P. 1
LP DM

LP DM

|Views: 4|Likes:
Published by Iman Firmansyah

More info:

Published by: Iman Firmansyah on Jul 10, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/23/2014

pdf

text

original

Laporan Pendahuluan Diabetes Mellitus

1. Pengertian diabetes mellitus Diabetes mellitus adalah penyakit kronis yang kompleks yang mengakibatkan gangguan metabolisme karbohidrat, protein, lemak dan berkembang menjadi komplikasi makrovaskuler, mikrovaskuler dan neurologis. (Barbara C. Long) Diabetes mellitus adalah suatu penyakit kronis yang menimbulkan gangguan multi sistem dan mempunyai karakteristik hyperglikemia yang disebabkan defisiensi insulin atau kerja insulin yang tidak adekuat. (Brunner dan Sudart) Diabetes mellitus adalah keadaan hyperglikemia kronis yang disebabkan oleh faktor lingkungan dan keturunan secara bersama-sama, mempunyai karakteristik hyperglikemia kronis tidak dapat disembuhkan tetapi dapat dikontrol (WHO). Diabetes mellitus adalah kumpulan gejala yang timbul pada seseorang akibat peningkatan kadar glukosa darah yang disebabkan oleh kekurangan insulin baik absolut maupun relatif (Suyono, 2002). 2. Etiologi Etiologi dari diabetes mellitus tipe II sampai saat ini masih belum diketahui dengan pasti dari studi-studi eksperimental dan klinis kita mengetahui bahwa diabetes mellitus adalah merupakan suatu sindrom yang menyebabkan kelainan yang berbeda-beda dengan lebih satu penyebab yang mendasarinya. Menurut banyak ahli beberapa faktor yang sering dianggap penyebab yaitu a. Faktor genetik Riwayat keluarga dengan diabetes : Pincus dan White berpendapat perbandingan keluarga yang menderita diabetes mellitus dengan kesehatan keluarga sehat, ternyata angka kesakitan keluarga yang menderita diabetes mellitus mencapai 8, 33 % dan 5, 33 % bila dibandingkan dengan keluarga sehat yang memperlihatkan angka hanya 1, 96 %. b. Faktor non genetik 1) Infeksi Virus dianggap sebagai “trigger” pada mereka yang sudah mempunyai predisposisi genetic terhadap diabetes mellitus. 2) Nutrisi a) Obesitas dianggap menyebabkan resistensi terhadap insulin. b) Malnutrisi protein c) Alkohol, dianggap menambah resiko terjadinya pankreatitis.

3) Stres
1

b. luka bakar dan emosi biasanya menyebabkan hyperglikemia sementara. Non Insulin Dependen diabetes mellitus (NIDDM).Stres berupa pembedahan. Klasifikasi Berdasarkan klasifikasi dari WHO (1985) dibagi beberapa type yaitu : a. feokromositoma karena kadar katekolamin meningkat 3. akromegali karena jumlah somatotropin meninggi. Diabetes mellitus type insulin. Biasanya pada anak-anak atau usia muda dapat disebabkan karena keturunan. Insulin Dependen diabetes mellitus (IDDM) yang dahulu dikenal dengan nama Juvenil Onset diabetes (JOD). klien tergantung pada pemberian insulin untuk mencegah terjadinya ketoasidosis dan mempertahankan hidup. 4) Hormonal Sindrom cushing karena konsentrasi hidrokortison dalam darah tinggi. yang dahulu dikenal dengan nama Maturity Onset diabetes (MOD) terbagi dua yaitu : a) Non obesitas 2 . feokromositoma karena konsentrasi glukagon dalam darah tinggi. infark miokard. Diabetes mellitus type II.

diabetes karena obat/zat kimia. Bila jumlah glukosa yang masuk tubulus ginjal dan filtrasi glomerulus meningkat kira-kira diatas 225 mg. Diabetes mellitus type lain 1) diabetes oleh beberapa sebab seperti kelainan pankreas.b) Obesitas Disebabkan karena kurangnya produksi insulin dari sel beta pankreas. 5. Hormon ini meningkat untuk mensuplai asam amino dan glukosa ke fetus. pada diabetes mellitus sebagai berikut : 3 . (2) Peningkatan mobilisasi lemak dari daerah-daerah penyimpanan lemak. tidak dikelompokkan kedalam NIDDM pada pertengahan kehamilan meningkat sekresi hormon pertumbuhan dan hormon chorionik somatomamotropin (HCS). kelainan reseptor insulin. dilanting dan asam hidotinik 3) diabetes Gestasional (diabetes kehamilan) intoleransi glukosa selama kehamilan. Akan tetapi selain itu terjadi beberapa masalah patofisiologi pada diabetes mellitus yang tidak mudah tampak yaitu kehilangan ke dalam urine klien diabetes mellitus. Biasanya terjadi pada orang tua (umur lebih 40 tahun) atau anak dengan obesitas. tetapi biasanya resistensi aksi insulin pada jaringan perifer. Asidosis pada diabetes. Patofisiologi Sebagian besar patologi diabetes mellitus dapat dikaitkan dengan satu dari tiga efek utama kekurangan insulin sebagai berikut : (1) Pengurangan penggunaan glukosa oleh selsel tubuh. kelainan hormonal. (3) Pengurangan protein dalam jaringan tubuh. c. Gambaran Klinik Gejala yang lazim terjadi. maka luapan glukosa terjadi bila kadar glukosa meningkat melebihi 180 mg%. dengan akibat peningkatan konsentrasi glukosa darah setinggi 300 sampai 1200 mg/hari/100 ml. 2) Obat-obat yang dapat menyebabkan huperglikemia antara lain : Furasemid. kelainan genetik dan lain-lain. pergeseran dari metabolisme karbohidrat ke metabolisme telah dibicarakan.menit glukosa dalam jumlah bermakna mulai dibuang ke dalam urine. Bila tubuh menggantungkan hampir semua energinya pada lemak. kadar asam aseto – asetat dan asam Bihidroksibutirat dalam cairan tubuh dapat meningkat dari 1 Meq/Liter sampai setinggi 10 Meq/Liter. 4. thyasida diuretic glukortikoid. menyebabkan kelainan metabolisme lemak maupun pengendapan lipid pada dinding vaskuler yang mengakibatkan aterosklerosis. Jika jumlah filtrasi glomerulus yang terbentuk tiap menit tetap.

b. Poliuri (banyak kencing) Hal ini disebabkan oleh karena kadar glukosa darah meningkat sampai melampaui daya serap ginjal terhadap glukosa sehingga terjadi osmotic diuresis yang mana gula banyak menarik cairan dan elektrolit sehingga klien mengeluh banyak kencing. Berat badan menurun. 6.Pada tahap awal sering ditemukan : a. polidipsi. Hal ini disebabkan kehabisan glikogen yang telah dilebur jadi glukosa. lemas. Polidipsi (banyak minum) Hal ini disebabkan pembakaran terlalu banyak dan kehilangan cairan banyak karena poliuri. Penatalaksanaan diabetes tergantung pada ketepatan interaksi dari tiga faktor aktifitas fisik. karena tubuh terus merasakan lapar. Polipagi (banyak makan) Hal ini disebabkan karena glukosa tidak sampai ke sel-sel mengalami starvasi (lapar). tetap saja makanan tersebut hanya akan berada sampai pada pembuluh darah. Akibat terdapat penimbunan sarbitol dari lensa. Jika klien berhasil mengatasi diabetes yang dideritanya. Mata kabur Hal ini disebabkan oleh gangguan lintas polibi (glukosa – sarbitol fruktasi) yang disebabkan karena insufisiensi insulin. Penatalaksanaan Tujuan utama penatalaksanaan klien dengan diabetes mellitus adalah untuk mengatur glukosa darah dan mencegah timbulnya komplikasi acut dan kronik. maka tubuh selanjutnya akan memecah cadangan makanan yang ada di tubuh termasuk yang berada di jaringan otot dan lemak sehingga klien dengan DM walaupun banyak makan akan tetap kurus e. lemas dan berat badan menurun. lekas lelah. maka tubuh berusama mendapat peleburan zat dari bahagian tubuh yang lain yaitu lemak dan protein. jadwal dan jenis makanan) yaitu : J I : jumlah kalori sesuai dengan resep dokter harus dihabiskan. 4 . Sehingga untuk memenuhinya klien akan terus makan. sehingga untuk mengimbangi klien lebih banyak minum. ia akan terhindar dari hyperglikemia atau hypoglikemia. Tetapi walaupun klien banyak makan. c. Pada penderita dengan diabetes mellitus harus rantang gula dan makanan yang manis untuk selamanya. d. Diagnosis Diagnosis diabetes mellitus umumnya dipikirkan dengan adanya gejala khas diabetes mellitus berupa poliuria. poliphagia. tenaga kurang. diet dan intervensi farmakologi dengan preparat hyperglikemik oral dan insulin. Jika keluhan dan gejala khas ditemukan dan pemeriksaan glukosa darah sewaktu yang lebih 216 mg/dl sudah cukup untuk menegakkan diagnosa 7. sehingga menyebabkan pembentukan katarak. Tiga hal penting yang harus diperhatikan pada penderita diabetes mellitus adalah tiga J (jumlah.

Mampu atau kebiasaan makan tinggi protein tetapi normalip idemia. Menderita hepatitis kronis atau sirosis hepatitis g. b. b. d. Diet B : terdiri dari karbohidrat 68 %. Indikasi tersebut di atas selama tidak ada kontra indikasi penggunaan protein kadar tinggi. e. Indikasi diet A : Diberikan pada semua penderita diabetes mellitus pada umumnya. h. Hamil dan menyusui. Kurang tahan lapan dengan dietnya. Menderita penyakit graves (morbus basedou). Indikasi B2 dan B3 Diet B2 Diberikan pada penderita nefropati dengan gagal ginjal kronik yang klirens kreatininnya masih lebar dari 25 ml/mt. c. d. Menderita tuberkulosis paru. . Diet A : terdiri dari makanan yang mengandung karbohidrat 50 %. J 3 : jenis makanan harus diperhatikan (pantangan gula dan makanan manis). Mempunyai penyulit mikroangiopati misalnya pernah mengalami cerobrovaskuler acident (cva) penyakit jantung koroner. Masih muda perlu pertumbuhan. Dalam keadaan pasca bedah. Mengalami patah tulang. Diet B1 dan B2 diberikan untuk nefropati diabetik dengan gangguan faal ginjal. i. yaitu penderita diabetes terutama yang : a. c. Mempunyai hyperkolestonemia. protein 12 %. Menderita selulitis. Diet pada penderitae diabetes mellitus dapat dibagi atas beberapa bagian antara lain : a. Kurus (underweight) dengan relatif body weight kurang dari 90 %. c. Sifat-sifat diet B2 5 . Indikasi diet B : Diberikan pada penderita diabetes terutama yang : a. Mempunyai penyulit mikroangiopati misalnya terdapat retinopati diabetik tetapi belum ada nefropati yang nyata. b. Diet B1 : terdiri dari karbohidrat 60 %. f.J 2 : jadwal makanan harus diikuti sesuai dengan jam makan terdaftar. lemak 30 %. e. j. Telah menderita diabetes dari 15 tahun Indikasi diet B1 Diberikan pada penderita diabetes yang memerlukan diet protein tinggi. protein 20 %. lemak 20 %. d. protein 20 %. lemak 20 %.

e. Komplikasi a. Dipilih lemak yang tidak jenuh. Untuk meningkatkan pemahaman maka dilakukan penyuluhan melalui perorangan antara dokter dengan penderita yang datang. 2) Mikroangiopati mengenai pembuluh darah kecil retinopati diabetik. jumlah protein 40 gram/hari. pembuluh darah jantung pembuluh darah tepi. Tinggi karbohidrat dan rendah lemak. Dalam praktek hanya terdapat diet B2 dengan diet 2100 – 2300 kalori / hari. Diet B3 Diberikan pada penderita nefropati diabetik dengan gagal ginjal kronik yang klibers kreatininnya kurang dari 25 MI/mt Sifat diet B3 a. d. c. Semua penderita diabetes mellitus dianjurkan untuk latihan ringan yang dilaksanakan secara teratur tiap hari pada saat setengah jam sesudah makan. nefropati diabetic. (68 % hidrat arang. c. Karena alasan No 2 maka hanya dapat disusun diet B3 2100 kalori dan 2300 / hari. 3) Neuropati diabetic. 8. Tinggi kalori (lebih dari 2000 kalori/hari). Selain itu juga dilakukan melalui media-media cetak dan elektronik. Komposisi sama dengan diet B. Tinggi kalori (lebih dari 2000 kalori/hari tetapi mengandung protein kurang. Juga dianjurkan untuk melakukan latihan ringan setiap hari. pembuluh darah otak. 12 % protein dan 20 % lemak) hanya saja diet B2 kaya asam amino esensial. Akut 1) Hypoglikemia 2) Ketoasidosis 3) Diabetik b. mengenai pembuluh darah besar. pagi dan sore hari dengan maksud untuk menurunkan BB. Karena bila tidak maka jumlah perhari akan berubah. (bila tidak akan merubah jumlah protein). Rendah protein tinggi asam amino esensial. b. 6 . b. Penyuluhan kesehatan. Kronik 1) Makroangiopati.a.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->