BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Istilah supervisi baru muncul kurang lebih tiga dasawarsa terakhir ini. Kegiatan serupa yang dahulu banyak dilakukan adalah Inspeksi, pemeriksaan, pengawasan atau penilikan. Dalam konteks sekolah sebagai sebuah organisasi pendidikan, supervisi merupakan bagian dari proses administrasi dan manajemen. Kegiatan supervisi melengkapi fungsi-fungsi administrasi yang ada di sekolah sebagai fungsi terakhir, yaitu penilaian terhadap semua kegiatan dalam mencapai tujuan. Dengan supervisi, akan memberikan inspirasi untuk bersama-sama menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan dengan jumlah lebih banyak, waktu lebih cepat, cara lebih mudah, dan hasil yang lebih baik daripada jika dikerjakan sendiri. Supervisi mempunyai peran mengoptimalkan tanggung jawab dari semua program. Supervisi bersangkut paut dengan semua upaya penelitian yang tertuju pada semua aspek yang merupakan factor penentu keberhasilan. Dengan mengetahui kondisi aspekaspek tersebut secara rinci dan akurat, dapat diketahui dengan tepat pula apa yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas organisasi yang bersangkutan. Salah satu model supervisi yang dilakukan di sekolah adalah supervisi klinis B. Tujuan 1. Tujuan Umum Terselenggaran upaya kesehatan puskesmas secara berhasil dan berdaya guna 2. Tujuan Khusus a. Terselenggaranya program upaya kesehatan puskesnas sesuai dengan pedoman pelaksanaan b. Kekeliruan dan penyimpangan dalam pelaksanaan dapat diluruskan kembali c. d. Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan Meningkatnya hasil pencapaian pelayanan kesehatan

1

BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Supervisi merupakan upaya untuk membantu pembinaan dan peningkatan kemampuan pihak yang di supervisi agar mereka dapat melaksanakan tugas kegiatan yang telah ditetapkan secara efisien dan efektif (Sudjana D,2004). Arief, Z (1987) merumuskan supervisi sebagai suatu proses kegiatan dalam upaya meningkatkan kemampuan dan keterampilan tenaga pelaksana program, sehingga program itu dapat terlaksana sesuai dengan proses dan hasil yang diharapkan. Sedangkan menurut Suherman dkk (1988) yang dikutip oleh Sudjana D dalam bukunya yang berjudul “ Manajemen Program Pendidikan “ menjelaskan bahwa supervisi diartikan sebagai suatu kegiatan yang dilaksanakan untuk memberikan bantuan teknis kepada para petugas atau pelaksana program dalam melaksanakan tugas yang diserahkan kepadanya. Supervisi keperawatan adalah kegiatan pengawasan dan pembinaan yang dilakukan secara berkesinambungan oleh supervisor mencakup masalah pelayanan keperawatan, masalah ketenagaan dan peralatan agar pasien mendapat pelayanan yang bermutu setiap saat (Depkes,2000). B. Ruang Lingkup 1. Mencakup bimbingan ditingkat puskesmas oleh kepala puskesmas kepada para pelaksana kegiatan diwilayah kerjanya.Bimbingan mencakup: a. Masukan (input)     Sarana dan prasarana Anggaran Ketenagaan Perlengkapan administrasi

b. Proses Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan pedoman kerja

2

dan Tehnik. Supervisi dilaksanakan terhadap tenaga teknis dan tenaga masyarakat dalam bentuk: a.1996 adalah :. dari 3 . Pelaksana. C. Tujuan.Paling lambat satu minggu setelah kegiatan Format bimbingan yang digunakan sesuai dengan pedoman yang ada yang telah diterbitkan depertemen kesehatan.c.atau sesuai dengan kesepakatan bersama Bimbingan terhadap posyandu minimal 3 bulan sekali Melalui laporan tertulis mengenai pelaksanaan kegiatan pelaksana. Waktu pelaksanaan Terhadap staf pelaksana puskesmas dilaksanakan minimal satu bulan sekali. Sasaran. Pertemuan didalam puskesmas Pembimbingan yang dilakukan menyangkut kegiatan teknis maupun administrasi dan penambahan pengetahuan b. Kunjungan lapangan yang dilakukan terhadap :             Petugas kesehatan termasuk bidan desa Kader kesehatan Sarana pelayanan c. Unsurunsur pokok yang dimaksud menurut Azwar A. Unsur pokok Dalam melaksanakan supervisi terdapat beberapa unsur pokok.dasa wisma) minimal sebulan sekali. Pelaksanaan pembimbingan Dokter puskesmas Staf puskesmas d.Frekuensi.. 2. Sarana pembinaan Staf puskesmas sebagai pelaksana kegiatan lapangan Tenaga sukarela (kader) e. Keluaran (output) Hasil kegiatan yang berupa cakupan pelayanan.atau sewaktu-waktu bila ada masalah Tenaga desa (kader kesehatan.

1996 ) adalah : 1) Sebaiknya pelaksana supervisi adalah atasan langsung dari yang disupervisi. Supervisor Manager ) Manajer tingkat bawah yang bertugas memimpin langsung para pelaksana atau pekerja. Kadinkes Daerah.Tugasnya menjabarkan kebijaksanaan top manajer kedalam program-program Misalnya : Kepala Bagian Tata Usaha. Kasubbag Dati II. yang lebih diutamakan adalah kelebihan pengetahuan atau keterampilan. 2) Manajer Menengah (Middle Manager) Manajer menengah ini memimpin sebagian manajer tingkat pertama.Tugas utamanya menetapkan kebijaksanaan (policy). Zaidin dalam bukunya yang berjudul Dasar-Dasar Kepemimpin dalam Keperawatan membagi tingkatan atas kelas manajer dalam melakukan supervisi. Namun untuk keberhasilan supervisi. Menurut Ali. Kelebihan yang dimaksud sering dikaitkan dengan status yang lebih tinggi (Supervisor) dan karena itu fungsi supervisi memang dimiliki oleh atasan. Kasubdin Propinsi.yakni mereka yang memiliki kelebihan dalam organisasi. First Level Manajer. 4 . yaitu : 1) Manajer puncak (Top Manajer) Manajer puncak bertanggung jawab atas seluruh kegiatan dari hasil kegiatan serta proses manajamen organisasi. Kepala Bidang. atau apabila tidak mungkin dapat ditunjuk staf khusus dengan batas-batas wewenang dan tanggung jawab yang jelas. Direktur RSUD dan sebagainya. Misalnya : Kepala Seksi.memberi petunjuk atau pengarahan umum berkaitan dengan tujuan misalnya:Ka Kakanwil Depkes Propinsi. Untuk dapat melasaksanakan supervisi dengan baik diperlukan beberapa syarat atau karakteristik yang harus dimiliki oleh pelaksana supervisi atau supervisor ( Azwar A. 3) Manajer Tingkat Pertama ( First Line.1. Melaksanakan supervisi sebagai mandor atau supervisor. Pelaksana Pelaksana atau yang bertanggung jawab melaksanakan supervisi adalah atasan. Kepala Urusan.

Supervisor melakukan kegiatan pelayanan profesional untuk membantu atau membimbing pihak yang dilayani. bimbingan dan kepemimpinan. artinya tindakan pengawasan harus sederhana. tindakan pengawasan harus dilakukan pada saat yang tepat. yakni sedikit yang diperlukan untuk menjamin pekerjaan akan diselesaikan dan standart dipertahankan. 5 . Pelaksana supervisi yang baik. proses pengawasan pegawai yang baik harus : 1) Tepat waktu. bila tidak akan memerlukan waktu lama untuk menerapkan dan menghasilkan efek yang diinginkan. Dalam pelaksanaan supervisi akan terdapat dua pihak yang melakukan hubungan kegiatan yaitu pihak supervisor dan pihak yang disupervisi. motivasi.D. Selain lima syarat atau karakteristik diatas juga dibutuhkan kemampuan melakukan komunikasi.2) Pelaksana supervisi harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang cukup untuk jenis pekerjaan yang di supervis 3) Pelaksana supervisi harus memiliki keterampilan melakukan supervisi. 3) Minimal. Pihak yang disupervisi inilah yang menerima layanan profesional berupa bantuan dan bimbingan agar mereka dapat meningkatkan kemampuan dalam melaksanakan kegiatan secara efisien dan efektif (Sudjana. Sedangkan menurut WHO (1999) dalam buku Manajemen Pelayanan Kesehatan. artinya pengawsan harus disediakan sedikit mungkin. artinya untuk mempertahankan standar kerja. pengarahan. 4) Pelaksana supervisi harus mempunyai sifat edukatif. tidak tergesa-tergesa melainkan secara sabar berupaya meningkatkan pengetahuan. memerlukan bekal kemampuan yang banyak. 2) Sederhana.2004). Primer. suportif dan bukan otoriter. keterampilan dan sikap bawahan yang di supervisi. artinya memahami prinsip-prinsip pokok serta tehnik supervisi. 5) Pelaksana harus mempunyai waktu yang cukup.

Tujuan Tujuan supervisi adalah memberikan bantuan kepada bawahan secara langsung. Sasaran Saran atau objek dari supervisi adalah pekerjaan yang dilakukan oleh bawahan yang melakukan pekerjaan.4) Luwes. Supervisi yang dilakukan hanya sekali. melatih kerja. artinya pengawasan yang selalu kaku dapat menjadi seperti senjata makan tuan. sehingga bawahan memiliki bekal yang cukup untuk dapat melaksanakan tugas atau pekerjaan dengan hasil yang baik dan mengorientasi. Pegangan umum yang digunakan tergantung dari derajat kesulitan pekerjaan yang dilakukan serta sifat penyesuaian yang akan dilakukan. Sasaran yang dilakukan oleh bawahan disebut sebagai sasaran langsung. 4. tergantung bagaimana staf melihatnya : 1) Overcontrol. Staf tidak akan dapat memikul tanggung jawabnya. 3. Kontrol yang terlalu berlebihan akan merusak delegasi yang diberikan. memberi arahan. Sepanjang kontrol / supervisi penting. Frekwensi Supervisi harus dilakukan dengan frekuensi yang berbeda. memimpin. bukan supervisi yang baik. Menurut Nursalam (2002) melakukan supervisi yang tepat. para pekerja akan mencoba menghindarinya. 2) Undercontrol. Berikan kesempatan waktu yang cukup kepada staf untuk berfikir dan melaksanakan tugas tersebut. 2. 6 . Kontrol yang kurang juga akan berdampak buruk terhadap delegasi. Tidak ada pedoman yang pasti seberapa sering supervisi dilakukan. Hal ini akan berdampak terhadap pemborosan waktu dan anggaran yang sebenarnya dapat dihindarkan. harus bisa menentukan kapan dan apa yang perlu dilakukan supervisi dan bantuan. dan mengembangkan kemampuan personil. dimana staf akan tidak produktif melaksanakan tugas limpah dan berdampak secara signifikan terhadap hasil yang diharapkan.

aman. cepat. 2) Memungkinkan pengawas menyadari kekurangan-kekurangan para pekerja kesehatan dalam hal kemampuan. pengetahuan dan pemahaman serta mengatur pelatihan yang sesuai. membimbing.2003). 4) Memungkinkan manajemen bahwa sumber yang disediakan bagi pekerja telah cukup dan dipergunakan dengan baik. dan tepat secara menyeluruh sesuai dengan kemampuan dan keterbatasan dari personil (Kron. terampil. (2) menetapkan penyebab masalah.Menurut WHO. dikutip oleh Zakaria. memperbaiki. 7 . mengevaluasi secara terus menerus pada setiap personil dengan sabar. mempercayai. mendorong. prioritas dan jalan keluarnya.1999. 5. 5) Memungkinkan manajemen menentukan penyebab kekurangankekurangan pada kinerja tersebut. Tehnik Supervisi adalah merencanakan. mengarahkan.A. (3) melaksanakan jalan keluar (4) menilai hasil yang dicapai untuk tindak lanjut berikutnya. adil serta bijaksana sehingga setiap personil dapat memberikan asuhan kepersonilan dengan baik. tujuan dari pengawasan yaitu: 1) Menjamin bahwa pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan dalam tempo yang diberikan dengan menggunakan sumber daya yang tersedia. Kegiatan pokok pada supervisi pada dasarnya mencakup empat hal yang bersifat pokok yaitu: (1) menetapkan masalah dan prioritas.1981. mengobservasi. 3) Memungkinkan para pengawas mengenali dan memberi penghargaan atas pekerjaan yang baik dan mengenali staf yang layak diberikan kenaikan jabatan dan pelatihan lebih lanjut. mengajar.

Pengamatan langsung sering menimbulkan berbagai dampak dan kesan negatif. (3) Pendekatan pengamatan. 1996). rasa takut. Untuk mencegah keadaan seperti ini maka diperlukan suatu daftar isian atau check list yang telah dipersiapkan. (2) Obyektifitas pengamatan.Untuk dapat melaksanakan supervisi yang baik ada dua tehnik. sehingga mereka yang disupervisi merasakan masalah yang dihadapi adalah juga masalah mereka sendiri (Azwar A. 2) Kerjasama Untuk berhasilnya pemberian bantuan dalam upaya meningkatkan penampilan bawahan didalam supervisi. Pengamatan langsung yang tidak jelas sasarannya. bukan kekuasaan atau otoriter. 8 . Untuk itu dianjurkan pendekatan pengamatan dilakukan secara edukatif dan suportif. perlu terjalin kerjasama antara pelaksana supervisi dengan yang disupervisi. yaitu: 1) Pengamatan langsung Pengamatan yang langsung dilaksanakan supervisi dan harus memperhatikan: (1) Sasaran pengamatan. misal. Kerjasama tersebut akan terwujud bila ada komunikasi yang baik. Untuk mencegah keadaan ini maka pengamatan langsung ditujukan pada sesuatu yang bersifat pokok dan strategis saja. Pengamatan langsung yang tidak terstandarisasi dapat mengganggu obyektifitas. dapat menimbulkan kebingungan. tidak senang atau kesan mengganggu pekerjaan.

d. b. dilaksanakan setelah suatu usaha dilakukan. c.Menurut Ali Zaidin tehnik atau metoda dalam melaksanakan pengawasan adalah bertahap. Terdiri dari tiga tahap. (3) Menentukan standart / kriteria pengukuran 2) Langjah II : Menjalankan pengawasan. penyelidikan untuk mengetahui kesalahan dan membongkar adanya penyelewengan. kegiatan. yaitu : a. yaitu : (1) Membuat dan menentukan rencana pengawasan. (1) Menentukan tujuan. Sistem Investigatif yaitu suatu pengawasan dengan jalan mengadakan penelitian. dengan langkah-langkah sebagai berikut : 1) Langkah I : Mengadakan persiapan pengawasan. yaitu suatu sistem pengawasan dengan mengadakan pemeriksaan setempat secara langsung dengan tujuan mengetahui sendiri keadan yang misalnya memberikan laporan-laporan sebenarnya. e. Sistem Preventif. dimana dilaksanakan sebelum suatu usaha dilakukan. (2) Menentukan metoda pengawasan yang tepat. (2) Pelaksanaan pengawasan dapat dilakukan dengan berbagai sistem. standart yang dipakai dan cara pelaksanaan. Sistem Verifikatif. Sistem ini terdiri dari inspektif dan verifikatif. dimana rencana pengawasan harus memuat sistem pengawasan. Sistem Represif. 9 . Sistem Inspektif. pemeriksaan secara terperinci dengan memberikan laporan-laporan perincian dan analisa dari segala hal yang terjadi dalam pelaksanaan rencana.

Kombinasi sistem Preventif dan represif yaitu suatu sistem pengawasan dari suatu usaha yang dilakukan baik sebelum maupun sesudah usaha tersebut berjalan. berkaitan dengan dimensi kualitatif tentang efeltifitas program. D.f. 2004) evaluasi adalah . Kelima langkah itu adalah sebagai berikut : (1) Mengumpulkan informasi. D pembinaan yang efektif dapat digambarkan melalui lima langkah pokok yang berurutan. Setelah data melalui pengawas diperoleh. dianalisa serta masalah yang timbul dicarikan pemecahannya serta mencegah membuat masalah pada waktu mendatang. Menurut UNESCO (1982) dikutip oleh Sudjana. D 2004). mendeskripsikan. tujuan. efektivitas. dilakukan sejak perencanaan program. atau kecocokan sesuatu sesuai dengan kriteria dan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. mengolah. 3) Langkah III : Memperbaiki penyimpangan Tujuan dari hal ini adalah mengadakan perbaikan dari hasil kerja yang kurang atau salah untuk memperoleh hasil yang lebih besar dan lebih efisien. terkait dengan pengambilan keputusan tentang penyusunan rancangan dan isi program. Informasi yang dihimpun meliputi kenyataan atau peristiwa yang benar-benar terjadi dalam kegiatan berdasarkan rencana yang telah ditetapkan. (3) Penilaian dari pelaksanaan pengawasan. perbaikan perluasan. atau pengembangan program. Pengumpulan informasi yang dianggap efektif adalah yang 10 . Menurut Sudjana. Penilaian sebagai kegiatan sistematis untuk mengumpulkan. menganalisis. Penilaian adalah proses penetapan secara sistematis tentang nilai. mengarah pada upaya menyiapkan bahan masukan untuk pengambilan keputusan tentang ketepatan. dan menyajikan data atau informasi yang diperlukan sebagai masukan untuk pengambilan keputusan (Sudajana.

Kegiatan pertama yang alternatif perlu upaya dilakukan yang adalah dapat mengidentifikasi dipertimbangkan untuk memecahkan masalah. (4) Mencari dan menetapkan alternatif pemecahan masalah. kondisi lingkungan. Faktor-faktor itu mungkin datang dari para pelaksana kegiatan. Pelaksanaan upaya ini dapat dilakukan pembina baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Pembinaan secara langsung dapat 11 .dilakukan secara berkala dan berkelanjutan dengan menggunakan pemantauan dan penelaahan laporan kegiatan. sasaran kegiatan. Kegiatan selanjutnya adalah menetapkan prioritas upaya pemecahan masalah yang dipilih dari alternatif yang tersedia. waktu. Hasil analisis ini penting untuk diperhatikan dalam upaya pemecahan masalah. biaya. proses. Kegiatan analisis adalah untuk mengetahui jenis-jenis masalah dan faktor-faktor penyebab timbulnya masalah tersebut. Disamping faktor penyebab. (2) Mengidentifikasi masalah. fasilitas. diidentifikasi pula sumbersumber dan potensi yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah yang timbul. (5) Melaksanakan upaya pemecahan masalah. Ketidaksesuaian atau penyimpangan menyebabkan adanya jarak (perbedaan) antara kegiatan yang seharusnya terlaksana dengan dengan kegiatan yang benar-benar terjadi. Masalah ini diangkat dari informasi yang telah dikumpulkan dalam langkah pertama. Masalah akan muncul apabila terjadi ketidaksesuaian dengan atau penyimpangan dari kegiatan yang telah direncanakan. Alternatif ini disusun setelah memperhatikan sumber-sumber pendukung dan kemungkinan hambatan yang akan ditemui dalam upaya pemecahan masalah. (3) Menganalisis masalah. Jarak atau perbedaan antara kegiatan inilah yang disebut masalah.

Pembinaan kelompok dapt menghemat biaya. Pihak supervisor melayani para pelaksana kegiatan secara kelompok. media cetak seperti lembaran pedoman. Tehnik-tehnik yang dapat digunakan antara lain adalah dialog. seperti melalui orang lain atau media tertulis. Cara ini tepat dilakukan apabila pihak yang dibina mempunyai kegiatan beraneka ragam atau memerlukan pembinaan bervariasi. dan bimbingan langsung pada pelaksana kegiatan. dan korespondensi. Pembinaan ini dapat digunakan apabila para pelaksana kegiatan atau pihak yang dibina memiliki kesamaan kegiatan atau kesamaan permasalahan yang dihadapi. penataran. Kedua. waktu dan tenaga. Pihak pembina memberikan dorongan. Secara tidak langsung apabila upaya pemecahan masalah yang diputuskan oleh pihak pembina itu dilakukan melalui pihak lain. Sedangkan melalui media tertulis antara lain ialah pembinaan yang dilakukan dalam bentuk pedoman. petunjuk pelaksanaan. pedoman. diskusi. yaitu pembinaan yang dilakukan terhadap seseorang pelaksana kegiatan. pertama. bimbingan individual dan peragaan. Tehniktehnik yang dapat digunakan dalam pembinaan kelompok antara lain diskusi. pembinaan kelompok. dan informasi kepada pihak yang dibina tentang kegiatan yang harus dikerjakan. pembinaan individual (perorangan).dibagi dua macam . bantuan. demonstrasi. brosur dan buletin. Tehnik-tehnik pembinaan tidak langsung mencakup kegiatan memberikan petunjuk. 12 . rapat kerja. Melalui orang lain adalah pembinaan yang dilakukan oleh pejabat dari organisasi yang lebih tinggi atau melalui tenaga khusus yang diberi tugas pembinaan. Alat atau media yang digunakan mencakup media tertulis seperti surat menyurat. lokakarya.

Strategi dan tata cara supervisi yang akan dilakukan harus sesuai dengan kebutuhan masing-masing bawahan secara individu. dan pemberian bantuan. Peningkatan penampilan ini dilakukan dengan melakukan pengamatan langsung terhadap pekerjaan bawahan. Z yang dikutip oleh Sudjana.D. bukan otoriter 3. 6. Sebaliknya pihak yang disupervisi percaya bahwa pihak supervisor mampu memberikan bimbingan kepadanya. untuk kemudian bila ditemukan masalah. 5. 2.D mengemukakan empat prinsip yang dapat digunakan dalam supervisi. atau memperbaiki kegiatan sesuai dengan kegiatan yang telah direncanakan. 4. Tujuan utama supervisi adalah untuk lebih meningkatkan penampilan bawahan. Prinsip Pokok Menurut Azwar Azrul. Oleh karena itu pihak supervisor harus memiliki sikap percaya bahwa pihak yang disupervisi mampu melaksanakan kegiatan yang menjadi tugasnya. 1996 secara sederhana prinsip pokok supervisi dapat diuraikan sebagai berikut : 1. bukan untuk mencari kesalahan. 13 . hubungan mendatar. Prinsip-prinsip itu mencakup saling mempercayai. terutama pada waktu melaksanakan upaya penyelesaian masalah dalam rangka lebih meningkatkan penampilan bawahan. Sejalan dengan tujuan utama yang ingin dicapai. Supervisi harus dilaksanakan secara fleksibel dan selalu disesuaikan dengan perkembangan. komunikatif. Prinsip mempercayai harus tumbuh antara pihak supervisor dan pihak yang disupervisi karena kedua pihak melakukan interaksi. Sedangkan menurut arief. meluruskan. segera diberikan petunjuk atau bantuan untuk mengatasinya. Makna mempengaruhi ialah bahwa pihak supervisor menghendaki pihak yang disupervisi dapat melaksanakan. Supervisi harus dapat dilaksanakan sedemikian rupa sehingga terjalin kerjasama yang baik antara atasan dan bawahan. maka sifat supervisi harus edukatif dan suportif. Supervisi harus dilakukan secara teratur dan berkala.

pihak yang disupervisi memberikan umpan balik. 14 . tidak rancu. Secara psikologis pada diri kedua belah pihak terdapat aspek-aspek internal yang perlu dihormati yaitu konsep diri. pengalaman. supervisor harus menghormati kondisi psikologis. Supervisi yang komunikatif berarti bahwa pihak supervisor berkedudukan sebagai komunikator dan pihak yang disupervisi sebagai komunikan. melainkan mendorong agar ia atau mereka belajar untuk memahami permasalahan dan menemukan cara pemecahannya serta mampu melaksanakan upaya pemecahan berbagai masalah yang berkaitan dengan kegiatan dalam melaksanakan program. kebutuhan. dan mendorong pihak yang disupervisi untuk melaksanakan. menggunakan bahasa yang mudah dimengerti. mendatar atau horisontal dengan pihak yang disupervisi dan memandang sebagai rekan kerja atau teman sejawat. Kepada pihak supervisor pesan yang disampaikan harus jelas.Hubungan mendatar (horisontal) diperlukan dalam supervisi karena kegiatan ini melibatkan komunikasi sekurang-kurangnya antara dua orang. Oleh karena itu supervisor perlu melakukan hubungan yang sejajar. dorongan dan lain sebagainya. atau memperbaiki kegiatan sesuai dengan yang telah direncanakan. Supervisor hendaknya tidak “menggurui”. main perintah. fisiologis dan sosial yang dimiliki oleh pihak yang disupervisi. integritas diri. Dengan komunikasi dapat ditimbulkan pemahaman atau pengertian bersama (mutual understanding). kepentingan. minat. Prinsip pemberian bantuan mengandung arti bahwa supervisi adalah upaya membantu pihak yang disupervisi agar agar ia atau mereka mampu memahami permasalahan yang dihadapi dan mampu memecahkan masalah tersebut. kedua belah pihak memiliki status sosial dan kondisi fisiologis masing-masing. berupa pesan atau respon. latar belakang pendidikan. mudah dipahami dan dilaksanakan. atau memaksakan kehendak kepada pihak yang disupervisi. Supervisor menyampaikan pesan kepada pihak yang disupervisi dan pada gilirannya. meluruskan. Dengan hubungan ini diharapkan dapat tumbuh suasana kegiatan supervisi yang demokratis dan bukan otokratis. Di samping itu. Komunikasi merupakan proses supervisi. Dalam pelaksanaan supervisi.

Proses memberikan layanan. komunikatif. serta interaksi melalui hubungan kemanusiaan antara supervisor dan yang disupervisi merupakan informasi yang bermanfaat untuk menyusun patokan-patokan supervisi berdasarkan pengalaman lapangan. obyektifitas. Manfaat yang dimaksud apabila ditinjau dari sudut manajemen dapat dibedakan atas dua macam: 7. akan diperoleh banyak manfaat. Peningkatan efektivitas kerja ini erat hubungannya dengan makin meningkatnya pengetahuan dan keterampilan “bawahan”. kesejawatan. Dengan demikian supervisi berguna untuk meningkatkan pengetahuan. proses supervisi perlu dilakukan di atas prinsip-prinsip hubungan kemanusiaan (human relationship) yang sejajar. saling menghargai. 8. format-format yang digunakan. 15 .Berdasarkan uraian diatas. keterampilan dan sikap para pelaksana kegiatan agar program itu dapat dilaksanakan dengan baik sesuai dengan yang telah direncanakan. A. dan karena itu pemakaian sumber daya (tenaga. saling mempercayai. Peningkatan efisiensi kerja ini erat hubungannya dengan makin berkurangnya kesalahan yang dilakukan oleh “bawahan”. serta makin terbinanya hubungan dan suasana kerja yang lebih harmonis antara “atasan” dengan “bawahan”. dana dan sarana) yang sia-sia akan dapat dicegah (Azwar. catatan dan laporan supervisi. hasil supervisi berguna untuk menyusun pedoman atau petunjuk pelaksanaan layanan profesional kepada pelaksana kegiatan. Dapat lebih meningkatkan efesiensi kerja.1996). supervisi bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan para pelaksana kegiatan. Pertama. supervisi berguna untuk meningkatkan kemampuan supervisor dalam memberikan layanan kepada para pelaksana kegiatan (Perawat). Kedua. Supervisi mempunyai tiga kegunaan. Dapat lebih meningkatkan efektivitas kerja. E. dan pemberian bantuan profesional. Manfaat Supervisi Apabila supervisi dapat dilakukan dengan baik. Ketiga.

Z (1987) merumuskan supervisi sebagai suatu proses kegiatan dalam upaya meningkatkan kemampuan dan keterampilan tenaga pelaksana program.2004). 16 . Proses Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan pedoman kerja c. Keluaran (output) Hasil kegiatan yang berupa cakupan pelayanan. Kesimpulan Supervisi merupakan upaya untuk membantu pembinaan dan peningkatan kemampuan pihak yang di supervisi agar mereka dapat melaksanakan tugas kegiatan yang telah ditetapkan secara efisien dan efektif (Sudjana D. Arief. Mencakup bimbingan ditingkat puskesmas oleh kepala puskesmas kepada para pelaksana kegiatan diwilayah kerjanya. Masukan (input)     Sarana dan prasarana Anggaran Ketenagaan Perlengkapan administrasi b. sehingga program itu dapat terlaksana sesuai dengan proses dan hasil yang diharapkan.BAB III PENUTUP A.Bimbingan mencakup: a. Sedangkan menurut Suherman dkk (1988) yang dikutip oleh Sudjana D dalam bukunya yang berjudul “ Manajemen Program Pendidikan “ menjelaskan bahwa supervisi diartikan sebagai suatu kegiatan yang dilaksanakan untuk memberikan bantuan teknis kepada para petugas atau pelaksana program dalam melaksanakan tugas yang diserahkan kepadanya Ruang Lingkup: 1.

Kunjungan lapangan yang dilakukan terhadap :             Petugas kesehatan termasuk bidan desa Kader kesehatan Sarana pelayanan c.Paling lambat satu minggu setelah kegiatan Format bimbingan yang digunakan sesuai dengan pedoman yang ada yang telah diterbitkan depertemen kesehatan. supaya kedepannya penulis bisa membuat makalah yang lebih bagus lagi. Pertemuan didalam puskesmas Pembimbingan yang dilakukan menyangkut kegiatan teknis maupun administrasi dan penambahan pengetahuan b. Sarana pembinaan Staf puskesmas sebagai pelaksana kegiatan lapangan Tenaga sukarela (kader) e. Waktu pelaksanaan Terhadap staf pelaksana puskesmas dilaksanakan minimal satu bulan sekali.dasa wisma) minimal sebulan sekali.atau sewaktu-waktu bila ada masalah Tenaga desa (kader kesehatan. Penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun.2.atau sesuai dengan kesepakatan bersama Bimbingan terhadap posyandu minimal 3 bulan sekali Melalui laporan tertulis mengenai pelaksanaan kegiatan dari pelaksana. Saran Demikian makalah ini penulis buat untuk digunakan sebagaimana mestinya. B. Supervisi dilaksanakan terhadap tenaga teknis dan tenaga masyarakat dalam bentuk: a. 17 . Pelaksanaan pembimbingan Dokter puskesmas Staf puskesmas d.

3. Jakarta . ed. (2001) Standar Manejemen Pelayanan Keperawatan dan Kebidanan. Bandung . Karunika. Falah Production. Supervisi. Med. Jakarta . Penerbit Bina Rupa Aksara. Monitoring dan Pelaporan Pendidikan Luar Sekolah. Jakarta . Z (1987). Evaluasi. Dep. Azwar. D (2004) Manajemen Program Pendidikan: Untuk Pendidikan Nonformal dan Pengembangan Sumber Daya Manusia. A (1996) Pengantar Administrasi Kesehatan. Universitas Terbuka. Kes RI. Arief. Kep. Penerbit Direktorat Yan.DAFTAR PUSTAKA Sudjana. 18 . Dirjen Yan.

Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah Ilmu Kesehatan Masyarakat mengenai SUPERVISI.karena berkat rahmat dan karunia.dengan demikian kami sangat mengharapkan petunjuk dan saran serta kritik dari semua pihak guna perbaikan di kemudian hari. SKM. Juni 2013 Penulis Kelompok V 19 i .Tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada dosen pembimbing Dini Qurrata Ayuni. Akhir kata semoga hasil makalah ini memberikan manfaat yang berguna bagi yang membutuhkannya. Kami menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan.KATA PENGANTAR Syukur alhamdulillah kami panjatkan kehadirat Allah SWT.Kep serta pihakpihak yang telah membantu kami dalam penyelesaian makalah ini. Pariaman. S.

............................................................................................................................................................................................... 1 B.............................. 2 C....... Tujuan ............................................................................................................................................ 13 E................................................. 3 D.......... Saran .................................................................... Unsur pokok ... 17 DAFTAR PUSTAKA ii 20 .. 2 B............... Prinsip Pokok ..... Kesimpulan ......................................................... Latar Belakang ............................................................................................................................................ Manfaat Supervisi ........ ii BAB I PENDAHULUAN A..................................... Pengertian ............. 1 BAB II PEMBAHASAN A.......... 16 B............................................... i DAFTAR ISI ........... Ruang Lingkup ... 15 BAB III PENUTUP A..........................................................................................DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ................................................................................................................................................

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful