You are on page 1of 17

Lanny Ardianny 102011425 E-2

Managemen Puskesmas

Pelayanan Kesehatan Menyeluruh Pelayanan Kesehatan yang diberikan di Puskesmas ialah pelayanan kesehatan yang meliputi pelayanan: - kuratif (pengobatan)

- preventif (upaya pencegahan)


- promotif (peningkatan kesehatan) - rehabilitatif (pemulihan kesehatan) Pelayanan Kesehatan Integrasi (terpadu) Upaya kesehatan puskesmas Upaya Kesehatan Wajib Upaya Promosi Kesehatan Upaya Kesehatan Lingkungan Upaya Perbaikan Gizi Upaya Kesehatan Pengembangan Upaya Kesehatan Sekolah Upaya Kesehatan Olah Raga Upaya Perawatan Kesehatan Masyarakat Upaya Kesehatan Kerja

Upaya Kesehatan Ibu dan Anak serta Keluarga Berencana

Upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular


Upaya Pengobatan

Keterpaduan Lintas Sektor


Keterpaduan lintas sektor adalah upaya memadukan penyelenggaraan upaya Puskesmas (wajib, pengembangan dan inovasi) dengan berbagai program dari sektor terkait tingkat kecamatan, termasuk organisasi kemasyarakatan dan dunia usaha. Contoh keterpaduan lintas sektor antara lain:

Upaya Kesehatan Sekolah: keterpaduan sektor kesehatan dengan camat, lurah/kepala desa, pendidikan, agama

Upaya Promosi kesehatan: keterpaduan sektor kesehatan dengan camat, lurah/kepala desa, pendidikan, agama, pertanian
Upaya Kesehatan ibu dan anak: keterpaduan sektor kesehatan dengan camat, lurah/kepala desa, organisasi profesi, organisasi kemasyarakatan, PKK, PLKB Upaya Perbaikan gizi: keterpaduan sektor kesehatan dengan camat, lurah/kepala desa, pertanian, pendidikan, agama, koperasi, dunia usaha, PKK, PLKB

Upaya Pembiayaan dan Jaminan Kesehatan: keterpaduan sektor kesehatan dengan camat, lurah/kepala desa, tenaga kerja, koperasi, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan
Upaya Kesehatan kerja: keterpaduan sektor kesehatan dengan camat, lurah/kepala desa, tenaga kerja, dunia usaha

Program KIA
Tujuan program kesehatan ibu dan anak adalah tercapainya kemampuan hidup sehat melalui peningkatan derajat kesehatan yang optimal bagi ibu dan keluarganya, serta meningkatnya derajat kesehatan anak untuk menjamin proses tumbuh kembang optimal yang merupakan landasan bagi peningkatan kualitas manusia seutuhnya. 1. Indikator Pemantauan Teknis

Indikator ini digunakan oleh para pengelola program dalam lingkungan kesehatan yang terdiri dari : a. b. c. d. e. f. 2. a. b. Indikator Akses Indikator Cakupan Ibu Hamil Indikator Cakupan Persalinan oleh Tenaga Kesehatan Indikator Penjaringan Dini Faktor Resiko oleh Masyarakat Indikator Penjaringan Faktor resiko oleh Tenaga Kesehatan Indikator Neonatal. Indikator Pemantauan Non teknis Indikator pemerataan pelayanan KIA Indikator efektivitas pelayanan KIA

Pelayanan KIA
Pelayanan antenatal a. Timbang berat badan dan ukur tinggi badan b. Ukur tekanan darah c. Nilai status gisi (ukur lingkar lengan atas) d. Ukur tinggi fundus uteri e. Tentukan presentasi janin dan denyut jantung janin f. Skrining status imunisasi tetanus dan berikan imunisasi tetanus toxoid bila diperlukan g. Pemberian tablet zat besi minimal 90 tablet selama kehamilan h. Tes laboratorium (rutin dan khusus) i. Temu wicara termasuk perencanaan persalinan dan pencegahan komplikasi serta KB pasca persalinan.

Minimal 1 kali pada triwulan pertama Minimal 1 kali pada triwulan kedua Minimal 2 kali pada triwulan ketiga

Deteksi Dini Faktor Resiko


1. 2. Primigravida kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun. Anak lebih dari 4

3. Jarak persalinan yang terakhir dan kehamilan sekarang kurang dari 2 tahun
4. 5. Tinggi badan kurang dari 145 cm Berat badan kurang dari 38 kg atau LLA kurang dari 23,5 cm

6. Riwayat keluarga menderita diabetes, hipertensi dan riwayat cacat kongenital 7. Kelainan bentuk tubuh misalnya kelainan tulang belakang atau panggul

Prinsip Pertolongan Persalinan


a. Pencegahan infeksi b. Metode pertolongan persalinan sesuai standar

c. Merujuk kasus yang tidak dapat ditangani ke tingkat pelayanan yang lebih tinggi
d. Melaksanakan inisiasi menyusu dini (IMD) e. Memberikan injeksi Vitamin K1dan salep mata pada bayi baru lahir Tenaga kesehatan yang berkompeten memberikan pelayanan pertolongan persalinan adalah: dokter spesialis kebidanan, dokter dan bidan.

P4K (PROGRAM PERENCANAAN PERSALINAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI).


1. Terdatanya status ibu hamil dan terpasangnya stiker P4K disetiap rumah ibu hamil yang memuat informasi tentang lokasi tempat tinggal ibu hamil, identitas ibu hamil, taksiran persalinan, penolong persalinan, pendamping persalinan, fasilitas tempat persalinan, calon donor darah, transportasi yg akan digunakan serta pembiayaan. 2. Adanya perencanaan persalinan

3. Terlaksananya pengambilan keputusan yang cepat dan tepat bila terjadi komplikasi selama, hamil, bersalin maupun nifas.
4. Meningkatnya keterlibatan tokoh masyarakat baik formal maupun non formal, dukun, kelompok masyarakat, dalam perencanaan dan pencegahan komplikasi dengan stiker, KB pasca salin dengan perannya masing-masing

Pelayanan Kesehatan Ibu


Pelayanan kesehatan pada ibu nifas
Pelayanan kesehatan pada ibu nifas adalah pelayanan kesehatan sesuai standar pada ibu mulai 6 jam sampai 42 hari pasca bersalin oleh tenaga kesehatan. Untuk deteksi dini komplikasi pada ibu nifas diperlukan pemantauan pemeriksaan terhadap ibu nifas dengan melakukan kunjungan nifas minimal sebanyak 3 kali dengan ketentuan waktu: 1) Kunjungan nifas pertama pada masa 6 jam sampai dengan 3 hari setelah persalinan

2)
3)

Kunjungan nifas kedua dalam waktu 2 minggu setelah persalinan (8-14 hari).
Kunjungan nifas ketiga dalam waktu 6 minggu setelah persalinan (36-42 hari).

Pelayanan yang diberikan adalah: 1) 2) 3) 4) Pemeriksaan tekanan darah, nadi, respirasi dan suhu. Pemeriksaan tinggi fundus uteri (Involusio uterus) Pemeriksaan lokhia dan pengeluaran pervaginam lainnya Pemeriksaan payudara dan anjuran ASI eksklusif 6 bulan

5) Pemberian kapsul vitamin A 200.000 IU sebanyak dua kali, pertama segera setelah melahirkan dan kedua di berikan setelah 24 jam pemberian vitamin A pertama. 6) Pelayanan KB pasca salin Tenaga kesehatan yang dapat memberikan pelayanan kesehatan ibu nifas adalah dokter spesialis kebidanan, dokter, bidan dan perawat.

Pelayanan Kesehatan neonatus


Pelaksanaan pelayanan kesehatan neonatus 1) Kunjungan neonatal ke-1 (KN 1) dilakukan pada kurun waktu 6-48 jam setelah lahir 2) Kunjungan neonatal ke-2 (KN 2) dilakukan pada kurun waktu hari ke 3 sampai dengan hari ke 7 setelah lahir 3) Kunjungan neonatal ke-3 (KN 3) dilakukan pada kurun waktu hari ke 8 sampai dengan hari ke 28 setelah hari. Pemeriksaan dan perawatan bayi baru lahir a) Perawatan tali pusat b) Melaksanakan ASI eksklusif c) Memastikan bayi telah diberi injeksi vitamin K1 d) Memastikan bayi telah diberi salep mata antibiotic e) Pemberian imunisasi hepatitis B-0

Pelayanan Kesehatan Neonatus


Pemeriksaan menggunakan MTBM (Managemen Terpadu Bayi Muda) a) Pemeriksaan tanda bahaya seperti kemungkinan infeksi bakteri, ikterus, diare, berat badan rendah dan masalah pemberian ASI b) Pemberian imunisasi hepatitis B bila belum diberikan pada waktu perawatan bayi baru lahir. c) Konseling terhadap ibu dan keluarga untuk memberikan ASI eksklusif, pencegahan hipotermi dan melaksanakan perawatan bayi baru lahir dirumah dengan menggunakan buku KIA d) Penanganan dan rujukan khusus bila diperlukan Tenaga kesehatan yang dapat memberikan pelayanan kesehatan neonatus adalah dokter spesialis anak, dokter, bidan dan perawat.

Pelayanan Kesehatan Bayi


Pelaksanaan pelayanan kesehatan bayi: 1. Kunjungan bayi satu kali pada umur 29 hari - 2bulan

2.
3. 4.

Kunjungan bayi satu kali pada umur 3 5 bulan


Kunjungan bayi satu kali pada umur 6 8 bulan Kunjungan bayi satu kali pada umur 9 11 bulan

Pelayanan kesehatan tersebut terpenuhi meliputi: 1. Pemberian imunisasi dasar lengkap (BCG, polio 1,2,3,4, DPT/HB 1,2,3, campak) sebelum berusia 1 tahun 2. Stimulasi deteksi intervensi dan tumbuh kembang bayi (SDIDTK) 3. Pemberian vitamin A 100.000 IU (6-11 bulan)

4. Konseling ASI eksklusif, pemberian makanan pendamping ASI, tanda-tanda sakit dan perawatan kesehatan bayi dirumah menggunakan buku KIA
5. Penanganan dan rujukan kasus bila diperlukan

Pelayanan Kesehatan Balita


1. Pelayanan pemantauan pertumbuhan minimal 8 kali setahun yang tercatat dalam buku KIA/KMS. Bila berat badan anak balita setiap bulan yang tercatat pada buku KIA/KMS. Bila berat badan naik dalam 2 bulan berturut-turut atau berat badan anak balita dibawah garis merah harus dirujuk ke sarana pelayanan kesehatan. 2. Stimulasi deteksi dan intervensi dini tumbuh kembang (SDIDTK) minimal 2 kali dalam setahun. Pelayanan SDIDTK meliputi pemantauan perkembangan motorik kasar, motorik halus, bahasa, sosialisasi dan kemandirian minimal 2 kali pertahun (setiap 6 bulan). Pelayanan SDIDTK diberikan dalam gedung (Sarana pelayanan kesehatan) maupun diluar gedung. 3. 4. 5. Pemberian vitamin A dosis tinggi (200.000 IU), 2 kali dalam setahun Kepemilikan dan pemanfaatan buku KIA oleh setiap balita Pelayanan anak balita sakit sesuai standar sengan pendekatan MTBS

Penggalangan Program KB
1. Meningkatkan kesadaran masyarakat/ keluarga dalam penggunaan alat kontrasepsi. 2. Menurunnya jumlah angka kematian bayi. 3. Meningkatkan kesehatan masyarakat/ keluarga dengan cara penjarangan kelahiran bayi.

Kegiatan Pelayanan KB
1. Komunikasi informasi dan edukasi (KIE) Komunikasi informasi dan edukasi diberikan pada setiap kesempatan yang dapat digunakan untuk penyuluhan KB, adalah : - Kesempatan dalam klinik keluarga berencana yang dapat memotivasi cara memilih alat kontrasepsi dan sasarannya yang sudah siap menerima jenis alat kontrasepsi yang terpilih. 2. Pelayanan Kontrasepsi Pelayanan kontrasepsi dapat melalui klinik KB , di posyandu, puskesmas pembantu, dan bidan desa.

Strategi Program KB
Strategi Dasar Meneguhkan kembali program di daerah

Menjamin kesinambungan program

Strategi operasional Peningkatan kapasitas sistem pelayanan Program KB Nasional

Peningkatan kualitas dan prioritas program


Penggalangan dan pemantapan komitmen Dukungan regulasi dan kebijakan Pemantauan, evaluasi, dan akuntabilitas pelayanan

Terimakasih