You are on page 1of 87

Akuntansi Sektor Publik

1

AKUNTANSI SEKTOR PUBLIK
SAP 1. Karak teristik dan lingkungan sektor publik 2. Akuntansi manajemen sektor publik 3. Sistem pengendalian manajemen sektor publik 4. Penganggaran sektor publik 5. Teknik akuntansi keuangan 6. Laporan keuangan sektor publik 7. Sistem akuntansi pemerintah pusat 8. Otonomi daerah dan perimbangan keuangan pusat dan daerah 9. Akuntansi keuangan daerah sebagai bagian dari manajemen keuangan daerah 10. Akuntansi keuangan daerah 11. Akuntansi dalam rekening-rekening APBD dan laporan keuangan daerah 12. Akuntansi untuk BUMD 13. Akuntansi keuangan nirlaba (Yayasan) Literatur : Abdul Halim : Akuntansi sektor publik : Akuntansi keuangan daerah Mardiasmo : Akuntansi sektor publik Indra Bastian : Sistem Akuntansi sektor publik

Akuntansi Sektor Publik

2

I.

KARAKTERISTIK DAN LINGKUNGAN SEKTOR PUBLIK

A. Pengertian dan ruang lingkup akuntansi sektor publik Istilah sektor publik memiliki pengertian yang bermacam-macam, hal ini merupakan konsekuensi dari luasnya wilayah publik, sehingga setiap disiplin ilmu (politik, ekonomi hukum dan sosial) memiliki cara pandang dan definisi yang berbedabeda. Dari sudut pandang ekonomi sektor publik dapat dipahami sebagai suatu entitas (kesatuan) yang aktivitasnya berhubungan dengan usaha untuk menghasilkan barang dan pelayanan publik dalam rangka memenuhi kebutuhan dan hak publik. Sejalan dengan perkembangan maka di negara kita Akuntansi Sektor Publik didefinisikan sebagai mekanisme teknik dan analisis akuntansi yang diterapkan pengelolaan dana masyarakat di lembaga–lembaga tinggi negara dan departemen dibawahnya, pemerintah daerah, BUMN,BUMD, LSM dan yayasan sosial, maupun pada proyek-proyek kerjasama sektor publik dan suasta. Beberapa tugas dan fungsi sektor publik sebenarnya dapat juga dilakukan oleh sektor suasta misalnya untuk menghasilkan beberapa jenis pelayanan publik seperti layanan komunikasi, penarikan pajak, pendidikan, transportasi publik dll, akan tetapi untuk tugastertentu tugas sekotr publik tidak dapat digantikan oleh sektor suasta, misalnya fungsi birokrasi pemerintahan. Sebagai konsekuensinya akuntansi sektor publik dalam beberapa hal bebeda dengan akuntansi padasektor suasta. A. Tujuan Akuntansi Sektor Publik • Memberikan informasi yang diperlukan untuk mengelola secara tepat, efisien dan ekonomis atas alokasi suatu sumber daya yang dipercayakan kepada organisasi. Tujuan ini terkait dengan pengendalian manajemen • Memberikan informasi yang memungkinkan bagi manajer untuk melaporkan pelaksanaan tanggungjawab secara tepat dan efektif program dan penggunaan sumberdaya yang menjadi wewenangnya pemerintah untuk melaporkan dan memungkinkan bagi pegawai kepada publik atas hasil operasi pemerintah dan

penggunaan dana publik. Tujuan ini terkait dengan akuntabilitas.

Akuntansi Sektor Publik

3

B. Akuntabilitas Publik Fenomena yang dapat diamati dalam perkembangan sektor publik adalah semakin meningkatnya tuntutan pelaksanaan akuntabilitas publik oleh organisasi sektor publik seperti: pemerintah pusat dan daerah, unit-unit kerja pemerintah, departemen dan lembaga negara) Tuntutan akuntabilitas ini terkait dengan perlunya transparansi dan pemberian informasi kepada publik dalam rangka memenuhi hak-hak publik. Pengertian Akuntabilitas publik adalah kewajiaban pemegang amanah (agent) untuk memberikan pertanggungjawaban, menyajikan, melaporkan dan mengungkapkan segala aktivitas dan kegiatan yang menjadi tanggungjawab kepada pihak pemberi amanah (principal) yang memiliki hak dan kewajiban untuk meminta pertanggungjawaban tersebut. Akuntabilitas terdiri dari 2 macam yaitu : akuntabilitas vertikal dan akuntabilitas horizontal. Akuntabilitas vertikal adalah pertanggungjawaban atas pengelolaan dana kepada otoritas yang lebih tinggi, misalnya pertanggungjawaban unit-unit kerja dinas kepada pemerintah daerah, pertanggungjawaban pemerintah daerah kepada pemerintah pusat, pemerintah pusat kepada MPR. Sedangkan akuntabilitas horizontal adalah pertanggungjawaban kepada masyarakat luas. Akuntabilitas publik yang harus dilakukan oleh organisasi sektor publik terdiri atas beberapa dimensi : 1. Akuntabilitas kejujuran dan akuntabilitas hukum Akuntabilitas kejujuran terkait dengan penghindaran penyalahgunaan jabatan, sedangkan akuntabilitas hukum terkait dengan jaminan adanya kepatuhan terhadap hukum dan peraturan lain yang disyaratkan dalam penggunaan sumber dana publik. 2. Akuntabilitas proses Akuntabilitas proses terkait dengan apakah prosedur yang digunakan dalam melaksanakan tugas sudah cukup baik dalam hal kecukupan informasi informasi akuntansi, sistem informasi manajemen dan prosedur administrasi. Akuntabilitas proses termanifestasi melalui pemberian pelayanan publik yang cepat, responsif dan biaya murah. Pengawasan dan pemeriksaan terhadap akuntabilitas proses dapat dilakukan dengan ada tidaknya mark up dan pungutan yang lain diluar yang ditetapkan dan pemborosan yang menyebabkan pemborosan sehingga menjadikan

Akuntansi Sektor Publik

4

mahalnya biaya pelayanan publik dan kelambanan pelayanan. Serta pengawasan dan pemeriksaan terhadap proyek-proyek tender untuk melaksanakan proyek-proyek publik. 3. Akuntabilitas program Akuntabilitas program terkait dengan pertimbangan apakah tujuan yang ditetapkan dapat dicapai atau tidak dan apakah telah mempertimbangkan alternatif program yanng memberikan hasil yang optimal dengan biaya yang minimal. 4. Akuntabilitas kebijakan Akuntabilitas kebijakan terkait dengan pertanggungjawaban pemerintah, baik pusat maupun daerah atas kebijakan-kebijakan yang diambil pemerintah terhadap DPR/DPRD dan masyarakat luas. Akuntansi sektor publik tidak bisa melepaskan diri dari pengaruh kecenderungan menguatnya tuntutan akuntabilitas sektor publik tersebut. Akuntansi sektor publik dituntut dapat menjadi alat perencanaan dan pengendalian organisasi sektor publik secara efektif dan efisien serta memfasilitasi tercapainya akuntabilitas publik. C. Privatisasi Di Indonesia masih banyak BUMN dan BUMD yang dijalankan tidak secara efisien. Inefisiensi yang dialami tersebut disebabkan adanya intervensi politik, sentralisasi dan manajemen yang buruk. Di era globalisasi BUMN dan BUMD menghadapi beberapa tekanan dan tuntutan antara lain : ♦ Regulation & Political Pressure ♦ Social Pressure ♦ Rent Seeking Behaviaour ♦ Economic & Efficiency Privatisasi merupakan salah satu upaya mereformasi perusahaan publik untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas perusahaan-perusahaan publik. Privatisasi berarti pelibatan modal swasta dalam struktur modal perusahaan publik sehingga kinerja finansial dapat dipengaruhi secara langsung oleh investor melalui mekanisme pasar uang.

Akuntansi Sektor Publik 5 D. Otonomi daerah Perkembangan akuntansi sektor publik khususnya di Indonesia semakin pesat seiring dengan adanya era baru dalam pelaksanaan otonomi daerah dan desentaralisasi fiskal. Desentarlisasi tidak hanya berarti pelimpahan wewenang dari pemerintah pusat ke daerah tetapi pelimpahan beberapa wewenang pemerintah ke pihak swasta dalam bentuk privatisasi .

taktis dan melibatkan aspek operasional. Pada organisasi sektor publik. Mekanisme formalnya misalanya melaului rapat-rapat dinas. semesteran atau bulanan. Hal tsb disebabkan karena adanya batasan transparansi dan akunbtabilitas publik yang harus dilakukan oleh lembaga-lembaga publik. Dalam hal perencanaan oprganisasi akuntansi menejemen berperan dalam pemberian informasi historis dan prospektif untuk menfasilitasi perencanaan. saluran informasi lebih banyak bersifat formal. Dalam organisasi sektor publik. sedangkan informal relatif jarang dilakukan. triwulanan. Informasi akuntansi utntuk perencanmaan dapat juga dibedakan berdasarkan cara penyampaiannya. Faktor politik dan ekonomi sangat dominan dalam mempengaruhi tangkat kestabilan organisasi. lingkungan yang mempengaruhi sangat heterogen. Sementara itu organisasi sektor publik seringkali menghadapi masalah yang sifatnya temporer dan membutuhkan informasi yang sifatnya segera. Akuntansi Sebagai Alat Perencanaan Organisasi Perencanaan merupakan cara organisasi menertapkan tujuan dan sasaran organisasi. Apakah disampaiakn secara formal atau informal. Akuntansi Sebagai Alat Perencanaan Organisasi dan Pengendalian Organisasi 1. misalnya laporan keuangan bulanan. Informasi sebagai alat perencanaan pada dasarnya dapat dibedakan menjadi 3 kelompok yaitu : • • • Informasi yang sifatnya rutin ataukah ad hoc Informasi kuantitatif ataukah kualitatif Informasi disampaiakan melalui saluran formal ataukah informal Informasi yang sifatnya rutin diperlukan untuk perencanaan yang reguler. rapat komisis dsb. Informasi akuntansi diperlukan untuk membuat prediksi-prediksi dan estimasi mengenai kejadian ekonomi yang akan datang diakitkan dengan keadaan ekonomi dan politik saat ini. Perencanaan meliputi aktivitas yang sifatnya stategik. AKUNTANSI MANAJEMEN SEKTOR PUBLIK A. sehingga perencanaan tidak dapat dilakukan secara personal atau hanya melibatkan beberapa orang saja. . Untuk melakukan perencanaan temporer diperlukan informasi yang sifatnya temporer.Akuntansi Sektor Publik 6 2.

Lebih lanjut informasi akuntansi memungkinkan bagi organisasi untuk mengintegrasikan aktivitas organisasi. informasi yang dibutuhkan untuk pengendalian . amak alat pengendalinya lebih banyak bertumpu pada mekanisme negoisasi (negotiated bargain). Fungsi utama informasi akuntansi pada dasarnya adalah pengendalian. Terkait dengan pengukuran kinerja terutama pengukuran ekonomi.Akuntansi Sektor Publik 7 2. Informasi yang dibutuhkan lebih komplek tidak sekedar informasi keuangan saja. amak alat pengendalinya lebih banyak berupa peraturan birokrasi. Pengendalian keuangan terkait dengan peraturan atau sistem aliran uang dalam organisasi. sehingga memungkinkan untuk dilakukan pengintgrasian informasi dari tiap-tiap unit organisasi yang pada akhirnya membentuk gambaran kinerja organisasi secara keseluruhan. khususnya memastikan bahwa organisasi memiliki likuiditas dan solvabilitas yang baik. Sebagai contoh dalam sebuah usulan investasi publik. Informasi akunatnsi umumnya disampaiakan dalam bentuk ukuran finansial. Pengendalian organisasi diperlukan untuk menjamin bahwa organisasi tidak menyimpang dari tujuan dan strategi organisasi yang telah ditetapkan. Pada organisasi bisnis yang sifatnya berorientasi pada laba. akuntansi manajemen memiliki peran utama dalam pengendalian organisasi yaitu mengkuantifikasi keseluruhan kinerja terutama dalam ukuran moneter. Akuntansi Sebagai Alat Pengendali Organisasi Untuk menjamin bahwa strategi untuk mencapai tujuan organisasi dijalankan secara ekonomis. Informasi akuntansi merupakan pengendalian yang vital bagi organisasi karena akuntansi memberikan informasi yang bersifat kuantitatif. Untuk organisasi sektor publik karena sifatnya tidak mengejar laba serta adanya pengaruh politik yang besar. Pengendalian untuk menajemen level bawah lebih bersifat tegas dan memaksa. Dalam memahami organisasi sebagai alat pengendalian perlu dibedakan penggunaan informasi akuntansi sebagai alat pengendalian keuangan (financial control) dengan akuntansi sebagai alat pengendali organisasi (organization control). efisiensi dan efektivitas (value for money). Pola pengendalian tiap organisasi berbeda-beda tyergantung pada jenis dan karakteristik organisasi. maka diperlukan suatu sistem pengendalian yang efektif. Pengendalian organisasi memerlukan informasi yang lebih luas diandingkan pengendalian keuangan. sedangkan untuk manajmen level atas bersifat normatif. meskipun hal tersebut bervariasai untuk setiap organisasi dan tingkat manajemen. efisien dan efektif.

Perencanaan operasional 3. Jones dan Pendlebury membagi p[roses perencanaan dan pengendalian manajerial pada organisasi sektor publik menjadi lima tahap yaitu : 1. Perencanaan tujuan dan sasaran dasar 2. Pelaporan Analisis dan Umpan Balik 3. Penganggaran 4. Perencanaan dan pengendalian merupalkan suatu proses yang membentuk suatu siklus. sehingga satu tahap aklan terkait dengan tahap yang lainnya dan terintegrasi dalam satu organisasi. Perencanaan Operasional Revisi Perencanaan Operasional 5. Pelaporan. B. Pengendalian dan pengukuran 5. Proses Perencanaan dan pengendalian Manajerial Sektor Publik Perencanaan dan pengendalian pada dasarnya merupakan dua sisi mata uang yang sama. sehingga keduanya harus dipertimbangkan secara bersama-sama. Tanpa pengendalian perencanaan tidak akan berarti karena tidak adanya tindak lanjut (follow up) untuk menidentifikasi apakah rencana organisasi telah tercapoai. Sebaliknya tanpa pengendalian perencanaan tidak akan berarti karena tidak adanya target atau rencana yang digunakan sebagai pembanfding. sosial dan politik dari investasi yang diajukan. analisis dan umpan balik Gambar Proses Perencanaan dan Pengendalian Manajerial Organisasi Sektor Publik Perencanaan Tujuan dan Susunan dan Dasar Revisi/modifikasi Tujuan dan Sasaran Dasar 2. Pengangguran Revisi Anggaran Aksi 4. Sementara itu untuk tujuan pengendalian organisasi dibutuhkan informasi yang lebih luas meliputi asapek ekonomi. Pengendalian dan Pengukuran .Akuntansi Sektor Publik 8 keuangan adalah berupa prediksi aliran kas dan profitabilitas dari investasi tersebut.

Akunatsni manajemen pada sektor publik dihadapkan pada tiga permasalahan yaitu : efisiensi biaya. Peran akuntansi manajemen dalam organisasi sektor publik meliputi : 1. sehingga berdasarkan informasi akuntansi tsb manajer dapat menentukan anggaran yang dibutuhkan dikaitkan dengan sumber daya yang dimiliki. Pada tahap perencanaan strategik. Untuk memberikan jaminan dialokasikannya sumber daya secara ekonomis.Akuntansi Sektor Publik 9 C. Perencanaan strategik 2. Pemberian informasi biaya 3. Penganggaran 5. manajemen organisasi membuat alternatif-alternatif program yang dapat mendukung strategi organisasi. Penilaian kinerja Perencanaan Strategik Akuntansi majamen dibutuhkan sejak tahap perencanaan strategik. relevan untuk menghitung berapa besarnya biaya program. Sistem informasi akunatsni manajemen yang baik dapat mengurangi peluang terjadinya pembororsan. quality and service). Inti akuntansi manajemen adalah perencanaan dan pengendalian. Peran Akuntansi Manajemen Sektor Publik Peran utama akuntansi manajemen dalam organisasi sektor publik adalah memberikan informasi akuntansi yang relevan dan handal kepada manajer untuk melaksanakan fungsi perencanaan dan pengendalian organisasi. Program-program tsb diseleksi dan dipilih sesuai dengan skala prioritas sumber daya yang dimiliki. Penentuan biaya pelayanan (cost of service) dan penentuan tarif pelayanan (charging for service) 6. aktivitas atau proyek. Untuk dapat menghasilkan kualitas pelayanan publik yang tinggi dengan biaya yang murah pemerintah harus mengadopsi sistem informasi akantansi manajemen yang . kualitas produk dan pelayanan ( cash. Penilaian investasi 4. Peran akuntansi manajmen adalah memberikan informasi untuk mementukan berapa biaya program dan berapa biaya suatu aktivitas.kebocoran dana dan mendeteksi program-pprogram yang tidak layak secara ekonomi. efisien dan efektif maka diperlukan informasi akuntansi manajemen yang handal dan akurat.

yaitu dengan menerapkan teknis akunatnsi manajemen yang diterapkan di sektor suasta. • Cost finding. sementara biaya pada sektor publik sebagaian besar merupakan discretionary cost yang ditetapkan di awal periode anggaran dan sering tidak memiliki hubungan langsunmg dengan aktivitas yang dilakukan dengan output yang dihasilkan. yaitu cost finding. strategic cost reduction dan cost reporting. Kebanyakan output yang dihasilkan sektor publik merupakan intangible output yang sulit diukur. maka peran manajer publik sangat penting dalam pengendalian biaya Pemberian Informasi Biaya Biaya (cost) dalam konteks organisasi sektor publik dapat dikategorikan menjadi tiga kelompok : • • Biaya input. Pada organisasi sektor publik output dapat diukur dengan berbagai cara tergantung pada pelayanan yang dihasilkan. cost recording. Pada tahap ini yang dilakukan adalah kegiatan pencatatan data ke dalam sistem akuntansi organisasi .Akuntansi Sektor Publik 10 modern. hal ini disebabkan bahwa sebagain besar biaya pelayanan pada sektor suasta cenderung merupakan engineered cost yang memiliki hubungan secara langsung dengan output yang dihasilkan. adalah biaya yang dikeluarkan untuk mengantarkan produk hingga samapai ke tangan pelanggan. biaya dinas-dinas dsb. Contoh pada perusahaan transportasi massa. biaya mungkin diukur berdasarkan biaya per penumpang • Biaya proses. Proses penentuan biaya meliputi lima aktivitas. biaya ini dapat dipisahkan berdasarkan fungsi organisasi. misalnya biaya departemen produksi. Biaya input bisa berupabiaya tenaga kerja dan biaya bahan baku Biaya output. biaya dapat diukur dengan mempertimbangkan fungsi organisasi. adalah sumber daya yang dikorbankan untuk memberikan pelayanan. dep personalia. Pada tahap ini pemerintah mengakumulasi data mengenai biaya yang dibutuhkan untuk menghasilkan produk/ jasa layanan • Cost recording. Terdapat perbedaan antara sektor suasta dan sektor publik dalam hal penentuan biaya produk atau pelayanan. cost analizing.

Akuntansi manajemen diperlukan dalam penilaian investasi karena untuk dapat menilai investasi diperlukan identifikasi baiya. perubahan biaya dan volume kegiatan.Akuntansi Sektor Publik 11 • Cost analizing. faktor yang harus fdiperhatikan oleh . Tahap terakhir adalah memeberikan informasi baiay secara lengkap kepada pimpinan dalam bentuk internal report yang kemudian diintegrasikan ke dalam suatu laporan yang akan disampaikan kepada pihak eksternal. Pada tahap ini dilakukan analisis biaya yaitu mengindentifikasi jenis dan perikalku biaya. Manajamen organisasi harus dapat menentukan pemicu biaya (cost driver) agar dapat doilakukan strategi efisiensi biaya. Akuntansi manajemen hendaknya dapat mendukung dan memperkuat pelaksanaan prinsip value for money dan public accountability organisasi sektor publik Penilaian Investasi Akuntansi manajemen dibutuhkan pada saat organisasi sektor publik handak melakukan investasi. Pendekatan strategik dalam pengurangan biaya memiliki karakteristik sbb : 1. Dalam penilaian suatu investasi. Berdasarkan kultur perbaiakan berkelanjutan dan berfokus pada pelayanan kepada masyarakat 3. Manajemen biaya strategik merupakan usaha jangka paanjang yang membentuk kultur organisasi agar penurunan biaya menjadi budaya yang mampu bertahan lama 2. yaitu untuk menilai kelayakan investasi secara ekonomi dan finansial. • Strategic cost reduction Tahap ini adalah menentukan strategi penghematan biaya agar tercapai value for money. Manajemen harus bersifat proaktif dalam melakukan penghematan biaya 4. Keseriusan manajemen puncak (top manager) merupakan penentu efektifitas program pengurangan biaya karena pada dasarnya manajemen biaya strategik merupakan tone form the top • Cost reporting. resiko dan manfaat atau keuntungan dari suatu investasi. Berjangka panjang. Informasi manajemen hendaknya dapat mendeteksi adanya pemborosan yanbg masih berpotensi untuk diefisiensikan serta mencari metode atau teknik untuk penghematan biaya.

Sebagai contoh pemerintah harus dapat menentukan berapa biaya untuk membangaun terminal bus atau stasiun kereta api yang tertib aman dan nyaman serta . efisien dan efektif adil dan merata. Penentuan biaya pelayanan (Cost of Service) dan penentuan tarif (Charging for Service) merupakan satu rangakaian dimana keduanya membutuhkan informasi akuntansi. berkualitas dan murah. Penilaian invesatasi pada organisasi sektor publik dilakukan dengan menggunakan analisis biaya – manfaat (cost benefit analysis). Menentukan biaya dan manfaat sosial dalam satuan moneter sanbgat silut dilakukan. jika tidak akuntansi manajemen tidak akan banyak bermanfaat karena hanya akan berfungsi sebagai alat perencanaan dan pengendalian. tingkat resiko dan ketidakpastian serta sumber pendanaan untuk investasi yang akan dilakukan. Untuk mencapai hal tersebut dibutuhkan sumber daya manusia yang handal. Pemerintah yang berorientasi pada pelayanan publik harus merespon keluhan. Terkait dengan 3 fungsi anggaran. alat distribusi dan stabilisasi maka akuntansi manajemen merupakan alat yang vital untuk proses mengalokasikan an mendistribusikan sumber adana publik secara ekonomis. tingkat inflasi. Kemudian untuk memudahkan digunakan analisis efektifitas biaya (cost effectiveness analysis). Dalam praktek ini sulit dilakukan karena biaya yang diukur tidak hanya dari sisi finansial tetapi juga dari sisi biaya sosial dan manfaat sosial yang akan diperoleh dari investasi yang diajukan. tuntutan dan keinginan masyarakat tersebut agar kualitas hidup masyarakat menjadi semakin meningkat dan kesejahteraan akan semakin meningkat pula. Penentuan Cost of Service dan Charging for Service Tuntutan agar pemerintah meningkatkan mutu pelayanan dan keluhan masyarakat akan besarnya biaya pelayanan merupakan suatu indikasi perlunya perbaikan sistem akuntansi manajemen di sektor publik. Masyarakat menghendaki pemerintah memberikan pelayanan secara cepat.Akuntansi Sektor Publik 12 akuntansi manajemen adalah tingkat diskonto. yaitu sebagai alat alokasi sumber daya publik. yaitu menekankan seberapa besar dampak yang dicapai dari suatu proyek atau investasi dengan biaya tertentu Penganggaran Akuntansi menajemen berperan untuk memfasilitasi terciptanya anggaran publik yang efektif.

Disini peran akuntansi manajemen adalah dalam pembuatan indikator kinerja kunci dan satuan ukur untuk masing-masing aktifitas. . ini untuk mengetahui tingkat efisiensi dan efektifitas organisasi dalam mencapai tujuan yang ditetapkan. Penilaian Kinerja Penilaian kinerja merupakan bagian dari sistem pengendalian.Akuntansi Sektor Publik 13 biaya operasioalnya. Bedasarkan informasi ini pemerintah dapat menentukan berapa besarnya biaya tarif pelayanan yang akan dibebankan kepada para pemakai jasa pelayanan terminal atau stasiun tsb. demikian juga untuk PDAM dsb.

keamanan dsb. Dalam tahap ini pengendalian manajemen terkait dengan pelaksanaan pengawasan program yang telah ditetapkan melalui alat berupa anggaran. MSDM harus dilalakukan sejak proses seleksi dan rekruitmen. Sistem pengendalian sektor publik berfokus pada bagaimana melaksanakan strategi organisasi secara efektif dan efisien sehingga tujuan organisasi dapat dicapai. Sistem Pengendalian Manajemen Sektor Publik Organisasi memerlukan sistem pengendalian manajemen untuk memberikan jaminan dilaksanakannnya strategi organisasi secara efektif dan efisien sehingga tujuan organisasi dapat dicapai. Faktor lingkungan meliputi kestabilan politik. sosial. B. Sistem pengendalian manajmenen tersebut harus didukung dengan adanya perangkat lain berupa struktur organisasi yang sesuai dengan tipe pengendalian manajemen yang digunakan. Pengendalian preventif (preventive control). Anggaran ini menghubungkan perencanaan dan pengendalian . Dalam tahap ini pengendalian manajemen terkait dengan perumusan strategi dan perencanaan stretegik yang dijabarkan dalam bentuk program-program. Pengendalian manajemen meliputi beberapa aktivitas yaitu : (1) perencanaan (2) koordinasi antar berbagai bagian dalam organisasi (3) Komunikasi informasi (4) pengambilan keputusan (5) motivasi orang-orang dalam organisasi agar berperilaku sesuai dengan tujuan organisasi (6) pengendalian dan (7) penilaian kinerja Kegagalan dalam organiasai mencapai tujuan yang telah ditetapkan dapat terjadi karena adanya kelemahan atau kegagalan pada salah satu atau beberapa tahap dalam proses pengendalian manajenen. Pusat-pusat petanggungjawaban tersebut merupakan basis perencanaan pengendalian. SISTEM PENGENDALIAN MANAJEMEN SEKTOR PUBLIK A. training. MSDM dan lingkungan yang mendukung. penilaian kinerja. ekonomi. pengembangan dan promosi hingga pemberhentian karyawan. Struktur organisasi harus sesuai dengan desain sistem pengendalian manajemen karena sistem pengendalian menajemen berfokus pada unit-unit organisasi sebagai pusat pertanggungjawaban. Dimana semua unsur tsb harus dapat mendukung pelaksanaan strategi organisasi. Pengendalian operasional (operasional control). 2. Tipe Pengendalian Manajemen Tipe pengendalian manajemen dapat dikategorikan dalam 3 kelompok : 1.Akuntansi Sektor Publik 14 3.

Pusaat pertanggungjawaban adalah unit organisasi yang dipimpin oleh manajer yang bertangungjawab terhadap aktivitas pusat pertanggungjawaban yang dipimpinnya. Sebagai alat untuk melaksanakan strategi organisasi secara efektif dan efisien 7. pengendalian dan penilaian kinerja manajer dan unit organisai yang dipimpinnya 2. Suatu organisasi merupakan kumpulan dari suatu pusat pertanggungjawaban. Tujuan dibuatnya pusat pertanggungjawaban tersebut adalah: 1. Suatu unit organisasi disebut sebagai pusat biaya apabila ukuran kinerja dinilai berdasarkan biaya yang telah digunakan (bulan nilai output yang dihasilkan). Memfasilitasi terbentuknya goal congruence 4. Mendorong kreativitas dan daya inovasi bawahan 6. C. Sebagai basis perencanaan. Input diukur dengan jumlah sumberdaya yang digunakan sedangkan output diukur dengan jumlah produk atau output yang dihasilkan. Pada tahap ini pengendalian manajemen berupa analisis evaluasi kinerja berasarkan tolak ukur kinerja yang telah ditetapkan. Pengendalian kinerja. Pusat-Pusat Pertanggungjawaban Pada dasarnya terdapat 4 pusat pertanggungjawaban yaitu : • Pusat biaya (expense center) Pusat biaya adalah pusat pertanggungjawaban yang prestasi manajernya dinilai berdasarkan biaya yang telah dikeluarkan. Untuk meudahklan mencapai tujuan organisasi 3. Struktur Pengendalian Manajemen Sistem pengendalian manajemen harus didukung dengan struktur pengendalian yang baik .Akuntansi Sektor Publik 15 3. Mendelegasikan wewenang dan tugas ke unit-unit sehingga mengurangi beban tugas manajer pusat 5. Pusat biaya banyak dijumpai pada sektor publik karena output yang dihasilkan seringkali ada akan tetapi tidak dapat diukur atau yang memiliki kompetensi . Sebagai alat pengendali anggaran Tugas manajer pusat pertanggungjawaban adalah untuk menciptakan hubungan yang optimal antara suberdaya input yang digunakan dan output yang dihasilkan dikaitkan sdentgan target kinerja. Struktur organisasi termanifestasi dalam bentuk pusat pertanggungjawaban (responsibility centers).

Dinas Sosial dan DPU • Pusat pendapatan (revenue center) Pusat pendapatan adalah pusat petanggungjawaban yang prestasi manjernya dinilai berdasarkan pendapatan yang dihasilkan. Kinerja manajernya dinilai berdasarkan laba yang dihasilkan. Contahnya Dinas Pendapatan Daerah dan dep. Pusat pertanggungjawan tersebut selanjutnya menjadi dasar untuk perencanaan dan pengendalain anggaran serta penilaian kinerja pada unit ybs. misalnya dinas-dinas atau subdinas-subdinas. sehiungga dapat . • Pusat incestasi (investment center) Pusat investasi adalah pusat pertanggungjawaban yang prestasi manajernya dinilai berdasarkan laba yang dihasilkan dikaitkan dengan investasi yang ditanamkan pada pusat pertanggungjawaban yang dipimpinnya. Adanya perbedaan antara hasil yang dicapai dan jumlah anggaran kemudaian dianalisis untuk diketahui penyebabnya dan dicari siapa yang bertanggungjawab atas terjadinya perbedaan tersebut. obyek pariwisata milik PEMDA. Contah : Dep Riset dan Pengembangan dan Balitbang Suatu organisasi besar seperti pemerintah daerah dapat dianggap sebagai suatu pusat pertanggungjawaban. Contah : BUMD dan BUMN. Pengendalian anggran meliputi pengukuran terhadap output dan belanja riil yang dilakukan dibandingkan dengan anggaran. Contoh pusat biaya adalah dep. produksi. pemanasaran • Pusat laba ( profit center) Pusat laba adalah pusat pertanggungjawaban yang menandingkan input (expenses) dan output ( revenue) dalam satuan moneter. material dsbnya yang dengan input tsb diharapkan dapat menghasilkan output dalam bentuk barang atau pelayanan pada kualitas dan kuantitas tertentu. bandara dan pelabuhan. Manajer pusat pertanggungjawaban sebagai budget holder memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan anggaran. Pusat pertanggung jawaban memperoleh sumberdaya input berupa tenaga kerja. Pusat pertanggungjawaban yang besar tersebut dapat dipecapecah lagi menjadi pusat pertanggungjawaban yang lebih kecil hingga pada level pelayanan atau program. Anggaran mencerminkan nilai rupiah dari input yang dialokasikan ke pusatpusat pertanggungjawaban dan output yang diharapkan atau level aktivitas yang dihasilkan.Akuntansi Sektor Publik 16 hanya dapat diukur secara fisik tidak dalam nilai rupiahnya.

sehingga pada akhirnya tujuan umum organisasi dapat tercapai. Jika sistem pengendalian anggaran berjalan dengan baik maka informasi yang dikirimkan kepada manajer harus relevan dan tepat waktu. struktur pusat pertanggungjawaban sebagai alat pengendalian anggaran sejalan dengan program atau struktur aktivitas organisasi. Menetapkan prosedur dan formulir untuk persiapan anggran 2. Mengkoordinasi dan membuat asumsi sebagai dasar anggaran (misal: asumsi tingkat inflasi. Depatemen anggaran sebagai berikut : 1. Informasi yang relevan harus up to date (terbaru) dan biaya yang dikendalikan secara langsung (controllable) dengan biaya-biaya yang tidak dikendalikan (uncontrollable) oleh manajer pusat pertanggungjawaban. yaitu dibandingkan antara hasil yang telah dicapai dengan anggaran. Informasi yang terkait dengan sistem pengendalian anggaran biasanya banyak diketahui oleh bagian departemen anggaran. Setiap jenis pusat pertanggungjawaban membutuhkan data mengenai berlanja (pengeluaran) yang telah dilakukan dan output yang dihasilkan selama masa anggaran. Tindakan tsb biasa dilakukan pada perusahaanperusahaan swasta. Laporan kinerja disiapkan dan dikirim ke setiap level manajemen untuk dievaluasi kinerjanya. Membantu mengkomunikasdikan anggaran ke seluruh bagian dalam organisasi 4. Keberadaan depatemen anggaran dan komite anggaran pada pusat pertanggungjawaban sangat perlu untuk membentu terciptanya anggaran yang efektif.Akuntansi Sektor Publik 17 segera dilakukan tindakan korektif. Menganalisis anggaran yang diajukan dan membuat rekomendasi kepada budgeter dan manajer pusat pertanggungjawaban memiliki fungsi . nilai tukar. mekanisme tsb perlu dilakukan sebagai salah satu cara pengendalian anggaran. harga migas) 3. Idealnya. maka proses penyiapan dan pengendalian anggaran harus menjadi fokus perhatian manajer pusat pertanggungjawaban. Dengan kata lain tiap-tiap pusat pertanggungjawaban bertugas untuk melaksanakan program atau aktivitas tertentu dan penggabungan proram-program dari tiap-tiap pusat pertanggungjawaban tsb seharusnya mendukung program pusat pertanggungjawaban pada level yang leih tinggi. Pusat pertanggungjawaban berfunmgsi sebagai pengemban budget holder. Pada organisasi publik.

Menyiapkan revisi anggaran jika diperlukan. Proses Pengendalian Manajemen Sektor Publik Proses pengendalian manajemen pada organisasi sektor publik dapat dilakukan dengan cara komunikasi formal dan informal.. Sedangkan faktor informal . Sistem pengendalian manajemen suatu organisasi dirancang untuk mempengaruhi orang-orang di dalam organisasi tersebut agar berperilaku sesuai dengan tujuan organisasi. Dalam suatu organisasi setiap individu pasti mempunyai tujuan person. Prengendalian organisasi dapat berupa aturan dan prosedur birokrasi atau melalui sistem pengendalian dan manajemen informasi yang dirancang secara formal. menginterprestasikan hasil dan menyiapkan ikhtisar laporan untuk manajer pusat pertanggungjawaban 6. diskusi dll. Faktir yang mempengaruhi goal congrunce dapat dikategorikan dalam 2 kelompok yaitu faktor pengendalian formal dan informal. Komite anggaran ujuga memiliki peran yang vital. yaitu tercapainya keselarasan antara tujuan individu dan tuuan oraganisasi. Komite anggran biasanya teddiri dari para pimpinan puncak seperti kepala depatemen.Akuntansi Sektor Publik 18 5. Karenanya pusat pertanggungjawaban merupakan alat yang sangat vital untuk pelaksanaan dan pengendalian anggaran selain itu juga merupakan basis pengukuran kinerja yaitu membendingkan apa yang telah dicapai oleh pusat pertanggungjawaban dibandingkan dengan anggaran yang telah ditetapkan. Faktor pengendalian formal misalnya : sistem pengendalian manajemen dan sistem aturan. kepala dinas. Komite anggran bertugas menuyusun anggran untuk tiap-tiap unitoperasi. Saluran komunikasi formal terdiri dari aktivitas formal dalam organisasi yang terdiri dari : (1) perumusan strategi (2) perencanaan strategi (3) penganggran (4) opersional (5) evaluasi kinerja . Saluran informasi informal dapat dilakukan dengan komunikasi langsung yaitu pertemuan informal. Menganalisis kinerja anggaran yang dilaporkan. Depaemen anggran dan komite anggran merupakan perangkat yanmg berad pada pusat pertanggungjawaban. D. kepala biro dsb.Dalam hal ini hendaknya pengendalian manajemen dapat digunakan sebagai jembatan untuk mewujudkan goal congruence yaitu keselaran antara tujuan individu dan tujuan organisasi. Untuk menyingkapi ini perlu adanya jembatan yang mampu menghantarkan organisasi mencapai tujuannya.

Ketidakstabilan ekonomi dan politik yang terjadi secara terus menerus dapat mendorong pemerintah untuk sewaktu-waktu mengeluarkan kebijakan dan strategi baru. . Salah satu metode penentuan strategi adalah dengan menggunakan analisis SWOT. Strategi perusahaann dapat berubah atau mengalami revisi jika terdapat lingkungan yang berubah yang dipengaruhi adanya ancaman dan kesempatan. misi dan tujuan yang telah ditetapkan. Perubahan visi. 10 bahkan 20 tahun. misi dan tujuan oragnisasi sangat jarang dilakukuan oleh organisasi baik itu pemerintahan atau swasta. gaya manajemen dan gaya komunikasi. ekoomi. Hasil perumusan strategi bersifat permanen dan jangka panjang bisa berjangka 4. Perubahan lingkungan dalam organisasi sektor publik sanat mungkin karena karena organisasi sektor publik dipengaruhi oleh faktor politik. misalnya adanya inovasi teknologi baru. target. Strategi organisasi ditetapkan untuk memberikan kemudahan dalam mencapai tujuan organisasi. Dalam organisasi pemerintahan perumusan strategi dilakukan oleh dewan legislatif yang hasilnya berupa GBHN yang akhirnya merupakan acuan bagi eksektutif dalam berindak. misi. sedangkan yang bersifat internal : kulktur organisasi.5.arah dan kebijakan serta strategi organisasi.  Perumusan Strategi (strategy formulation) Perumusan strategi merupakan proses pehnentuan visis. Berdasarkan analisis SWOT oganisasi dapat menentukan startegi terbaik untuk mencapai tujuan organisasi.Akuntansi Sektor Publik 19 terdiri dari ekstrenal dan internal. sasran. Pertimbangan untuk revisi strategi biasanya kalau muncul perubahan lingkunan yang berupa ancaman atau peluang baru. tujuan. peraturan pemerintah baru atau perubahan lingkungan politik dan ekonomi lokal dan global. Analsisi ini dikembangkan dengan menganalisis faktor internal yang menjadi kekuatan dan kelemahan dalam suatu organisasi dan faktor eksternal yang merupakan ancaman dan peluang. Yang bersifat eksternal contohnya etos kerja dan loyalitas karyawan ( dalam pemerintahan kita kenal sebagi abdi negara dan abdi masyarakat). Ancaman dan peluang baru dapat muncul setiap saat. Yang berubah hanyalah strategi untuk mewujudkan visi. sosial dan budaya. Karenanya perumusan strategi bersifat tidak sistematis dan tidak harus kaku. Perumusan strategi merupakan tugas dan tanggungjawab manajemen puncak.

evaluasi dan pemilihan strategi 5. Perumusan.Akuntansi Sektor Publik 20 Gambar: Proses Perumusan Strategi Analisis Eksternal: Ekonomi.soial. Menurut Olsen dan Eadi (1982) proses perumusan strategi terdiri dari 5 komponen dasar yaitu : 1. Pernyataan misi dan tujuan umum organisasi yang dirumuskan oleh manajemen eksekutif organisasi dan memberikan rerangka pengembangan strategi serta target yang akan dicapai 2. Profil internal dan audit sumber daya. Sama halnya dengan sektor swasta tahap awal dari manajemen strategi adalah perencnaan.pilitik. Analisis atau scanning lingkungan. peraturan (regulasi) trend global Teknologi baru Analisis Internal: Teknologi yang dimiliki Sumber daya Sumber daya alam Sumber daya manusia Infrastruktur dsbnya Strength & Weaknes : Identifikasi kekuatan & kelemahan Opportunity & Threat: Identifikasi peluang & ancaman Penyesuaian kompetensi dengan peluang dan ancaman Strategi Proses perumusan pada organisasi sektor publik banyak dipengaruhi perkembangan disektor swasta. Perencanaan dimulai dari perumusan strategi. terdiri dari pengidentifikasian dan pengukuran faktor-faktor eksternal yang sedang dan akan terjadi dan kondisi yang harus dipertimangkan pada saat merumuskan strategi organisasi 3. Implementasi dan pengendalian rencana strategik. yang mengidentifikasi dan mengevaluasi kekuatan dan kelemahan organisasi dalam hal berbagai faktor yang perlu dipertimbangkan dalam perencanaan strategik 4. .

Identifikasi apa yang menjadi mandat organisasi 3. Klarifikasi misi dan nilai-nilai organisasi 4.manage isu-isu 8. Menilai lingkungan eksternal 5. Menilai lingkungan internal 6. Identifikasi isu strategi yang sedang dihadapi organisasi 7. Perumusan strategi untuk me. Menetapkan visi organisasi untuk masa ke depan.Akuntansi Sektor Publik 21 Model Perumusan Strategi pada Organisasi Sektor Publik Innitiate and agree process Stakeholder Internal Environmental Analysis Missin and mandate Ekternal Environmental Analysis Strategic issues Strategics Opportunity and threats Strength & weakneses PEST ANALYSIS Vision for the future Political Economic Sociological Technical Actions Outcomes Sumber : Bryson JM (1995) Menurut Bryson Jm model 8 langkah untuk memfasilitasi proses perumusan strategi yaitu: 1. Memulai dan menyetujui proses perencanaan strategi 2. .

pri oritas dan anggaran Anggaran yang dibutuhkan Program yang lolos seleksi . Dalam proses perumusan strategi . Proses Perencanaan Strategik Strategi A Strategi B Strategi C Strategi D dst Perencanaan strategi Program A1.A2 &A3 dst Seleksi program dikaitkan dengan prioritas dan sumber daya yang tersedia Review strategi. manajemen memutuskan visi. aktivitas atau proyek yang akan dilaksdankan suatu organisasidan penentuan jumlah alokasi sumber daya yang akan dibutuhkan Perbedaan dengan perumusan strategi adalah bahwa perumusan strategi merupakan proses untuk menentukan strategi. Perencanaan strategik adalah proses pemantauan program-program.A2 &A3 Program A1. Perencanaan strategik merupakan proses menurunkan strategi dalam bentuk program-program.misi dan tujuan oganisasi. Hasil perencanaan strategik berupa rencana-rencana strategik.A2 &A3 Program A1.Akuntansi Sektor Publik 22  Perencanaan Strategi (strategic planning) Sistem pengendalian manajemen diawali dari perencanaan strategik. sedangkan perencanaan strategik adalah proses menentukan bagaimana mengimplementasikan strategi tersebut.A2 &A3 Program A1.program.

lam penganggaran. . alokasi sumberdaya yang tidak tepat sasaran dab dilakukannya pilihan startyegi yang salah.Akuntansi Sektor Publik 23 Gambar Sistem Manajemen Strategik pada Pemerintah Daerah Perencanaan Strategik Perencanaan kinerja Anggaran kinerja Pelaporan kinerja LPJ Kepala Daerah Visi. Orientasi dilakukannya manajemen strategik pada organisasi manajemen organisasi publik menuntut adanya strategic vision.filosofi unit kerja Sub Sisem pengumpula n data Tujuan unit kerja Saran & Target kinerja Ukuran efektifitas Target kinerja Strategi & Action plan Ukuran ekonomi Target kinerja Laporan Keu Pemda Target kinerja & analisis biaya Justifikasi Ukuran efisiensi Ukuran penjelas Perencanaan strategik merupakan proses yang sistematis yang memilikiu prosedru dan skedul yang jelas. misalnya terjadinya beban kerja anggaran yang terlalu berat. strategic leadership dan strategic organization. Organisasi yang tidak memiliki atau tidak melakukan perencanaan strategik akan mengalaami masalah da. strategic thinking.misi.

yang nantinya akan mendorong goal congruence. Desain sistem pengendalian manajemen harus didukung oleh struktur organisasi yang sesuai. karenanya perlu adanya restrukturisasi dan reorganisasi agar selaras dengan startegi dan sistem pengendalian manajemen. Perencanaan strategik bukan merupakan hasil akhir. Mengubah perencanaan Strategik Menjadi Tindakan Nyata Perencanaan strategi dapat digunakan untuk membantu mengantisipasi dan memberikan arah perubahan. sehingga memungkinkan terjadi persetujuan antara manajer puncak dengan manajer level dibawahnya mengenai strategi terbaik untuk mencapai tujuan organisasi yang ditetapkan. misi. baik secra manajerial maupun secara politik Proses dan praktek implementasi di lapangan Kultur organisasi Struktur organisasi hendaknya dapat mendukung pelaksanaan strategi. tujuan dan strategi yang telah ditetapkan secara biak dapat gagal bila struktur organisasi tiudak mendukung strategi. Perubahan strktur organisasi hendaknya dapat meningktakan kapasitas untuk mencapai strategi yang efektif . Restrukturisasi dapat didasarkan pada prinsip 1. Untuk itu harus didukung oleh : • • • Struktur pendukung. tapi masih perlu ditranslasikan dalam bentuk tindakan-tindakan konkrit. tetapi perubahan belum dapat berjalan dengan mulus meskipun sudah ada perencanaan strategik.Akuntansi Sektor Publik 24 Manfaat Perencanaan Strategik • Sebagai sarana untuk memfasilitasi terciptanya anggaran yang efektif • Sebagai sarana untuk memfokuskan manajer pada pelaksanaan strategi yang telah ditetapkan • Sebagai sarana untuk memfasilitasi dilakukannya alokasi sumber daya yang optimal • Sebagai rerangka pelaksanaan tindakan jangka pendek • Sebagai sarana manajemen untuk memahami strategi organisasi secara lebih jelas • Sebagai alat untuk memperkecil rentang alternatif strategi Tujuan utama perencanaan strategik adalah untuk meningkatkan komunikasi antara manajer puncak dengan manajer dibawahnya. Visi.

karena memiliki karakteristik yang agak berbeda dengan penganggraan pada sektor swasta. Pimpinan eksekutif bertanggung jawab untuk melaksanakan strategi dan arahan kebijakan hingga level bawah. Kultur organisasi terkait dengan lingkungan kerja dan kesediaan anggota untuk melakukan perubahan. Manajemen kompensasi merupakan mekanisme penting untuk mendorong motivasi manajer untuk mencapai tujuan organisasi.Akuntansi Sektor Publik 25 2. Pengendalian manajemen melalui sistem penilaian kinerja dapat dilakukan dengana menciptakan mekanisme reward dan punishment. Program akan gagal bila personel di lapangan bertindak tidak sesuai dengan arah dan strategi organisasi. Perbedaan tersebut terletak pada pengaruh politik dalam proses penganggaran. Peran peting adanya penghargaan dalam suatu organisasi akan mendorong tercapainya tujuan oragnisasi dan untuk menciptakan kepuasan setiap individu. Dewan bertanggung jawab secara kolektif untuk merencanakan strategi. .  Penganggaran Tahap penganggaran dalam proses pengendalian manajemen sektor publik merupakan tahap yang pang dominan. misi dan tujuan organisasi harus selalu dikomunikasiokan kepada seluruh anggota organisasi 3. Prencanaan strategik tidak akan efektif jika prosedur dan sistem pengendalian tidak sesuai dengan strategi. Sistem reward dan punishment harus didukung oleh manajemen kompensasi yang memadai.  Pengukuran Kinerja Penilaian kinerja merupakan bagian akhir dari proses pengendalian manajemen yang dapat digunakan sebagai alat penegndalian. Sistem pemberian penghargaan dan hukuman dapat digunakan sebagai pendorong untuk pencapaian suatu strategi. Arus ada kejelasan wewenang dan tanggung jawab. pengendalian personel dan manajemen kompensasi yang jelas dan fair. Visi. Intensif positif pada manajer disebut sebagai reward dan intensif negatinya disebut sebagai punishment. dan harus didukung oleh perubahan perilaku dan sikap anggota organisasi untuk melaksanakan program-program secara efektif dan efisien. Perencanaan srtategik harus didukung adanya budaya organisasi yang kuat. kebijakan dan otorisasi alokasi sumber daya dan menilai kinerja manajemen. Selain itu harus didukung oleh regulasi keuangan. pendelegasian wewenang dan tugas. Proses dan praktik di lapangan terkait dengan prosedur dan sistem pengendalian.

tetapi orientasi penilaian harus selalu pada pemberian penghargaan. bonus dan pemberian tunjangan. Mekanisme pemberian sanksi dan hukuman pada kondisi tetentu diperlukan. yang bersifat financial misalnya kenaikan gaji.Akuntansi Sektor Publik 26 Pemberian reward dapat berupa financial atau non financial. otonomi yang lebih besar. sedangkan non financial dapat berupa promosi jabatan. penempatan kerja di lokasi yang lebih baik dan pengakuan. penambahan tanggung jawab. .

sedangkan penganggaran adalah proses atau metode untuk menyiapkan anggaran. Penganggaran dalam organisasi sektor publik merupakan tahapan yang cukup rumit dan mengandung nuansa politik yang tinggi. Pengertian Anggaran Sektor Publik Anggaran publik berisi rencana kegiatan yang direpresentasikan dalam bentuk rencana perolehan pendapatan dan belanja dalam satuan moneter. Anggaranmerupakan artikulasi dari perumusan dan perencanaan strategi yang dibuat. Proses penganggaran sektor publik dimulai ketika perumusan staretgi dan perencanaan strategik selesai dilakukan. Aspek-aspek yang harus dicakup dalam anggaran sektor publik : • • • Aspek perencanaan Aspek pengendalian Aspek akuntabilitas B. Dalam organisasi sektor publik penganggaran merupakan suatu proses politik. didiskusikan dan diberi masukan. namun pada sektor publik anggran merupakan hal yang harus diinformasikan kepada publik untuk dikritik. PENGANGGARAN SEKTOR PUBLIK A. Dalam bentuk yang sederhana anggaran sektor publik merupakan suatu dokumen yang menggambarkan kodisi keuangan dari suatu organisasi yang meliputi informasi mengenai pendapatan. belanja dan aktivitas. Hal tersebut berbeda dengan sektor swasta yang relatif lebih kecil nuansa politiknya. . Anggaran berisi estimasi mengenai apa yang akan dilakukan organisasi di masa yang akan datang. Pada sektor swasta anggaran merupakan bagian dari rahasia perusahaan yang tertutup bagi publik. Konsep Anggaran Sektor Publik Anggaran merupakan pernyataan mengenai setimasi kinerja yang hendak dicapai selama periode tertentu yang dinyatakan dalam ukuran finansial.Akuntansi Sektor Publik 27 4. Anggaran pada sektor publik merupakan instrumen akuntabilitas dan pengelolaan dana publik dan pelaksanaan program-program yang dibiayai dengan uang publik. Penganggaran pada sektor publik terkait dengan proses penentanjumlah alokasi dana untuk tiap-tiap program dan aktivitas dalam satuan moneter.

distribusi pendapatan. Berapa banyak dan bagaimana cara memperoleh uang untuk mendanai rencanarencana tersebut C. Alat utama kebijakan fiskal adalah anggaran. pertumbuhan ekonomi dan beban pajak yang harus dibayar atas pelayanan yang diberikan pemerintah. Anggaran merupakan alat ekonomi terpenting yang dimiliki pemerintah untuk mengarahkan perkembangan sosial dan ekonomi. Pentingnya Anggaran Sektor Publik Anggaran sektor publik dibuat untuk membantu menentukan tingkat kebutuhan masyarakat seperti listrik. menjamin kesinambungan dan kualitas hidup masyarakat. Tingkat kesejahteraan masyarakat dipengaruhi oleh keputusan yang dibuat pemerintah melalui anggran yang dibuat. Anggaran sektor publik harsu dapat memenuhi kriteria sbb : • • Merefleksikan perubahan prioritas kebutuhan dan keinginan masyarakat Menetukan penerimaan dan pengeluaran departemen-depatemen pemerintah. Anggaran merupakan blue print keberadaan sebuah negra dan merupakan arahan di masa yang akan datang. uang yang dimiliki oleh pemerintah adalah uang rakyat dan anggaran menunjukkkan rencana pemerintah untuk membelanjakan uang rakyat. pemerintah mewakili kepentingan rakyat. Berapa biaya-biaya atas rencana yang telah dibuat 2. Dalam sebuah negara demokrasi. pendidikan dsbnya agar terjamin secara layak. Anggaran sektor publik penting karena : . baik propinsi maupun daerah Aliran uang yang terkait dengan aktivitas pemerintahan akan mempengaruhi harga.Akuntansi Sektor Publik 28 Secara singkat anggaran publik merupakan suatau rencana finansial yang menyatakan : 1. Keputusan anggaran yang dibuat pemerintah daerah dan propinsi seharusnya dapat merefleksikan prioritas pemerintah daerah dan propinsi dengan baik. kualitas kesehatan. air bersih. lapangan kerja. Anggaran dan Kebijakan Fiskal Pemerintah Kebijakan fiskal adalah usaha yang dilakukan pemerintah untuk mempengaruhi keadaan ekoomi melalui sistem pengeluaran atau sistem perpajakan untuk mencapai tujuan tertentu.

sedangkan sumber daya jumlahnya terbatas. Sebagai alat perencanaan 2. Anggaran diperlukan untuk meyakinkan bahwa pemerintah bertanggung jawab terhadap rakyat. berapa biaya yang dibutuhkan dan berapa hasil yang diperoleh dari belanja pemerinta tersebut. Anggaran sektor publik dibuat untuk merencanakan tindakan apa yang akan dilakukan pemerintah. Fungsi Anggaran Sektor Publik Anggaran sektor publik mempunyai beberapa fungsi utama yaitu 1. 3. menjamin kesinambungan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Dalam hal ini anggaran publik merupakan instrumen pelaksanaan akuntabilitas publik oleh lembaga-lembaga publik yang ada.misi dan sasaran yang telah ditetapkan Merencanakan berbagai program dan kegiatan untuk mencapai tuuan organisasi serta merencanakan alternatif sumber pembiayaannya Mengalokasikan dana pada berbagai program dan kegiatan yang telah disusun Menetukan indikator kinerja dan tingkat pencapaian strategi Anggaran Sebagai Alat Pengendalian (Control tool) . Anggaran merupakan alat bagi pemerintah untuk mengarahkan pembangunan sosial. Alat kebijakan fiskal 4.Akuntansi Sektor Publik 29 1. Alat koordinasi dan komunikasi 6. Anggaran Sebagai Alat Perencanaan (Planning tool) Anggaran meupakan alat pengendalian manajemen untuk mencapai tujuan organisasi. ekonomi. Alat pengendalian 3. Alat motivasi 8. D. 2. Alat politik 5. Alat menciptakan ruang publik. Anggaran sebagai alat perencanaan digunakan untuk : • • • • Merumuskan tujuan serta sasarn kebijakan agar sesuai dengan visi. Anggaran dibuat karena adanya kebutuhan dan keinginan masyarakat yang terus berkembang. Alat penilaian kinerja 7.

Membandingkan kinerja aktual dengan kinerja yang dianggarkan 2. Pengendalian anggaran publik dapat dilakukan melalui 4 cara : 1. memfasilitasi dan mengkoordinasikan kegiatan ekonomi masyarakat sehingga dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi. Pada sektor publik anggaran merupakan dokumen politik sebagai bentuk komitmen eksekutif dan kesepakatan legislatif atas penggunaan dana publik untuk kepentingan tertentu. Anggaran bukan sekedar masalah teknis tetapi lebih merupakan alat politik. Melalui anggaran publik dapat diketahui arah kebijakan fiskal pemerintah. anggaran sektor publik digunakan untuk meyakinkan bahwa pemerintah masih mempunyai cukup uang untuk memenuhi kewajibannya. bupati dan manajer publik lainnya dapat dikendalikan lewat anggaran. Menemukan penyebab yang dapat dikendalikan dan tidak dapat dikendalikan 4. Tanpa anggaran pemerintah tidak dapat mengendalikan pemborosan pengeluaran. Anggaran Sebagai Alat Politik (Political tool) Anggaran dapat digunakan untuk memutuskan prioritas dan kebutuhan keuangan terhadap prioritas tersebut. Sebagai alat penengendali manajerial. sehingga dapat dilakukan prediksi dan estimasi ekonomi. Tidak berlebihan kalau dikatakan bahwa presiden. Anggaran dapat digunakan unrtuk mendorong. pemahaman tentang prinsip manajemen . gubernur. coalition holding. Anggaran sektor publik dapat digunakan untuk mengendalikan kekuasaan eksekutif. selain itu juga digunakan sebagai pemberi informasi dan meyakinkan legislatif bahwa pemerintah bekrja secara efisien tanpa ada korupsi dan pemborosan. karenanya pembuatan anggaran publik membutuhkan political skill.Akuntansi Sektor Publik 30 Sebagai alat pengendalian anggaran memberikan rencana detail atas pendapatan dan pengeluaran pemerintah agar pembelanjaan yang dilakukan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik. menteri. keahlian negoisasi. Merivisi standar biaya atau target anggaran untuk tahun berikutnya Anggaran Sebagai Alat Kebijakan Fiskal (Fiscal tool) Anggaran sebagai alat kebijakan fiskal digunakan untuk alat menstabilkan ekonomi dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Menghitung selisih anggaran 3.

. Anggaran publik merupakan alat koordinasi antar bagian dalam pemerintahan. birokrat dan DPR/MPR.namun juga jangan terlalu rendah sehingga terlalu mudah untuk dicapai.Akuntansi Sektor Publik 31 keuangan publik oleh para manajer publik. Masyarakat. Anggaran Sebagai Alat Pinilaian Kinerja (Performance measurement tool) Anggaran merupakan wujud komitmen dari publik holer (eksekutif) kepada pemberi wewenang (legislatif). Anggaran Sebagai Alat Motivasi (Motivation tool) Anggaran dapat digunakan sebagai alat untuk memotivasi manajer dan stafnya agar bekerja secara ekonomis. Anggaran Sebagai Alat untuk Menciptakan Ruang Publik (Public Sphere) Anggaran publik tidak boleh diabaikan oleh kabinet. perguruan tinggi dan berbagai organisasi kemasyarakatan harus terlibat dalam penganggaran publik. Kelompok masyarakat yang teroganisir akan mencoba mempengaruhi anggaran publik utnk kepentingan mereka. Kelompok lain dari kemasyarakat yang kurang terorganisasi akan mnyampaikan aspirasinya melaui proses (Coordination and . Anggaran Sebagai Alat Koordinasi dan Komunikasi Communication tool) Setiap unit kerja pemerintah terlibat dalam penyusunan anggaran. Anggaran harus dikomunikasikan ke seluruh bagian organisasi untuk dilaksanakan. Disamping itu anggaran publik juga berfungsi sebagai alat komunikasi antar unit kerja dalam lingkungan eksekutif. Agar dapat memotivasi pegawai target anggaran hendaknya jangan terlalu tinggi sehingga tidak dapat dipenuhi. atau paling tidak menurunkan kredibilitas pemerintah. Kinerja eksekutif akan dinilai berdasarkan pencapaian target anggaran adan pelaksanaan efisiensi anggaran. Anggaran publik yang disusun dengan baik akan mampu mendeteksi terjadinya inkonsistensi suatu unit kerja di dalam pencapaian tujuan organisasi. efektif dan efisien dalam mencapai target dan tujuan organisasi yang telah ditetapkan. Anggaran merupakan alat yang efektif untuk pengendalian dan penilaian kinerja. Manajer publik harus sadar sepenuhnya bahwa kegagalan dalam melaksanakan anggaran yang telah disetujui akan menjatuhkan kepemimpinannya. LSM.

Pengangguran dan tuna wisma dan kelompok lain yang kurang terorganisasi akan mudah dan tidak berdaya mengikuti tindakan pemerintah. perabot dsbnya. kendaraann.Akuntansi Sektor Publik 32 politik yang ada. Dalam sebuah msyarakat yang demokratis rakyat memberi mandat kepada pemerintah melalui pemilihan umum. sebab selutrhnya adalah milik publik. Pada dasarnya pemerintah tidak memiliki uang yang dimiliki sendiri. peralatan. Anggaran Modal Anggaran Operasional Anggaran digunakan untuk merencanakan kebutuhan sehari-hari dalam menjalankan pemerintahan. Pemerintah tidak mungkin memebuhi semua permintaan stake holdernya secara simultan. Jika tidak ada alat untuk menyampaikan suara mereka. Anggaran Modal Anggran modal menunjukkan rencana jangka penjang dan pembelanjaan atas aktiva tetap seperti gedung. mereka kan mengambil tindakan dengan jalan lain seperti dengan tindakan massa. Politisi mentranslasikan mandat melalui tersebut melalui kebijakan dan program yang memberi mamfaat lebih kepada pemilih yang direfleksikan dalam anggaran. Pengeluaran pemerintah yang dapat dikatagorikan dalam anggaran operasional adalah belanja rutin yaitu belanja yang manfaatnya hanya untuk satu tahun anggaran saja dan tidak dapat menambah aset atau kekayaan bagi pemerintah. Anggaran operasional 2. Belanja modal adalah pengeluaran yang masa manfaatnmya lebih dari satu tahun anggran dan akan menambah aset atau kekayaan pemerintah dan selanjutnya akan menambah anggaran rutin untuk biaya operasional dan pemeliharaannya. melakukan boikot dsbnya E. Pengeluaran modal yang besar biasanya dilakukan dengan mengunakan pinjaman. Disebut rutin karena pengeluaran tersebut berulang-ulang ada setiap tahun. Jenis-Jenis Anggaran Sektor Publik Anggaran sektor publik dibagi menjadi menjadi 2 yaitu : 1. tetapi pemerintah akan . Secara umum pengeluaran yang masuk kategori anggaran operasional antara lain belanja administrasi umum dan belanja operasional dan pemeliharaan.

Disinilah fingsi anggaran yang akan digunakan sebagai alat politis dalam memutuskan prioritas dan kebutuhan keuangan pada sektor tersebut. Komprehensif Anggaran harus menunjukkan semua penerimaan dan pengeluaran pemerintah. Akurat Estimasi anggaran hendaknya tidak memasukkan cadangan yang tersembunyi yang dijadikan sebagi kantong-kantong pemborosan 7. Otorisasi oleh legislatif Anggaran publik harus mendapat otorisasi dari legislatif terlebih dahulu sebelum dibelanjakan oleh eksekutif 2. efisien dan efektif 5. Prinsip-Prinsip Anggaran Sektor Publik Prinsip-prinsip anggaran sektor publik meliputi : 1. Jelas Anggaran hendaknya sederhanan dan mudah dipahami oleh masyarakat dan tidak membingungkan 8.Akuntansi Sektor Publik 33 memilih program yang menjadi prioritas. . Nondiscretionary Appropriation Jumlah yang disetujui oleh legislatif harus termanfaat secaara ekonomis. Diketahui publik Anggaran harus diinformasikan kepada masyarakat luas. Keutuhan anggaran Semua penerimaan dan pengeluaran pemerintah harus terhimpun dalam dana umum 4. F. Periodik Anggran bersifat periodik yang bersifat tahunan atau multi tahunan 6. Karenanya adana anggaran non budgetair menyalahi prinsip anggran yang bersifat komprehensif 3.

Faktor-faktor dominan yang terdapat dalam proses penganggaran adalah : • • • • Tujuan dan target yang hendak dicapai Ketersediaan sumber daya (faktor produksi yang dimiliki pemnerintah) Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan atau target Faktor lain yang mmpengaruhi anggaran seperti : munculnya peraturan pemerintah yang baru. Proses penyusunan anggaran mempunyai 4 tujuan : Membantu pemerintah mencapai tujuan dan meningkatkan koordinasi antar bagian dalam lingkungan pemerintah Membantu menciptakan efisiensi dan keadilan dalam menyediakan barang dan jasa publik melalui proses pemrioritasan Memungkinkan pemerintah untuk memenuhi prioritas belanja Meningkatkan transparansi dan pertanggungjawaban pemerintah kepada DPRD/DPR dan masyarakat luas.Akuntansi Sektor Publik 34 G. Siklus anggaran tersebut ada 4 tahap : • • • • Tahap persiapan anggaran Tahap ratifikasi Tahap implementasi Tahap pelaporan dan evaluasi Tahap persiapan anggaran Pada tahap ini dilakukan taksiran pengeluaran atas dasar talsiran pendapatan yang tersedia. yang perlu diperhatikan adalah sebelum menyetujui taksiran pengeluaran . Proses Penyusunan Anggaran Sektor Publik APBD/APBN yang dipresentasikan setiap akhir tahun dihadapan DPRD/DPR memberikan informasi kepada masyarakat luas tentang program yang direncanakan oleh pemerintah untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat • • • • dan darimana program tersebut dibiayai. bencana alam dsbnya. perubahan sosial politik. Prinsip-Prinsip Pokok dalam Siklus Anggaran Pokok-pokok prinsip siklus anggaran harus diketahui oleh penyelengara pemerintahan. H. fluktuasi pasar.

PROPERNAS tersebut kemudian dijabarkan dalam bentuk RENSTRA. Sinkronisasi perencanaan pembangunan yang digariskan oleh pemerintah pusat dan perencanaan pembangunan daerah secara spesifik diatur dalam Peraturan Pemerintah No. PROPERDA (RENSTRADA) yang dibuat oleh pemerintah daerah bersama-sama dengan DPRD dalam kerangka waktu 5 tahun yang kemudian dijabarkan dalam pelaksanaannya dalam kerangka tahunan. Di Indonesia arahan kebijakan pembangunan pemerintah pusat tertuang dalam dokummen (RAPETA). Karenanya manajer keuangan publik harus memahami betul dalam menentukan besarnya suatau mata anggaran. Rincian RENSTRADA setiap tahunnya akan digunakan sebagai masukan dalam penyusunan REPETADA dan APBD. setelah itu pemerintah daerah menetapkan Strategi dan Prioritas APBD. Pada pemerintah pusat penyusunan perencanaan pembangunan dimulai dari penyusunan PROPERNAS yang merupakan operasinalisasi GBHN. Sementara itu ditingkat daerah (propinsi dan kab/kota) berdasarkan PP No.Akuntansi Sektor Publik 35 terlebih dulu hendaknya dilakukan taksiran pendapatan secara lebih akurat. Berdasarkan POPERNAS dan RENSTRA serta analisis fiskal dan makro ekonomi kemudian mulai dibuat persiapan APBN dan RAPETA. 105 dan 108 tahun 2000. Harus disadari adanya masalah yang cukup berbahaya jika anggaran pendapatan diestimasi pada saat bersamaan dengan pembuatan keputusan tentang anggaran pengeluaran. Dalam persoalan estimasai yang perlu diperhatikan adalah terdapatnya faktor ketidakpastian yang cukup tinggi. Dokumen tersebut diupayakan tidak meyimpang dari PROPERNAS dan RENSTRA yang dibuat oleh pemerintah pusat. menurut ketentuan PP No. 108 pemerintah daerah diisyaratkan untuk membuat dokumen perencanaan daerah yang terdiri atas PROPERDA (RENSTRADA). 105 tahun 2000 pemerintah daerah bersamasama DPRD menetapkan arah kebijakan umum APBD. REPETADA memuat program pembanguan perencanaan berupa GBHN. Rencana Strategis (RENSTRA) dan Rencana Pembangunan Tahunan . Program Pembangunan Nasional (PROPERNAS). Berdasarkan RENSTRADA yang telah dibuat dan analisis kebijakan fiskal dan ekonomi daerah. Dalam PROPERDA di mungkinkan adanya penekanan prioritas pembanguann yang berbeda antara daerah yang satu dengan yang lain. Besarnya mata anggaran tergantung pada sistem anggaran yang digunakan. Sesuai dengan kebutuhan masingmasing daerah.

Manajer keuangan publik dalam hal ini bertanggung jawab menciptakan sistem akuntansi keuangan yang memadai .Akuntansi Sektor Publik 36 daerah secara menyeluruh dalam satu tahun. peluang dan tantangan yang sedang dan akan dihadapi Proses pertencanaan arah dan kebijakan pembangunan daerah tahunan (REPETADA) dan anggaran tahuan (APBD) pada hakekatnya merupakan perencanaan instrumnen kebijakan publik sebagai upaya peningktan pelayanan kepada masyarakat. karena eksekutif harus mempunyai kemampuan untuk memberikan argumen yang rasional atas segala pertanyaan dan bantahan yang disampaikan oleh legislatif. juga memuat indikator kinerja yang terukur dalam jangka waktu satu tahun. hal terpenting yang harus dimiliki oleh manajer keuangan publik adalah dimilikinya sistem informasi akuntansi dan sistem pengendalian manajemen. Dengan demikian REPETADA merupakan kerangka kebijakan dalam penyediaan dana bagi APBD.sehingga bisa diketahui kekuatan. APBD menunjukkan implikasi dari anggaran REPETADA yang dibuat. Pendekatan ini diharapkan akan lebih memperjelas program kerja tahuan pemerintah daerah. termasuk sasaran yang ingin dicapai dan kebijakan yang ditempuh untuk mencapai sasaran tersebut. tahap selanjutnya adalah pelaksanaan anggaran. Integritas dan kesiapan mental yang tinggi dari eksekutif sangat penting dalam tahap ini. Pimpinan eksekutif dituntut untuk memiliki manejerial skill dan political skill. Tahap ratifikasi Tahap ini melibatkan proses plotik yang cukup rumit dan cukup berat. Tahap implementasi/pelaksanaan anggaran Setelah disetujui oleh legislatif. salesmanship dan coalition holdimg yang memadai. Penjabaran rencana strategis jangka panjang dalam REPETADA tersebut dilengkapi dengan : • • • Perimbangan-perimbangan yang barasal dari evaluasi kinerja pemerintah daerah pada periode sebelumnya Masukan dan aspirasi masyrakat Pengkajian kondisi yang saat ini terjadi. kelemahan.

Akuntansi Sektor Publik 37 dan handal untuk perencanaan dan pengendalian anggaran yang telah disepakati. . bahkan dapat diandalkan untuk penyusunan periode anggaran tahun berikutnya. ratifikasi dan implementasi terkait dengan aspek operasional anggaran. Tahap pelaporan dan evaluasi Tahap persiapan. Jika tahap implementasi telah didukung dengan sistem akuntansi dan sistem pengendalian manajemen yang baik. sedangkan tahap pelaporan dan evaluasi terkait dengan aspek akuntabilitas. maka pada tahap pelaporan diharapkan tidak memiliki masalah.

TEKNIK AKUNTANSI KEUANGAN SEKTOR PUBLIK A. Materialitas B. yaitu laporan yang menyajikan informasi yang relevan dan dapat diandalkan (reliabel) Untuk menghasilkan laporan keuangan sektor publik yang relevan dan dapat diandalkan. Hal ini terkait dengan upaya meningkatkan kualitas laporan keuangan sektor publik. Saat ini sedang disiapkan standar . Saat ini sistem akuntansi yang dimiliki pemerintah daerah rata-rata masih lemah. Sistem akuntansi yang lemah menyebabkan pengendalian intern lemah dan pada akhirnya laporan keuangan yang dihasilkan juga kurang handal dan kurang relevan untuk pembuatan keputusan. Perlunya Sistem Akuntansi Keuangan Daerah Untuk dapat menghasilkan laporan keuangan yang relevan. maka diperlukan Standar Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah atau secara lebih luas Standar Akuntansi Keuangan Sektor Publik. Konsistensi 3.Akuntansi Sektor Publik 38 5. dan dapat dipercaya. Objektifitas 2. handal. Hambatan tersebut adalah : 1. Pengembangan akuntansi sektor publik dilakukan untuk memperbaiki praktik yang saat ini dilakukan. Ekonomis dalam penyajian laporan 6. Daya banding 4. Teori Akuntansi Sektor Publik Pada dasarnya ada tiga tujuan perlunya mempelajari teori akuntansi : 91) untuk memahami praktek akuntansi yang ada saat ini (2) mempelajari kelemahan dan kekurangan dari praktek akuntansi yang ada saat ini dilakukan (3) memperbaiki praktek akuntansi di masa yang akan datang. dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah dan desentralisasi. terdapat beberapa kendala yang dihadapi akuntansi sektor publik. pemerintah daerah harus memiliki sistem akuntansi yang handal. Selain sistem akuntansi yang handal. Tepat waktu 5.

Pada tahun 1985 Sistem Administrasi Keuangan Pemerintah Daerah sendiri telah mengalami perubahan yang cukup mendasar. dan mulai aktif bekerja tahun 1991. dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah dan desentralisasi. SAPA merupakan penyempurnaan dari proposal “Sistem Perencanaan dan Manajemen Keuangan Daerah (SPMKD)” yang dibuat oleh PT Redecon. dan untuk itu telah dihasilkan konsep Sistem Akuntansi dan Pengendalian Anggaran/SAPA (Triharta. Jika dilihat dari perspektif historis. usaha pengembangan sistem akuntansi keuangan pemerintah telah dirintis sejak dua puluh tahun silam.Akuntansi Sektor Publik 39 akuntansi keuangan untuk pemerintah daerah dalam rangka mendukung pelaksanaan otonomi daerah dan desentralisasi fiskal. 1999). akan tetapi sampai saat ini sistem yang ada belum berjalan secara efektif dan efisien. dibentuk secara khusus Sub Tim Penyempurnaan Akuntansi Pemerintah (PSAP) yang hasilnya antara lain menerapkan sistem pembukuan berpasangan dalam akuntansi pemerintah pusat (Triharta. sedangkan sistem akuntansi untuk pemerintah pusat upaya pengembangannya telah dilakukan oleh Departemen Keuangan sejak tahun 1982 melalui Proyek Penyempurnaan Sistem Akuntansi dan Pengembangan Akuntansi. handal. Selain sistem akuntansi yang handal. Badan Analisa Keuangan Negara Perkreditan dan Neraca Pembayaran (BAKNPNP) . Hal ini terlihat dengan mulai diperkenalkannya sistem double entry (pembukuan berpasangan) dan akuntansi berbasis akrual yang diformulasikan oleh "Studi Penyempurnaan Sistem Akuntansi dan Manajemen Keuangan Daerah" yaitu tim yang dibentuk oleh Pusat Analisa Keuangan Daerah (PAKD). Untuk dapat menghasilkan laporan keuangan yang relevan. Sistem akuntansi yang lemah menyebabkan pengendalian intern lemah dan pada akhirnya laporan keuangan yang dihasilkan juga kurang handal dan kurang relevan untuk pembuatan keputusan. maka diperlukan Standar Akuntansi Keuangan Pemerintah Daerah (Standar . 1999). dan dapat dipercaya.Departemen Keuangan (Yasin. Sejak tahun 1980-an Departemen Dalam Negeri telah berupaya mengembangkan sistem akuntansi yang dipandang cocok dengan corak pemerintah daerah. 1999). Untuk pelaksanaan proyek tersebut. pemerintah daerah harus memiliki sistem akuntansi yang handal. SAPA adalah sistem akuntansi untuk pemerintah daerah. yaitu konsultan yang ditunjuk oleh Tim Studi Penyempurnaan Sistem Akuntansi dan Manajemen Keuangan Daerah dengan bantuan World Bank. Saat ini sistem akuntansi yang dimiliki pemerintah daerah rata-rata masih lemah.

draft tersebut masih perlu dilakukan pembahasan dan public hearing dengan user agar dapat dijadikan standar (Sugijanto. 1999). Namun sampai saat ini. Salah satu tugas kompartemen baru ini adalah menyusun standar akuntansi keuangan sektor publik. Tidak adanya standar akuntansi yang memadai akan menimbulkan implikasi negatif berupa rendahnya reliabilitas informasi keuangan serta menyulitkan dalam pengauditan. Laporan Arus Kas. Sebenarnya Indonesia dalam hal ini sudah cukup ketinggalan. yang ditugasi untuk menyelenggarakan akuntansi dan mempersiapkan laporan pertanggungjawaban konstitusional pemerintah pusat. Usaha untuk membuat standar akuntansi keuangan pemerintah sudah pernah dilakukan oleh Badan Akuntansi Keuangan Negara (BAKUN). Kos Pinjaman. Saat ini baru dihasilkan exposure draft mengenai Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Sektor Publik yang diterbitkan November 2000. Sementara itu di Indonesia belum ada Standar Akuntansi Keuangan Sektor Publik yang baku yang dapat digunakan sebagai pedoman bagi pemerintah daerah dalam penyusunan laporan keuangan dan bagi auditor dalam mengaudit laporan tersebut. yaitu Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan Sektor Publik tentang Penyajian Laporan Keuangan. Tidak adanya standar akuntansi sektor publik di Indonesia saat ini menyebabkan kesulitan dalam mengaudit laporan keuangan . dan Surplus atau Defisit Neto untuk Periode Berjalan. karena baru sekarang mempunyai rancangan standar akuntansi keuangan sektor publik.Akuntansi Sektor Publik 40 Akuntansi Keuangan Sektor Publik). dan BAKUN sebagai Central Accounting Office ditugasi untuk mempersiapkan draftnya. Exposure draft tersebut terdiri atas lima bagian. Upaya untuk menghasilkan standar akuntansi keuangan yang baku terus dilakukan. Selain itu BAKUN juga diserahi tugas untuk membantu melakukan pengembangan akuntansi untuk instansi (agency accounting). Kesalahan Mendasar dan Perubahan Kebijakan Akuntansi. Standar yang saat ini ada belum mencukupi untuk mendukung pelaksanaan otonomi daerah dan desentralisasi. Pada tahun 1995 BPK telah mengirim surat kepada Menteri Keuangan untuk mempersiapkan Standar Akuntansi Keuangan Pemerintah. BAKUN merupakan lembaga yang dibentuk oleh Departemen Keuangan tahun 1992. Dengan telah dihasilkannya exposure draft tersebut diharapkan dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi sudah dapat disahkan menjadi standar yang baku. Pada tahun 1999 yang lalu Ikatan Akuntan Indonesia telah membentuk kompartemen baru yaitu Kompartemen Akuntan Sektor Publik. Laporan Keuangan Konsolidasi dan Akuntansi untuk Entitas Kendalian.

laporan keuangan merupakan alat pengendalian dan evaluasi kinerja pemerintah dan unit kerja pemerintah daerah. maka laporan keuangan pemerintah daerah perlu dilengkapi dengan pengungkapan yang memadai (disclosure) mengenai informasi-informasi yang dapat mempengaruhi keputusan. akuntabilitas hukum (legal accountability). Laporan keuangan tersebut merupakan komponen penting untuk menciptakan akuntabilitas sektor publik dan merupakan salah satu alat ukur kinerja finansial pemerintah daerah. Laporan Realisasi Anggaran (Perhitungan APBD). Standar Auditing Pemerintah (SAP) sudah ada dan saat ini sedang kita tunggu Standar Akuntansi Keuangan Sektor Publik (SAKSP). Karena laporan tersebut akan digunakan untuk pembuatan keputusan. Perlunya Informasi Akuntansi Untuk Mewujudkan Akuntabilitas Publik Salah satu alat untuk memfasilitasi terciptanya transparansi dan akuntabilitas publik adalah melalui penyajian Laporan Keuangan Pemerintah Daerah yang komprehensif. tantangan yang dihadapi akuntansi sektor publik adalah menyediakan informasi yang dapat digunakan untuk memonitor akuntabilitas pemerintah daerah yang meliputi akuntabilitas finansial ( financial accountability). . dan Neraca. Pada perkembangan selanjutnya perlu juga dipersiapkan alat ukur kinerja (performance measurement) untuk mengukur kinerja lembaga-lembaga pemerintahan di Indonesia. Bagi pihak eksternal. pemerintah daerah diharapkan dapat menyajikan laporan keuangan yang terdiri atas Laporan Surplus/Defisit. dan akuntabilitas kebijakan (policy accountability). Laporan Keuangan Pemerintah Daerah yang berisi informasi keuangan daerah akan digunakan sebagai dasar pertimbangan untuk pengambilan keputusan ekonomi. Sejalan dengan pelaksanaan otonomi daerah dan desentralisasi fiskal.Akuntansi Sektor Publik 41 pemerintah. Terdapat beberapa alasan mengapa pemerintah daerah perlu membuat laporan keuangan. laporan keuangan tersebut dapat digunakan sebagai alat untuk penilaian kinerja. akuntabilitas manajerial (managerial accountability). Laporan Aliran Kas. laporan keuangan pemerintah daerah merupakan salah satu bentuk mekanisme pertanggungjawaban dan sebagai dasar untuk pengambilan keputusan. sosial. Akuntansi sektor publik memiliki peran utama untuk menyiapkan laporan keuangan sebagai salah satu bentuk pelaksanaan akuntabilitas publik. Dalam era otonomi daerah dan desentralisasi. Dilihat dari sisi internal. dan politik. akuntabilitas politik (political accountability). Sedangkan bagi pihak intern pemerintah daerah. Sedangkan dari sisi pemakai eksternal.

dan ketentuan lain yang disyaratkan. 2. Memberikan informasi untuk mengevaluasi kinerja manajerial dan organisasional: (a) untuk menentukan biaya program. saldo neraca. dan aktivitas sehingga memudahkan analisis dan melakukan perbandingan dengan kriteria yang telah ditetapkan. fungsi. aktivitas. dan fungsi tertentu di unit pemerintah.Akuntansi Sektor Publik 42 E. Untuk memberikan informasi yang digunakan dalam pembuatan keputusan ekonomi. program. (c) untuk mengevaluasi hasil suatu program. tujuan penyajian laporan keuangan oleh pemerintah daerah adalah: 1. Memberikan informasi keuangan untuk memonitor kinerja. . 3. dan politik serta sebagai bukti pertanggungjawaban (accountability) dan pengelolaan (stewardship). kontrak yang telah disepakati. serta untuk memprediksi pengaruh pemilikan dan pembelanjaan sumber daya ekonomi terhadap pencapaian tujuan operasional. Memberikan informasi untuk perencanaan dan penganggaran. sosial. Untuk memberikan informasi yang digunakan untuk mengevaluasi kinerja manajerial dan organisasional. membandingkan dengan kinerja periode-periode sebelumnya. TUJUAN PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH Secara garis besar. Memberikan informasi keuangan untuk menentukan dan memprediksi kondisi ekonomi suatu unit pemerintahan dan perubahan-perubahan yang terjadi di dalamnya. (d) untuk mengevaluasi tingkat pemerataan (equity). Memberikan informasi keuangan untuk menentukan dan memprediksi aliran kas. kesesuaiannya dengan peraturan perundang-undangan. dan dengan kinerja unit pemerintah lain. Secara khusus. dan kebutuhan sumber daya finansial jangka pendek unit pemerintah. dan fungsi serta efektivitas terhadap pencapaian tujuan dan target. tujuan umum penyajian laporan keuangan oleh pemerintah daerah adalah: 1. 2. 4. (b) untuk mengevaluasi tingkat ekonomi dan efisiensi operasi. 5. aktivitas.

• Menteri/pimpinan lembaga/gubernur/bupati/walikota/kepala satuan kerja yang menggunakan dana bagian anggaran yang dikuasai Menteri Keuangan wajib menyampaikan pertanggungjawaban penggunaan dana kepada Menteri Keuangan c. Keluaran Sistem Akuntansi Menurut Pusat PertanggungJawaban 1. Kakanwil mempunyai wewenang/tanggungjawab terhadap akuntansi dan pelaporan keuangan yang meliputi seluruh kantor dan proyek di wilayahnya 2. Tanggung Jawab Fungsi Akuntansi Departemen/Lembaga 1. Dasar Hukum 1. Dirjen dan Unit Eselon I lainnya mempunyai wewenang/ tanggungjawab terhadap seluruh kantor dan proyek dibawah kendalinya. Sekjen bertanggung jawab untuk menyiapkan laporan keuangan konsolidasi untuk tingkat departemen/lembaga C. 42 Tahun 2002 tentang Pelaksanaan APBN • Menteri/Pimpinan Lembaga wajib menyelenggarakan pertanggungjawaban penggunaan dana yang dikuasainya berupa laporan realisasi anggaran dan neraca departemen/lembaga bersangkutan kepada Presiden melalui Menteri Keuangan. Keputusan Menteri Keuangan No.012/2003 Tanggal 18 Juli 2003 tentang Sistem Akuntansi dan Laporan Keuangan Pemerintah Pusat 3. KEP-16/AK/2004 tanggal 24 Juni 2004 tentang Pelaksanaan Penyusunan Laporan Keuangan Kementerian Negara /Lembaga Tahun Anggaran 2004 B. Sekjen. 337/KMK. Kepala BAKUN. Pusat Pertanggungjawaban * Seluruh Pemerintah Pusat * Departemen/Lembaga * Eselon I .Akuntansi Sektor Publik 43 6.q. Juga mempunyai tanggungjawab untuk penyusunan laporan konsolidasi atas seluruh kantor dan proyek yang di bawah kendali masing-masing Eselon I dimaksud 3. Keputusan Presiden RI No. Keputusan Kepala Badan Akuntansi Keuangan Negara No. SISTEM AKUNTANSI PEMERINTAH PUSAT A. 2.

Laporan Departemen/Lembaga 1.Akuntansi Sektor Publik 44 * Propinsi * Satuan Kerja * Proyek 2. Laporan Realisasi Anggaran * Laporan Realisasi Anggaran bertujuan untuk melaporkan Pelaksanaan anggaran selama periode tertentu * Laporan ini memperlihatkan perbandingan realisasi belanja dengan allotment yang dirinci menurut tujuan dan klasifikasi belanja atau perbandingan realisasi pendapatan denganestimasi pendapatan 2. Neraca * Neraca bertujuan untuk melaporkan posisi keuangan pada suatu tanggal tertentu * Neraca menginformasikan saldo perkiraan aset. hutang dan ekuitas dana pada akhir periode pelaporan . Unit Pelaksana SAPP 1. Departemen/Lembaga * Unit Akuntansi Kantor Pusat Instansi (UAKPI) * Unit Akuntansi Eselon I (UAE I) * Unit Akuntansi Wilayah (UAW) E. Penanggung Jawab * Presiden * Menteri/Ketua Lembaga * Sekjen/Irjen/Dirjen/Kepala * Kepala Kantor Wilayah D. Departemen Keuangan * BAKUN Pusat * Kantor Akuntansi Regional * Kantor Akuntansi Khusus 2.

Laporan Realisasi Anggaran dan Neraca . Laporan Tahunan * Laporan Hutang Jangka Panjang * Laporan Investasi Permanen 3. Laporan Mutasi Barang Triwulanan.Akuntansi Sektor Publik 45 F. Buku Besar * Penerimaan/pengeluaran Anggaran * Aktiva tetap * Hutang Jangka Panjang * Investasi Permanen 2. Pemrosesan Data SAPP 1. selambat-lambatnya disampaikan ke BAKUN pada akhir bulan bulan Maret tahun berikutnya. Waktu Penyampaian Laporan 1. Pelaksanaan Penyusunan Neraca Departemen/Lembaga G. Laporan * Laporan Realisasi Anggaran * Laporan Bulanan Inventaris. .

fiskal serta agama sebagai diatur pada Peraturan Pemerintah (PP) yang menjabarkan . Padahal UU tersebut kurang menyiratkan asas demokrasi dan jauh dari rumusan mengenai kewenangan penyelenggaraan urusan pemerintahan secara luas. saya mencoba mengetengahkan UU yang baru (No. 5 tahun 1974 dan PP No. peradilan. OTONOMI DAERAH dan PERIMBANGAN KEUANGAN PUSAT DAN DERAH Pengantar Diperkirakan penerapan kewenangan otonomi daerah baru akan terlaksana pada tahun 2002 atau bahkan tahun berikutnya. perihal akan berlakunya pelaksanaan otonomi yang luas. sangat mungkin implementasi tersebut juga dipercepat. Bahkan dengan adanya perubahan tahun anggaran yang akan dimulai 1 Januari 2001 mendatang. Perubahan ini sekaligus ditandai dengan pergantian pemerintahan pada pemilu mendatang. otonomi daerah akan diimplementasikan ke daerah. 22/1999 yang mengatur tentang (1) Kewenangan daerah kabupaten/kotamadya mencakup semua kewenangan yang dikecualikan pasal 7 ayat (2). keculai kewenangan dalam bidang politik luar negeri. Namun yang patut disayangkan. 25/99) tentang Otonomi Daerah dan Perimbangan keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah sebagai tinjauan umum tentang otonomi daerah yang dikehendaki oleh masyarakat dan pemerintah daerah. 22/99 dan No. Pertahanan dan keamanan. Berbagai tulisan mengenai tinjauan terhadap otonomi daerah pernah dimuat pada edisi 17 dan 18 pada Buletin Pengawasan ini. Pada pasal 11 UU no. 45 tahun 1992. karena idealnya tahun anggaran 2001 harus sudah ditopang oleh kewenangan-kewenangan serta struktur organisasi/kelembagaan baru yang harus disesuaikan dengan paradigma baru otonomi. Oleh karena itu melalui tulisan ini. juga mencoba mencari solusi dan visi kewenangan otonomi daerah sebagai upaya membangun paradigma baru otonomi yang luas. Substansi kewenangan daerah khususnya kabupaten/ kotamadya yang selama ini diketahui. moneter.Akuntansi Sektor Publik 46 VII. Belum bersinggungan terhadap proses perubahan urusan daerah masing-masing secara penuh dan bertanggung jawab serta adanya proses reformasi yang tengah berlangsung dalam rangka penyerahan urusan pemerintahan dan pembangunan ke daerah masing-masing. Sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang Nomr 22/1999. Sudah menajdi persoalan publik. tinjauan tentang otonomi daerah tersebut masih mengacu pada UU yang lama. yakni UU No.

Sedangkan Undang-Undang Nomor 25/1999 tentang perimbangan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah sampai saat ini belum jelas seperti apa penjabarannya ke dalam PP. Di sisi lain. Memang. pertanahan. harus memberi kesempatan pada daerah untuk secara aktif dan kreatif serta bertanggung jawab mengembangkan potensi daerahnya. kesehatan. pendidikan dan kebudayaan. pada saat ini untuk sementara masih berlaku UU no. lingkungan hidup. serta harus segera menyiapkan program belanja yang benar-benar berorientasi pada peningkatan kesejahteraan rakyat daerah sesuai tuntutan otonomi. Sebaliknya. bagi daerah yang tidak memiliki sumber alam sebagaimana dimaksud UU No. Pendelegasian Kewenangan Uraian mengenai pengertian dan visi dari pendelegasian kewenangan dalam otonomi daerah sebagai perwujudan dalam upaya membangun paradigma baru otonomi dapat dijelaskan sebagai berikut : Pertama Pendelegasian kewenangan pengelolaan keuangan. kewenangan mengatur yang berkaitan . pertanian. Pada pasal 11 ayat (2) bidang pemerintahan yang wajib dilaksanakan oleh daerah kabupaten/kotamadya meliputi pekerjaan umum (sekarang kimbangwil). Bagi kabupaten/kotamadya yang memiliki sumber minyak bumi. industri dan perdagangan. gas. 25/1999 menurut pandangan daerah. perhubungan. sebaiknya menerima alokasi bantuan/subsidi yang minimal sama dengan sebelum diberlakukannya sistem alokasi baru nanti. maka untuk menjaga tingkat kesejahteraan yang sudah dicapai sampai saat ini. kehutanan. pemerintah pusat/propinsi harus mampu menyediakan dana alokasi khusus untuk menghindari ketimpangan penerimaan antar kabupaten/kotamadya di satu propinsi antara lain karena tidak meratanya ketersediaan sumber-sumber alam atau potensi lainnya. penanaman modal. pertambangan umum maupun perikanan yang berdasarkan formula baru akan menerima lebih banyak dari pusat. koperasi dan tenaga kerja.Akuntansi Sektor Publik 47 pasal 7 ayat (2) dan pasal 9 yang saat ini sedang dimantapkan di pusat (disosialisasikan ke daerah). saat ini pemerintah daerah sangat berharap agar pendelegasian kewenangan dalam bidang keuangan yang juga sedang dirumuskan di Pusat. Pendelegasian kewenangan ini menyangkut khususnya pada pembagian keuangan pusat-daerah berdasarkan UU no. 25/1999. Di lain pihak. 18 tahun 1997 tentang Pajak dan Restribusi Daerah yang justru sangat membatasi kewenangan daerah. Yang jelas.

agar dalam menjalankan fungsi kontrolnya yang ketat kepada eksekutif dan perlu diimbangi pula adanya kontrol masyarakat atas perilaku politiknya. Dalam konteks otonomi daerah. Artinya tidak perlu ada lagi mekanisme semacam rapat teknis yang hanya menambah tenaga hierarki dan pendanaan. di samping telah memberdayakan peran DPRDnya. pemilihan kepala daerah (Gubernur/ Walikota/Bupati). implementasi kewenangan politik sudah berkembang jauh melampaui batas-batas etika dan bahkan terkadang berbenturan dengan fungsi birokrasi.Akuntansi Sektor Publik 48 dengan kebijakan atas perencanaan dan pelaksanaan program/proyek/kegiatan yang bersumber dana dari bantuan pusat/propinsi harus didelegasikan sepenuhnya kepada kabupaten/kotamadya. sehingga memiliki kewenangan politik yang sangat otonom. Kondisi ini terjadi dimungkinkan karena : 1. Pelimpahan kekuasaan politik kepada daerah. Pemilu tahun 1999 yang menghasilkan DPRD yang representatif telah mewakili politik rakyat daerah. nampaknya tidak memungkinkan lagi terbukanya peluang intervensi kepentingan pusat atau propinsi dalam proses maupun keputusan politik di daerah. Dengan demikian. kekuasaan politik yang dimiliki DPRD tersebut didukung oleh kedudukan dan fungsi legislatif yang terpisah dari eksekutif. Bahkan dalam hal-hal tertentu. Terputusnya hierarki kewenangan pusat dan propinsi atas sistem politik di kab/kota. 22/99). DPRD sebagai badan legislatif daerah berkedudukan sejajar dan menjadi mitra dari pemerintah daerah (pasal 16 ayat 2 UU no. Kewenangan dalam politik yang demikian independen di daerah. maka fungsi kontrol dapat dilaksanakan secara efektif. Mekanisme Pendelegasian kewenangan politik yang berlaku efektif pada saat dan setelah pelaksanaan Pemilu 1999 yang lalu. dengan melalui pendelegasian kewenangan politik ini sebagai upaya membangun paradigma baru . Dengan kedudukan yang sejajar bahwa DPRD merupakan mitra bagi pemerintah daerah. juga secara pasti sedang mengarah pada terwujudnya sistem check and balance dalam sistem kekuasaan di daerah. termasuk dalam proses 2. Dengan demikian perlu diimbangi dengan tumbuhnya peran kontrol masyarakat (internal control) kepada DPRDnya. Kedua Pendelegasian kewenangan politik. telah mencapai suatu perkembangan yang sangat signifikan dibanding bidang-bidang lainnya.

3. Oleh karena itu. Walikota dan Bupati untuk menyampaikan pertanggungjawaban pada setiap akhir tahun anggaran akan memperkuat posisi politik DPRD dalam melaksanakan fungsi kontrolnya. apakah benar akan demikian kenyataannya pada saat nanti? Hal ini perlu dibuktikan dan sangat tergantung pada substansi peraturan pemerintah yang mengatur kewenangan pemerintah dan propinsi yang rencananya akan dikeluarkan pada bulan (Juli 2000). menetapkan dan mensahkan peraturan daerah sejak . diharapkan urusan-urusan yang dalam PP dirancang masih menjadi kewenangan pusat atau propinsi tersebut diharapkan tidak menyimpang (meskipun) melalui berbagai cara apapun) dari maksud otonomi luas dari UU no. kadangkala sering muncul berbagai kasus yang terkesan keluar dari nilai-nilai demokrasi yang universal seperti isu politik uang atau sejenisnya di daerah. pihak eksekutif akan bekerja keras untuk tidak melakukan kesalahan sekecil apapun dalam melaksanakan tugasnya. Sebagai upaya mengaktualisasikan mengatur (fungsi legislatif). Ketiga Pendelegasian kewenangan urusan daerah. Sedangkan di luar kewenangan pusat sebagaimana ditetapkan dalam pasal 7 ayat 1 maupun kewenangan propinsi sebagaimana ditetapkan dalam pasal 9 ayat 1 adalah merupakan kewenangan kab/kota sebagai daerah otonom untuk mengatur (legislasi) dan kewenangan untuk mengurusi (eksekusi). Yang menjadi pertanyaan. yang pada dasarnya merupakan penjabaran lebih lanjut dari pasal 7 dan 9 UU No. Mudahmudahan itu hanya merupakan dampak dari keterkejutan sesaat atas terjadinya perubahan yang drastis dan global dalam sistem politik.22/99 di dalamnya mengatur 26 bidang kewenangan pusat dan propinsi yang mencakup 426 urusan yang masih menjadi kewenangan pusat dari 203 urusan yang menjadi kewenangan propinsi. Adanya kewajiban bagi Gubernur. 22/99 ini. Dalam konteks UU No. 22/99 pada prinsipnya bukan merupakan sesuatu yang didelegasikan dari atas seperti pada pemerintahan orde lalu. berdasarkan rancangan PP yang sedang disosialisasikan ke daerah. Dalam rangka menuju bangsa yang demokratis seperti yang tersirat dalam UU no. Pada saatnya akuntabilitas publik dari para aktor politik maupun para birokrat akan menjadi syarat utama yang dituntut masyarakat. melainkan lebih sebagai tuntutan dari bawah sesuai dengan kebutuhan masyarakat daerah.Akuntansi Sektor Publik 49 otonomi. diharapkan masalah calon titipan atau pendamping dari pusat yang selama ini selalu menyertai dalam pemilihan Kepala daerah hanya tinggal cerita. Sehingga. khususnya dalam menyusun. 4. Seperti yang telah kita ketahui. 22/99 ini.

perlu ada sikap konsistensi dari substansi peraturan pemerintah yang mengatur pelaksanaan lebih lanjut UU No. Sedangkan upaya untuk mengaktualisasikan kewenangan mengurus. tetapi lebih kepada manfaat (benefit) yang diperoleh bagi masyarakat daerah tersebut. Yang terpenting lagi. tentu akan terkait langsung dengan urusan yang benar-benar dibutuhkan oleh daerah dan tidak termasuk ke dalam urusan propinsi atau pusat berdasarkan PP. Dengan demikian. Sehingga diharapkan dengan paradigma baru bahwa urusan daerah merupakan sesuatu yang harus lahir dari bawah. kewenangan mulai ada pada daerah. akan lebih bijaksana apabila makna otonomi luas dapat diartikan sebagai kebebasan yang bertanggung jawab untuk memilih dan menentukan urusan sesuai kebutuhan daerah dan dalam batas-batas kemampuan anggaran yang tersedia untuk membiayainya. 22/99. Selanjutnya.Akuntansi Sektor Publik 50 diberlakukan UU no. Kesiapan Daerah untuk Otonomi Kesiapan daerah untuk melaksanakan otonomi di samping karena memadainya kewenangan otonom yang dimiliki. masyarakat daerah harus mampu bersikap kritis dan berani menyatakan hal yang benar bila para politikus (DPRD) dan birokrat menyimpang dari rel yang benar. segi materi (keuangan) memang sangat penting. Banyak kebijakan bisa diputuskan dengan cepat dan memungkinkan pelayanan berjalan dengan lebih baik.25/99. Seperti Badan/Dinas/Bagian yang ada saat ini akan disesuaikan dengan urusan yang wajib dilaksanakan berdasarkan UU No. 22/99 (pasal 11) maupun urusan yang harus dilakukan sesuai dengan tuntutan nyata daerah. Di pihak lain. otonomi yang luas tidak diartikan bebas semaunya dan dengan begitu maka daerah akan selalu mempertimbangkan bukan hanya soal banyak atau sedikitnya urusan yang ditangani. Karena tanpa dukungan . Pada akhirnya. Diharapkan dari sini akan lahir dan terbangun akuntabilitas publik dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. maka daerah akan menata ulang kelembagaan maupun SDMnya segera setelah PP tersebut ditetapkan. tetapi bukan segalanya dalam mengatur pemerintahan. untuk melaksanakan otonomi. juga harus didasarkan pada suatu keyakinan bahwa pelayanan yang dilakukan oleh lembaga yang terdesentralisasi adalah lebih baik daripada yang tersentralisasi. jika dimilikinya kewenangan mengatur oleh daerah khususnya kabupaten/kotamadya. Karena yang lebih penting lagi adalah diberikannya kebebasan kewenangan untuk mengatur dan mengurus fungsi-fungsi pemerintahannya yang sebenarnya sudah menjadi hak atau milik daerah sejak lama. 22/99 dan UU No.

Akuntansi Sektor Publik 51 dari masyarakat daerah tersebut. . membangun visi otonomi daerah yang diinginkan oleh bangsa ini sulit akan diwujudkan.

Bukti Penerimaan Kas Bukti Penerimaan Kas merupakan semua dokumen yang menjadi bukti adanya penerimaan kas oleh daerah dan menjadi sumber bagi pencatatan ke dalam jurnal penerimnaan kas. PRAKTEK AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH DALAM PRESPEKTIF PARADIGMA BARU PENGELOLAAN KEUANGAN SEKTOR PUBLIK A. Dokumen transaksi terdiri atas: 1. Surat Tanda Setoran b. Bukti Pengeluaran Kas Bukti Pengeluaran Kas merupakan semua dokumen yang menjadi bukti adanya pengeluaran kas oleh daerah dan menjadi sumber bagi pencatatan ke dalam jurnal pengeluaran kas. Tanda Bukti Penerimaan c. Rekap Penerimaan Hariian d. Dst sesuai dengan kebijakan yang ada di daerah 2. Adanya bukti transasksi inilah yang memicu pencatatan akuntansi. Setiap transaksi merupakan sumber utama untuk pencatatan ke dalam jurnal dan buku pembantu.Akuntansi Sektor Publik 52 VIII. Surat Permintaan Pembayaran (SPP) b. Bukti Memorial Bukti Memorial merupakan bukti pencatatan pada Jurnal Umum . Bukti pengeluaran kas dapat berupa: a. Bukti penerimaan kas dapat berupa: a. Karena akuntansi hanya mencatat objek yang timbul akibat transaksi yang sah maka tidak ada transaksi tanpa bukti transaksi. Tanda Bukti Pengeluaran e. Dst sesuai dengan kebijakan yang ada di daerah 3. Surat Perintah Membayar (SPM) c. Surat Pertanggungjawaban (SPJ) d. Setiap transaksi harus disertai dengan dokumen atau bukti transaksi yang sah. PENDAHULUAN Dokumen Akumtansi merupakan sumber utama untuk pencatatan ke dalam jurnal dan buku pembantu.

catatan. Pencatatan ini dikenal dengan sistem debit-kredit. dan keberadaan kekayaan. Sedangkan basis kas modifikasian berarti pencatatan hanya dilakukan hanya terhadap transaksi yang melibatkan kas. dimana dalam setiap pencatatan transaksi maka kita akan mencatat dua hal yang terpengaruh dengan adanya transaksi tersebut. Dengan basis kas modifikasian. Pengukuran kinerja dapat dilakukan secara lebih komprehensif. Sistem double entry merupakan sistem pembukuan berpasangan. Single entry tidak dapat memberikan informasi yang komprehensif Tidak dapat mencerminkan kinerja yang sesungguhnya Single entry telah ditinggalkan oleh banyak negar-negara maju. Sistem double entry dapat menghasilkan laporan keuangan yang lebih mudah diaudit dan penelusuran antara bukti transaksi. dan ekuitas organisasi 2. 2.Akuntansi Sektor Publik 53 B. laporan neraca di akhir periode akuntansi digunakan basis akrual. Sistem singe entry ditinggalkan karena 1. CATATAN AKUNTANSI Catatan akuntansi merupakan bagian dari siklus akuntansi keuangan daerah. Catatan akuntansi tersebut digunakan untuk mencatat segala macam transaksi yang terjadi di lingkungan Pemerintah Daerah. utang. pencatatan anggaran menggunakan basis kas. Sistem double entry menggantikan sistem single entry. 3. Sistem double entry digunakan sebab memiliki keuntungan 1. sedangkan untuk menghasilkan . sedangkan transaksi yang tidak ada penerimaan atau pengeluaran kas dicatat diakhir periode dalam jurnal penyesuaian. Pencatatan dilakukan dengan sistem double entry berdasarkan basis Kas Modifikasian.

Peringkasan (posting ke Buku Besar) d. Analisis transaksi b. ATURAN DEBIT-KREDIT Dalam sistem pembukuan berpasangan dikenal aturan debit-kredit. Perincian ke dalam buku pembantu e. Dengan adanya pencatatan dengan sistem double entry tersebut. Sehingga dibuat jurnal khusus yang digunakan untuk mencatat transaksi yang terjadi berulang-ulang dengan tujuan mengurangi pekerjaan dalam membuat jurnal dan akan memudahkan pembukuan ke rekening-rekening. Sedangkan untuk aturan debit-kredit dalam struktur APBD yang baru adalah sebagai berikut: Struktur APBD Pendapatan Belanja Pembiayaan Penerimaan Derah Pengeluaran Daerah Bertambah K D K K D Berkurang D K D D K Berikut ini adalah langkah-langkah yang harus dilakukan utnuk melakukan pencatatan: a. Pencatatan dalam Jurnal c.Akuntansi Sektor Publik 54 C. Catatan akuntansi terdiri dari beberapa macam jurnal. yaitu: a. Jurnal Penerimaan Kas . Laporan Keuangan Data yang terdapat dalam buku besar dan buku pembantu menjadi sumber untuk membuat laporan keuangan. maka sangat tidak efisien untuk mencatat transaksi yang berulang kali. Aturan tersebut adalah sebagai berikut: Jenis Rekening Bertambah Berkurang Aktiva D K Utang K D Modal K D Pendapatan K D Biaya D K Klasifikasi rekening diatas adalah untuk rekening umum yang terdapat dalam neraca.

bukan barang 3. Jurnal Pengeluaran Kas Jurnal Pengeluaran Kas memberikan makna bahwa kas dikredit dan rekening yang terdapat dalam jurnal pengeluaran kas pada tanggal terjadinya transaksi.Akuntansi Sektor Publik 55 Buku Jurnal Penerimaan Kas merupakan buku yang digunakan untuk mencatat dan mengolongkan transaksi atau kejadian yang mengakibatkan terjadinya penerimaan kas. Penerimaan Kas dari lain-lain pendapatan yang sah 4. yaitu obyek yang menyebabkan terjadinya penerimaan kas Jurnal Standar Transaksi atau kejadian yang mengakibatkan penerimaan kas umumnya berupa: 1. dicatat secara urut tanggal (kronologis) 2. Penerimaan Kas dari pendapatan asli daerah 2. Obyek Penerimaan kas. Buku Jurnal Pengeluaran Kas merupakan buku yang digunakan untuk mencatat dan menggolongkan transaksi atau kejadian yang mengakibatkan terjadinya pengeluaran kas. Jurnal Kas yang diterima. Penerimaan Kas dari tagihan piutang Untuk mencatat dan menggolongkan transaksi kejadian tersebut. Data yang dicatat dan digolongkan dalam buku jurnal ini minimal adalah: . Contohnya adalah penerimaan kas dari pinjaman. Seperti halnya Jurnal Penerimaan Kas. jurnal standar penerimaan kas adalah: Debit : Kas Kredit : Pendapatan Asli Daerah (ditulis nama obyek) Pendapatan Dana Perimbangan (ditulis nama obyek) Lain-lain Pendapatan yang Sah (ditulis nama obyek) Pembiayaan – Penerimaan Pinjaman (ditulis nama obyek) Pembiayaan – Penerimaan Piutang (ditulis nama obyek) b. dalam bentuk uang. Penerimaan Kas dari penerimaan dana perimbangan 3. Tanggal transaksi atau kejadian keuangan. misalnya adalah pengeluaran kas untuk belanja. Data yang dicatat dan digolongkan dalam buku jurnal ini adalah: 1. transaksi pengeluaran kas juga terjadi berulangkali. Penerimaan Kas dari pinjaman 5.

Pengeluaran Kas untuk belanja operasi 3. Pengeluaran Kas untuk belanja modal aparatur 4. Pengeluaran Kas untuk belanja transfer 6. Pengeluaran Kas untuk penyertaan modal Untuk mencatat dan menggolongkan transaksi atau kejadian tersebut. Pengeluaran Kas untuk belanja tidak tersangka 7. Buku Jurnal Umum merupakan buku yang digunakan untuk mencatat dan menggolongkan transaksi atau kejadian yang tidak mengakibatkan terjadinya . Pengeluaran Kas untuk pembayaran hutang pokok 8. Pengeluaran Kas untuk belanja adminstrasi umum 2. Untuk transaksi yang tidak melibatkan Kas Daerah. Jurnal Umum Kedua jurnal diatas merupakan jurnal yang digunakan hanya untuk transaksi yang melibatkan Kas Daearah. dicatat dalam satu buku jurnal yang lain yaitu Buku Jurnal Umum.Akuntansi Sektor Publik 56 1) Tanggal Transaksi atau Kejadian Keuangan 2) Jumlah Kas yang Diterima 3) Obyek Pengeluaran Kas Jurnal Standar Transaksi atau kejadian yang mengakibatkan pengeluaran kas antara lain: 1. Pengeluaran Kas untuk belanja modal publik 5. Jurnal Standar Pengeluaran Kas adalah: Debit : Belanja Administrasi Umum ( ditulis nama obyek) Belanja Operasi dan Pemeliharaan ( ditulis nama obyek) Belanja Modal aparatur ( ditulis nama obyek) Belanja modal Publik ( ditulis nama obyek) Belanja Transfer ( ditulis nama obyek) Belanja Tdak Tersangka ( ditulis nama obyek) Pembiayaan – Pembayaran Hutang ( ditulis nama obyek) Pembiayaan – Penyertaan Modal ( ditulis nama obyek) Kredit : Kas c.

Buku besar pada dasarnya terdiri dari sekumpulan rekening yang digunakan untuk menmpung nama rekening yang telah dicatat dan digolongkan dalam Buku Jurnal. Misalnya adalah donasi berupa aktiva tetap.Akuntansi Sektor Publik 57 penerimaan dan pengeluaran kas. yaitu: 1. Buku Besar Transaksi yang telah dicatat dalam buku jurnal kemudian akan diringkas dalam buku besar. Jenis dan macam buku besar menyesuaikan dengan kelompok rekening dalam struktur APBD yang baru. Selanjutnya dirinci lagi sesuai dengan komponen yang menyusun rekening pendapatan yaitu: a. Sedangkan untuk penggolangan dan perincian transaki digunakan 2 buku. Lain-lain Pendapatan yang Sah . Dana Perimbangan 1) buku besar bagi Hasil Pajak 2) buku besar Bagi Hasil Bukan Pajak c. yaitu: A. Data yang dicatat dan digolongkan dalam buku jurnal ini minimal adalah: • • • • • Tanggal Transaksi atau Kejadian Keuangan Kode Rekening Uraian Jumlah Debit Jumlah Kredit Disamping itu. dan pembelian barang secara kredit. buku jurnal umum dapat dirancang utnuk menampung data lain sesuai dengan kebutuhan. Proses peringkasan atau pemindahan akun/ rekening ke buku besar disebut dengan posting. Pendapatan Asli Daerah Termasuk dalam buku besar kelompok Pendapatan Asli daerah adalah: 1) buku besar Pajak Hotel 2) buku besar Pajak Restoran 3) buku besar Retribusi Pelayanan Kesahatan 4) buku besar Pelayanan Parkir b. Buku Besar Pendapatan Buku Besar Pendapatan memuat rekening-rekening pendapatan.

Belanja Modal Kendaraan d. terdiri atas: BB Tanah. Jenisnya antara lain: Buku Besar Pembiayaan-Penerimaan Piutang dan Buku Besar Pembiayaan-Pembayaran Utang Pokok yang Jatuh Tempo 4. Buku Besar Aktiva Termasuk jenis buku besar aktiva adalah: a. Contohnya adalah Buku Besar Utang Lancar (BB Utang Belanja. Buku Besar Aktiva Lain-lain 5. contoh Honorarium/ Upah c. Buku Besar Belanja Modal/Pembangunan. buku besar Bantuan Dana Kontinjensi b. Buku Besar Belanja Operasi dan Pemeliharaan. Buku Besar Dana Cadangan e. BB Utang Pajak) dan Buku Besar Utang Jangka Panjang (BB Utang Dalam Negeri) 6. Buku Besar Investasi Jangka Panjang. terdiri dari BB Kas. buku besar Dana Darurat 2. contohnya Belanja Modal Gedung. Buku Besar Aktiva Tetap. yaitu: a. Buku Besar Pembiayaan Buku besar pembiayaan memuat ringkasan rekening-rekening pembiayaan yang dilakukan oleh daerah. Buku Besar Utang Jenis dan Klasifikasi buku besar utang sesuai dengan jenis utang dan kondisi daerah masing-masing. Buku Besar Aktiva Lancar. Buku Besar Belanja Buku besar ini mencakup rekening-rekening belanja daerah.Akuntansi Sektor Publik 58 a. contoh Gaji dan Tunjangan b. Buku Besar Belanja Bagi Hasil dan Bantuan e. Buku Besar Belanja Administrasi Umum. Buku Besar Belanja Tidak Tersangka 3. BB Piutang Pajak. baik pembiayaan dari penerimaan maupun pengeluaran daerah. terdiri atas BB Invesatasi dalam Saham c. Buku Besar Ekuitas Dana . BB Jalan dan Jembatan d. BB Piutang Retribusi b.

Sumber pencatatan ke buku buku pembantu adalah dokumen atau bukti transaksi. persediaan.Akuntansi Sektor Publik 59 Jenis dan klasifiasi buku besar tersebut disesuaikan dengan daerah masingmasing. Masukkan jumlah setiap transaksi pada kolom yang sesuai. buku besar Ekuitas dana Umum b. Investasi Jangka Panjang. debit atau kredit dan masukkan saldo baru pada kolom saldo. Aktiva Tetap. Masukkan tanggal setiap transaksi pada kolom tanggal 2. Untuk rekening yang memerlukan perincian lebih lanjut dan dicatat dalam buku pembantu. secar kumulatif 3. buku besar Dana Donasi Berikut adalah Langkah-langkah yang harus dilakukan sewaktu pemindahbukuan jurnal (posting) dari buku jurnal ke buku besar. Buku Besar Pembantu Rekening –rekening yang terdapat dalam buku besar dapat dibedakan atas rekening yang tidak membutuhkan perincian dan rekening yang membutuhkan perincian. Contoh Pencatatan Akuantansi Keuangan Daerah . Kolom Ref pada Jurnal Penerimaan dan Pengeluaran serta jurnal umum diberikan tanda (V) atau check sebagai tanda bahwa transaksi atau jurnal tersebut telah diposting ke buku besar. 7. dan Hutang. 1. Buku besar pembantu merupakan catatan akuntansi yang fungsinya memberikan informasi rinci dari suatu rekening yang diringkas dalam Buku Besar. Contoh rekening-rekening dalam buku besar yang memerlukan Buku Besar Pembantu adalah: Piutang. 8. misalnya: a.

00 KREDIT 500.00 750.00 17.586.00 13.000.750.000.00 .000.000.586.000.836.500.00 975.000.600.500.00 75.000.00 3.00 2.00 125.00 550.000.00 4.000.000.Akuntansi Sektor Publik 60 Berikut ini adalah neraca awal (neraca Saldo) dan APBD suatu Kabupaten: PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X N E R A C A 1 Januari Tahun 20x4 URAIAN AKTIVA LANCAR Kas Piutang Pajak Piutang Retribusi Piutang Lain-Lain Persediaan Bahan Habis Pakai/Material Persediaan Obat-Obatan Belanja Dibayar Dimuka INVESTASI JANGKA PANJANG Investasi Jangka Panjang AKTIVA TETAP Tanah Jalan dan Jembatan Bangunan Air Gedung Mesin dan Peralatan Kendaraan Meubelair dan Perlengkapan Buku Perpustakaan HUTANG JANGKA PENDEK Bagian Lancar Utang Jangka Panjang Utang Perhitungan Pihak Ketiga UTANG JANGKA PANJANG Utang Dalam Negeri Utang Luar Negeri EKUITAS DANA Ekuitas Dana Umum Jumlah DEBET 1.500.00 2.00 200.975.000.00 35.500.500.00 110.000.00 490.250.000.00 17.250.000.800.500.00 800.000.00 1.00 100.

PEMBIAYAAN Penerimaan Daerah Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Yang Lalu Penerimaan Pinjaman dan Obligasi Penerimaan Piutang Penerimaan Donasi.00 250.00 500.00 275.00 150.000.000.00 4.00 750.000.00 0.000.000.000. PENDAPATAN Pendapatan Asli Daerah Pajak Daerah Retribusi Daerah Bagian Laba Usaha Daerah Dana Perimbangan Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak Bagi Hasil Bukan Pajak/Sumber Daya Alam Dana Alokasi Umum Dana Perimbangan dari Propinsi Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah Bantuan Dana Kontinjens i/Penyeimbang dari Pemerintah ANGGARAN 2 KETERANGAN 3 1.000.500.500.00 0.000.00 200. Sumbangan Transfer dari Dana Cadangan Hasil Penjualan Aset Daerah Yang Dipisahkan 450.00 200.000.00 325.00 500.00 .000.00 175.700.00 350.00 125.500.00 900.II ) III.000.00 800.000.00 125.00 350. Hibah.00 4.000.000.00 400.00 II.Akuntansi Sektor Publik 61 Pemerintah Kabupaten/Kota X ANGGARAN PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH Tahun Anggaran 20X4 (Dalam Ribuan) UR A IA N 1 I.00 150.000.00 125.00 0.000.000.500.00 0.000.00 400.000.000.300.00 125.000. BELANJA Aparatur Daerah Belanja Administras i Umum Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Operasi dan Pemeliharaan Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Modal/Pembangunan Belanja Modal Gedung Belanja Modal Kendaraan Pelayanan Publik Belanja Administras i Umum Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Operasi dan Pemeliharaan Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Modal/Pembangunan Belanja Modal Gedung Belanja Modal Kendaraan Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan Belanja Bantuan Keuangan Kepada Organis asi Profesi Belanja Tidak Tersangka Belanja Tidak Tersangka JUMLAH BELANJA SURPLUS/DEFISIT ANGGARAN ( I .00 75.000.000.00 0.000.00 200.

000 Tunjangan Fungsional Rp 45.000.000 100.600.. Bagi Hasil Pajak yang direalisasikan sebesar Rp 440.000. Diterbitkan SKPD atas Pajak Hotel sebesar Rp 1...dan BPHTB sebesar Rp 90.000.000.000 Tunjangan Komisi Rp 100.000.terdiri atas PDAM sebesar Rp 200.8.-.000 9.600. 4. Membayar Gaji dan Tunjangan Pegawai untuk Kampaye Anti Narkoba sejumlah Rp 260.00. Laba BUMD yang diterima sebesar Rp 300. 7.000.000.000 475. 5. 10. tetapi baru diterima sebesar Rp 1.-..-.500 3.000 1.475..00 yang terdiri atas PBB sebesar Rp 200. Belanja Pegawai (BAU) Aparatur Daerah Rp 445..-. Belanja Pemeliharaan gedung kantor Setda sebesar Rp 125.000. 6.dengan rincian sebagai berikut: Uang representasi Rp 100.000 2. DAU yang diterima realisasinya sebesar Rp 850.Rincian dari jumlah di atas yaitu sebagai berikut: a.dari kontrak sebesar Rp 295. Dari dana tersebut telah dipertanggungjawabkan sebesar Rp 270.00 dengan rincian sebagai berikut: Nama Hotel Hotel Bintang Lima Hotel Bintang Tiga Hotel Melati Jumlah SKPD 1.000.00 dengan rincian sebagai berikut: Nama Pasar Penerimaan Retribusi Pasar A 400.000.00 0. Membayar Gaji dan Tunjangan Pegawai Setda sejumlah Rp 445.11.000..000 Realisasi 900.000.500.000.Akuntansi Sektor Publik 62 Berikut ini adalah transaksi-transaksi yang terjadi di PemKab X selama tahun 2004: 1.000 Tunjangan Jabatan Rp 100.000 100.000 500.500. Membayar biaya perjalanan dinas bupati sebesar Rp 280.000 Pasar B 200.000.000.500.500.500.-.000.dan BPD sebesar Rp 100. Bagi Hasil pajak Propinsi yang diterima adalah Rp.700.000.475..dengan perincian sebagai berikut: • Biaya pemeliharaan bangunan gedung tempat kerja Rp 75. Membayar Belanja Modal untuk kendaraan roda empat sebagai berikut: . Membeli BHP kantor Setda sebesar Rp 200.500 b.000.• Biaya pemeliharaan bangunan gedung tempat tinggal Rp 50.000 1.000 Pasar C 225..dan Pelayanan Publik Rp 260.-.dengan rincian sebagai berikut: Gaji Pokok Rp 300.. Retribusi Pasar yang diterima sebesar Rp 825.000.000 Tunjangan Panitia Rp 60. PPh psl 21 sebesar Rp 150.

000 80. Diterima dari Pemerintah Pusat Rp 250. Pinjaman diperoleh dari BPD sebesar Rp 150.16. Biaya bantuan korban banjir dan kebakaran Rp 200.d. Biaya Pemeliharaan alat-alat angkutan Rp 174.000 Industri&Perdag 180.13.000 162. Menerima Dana dari Penjualan Obligasi PemKab X Rp 124.000 472.dari nilai kontrak sebesar Rp 125.000.500 Tata Ruang 145.000 500.000 247. Biaya perjalanan dinas luar kota untuk pelayanan publik sebesar Rp 155.15. dan Jurnal Umum.14.000 250.000 100. Bagian Pelayanan Publik Bidang/sektor Kontrak Anggaran SPJ/Dibayarkan Pariwisata 99. d. Bagaimanakah pencatatan transaksi-transaksi di atas dengan menggunakan sistem double entry dengan sistem pencatatan kas modifikasian dengan mengerjakan tahapan pekerjaan sebagai berikut: a. Bag Pembukuan.000 Kesehatan 250.000 Jumlah 494.dari IHH yang tidak dianggarkan. b. Biaya makan dan minum Rp 150.000. 18.b. Neraca Daerah. Biaya Pemeliharaan Instalasi Rp 74.000 145.000 150.c.Diminta: Diasumsikan bahwa Anda bekerja di bagian Sub. Biaya Perjalanan Dinas dalam Kota Rp 120. Postinglah ke Buku Besar sesuai dengan akunnya masing-masing.. Dibayarkan biaya sosialisasi akuntansi keuangan daerah untuk pelaksanaan Kepmendagri No.000 120.000 125. Bayar Utang jangka panjang yang telah jatuh tempo sebesar Rp 200.000 Jumlah 500. Laporan Aliran Kas.500.000. Jurnal Pengeluaran Kas.000 Anggaran 200.000.21. Buatlah Neraca Saldo.d.000 SPJ/Dibayarkan 185.000 Pekerjaan Umum 120.Akuntansi Sektor Publik 63 A.000.000.c. 29/2002 (tidak dianggarkan) sebesar Rp 50.17.000 467. c.b.500 500.500 12.000.000.000.500. Biaya Cetak/Penggandaan Rp 149.500. 3.20..19. Gaji dan Tunjangan Rp 199.000. Membayar Biaya Operasional dan Pemeliharaan (BOP) yang terjadi di Setda sebagai berikut. Analisislah transaksi di atas dan bukukanlah ke dalam buku Jurnal Penerimaan Kas.000. Membayar biaya bahan habis pakai untuk pelayanan publik sebesar Rp 100. Laporan Perhitungan APBD 2.000. .000. a.000.000 175. Bagian Aparatur Daerah Bidang/sektor Kontrak Pertanian 200. Belanja Operasional dan Pemeliharaan (BOP) untuk pelayanan publik adalah sebagai berikut: a. Biaya Perjalanan dinas Rp 125. Honorarium/upah Rp 200.000 B. Buatlah Laporan Keuangan Daerah yang terdiri dari: 1.

XXXX.840.XXXX.01 1.XXXX.00 4.Rek Uraian Ref Jumlah ( Rp) Akumulasi ( Rp) .150.XXXX. 2.XX.500.1.01 1. maka pencatatan transaksi adalah sbb: JURNAL PENERIMAAN KAS ( Dalam Jutaan Rupiah ) Tanggal Transaks i 1 2 3 4 5 7 17 19 20 1. Persediaan Bahan Habis Pakai yang tersisa Rp 25.500.000.500.475.00 150.3 3.XXXX.01 1.00 250.01 1.2.XX.1.590.500.3 Pendapatan Pajak Hotel Pendapatan Retribusi Pelayanan Pasar Pendapatan Dana Alokasi Umum Pendapatan Bagi Hasil Pajak Bagian Laba Perusda Bagi Hasil Pajak Propinsi Bagi Hasil Bukan Pajak/Sumber Daya Alam Pembiayaan . Penutupan rekening Surplus/Defisit ke rekening Ekuitas Dana Umum 3.500.Penerimaan Pinjaman Pembiayaan . Berdasarkan Soal tersebut.000.475.1.115.00 440.(BOP PP).500.XXXX.500.500.2. 00 1.XX.000. Penutupan elemen Pembiayaan yang digunakan untuk mengalokasikan surplus atau menutup defisit dalam Perhitungan APBD ke rekening Ekuitas Dana Umum (Kecuali elemen Pembiayaan berupa Tranfer dari Dana Cadangan dan Transfer ke Dana Cadangan ditutup ke rekening Ekuitas Dana Dicadangkan).00 700.500.990.00 850.000 (BAU AD).2.01 1.500.XX.00 2. 2.000.Penerimaan Pinjaman V V V V V V V V V 1.890.000.02 3.000.00 3.XXXX.XXXX.1.000.00 124.XX.1.1.XX.XX.00 825.XX. 2.4.00 5.000.00 300. Informasi Untuk Penutupan Buku Akhir Tahun Anggaran 1. Penutupan saldo seluruh rekening Pendapatan dan saldo seluruh rekening Belanja (Kecuali Belanja Modal) ke rekening Surplus/Defisit 2.00 3.XXXX.590.2.XX.300. Persediaan Obat-obatan yang terpakai sebesar Rp 50.00 4.00 4. 00 Kode.00 3.Akuntansi Sektor Publik 64 Data Tambahan Untuk Jurnal Penyesuaian 1.3.1..1.000.08 1.

000.XXXX.000.00 1.1.XX.000.XXXX.01 2.0 0 150.00 2.500.XXXX.XX.2.498.500.1.00 986.01.3.00 2.1.0 0 260.00 726.0 0 74.2.00 9 10 11 2.000.03 2.2.XXXX.500.1.500.0 0 100.500.2.1.599.000.0 0 445.500.01 2.3.500.500.Akuntansi Sektor Publik 65 PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X JURNAL PENGELUARAN KAS ( Dalam jutaan ) Tanggal Transaks i 6 8 Kode.000.000.186.1.1.0 0 200.XX.2.4.1.000.311.00 3.XX.000.XXXX.00 3.XX.2.3.01 12 2.XXXX. 1 1 2 1 1 1 2 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 Biaya Perjalanan Dinas Gaji dan Tunjangan Pegawai Gaji dan Tunjangan Pegawai Biaya Bahan Habis Pakai Kantor Biaya Pemeliharaan Bangunan Gedung Belanja Modal Kendaraan Roda 4 Belanja Modal Kendaraan Roda 4 Honorarium/Upah Biaya Cetak dan Penggandaan Biaya Perjalanan Dinas Biaya Pemeliharaan Alat-Alat Angkutan Biaya Bahan Habis Pakai Kantor Biaya Perjalanan Dinas Gaji dan Tunjangan Pegawai Daerah Biaya Makanan dan Minuman Kantor Biaya Perjalanan Dinas Biaya Pemeliharaan Instalasi V V V V V V V V V V V V V V V V V 280.500.XX.XXXX.0 0 472.00 2.01 2.500.0 0 199.0 0 120.9.500.000.XXXX.623.03 .XXXX.1.000.1.XX.00 3.XX.250.1.XXXX.2.00 1.XXXX.994.500.1.03.XXXX.XX.778.01 2.000.894.0 0 155.XXXX.500.00 Akumulasi ( Rp) 2.Rek Uraian Ref Jumlah ( Rp) 280.000.00 3.00 1.000.0 0 174.01 2.450.00 2.XX. 2.XXXX.01 2.000.XX.0 0 467.500.1.000.XXXX. 2.1.05 2.XX.XX.3.348.3.149.697.XX.0 0 200.03.3.00 2.0 0 125.01 2.2.500.03 2.XX.4.000.720.500.00 3.9.4.000.XX.XXXX.XXXX.1.01 2.02 13 14 15 2.XX.00 2.0 0 125.0 0 149.

XXXX.1.01 4.XX.1.Pembayaran Utang Pokok V V V 200.2.XXXX.2.XX.01 2.0 0 200.500.500.2 2.XXXX.XX.XX.000.00 50. 5.000.000.XXXX.1.1.3.XXXX.897.500.00 25.XXXX.00 55.XXXX.000.500.1.04 1.XX.000.00 95.2 2.00 75.500.147.10 2.6.XXXX.00 50.XXXX.2.000.2.01 5.01 2.000.XXXX.XX.XX.2.01 5.3.000.000.00 4.00 3.1.XXXX.XXXX.1.000.00 25.000.1 3.00 10.4 2.00 22.XX.XX.XX.1.097.1.00 4.6.000.00 75.5.XX.00 2 Belanja Tidak Tersangka PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X JURNAL UMUM Kode Rekening (Ayat/Pasal) 1 2 Penyesuaian APBD Tanggal Uraian 3 Re f 4 Debet (Rp) 5 Kredit (Rp) 6 1 4.0 0 50.Akuntansi Sektor Publik 66 16 18 21 2.2.00 10.01.XXXX.00 2 1 1 3 4 1 2 V V V V V V V V V 33.000.5.01 1 .000.2 2.XX.XX.XXXX.00 95.00 5 2 6 2 7 2.000.XX.3.XX.XX.1.1.XXXX.01 Piutang Pajak Pendapatan Pajak Hotel Belanja Dibayar Dimuka Biaya Perjalanan Dinas Biaya Bahan Habis Pakai Kantor Utang Kepada Pihak Ketiga Belanja Modal Kendaraan Roda 4 Belanja Modal Kendaraan Roda 4 Utang Kepada Pihak Ketiga Biaya Bahan Habis Pakai Kantor Utang Kepada Pihak Ketiga Biaya Bahan/Material Persediaan Obat-Obatan Biaya Bahan Habis Pakai Kantor Persediaan Bahan Habis Pakai V V V V V 125.XXXX.00 125.000.1 2 Belanja Tidak Tersangka Pembiayaan .

00 994.00 125. 2.500.XX.00 390.01 2.500.XX.773.XX.1.XXXX.9.08 1.XXXX.4 802.1.1.2.4.000.1 3.1 Jurnal Penutup 1.1.3.500.XXXX.000.1.500.1.00 1.XX.00 274.XXXX.XX.XX.2.XXXX.00 994.773.XX.XXXX.XX.01 1.2.1.XXXX.00 1. maka buku besar masing-masing adalah sbb: LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X .XXXX. 2.03.00 280.000.500.00 700.00 370.XX.XXXX.XXXX.XXXX.2.5.01 2.3 3.XXXX.1.3 5.000.000.00 274.4.000.01 1.01 2.2.000.2. Bangunan Gedung Honorarium/Upah Biaya Cetak dan Penggandaan Biaya Pem.00 445.000.XX.XXXX.XX. 2.XX.XX.2.773.01 2.00 149.00 250.03 2.500.XX.00 802.3.XXXX.00 1.XX.000.500.4 6.XXXX. 2.XX.600.000.XXXX.XX.02 2.01.3.500.XXXX.XX.000.XXXX.02 2.500.2.XXXX.XX.XXXX.500.XXXX.00 802.2.1.00 125.00 200.XX.2.000.500.00 1 1 1 1 1 1 1 2 2 2 2 2 2 Pendapatan Pajak Hotel Pendapatan Retribusi Pelayanan Pasar Pendapatan Dana Alokasi Umum Pendapatan Bagi Hasil Pajak Bagian Laba Perusda Bagi Hasil Pajak Propinsi Bagi Hasil Bukan Pajak/SDA Gaji dan Tunjangan Pegawai Biaya Perjalanan Dinas Biaya Bahan Habis Pakai Kantor Biaya Pem.1 3.XX.XX.XX.00 1.2.00 74.000.4.XX.XX.2.1.05 2.0 0 825.XXXX.000.01 5.1.2.03.00 250.01 2. Alat-Alat Angkutan Gaji dan Tunjangan Pegawai Biaya Bahan Habis Pakai Kantor Biaya Perjalanan Dinas Biaya Makanan dan Minuman Kantor Biaya Pemeliharaan Instalasi Belanja Tidak Tersangka Ikhtisar Surplus/Defisit Ikhtisar Surplus/Defisit Ekuitas Dana Umum Ekuitas Dana Umum Pembiayaan sisa Lebih Tahun Berjalan 6.Akuntansi Sektor Publik 67 3.XX.00 200.00 440.XXXX.1.000.00 200.1.00 850.3.XXXX.03 2.01 1.XXXX.1.XXXX.000.1.1.1.XXXX.XX.000.1 6.00 150.1.XX.1 Penyesuaian Neraca 4.1.XX.00 459.XXXX.XXXX.XX.00 174.1 Pembiayaan Sisa Lebih Perhit Th Berjalan Ekuitas Dana Umum Kendaraan Belanja Modal Kendaraan Roda 4 Hutang Pembiyaan-Pembayaran Hutang Pokok Pembiyaan-Penerimaan Pinjaman Hutang Jk Panjang-Dalam Negeri V V V V 802.01 1.000.01 1.XX.2.1.XXXX.2.XXXX.000.000.00 300.500.9 2.3.000. 2.00 Jurnal di atas.4.

000.Pemby.500.00 2.193.500.00 445.500.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR .000.500.000.Penerimaan Pinjaman Pembiyaan .000.846.993.062.00 467.000.00 2.000.000.00 2.00 2.000.000.2 Biaya Bahan Habis Pakai Kantor Biaya Pemeliharaan Bangunan Ged.500.00 4.00 300.00 2.00 200.000.390.000.00 Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 1.00 3.00 4.217.500.000.00 124.00 850.00 100.943.00 280.854.0 0 825.00 250.00 2.00 125.500.120.00 4.000.217.550.XXXX.00 2.000.000.500.1 Uraian SALDO AWAL Pendapatan Pajak Hotel Pendapatan Retribusi Pelayanan Psr Pendapatan DAU Pendapatan Bagi Hasil Pajak Bagian Laba Perusda Biaya Perjalanan Dinas Bagi Hasil Pajak Propinsi Gaji dan Tunjangan Pegawai .492.691.00 200.000.1 Gaji dan Tunjangan Pegawai .000.000.Penerimaan Pinjaman Belanja Tidak Tersangka 1. Darat Bermotor1 Belanja Modal Angkt.00 4.725.00 3.00 2.000.000.000.500.00 199.00 700.00 4. Utang Pokok Pembiyaan .500.00 1.840.342.529.00 155.143.00 2.500.500.00 2.00 4.500.000.000.00 5. Darat Bermotor1 Honorarium/Upah Biaya Cetak dan Penggadaan Biaya Perjalanan Dinas Biaya Pemeliharaan Alat Angkt.000.500.00 260.00 472. Belanja Modal Angkt.00 149.000.00 150.00 3.000.500.00 125.000.000.500.00 3.000.000.590.00 50.000.00 1.500.000.00 150.250.00 5.400.1.00 174.140.860.500.946.000.00 440.00 200.000.XX.00 2.000.475.654.00 120.114.560.00 3.000. Rek.Akuntansi Sektor Publik 68 BUKU BESAR Nama : Kode. Biaya Bahan Habis Pakai Kantor Biaya Perjalanan Dinas Gaji dan Tunjangan Pegawai Daerah Biaya Makanan dan Minuman Kantor Biaya Perjalanan Dinas Biaya Pemeliharaan Instalasi Belanja Tidak Tersangka Bagi Hasil Bukan Pajak/SDA Pembiyaan .00 4.00 2.000.000.241.00 5.000.267.00 200.000.143. : Tanggal Transaksi 1 2 3 4 5 6 7 8 8 9 10 11 11 12 12 12 12 13 14 15 15 15 15 16 17 18 19 20 21 KAS 4.500.00 74.

1.00 Kredit Rp Saldo Rp 125. Rek.XX.000. : PERSEDIAAN BAHAN HABIS PAKAI KANTOR 4.5 Uraian SALDO AWAL Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 75.9 Hal………… .XXXX.XXXX. : Tanggal PIUTANG RETRIBUSI 4.1.XXXX.000.XX. : Tanggal 1 PIUTANG PAJAK 4.000. : Tanggal PIUTANG LAIN-LAIN 4.1.Akuntansi Sektor Publik 69 Nama : Kode.XXXX. Rek.000.00 250.XX.XX.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode. Rek.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.8 Uraian SALDO AWAL Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 35.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.1.000.4 Uraian SALDO AWAL penyesuaian Hal………… Ref Debet Rp 125. Rek.

1.10 Uraian Penyesuaian Neraca Hal………… Ref Debet Rp 10.00 25. Rek.000.2 Hal………… .00 60.9. : INVESTASI JANGKA PANJANG 4.000. Rek.1.XXXX.00 Saldo Rp 110.XXXX.000.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode. : Tanggal BELANJA DIBAYAR DIMUKA 4.XX.500.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.1 Uraian Saldo Awal Penyesuaian Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp 50.XX. : Tanggal 7 PERSEDIAAN OBATOBATAN 4.000.000.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.000.Akuntansi Sektor Publik 70 Tanggal 7 Uraian Saldo Awal Penyesuaian Ref Debet Rp Kredit Rp 75.00 Kredit Rp Saldo Rp 10.XXXX.00 Saldo Rp 100.500.XX. Rek.

XX.XXXX. Rek.000.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode. : Tanggal BANGUNAN AIR 4.250.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.2 Uraian SALDO AWAL Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 1.XX. : Tanggal JALAN DAN JEMBATAN 4. Rek.XXXX.000.XXXX. : Tanggal TANAH 4.1 Uraian SALDO AWAL Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 4.975.3 Uraian Ref Debet Rp Kredit Rp Hal………… Saldo Rp .3.000. Rek.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.3.3.XX.Akuntansi Sektor Publik 71 Tanggal Uraian SALDO AWAL Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 500.

: Tanggal 11 KENDARAAN 4.600.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode. Rek.500.XX. : Tanggal MESIN & PERALATAN 4.000.750. Rek.8 Uraian SALDO AWAL Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 550.XX.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.5 Uraian SALDO AWAL Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 3.XXXX.XXXX.594.00 .3.00 3.000.00 Kredit Rp Saldo Rp 2.9 Uraian SALDO AWAL Penyesuaian Neraca Hal………… Ref Debet Rp 994.XXXX.500.3.XX. : Tanggal GEDUNG 4. Rek.3.500.Akuntansi Sektor Publik 72 SALDO AWAL 800.000.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.

00 0.XX.00 .3.500.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode. Rek.XX.000. : Tanggal BUKU PERPUSTAKAAN 4.000. Rek. : Tanggal MEUBELAIR DAN PERLENGKAPAN 4.XX.00 Kredit Rp Saldo Rp 200.Akuntansi Sektor Publik 73 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.XXXX. Rek.XXXX.1.XXXX.3. PANJANG 5.12 Uraian SALDO AWAL Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 975.1 Uraian SALDO AWAL Penyesuaian Neraca Hal………… Ref Debet Rp 200. : Tanggal BAGIAN LANCAR UTANG JK.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.000.16 Uraian SALDO AWAL Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 490.

Rek. Rek.00 845.1. Rek.500.XXXX.000.000.00 274.2.000.00 925.500.00 55.XX.Akuntansi Sektor Publik 74 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.00 Saldo Rp 750.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.2 Uraian SALDO AWAL Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 2.2.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X .XX.000.2 Uraian SALDO AWAL Penyesuaian APBD Penyesuaian APBD Penyesuaian APBD Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp 95.000.00 25.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.00 900.000.000.XXXX.XX. : Tanggal UTANG DALAM NEGERI 5. : Tanggal UTANG PERHITUNGAN PIHAK KE-3 5. : Tanggal UTANG LUAR NEGERI 5.800.000.1 Uraian SALDO AWAL Penyesuaian Neraca Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp 274.00 Saldo Rp 0.XXXX.

00 0.500.0 0 125.2.08 Uraian Ref Debet Rp 825.600.00 .1 Uraian SALDO AWAL Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp 13.01 Uraian Kas Penyesuaian Penutupan 1.00 Saldo Rp 1.000.500.600.500.836.XXXX.1.Akuntansi Sektor Publik 75 BUKU BESAR Nama : Kode. : Tanggal 1 PAJAK HOTEL 1.500.XX.0 0 Hal………… Ref Debet Rp Kredit Rp 1.XXXX.00 1.XXXX.000.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode. : Tanggal 2 Kas Penutupan RETRIBUSI PELAYANAN PASAR 1.XX.1. : Tanggal EKUITAS DANA UMUM 6. Rek.475.XX.00 Saldo Rp 825.475.000.00 0.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.000.000.00 Hal………… Kredit Rp 825.1. Rek. Rek.

1.Akuntansi Sektor Publik 76 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.00 Hal………… Kredit Rp 440.00 Saldo Rp 850. Rek.1.00 0.00 0.3.000.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : BAGI HASIL PAJAK PROPINSI Hal………… .000.XX.000.XXXX.00 Saldo Rp 300.XX.000.01 Uraian Ref Debet Rp 440.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.2.00 Hal………… Kredit Rp 300.000. : Tanggal 5 Kas Penutupan BAGIAN LABA PERUSDA 1.01 Uraian Ref Debet Rp 300.00 Hal………… Kredit Rp 850.000.2. : Tanggal 3 Kas Penutupan DANA ALOKASI UMUM 1.01 Uraian Ref Debet Rp 850.2. : Tanggal 4 Kas Penutupan BAGI HASIL PAJAK 1.XXXX. Rek.00 0.000.000.XX.00 Saldo Rp 440.000. Rek.XXXX.

000.1.000.XXXX.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode. : Tanggal 7 1.01 Uraian Kas Penutupan Ref Debet Rp 700. : Tanggal 17 Kas Penutupan BG.00 0.000.XXXX.000.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.4.XXXX.HASIL BUKAN PJK 1.01 Hal………… 1 .03 1 Uraian Ref Debet Rp 445.1.1.500.2.XX.2.1.00 0.00 0.000.00 Saldo Rp 250.XXXX.00 Saldo Rp 700.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode. Rek.00 445. Rek.XX.00 Hal………… Kredit Rp Saldo Rp 445.500.XX.XX.2.000.00 Hal………… Kredit Rp 250. : Tanggal 8 Kas Penutupan GAJI DAN TUNJANGAN PEGAWAI 2. : HONORARIUM 2.00 Kredit Rp 700.500.02 Uraian Ref Debet Rp 250.Akuntansi Sektor Publik 77 Kode. Rek. Rek.

000.2.00 .000.XXXX.2.00 0. : Tanggal 9 BIAYA BAHAN HABIS PAKAI KANTOR 2.000.00 75.XX.000.XXXX.000.000.00 Hal………… Kredit Rp Saldo Rp 125.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode. Rek.000.00 Kredit Rp 200.000.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.000. : Tanggal 10 Kas BIAYA PEMELIHARAAN GEDUNG 2.XX.2.03 1 Uraian Ref Debet Rp 149. Rek.00 Hal………… Kredit Rp Saldo Rp 149.00 370.00 0.XXXX.1.XX.000.01 1 Debet Uraian Ref Rp Kas Penyesuaian APBD Penyesuaian APBD Penutupan 200.000.1.000.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.4. Rek.00 370.Akuntansi Sektor Publik 78 Tanggal 12 Kas Penutupan Uraian Ref Debet Rp 200.01 1 Uraian Ref Debet Rp 125.00 0.00 Hal………… Kredit Rp Saldo Rp 200.00 149.00 Saldo Rp 200.00 95.000.00 295.000.000. : Tanggal 12 Kas Penutupan BIAYA CETAK DAN PENGGANDAAN 2.

00 0. Rek.000.500.00 390. : Tanggal 12 Kas Pentupan BIAYA PEMELIHARAAN BANGUNAN GEDUNG 2.000.00 Hal………… Kredit Rp Saldo Rp 174.500.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.Akuntansi Sektor Publik 79 Penutupan 125.500.02 1 Uraian Ref Debet Rp 174.500.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.3.000.00 Kredit Rp 10. Rek.3.00 0.00 .500.1.00 174.XX.00 Kredit Rp Saldo Rp 33.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode. : Tanggal 6 12 BIAYA PERJALANAN DINAS 2.4.06 1 Uraian Penyesuaian APBD Hal………… Ref Debet Rp 33.00 0.XXXX.XX.000.XX.00 390.500. Rek. RODA 2 2.XXXX.XXXX. : Tanggal BELANJA MODAL KEND.2.00 400.000.00 Saldo Rp 280.00 120.01 1 Uraian Kas Kas Penyesuaian Neraca Penutupan Hal………… Ref Debet Rp 280.000.500.

: Tanggal BELANJA MODAL ANGK.000.1.XXXX.000.00 25.1.00 459.000.000.00 Kredit Rp Saldo Rp 467.00 125. DARAT BERMOTOR 2.01 2 Uraian Kas Penyesuaian APBD Penutupan Hal………… Ref Debet Rp 100.XX.Akuntansi Sektor Publik 80 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode. Rek.XXXX.000.000.00 Saldo Rp 100.XX.00 Kredit Rp 125. : Tanggal 13 BIAYA BAHAN HABIS PAKAI 2. : Tanggal 8 15 Kas Kas Penutupan GAJI DAN TUNJANGAN PEGAWAI 2.000.00 .09 1 Uraian Penyesuaian APBD Hal………… Ref Debet Rp 467.000.1.XX.00 459.2.000.000.3. Rek.XXXX.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode. Rek.000.00 Hal………… Kredit Rp Saldo Rp 260.00 199.000.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.03 2 Uraian Ref Debet Rp 260.

00 Kredit Rp 150.1.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode. : Tanggal 15 Kas Penutupan Biaya Pemeliharaan Instalasi 2. Rek.01 2 Uraian Ref Debet Rp 155.000.2.000.000.4.000.00 Saldo Rp 74.XXXX.000.XX.1.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR .3.XX.00 125.000.XXXX.XXXX.00 Saldo Rp 150.000. Rek.00 Kredit Rp 74.000.00 280.XX.Akuntansi Sektor Publik 81 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode. : Tanggal 15 Kas Penutupan Biaya Makanan dan Minuman Kantor 2.00 0.00 Hal………… Kredit Rp Saldo Rp 155.000.00 280.1. Rek.000. : Tanggal 14 15 Kas Kas Penutupan BIAYA PERJALANAN DINAS 2.05 2 Hal………… Uraian Ref Debet Rp 150.000.03 2 Hal………… Uraian Ref Debet Rp 74.00 LOGO PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X BUKU BESAR Nama : Kode.

Akuntansi Sektor Publik

82

Nama : Kode. Rek. : Tanggal
11

BELANJA MODAL KENDARAAN RODA 2 2.XX.XXXX.3.6.01 2 Uraian
Kas

Hal…………

Ref

Debet Rp
27.500,00

Kredit Rp

Saldo Rp
27.500,00

LOGO

PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X

BUKU BESAR
Nama : Kode. Rek. : Tanggal
11 Kas

BELANJA MODAL ANGKT. DARAT BERMOTOR 2.XX.XXXX.3.9.01 2 Uraian Ref Debet Rp
472.500,00

Hal…………

Kredit Rp

Saldo Rp
472.500,00

LOGO

PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X

BUKU BESAR
Nama : Kode. Rek. : Tanggal
16 21 Kas Kas Penutup

BELANJA TAK TERSANGKA 2.XX.XXXX.5.1 2 Uraian Ref Debet Rp
200.000,00 50.000,00 250.000,00

Hal…………

Kredit Rp

Saldo Rp
200.000,00 250.000,00 0,00

LOGO

PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X

BUKU BESAR
Nama : Kode. Rek. : PEMBIAYAAN - PENERIMAAN PINJAMAN DAN OBLIGASI 3.XX.XXXX.1.3
Hal…………

Akuntansi Sektor Publik

83

Tanggal
19 20

Uraian
Kas Kas Penyesuaian

Ref

Debet Rp
274.500,00

Kredit Rp
150.000,00 124.500,00

Saldo Rp
150.000,00 274.500,00 0,00

LOGO

PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X

BUKU BESAR
Hal…………

Nama : Kode. Rek. : Tanggal
18

PEMBIAYAAN - PEMBAYARAN UTANG POKOK YG JATUH TEMPO 3.XX.XXXX.2.3 Uraian
Kas Penyesuaian Neraca

Ref

Debet Rp
200.000,00

Kredit Rp
200.000,00

Saldo Rp
200.000,00 0,00

LOGO

PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X

BUKU BESAR
Hal…………

Nama : Kode. Rek. : Tanggal

PEMBIAYAAN- SISA LEBIH ANGGARAN TAHUN BERJALAN 3.XX.XXXX.2.4 Uraian Ref Debet Rp Kredit Rp Saldo Rp

LOGO

PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X

BUKU BESAR
Nama : IKHTISAR SURPLUS/DEFISIT NETTO
Hal…………

Tanggal

Uraian

Ref

Debet Rp

Kredit Rp

Saldo Rp

Akuntansi Sektor Publik

84

Akuntansi Sektor Publik

85

Pemerintah Kabupaten/Kota X LAPORAN PERHITUNGAN APBD Tahun Anggaran 20X2
ANGGARAN UR A IA N 1 I. PENDAPATAN Pendapatan Asli Daerah Pajak Daerah Retribusi Daerah Bagian Laba Usaha Daerah Dana Perimbangan Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak Bagi Hasil Bukan Pajak/Sumber Daya Alam Dana Alokasi Umum Dana Perimbangan dari Propinsi Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah Bantuan Dana Kontinjensi/Penyeimbang dari Pemerintah (Rp.000) 2 (Rp.000) 3 REALISASI BERTAMBAH (BERKURANG) (Rp.000) 4

1.500.000,00 800.500,00 350.000,00 400.000,00 900.000,00 750.000,00

1.600.000,00 825.500,00 300.000,00 690.000,00 850.000,00 700.000,00

100.000,00 25.000,00 -50.000,00 0,00 290.000,00 0,00 -50.000,00 -50.000,00

4.700.500,00 II. BELANJA Aparatur Daerah Belanja Administrasi Umum Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Operasi dan Pemeliharaan Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Modal/Pembangunan Belanja Modal Gedung Belanja Modal Kendaraan Pelayanan Publik Belanja Administrasi Umum Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Operasi dan Pemeliharaan Belanja Pegawai/Personalia Belanja Barang dan Jasa Belanja Perjalanan Dinas Belanja Pemeliharaan Belanja Modal/Pembangunan Belanja Modal Gedung Belanja Modal Kendaraan Belanja Bagi Hasil dan Bantuan Keuangan Belanja Bantuan Keuangan Kepada Organisasi Profesi Belanja Tidak Tersangka Belanja Tidak Tersangka JUMLAH BELANJA SURPLUS/DEFISIT ANGGARAN ( I - II ) III. PEMBIAYAAN Penerimaan Daerah Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Yang Lalu Penerimaan Pinjaman dan Obligasi Penerimaan Piutang Penerimaan Donasi, Hibah, Sumbangan Transfer dari Dana Cadangan Hasil Penjualan Aset Daerah Yang Dipisahkan Pengeluaran Daerah Pembayaran Utang Pokok Yang Jatuh Tempo Transfer ke Dana Cadangan Penyertaan Modal Sisa Lebih Anggaran Tahun Sekarang

4.965.500,00

265.000,00

450.000,00 350.000,00 325.000,00 125.000,00 200.000,00 150.000,00 125.000,00 175.000,00 500.000,00

445.500,00 370.000,00 270.500,00 125.000,00 200.000,00 149.000,00 120.500,00 174.500,00 500.000,00

-4.500,00 20.000,00 -54.500,00 0,00 0,00 -1.000,00 -4.500,00 -500,00 0,00

275.000,00 125.000,00 150.000,00

260.000,00 125.000,00 155.000,00

-15.000,00 0,00 5.000,00

200.000,00 200.000,00 125.000,00 75.000,00 500.000,00

199.000,00 200.500,00 125.000,00 74.000,00 494.000,00

-1.000,00 500,00 0,00 -1.000,00 -6.000,00

0,00

250.000,00 4.300.000,00 400.500,00

250.000,00 4.237.500,00 728.000,00

0,00 -62.500,00 327.500,00

0,00 0,00

274.500,00

274.500,00

0,00 0,00 200.000,00 100.000,00 0,00 100.500,00 200.000,00 0,00 802.500,00

-100.000,00 702.000,00

PEMERINTAH KABUPATEN/KOTA X LAPORAN ALIRAN KAS

00 (994.Akuntansi Sektor Publik 86 31 Desember 20x4 Arus Kas dari Aktivitas Operasi Kenaikan Aktiva Lancar Non Kas dan Bank Penurunan Aktiva Lancar Non Kas dan Bank Kenaikan Hutang Lancar Penurunan Hutang Lancar Jumlah Arus Kas Dari Aktivitas Operasi Arus Kas Dari Aktivitas Penyertaan Kenaikan Penyertaan Modal Jangka Panjang Penurunan Penyertaan Modal Jangka Panjang Kenaikan Aktiva Tetap Penurunan Aktiva Tetap Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Penyertaan Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan Kenaikan Hutang Jangka Panjang Penurunan Hutang Jangka Panjang Kenaikan Dana Cadangan Penurunan Dana Cadangan Kenaikan Ekuitas Penurunan Ekuitas Jumlah Arus Kas dari Aktivitas Pendanaan Total Arus Kas Sisa Kas Awal Tahun Anggaran Sisa Kas Akhir Tahun Anggaran 1.722.00 2.00 274.000.996.500.000.00 967.217.500.250.00 (200.00) PEMERINTAH PROPINSI/KABUPATEN/KOTA X NERACA 31 Desember Tahun 20x4 .00 1.00) (135.500.00 175.000.500.00 1.00) 125.500.500.000.500.500.000.00) (34.00) (994.

000 1.000 60.975.557.000 25.000 AKTIVA TETAP Tanah Jalan dan Jembatan Bangunan Air Gedung Mesin dan Peralatan Kendaraan Meubelair dan Perlengkapan Buku Perpustakaan JUMLAH AKTIVA 4.217.000 550.250.000 PASIVA HUTANG JANGKA PENDEK Bagian Lancar Utang Jangka Panjang Utang Perhitungan Pihak Ketiga 925.557.500 250.500 19.Akuntansi Sektor Publik 87 AKTIVA AKTIVA LANCAR Kas Piutang Pajak Piutang Retribusi Piutang Lain-Lain Persediaan Bahan Habis Pakai/Material Persediaan Obat-Obatan Belanja Dibayar Dimuka INVESTASI JANGKA PANJANG Investasi Jangka Panjang 500.000 35.500 3.500 975.750.000 800.000 10.000 UTANG JANGKA PANJANG Utang Dalam Negeri Utang Luar Negeri EKUITAS DANA Ekuitas Dana Umum 15.000 490.500 2.500 274.558.800.594.500 .000 3.500 JUMLAH PASIVA 19.000 2.000 75.