LAPORAN PJBL

“VENTRICULAR SEPTAL DEFECT”
Blok Sistem Kardiovaskuler

Disusun oleh : KELOMPOK 3 Reguler 2 Angernani Trias W. Uzzy Lintang Savitri Ifa Rahmawati Fenti Diah Hariyanti Arini Nur Hidayati Aga Aulia Sintaria Nur Khosiyah Ratih Kumalasari Yofa Birrul Walidaini R. Suryat Mohsan 115070200111008 115070200111010 115070200111012 115070201111002 115070201111004 115070207111026 115070201111032 115070201111034 115070201111024 115070207111016

JURUSAN ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG 2013

Kata Pengantar Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan makalah ini yang berjudul “Ventricular Septal Defect”. Makalah ini disusun dalam rangka memenuhi tugas PJBL 1 pada Blok Sistem Kardiovaskuler. Kami mengucapkan terima kasih kepada : 1. Team dosen pengajar mata kuliah Blok Sistem Kardiovaskuler yang telah membimbing kami dengan penuh kesabaran. 2. Orang tua kami yang selalu memberikan motivasi, serta 3. Semua pihak yang terlibat dalam pembuatan makalah ini. Kami menyadari begitu banyak kekurangan dalam makalah ini, untuk itu kami membutuhkan kritik dan saran yang bersifat membangun untuk kesempurnaan penyusunan kedepannya. Semoga makalah ini bisa memberikan manfaat bagi para pembaca dan semoga rahmat Allah SWT senantiasa tercurahkan pada kita semua. Amien

Malang, April 2013

Penulis

Jika tidak segera ditangani dengan baik.5 dari 1000 kelahiran hidup. maka kelainan ini dapat menimbulkan komplikasi yang membahayakan. seperti adanya kelainan gen. Kasus ini sering ditemukan pada anak Indonesia. . sekitar 50% adalah ventrikel septal defect (VSD). diperlukan pengetahuan mengenai kelainan congenital ini sehingga diharapkan dapat meminimalisir kejadiannya. 1. Kelainan ini disebabkan oleh banyak faktor. ibu yang menggunakan alkohol. yaitu 20-30% dari seluruh kasus kelainan jantung bawaan. infeksi. Salah satunya disebabkan karena masih banyak masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan sehingga saat hamil.000 kelahiran total. Beberapa bentuk anomali dari jantung atau pembuluh darah besar hanya di bawah 4 per 1. Defek septum ventrikel adalah kelainan jantung bawaan berupa tidak terbentuknya septum antara ventrikel jantung kiri dan kanan sehingga antara keduanya terdapat lubang (tunggal atau multiple) yang saling menghubungkan. serta faktor lingkungan.5-3. baik sendiri atau berhubungan dengan anomaly lainnya. VSD terjadi karena kegagalan penyatuan atau kurang berkembangnya komponen atau bagian dari septum interventricularis jantung (terutama pars membranacea). tak bisa memenuhi kebutuhan asupan gizi dan dengan lingkungan hidup yang sehat. Dari jumlah tersebut. Perkembangan ini terjadi pada hari ke-24 sampai ke-28 masa kehamilan. Oleh karena itu. Latar Belakang VSD (Ventricular Septal Defect) merupakan kelainan jantung congenital yang paling sering ditemukan saat ini. Ada kemungkinan bahwa kejadian yang sebenarnya lebih tinggi dari perkiraan dan banyak defek kecil tidak terdeteksi dan bisa menutup secara spontan atau tidak menimbulkan masalah dalam kehidupan.BAB 1 PENDAHULUAN A.

B. Pemeriksaan diagnostik VSD 8. Epidemiologi VSD 3. Faktor resiko VSD 5. Etiologi VSD 4. Komplikasi VSD . Batasan Topik 1. Penatalaksanaan VSD 9. Manifestasi Klinis VSD 7. Patofisiologi VSD 6. Definisi VSD 2. Pencegahan VSD 10.

Ukuran defek menentukan keparahan gejala (Corwin. Jadi dapat disimpulkan bahwa VSD ( ventricular septal defect) adalah kelainan jantung bawaan dimana septum/dinding antara ventrikel kanan dan kiri tidak terbentuk/tidak menutup secara sempurna selama masa kehamilan sehingga terdapat lubang abnormal diantara kedua ventrikel. 2009). koarktasio aorta. Defek ini adalah defek congenital jantung yang paling sering terjadi. duktus arteriosus persisten. atresia pulmonal. . tetralogi Fallot. Epidemiologi Insidens penyakit jantung bawaan (PJB) berkisar antara 6 sampai 10 per 1. 2005). misalnya stenosis pulmonal.BAB II PEMBAHASAN 1.000 kelahiran hidup). yaitu PJB non-sianotik dan sianotik. Defek septum ventrikel adalah kelainan jantung bawaan berupa tidak terbentuknya septum antara ventrikel jantung kiri dan kanan sehingga antara keduanya terdapat lubang (tunggal dan multiple) yang saling menghubungkan. dan lain-lain (Wahab. PJB diklasifikasikan menjadi 2 kelompok.000 kelahiran hidup (rata-rata 8 per 1. Definisi Defek septum ventrikel atau VSD (ventricular septal defect) adalah adanya lubang abnormal antara ventrikel kanan dan kiri yang terjadi ketika dinding antara kedua ventrikel gagal menutup secara sempurna selama masa gestasi(masa kehamilan). Jumlah pasien PJB non-sianotik berkisar 3-4 kali PJB sianotik. Defek ini bisa muncul sebagai kelainan tunggal (berdiri sendiri) atau muncul bersama dengan malformasi congenital kardial lainnya. merupakan lubang abnormal antara ventrikel kiri dan kanan (Muscari. VSD (ventricular septal defect) merupakan bentuk CHD (Congenital Heart Disease) yang paling banyak ditemukan. 2009). Defek ini merupakan defek yang paling sering terjadi. transposisi arteri-arteri besar. 2.

Centers for Disease Control and Prevention memiliki data yang menunjukkan bahwa para ibu yang menggunakan . Salah satunya disebabkan karena masih banyak masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan sehingga saat hamil.06 per 1000 kelahiran premature hidup.The National Center on Birth Defects and Developmental Disabilities. angka berkisar 1-7 per 1000 kelahiran hidup diketahui sebagai insidens defek sekat ventrikel. Etiologi VSD terjadi karena kegagalan penyatuan atau kurang berkembangnya komponen atau bagian dari septum interventricularis jantung (terutama pars membranacea). Kegagalan gen NKX2. Meningkatnya penggunaan alkohol dan obat-obatan terlarang telah diidentifikasi sebagai faktor risiko yang paling mungkin pada VSD. yaitu 33% dari seluruh kelainan jantung bawaan. yaitu antara seperempat sampai sepertiga dari seluruh angka kejadian PJB. Perkembangan ini terjadi pada hari ke-24 sampai ke-28 masa kehamilan. Ventrikel septum defect merupakan kelainan jantung bawaan yang tersering dijumpai. 3. Angka kejadian ini rendah pada dewasa karena defek septum ini dapat menutup secara spontan pada 25-40% saat umur pasien 2 tahun.5 dari 1000 kelahiran hidup dan sekitar 20-25% dari seluruh angka kejadian kelainan jantung kongenital.Dari yang non-sianotik. 90% pada saat umur 10 tahun Kasus ini sering ditemukan pada anak Indonesia. Tergantung pada umur anak yang diperiksa dan jenis pemeriksaan.5 – 3.5 dapat menyebabkan penyakit ini. kelainan defek septum ventrikel (ventricular septal defect. VSD terjadi pada 1. Defek septum ventrikel sering terjadi pada bayi premature dan pada mereka yang berat badan lahir rendah dengan laporan insidensi setinggi 7. tak bisa memenuhi kebutuhan asupan gizi dan dengan lingkungan hidup yang sehat. Umumnya lubang terjadi pada daerah membranosa (70%) dan muscular (20%) dari septum. VSD) merupakan kelainan terbanyak.

Sebuah peningkatan dihubungkan dengan penggunaan kokain pada ibu hamil. Faktor Resiko Umumnya didiagnosis pada masa kanak-kanak (Huon H. Pada saat hamil Ibu menderita penyakit akibat infeksi Rubella pada trimester 1 2. Gray dkk. Faktor prenatal seperti ibu menderita DM dengan ketergantungan pada insulin serta factor genetic yang mempengaruhi ternya kelainan tersebut.marijuana sebelum masa konsepsi ganda berhubungan pada penyakit erat VSD dengan yang peningkatan risiko memiliki bayi dengan VSD. BWIS mengungkapkan bahwa konsumsi alkohol pada wanita berhubungan dengan VSD tipe muskuler. influenza. Aliran darah ke jantung yang abnormal yang disebabkan oleh efek vasokonstriksi dari kokain adalah alasan yang paling dapat diterima pada kasus-kasus VSD. Gangguan perkembangan pada penyakit ini disebabkan factor prenatal seperti infeksi ini selama trimester pertama. Hamil disaat umur lebih dari 40 tahun 4. Pada saat hamil Ibu merupakan alkoholisme 3.BWIS lebih jauh melaporkan bahwa terdapat hubungan antara VSD tipe membranacea dengan penggunaan kokain pada pria. Sebuah riset dari Finlandia lebih lanjut menemukan bahwa konsumsi alkohol berhubungan dengan peningkatan kasus VSD sebanyak 50%. Agen penyebab lain adalah rubella. 4. telah ditemukan pada sebuah penelitian di Boston City Hospital pada tahun 1991. chicken fox. Faktor lingkungan seperti radiasi dan gizi ibu yang buruk juga dapat mempengaruhi. Tidak ditemukan korelasi dengan VSD tipe perimembranus. 2003) dengan factor risiko nya adalah sebagai berikut : A. Mengonsumsi alkohol juga berhubungan dengan peningkatan kejadian VSD. Ibu menderita penyakit DM dyang memerlukan insulin . Faktor maternal 1.

Faktor Genetik 1. Anak sebelumnya menderita penyakit jantung bawaan . Kelainan kromosom seperti Sindrom Down 2. Ayah atau Ibu menderita penyakit jantung bawaan 3.5. Ibu mengkonsumsi obat-obatan penenang (Fentoin. Etanol) B.

Patofisiologi Faktor Eksogen Faktor Endogen Tidak diketahui Kehamilan bulan pertama Pertumbuhan jantung Pertumbuhan jantung terganggu Sekat antara ventrikel tidak sempurna Ada lubang pada sekat VSD Percampuran darah dari ventrikel kiri ke kanan Peningkatan volume dan tekanan ventrikel kanan Penurunan volume dan tekanan ventrikel kiri Peningkatan tekanan pemb.5. darah paru Penurunan curah jantung .

Resistensi vaskuler pulmonal Peningkatan pengisian atrium kiri utk capai CO normal Penurunan volume darah sistemik Hipertensi paru Resistensi vaskuler paru meningkat Peningkatan tekanan atrium kiri O2 ke jaringan berkurang (hipoksemia) Peningkatan tekanan ventrikel kanan Vena pulmonalis mengalami kongesti Percampuran darah bolak-balik di ventrikel Percampuran darah kaya O2 dgn CO2 Hipoksemia Sianosis Sesak Ketidakefektifan pola napas Hipoksia Penurunan nafsu makan Mudah lelah saat minum. aktivitas Kelemahan Ketidakseimbangan nutrisi: kurang dari kebutuhan tubuh Intoleransi aktivitas . makan.

VSD sedang • Sering terjadi symptom pada bayi • Sesak nafas pada waktu beraktivitas terutama waktu minum. kadang ditemukan bising peristaltic yang menjalar ke seluruh tubuh pericardium dan berakhir pada waktu distolik karena terjadi penutupan VSD • EKG dalam batas normal atau ada sedikit peningkatan aktifitas ventrikel kiri • Ukuran jantung normal. VSD Kecil • Biasanya asimptomatik • Defek kecil 1-5 mm • Tidak ada gangguan tumbuh kembang • Bunyi jantung normal. sering tidak mampu menghabiskan makanan dan minumannya. vaskularisasi paru normal atau sedikit meningkat 2. Gejala klinis menurut ukuran VSD 1. Sepuluh persen dari bayi baru lahir dengan VSD yang besar akan menimbulkan gejala klinis dini seperti takipnue (napas cepat). memerlukan waktu lebih lama untuk makan dan minum.6. Manifestasi Klinis Pasien dengan ASD ringan umumnya tidak menimbulkan keluhan. gagal tumbuh. tetpai kiri lebih meningkat. Terdapat pembesaran jantung derajat . gagal jantung kongestif. tidak kuat menyusu. dan infeksi saluran pernapasan berulang. • Defek 5-10 mm • BE sukar naik sehingga tumbuh kembang terganggu • Mudah menderita infeksi biasanya memerlukan waktu lama untuk sembuh tetapi umumnya responsive terhadap pengobatan • Takipneu • Retraksi bentuk dada normal • Terdapat peningkatan aktivitas ventrikel kiri maupun kanan.

DSV sedang dapat menimbulkan gejala yang ringan berupa takipnea dan takikardia ringan. DSV kecil umumnya menimbulkan gejala yang ringan. Umumnya pasien dirujuk karena ditemukannya bising jantung (murmur) secara kebetulan. 2007) A. Pada pemeriksaan fisis ditemukan takipnea. peningkatan vaskularisasi paru dan pembesaran pembuluh darah di hilus 3.sedang. kadang tampak sianosis karena kekurangan oksigen akibat gangguan pernafasan • Gangguan tumbuh kembang • Terdapat peningkatan aktivitas ventrikel kanan dan kiri • Pembesaran jantung nyata dengan conus pulmonalis yang tampak menonjol. Pemeriksaan Diagnostik Langkah Diagnostik (Health Technology Assessment Indonesia Departemen Kesehatan Republik Indonesia. atau tanpa gejala (asimtomatik). Bayi sering mengalami kesulitan minum dan makan. Anak tampak sehat. pembuluh darah hillus membesar dan peningkatan vaskularisasi paru perifer. VSD besar • Sering timbul gejala pada masa neonatus • Dispneu meningkat setelah terjadi peningkatan paru kiri ke kanan dalam minggu pertama setelah lahir • Pada minggu kedua atau tiga simptom mulai timbul akan tetapi gagal jantung biasanya baru timbul setelah minggu ke enam dan sering didahului infeksi saluran nafas bagian bawah • Pada bayi. retraksi interkostal atau . bising pansistolik derajat IV/6 dengan punktum maksimum di interkostal 3-4 pada garis parasternal kiri. teraba thrill. 7. Anamnesis 1. dan sering mengalami ISPA. tampak sesak nafas pada saat istirahat. 2. Pada auskultasi S1 dan S2 normal. conus pulmonalis menonjol.

gambaran EKG normal. Bising middiastolik sering ditemukan di apeks. Ekokardiografi Dengan pemeriksaan ekokardiografi 2-dimensi dan Doppler berwarna dapat ditentukan besar defek. hepatomegali. terdapat kardiomegali dan peningkatan corakan vaskular paru dan tampak penonjolan segmen pulmonal. S1 dan S2 normal. Kateterisasi jantung Pemeriksaan ini hanya dilakukan pada DSV besar untuk menilai besarnya pirau dari kiri ke kanan (QP/QS) dan tingginya resistensi vaskular paru agar dapat ditentukan apakah masih bisa ditutup atau tidak. arah pirau. Terlihat gejala dan tanda gagal jantung kiri. Temuan pemeriksaan diagnostik dan laboratorium(Muscari. Ditemukan thrill. terdapat kardiomegali. Pertambahan berat badan sangat lambat. Bising pansistolik akan terdengar bernada rendah dan tidak terlokalisasi. takipnea. gejala timbul setelah 3-4 minggu. Pada DSV besar. Pada DSV sedang. Pada DSV besar akan ditemukan LVH atau BVH. banyak keringat dan sering mengalami ISPA berulang. Pemeriksaan Penunjang 1. B.Saat ini kateterisasi pada DSV lebih ditujukan pada tindakan penutupan transkateter. 3. tidak biru. ukuran jantung normal dengan corakan vaskular paru normal. . Elektrokardiografi (EKG) Pada DSV kecil. 2. Foto Rontgen toraks Tidak spesifik. Bayi mengalami takikardia.suprasternal. ditemukan bising pansistolik intensitas keras di interkostal 3-4 parasternalis kiri. DSV besar. 3. 2005): peningkatan corakan vaskular paru dan pembesaran ventrikel kanan. gagal tumbuh. Pasien tampak sesak. Pada defek kecil. dimensi ruang jantung dan fungsi ventrikel. 4.

EKG menunjukkan hipertropi ventrikel kanan. Ekokardiografi dengan Doppler ultrasound atau MRI menyatakan adanya hipertropi ventrikel kanan dan kemungkinan dilatasi arteri pulmonal akibat peningkatan aliran darah. Ekokardiografi : terlihat defek septum ventrikuler pada sebagian . Doppler 8. 2. Isoproterenol (isuprel) memiliki efek inotropik positif pada miokard. ventrikel kiri dan kanan pada kasus dengan pintas yang besar 4. untuk mengatasinya: : menunjukkan aliran darah dari kiri ke kanan 3. Pemeriksaan diagnostic menurut Hayes (1997): 1. : bisa normal atau hipertropi ventrikel kiri kasus. Vasopresor atau vasodilator adalah obat-obat yang dipakai untuk anak dengan defek septum ventrikular dan gagal jantung kronik berat. Dopamin (intropin) memiliki efek inotropik positif pada miokard. digunakan untuk mengobati gangguan hemodinamika yang disebabkan bedah jantung terbuka (dosis diatur untuk mempertahankan tekanan darah dan perfusi ginjal). Farmakologi 1. pembesaran atrium kiri.1. Non Farmakologi: 1. 2. Pemberian nutrisi yang adekuat: anak dengan defek besar lelah saat makan. B. 3. menyebabkan peningkatan curah jantung dan peningkatan tekanan sistolik serta tekanan nadi. Penatalaksanaan A. menyebabkan peningkatan curah jantung dan kerja jantung. Foto toraks 2. menurunkan tekanan diastolik dan tekanan rata-rata sambil meningkatkan tekanan sistolik. sedikit sekali atau tidak ada efeknya pada tekanan diastolik. EKG : vaskularisasi pulmonal menonjol.

Dapatkan perawatan prenatal dini. Pengikatan yang dilakukan tadi diangkat dan setiap defornitas karenanya diperbaiki. kurangi stress. Jika tidak. pembedahan hendaknya tidak ditunda sampai melewati usia pra sekolah atau jika terdapat resistensi vaskular pulmoner progresif. Karena kerusakan yang ireversibel akibat penyakit vaskular paru. c. 2. Dilakukan sternotomi median dan bypass kardiopulmoner. Sertakan suplemen vitamin yang mengandung folat. Diet seimbang Selama masa kehamilan ibu menjaga asupan gizi dengan baik. b. Penatalaksanaan bedah: Perbaikan defek septum ventricular Perbaikan dini lebih disukai jika defeknya besar. diperlukan ventrikulotomi kanan atau kiri. meskipun penjahitan langsung juga dapat digunakan jika defek tersebut minimal. juga batasi kafein. dengan penggunaan hipotermia pada beberapa bayi. 9. Pencegahan Pencegahan terjadinya kelainan dapat dilakukan dengan memiliki kehamilan yang sehat. Tindakannya: a. Olahraga secara teratur . Pemberian makanan melalui pipa nasogastrik untuk mengurangi kelelahan karena mengisap susu botol atau ASI. insisi atrium kanan memungkinkan dokter bedahnya memperbaiki defek itu dengan bekerja melalui katup trikuspid. Bayi dengan gagal jantung kronik mungkin memerlukan pembedahan lengkap atau paliatif dalam bentuk pengikatan atau penyatuan arteri pulmoner jika mereka tidak dapat distabilkan secara medis.a. bahkan sebelum hamil Berhenti merokok. Pemberian makanan kalori tinggi atau ASI. Untuk defek membranosa pada bagian atas septum. b. Umumnya Dacron atau penambal perikard diletakkan di atas lesi.

2003. namun dapat juga terjadi pada lokasi defek septal. e. sebaiknya menjalani vaksinasi rubella. hot tub. Infeksi biasanya terjadi pada katup jantung. 2007). Selain itu. hindari sinar-x. Menjaga diabetes di bawah kontrol g. yang ditandai oleh adanya vegetasi. Beberapa infeksi berbahaya bagi janin yang sedang berkembang. 2006). Setiap wanita yang merencanakan untuk hamil. Komplikasi Komplikasi yang dapat terjadi yaitu: 1. dan sauna. f. Kehamilan tidak terjadi diatas usia 40 tahun. rokok. 10. 2007). atau korda tendinea atau endokardium mural (Alwi. jika Hipertensi Pulmonal tidak diatasi maka dapat . Endokarditis Endokarditis dibagi menjadi dua. Obstruksi Pembuluh Darah pulmonal 3. dan obat-obatan terlarang.d. yaitu endokarditis infektif dan endokarditis non infektif. Alwi. Endokarditis noninfektif biasanya sering didapatkan pada pasien stadium akhir penyakit keganasan (Hersunarti. 2.Hipertensi pulmonal dapat disebabkan oleh berbagai macam penyakit. Menghindari risiko Termasuk zat berbahaya seperti alkohol. Endokarditis infektif (EI) merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi mikroba pada endokardium jantung atau pada endotel pembuluh darah besar. Menghindari infeksi Pastikan menerima vaksinasi sebelum hamil. Hipertensi Pulmonal Hipertensi pulmonal adalah peningkatan resistensi vascular pulmonal yang menyebabkan menurunnya fungsi ventrikel kanan oleh karena peningkatan afterload ventrikel kanan (Diah et al. Sedangkan endokarditis non infektif disebabkan oleh faktor thrombosis yang disertai dengan vegetasi.

Penonjolan ini hanya terjadi di bagian dalam dinding pembuluh darah atau biasa juga membuat pembuluh darah itu setipis balon. peningkatan tekanan arteri pulmonalis yang progresif dan akhirnya menjadi gagal jantung kanan dan kematian. Syndrome Eisenmenger Eisenmenger syndrome adalah suatu kondisi yang mempengaruhi aliran darah dari jantung ke paru-paru pada beberapa bayi yang memiliki masalah structural jantung. karena sewaktu-waktu aneurisma dapat pecah. yang disebut sindrom Eisenmenger. Hal ini menyebabkan tekanan darah tinggi di paru-paru. Jika defek septum ventrikel besar tidak diobati. kerusakan permanen pada arteri paru-paru berkembang dan hipertensi pulmonal dapat menjadi ireversibel. peningkatan aliran darah ke paru-paru menyebabkan tekanan darah tinggi di dalam arteri paruparu (hipertensi pulmonal). . Inilah keadaan yang membahayakan. 5. Komplikasi ini. Aneurisma septum membranous Suatu keadaan di mana ada daerah yang lemah dan menonjol pada pembuluh darah. Sebaliknya. 4. darah berjalan dari sisi kanan ke sisi kiri jantung. darah tersumbat dan tidak pergi ke paru-paru untuk mengambil oksigen. Cacat jantung lain yang dapat menyebabkan sindrom Eisenmenger meliputi:  Atrioventrikular kanal cacat  Atrial septal defect Patent ductus arteriosus Seiring waktu. sehingga miskin oksigen darah untuk melakukan perjalanan ke seluruh tubuh.mengakibatkan menurunnya regangan vaskular. peningkatan aliran darah dapat merusak  Cyanotic penyakit jantung   Truncus arteriosus pembuluh darah kecil di paru-paru. Akibatnya. Seiring waktu.

juga dapat berkembang di masa dewasa muda. jari kaki. Namun. dan kulit (sianosis)  Nyeri dada  Batuk darah  Pusing  Pingsan  Merasa lelah  Sesak napas  Pembengkakan pada sendi yang disebabkan oleh asam urat terlalu banyak .Eisenmenger syndrome biasanya berkembang sebelum anak mencapai pubertas. Gejala –gejalanya yaitu:  Kebiruan bibir. jari.

5 dari 1000 kelahiran hidup. Perkembangan ini terjadi pada hari ke-24 sampai ke-28 masa kehamilan. Faktor risiko yang bisa berkontribusi terhadap terjadinya VSD dibagi menjai dua. pada saat hamil ibu merupakan alkoholisme.000 kelahiran hidup). VSD terjadi karena kegagalan penyatuan atau kurang berkembangnya komponen atau bagian dari septum interventricularis jantung (terutama pars membranacea).5 dari 1000 kelahiran hidup dan sekitar 20-25% dari seluruh angka kejadian kelainan jantung kongenital.5-3. Insidens penyakit jantung bawaan (PJB) berkisar antara 6 sampai 10 per 1. Meningkatnya penggunaan alkohol dan obatobatan terlarang telah diidentifikasi sebagai faktor risiko yang paling mungkin pada VSD. 1. Salah satunya disebabkan karena masih banyak masyarakat yang berada di bawah garis kemiskinan sehingga saat hamil.5 dapat menyebabkan penyakit ini. Defek septum ventrikel sering terjadi pada bayi premature dan pada mereka yang berat badan lahir rendah.000 kelahiran hidup (rata-rata 8 per 1. Faktor maternal yaitu pada saat hamil ibu menderita penyakit akibat infeksi rubella pada trimester 1.BAB III RINGKASAN VSD (Ventricular Septal Defect) merupakan kelainan jantung congenital yang paling sering ditemukan saat ini. tak bisa memenuhi kebutuhan asupan gizi dan dengan lingkungan hidup yang sehat. VSD terjadi pada 1. . Gangguan perkembangan pada penyakit ini disebabkan factor prenatal seperti infeksi ini selama trimester pertama. VSD (ventricular septal defect) adalah kelainan jantung bawaan dimana septum/dinding antara ventrikel kanan dan kiri tidak terbentuk/tidak menutup secara sempurna selama masa kehamilan sehingga terdapat lubang abnormal diantara kedua ventrikel. influenza. Agen penyebab lain adalah rubella. Kasus kelainan ini sering ditemukan pada anak Indonesia. hamil disaat umur lebih dari 40 tahun. chicken fox. yaitu faktor maternal dan faktor genetic. yaitu 20-30% dari seluruh kasus kelainan jantung bawaan.5 – 3. Kegagalan gen NKX2.

ibu menderita penyakit dm dyang memerlukan insulin. dan infeksi saluran pernapasan berulang. aneurisma septum membranous. menghindari infeksi dengan memastikan kalau sudah menerima vaksinasi sebelum hamil. Pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya kelainan ini meliputi mendapatkan perawatan prenatal dini. Pasien dengan ASD ringan umumnya tidak menimbulkan keluhan. menghindari risiko seperti menghindari alkohol dan rokok. Sedangkan penatalaksanaan nonfarmakologisnya yaitu pemberian nutrisi adekuat dan pembedahan. dan isoproterenol (isuprel). anak sebelumnya menderita penyakit jantung bawaan. olahraga teratur. obstruksi pembuluh darah pulmonal. ibu mengkonsumsi obat-obatan penenang (fentoin. dan mencegah terjadinya kehamilan di atas usia 40 tahun. . ayah atau ibu menderita penyakit jantung bawaan. kateterisasi jantung. Penatalaksanaan farnakologis terdiri dari vasopresor atau vasodilator. Sepuluh persen dari bayi baru lahir dengan VSD yang besar akan menimbulkan gejala klinis dini seperti takipnue (napas cepat). dopamine (intropin). kelainan ini bisa menimbulkan komplikasi. gagal jantung kongestif. penatalaksanaan yang dapat dilakukan untuk klien VSD terdiri dari penatalaksanaan farnakologis dan nonfarmakologis. etanol). kontrol diabetes. diet seimbang.. bahkan sebelum hamil. gagal tumbuh. dan syndrome eisenmenger. tidak kuat menyusu. Sedangkan faktor genetiknya yaitu kelainan kromosom seperti sindrom down. foto rontgen toraks. hipertensipulmonal. Jika tidak ditangani secara cepat dan tepat. Pemeriksaan yang dilakukan untuk menegakkan diagnosa antara lain anamnesis dan pemeriksaan penunjang yang terdiri sari elektrokradiografi (EKG).ekokardiogradi. contohnya endokarditis.

Jakarta: EGC. E. L.medscape. 2011. 2009.mayoclinic. Ventricular septal defect (VSD) (Online) http://www.00 WIB) Milliken JC. Galovich J. Buku Saku Diagnosis Dan Terapi.asp?q=754 Wahab.com/article/162692-print tanggal 4 April 2013 pukul 17.com/health/ventricular-septaldefect/DS00614/DSECTION=prevention (Diakses tanggal 6 April 2012 pukul 12. Ventricular septal defect (Online) http://emedicine. 2007. M. Hubungan antara defek septum ventrikel dengan status gizi (Online) www. Health Technology Assessment Indonesia Departemen Kesehatan Republik Indonesia. S. 2010. (Diakses . Muscari. Jakarta: EGC. Sri Endah R. Mayoclinic.00). 2005. Corwin. Buku Saku Keperawatan Pediatri. Jakarta: EGC.or. J.DAFTAR PUSTAKA Betz. 2011. Jakarta: EGC. 2009.idai. dan Linda A Sowden. Jakarta : EGC. Buku Saku Patofisiologi Corwin. Hayes. 1997. Peter. 2009. Penatalaksanaan Penyakit Jantung Bawaan Tanpa Bedah.id/saripediatri/fulltext. C. E. Kardiologi Anak: Penyakit Jantung Kongenital Yang Tidak Sianotik. Panduan Belajar: Keperawatan Pediatri . A.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful