan sebagai berikut : • Bantuan sosial (Bansos) melalui Tugas Pembantuan Kabupaten Tahun 2013 dalam bentuk bantuan dana pembelian pupuk urea. POPT. Petani/kelompok tani diarahkan pula memanfaatkan fasilitas pembiayaan pemerintah untuk mendapatkan kredit usaha antara lain melalui : KKP-E. Dana APBN (dekonsentrasi dan tugas pembantuan) hanya sebagai pemicu/stimulan sehingga diharapkan ada sharing dari pemerintah daerah melalui dana APBD Provinsi. Anggaran Berdasarkan Kegiatan a. APBD Kabupaten/Kota. serta dana dari masyarakat dalam bentuk tenaga dan sarana lainnya.

Bantuan sosial dikelompoktani untuk pembelian sarana produksi dengan pola penyaluran berupa Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) yang ditransfer langsung kepada kelompoktani. Anggaran dari APBN disediakan dalam bentuk bantuan sosial (bansos) melalui Tugas Pembantuan (TP) Kabupaten/Kota Tahun 2013. Jenis bantuan berupa bantuan paket lengkap teknologi budidaya sesuai dengan rekomendasi teknologi spesifik lokasi. APBD maupun dana dari pihak swasta/stakeholders. rhizobium. pembenah tanah dan kapur pertanian. Paket teknologi budidaya dibagi 3 (tiga) jenis yaitu paket bantuan teknologi budidaya untuk lahan sawah/ kering di Pulau Jawa. pupuk. paket bantuan teknologi budidaya untuk lahan sawah/kering di Luar Pulau Jawa dan paket bantuan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian 25 . pestisida organik. Rincian paket bantuan seperti pada lampiran 7. Paket bantuan SL-PTT dibedakan berdasarkan tipe kawasan dan lokasi (pulau Jawa dan diluar pulau Jawa). Rincian unit cost SL-PTT per hektar dapat dilihat pada lampiran 5. b. Pengembangan Model Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Kedelai Sumber pembiayaan pelaksanaan pengembangan model pengelolaan tanaman terpadu (PTT) kedelai dapat berasal dari APBN. Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) Kedelai Sumber pembiayaan pelaksanaan perluasan areal tanam baru (PATB) kedelai berasal dari APBN melalui bansos transfer barang yang anggarannya dialokasikan di Pusat.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 Provinsi serta melalui Tugas Pembantuan di Dinas Kabupaten/Kota. meliputi benih. c.

Pedoman Teknis Pengelolaan Produksi Kedelai 6. Indikator Kinerja dan Keluaran (Output) Kegiatan Peningkatan Produksi dan Produktivitas Kedelai Tahun 2013 Indikator Kinerja Keluaran (Output) 1. Tabel4.250 ha 5. Perencanaan pelaksanaan program pengembangan kedelai 2.000 ha 3. Pelaksanaan SL-PTT kedelai 3. Laporan pelaksanaan dan evaluasi kegiatan Perluasan Areal Tanam Baru Kedelai seluas 118. Laporan Pelaksanaan Pengembangan Kedelai 26 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian . Rancangan pengembangan kedelai 2. Jumlah dokumen perencanaan anggaran 1. Indikator Keberhasilan Indikator keberhasilan dan keluaran (output) yang harus dicapai sebagaimana telah ditetapkan dalam kegiatan peningkatan produksi dan produktivitas kedelai dapat dilihat pada Tabel 4. Pelaksanaan Perluasan Areal Tanam Baru 5. Jumlah dokumen perencanaan program (pedoman pelaksanaan dan pedoman teknis) 6. Perkiraan alokasi anggaran per paket dan unit cost bantuan per hektar akan disusun sesuai dengan hasil survei harga. Laporan pelaksanaan dan evaluasi kegiatan Pengembangan Model PTT Kedelai seluas 110. Petunjuk Teknis Perluasan Areal Tanam Baru Kedelai 7.000 ha 4. Pelaksanaan Pengembangan Model PTT Kedelai 4. Laporan pelaksanaan dan evaluasi kegiatan SL-PTT Kedelai seluas 455.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 teknologi budidaya untuk lahan pasang surut di Luar Pulau Jawa. D.

ditempatkan pada lokasi yang sering dilewati petani sehingga mudah dijangkau dan dilihat petani sekitarnya Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian 27 . namun jika dalam 1 Kecamatan areal tanam tidak terpenuhi maka dapat ditempatkan pada Kecamatan yang berdekatan/ berbatasan namun masih dalam 1 Kabupaten yang sama sampai terpenuhi luasan 500 Ha 3) Lokasi pelaksanaan SL-PTT kedelai. kriteria dan mempunyai potensi untuk dapat ditingkatkan produktivitasnya serta petaninya responsif terhadap teknologi 4) Lokasi dapat berupa lahan sawah irigasi. Penentuan Calon Lokasi 1) Lokasi SL-PTT diusahakan berada pada satu kawasan dalam satu Kabupaten minimal 500 ha 2) Diusahakan lokasi pada satu hamparan dalam 1 Kecamatan. PENGORGANISASIAN PELAKSANAAN PROGRAM DAN KEGIATAN A. sawah tadah hujan. bebas dari bencana kekeringan.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 IV. lahan kering dan sawah pasang surut 5) Diprioritaskan bukan daerah endemis hama dan penyakit. kebanjiran dan sengketa 6) Luasan LL minimal 1 ha. Pengorganisasian 1. tipe. diprioritaskan pada areal dengan luasan memenuhi syarat. Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (SL-PTT) Kedelai a.

Penentuan Calon Petani/Kelompoktani 1) Petani yang dipilih adalah petani yang aktif yang mempunyai lahan ataupun penggarap/penyewa dan mau menerima teknologi baru 2) Bersedia mengikuti seluruh rangkaian kegiatan SL-PTT 3) Wajib lokasi 4) Kelompoktani masih aktif dan mempunyai kepengurusan yang lengkap yaitu Ketua. sebagaimana contoh pada lampiran 6) Kelompoktani peserta SL-PTT diutamakan yang belum pernah menerima bantuan SL-PTT tahun anggaran 2012 atau bantuan dari BLBU tahun 2012. diperkenankan untuk melaksanakan kegiatan SL-PTT kedelai 8) Satu kelompoktani dapat melaksanakan SL-PTT lebih dari 1 (satu) unit selama arealnya terpenuhi 9) Memiliki rekening yang masih berlaku/masih aktif di Bank mengikuti setiap tahap pertanaman dan mengaplikasikan kombinasi komponen teknologi spesifik 28 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian . jika tidak memungkinkan sehubungan dengan kawasan maka kelompoktani tersebut diperbolehkan menjadi peserta SLPTT 2013 7) Kelompoktani yang sudah mendapat bantuan untuk pengembangan komoditi lain pada tahun yang sama.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 b. diusahakan lahan usaha taninya berada dalam satu hamparan 5) Kelompoktani SL-PTT ditetapkan dengan Surat Keputusan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan / yang membidangi tanaman pangan Kabupaten / Kota. Sekretaris dan Bendahara.

Paket Bantuan 1) Paket bantuan yang diberikan dialokasikan untuk LL dan SL 2) Disamping paket saprodi diberikan subsidi benih 3) Benih diberikan kepada pelaksana SL-PTT termasuk areal LL 1 Ha sebesar 40 kg/ha.000 ha dapat dipenuhi dari benih swadaya petani.000 ha yang dapat diberikan subsidi benih seluas 375. Dari sasaran 455. Jika menggunakan rekening gapoktan mekanisme pengaturan antar kelompoktani diatur lebih lanjut oleh Kepala Dinas Kabupaten/Kota yang bersangkutan 11) Membuat surat pernyataan bersedia dan sanggup menggunakan dana bantuan SL-PTT sesuai peruntukannya 12) Bersedia menambah biaya pembelian benih unggul bersertifikat bilamana bantuan benih yang tersedia tidak mencukupi c. 4) Subsidi benih diberikan Pemerintah kepada petani pelaksana SL-PTT tahun 2013.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 Pemerintah (BUMN atau BUMD/ Bank Daerah) yang terdekat dan bagi kelompok tani yang belum memiliki.000 ha sedangkan untuk pemenuhan kekurangan seluas 80. dengan syarat benih yang akan digunakan adalah benih varietas unggul bermutu berproduktivitas tinggi 5) Pengadaan dan penyaluran benih bersubsidi mengacu kepada Pedoman Subsidi Benih Tahun 2013 dari Direktorat Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian 29 . harus membuka rekening di bank 10) Rekening bank dapat berupa rekening kelompoktani ataupun rekening gabungan kelompoktani (gapoktan).

kelebihan luasan ataupun unit SL-PTT ditanggung anggaran lain ataupun swadana petani • Luas areal LL bisa lebih dari 1 ha apabila dananya masih memungkinkan tetapi tidak boleh kurang dari 1 ha 4) Peserta tiap unit SL-PTT idealnya terdiri dari 15 – 25 petani yang berasal dari 1 kelompoktani yang sama. MK I. namun 30 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian . pengembangan dan pemantapan) Jawa dan di luar Jawa. Direktorat Jenderal Tanaman Pangan 6) Jenis paket yang diberikan disesuaikan berdasarkan kriteria kawasan (pertumbuhan. maka pertanaman diupayakan dapat dilaksanakan pada bulan Januari s/d September (MH II. kecuali secara teknis tidak memungkinkan dilakukan maka dapat dilakukan pertanaman Oktober – Desember 2) Luas satu unit SL-PTT Kedelai adalah 10 ha yang didalamnya terdapat satu unit LL seluas minimal 1 ha 3) Luas satu unit SL-PTT diatas (point 1) dapat disesuaikan dengan kondisi luasan setempat. MK II).PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 Perbenihan. Dapat dilihat pada lampiran 5 7) Dosis pemupukan disesuaikan dengan rekomendasi setempat dan dana yang tersedia d. dengan ketentuan : • Luasan setiap unit SL-PTT bisa bervariasi disesuaikan dengan kondisi setempat namun total luasan dan unit SL-PTT tidak boleh kurang dari yang dibiayai • Total luasan dan unit SL-PTT bisa lebih dari yang dibiayai. Teknis Pelaksanaan 1) Agar kegiatan SL-PTT berkontribusi nyata pada produksi tahun 2013.

PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013

jumlah peserta disesuaikan dengan luas pemilikan lahan serta situasi dan kondisi setempat 5) Sebelum pelaksanaan SL-PTT dilakukan pertemuan persiapan dengan tokoh formal dan informal serta petani calon peserta untuk menetapkan langkah–langkah yang menyangkut tujuan, rencana kerja, permasalahan dan hasil yang diharapkan serta metode pembelajaran SL-PTT yang dilakukan bersama sebagai suatu kesepakatan 6) Pertemuan kelompoktani untuk kegiatan SL-PTT sebanyak 6 kali pertemuan dan dipandu oleh pemandu lapang 7) Dengan alasan keterbatasan petugas pemandu lapangan (PPL) maka pertemuan kelompok dapat dilakukan dengan menggabungkan minimal 5 unit SL-PTT (50 ha) atau kelipatannya. Selain dipandu oleh pemandu lapang pelaksanaan SL-PTT dikawal/didampingi oleh TNI 8) Menentukan 1 (satu) hari sebagai “hari lapang petani” untuk memasyarakatkan dan mendeseminasikan penerapan teknologi budidaya melalui SL-PTT kepada kelompoktani dan petani sekitarnya 9) Mewajibkan semua peserta SL-PTT untuk mengadakan pengamatan bersama–sama dan membahas temuan Lapangan. 10) Pendampingan SL-PTT oleh penyuluh agar dilakukan secara berkala/intensif e. Pencairan dana dan pengadaan 1) Pencairan dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) SLPTT, dilakukan sesuai dengan peraturan perundangan– undangan yang berlaku antara lain Peraturan Kementerian

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian

31

PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013

Keuangan

atau

Peraturan

Direktorat

Jenderal

Perbendaharaan Kementerian Keuangan, tentang tata cara Pencairan Belanja Bantuan Sosial dan peraturan lainnya 2) Mekanisme Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) SL-PTT, dengan sumber dana APBN melalui Pos Belanja Bantuan Sosial, adalah sebagai berikut : Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota yang membidangi Tanaman Pangan, menerbitkan Surat Keputusan tentang penetapan Kelompok tani yang akan menerima dana bantuan kegiatan SL-PTT, termasuk di dalamnya dilengkapi data-data nama kelompok, jumlah anggota, nama ketua kelompok, luas lahan, alamat kelompok, nomor rekening dan nama bank atas nama kelompok tani sasaran, jumlah bantuan yang akan diberikan serta data lainnya yang diperlukan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satuan Kerja setempat, mengajukan usulan pencairan dana atas dasar Surat Keputusan Kepala Dinas tentang penetapan kelompok tani penerima dana SL-PTT, melalui penerbitan Surat Permintaan Pembayaran Langsung (SPP-LS) kepada Pejabat Penanda Tangan Surat Perintah Membayar (SPM) dengan dilampiri dokumen-dokumen sebagai berikut : · Surat Keputusan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/ Kota yang membidangi Tanaman Pangan tentang penetapan Kelompoktani penerima bantuan · Rencana Usaha Kelompok (RUK)

32

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian

PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013

·

Surat Pernyataan Kelompoktani tentang kesediaan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan SL-PTT

3) Pejabat Penanda Tangan SPM melakukan pengujian SPPLS meliputi pemeriksaan rinci dokumen pendukung SPP sesuai peraturan perundang-undangan; ketersediaan pagu anggaran dalam DIPA untuk memperoleh keyakinan bahwa tagihan tidak melampaui batas pagu anggaran; memeriksa hak tagih yang terkait meliputi pihak yang ditunjuk untuk menerima pembayaran bantuan (nama penerima bantuan SL-PTT, alamat, nomor rekening dan nama bank) dan nilai bantuan yang harus dibayar 4) Berdasarkan hasil pengujian SPP, Pejabat Penanda Tangan SPM menerbitkan SPM-LS secara penuh/tanpa pemotongan pajak 5) Pejabat Penanda Tangan SPM mengajukan SPM-LS kepada KPPN setempat dengan melampirkan : Surat Pertanggung Jawaban Belanja (SPTB); Surat Pernyataan Kuasa Pengguna Anggaran bahwa semua dokumen pendukung sebagaimana dipersyaratkan dalam pedoman pelaksanaan bantuan dana SL-PTT telah diteliti kebenarannya dan berada pada Kuasa Pengguna Anggaran 6) KPPN setempat melakukan pengujian atas SPM-LS dan menerbitkan SP2D serta mentransfer dana ke rekening kelompok tani sasaran pada bank yang ditunjuk 7) Untuk kelompok tani yang mendapatkan bantuan subsidi benih, pengajuan bantuan benih bersubsidi di atur dalam Pedoman Teknis Subsidi Benih 2013

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian

33

f. Apabila ada kelebihan dana dari dana yang disediakan akibat dari penghematan. Mekanisme Pemberian Bantuan Benih Subsidi 1) Kelompoktani membuat RUK dan RDKK 2) Mengajukan pembelian benih bersudsidi kepada Kepala Dinas Kabupaten/Kota 3) Kepala Dinas Kabupaten/Kota mengajukan permintaan penyaluran benih subsidi kepada BUMN pelaksana penggunaan anggaran sesuai 34 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian . kelompoktani penerima bantuan agar melakukan pengadministrasian peraturan yang berlaku 12) Saprodi yang belum digunakan agar disimpan dengan baik untuk menjaga mutu 13) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota bertanggung jawab penuh terhadap penyaluran dan penggunaan BLM SL-PTT oleh petani. dapat membeli benih secara swadaya 9) Dana yang telah di terima kelompoktani. dibelanjakan langsung oleh kelompoktani untuk pengadaan paket sarana produksi yang telah ditetapkan dalam pedoman teknis dan disesuaikan dengan kebutuhan kelompok tani yang tertuang dalam RUK 10) Proses pengadaan saprodi oleh kelompoktani dilakukan sesuai peraturan yang berlaku. maka sisa dana tersebut dipergunakan untuk membeli keperluan saprodi lain yang mendukung peningkatan produktivitas atau perluasan LL 11) Dalam rangka pengawasan pelaksanaan bantuan SLPTT.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 8) Bagi kelompok tani yang tidak mendapatkan benih subsidi.

a. bebas dari bencana kekeringan. Lahan tersebut bisa merupakan lahan sawah/ tadah hujan/lahan kering/ pasang surut/ lebak/ lahan perhutani dll. kebanjiran dan sengketa. namun apabila tidak memungkinkan dapat menambah pada wilayah kecamatan yang berdampingan sehingga mencapai Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian 35 . diupayakan sebagian pertanaman untuk penyediaan benih. Penentuan Calon Lokasi 1) Lokasi untuk pengembangan model PTT kedelai adalah lahan yang sesuai untuk pengembangan kedelai dengan kriteria : Lahan baru yang belum pernah ditanami kedelai atau lahan yang sudah lama tidak ditanami kedelai serta dilahan yang dapat ditingkatkan indeks pertanamannya (IP). 2) Lokasi pengembangan model PTT kedelai diusahakan berada pada satu kawasan dalam satu kabupaten minimal 5. Diprioritaskan bukan daerah endemis hama dan penyakit.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 4) BUMN pelaksana menjual/menyalurkan benih subsidi kepada kelompoktani sesuai dengan permintaan dari Kepala Dinas Kabupaten/Kota 5) Untuk lebih jelasnya mengacu pada Pedoman Teknis Subsidi Benih Tahun 2013 2.000 ha.000 ha yang berlokasi dalam satu kecamatan. Pengembangan Model Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Kedelai Pengembangan model PTT kedelai dari sasaran 110.

2) Petani/kelompoktani yang responsif terhadap teknologi dan bersedia berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan kegiatan pengembangan model PTT kedelai. 6) Rekening bank dapat berupa rekening kelompoktani ataupun rekening gabungan kelompoktani (gapoktan). mempunyai kepengurusan yang lengkap yaitu ketua. 4) Kelompoktani peserta pengembangan model PTT kedelai diutamakan yang belum pernah menerima bantuan. Jika menggunakan rekening gapoktan mekanisme pengaturan antar kelompoktani diatur lebih lanjut oleh Kepala Dinas Kabupaten/Kota yang bersangkutan. Penetapan Calon Petani/Kelompoktani 1) Kelompoktani yang sudah terbentuk.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 luasan yang ditentukan. sekretaris dan bendahara. mempunyai potensi untuk pengembangan kedelai dan anggota kelompoktaninya responsif terhadap penerapan teknologi. b. 3) Wajib mengikuti setiap tahap pertanaman dan mengaplikasikan teknologi budidaya spesifik lokasi. masih aktif. harus membuka rekening di bank. 7) Kelompoktani pengembangan model PTT kedelai ditetapkan dengan surat Keputusan Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan/yang membidangi tanaman pangan Kabupaten/Kota 36 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian . 5) Memiliki rekening yang masih berlaku / masih aktif di Bank Pemerintah (BUMN atau BUMD/ Bank Daerah) yang terdekat dan bagi kelompok tani yang belum memiliki.

Bantuan pupuk NPK 150 kg/ha. pupuk hayati 1 paket. pupuk hayati 1 paket. kapur pertanian 500 kg dan pestisida 2 liter Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian 37 . Bantuan pupuk NPK 150 kg/ha. dan pestisida 2 liter Bantuan transport untuk pendampingan petugas dan aparat b) Pengembangan model PTT kedelai di luar pulau Jawa Bantuan benih kedelai sebesar 40 kg/ha. pupuk hayati. 9) Bersedia menyelesaikan administrasi yang terkait dengan bantuan benih. namun jumlah peserta dapat disesuaikan dengan luas pemilikan lahan serta situasi dan kondisi setempat c. pupuk organik 500 kg. Pupuk hayati. Kapur Pertanian. Paket bantuan Paket yang diberikan berupa benih kedelai. Organik.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 8) Membuat surat pernyataan bersedia dan sanggup menggunakan dana bantuan Pengembangan Model PTT Kedelai sesuai peruntukannya. dan pestisida 10) Peserta tiap unit Pengembangan Model PTT Kedelai idealnya terdiri dari 15-25 petani yang berasal dari kelompoktani yang sama. pupuk NPK. pupuk organik 500 kg. pupuk NPK. pupuk organik dan pestisida per ha yang dibedakan berdasarkan lokasi (pulau Jawa dan luar pulau Jawa) sebagai berikut : a) Pengembangan model PTT kedelai di Pulau Jawa Bantuan benih kedelai sebesar 40 kg/ha.

38 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian .POPT dan PBT) dan aparat 6) Pengorganisasian dan operasional agar dibentuk tim pembina tingkat Pusat. 2) Dalam pengembangan model untuk produksi benih agar dilaksanakan sesuai prosedur produksi benih dan berkoordinasi dengan BPSB–TPH di masing-masing lokasi. tim pelaksana dan tim teknis tingkat Kabupaten/Kota. Teknis pelaksanaan 1) Pelaksanaan pertanaman pengembangan model PTT kedelai. Dan apabila dana saprodi tidak tercukupi dapat dipenuhi melalui APBD atau sumber-sumber lainnya. Maret 2013.d. diarahkan sebagian untuk pengembangan produksi benih dalam rangka memenuhi kebutuhan benih areal tanam lainnya. tim pembina dan tim teknis tingkat Provinsi. dan sebagian lagi diarahkan untuk penyediaan konsumsi. 4) Pengembangan model untuk konsumsi diupayakan harus sudah dilaksanakan pada Januari – September untuk kontribusi produksi 2013 5) Pendampingan kegiatan pengembangan budidaya kedelai oleh petugas (PP.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 - Bantuan transport untuk pendamping petugas dan aparat Paket bantuan dapat disesuaikan dengan kebutuhan spesifik lokasi (apabila salah satu komponen di atas berlebih dapat digunakan untuk komponen yang lain yang lebih dibutuhkan). agar benih yang dihasilkan dapat digunakan untuk pertanaman selanjutnya. d. 3) Pengembangan model PTT kedelai untuk penyediaan benih diharapkan dapat dilaksanakan pada bulan Januari s.

sasaran. tentang tata cara Pencairan Belanja Bantuan Sosial dan peraturan lainnya. jumlah bantuan yang akan diberikan. menerbitkan Surat Keputusan tentang penetapan kelompok tani yang akan menerima dana bantuan kegiatan pengembangan model PTT kedelai. Pencairan dana dan pengadaan 1) Pencairan dana bantuan langsung masyarakat (BLM) pengembangan model PTT kedelai dilakukan sesuai dengan peraturan perundangan–undangan yang berlaku antara lain Peraturan Menteri Keuangan atau Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan. luas lahan. 2) Mekanisme bantuan langsung masyarakat (BLM) Pengembangan model PTT kedelai. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) satuan kerja setempat. mengajukan usulan pencairan dana atas dasar Surat Keputusan Kepala Dinas tentang penetapan kelompok tani penerima dana pengembangan model Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian 39 . adalah sebagai berikut : Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota yang membidangi tanaman pangan. serta data lainnya yang diperlukan. nama ketua kelompok. nomor rekening dan nama Bank atas nama kelompok tani. dengan dilengkapi data-data nama kelompok. jumlah anggota.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 7) Tim tersebut ditetapkan dengan surat keputusan/surat penugasan. alamat kelompok. e. dengan sumber dana APBN melalui pos belanja bantuan sosial.

PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 PTT kedelai. Surat Pernyataan Kuasa Pengguna Anggaran 40 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian . ketersediaan pagu anggaran dalam DIPA untuk memperoleh keyakinan bahwa tagihan tidak melampaui batas pagu anggaran. nomor rekening dan nama bank) dan nilai bantuan yang harus dibayar. Pejabat Penanda Tangan Surat Perintah Membayar (SPM) menerbitkan SPM-LS secara penuh/tanpa pemotongan pajak. melalui penerbitan Surat Permintaan Pembayaran Langsung (SPP-LS) kepada Pejabat Penanda Tangan Surat Perintah Membayar (SPM) dengan dilampiri dokumen-dokumen sebagai berikut : · Surat Keputusan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/ Kota yang membidangi tanaman pangan tentang penetapan kelompoktani penerima bantuan · · Rencana Usaha Kelompok (RUK) Surat pernyataan kelompoktani tentang kesediaan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan pengembangan model PTT kedelai 3) Pejabat Penanda Tangan Surat Perintah Membayar (SPM) melakukan pengujian SPP-LS meliputi pemeriksaan rinci dokumen pendukung SPP sesuai peraturan perundangundangan. 5) Pejabat Penanda Tangan Surat Perintah Membayar (SPM) mengajukan SPM-LS kepada KPPN setempat dengan melampirkan : Surat Pertanggung Jawaban Belanja (SPTB). memeriksa hak tagih yang terkait meliputi pihak yang ditunjuk untuk menerima pembayaran bantuan (nama penerima bantuan pengembangan model PTT kedelai. alamat. 4) Berdasarkan hasil pengujian SPP.

7) Dana yang telah diterima kelompoktani. Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian 41 . dibelanjakan langsung oleh kelompoktani untuk pengadaan paket sarana produksi yang telah ditetapkan dalam pedoman teknis dan disesuaikan dengan kebutuhan kelompoktani yang tertuang dalam RUK 8) Proses pengadaan saprodi oleh kelompoktani dilakukan sesuai peraturan yang berlaku. 10) Saprodi yang belum digunakan agar disimpan dengan baik untuk menjaga mutu.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 bahwa semua dokumen pendukung sebagaimana dipersyaratkan dalam Petunjuk Pelaksanaan Bantuan dana Pengembangan Model PTT Kedelai telah diteliti kebenarannya dan berada pada Kuasa Pengguna Anggaran. bantuan pengembangan Kelompoktani penerima bantuan agar melakukan pengadministrasian dokumen pengadaan dan daftar barang yang dibeli dan digunakan. Apabila ada kelebihan dana dari dana yang disediakan akibat dari penghematan. 6) KPPN setempat melakukan pengujian atas SPM-LS dan menerbitkan SP2D serta menstransfer dana ke rekening kelompok tani sasaran pada bank yang ditunjuk. maka sisa dana tersebut dipergunakan untuk membeli keperluan saprodi lain yang mendukung peningkatan produktivitas 9) Dalam rangka pengawasan model PTT pelaksanaan kedelai. 11) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota bertanggung jawab penuh terhadap penyaluran dan penggunaan BLM pengembangan budidaya kedelai oleh petani.

Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) Kedelai a. Lahan tersebut bisa merupakan lahan sawah/ tadah hujan/ lahan kering/ pasang surut/ lebak/ lahan perhutani dll. namun apabila tidak memungkinkan dapat menambah pada wilayah kecamatan yang berdampingan sehingga mencapai luasan yang ditentukan. kebanjiran dan sengketa. sekretaris dan bendahara dan bersedia berpartisipasi aktif dalam pelaksanaan kegiatan perluasan areal tanam baru kedelai 42 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian . b. masih aktif dan mempunyai kepengurusan yang lengkap yaitu ketua. mempunyai potensi untuk pengembangan kedelai dan anggota kelompoktaninya responsif terhadap penerapan teknologi. Penentuan Calon Lokasi 1) Kriteria lokasi untuk perluasan areal tanam baru kedelai sebagai berikut: Lahan baru yang belum pernah ditanami kedelai atau lahan yang sudah lama tidak ditanami kedelai serta dilahan yang dapat ditingkatkan indeks pertanamannya (IP). Ketentuan Calon Petani/Kelompoktani 1) Kelompoktani. Diprioritaskan bukan daerah endemis hama dan penyakit.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 3. 2) Lokasi perluasan areal tanam baru kedelai diusahakan berada pada satu kawasan dalam satu kabupaten minimal 250 ha yang berlokasi dalam satu kecamatan. bebas dari bencana kekeringan.

pupuk NPK. pupuk NPK. Rhizobium. disediakan dari Satker Pusat melalui transfer barang Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian 43 . dan pestisida organik/ nabati yang diberikan 6) Bersedia menyelesaikan administrasi yang terkait dengan bantuan bantuan benih. Rhizobium.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 2) Petani yang mau menerapkan teknologi budidaya kedelai secara optimal dengan memanfaatkan bantuan sarana produksi atau petani yang adoptif melakukan penanaman kedelai 3) Kelompoktani penerima bantuan perluasan areal tanam baru kedelai ditetapkan dengan surat Keputusan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota yang membidangi tanaman pangan 4) Bersedia mengikuti seluruh rangkaian kegiatan 5) Bersedia melakukan budidaya kedelai secara optimal dengan memanfaatkan bantuan benih. Paket bantuan 1) Kelompoktani yang telah ditetapkan diberikan bantuan teknologi budidaya berupa paket lengkap saprodi 2) Komponen bantuan paket teknologi dibedakan berdasarkan lokasi pulau Jawa. pembenah tanah organik. pembenah tanah organik. lahan pasang surut luar Jawa dan lahan non pasang surut luar Jawa 3) Penyediaan bantuan paket teknologi budidaya. dan pestisida organik/nabati yang diberikan c.

diserahkan ke Pejabat Pembuat Komitmen Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi. 5) Kelompoktani penerima bantuan menandatangani Berita Acara Serah Terima Barang (BASTB). Contoh BASTB terlampir. melaksanakan proses pengadaan dan kontrak kerja bantuan paket teknologi budidaya dengan penyedia barang pemenang lelang 3) Penyedia barang bantuan paket teknologi budidaya mendistribusikan bantuan sesuai lokasi atau CPCL yang sudah ditetapkan. Pengadaan dan Pendistribusian Bantuan Paket Teknologi 1) Kepala Dinas Kabupaten/Kota menetapkan CPCL penerima bantuan paket disampaikan ke Dinas Provinsi. 6) Berita Acara Pemeriksaan Barang (BAPB) dan Berita Acara Serah Terima Barang (BASTB). sesuai barang yang diterima dan ditanda tangani oleh ketua/ sekretaris/ bendahara kelompoktani dan penyedia barang serta diketahui oleh petugas lapangan. Contoh BAPB terlampir.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 d. Ditjen Tanaman Pangan melalui penyedia barang. 4) Sebelum barang didistribusikan ke kelompoktani dilakukan pemeriksaan oleh Tim Pemeriksa Pusat maupun Pemeriksa Barang di Kabupaten/Kota dan di buat Berita Acara Pemeriksaan Barang (BAPB). Dinas Provinsi memverifikasi CPCL dan selanjutnya disampaikan ke Pusat 2) Direktorat Jenderal Tanaman Pangan cq Direktur Budidaya Aneka Kacang dan Umbi. 44 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian .

Faximile (021) 7805179.com . 8) Dinas Pertanian Kabupaten/Kota. email kedelai. melakukan verifikasi atas dokumen Berita Acara Pemeriksaan Barang (BAPB) dan Berita Acara Serah Terima Barang (BASTB) oleh Tim Pemeriksa Dokumen Pengadaan sebagai bahan pembayaran. melakukan pengawalan dan pengawasan atas penyaluran bantuan paket teknologi budidaya oleh penyedia barang dan pelaksanaan kegiatan perluasan areal tanam baru (PATB) kedelai. agar melakukan verifikasi dan menyimpan arsip Berita Acara Pemeriksaan Barang (BAPB) dan Berita Acara Serah Terima Barang (BASTB) sebelum disampaikan ke Pusat melalui penyedia barang. 11) Dinas Pertanian Kabupaten/Kota membuat laporan pelaksanaan kegiatan perluasan areal tanam baru (PATB). 10) Dinas Pertanian Provinsi dan Dinas Pertanian Kabupaten/ Kota.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 7) Dinas Pertanian Kabupaten/Kota membuat rekapitulasi penyaluran dan penerimaan paket bantuan dan disampaikan kepada Kepala Dinas Provinsi dan Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi sebagai bahan monitoring dan pelaporan.akabi@gmail. disampaikan ke Dinas Provinsi dan Pusat cq Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi dengan alamat Jl. Raya Ragunan No. 15 Pasar Minggu. 9) Satker Pusat Ditjen Tanaman Pangan cq Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi. Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian 45 . Jakarta Selatan 12520.

penanganan panen dan pasca panen. 6) Rincian langkah-langkah pelaksanaan kegiatan perluasan areal tanam baru (PATB) kedelai dan kegiatan pendukung kegiatan perluasan areal tanam baru (PATB) lainnya yang dalam proses revisi akan dijabarkan dalam buku petunjuk teknis 7) Pendampingan kegiatan perluasan areal tanam baru kedelai oleh petugas lapang (PP. 8) Monev pelaksanaan kegiatan perluasan areal tanam baru (PATB) kedelai oleh petugas lapangan 9) Membuat laporan hasil kegiatan selama pelaksanaan perluasan areal tanam baru (PATB) kedelai. POPT dan PBT).PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 e. 2) Pertanaman diupayakan harus sudah dilaksanakan pada bulan Januari . Teknis pelaksanaan 1) Menyiapkan CPCL. yang ditetapkan melalui Surat Kepala Dinas Kabupaten/Kota disampaikan 46 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian . namun jumlah peserta dapat disesuaikan dengan luas pemilikan lahan serta situasi dan kondisi setempat 5) Kelompok tani wajib mengikuti setiap tahap pertanaman dan mengaplikasikan kombinasi komponen teknologi yang sesuai spesifik lokasi mulai dari pengolahan tanah. RDKK dan RUK ke Provinsi dan ke Pusat. budidaya.September untuk kontribusi produksi 2013 3) Melakukan sosialisasi pelaksanaan perluasan areal tanam baru (PATB) kedelai 4) Peserta tiap unit perluasan areal tanam baru kedelai idealnya terdiri dari 15-25 petani yang berasal dari kelompoktani yang sama.

Dibentuk tim pembina tingkat Pusat. Bimbingan. pengembangan model PTT kedelai dan perluasan areal tanam baru (PATB) kedelai di Provinsi dan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian 47 . Sedangkan tim pelaksana tingkat Kabupaten/Kota dan tim teknis tingkat kabupaten/kota ditetapkan dengan Surat Keputusan Bupati/ Walikota/ Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota. supervisi dan pembinaan pelaksanaan SL-PTT kedelai. pembinaan dan pendampingan yang dilaksanakan meliputi: a) Pelaksanaan bimbingan. Tim pembina tingkat Pusat. Tim pembina tingkat Provinsi dan tim teknis tingkat Provinsi ditetapkan dengan Surat Keputusan Gubernur/Kepala Dinas Pertanian Provinsi yang bersangkutan. pengembangan model PTT kedelai dan perluasan areal tanam baru (PATB) kedelai di Pos Simpul Koordinasi (POSKO) mulai dari tingkat Desa. 3. Provinsi. agar pelaksanaan SL-PTT. Kabupaten/Kota sampai tingkat Provinsi.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 B. Kabupaten. tim pelaksana dan tim teknis tingkat Kabupaten/ Kota. pengembangan model PTT kedelai dan perluasan areal tanam baru (PATB) kedelai terkoordinasi dan terpadu mulai dari kelompoktani. b) Pusat melakukan koordinasi. Tim pembina dan tim teknis tingkat Provinsi serta tim pelaksana dan tim teknis tingkat Kabupaten/Kota melaksanakan kegiatan koordinasi pelaksanaan SL-PTT. pembinaan dan pendampingan dilakukan secara periodik mulai dari persiapan sampai dengan panen dan berjenjang mulai dari Pusat. 4. Kabupaten/ Kota dan Kecamatan serta Desa. tim pembina dan tim teknis tingkat Provinsi. ditetapkan dengan Surat Keputusan Direktur Jenderal Tanaman Pangan. Tata Hubungan Kerja Operasional 1. Kecamatan. Provinsi sampai ke tingkat pusat. 2.

Pengawalan dan pendampingan dilakukan di 60 % lokasi SL-PTT kedelai. supervisi. pengembangan model PTT kedelai dan perluasan areal tanam baru (PATB) kedelai dalam menerapkan paket teknologi spesifik lokasi dan membantu kelancaran distribusi bantuan SLPTT kedelai. BB Padi. pengembangan model PTT kedelai dan perluasan areal tanam baru (PATB) kedelai setiap bulan atau disesuaikan dengan ketersediaan dana yang ada. Balitkabi. d) Sedangkan Kabupaten/Kota melakukan koordinasi dan pembinaan pelaksanaan SL-PTT kedelai. Balitsereal. dan Lolit Tungro bersama peneliti BPTP. pengembangan model PTT kedelai dan perluasan areal tanam baru (PATB) kedelai tahun 2013 di wilayah yang sudah ditetapkan untuk peneliti lingkup Puslitbangtan di setiap Provinsi dan peneliti BPTP di setiap Kabupaten/Kota 48 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian . c) Provinsi melakukan koordinasi. e) Melakukan pendampingan kelompoktani pelaksana SL-PTT kedelai. pengembangan model PTT kedelai dan perluasan areal tanam baru (PATB) kedelai di Kabupaten/Kota per dua bulan atau disesuaikan dengan ketersediaan dana yang ada. pengembangan model PTT kedelai dan perluasan areal tanam baru (PATB) kedelai di tingkat lapangan/kelompoktani pelaksana SL-PTT kedelai. pengembangan model PTT kedelai dan perluasan areal tanam baru (PATB) kedelai dll f) Pengawalan dan pendampingan oleh peneliti Puslitbangtan.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 Kabupaten sebanyak dua kali dalam setahun atau disesuaikan dengan ketersediaan dana yang ada. pembinaan dan pengawalan pelaksanaan SL-PTT kedelai.

PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 g) Tugas pengawalan / pendampingan SL-PTT. c) memberikan pemecahan masalah pengamanan produksi dan d) menyampaikan laporan hasil pengawalan dan pendampingan kepada Puslitbangtan h) Sedangkan tugas pengawalan SL-PTT. Jadwal dan Mekanisme Pengadaan Barang Jasa 1. b) Introduksi/Uji Adaptasi VUB. b) memonitor perkembangan OPT bersama dengan instansi terkait daerah. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan a. d) memberikan saran pemecahan masalah pengamanan produksi. pemantauan dan pengendalian yang dilaksanakan sejak bulan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian 49 . c) Temu lapang. c) melakukan supervisi penerapan teknologi. pengembangan model PTT kedelai dan perluasan areal tanam baru (PATB) kedelai oleh peneliti Puslitbangtan adalah a) menyediakan benih kedelai untuk uji adaptasi dan demplot PTT di laboratorium lapang. Pengembangan Model PTT Kedelai dan Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) kedelai oleh peneliti BPTP adalah a) melaksanakan demoplot PTT dan superimpose uji adaptasi kedelai. b) melakukan supervisi penerapan teknologi melalui saran kunjungan lapang 3 kali/tahun. e) menyampaikan laporan hasil pengawalan dan pendampingan kepada Kepala BBP2TP i) Bentuk pengawalan dan pendampingan yang dilakukan oleh jajaran peneliti adalah a) Dem farm 3 – 5 Ha (di luar lokasi SL-PTT). SL-PTT Kedelai Pelaksanaan SL-PTT kedelai mulai dari penyusunan Pedoman Teknis sampai dengan laporan akhir pelaksanaan kegiatan. d) Materi teknologi (cetak dan elektronik) dan e) Pelatihan C.

pemantauan dan pengendalian yang dilaksanakan sejak bulan Oktober 2012 sampai dengan Desember 2013 dapat dilihat pada tabel 6 dibawah ini. Tabel 5. pemantauan dan pengendalian 12 b. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan SL-PTT Kedelai Tahun 2013 2012 No 2013 Jan Feb Mart Aprl Mei Juni Juli Agust Sept Okt Nop Des Uraian OktDes 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Pedoman Teknis SL-PTT Penetapan CPCL Penyusunan RUK Melakukan sosialisasi dan koordinasi Menyusun Juklak dan Juknis Transfer dana ke kelompok Melakukan pengawasan pengadaan Pelaksanaan pertanaman Pembinaan/bimbingan kpd Kelompoktani Pertemuan Kelompoktani (6 kali) Monitoring dan evaluasi Menyusun laporan pelaksanaan. 50 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian .PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 Oktober 2012 sampai dengan Desember 2013 dapat dilihat pada tabel 5 dibawah ini. Pengembangan Model PTT Kedelai Pelaksanaan pengembangan model PTT kedelai mulai dari penyusunan pedoman teknis sampai dengan laporan akhir pelaksanaan kegiatan.

pemantauan dan pengendalian 11 c. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan Pengembangan Model PTT Kedelai Tahun 2013 2012 No 2013 Jan Feb Mart Aprl Mei Juni Juli Agust Sept Okt Nop Des Uraian OktDes 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Pedoman Teknis Pengembangan Model PTT Kedelai Penetapan CPCL Penyusunan RUK Melakukan sosialisasi dan koordinasi Menyusun Juklak dan Juknis Transfer dana ke kelompoktani Melakukan pengawasan pengadaan Pelaksanaan pertanaman Pembinaan/bimbingan kpd kelompoktani Monitoring dan evaluasi Menyusun laporan pelaksanaan. Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) Kedelai Pelaksanaan Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) kedelai mulai dari penyusunan RKAKL sampai dengan laporan akhir pelaksanaan kegiatan.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 Tabel 6. yang dilaksanakan sejak bulan Desember 2012 sampai dengan Desember 2013 dapat dilihat pada tabel 7 dibawah ini. Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian 51 .

PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 Tabel 7. SL-PTT Kedelai 1) Bantuan paket SL-PTT berupa BLM di transfer ke kelompoktani 2) Kelompoktani melakukan pengadaan barang sesuai paket yang disediakan 3) Selain bantuan paket. disediakan subsidi benih untuk pelaksanaan SL-PTT 52 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian . DIPA Penyusunan KAK/TOR Adminitrasi Pengadaan Proses Pengadaan Bantuan Penyaluran Bantuan Pelaksanaan pertanaman Pendampingan Monev Pelaporan Jan Feb Mrt Apr Mei Jun Jul Ags Sep Okt Nop Des 5 6 7 8 9 10 2. Mekanisme Pengadaan Barang a. Jadwal Pelaksanaan Kegiatan Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) Kedelai Tahun 2013 No 1 2 3 4 Kegiatan RKAKL Pedum dan Juknis.

PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 4) Mekanisme pengadaan sebagai berikut : b. Pengembangan Model PTT Kedelai 1) Bantuan paket pengembangan model PTT kedelai berupa BLM di transfer ke kelompoktani 2) Kelompoktani melakukan pengadaan barang sesuai paket yang disediakan 3) Mekanisme pengadaan sebagai berikut : Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian 53 .

PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 c. Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) Kedelai 1) Bantuan paket teknologi budidaya kedelai berupa sarana produksi lengkap 2) Proses pengadaan dilakukan oleh Satker Pusat cq Pejabat Pembuat Komitmen Direktorat Budidaya Aneka Kacang dan Umbi 3) Mekanisme pengadaan sebagai berikut : Dinas Provinsi 54 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian .

Pengendalian 1. Dinas Pertanian Provinsi dan Dinas Pertanian Kabupaten/Kota bersama pihak ketiga pengadaan dan penyaluran saprodi (benih. Evaluasi 1. b) tingkat pencapaian sasaran areal dan produksi. Dilaksanakan secara periodik mulai dari persiapan sampai dengan panen Pengendalian meliputi perkembangan pelaksanaan program dan kegiatan pencapaian produksi kedelai tahun 2013 B. Pelaporan meliputi laporan pelaksanaan program. C. d) permasalahan yang ada di tingkat lapang. PENGENDALIAN. pelaksanaan kegiatan. dan Kecamatan secara periodik setiap bulan. c) kenaikan tingkat produktivitas dan produksi. pupuk dll) 2. Dilaksanakan secara periodik mulai dari awal kegiatan sampai akhir kegiatan Evaluasi meliputi a) komponen kegiatan dalam mendukung pencapaian produksi kedelai tahun 2013. 3. EVALUASI DAN PELAPORAN A. Kabupaten/ Kota. 3. pupuk dll).PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 V. 2. Evaluasi dilaksanakan secara berjenjang oleh Pusat. penyampaian Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian 55 . Pengendalian dilaksanakan secara berjenjang oleh Pusat. Pelaporan Kegiatan pelaporan dilaksanakan oleh petugas Provinsi. Dinas Pertanian Provinsi dan Dinas Pertanian Kabupaten/Kota bersama pihak ketiga pengadaan dan penyaluran saprodi (benih. e) kegiatan pendukung lainnya.

tanaman yang terkena OPT. Sasaran tanam. produktivitas dan produksi kedelai tahun 2013 b. panen. Realisasi sasaran tanam. Pelaporan dilakukan secara berjenjang yaitu dari pemandu lapangan ke Kabupaten/Kota dan Provinsi ke pusat. panen. panen. Provinsi dan Kab/Kota merencanakan dan membuat laporan blanko sasaran tanam. produktivitas dan produksi kedelai tahun 2013 Kab/Kota di laporkan ke Provinsi Provinsi mengirim laporan sasaran tanam. Kabupaten/Kota mengirimkan laporan blanko realisasi tanam. Kendala dan permasalahan yang dihadapi ditingkat lapangan a. Provinsi mengirimkan laporan blanko realisasi tanam. produktivitas dan produksi kedelai bulanan tahun 2013 ke Pusat c. Laporan sasaran tanam. panen. panen. produktivitas dan produksi kedelai bulanan tahun 2013 ke Provinsi b. produktivitas dan produksi bulanan a. produktivitas dan produksi kedelai tahun 2013 Kab/Kota di laporkan ke Provinsi dan Pusat setiap bulan sampai akhir tahun 3. Pusat. produktivitas dan produksi bulanan a. c. Dinas Kab/Kota memberikan laporan kendala dan permasalahan kegiatan pengelolaan produksi kedelai di lapangan antara lain meliputi bagaimana ketersediaan benih. Penyampaian laporan realisasi tanam. produktivitas dan produksi kedelai tahun 2013 ke Pusat 2. panen.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 data dan informasi. Pelaksanaan Program 1. panen. banjir maupun kekeringan 56 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian . D. panen.

PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 b. d. e. Dari laporan Kab/Kota yang disampaikan ke dinas Provinsi dan akan di laporkan ke Pusat Laporan kendala dan permasalahan di tingkat lapangan disampaikan ke Pusat setiap bulan Perkembangan serangan OPT dilakukan bulanan. triwulan dan tahunan Dari hasil laporan perkembangan tersebut akan dievaluasi oleh Pusat dan Daerah Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian 57 . c.

Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) Kedelai dan kegiatan pendukung lainnya tahun anggaran 2013 di lapangan.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 VI. Pedoman teknis pengelolaan produksi tanaman kedelai ini. pedoman teknis ini akan disesuaikan. PENUTUP Pedoman teknis pengelolaan produksi tanaman kedelai tahun 2013 ini merupakan acuan bagi Dinas Provinsi. pihak ke tiga pengadaan dan penyaluran benih serta pemangku kepentingan lainnya dalam pelaksanaan SL-PTT. Dengan demikian maka diharapkan tujuan dan sasaran peningkatan produksi kedelai dapat dicapai secara optimal. hendaknya dapat ditindaklanjuti menjadi Petunjuk Teknis oleh Dinas Pertanian Provinsi dan Dinas Pertanian Kabupaten/Kota. Dinas Kabupaten/Kota. Pengembangan Model PTT Kedelai. Apabila terdapat kekeliruan atau perubahan kebijakan dalam peraturan yang lebih tinggi. 58 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian .

Di Sulawesi. Lahan yang sesuai untuk tanaman kedelai adalah tidak lahan masam/ pH diatas 5. Kandungan hara tanah (N. Curah hujan 1. P2O5. Di Jawa kedelai ditanam sebagian besar dilahan sawah. Kalimantan dan Sumatera ada juga kedelai ditanam pada lahan pasang surut/lebak yaitu pada musim kemarau. Sampai saat ini penyebaran kedelai di Indonesia masih terluas di pulau Jawa. Mg) yang cocok atau sesuai adalah tinggi sampai sedang. Ca.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 BUDIDAYA TANAMAN KEDELAI A. K2O.000 – 2.500 mm/tahun dan temperatur 20 – 35 C untuk lebih jelasnya adapun kriteria kesesuaian lahan agroklimat untuk tanaman kedelai seperti pada tabel 8 berikut. tekstur lempung dan kandungan bahan organik tinggi sampai sedang. Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian 59 . Kesesuaian Agroklimat Di Indonesia kedelai ditanam pada lahan sawah (setelah panen padi) dan pada lahan kering (terutama pada lahan kering yang tidak masam).0/.

Lempung berliat .Lempung .5 >7. Iklim Tanaman kedelai merupakan tanaman daerah subtropis yang dapat beradaptasi baik didaerah tropis.500-2. Mg Kejenuhan AI (%) >50 Tinggi-sedang 5.Sangat cepat .Liat berpasir Agak sesuai 36-38 18-19 2.dpl) Sumber: Badan Litbang Kementan RI B. antara garis lintang 0°-52°. Kriteria kesesuaian Agroklimat untuk Tanaman Kedelai No.000 10 11 12 Topografi Naungan Evelasi (m.Lempung liat berdebu Baik.8 Sedang Sedang Sedang Sedang 10-15 <15% <15% 1-100 800-1.500 250-300 4 x pengairan .Liat berdebu Kurang sesuai >38 <18 >3.0 Rendah Rendah Rendah Rendah >20 >50% >30% >1. sedang Sesuai 29-35 20-25 1.9 Tinggi-sedang Tinggi Tinggi Tinggi <10 Datar Tanpa 100-800 30-45 sedang 5.500 300-400 5-6 x pengairan .000-1.000-1.Sangat cepat 15-25 Agak rendah 4.Pasir berlempung . Syarat Tumbuh Tanaman Kedelai 1.500 700-1. Suhu optimal 25°-30°C dengan penyinaran penuh minimal 10 jam 60 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian .Lempung berdebu .Lambat .500 <200 1 x pengairan .000 200-250 2-3 x pengairan .500-3.0 Agak rendah Agak rendah Agak rendah Agak rendah 15-20 16-50% 16-30% 1.Sangat lambat <15 Rendah <4. Dapat tumbuh baik.200 6 7 8 9 Kedalaman lapisan olah (cm) Bahan organik tanah Kemasaman tanah (pH) N tanah P2O5 tersedia K2O tersedia Ca. Faktor Agroklimat Suhu rata-rata (°C) Curah hujan (mm/h) Curah hujan selama musim tanam kedelai (mm/3bulan) Ketersediaan irigasi pada musim kemarau Tekstur tanah Sangat sesuai 25-28 1.8-6.Pasir .5-5. dengan curah hujan diatas 500 mm/tahun.0-5.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 Tabel 8.Liat padat 1 2 3 4 5 Drainase tanah Agak lambat .Kerikil .200 .Lempung berpasir .

Pada penanaman yang tidak serempak tanaman yang lebih dahulu dipanen akan merupakan sumber penularan hama. tetapi air tanah masih cukup tersedia. Kecuali untuk tanah PMK (podzolik merah kuning) dan tanah-tanah yang banyak mengandung pasir Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian 61 . pertumbuhan mulai terhambat dan umur tambah panjang namun masih berproduksi baik pada ketinggian 110 mdpl. Agar tidak terjadi akumulasi hama disuatu daerah. Terlalu banyak hujan pada saat menjelang panen pun kurang menguntungkan. musim tanam yang sesuai adalah awal musim penghujan. Tanah Kedelai dapat tumbuh baik pada berbagai jenis tanah.kelembaban rata-rata 65%. dengan maksud untuk membatasi penyebaran hama. sebaiknya penanaman kedelai dirotasikan dengan tanaman lain. Waktu tanam yang tepat sangat berbeda untuk satu daerah dengan daerah lainnya. karena akan mengakibatkan turunnya kwalitas hasil.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 perhari. sebaiknya kedelai ditanam pada bulan-bulan yang agak kering. Tetapi pada umumnya pada tanah tegalan yang drainasenya baik. Penanaman pada ketinggian lebih dari 750m dpl. apalagi sering tergenang air tidak baik untuk pertumbuhan kedelai. 2. Air diperlukan sejak pertumbuhan awal sampai pada periode pengisian polong. asalkan drainase dan aerasi tanah cukup baik. Dianjurkan menanam secara serempak untuk daerah-daerah yang berdekatan. Pada tanah yang terlalu becek. Untuk memperoleh pertumbuhan yang optimal.

penyemprotan pestisida (sesuai keperluan). di daerah-daerah yang belum pernah ditanam kedelai perlu diinokulasi dengan bakteri Rhizobium.5 pada umumnya dapat menaikkan hasil.0 tetapi pada pH 4. Pemberian kapur 1-2. pengolahan/penyiapan lahan. kedelai ditanam setelah panen padi (pola tanam padi-padi-kedelai atau padi-kedelai-palawija lain/sayuran). dan pemupukan susulan menjelang berbunga). pemupukan dasar (saat tanam. pH tanah yang cocok untuk kedelai adalah sekitar 5. Untuk memperbesar peluang keberhasilan.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 kwarsa pertumbuhannya kurang baik. 3. bertanam. Sekarang ini telah direkomendasikan Badan Litbang Deptan adalah inokulasi Rhizoplus. kecuali bila diberikan pupuk organik.5 pun kedelai masih dapat menghasilkan. Pada lahan sawah.5 ton/ha pada tanah dengan pH dibawah 5.8-7. Teknologi Pra dan Pasca Panen Teknologi pra dan pasca panen telah tersedia baik di wilayah sentra produksi maupun di wilayah pengembangan produksi kedelai. Pada lahan kering ditanam setelah panen padi gogo atau jagung atau tanaman lainnya (pola tanam: padi/jagung-kedelai-palawija lain/sayuran/berra atau padi-palawija lain-kedelai dan sebagainya). Dan telah ada pula produk-produk hayati baru yaitu: Bio P 2000 Z yang berdasarkan hasil-hasil demonstrasi di beberapa lokasi dapat meningkatkan produksi secara nyata. Budidaya kedelai meliputi penggunaan benih bermutu tinggi. pembumbunan (saat penyiangan pertama). Hal ini karena teknik penanganan pra dan pasca panen kedelai telah disebarkan ke seluruh pelosok Indonesia melalui Instansi/Lembaga 62 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian . penyiangan dua kali (sesuai keperluan). panen. penjemuran dan perontokan. dan kapur pertanian untuk tanah PMK dalam jumlah cukup.

Pada lahan tegal tanah diolah hingga gembur (olah tanah sempurna). benih ditugal. Penyiapan Lahan Penyiapan lahan sawah tanah tidak perlu diolah. jumlah benih 2-3 biji/lubang. Sistem pengadaan benih dapat pula dengan pola JABALSIM (jalinan benih antara lapang dan antar musim). Varietas sedang (81-90 hari) dan varietas (di atas 90 hari). Benih Varietas yang ditanam dapat dipilih varietas yang unggul di lokasi tersebut. untuk mencegah hama lalat kacang. Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian 63 . Penutupan mulsa jerami 5 ton/ha untuk mencegah lalat bibit dan sebagai pupuk. penanaman optimal 7 hari setelah panen padi sawah. Varietas berumur genjah (70-80 hari) sangat cocok untuk meningkatkan indeks pertanaman menjadi IP-300. b.000 butir) dan 80 kg/ha untuk biji besar (± 600. Jumlah lubang 250. Inokulasi dengan PMMG Rhizoplus dosis 150 gr/ha atau dengan Bio P 2000 Z.50 kg/ha biji kecil (± 600. Perlakuan benih dengan seed treatment antara lain dengan 10 gram Marshal/kg benih. c. Kebutuhan benih sekitar 40 . cukup dibersihkan dan dibuat saluran drainase atau selokan dengan jarak 3 meter khususnya untuk menghindari genangan air.000 butir).000/ha.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 Pertanian dan pada tingkat lapang oleh Penyuluh Pertanian. jarak tanam 40x10 cm atau 20x20 cm. Tanam Pada lahan sawah. Adapun teknologi pra dan pasca panen sebagai berikut: a. dibuat bedengan 2-3 meter atau teras dengan batas pematang.000 tanaman/ha. populasi optimal 450.

Untuk lahan kering perlu diberi pupuk kandang 3-5 ton/ha dan pada lahan kering bereaksi masam perlu diberi kapur pertanian 0.5-2. Penyiangan Penyiangan harus dilakukan seawal mungkin. Pertama ± 3 minggu setelah tanam. maka pemberian PMMG Rhizoplus dengan dosis 150 gr/ha dapat menghemat penggunaan pupuk N maupun fosfat yaitu: tanpa pemupukan N dan penghematan 50% pupuk fosfat. sedangkan KCL diberikan sesuai anjuran daerah setempat. f. pada daerah yang 64 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian . dan kedua ± 6 minggu setelah tanam. Pupuk phosfat alam dianjurkan di lahan sawah bukaan baru dengan dosis anjuran 500 kg/ha.5 ton/ha agar memperoleh hasil maksimal. Tanah grumosol perlu dipupuk 50 kg urea + 75 kg TSP + 75 kg KCL/ha.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 d. agar gulma tidak menyaingi pertumbuhan kedelai. Tanah hidromorf seperti pantai utara Jawa Barat perlu dipupuk 100 kg urea + 75-100 kg TSP + 100 kg KCL/ha. waktu aplikasi adalah pada saat pemupukan dasar. diberikan dengan cara larikan pada saat pemupukan dasar. Saat ini sudah berkembang penggunaan pupuk hayati/ Rhizobium (dosis 200 gr/ha) dengan menggunakan bermacammacam merk dagang dari produsen BUMN/ swasta. Anjuran pupuk lainnya Pupuk fused Magnesium Phosfat (FMP) untuk kedelai dianjurkan dosis 100 kg/ha. Akan tetapi dengan adanya teknologi hemat biaya PMMG (pupuk mikroba multiguna) Rhizoplus hasil penelitian Tim Penelitian Balitbio. Pemupukan Tanah sawah yang subur cukup diberikan 50 kg urea/ha saat tanam sebagai pemicu awal pertumbuhan. e.

Kekeringan pada saat-saat tersebut dapat mengakibatkan merosotnya produksi. Jika tidak dapat dengan cara leb maka dilahan kering dilakukan penyiraman jika diperlukan. Nilai ambang ekonomi beberapa hama adalah. lalat kacang: 2% serangan atau terdapat 1 lalat dewasa per 5 meter baris tanaman.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 sukar tenaga kerja dapat digunakan herbisida pra tumbuh. Penyakit karat yang mulai menyerang pada umur 70 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian 65 . perusak polong: 2% serangan. h. Pengendalian penyakit dilakukan bila tanaman pada umur sekitar 30 hari terdapat gejala karat daun dan perlu disemprotkan dengan fungisida. terutama pada awal pertumbuhan vegetatif. yaitu menurut intensitas serangan atau populasi hama berdasarkan hasil pengamatan atau apabila telah mencapai ambang ekonomi. Pengendalian hama dan penyakit Aplikasi insektisida yang efektif disesuaikan dengan keperluan. perusak daun: 12. Apabila tenaga pengamat hama belum memadai. khususnya pada periode menjelang berbunga sampai pengisian polong. saat pertumbuhan polong dan saat pengisian biji. pengamatan hama dapat dilakukan pada periode kritis (7. Pengairan Perlu diusahakan kelembaban tanah setara dengan kapasitas lapang. g.5% kerusakan oleh berbagai ulat atau ditemukan 2-5 ekor ulat muda per tanaman. Tanaman perlu diairi (di leb) 1 kali dalam 2 minggu mulai saat pertumbuhan hingga pembungaan dan pembentukan polong. 45 dan 60 hari). baru dilakukan penyemprotan dengan insektisida. dengan cara mengamati kerusakan polong tanaman (10-20 rumpun). 20.

Biji kedelai yang telah kering 66 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian .PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 hari atau lebih tidak perlu dikendalikan. Teknologi pasca panen Umur kedelai berkisar antara 72-90 hari tergantung varietasnya. Setelah pembijian dilakukan lagi pengeringan sampai kadar air 14%. Hasil pemotongan dikumpulkan secara teratur dan dipisahkan bila tingkat kematangannya berbeda. Pada musim hujan pengeringan harus dibantu dengan peralatan dryer. i. Penggunaan Alsintan Penggunaan alsintan akan mempercepat pekerjaan pra dan pasca panen. Pengeringan dilakukan sampai kadar air 17%. Jika belum dijual/digunakan. j. maka dilakukan penyimpanan dengan kedap udara. Dryer dan Tresher untuk membantu kegiatan pengeringan dan perontokan kedelai. karena tidak berpengaruh pada hasil. Traktor digunakan untuk mempercepat pengolahan tanah. Secara visual saat panen ditandai dengan daun berwarna kuning coklat kehitaman dan rontok. Tanaman diupayakan tidak tercabut agar bintil akar Rhizobium tetap dalam tanah sebagai pupuk. Pengumpulan dilakukan dengan baik sehingga tidak ada yang tercecer. Pengeringan brangkasan untuk memudahkan perontokan/ pembijian dilakukan dengan sinar matahari atau pengeringan buatan jika musim hujan. pada kondisi normal kadar air berkisar 20-24%. Pompa air aksial dan centrifugal akan membantu pengairan tanaman 1 kali dalam 2 minggu. Cara panen adalah memotong batang menggunakan sabit bergerigi. batang telah kering serta polong berwarna coklat dan pecah.

a. Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian 67 . Berdasarkan umurnya varietas kedelai dibagi ke dalam 3 jenis yaitu varietas berumur genjah (<80 hari). untuk mendukung produksi kedelai. Varietas Kedelai Sampai dengan tahun 2009 telah dilepas sebanyak ± 80 varietas kedelai. Pemilihan varietas kedelai disesuaikan dengan lokasi (spesifik lokasi). disarankan agar menggunakan varietas unggul yang bermutu. umur sedang (80-89 hari) dan umur dalam (>90 hari). Daftar nama –nama varietas kedelai yang sudah dirilis sampai dengan tahun 2009 disajikan pada tabel 9 berikut. Untuk mendapatkan hasil yang tinggi. sedangkan berdasarkan warna bijinya kedelai dibagi menjadi biji kuning dan biji hitam. Varietas Kedelai yang Telah Direalease Varietas kedelai yang telah di realease oleh Pemerintah sebanyak 80.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 (kadar air 9-14%) disimpan dalam kaleng yang dilapisi dengan bahan-bahan yang dapat menyerap air/kelembaban (antara lain bubuk arang). 4.

03 2.4 Na 35.1 10.9-2 1.3 6.87 1.5 1.5-2.6-2. Umur Sedang (81-89 hari) 68 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian .0-1.05 42.04 1.0 1.5 2.0 1.25 44.22 1.8-15.2 2.0 1.5-2.5-2.8 17.0 1.6 34.13 38.5 1.5 1.0-1.8 37 31.3-2.2 1.2-2.5-2.3-1.5-2.8 8 8 12 12-14 g 12.5 1.3 1.25-2.4 2.1-2.5 8 9. KEDELAI KUNING A.8 10.0 2.6 11 7.5 1.5 1.5 1 1.32 39 34 46 44 41.2-2.9-2 1.2-2.73 39 41 37.0 2.13 2.5-3.5 12 10 16 18 11.5 2.5 1.04 1.87-44.0 1.0-1.5 10.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 Tabel 9 .4 33 38.5 1.54 37 38.52 37 31.5 12-16 g 8 10.7 1.5 1.68 10.0-1.0 11 12.16-2.5-2.2 1.5 2.5-2.5 10 9 13 10 14 9 10 8 11 10 12 10 20 16 75-80 60-85 75-80 76 78 75 83 80 80 74 78 70 79 86 88 78-80 73-77 80 73 76 80-85 >85 85 80-85 85-90 80-90 88 87 85 88 85 87 86 85 84 85 85-90 88 82 85 92 81 87 88 85 85 86 85 87 85 84 70 75 79 75 83 85 34.0 1.6 38.78-42. Umur Genjah (≤ 80 hari) 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 Taichung Shakti Sumbing Lokon Guntur Tidar Muria Petek Lumajang Bewok Dieng Tengger Malabar Lawu Sindoro Kawi Leuser Meratus Baluran Gepak Kuning Gepak Ijo Tk 5 Ringgit Merapi Davros Orba Galunggung Wilis Kerinci Raung Rinjani Tambora Jayawijaya Lampobatang Krakatau Tampomas Singgalang Kipas Putih Pangrango Argomulyo Bromo Manglayang Burangrang Slamet Sinabung Kaba Anjasmoro Mahameru Tanggamus Sibayak Menyapa Lawit Malabar Meratus Baluran Grobogan Ijen Panderman 1935 1938 1965 1974 1981 1983 1985 1986 1989 1989 1989 1989 1992 1992 1992 1992 1995 1998 1998 1999 1999 1995 2001 2001 2001 2001 2001 2001 2001 2001 1992 1998 2002 2008 2003 2003 1982 1982 1987 1987 1989 1989 1991 1991 1992 1991 1995 1998 1998 1998 2002 2008 2008 1.3 16.4 37 42 39 37 39 39 38 36 34 34 35 39 39.03 2.5 44.8 2.45 1.5 1.0 1.37 14.7 1.4 2.5 10.1-2.5-2.02-2.5 12 11 12 10.5-2.6 9-10 g 15-17 8. Daftar Nama Varietas Kedelai Berdasarkan Umur dan Warna Biji Varietas 1.5 1.0-2.5 1.41 1.8 1.5 38-40 Tahun Dilepas Hasil (ton/Ha) Bobot 100 biji (g) Umur Panen (hari) Nilai Protein (%) B.27 41.0 1.5 2.4-2.16 2.5 9.5-17.0-1.5 37 39.4 21 12.5-2.78 34.5-2.0 1.7-2.0-1.5 44.5 1.2-2.6 7 12.3 37 35-36 38.5 1.2 18-19 10.2-2.0 1.5 1.0 1.

KEDELAI HITAM Ket: Biji besar (berat 100 biji≥15 g).4-2. biji sedang (berat 100 biji 10-15 g).2 2.0 1-4.1 3.2 1.8 7-8 g 7-8 g 7 13 10 12 11.5-3.1 2.5-2.2 1. Ditjen Tanaman Pangan bahwa secara nasional penggunaan Varietas Produksi Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian 69 .8 13. 29 Dempo Merabu Kipas Putih Nanti Merubetiri Arjasari Cikuray Mallika Detam-1 Detam-2 2005 2005 2004 2004 2004 2008 2008 1918 1919 1924 1984 1986 1992 2001 2002 2005 1992 2007 2008 2008 2. Umur Dalam (≥90 hari) 2.0-1.5 15.5 13-14 19.24 2.9 2.2 1.5 15 12 12.5 3. biji kecil (berat 100 biji <10 g) b. Penyebaran Varietas Kedelai Varietas benih tanaman pangan termasuk kedelai dibagi menjadi 3 kategori yaitu : 1) Varietas Produksi Tinggi (VPT) dengan produktivitas per hektar diatas 2 ton (≥20 ku/ha) 2) Varietas Produksi Sedang (VPS) dengan produktivitas per hektar 1-2 ton (10-20 ku/ha) 3) Varietas Produksi Rendah (VPR) dengan produktivitas dibawah 1 ton per hektar (≤10 ku/ha) Berdasarkan data penyebaran varietas dari Direktorat Perbenihan.5 10.8 38-40 C.7 40 43 41 45 35 42.5 81 84 93 90 85 85-90 82-90 90-100 90-110 90-110 90 90 90 90 95 98-100 85 85-90 84 82 35 36.8 9.1 1.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 Lanjuatan Tabel 9 Tahun Dilepas Hasil (ton/Ha) Bobot 100 biji (g) Umur Panen (hari) Nilai Protein (%) Varietas 1.6 1.2 12 9-10 g 14.6 1.0-1.8 17.5-2. 27 No. Umur Sedang (81-89 hari) 38 39 40 41 42 43 44 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 2 3 4 Gumitir Agopuro Seulawah Ratai Rajabasa Kipas Merah Bireuen Mitani Otau No.5 1.7-2.6 2.5 1.0-1.3 1.5 1.5 2. KEDELAI KUNING B.

Wilis (5.27%).69%).71%). Anjasmoro (15%). Grobogan (3.77%. Baluran (7.47%). Varietas Produksi Sedang (PVS) mencapai 4.67%) dan varietas lokal (4.61%).PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 Tinggi (VPT) kedelai sudah mencapai 84. Varietas kedelai yang banyak digunakan petani antara lain : varietas Dieng (31. Daftar penyebaran varietas kedelai per provinsi seluruh Indonesia tahun 2010 dapat dilihat pada tabel 10 berikut : 70 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian .47%. TK 5 (5.77% dan Varietas Produksi Rendah (VPR) mencapai 10.

848 0.920 300 292 459 15.071 - . 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 II. 5 Wilis VPS Argomulyo Kerinci Kaba Meratus Tanggamus Grobogan VPR Paris Slamet Lain-lain Varietas lokal JUMLAH 7.097 38 2.237 3.184 - .47 300 12 26.416 323 729 623 1.72 1.075 13.77 68.663 3.107 14.250 137 108 40 - .201 59 49 10 311 311 135 135 935 935 .383 171 6.05 .85 0.755 - 217 3.04 3.47 0.1.297 8.140 24.464 5.018 3.246 5.764 2.1.119 294 376 8 - 127 60 9 22 36 44 12 32 2.69 623 1.237 21.43 0.052 7.640 1 14 92 50 42 314 459 1.113 938 4.01 2.920 919 2.917 6.14.215 36 6.505 - .0 1.87 0.698 300 600 9.926 7 1.759 300 62 110 - .394 16.215 .297 8.000 805 23 14 222 184 115 637 158 158 - 54 13.5.337 141 15 .PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 Tabel 10.209 54 - .173 300 5.446 4.85 0.26 1.30 0.00 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian 71 .990 360 3.00 0.741 51 729 1.57 0.143 52.875 107 23.007 165 459.409 237.2.447 25.758 21.149 24.02 0.596 - 33 11.61 0.122 206 14. Penyebaran Varietas Kedelai Tahun 2010 No.250 8.1.155 1.971 38.699 222 574 314 12 3.911 2.241 21.514 101 2.958 243 15.536 0.10 3. 1 2 3 4 5 6 III.043 743 263 2.786 - 347 6.00 5.27 4.018 110 3. VARIETAS NAD Sumut Sumbar Riau Jambi Sumsel Bengkulu Lampung Banten Jawa Jateng DI.455 746 376 22.14 5.144 31 1.054 76 3 - 504 10.22 0.180 858 828 762 349 413 54 54 4.345 - 15 3.446 4.607 1.183 105 387 195 7 102 14 416 21 21 - 106 2.67 .057 173 155 827 29 8 7 500 174 109 180 180 154 70 1 83 1 1 11 11 199 78 7 85 29 62 62 261 352 218 389.15 0.352 - 48.127 1.827 2.84 0.350 7 62 13.6.693 7 290 23 182 3 11.090 205 8.717 5 38 2.09 0.853 5.408 - 71 30 41 25 25 26 23 3 - 173 1.089 10.699 31.30 3.97 7.478 84 4.478 - 5 2.098 16.236 35 33 254 254 21 74 246 45 45 94 104 11 9 867 1.001 9.054 5.995 32.09 0.556 4.6.781 205 76 3.474 34.988 75 846 206 - 3 10.452 - .564 2.07 0.77 0.47 5.08 0.173 407 677 413 1.173 93 1.081 1.381 1.522 8.003 3.34 0.280 250.4.71 4.063 2.578 3.433 152 152 142 142 1.510 100.145.71 4 131 83 134 40 95 1.621 - 72 1.709 1. 1 2 3 4 VPT Anjasmoro Bungrangrang Bromo Baluran Davros Dieng Galunggung Guntur Ijen Kipas Putih Kipas Ungu Lokon Lompo Mas Lumajang Bewok Muria Mahameru Malabar Nanti Orba Rinjani Ringgit Sumbing Semeru Sinambung Tampomas Tidar Tk. Barat Yogya Jawa Timur Kalbar Kalsel Kaltim Bali NTB NTT Sulut Sulteng Sulsel Sultera Maluku Papua Gorontalo Jumlah % I.237 347 4.903 6.1.056 2.881 15.2.447 25.870 529 57 10 241 221 41 1.07 0.140 891 2.406 4.90 0.253 19.511 84.145.191 2.06 0.422 10 4 152 1 1 31 31 - 48.215 7.526 4.447 .

23 16.43 13.508 2.036 970.250 3.405 13.60 16.42 11.000 23.500 6.948 2.100 7.000 Produktivitas (Ku/Ha) 15.80 14.748 43.822 2.751 1.322 3.464 7.566 5.000 12.794 8.50 12. Produktivitas dan Produksi Kedelai Tahun 2013 per Provinsi 2013 NO.60 14.739 19.462 378.75 11.42 15.190 15.035 98.164 7.350 66.872 2.000 3.966 7.750 6.038 14.600 11.313 20.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 Lampiran 1 Sasaran Luas Tanam.308 9. Luas Panen.500 Luas Panen (Ha) 62.73 13.95 13.000 3.231 1.700 15.500 6.472 10.000 3.018.500 19.20 13.204 31.500 33.035 384.04 16.500.000 3.35 16.257 12.950 3.943 21.346 19.90 15.250 3.740 3.736 185.000 4.094 25.40 13.188 5.637 8.246 137.500 1.615 6.700 94.10 13. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 ACEH SUMUT SUMBAR RIAU KEPRI JAMBI SUMSEL BABEL BENGKULU LAMPUNG DKI JAKARTA JABAR BANTEN JATENG DI YOGYA JATIM BALI NTB NTT KALBAR KALTENG KALSEL KALTIM SULUT GORONTALO SULTENG SULSEL SULAWESI BARAT SULTRA MALUKU MALUKU UTARA PAPUA PAPUA BARAT INDONESIA PROVINSI Luas Tanam (Ha) 65.186 15.94 13.500 2.700 9.950 10.000 6.592 3.173 88.580 632.15 12.100 38.625 6.473 9.088 1.28 15.26 16.600 123.448 14.904 12.800 4.460 6.255 8.98 14.46 Produksi (ton) 95.839 1.285 31.410 6.000 72 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian .297 5.00 11.135 46.86 15.818 69.397 3.29 12.975 19.835 16.000 19.40 13.39 13.800 5.719 3.40 16.967 6.399 2.952 115.891 69.71 16.48 12.

650 7.000 2.000 1.750 2.500 4.450 300 200 150 100 300 300 1.500 4.500 LL 3.000 65.000 58.000 7.000 2.000 4.500 5.800 4.000 1.750 6.000 25.500 118.000 3.000 7.000 26.000 1.000 9.500 2.000 15.200 4.450 24.000 75.000 14.050 2.000 15.000 22.500 394.500 135.000 124.000 42.250 3.500 3.800 36.000 12.850 800 150 400 700 700 500 400 2.000 11.000 5.500 4. KEDELAI MODEL PERLUASAN AREAL TANAM BARU*) 21.500 4.000 5.250 683.300 4.500 2.500 4.000 500 66.500 3.600 2.050 JUMLAH 28.500 6250 9.000 PENGEMB.000 60.000 5.500 1.500 17.000 1. PROVINSI PERTUMBUHAN SLPTT PENINGKATAN IP LL 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 ACEH SUMUT SUMABR RIAU JAMBI SUMSEL BENGKULU LAMPUNG JABAR JATENG DI YOGYAKARTA JATIM KALBAR KALTENG KALSEL KALTIM SULUT SULTENG SULSEL SULTRA BALI NTB NTT MALUKU PAPUA BANTEN GORONTALO PAPUA BARAT SULBAR TOTAL 50 100 150 100 300 50 100 50 400 1.500 1.000 2.350 900 2.400 250 400 6.500 2.600 54.000 15.350 1.000 3.000 1.500 4.000 2.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 Lampiran 2 Rincian Kegiatan Pengembangan Kedelai Tahun 2013 yang Dibiayai APBN per Provinsi SLPTT NO.000 41.000 3.000 144.000 13.000 60.000 16.300 2.000 26.000 3.000 3.950 355.500 455.000 40.000 1.000 110.00 8.500 2.700 JUMLAH 500 1.000 1.500 4.000 3.350 900 2.000 2.000 47.000 7.800 1.500 1.000 169.000 9.300 6.000 2.000 3.500 1.000 1.500 1.000 2.000 3.000 10.000 19.700 12.250 900 4.500 1.000 500 1.000 1.000 1.000 2.600 1.700 2.000 4.700 12.200 1.000 7.500 5.250 3.500 8000 1.700 1.700 450 900 450 3.000 400 150 200 500 250 100 550 39.600 19.300 SL 450 900 1.250 33.000 500 4.050 SL 25.500 1.250 10.000 PENGEMBANGAN PEMANTAPAN JUMLAH SLPTT 29.500 3.000 4.050 2.250 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian 73 .300 112.000 15.000 10.350 3.500 1.500 27.000 2.600 11.600 6.500 2.500 15.000 3.000 5.000 5.000 9.000 TOTAL SLPTT PENINGKATAN PRODUKTIVITAS LL 2.500 28.000 5.

000 7. Indragiri Hilir Kab. Tapanuli Selatan Kab. Batu Bara SUMBAR Kab. Pesisir Selatan Kab. Batanghari Kab.000 500 500 2. Bungo Kab.500 500 500 500 4. Muaro Jambi Kab. Aceh Utara Kab. Padang lawas Kota Binjai Kab.000 3.000 500 500 2.000 7.500 11.000 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 1. Bener Meriah Kab. Tebo 500 500 SL Hektar 28.000 1. Langkat Kab. Labuhan Batu Kab.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 Lampiran 3 Rincian SL-PTT Kedelai Tahun 2013 Per Kabupaten KAWASAN PERTUMBUHAN NO. Jabung Timur Kab. Rokan Hilir Kab.000 500 2.500 500 500 500 1. Pasaman Kab. Rokan Hulu JAMBI Kab.500 1.000 500 500 1.000 500 500 500 1.500 1. Aceh Pidie Kab. Serdang Bedagai Kab.500 11.000 PENGEMBANGAN PEMANTAPAN JUMLAH 74 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian . Aceh Besar Kab. Nias Selatan Kab Padang Lawas Utara Kab. Mandailing Natal Kab.000 2.500 500 500 500 4. Deli Serdang Kab.500 500 2. Aceh Timur Kab. Bireuen Kab. Merangin Kab.500 500 500 500 1. Aceh Jaya Kab.500 1.000 1. Labuhan Batu Utara Kab. Tanjung Jabung Barat Kab. Kerinci Kab. Aceh Tamiang Kab. Kampar Kab.000 1.000 1.000 500 500 500 1. Simalungun Kab.000 SL Hektar 29.000 1. Pidie Jaya SUMUT Kab. Asahan Kab. Aceh Barat Daya Kab.000 1.000 500 500 2. Tj.500 6.500 6. Sarolangun Kab.000 8.500 1.000 8. Pasaman Barat RIAU Kab.000 500 500 1.500 500 500 2. PROV/KAB SL Hektar 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 2 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 3 1 2 3 4 1 2 3 4 5 1 2 3 4 5 6 7 8 9 ACEH Kab.000 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 1.

PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 Lanjutan .000 2. Lampung Tengah Kab. Kepahiang Kab Bengkulu Tengah LAMPUNG Kab.500 500 2.000 500 500 1.000 500 5. OKU Timur Kab. Kaur Kab.000 1. Lahat Kab.000 3..000 1.000 500 500 500 1. Musi Banyuasin Kab. Subang Kab.000 1. Kuningan Kab.000 500 500 3.000 500 500 26. Ogan Komering Ilir Kab..000 3.000 4.000 2.000 3.000 2. Musi Rawas Kab.000 1. Mesuji JABAR Kab.000 1. Way Kanan Kab.000 1.000 3. KAWASAN PERTUMBUHAN NO.500 500 2.500 2.000 500 5.500 500 500 1. Bandung Barat 500 500 1. Tanggamus Kab.000 1. Garut Kab.000 2. Sukabumi Kab.000 SL Hektar 7. Indramayu Kab.000 1. Karawang Kab. Muara Enim Kab.000 500 500 500 1.000 3. Sumedang Kab. Majalengka Kab. Cianjur Kab. Rejang Lebong Kab.000 1.000 7.000 2. PROV/KAB SL Hektar 6 1 2 3 4 5 6 7 7 1 2 3 4 5 6 8 1 2 3 4 5 9 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 SUMSEL Kab. Lampung Timur Kab.500 6.000 500 500 22. Ciamis Kab.000 4.000 4. Muko-muko Kab. OKU Selatan BENGKULU Kab.000 1.000 500 500 1.000 500 500 PENGEMBANGAN PEMANTAPAN JUMLAH Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian 75 .000 500 1.500 500 500 1.000 500 1.000 SL Hektar 7. Seluma Kab. Tasikmalaya Kota Banjar Kab.

000 10.500 SL Hektar 40.500 500 2.000 2.500 1.000 1.000 5. Sragen Kab. KAWASAN PERTUMBUHAN NO.000 5. PROV/KAB SL Hektar 10 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 11 1 2 3 4 JATENG Kab.000 4.000 4. Kulon Progo Kab.500 6..500 22.000 500 2. Boyolali Kab. Purworejo Kab. Cilacap Kab.500 4. Rembang Kab.000 7. Brebes Kab. Blora Kab.000 4.000 28.. Kendal Kab.500 23.000 500 6. Grobogan Kab.000 27.000 2. Sleman 1.000 2.000 2.000 500 PENGEMBANGAN PEMANTAPAN JUMLAH 76 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian . Tegal Kab.000 500 SL Hektar 16.000 1. Bantul Kab.000 2. Gunung Kidul Kab.500 500 3. Wonogiri DI YOGYAKARTA Kab. Banjarnegara Kab.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 Lanjutan .000 3.000 2.000 2.000 1.000 1.000 2.000 4.500 500 2.000 500 500 500 1. Kebumen Kab.000 10.000 500 500 6.000 58. Demak Kab.000 500 5.000 2.000 2. Sukoharjo Kab.000 2. Pati Kab. Banyumas Kab. Semarang Kab. Klaten Kab.

500 11.000 2.500 10.000 500 2. Nganjuk Kab.000 3. Ngawi Kab.500 3.500 2.500 500 500 500 PENGEMBANGAN PEMANTAPAN JUMLAH Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian 77 .000 10.000 500 500 500 500 1. Tanah Laut 500 500 500 500 500 500 500 500 3. Bangkalan Kab.000 7.000 6.500 3.500 11.000 SL Hektar 124.000 3.000 10. Blitar Kab. Trenggalek Kab. KAWASAN PERTUMBUHAN NO..500 11. Magetan Kab. Kayong Utara KALTENG Kab.000 2. Tuban Kab.000 1. Sidoarjo Kab. Pasuruan Kab.500 4.500 11. Bojonegoro Kab.000 1.500 500 5.500 1.000 500 500 500 500 1.000 14.000 11.000 3.000 4. Pacitan Kab. Sambas Kab. Tulungagung KALBAR Kab.000 500 10. Jombang Kab.500 4.000 15.000 5.500 3. Jember Kab.000 7.000 500 5.000 144.000 1.500 4.000 7.500 8.000 15..000 2. Tabalong Kab. Lamongan Kab. Madiun Kab.000 6.000 500 10.000 2.500 8. Lamandau Kab.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 Lanjutan . Mojokerto Kab. PROV/KAB SL Hektar 12 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 13 1 2 14 1 2 3 4 15 1 2 3 JATIM Kab. Sumenep Kab. Lumajang Kab. Ponorogo Kab. Barito Utara Kab. Banyuwangi Kab.500 4.500 500 500 500 SL Hektar 17. Gresik Kab.500 3.000 15.500 4. Sampang Kab. Kota Baru Kab. Pulang Pisau KALSEL Kab.500 500 2. Kapuas Kab.

000 SL Hektar 1.000 500 500 2. Tojo Una-Una SULSEL Kab. Soppeng Kab.000 500 500 4. Maros Kab.500 500 500 500 500 500 PENGEMBANGAN PEMANTAPAN JUMLAH 78 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian .000 3..000 500 2.000 1. Banggai Kab. Kutai Barat SULUT Kab.000 3..000 7. Minahasa Kab. Bone Kab. PROV/KAB SL Hektar 16 1 2 17 1 2 3 4 5 18 1 2 3 4 19 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 20 1 2 3 4 5 KALTIM Kab. Buton Kab. Konawe Kab. Gowa Kab. Morowali Kab. Buton Utara 500 500 1.500 500 1.000 500 1. KAWASAN PERTUMBUHAN NO.000 500 500 500 500 3.000 500 1. Tana Toraja Kab. Kep.500 500 1. Takalar Kab.000 500 14.000 2. Parigi Moutong Kab. Bolmang Timur SULTENG Kab.000 500 500 3. Minahasa Utara Kab.000 1.000 500 1.500 500 2.000 500 1.000 500 500 500 500 3. Jeneponto Kab.000 1. Kolaka Kab.000 1. Bolaang Mangondow Kab.000 500 2. Luwu Utara Kab.000 500 500 3.500 500 500 4.500 500 500 500 500 500 11.000 2. Wajo Kab.000 500 26.000 SL Hektar 1.000 500 1. Pinrang Kab.000 7. Enrekang Kab. Konawe Selatan Kab. Talaud Kab.000 1.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 Lanjutan . Pangkep Kab. Berau Kab. Luwu Timur SULTRA Kab. Luwu Kab. Sidenreng Rappang Kab.

000 2. KAWASAN PERTUMBUHAN NO. Manggarai Barat MALUKU Kab.000 500 6.500 14. Lombok Tengah Kab. Ngada Kab.500 500 500 500 2.000 1.. Kupang Kab. Klungkung Kab.500 500 SL Hektar 4.000 12.500 500 500 1.000 2.000 500 500 500 500 5.000 1. Keerom BANTEN Kab.500 500 500 500 2. Dompu Kab. Nabire Kab. Manggarai Kab.000 12.000 1.000 60.000 1. Bima Kab. Badung Kab.500 500 PENGEMBANGAN PEMANTAPAN JUMLAH Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian 79 . Timor Tengah Selatan Kab. PROV/KAB SL Hektar 21 1 2 3 4 22 1 2 3 4 5 6 7 8 9 23 1 2 3 4 5 6 7 24 1 2 3 25 1 2 3 4 26 1 2 3 BALI Kab. Sumba Barat Kab.000 1.000 60. Jayapura Kab. Serang 500 500 SL Hektar 4.000 1. Lombok Barat Kab. Lebak Kab.000 1. Sumbawa Kota Bima Kab.000 1. Jembrana Kab.500 23. Pulau Buru PAPUA Kab.000 2. Maluku Tengah Kab.000 500 500 500 500 500 1.000 1.500 4.000 500 1. MTB Kab.000 500 500 1. Pandeglang Kab. Rote-Ndao Kab.000 500 500 500 500 5..000 500 500 500 500 500 1.000 1. Sumbawa Barat Kota Mataram * NTT Kab.000 500 1.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 Lanjutan .000 2.500 23.500 4.000 14. Lombok Timur Kab.000 500 7. Merauke Kab. Tabanan NTB Kab.

500 500 2.000 500 500 9.500 500 2.000 500 500 5.500 2. Teluk Bintuni SULBAR Kab. Manokwari Kab.000 394. Mamuju Utara Kab. Mamuju Kab.000 1.000 1.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 Lanjutan .500 SL Hektar 2.500 47.. PROV/KAB SL Hektar 27 1 2 28 1 2 29 1 2 3 4 TOTAL GORONTALO Kab.500 2.000 2.000 PENGEMBANGAN PEMANTAPAN JUMLAH 80 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian .000 1.000 1.500 4. Pohuwato PAPUA BARAT Kab.000 1. Polewali Mandar 1.. Gorontalo Kab.000 2.000 455.000 4. Mamasa Kab.000 SL Hektar 2.000 13.000 1.500 1. KAWASAN PERTUMBUHAN NO.

000 8. Simalungun Kab. Aceh Barat Daya Kab. Pesisir Selatan 27 Kab. Asahan Kab. Tapanuli Selatan Kab.500 500 500 500 1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 2 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 3 ACEH Kab.000 1.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 Lampiran 4 Pembagian Lokasi SL-PTT Berdasarkan Bantuan Benih Subsidi SLPTT RENCANA LOKASI YANG MENGGUNAKAN BENIH SWADAYA PENGEMBANGAN PEMANTAPAN JUMLAH 5. Aceh Jaya Kab. Langkat Kab.500 6. Padang lawas Kota Binjai Kab. Pasaman 26 Kab. Pasaman Barat - - - - Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian 81 .500 500 500 500 5.500 500 2. Aceh Tamiang Kab. Bireuen Kab.000 8.000 500 500 2.500 1.000 3. Aceh Timur Kab. Aceh Utara Kab.500 1. Serdang Bedagai Kab.500 500 500 500 1. Labuhan Batu Kab. Aceh Pidie Kab.000 1.000 500 2. Bener Meriah Kab.000 500 500 2. Batu Bara 500 500 23. Pidie Jaya SUMUT Kab.500 500 500 500 1.000 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 1.500 6. Mandailing Natal Kab.500 500 500 500 24.500 1.500 6.000 - NO PROVINSI RENCANA LOKASI YANG MENDAPAT SUBSIDI BENIH PERTUMBUHAN PENGEMBANGAN JUMLAH JUMLAH SLPTT 29.000 - - - SUMBAR 25 Kab.000 5. Nias Selatan Kab Padang Lawas Utara Kab. Labuhan Batu Utara Kab.000 1.000 2.500 500 500 2.000 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 1.000 500 2.000 500 500 500 500 500 500 500 500 500 500 1.500 6.500 6. Aceh Besar Kab.500 500 500 500 1.500 11.000 8. Deli Serdang Kab.000 5.000 3.

Lampung Timur Kab.000 500 4.000 1. Indragiri Hilir Kab. Ogan Komering Ilir Kab.000 500 500 - - - 82 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian ..000 3.000 1.000 500 500 1.000 1.000 500 500 500 1.500 1.000 500 500 500 1.000 1. Tj. Muara Enim Kab.000 7.000 500 500 500 1. Musi Banyuasin Kab. Musi Rawas Kab.000 7. Batanghari Kab. Tebo SUMSEL Kab. Sarolangun Kab. Way Kanan Kab.000 500 1.000 1.000 500 500 2. Tanjung Jabung Barat Kab.000 1.000 1. Jabung Timur Kab.000 1.000 500 500 500 1.500 1. Rejang Lebong Kab. Kaur Kab. Muaro Jambi Kab.500 500 500 1.000 500 500 2. Seluma Kab. Kampar Kab.000 500 5. Merangin Kab.000 500 1. Bungo Kab.000 4. OKU Selatan BENGKULU Kab. Tanggamus Kab. OKU Timur Kab.000 7. Muko-muko Kab. Lahat Kab.000 500 1. Bengkulu Selatan LAMPUNG Kab. Kerinci Kab.. Kepahiang Kab Bengkulu Tengah Kab. SLPTT RENCANA LOKASI YANG MENGGUNAKAN BENIH SWADAYA PENGEMBANGAN PEMANTAPAN JUMLAH - NO PROVINSI RENCANA LOKASI YANG MENDAPAT SUBSIDI BENIH PERTUMBUHAN PENGEMBANGAN JUMLAH JUMLAH SLPTT 4.500 1.000 500 500 - - - - - - - - 500 - - - 500 4.000 500 500 1.000 1.000 7. Rokan Hilir Kab.000 1.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 Lanjutan .000 1.000 500 500 4 28 29 30 31 5 32 33 34 35 36 37 38 39 40 6 41 42 43 44 45 46 47 7 48 49 50 51 52 53 54 8 55 56 57 58 59 RIAU Kab.000 3. Rokan Hulu JAMBI Kab.000 500 500 500 1.500 1.000 1.000 500 4.000 500 5.000 1.000 1.500 500 500 1.000 1.000 1.000 500 500 1.000 500 500 2.500 500 500 1.000 500 5.000 7.000 7.000 1.000 1.000 1.000 500 500 500 1.500 1. Mesuji - 4.000 3. Lampung Tengah Kab.

500 5.500 4. Kulon Progo Kab. Karawang Kab.000 5.500 500 1.000 500 500 1.000 2..000 1. Tegal Kab.000 5.000 - 16.500 500 5.500 4. Sukabumi Kab.000 500 500 58.000 1.500 3. Banjarnegara Kab.500 500 3.000 2.000 4.000 1.500 500 2. Kuningan Kab. Banyumas Kab. Bandung Barat JATENG Kab. Demak Kab. Gunung Kidul Kab. Brebes Kab.000 27. Cianjur Kab.500 1.500 22.000 500 500 14.000 - NO PROVINSI RENCANA LOKASI YANG MENDAPAT SUBSIDI BENIH PERTUMBUHAN PENGEMBANGAN JUMLAH JUMLAH SLPTT 26.000 2.000 2.000 500 2.000 3. Sukoharjo Kab.000 4.500 3.000 2. Tasikmalaya Kota Banjar Kab.000 2.000 500 5. Pati Kab.000 1. Sleman 1.000 2.000 1.000 21.000 5. Semarang Kab.500 500 2.000 4.000 500 1.000 2.000 5.000 2. Wonogiri DI YOGYAKARTA Kab.000 500 500 1. Majalengka Kab. Bantul Kab.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 Lanjutan .000 3.000 3. Ciamis Kab.000 27.000 500 500 1.500 1. Klaten Kab. Cilacap Kab.000 2. Grobogan Kab. Sragen Kab. Blora Kab.500 500 3.000 JUMLAH 10. Garut Kab.000 10.000 27.000 2.000 500 9 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 10 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 11 92 93 94 95 JABAR Kab. Indramayu Kab.000 500 500 37.000 500 5.000 7. Boyolali Kab.000 500 500 500 5.000 500 2.000 2.000 4.000 500 500 1. Kebumen Kab. Rembang Kab.000 1.000 2.000 500 15.000 2.000 4. Sumedang Kab..000 2.000 3.000 1.000 2.000 10.000 4.000 1.000 5.000 2.000 2.000 500 500 35.500 2.500 22.000 1.500 22.000 2.000 1.000 7.000 - - Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian 83 .000 10. Kendal Kab.500 500 1.500 6.000 500 500 1.000 2.000 2.000 2. Purworejo Kab.000 500 6.000 2. Subang Kab. SLPTT RENCANA LOKASI YANG MENGGUNAKAN BENIH SWADAYA PENGEMBANGAN PEMANTAPAN 7.500 500 2.500 3.000 2.000 7.000 1.

000 2.500 3. Jombang Kab. Bojonegoro Kab. Trenggalek Kab.500 11..000 500 5. Kapuas Kab. Nganjuk Kab.000 1.000 10.500 1.500 2. Gresik Kab.000 500 10.000 2.000 1.500 11.500 3.500 11. Lumajang Kab.000 7.500 8.000 KALBAR 119 Kab.500 11. Sidoarjo Kab. Lamongan Kab.000 11.000 500 2.000 500 2. Pulang Pisau 500 500 - 14 121 122 123 124 - - - - 84 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian .500 500 2. Barito Utara Kab.000 6.000 6.500 11.000 3. Blitar Kab. SLPTT RENCANA LOKASI YANG MENGGUNAKAN BENIH SWADAYA PENGEMBANGAN PEMANTAPAN JUMLAH 10. Tuban Kab. Madiun Kab. Sumenep Kab. Banyuwangi Kab.000 - NO PROVINSI RENCANA LOKASI YANG MENDAPAT SUBSIDI BENIH PERTUMBUHAN PENGEMBANGAN JUMLAH JUMLAH SLPTT 144. Bangkalan Kab.000 17.000 1. Sambas 120 Kab.000 1.000 7.500 3.000 2. Pasuruan Kab.000 7.000 6.000 15.500 4. Ngawi Kab.500 4.500 8. Kayong Utara KALTENG Kab. Tulungagung 3.000 2.000 3.000 2.000 500 5.000 5.000 15.000 500 500 500 500 117.000 3.500 3.500 500 5. Pacitan Kab. Lamandau Kab.000 500 5.500 4.000 10.000 10.000 500 500 500 500 12 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 13 JATIM Kab. Ponorogo Kab.500 3.000 5.500 10.000 500 500 500 500 500 500 114. Sampang Kab.500 8. Jember Kab.500 4.000 3.000 27.000 500 5.000 11.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 Lanjutan .000 7.000 2.500 4.500 3.500 4.000 5.. Magetan Kab.000 7. Mojokerto Kab.000 4.000 15.500 3.500 11.000 500 500 500 500 5.000 10.000 10.000 14.000 1.500 4.000 5.500 4.

Berau 129 Kab.000 500 1.000 7. Talaud Kab.000 3.000 1. Parigi Moutong Kab. Tanah Laut KALTIM 128 Kab. Pangkep Kab.000 1. Pinrang Kab. Konawe Selatan Kab.000 500 500 3.500 500 500 500 1. Gowa Kab.500 500 2.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 Lanjutan .000 500 15.000 500 2. Morowali Kab.000 3.000 500 1.000 7.000 500 1. Kolaka Kab.500 500 500 500 500 500 1.000 500 2.500 500 500 4.000 500 1.000 1. Sidenreng Rappang Kab.000 500 500 3.000 1. Banggai Kab.500 500 500 500 500 500 SLPTT RENCANA LOKASI YANG MENGGUNAKAN BENIH SWADAYA PENGEMBANGAN PEMANTAPAN JUMLAH - NO PROVINSI JUMLAH SLPTT 1.000 500 1. Jeneponto Kab.000 500 500 500 500 3.000 500 500 4. Luwu Timur SULTRA Kab.000 1.500 500 500 500 1.500 500 500 500 1.000 2. Tojo Una-Una SULSEL Kab.000 2.000 500 14. Tabalong 127 Kab. Kota Baru 126 Kab. Minahasa Kab. Tana Toraja Kab.500 500 1. Bone Kab. Enrekang Kab.500 500 1. Bolaang Mangondow Kab.000 500 500 500 500 3.000 1. Luwu Kab.. Luwu Utara Kab.000 1.000 500 1. Takalar Kab.500 500 1.000 2. Soppeng Kab. Buton Utara 1. Kutai Barat SULUT Kab. Kep. Wajo Kab.000 - 11.000 - - - Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian 85 .000 500 500 2. Konawe Kab. RENCANA LOKASI YANG MENDAPAT SUBSIDI BENIH PERTUMBUHAN PENGEMBANGAN JUMLAH 15 KALSEL 125 Kab.000 500 1.500 500 500 4. Buton Kab. Maros Kab..000 500 500 3.000 500 500 2. Bolmang Timur SULTENG Kab.000 1.000 3.000 7.000 500 500 500 500 3.000 2. Minahasa Utara Kab.500 500 500 500 500 500 16 - - - 17 130 131 132 133 134 18 135 136 137 138 19 139 140 141 142 143 144 145 146 147 148 149 150 151 152 153 20 154 155 156 157 158 - - - - - - - 500 500 11.500 500 1.000 500 26.

Lombok Timur Kab.000 1. Klungkung Kab.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 Lanjutan .000 2.500 500 2.000 455.500 500 2.000 1.500 4. MTB 180 Kab.000 1.000 500 1.000 - 5.000 1.500 500 2. Merauke Kab. Sumbawa Barat Kota Mataram * NTT Kab. Keerom - - - 25 182 183 184 185 26 - - - - BANTEN 186 Kab.000 1. Lombok Barat Kab.000 500 500 500 500 500 1. 13.000 55.500 4. Manggarai Barat 500 4.500 500 500 500 2.500 14.500 500 500 500 9.000 1.500 500 500 1.500 18. Gorontalo 190 Kab. Pohuwato PAPUA BARAT 191 Kab. RENCANA LOKASI YANG MENDAPAT SUBSIDI BENIH PERTUMBUHAN PENGEMBANGAN JUMLAH 21 159 160 161 162 22 163 164 165 166 167 168 169 170 171 23 172 173 174 175 176 177 178 24 BALI Kab.000 500 7.500 4.000 2.000 2.000 1.500 2. Tabanan NTB Kab. Kupang Kab.000 1. Dompu Kab. 197 Kab. Serang GORONTALO 189 Kab.000 1.500 18.000 2.000 55. Manokwari 192 Kab. Rote-Ndao Kab.000 362.000 500 500 500 500 5.000 500 500 1.000 - - - 29 Prov.000 500 500 1.000 14. Badung Kab.500 4.500 500 500 500 9.500 2.000 500 500 500 500 500 1.500 4.000 60.500 500 2.000 2.500 23. Lebak 187 Kab.500 1. Teluk Bintuni 193 Kab. Sumbawa Kota Bima Kab.500 47.500 500 500 500 2.000 2.000 500 500 500 500 500 1.000 12. Jembrana Kab. Mamasa Kab.000 2.000 1.000 1. Sumba Barat Kab.000 1.000 1.500 500 500 500 2.000 - - - - MALUKU 179 Kab.500 14.000 1.500 500 2. Pandeglang 188 Kab.000 500 6.000 12.500 500 2. Pulau Buru PAPUA Kab..000 500 500 4.000 1. Polewali Mandar - - - - 27 500 500 4.000 32.000 12.000 SLPTT RENCANA LOKASI YANG MENGGUNAKAN BENIH SWADAYA PENGEMBANGAN PEMANTAPAN JUMLAH - NO PROVINSI JUMLAH SLPTT 4.000 2.000 500 500 500 500 5. Mamuju Kab. Mamuju Utara Kab.000 375.000 1. Maluku Tengah 181 Kab. Bima Kab. Timor Tengah Selatan Kab. Manggarai Kab.000 1.000 1.000 1.000 500 1. Fak-fak SULBAR Kab.000 1.000 1.500 80.000 500 7..000 1.000 86 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian .000 2. Lombok Tengah Kab.000 1. Ngada Kab.000 1. Nabire Kab.000 500 500 500 500 5.000 5.000 - - - 28 - - - 29 194 195 196 197 5.000 500 - 5.000 5.000 500 1.500 2. Jayapura Kab.

000 /Ltr Jumlah (Rp.000 /Paket 125.363 50 330 110 FASILITAS (SL) KAWASAN PERTUMBUHAN KEDELAI DI PULAU JAWA Uraian Pupuk NPK Pestisida Bantuan Sosial TOTAL SAPRODI Pertemuan kelompok TOTAL BANSOS Papan Nama Belanja Barang Non Operaional Lainnya Pendampingan Petugas Pendampingan Aparat 1 Paket 3 Kali 1 Kali Per Kawasan 50 Ha Per Kawasan 100 Ha Per Kawasan 100 Ha 6 Paket 3000 /Ha Volume 150 Kg 2 Liter Harga (Rp/Satuan) 2.345 18 1.300 /Kg 125.000 /Ltr Jumlah (Rp. 000) 345 500 250 250 1.300 /Kg 500 /Kg 250. Kawasan Pertumbuhan FASILITAS (LL) KAWASAN PERTUMBUHAN KEDELAI DI PULAU JAWA Uraian Pupuk NPK Pupuk Organik Pupuk Hayati Bantuan Sosial Pestisida TOTAL SAPRODI Pertemuan kelompok TOTAL BANSOS Papan Nama Belanja Barang Non Operaional Lainnya Pendampingan Petugas Pendampingan Aparat 1 Paket 3 Kali 1 Kali Per Kawasan 50 Ha Per Kawasan 100 Ha Per Kawasan 100 Ha 6 Paket 3000 /Ha Volume 150 Kg 1000 Kg 1 Paket 2 Liter Harga (Rp/Satuan) 2.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 Lampiran 5 Rincian Biaya (Unit Cost) SL-PTT Kedelai Tahun 2013 1. 000) 345 250 595 18 613 50 330 110 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian 87 .

300 /Kg 500 /Kg 125.000 /Paket 500 /Kg 1.113 50 330 110 Volume 150 Kg 1.000 /Ltr Jumlah (Rp.095 18 1.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 Lanjutan Lampiran 5 FASILITAS (LL) KAWASAN PERTUMBUHAN KEDELAI DI LUAR PULAU JAWA Uraian Pupuk NPK Pupuk Hayati (Rhizobium) Pupuk Organik Kapur Pertanian Bantuan Sosial Pestisida TOTAL SAPRODI Pertemuan kelompok TOTAL BANSOS Papan Nama Belanja Barang Non Operaional Lainnya Pendampingan Petugas Pendampingan Aparat 1 Paket 3 Kali 1 Kali Per Kawasan 50 Ha Per Kawasan 100 Ha Per Kawasan 100 Ha 6 Paket 3000 /Ha 2 Ltr 125.000 Kg 500 Kg Harga (Rp/Satuan) 2.300 /Kg 250. 000) 345 250 500 500 FASILITAS (SL) KAWASAN PERTUMBUHAN KEDELAI DI LUAR PULAU JAWA Uraian Pupuk NPK Pupuk Organik Pestisida Bantuan Sosial TOTAL SAPRODI Pertemuan kelompok TOTAL BANSOS Papan Nama Belanja Barang Non Operaional Lainnya Pendampingan Petugas Pendampingan Aparat 1 Paket 3 Kali 1 Kali Per Kawasan 50 Ha Per Kawasan 100 Ha Per Kawasan 100 Ha 6 Paket 3000 /Ha 1. 000) 345 500 250 88 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian .000 Kg 2 Ltr Harga (Rp/Satuan) 2.000 /Ltr 250 1.000 /Kg Jumlah (Rp.845 18 1.863 50 330 110 Volume 150 Kg 1 Paket 1.

.

000 /Kg Jumlah (Rp. 000) 288 250 250 500 1.300 /Kg 125. 000) 230 125 500 90 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian .PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 Lanjutan Lampiran 5 FASILITAS (LL) KAWASAN PENGEMBANGAN KEDELAI DI LUAR PULAU JAWA Uraian Pupuk NPK Pupuk Hayati Pestisida Bantuan Sosial Kapur Pertanian TOTAL SAPRODI Pertemuan kelompok TOTAL BANSOS Papan Nama Belanja Barang Non Operaional Lainnya Pendampingan Petugas Pendampingan Aparat 1 Paket 3 Kali 1 Kali Per Kawasan 50 Ha Per Kawasan 100 Ha Per Kawasan 100 Ha 6 Paket 3000 /Ha Volume 125 Kg 1 Paket 2 Liter 500 Kg Harga (Rp/Satuan) 2.300 /Kg 250.000 Kg Harga (Rp/Satuan) 2.306 50 330 110 FASILITAS (SL) KAWASAN PENGEMBANGAN KEDELAI DI LUAR PULAU JAWA Uraian Pupuk NPK Pestisida Pupuk Organik Bantuan Sosial TOTAL SAPRODI Pertemuan kelompok TOTAL BANSOS Papan Nama Belanja Barang Non Operaional Lainnya Pendampingan Petugas Pendampingan Aparat 1 Paket 3 Kali 1 Kali Per Kawasan 50 Ha Per Kawasan 100 Ha Per Kawasan 100 Ha 6 Paket 3000 /Ha 855 18 873 50 330 110 Volume 100 Kg 1 Ltr 1.000 /Paket 125.000 /Ltr 1.288 18 1.000 /Ltr 500 /Kg Jumlah (Rp.

000 /Ltr Jumlah (Rp.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 Lanjutan Lampiran 5 3. Kawasan Pemantapan Uraian Pestisida TOTAL SAPRODI Bantuan Sosial Pertemuan kelompok TOTAL BANSOS Papan Nama Belanja Barang Non Operaional Lainnya Pendampingan Petugas Pendampingan Aparat 1 Paket 3 Kali 1 Kali Per Kawasan 50 Ha Per Kawasan 100 Ha Per Kawasan 100 Ha 6 Paket 3000 /Ha 18 393 50 330 110 Volume 3 Ltr Harga (Rp/Satuan) 125. 000) 375 375 Keterangan : Pupuk hayati (Rhizobium) dan pembenah tanah (Ca+) dari subsidi yang dibeli petani Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian 91 .

PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013

Lampiran 6 Rincian Pengembangan Kedelai Model Tahun 2013 per Kabupaten
PENGEMBANGAN KEDELAI MODEL NO. 1 1 2 3 2 1 2 3 3 1 2 4 1 5 1 2 3 4 5 6 1 2 3 7 1 2 3 8 1 2 ACEH Kab. Aceh Timur Kab. Bireuen Kab. Aceh Pidie JABAR Kab. Ciamis Kab. Indramayu Kab. Sukabumi JATENG Kab. Grobogan Kab. Wonogiri DI YOGYAKARTA Kab. Gunung Kidul JATIM Kab. Banyuwangi Kab. Bojonegoro Kab. Jember Kab. Lamongan Kab. Pasuruan SULSEL Kab. Bone Kab. Soppeng Kab. Wajo NTB Kab. Bima Kab. Dompu Kab. Lombok Tengah BANTEN Kab. Lebak Kab. Pandeglang 8 Prov, 22 Kab PROPINSI Hektar 15,000 5,000 5,000 5,000 15,000 5,000 5,000 5,000 10,000 5,000 5,000 5,000 5,000 25,000 5,000 5,000 5,000 5,000 5,000 15,000 5,000 5,000 5,000 15,000 5,000 5,000 5,000 10,000 5,000 5,000 110,000

92

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian

PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013

Lampiran 7 Rincian Biaya (Unit Cost) Pengembangan Model PTT Kedelai
No. 1 Benih Pupuk NPK Pupuk Organik Pupuk Hayati Pestisida TOTAL 2 Luar Pulau Jawa Benih Pupuk NPK Pupuk Hayati (Rhizobium) Pupuk Organik Kapur Pertanian Pestisida TOTAL Papan Nama Pendampingan Petugas Pendampingan Aparat 1 Paket 3 Kali 1 Kali Per Kawasan 50 Ha Per Kawasan 100 Ha Per Kawasan 100 Ha 40 Kg 150 Kg 1 Paket 500 Kg 500 Kg 2 Ltr 13,500 /Kg 2,300 /Kg 250,000 /Paket 500 /Ltr 1,000 /Paket 125,000 /Ltr 540 345 250 250 500 250 2,135 50 330 110 Uraian Pulau Jawa 40 Kg 150 Kg 500 Kg 1 Paket 2 Liter 13,500 /Kg 2,300 /Kg 500 /Kg 250,000 /Paket 125,000 /Ltr 540 345 250 250 250 1,635 Volume Harga (Rp/Satuan) Jumlah (Rp. 000)

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian

93

PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013

Lampiran 8 Rincian Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) Kedelai Tahun 2013 per Kabupaten
NO 1 PROVINSI/KAB Aceh 1. Kab. Aceh Timur 2. Kab. Pidie Sumatera Utara 1. Kab.Padang Lawas 2. Kab.Padang Lawas Utara Jambi 1. Kab. Tanjab Timur 2. Kab. Kerinci 3. Kab.Merangin 4. Kab.Sarolangun 5. Kab.Muaro Jambi 6. Kab. Tanjab Barat Sumsel 1. Kab. OKU Timur 2. Kab. Banyuasin 3. Kab. Muba 4. Kab. OKI 5. Kab. Ogan Ilir 6. Kab.Lahat Lampung 1. Kab. Mesuji 2. Kab. Lamp.Teng Riau 1. Kab.Rokan Hulu Jawa Barat 1. Kab.Garut 2. Kab. Cianjur 3. Kab. Ciamis 4. Kab.Sukabumi 5. Kab. Tasikmalaya 6. Kab.Karawang 7. Kab. Bandung 8. Kab. Kuningan 9. Kab. Cirebon 10. Kab. Majalengka 11. Kab. Sumedang 12. Kab. Indramayu 13. Kab. Subang 14. Kab. Bandung Barat 15. Kota Banjar LUAS (HA) 21,000 18,000 3,000 1,000 500 500 3,000 250 1,000 500 500 500 250 12,500 1,500 4,500 3,000 2,500 500 500 2,000 1,000 1,000 1,250 1,250 66,750 4,000 12,000 10,000 12,000 2,000 8,000 500 1,500 500 4,000 1,000 4,750 4,000 2,000 500

2

3

4

5

6 7

94

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian

000 1. Kab. Bangkalan Banten 1. Kab.500 1.000 500 500 500 500 118.250 9 10 11 12 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian 95 .250 2.Sampang 2. 47 Kab 6. Kab. Kab. Kab. Maros 3. Kab. 8 Jawa Timur 1..Lomteng Kalsel 1. Kab. Sinjai 4..HST Sulawesi Selatan 1.PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 Lanjutan . Kab. Pandeglang NTB 1.750 500 500 1.000 500 500 1.000 1. Bulukumba 12 Prov.Bojonegoro 4. Soppeng 2. Bima 2. Kab. Kab. Kab. Banjar 2. Jember 3.000 500 500 2. Kab. Kab.

........... 96 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian ............ Kelompok Tani Nama ........PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 Lampiran 9 DAFTAR CALON PETANI DAN CALON LOKASI PENERIMA BANTUAN BENIH BERSUBSIDI SL-PTT DAN BANSOS SL-PTT TAHUN 2013 Nama Poktan / Gapoktan Jumlah Anggota Kelompok Desa Kecamatan Kabupaten Komoditi NO. 1 2 3 4 5 dst JUMLAH Nama Petani : : : : : : Luas Areal (Ha) Kebutuhan Benih (Kg) Varietas Jadwal Tanam Mengetahui KCD/Penyuluh Nama ................

..... b dan c perlu ditetapkan Kelompoktani Penerima Bantuan kecukupan pangan yang semakin meningkat seiring dengan peningkatan jumlah Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian 97 ... Bahwa pelaksanaan SL-PTT/ pengembangan model PTT/ perluasan areal tanam baru (PATB) kedelai*) untuk peningkatan produksi.. Bahwa ketahanan pangan nasional perlu terus diupayakan melalui peningkatan produksi untuk menjamin penduduk......2013 TENTANG Lampiran 10 KEPALA DINAS PERTANIAN KABUPATEN/KOTA PENETAPAN KELOMPOKTANI PENERIMA DANA BANTUAN SOSIAL (BANSOS) DAN BANTUAN BENIH BERSUBSIDI SL-PTT KEDELAI/ PENGEMBANGAN MODEL PTT/PERLUASAN AREAL TANAM BARU *) TAHUN ANGGARAN 2013 KEPALA DINAS PERTANIAN KABUPATEN/KOTA Menimbang : a... c............. Bahwa sebagaimana dimaksud dalam huruf a.. produktivitas dan pendapatan petani perlu ditetapkan kelompoktani penerima Bansos.. b. Bahwa Peningkatan produksi kedelai tahun 2013 difokuskan pada peningkatan produktivitas melalui penerapan teknologi dalam SL-PTT/Pengembangan Model PTT/Perluasan areal tanam baru (PATB) Kedelai*)........PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 h o t n o C SURAT KEPUTUSAN NOMOR : ....... d...

.... dst Memperhatikan : 1.. Tanggal.... KEDUA : Kelompoktani sebagaimana dimaksud pada Diktum PERTAMA berhak menerima dana bantuan benih bersubsidi SL-PTT ..... Undang – Undang Nomor ...... 2....... tentang ...................... Bulan ................ Surat Keputusan ....... bulan ........... 4..... 2.......................... Tahun .........................PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 SL-PTT/Pengembangan Model PTT/Perluasan areal tanam baru (PATB) Kedelai*) Tahun Anggaran 2013......... tentang .... Tahun ................. Pedoman Teknis Pengelolaan Produksi Kedelai Tahun 2013... DIPA Dinas Pertanian Kabupaten / Kota Nomor .... MEMUTUSKAN Menetapkan PERTAMA : : Penetapan Kelompoktani penerima bantuan SLPTT/ pengembangan model PTT/ perluasan areal tanam baru(PATB) kedelai*) tahun anggaran 2013 sebagaimana tercantum dalam lampiran Keputusan ini.............. Mengingat : 1.........................................**) yang dibiayai dari dana APBN Kementerian Pertanian melalui anggaran tugas pembantuan pada DIPA***) Dinas pertanian Kabupaten / Kota Nomor .. tahun..... Tahun ....................... 3.... Tahun ... Tanggal ............. 98 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian .. tentang ........... Nomor ............... Peraturan Daerah Kabupaten / Kota Nomor .................

..... Kepala Dinas Pertanian Kabupaten / Kota .......................... dst.......... Kementerian Pertanian RI di Jakarta 2.................. Kepala Dinas Pertanian Provinsi di .. Tembusan : 1...... Direktur Jenderal Tanaman Pangan.............................. ...... Pada Tanggal : ........PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 KETIGA : Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam penetapan ini maka akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya... Ditetapkan di :.. untuk pengembangan model PTT dan perluasan areal tanam baru bantuan berupa saprodi ***) disesuaikan dengan sumber bantuan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian 99 ............... NIP........ 3..... *)Coret yang tidak perlu **) Bantuan benih subsidi untuk SL-PTT.... 4.......................... Bupati / Walikota di ........

..Bln .........PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 Lampiran 11 Lampiran Surat Keputusan Kepala Dinas Kabupaten/Kota Penetapan Kelompoktani Penerima Dana Bansos untuk LL dan Dana Pertemuan Kelompok SL-PTT/Pengembangan Model PTT/Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) Kedelai *) Tahun 2013 No. 2013 Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota Nama Nip.... Ket : *) Pilih salah satu 100 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian .... 1 2 3 4 5 dst Nama Poktan/Gapoktan Nama Ketua Alamat Desa Kec Nomor Rekening Jumlah (Rp) Alamat Bank Cabang.. Unit Jumlah Ditetapkan. .

..... Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian 101 .....PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 Lampiran 12 Lampiran Surat Keputusan Kepala Dinas Kabupaten/Kota Penetapan Kelompoktani Penerima Bantuan Benih Subsidi SL-PTT Tahun 2013 Kabupaten/Kota : No. 2013 Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota Nama Nip..Bln ...... 1 2 3 4 5 dst Jumlah Nama Poktan/Gapoktan Nama Ketua Alamat Desa Bantuan Benih Jenis Jumlah Ditetapkan.. ..

PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 Lampiran 13 Rencana Usaha Kelompok Pelaksanaan SL-PTT Tahun 2013 Nama Kelompoktani Alamat Kelompoktani Luas Lahan Jumlah Anggota Poktan Rincian Kebutuhan Kel. Komoditi Varietas No 1 2 3 Dst Uraian Kebutuhan : : : : : : : Jenis Volume (Kg) Harga Satuan (Rp) Jumlah (Rp) Mengetahui Penyuluh/Petugas Pertanian Bendahara Kelompok Ketua Kelompok Nama Nama Nama 102 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian .

.....................PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 Lampiran 14 SURAT PERNYATAAN Yang bertandatangan dibawah ini adalah nama : ………………….................... selaku Ketua Kelompoktani . Kabupaten ………………… dengan ini menyatakan bahwa dana yang kami terima akan kami gunakan : a. Untuk pembelian saprodi SL-PTT b.......... Demikian Surat Pernyataan ini kami buat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya ................................. Bersedia dan sanggup untuk melaksanakan penanaman. Kecamatan ……………….....) Ket : *) Coret yang tidak perlu Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian 103 ....000 Ketua Kelompoktani (.... Desa ……………………........) (... 2013 Mengetahui Petugas Lapangan Materai 6... pemeliharaan sampai panen di areal SL-PTT dan sanggup mengembalikan dana apabila tidak sesuai peruntukannya........... ...................

. tahun ……………... yang dilaksanakan oleh PIHAK PERTAMA.. Nama Perusahaan : ………………..…….PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 Lampiran 15 Berita Acara Pemeriksaan Barang Bantuan Paket Teknologi Budidaya Kedelai Kegiatan Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) TA.. Selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA atau YANG MELAKSANAKAN PEKERJAAN/PENGADAAN 2. bulan ……. kami yang bertanda tangan di bawah ini : 1.. tanggal.… tanggal …. 2013. : ………………...…. dengan ini menyatakan bahwa barang tersebut diatas telah sesuai dengan spesifikasi yang diminta dalam Surat Perjanjian Nomor : ……... : ………………. : ………………. seperti daftar terlampir. Selanjutnya disebut PIHAK KEDUA atau YANG MEMERIKSA BARANG/ PIHAK KEDUA telah melakukan pemeriksaan barang berupa sarana produksi lengkap dari bantuan paket teknologi budidaya kedelai kegiatan perluasan areal tanam baru (PATB) TA. 2013. Nama Jabatan Alamat PEKERJAAN : ……………….. 2013 Nomor : Pada hari ini …………. 104 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian . Nama Jabatan : ……………….

...............PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 Demikian Berita Acara Pemeriksaan Barang dibuat dengan sebenarnya untuk dipergunakan sebagaimana mestinya....................) Nip... PIHAK KEDUA Pemeriksa Barang PIHAK KEDUA Pelaksana Kegiatan (..... (...) Mengetahui dan Mengesahkan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota (……………………………...........) Nip.............. Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian 105 .........

Kecamatan ………… Kabupaten ………… Provinsi …………..PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 Lampiran 16 Berita Acara Serah Terima Barang Bantuan Paket Teknologi Budidaya Kedelai Kegiatan Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) TA.. di Desa …………. dan nomor …………….. tanggal ……… maka pihak PERTAMA menyerahkan kepada pihak KEDUA bantuan paket teknologi budidaya kedelai sebagai berikut : Jenis Barang Volume Keterangan 106 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian . Yang selanjutnya disebut sebagai pihak KEDUA Sesuai dengan Perjanjian nomor ………….……. : ……………….... 2013 Nomor : Pada hari ini …………. : ………………..… tanggal …. kami yang bertanda tangan di bawah ini : 1. Jabatan Kelompoktani Alamat Nama : ………………… : ………………… : ………………… : ………………. Yang selanjutnya disebut sebagai pihak PERTAMA 2. Nama Jabatan Alamat : ……………….

......PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 Demikian Berita Acara Serah Terima Bantuan Paket Teknologi Budidaya Kedelai ini dibuat ..................... Mengetahui. Petugas Penyuluh Pertanian/KCD (……………………………...... kemudian agar dipergunakan sebagaimana mestinya.. Yang Menerima Pihak KEDUA/Ketua Kelompoktani Yang Menyerahkan Pihak PERTAMA (.....) Nip............) (........... Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian 107 ..) Nip................

sebagai berikut : Jenis Barang Kecamatan Jumlah Desa Jumlah kelompok tani Volume Ket. : ……………….. tanggal ……… maka pihak PERTAMA menyerahkan Bantuan Paket Teknologi Budidaya Kedelai APBN TA. Nama Jabatan Alamat : ………………… : ………………… : ……………….PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 Lampiran 17 Rekapitulasi Berita Acara Serah Terima Barang Bantuan Paket Teknologi Budidaya Kedelai Kegiatan Perluasan Areal Tanam Baru (PATB) TA.. 108 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian . Yang selanjutnya disebut sebagai pihak PERTAMA 2... Nama Jabatan Alamat : ……………….. di ………………. Kabupaten ………… Provinsi …………. : ………………. Yang selanjutnya disebut sebagai pihak KEDUA Sesuai dengan Perjanjian nomor ………….……. dan nomor ……………. 2013 Nomor : Pada hari ini ………….. 2013 kepada kelompok tani di wilayah pihak KEDUA.… tanggal …. kami yang bertanda tangan di bawah ini : 1..

......... Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian 109 ....PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 Demikian Berita Acara Serah Terima Bantuan Paket Teknologi Budidaya Kedelai APBN TA....................) Nip..) Nip................... PIHAK KEDUA Kepala Dinas Pertanian Kab/ Kota PIHAK PERTAMA Pelaksana Pengadaan dan Penyaluran Bantuan Paket Teknologi Budidaya Kedelai (. 2013 ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya...... Mengetahui dan Mengesahkan Kepala Dinas Pertanian Provinsi (…………………………….......) (.............

... HASIL Lokasi SL-PTT/Model/PATB*) LL Sekitar SL-PTT/Model/PATB*) Sebelum SL-PTT/Model/PATB*) .......... 4.. ...... Teknologi PTT : 1). 1............ Ket : *) Coret yang tidak perlu 110 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian ... Kecamatan 6... Komp. dst. 3.... Desa 5.......... kg kg III.. Kabupaten : : : : : : II..... Varietas : 3..PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 Lampiran 18 LAPORAN KELOMPOKTANI PELAKSANA SL-PTT/PENGEMBANGAN MODEL PTT/PERLUASAN AREAL TANAM BARU (PATB) KEDELAI*) I.. No. TEKNOLOGI 1.... Jumlah Anggota 3.... Provitas (ku/ha) Produksi (ton) Pemandu Lapangan / Penyuluh / KCD ... Perlakuan benih : 3).... Benih Unggul Bermutu : 2)..... 2... LOKASI 1. Nama Kelompoktani 2... Luas Areal 4.... Komoditi : 2......

PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 Lampiran 19 MEKANISME PENCAIRAN DANA BANTUAN SL-PTT POLA BANTUAN LANGSUNG MASYARAKAT (BLM) TA. 2013 Pembentukan Tim Teknis Kab/Kota Menyusun Juknis dan Kriteria Seleksi CP/CL KPA/PPK SPP-LS Seleksi Tahap-I Administrasi SPM-LS KPPN Seleksi Tahap-II Penilaian Proposal/Usulan Kelompoktani Forum Musyawarah & Berita Acara CP/CL Penetapan Kelompoktani Menyusun RUK didampingi PPL & diveriikasi Tim Teknis Kab/Kota SP2D Kelompok Sasaran Bank Terdekat Membuka Rekening di Bank Pencarian dana dari Rekining Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian 111 .

. ............ 1 2 3 4 5 6 dst Nama Anggota Yang Diterima (Rp) Tanda Tangan Mengetahui.. PPL/KCD/Petugas Pertanian Kabupaten/Kota Nama Nip.. 2013 Ketua Kelompoktani Nama 112 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian .....PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 Lampiran 20 BERITA ACARA PENERIMAAN DANA BANTUAN SL-PTT/Pengembangan Model PTT TAHUN 2013 Nama Kelompok Alamat Kecamatan Desa : : : : Jumlah Dana No......

PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013

Lampiran 21 BLANKO LAPORAN BULANAN KECAMATAN REALISASI SL-PTT/Pengembangan Model PTT/PATB KEDELAI*) TAHUN 2013 Kecamatan Bulan : :
Realisasi Tanam Unit (Ha) (%) Panen (Ha) Realisasi Provitas (ku/ha) Produksi (ton)

Jumlah No Desa 1 2 3 4 5 dst Poktan

Sasaran Unit (Ha)

Jumlah SL-PTT (Unit)

Dilaksanan MH 12/13 (Ha)

Ket.

Jumlah

.......................... 2013 Petugas Penyuluh Pertanian / Kepala Cabang Dinas Pertanian

Nama : .......................................... Nip : .........................................

*) Coret yang tidak perlu

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian

113

PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013

Lampiran 22 BLANKO LAPORAN BULANAN KABUPATEN REALISASI SL-PTT/PENGEMBANGAN MODEL PTT KEDELAI*) TAHUN 2013 Kabupaten Bulan
Jumlah No Kecamatan Desa 1 2 3 4 5 Jumlah Poktan Unit (Ha)

: :
Luas Areal Pengajuan ke Bank Proses (Ha) Cair (Ha) Realisasi Tanam Unit (Ha) (%) Luas (Ha) Realisasi Panen Provitas (ku/ha) Produksi (ton)

SK Penetapan CPCL (Ha)

Dilaksanakan MH 12/13 (Ha)

Ket.

.......................... 2013 Tim Teknis Tingkat Kabupaten / Kota / Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kota

Nama : .......................................... Nip : .........................................

*) Coret yang tidak perlu

114

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian

PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013

Lampiran 23 BLANKO LAPORAN BULANAN KABUPATEN REALISASI PERLUASAN AREAL TANAM BARU KEDELAI TAHUN 2013 Kabupaten Bulan
Jumlah No Kecamatan Desa 1 2 3 4 5 Jumlah Poktan

: :
Luas Areal (Ha) SK Penetapan CPCL (Ha) Realisasi Tanam Unit (Ha) (%) Panen (Ha) Realisasi Provitas (ku/ha) Produksi (ton) Dilaksanakan MH 12/13 (Ha)

Keterangan

.......................... 2013 Tim Teknis Tingkat Kabupaten/Kota/ Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota Nama ................................... Nip ............................................

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian

115

.............. 1 2 3 4 5 dst Jumlah Desa Poktan Unit Ha : : Luas Areal SK Penetapan CPCL (Ha) Pengajuan ke Proses (Ha) Cair (Ha) Realisasi Tanam Unit Ha % Panen (Ha) Realisasi Provitas (ku/ha) Produksi (ton) Dilaksanakan MH 12/13 Keterangan .................PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 Lampiran 24 BLANKO LAPORAN BULANAN PROVINSI REALISASI SL-PTT/PENGEMBANGAN MODEL PTT KEDELAI TAHUN 2013 Provinsi Bulan Jumlah No Kabupaten Kec........ 2013 Tim Teknis Tingkat Provinsi Kepala Dinas Pertanian Provinsi Nama .......................... *) Coret yang tidak perlu 116 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian ........................... Nip ...............

................................PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 Lampiran 25 BLANKO LAPORAN BULANAN PROVINSI REALISASI PERLUASAN AREAL TANAM BARU KEDELAI TAHUN 2013 Kabupaten Bulan Jumlah No Kecamatan Desa 1 2 3 4 5 Jumlah Poktan : : Luas Areal (Ha) SK Penetapan CPCL (Ha) Realisasi Tanam Unit (Ha) (%) Panen (Ha) Realisasi Provitas (ku/ha) Produksi (ton) Dilaksanakan MH 12/13 (Ha) Keterangan ............................... Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian 117 ............ 2013 Tim Teknis Tingkat Provinsi Kepala Dinas Pertanian Provinsi Nama ..... Nip ..........................

. 118 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian ........................................................... Nip .............. 2013 Tim Teknis Tingkat Provinsi Kepala Dinas Pertanian Provinsi Nama ..............................PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 Lampiran 26 BLANKO LAPORAN AKHIR PROVINSI REALISASI SL-PTT KEDELAI TAHUN 2013 Provinsi Bulan Target No Kabupaten Unit 1 2 3 4 5 Jumlah Luas Area (Ha) : : SK Penetapan CPCL (Ha) Realisasi Tanam Unit (Ha) (%) Bulan Tanam Panen (Ha) Realisasi Panan Provitas (ku/ha) Produksi (ton) Provitas dalam LL (ku/Ha) Provitas Sebelum SL (ku/Ha) Provitas Non SL pada MT yang sama (ku/Ha) Tidak Dilaksanan (Ha) Ket.. .

...... *) Coret yang tidak perlu Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian 119 .................................................................. Nip ....PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 Lampiran 27 BLANKO LAPORAN AKHIR PROVINSI REALISASI PENGEMBANGAN MODEL PTT/PATB KEDELAI*) TAHUN 2013 Provinsi Bulan Target No Kabupaten Unit 1 2 3 4 5 Jumlah Luas Area (Ha) : : SK Penetapan CPCL (Ha) Realisasi Tanam Unit (Ha) (%) Bulan Tanam Panen (Ha) Realisasi Panan Provitas (ku/ha) Produksi (ton) Tidak Dilaksanan (Ha) Keterangan ........................... 2013 Tim Teknis Tingkat Provinsi Kepala Dinas Pertanian Provinsi Nama ...

........... Kabupaten / Kota Pengembangan Budidaya Kedelai Sasaran (Ha) Jadwal Tanam GP3K Sasaran (Ha) Jadwal Tanam Sasaran (Ha) IP Jadwal Tanam Lahan Perkebunan Sasaran (Ha) Jadwal Tanam Lahan Tidur/Rawa Sasaran (Ha) Jadwal Tanam Pengembangan Tumapangsari Sasaran (Ha) Jadwal Tanam Swadaya Jumlah Sasaran (Ha) Jadwal Tanam ............ 2013 Kepala Dinas Pertanian Provinsi ( ............................ ) Nip 120 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian .........PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 Lampiran 28 LAPORAN AWAL PENGELOLAAN PRODUKSI TANAMAN KEDELAI TAHUN 2013 Provinsi : Kegiatan No...............

.......... .................................... LAPORAN BULANAN PENGELOLAAN PRODUKSI TANAMAN KEDELAI TAHUN 2013 Provinsi : Kegiatan Kabupaten / Kota Pengembangan Budidaya Kedelai Sasaran (Ha) Realisasi tanam (Ha) GP3K Sasaran (Ha) Realisasi tanam (Ha) Sasaran (Ha) IP Realisasi tanam (Ha) Lahan Perkebunan Sasaran (Ha) Realisasi tanam (Ha) Lahan Tidur/Rawa Sasaran (Ha) Realisasi tanam (Ha) Pengembangan Sasaran (Ha) Realisasi tanam (Ha) Swadaya Sasaran (Ha) Realisasi tanam (Ha) Jumlah No......PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 Lampiran 29 BULAN : ................. ) Nip Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian 121 ............... 2013 Kepala Dinas Pertanian Provinsi ( ....

...... Kab/ Kota Pengembangan Budidaya Kedelai Tanam Panen (Ha) (Ha) Prov (Ku/ Ha) GP3K IP Lahan Perkebunan Lahan Tidur/Rawa Prov (Ku/ Ha) Pengembangan Tumpangsari Swadaya Jumlah Prov Prov Prod Tanam Panen Prov Prod Tanam Panen (Ku/ Prod Tanam Panen (Ku/ Prod Tanam Panen (Ton) (Ha) (Ha) Ha) (Ton) (Ha) (Ha) (Ton) (Ha) (Ha) (Ku/Ha) (Ton) (Ha) (Ha) Ha) Prov Prov Prod Tanam Panen (Ku/ Prod Tanam Panen (Ku/ Prod (Ton) (Ton) (Ha) (Ha) (Ton) (Ha) (Ha) Ha) Ha) ...................................................PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN PRODUKSI KEDELAI 2013 Lampiran 30 LAPORAN AKHIR PENGELOLAAN PRODUKSI TANAMAN KEDELAI TAHUN 2013 Provinsi : Kegiatan No........... ) Nip 122 Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian ...... 2013 Kepala Dinas Pertanian Provinsi ( .

Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian 2013 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful