You are on page 1of 1

EKSPLORASI GEOFISIKA

Metode geofisika secara bertahap meningkat digunakan pada eksplorasi mineral-mineral logam dan non-logam. Dalam kegiatan eksplorasi, metode geofisika masuk dalam kelompok metode tidak langsung, yakni interpretasi didasarkan atas kandungan mineral tertentu yang terkadang bukan merupakan depositnya tetapi asosiasi mineralnya. Metode geofisika diterapkan dengan mengukur sifat-sifat fisika bawah permukaan (graviti, magnetik, listrik, elektromagnetik) secara alamiah maupun melalui injeksi arus atau buatan. Sifat-sifat fisika tertentu akan berbeda untuk jenis batuan yang berbeda. Adanya kemungkinan unsur deposit logam bawah permukaan dapat terdeteksi melalui adanya ANOMALI Pada kegiatan eksplorasi yang terpadu guna mencari deposit mineral berharga, metode geofisika tentu berhubungan dengan metode geologi dan metode geokimia. Pada metode geologi fungsi utama adalah memetakan singkapan, memetakan batuan, kemungkinan daerah alterasi, struktur, dan lainnya dengan skala yang detil. Pada metode geokimia fungsi utama adalah melihat kemungkinan adanya anomali dipermukaan yang merupakan pencerminan bawah permukaan. Sedangkan pada metode geofisika fungsi utama adalah melihat kemungkinan adanya anomali bawah permukaan yang mencerminkan kemungkinan adanya deposit bijih bawah permukaan. Dengan menggabungkan ketiga metode, yakni : metode geologi (metode langsung), geokimia (metode tidak langsung) dan metode geofisika (metode tidak langsung) dengan fungsi yang saling berbeda namun saling mengisi, akan dapat dimodelkan deposit bijih bawah permukaan. Berdasarkan model yang kita buat tersebut selanjutnya kita dapat menentukan titik bor eksplorasi (metode langsung) serta parameter bor yang akan dilakukan seperti : posisi titik bor eksplorasi, berapa kedalamanan pemboran, pemboran vertikal atau horizontal, dan lainnya.