You are on page 1of 8

ANEMIA

A. Gambaran Umum Anemia didefinisikan sebagai berkurangnya sel darah merah (eritrosit), dimana anemia merusak kemampuan sel darah merah untuk sirkulasi oksigen dan karbon dioksida.Adapun fungsi sel darah merah adalah untuk mengangkut oksigen dari paru-paru ke jaringan dalam tubuh dan mengangkut karbon dioksida dari jaringan kembali ke paru-paru, melalui hemoglobin (protein tetramer yang terdiri dari heme dan globin). Sel darah merah dapat hidup selama 120 hari, diproduksi di sumsum tulang, dimana dalam produksinya membutuhkan zat besi, asam folat dan vitamin B12.Anemia termasuk salah satu masalah kesehatan umum di negara berkembang, sering kita jumpai pada anak-anak dan wanita hamil (eropa 10%, afrika 46-90%, asia tenggara 57-90%). Disebut anemia ketika kadar Hemoglobin (Hb) dibawah kadar normal. Secara umum untuk mengukur anemia, pada hasil pemeriksaan laboratorium darah, yang kita lihat adalah jumlah sel darah merah, konsentrasi hemoglobin, dan kadar hematokrit. Hemoglobin yang rendah dalam darah adalah penyebab Anemia. Hemoglobin adalah unsur di dalam sel darah merah dimana fungsinya adalah sebagai zat oksigen menuju setiap sel dalam jaringan tubuh kita. Dalam keadaan dimana berkurangnya jumlah sel darah merah, akan menyebabkan sedikit oksigen yang dikirimkan ke dalam jaringan tubuh. Pendarahan juga dapat menyebabkan Anemia karena tubuh mengalami kekurangan darah yang mendadak. Anemia (dalam bahasa Yunani: Tanpa darah) adalah keadaan saat jumlah sel darah merah atau jumlah hemoglobin (protein pembawaoksigen) dalam sel darah merah berada di bawah normal. Sel darah merah mengandung hemoglobin yang memungkinkan mereka mengangkut oksigen dari paru-paru, dan mengantarkannya ke seluruh bagian tubuh.Seorang pasien dikatakan anemia bila konsentrasi hemoglobin (Hb) nya kurang dari 13,5 g/dL atau hematokrit (Hct) kurang dari 41% pada laki-laki, dan konsentrasi Hb kurang dari 11,5 g/dL atau Hct kurang dari 36% pada perempuan. Berkurangnya zat besi karena kurangnya mengkonsumsi makanan yang minim zat besi seperti sayuran, buah-buahan, kacang-kacangan. Selain itu juga terjadi karena pendarahan dan gangguan organ penyerapan dalam tubuh. Minuman susu juga adalah salah satu yang tidak banyak mengandung zat besi (kecuali untuk susu tertentu), beberapa anak sering menderita anemia/kurang zat besi karena hanya mengkonsumsi susu saja tanpa disertai makanan zat besi. Beberapa penyebab kekurangan zat besi yang lain yaitu fungsi sel yang 1

terganggu dikarenakan aktivitas enzim dalam tubuh yang berkurang, dan penyakit dasar seperti mengalami luka yang menyebabkan pendarahan. Untuk terapi Anemia dengan Propolis, agar dibarengi konsumsi vitamin dan mineral dengan cukup, untuk kasus pendarahan sebaiknya segera diatasi agar tidak kehilangan darah, selain itu makanlah makanan yang mengandung protein dan energi yang tinggi. Selama ini anemia lebih banyak dikenal sebagai penyakit kekurangan darah merah. Tapi ternyata, penyakit anemia ada empat jenis berdasarkan penyebabnya.Anemia merupakan sebuah penyakit kelainan darah akibat kurangnya atau abnormalitas hemoglobin, pigmen pembawa sel darah merah. Ada empat jenis utama anemia berdasarkan penyebabnya, yakni anemia defisiensi zat besi, anemia megaloblastik, anemia sel bulan sabit (sickle-cell anemia), dan talasemia. Penderita anemia umumnya memiliki gejala yang khas, seperti rasa kelelahan dan ingin pingsan, kulit pucat, sesak napas saat kerja ringan, serta palpitasi. Hal tersebut dikarenakan kekuatan pembawa oksigen darah menurun, serta jaringan tubuh yang mungkin tidak menerima cukup oksigen.

B. Penyebab Kekurangan zat besi

Perempuan akan lebih mudah menderita anemia bila dibandingkan dengan laki laki karena perempuan mengalami kehilangan darah tiap bulan saat menstruasi. Perempuan juga rentan mengalami kekurangan zat besi. Pada orang dewasa, kekurangan zat besi sering disebabkan oleh karena kehilangan darah khronis seperti menstruasi. Kehilangan darah khronis juga bisa disebabkan oleh karena kanker terutama kanker pada usus besar.Anemia juga bisa disebabkan oleh karena perdarahan usus yang disebabkan oleh karena konsumsi obat obatan yang mengiritasi usus.Obat yang termasuk golongan ini terutama obat NSAID.Pada bayi dan anak anak, anemia kekurangan zat besi biasanya disebabkan karena kurangnya asupan makanan yang mengandung zat besi.

Perdarahan

Perdarahan yang banyak saat trauma baik di dalam maupun di luar tubuh akan menyebabkan anemia dalam waktu yang relatif singkat. Perdarahan dalam jumlah banyak biasanya terjadi pada maag khronis yang menyebabkan perlukaan pada dinding lambung.

Genetik

Kelainan herediter atau keturunan juga bisa menyebabkan anemia. Kelainan genetik ini terutama terjadi pada umur sel darah merah yang terlampau pendek sehingga sel darah merah yang beredar dalam tubuh akan selalu kekurangan. Anemia jenis ini dikenal dengan nama sickle cell anemia. Gangguan genetik juga bisa menimpa hemoglobin yang mana produksi hemoglobin menjadi sangat rendah. Kelainan ini kita kenal dengan nama thalasemia. Kekurangan vitamin B12

Anemia yang diakibatkan oleh karena kekurangan vitamin B12 dikenal dengan nama anemia pernisiosa. Kekurangan asam folat

Kekurangan asam folat juga sering menyebabkan anemia terutama pada ibu ibu yang sedang hamil. Pecahnya dinding sel darah merah

Anemia yang disebabkan oleh karena pecahnya dinding sel darah merah dikenal dengan nama anemia hemolitik. Reaksi antigen antibodi dicurigai sebagai biang kerok terjadinya anemia jenis ini. Gangguan sumsum tulang

Sumsum tulang sebagai pabrik produksi sel darah juga bisa mengalami gangguan sehingga tidak bisa berfungsi dengan baik dalam menghasilkan sel darah merah yang berkualitas. Gangguan pada sumsum tulang biasanya disebabkan oleh karena mestatase sel kanker dari tempat lain.

C. Gejala Gejala Anemia yang sering muncul adalah keringat dingin, detak jantung berdegup cepat, gelisah, nafas terasa sesak dan shock. Berbagai jenis anemia dibedakan dari penyebabnya dan juga bentuk dari sel darah merah orang tersebut. Salah satu gejala yang timbul adalah lemah,

lesu , pucat, mudah tersinggung, sariawan, lidah merah atau licin, dan yang paling umum adalah sakit kepala. Anemia Defisiensi Besi Anemia kekurangan zat besi adalah suatu kondisi di mana tubuh memiliki terlalu besi sedikit dalam aliran darah. Bentuk anemia lebih sering terjadi pada remaja dan pada wanita sebelum menopause. Kehilangan darah dari periode berat, perdarahan dari saluran pencernaan, atau menyumbangkan terlalu banyak darah semua dapat berkontribusi terhadap penyakit ini. Penyebab lain bisa dari kebiasaan diet yang buruk atau dari penyakit usus kronis. Tanda-tanda dan gejala penyakit ini adalah: 1. Kepucatan 2. Sakit kepala 3. Sifat lekas marah Gejala anemia kekurangan zat besi lebih berat meliputi: 1. Nafas yg sulit 2. Detak jantung cepat 3. Rapuh rambut dan kuku Anemia Defisiensi Asam Folat Bentuk anemia ditandai oleh kurangnya asam folat, salah satu kelompok vitamin B, dalam aliran darah. Hal ini biasanya disebabkan oleh kurangnya asupan asam folat, biasanya ditemukan pada sayuran atau oleh matang dari sayuran. Alkoholisme juga bisa menjadi faktor dalam bentuk anemia. Selama kehamilan ketika asam folat digunakan lebih atau pada masa bayi, penyakit ini juga dapat mewujudkan dirinya. Hal ini juga dapat disebabkan sebagai efek samping dari gangguan darah lainnya.

Gejala gangguan meliputi: 1. Kelemahan 2. Kelelahan 3. Memori penyimpangan 4. Sifat lekas marah

Anemia pernisiosa anemia pernisiosa biasanya mempengaruhi orang antara usia 50 dan 60 dan

merupakan hasil dari kekurangan vitamin B12. Penyakit ini dapat turun temurun tetapi beberapa bentuk kondisi dapat penyakit autoimun. Orang yang memiliki penyakit autoimun lebih mungkin untuk kontrak anemia pernisiosa.

Gejala bentuk anemia mungkin termasuk: 1. Kelelahan 2. Nafas yg sulit 3. Jantung berdebar-debar 4. Mati rasa atau kesemutan di kaki Anemia aplastik Anemia aplastik disebabkan oleh ketiadaan atau pengurangan sel darah merah. Hal ini dapat terjadi karena cedera di mana darah membentuk jaringan di sumsum tulang hancur. Karena itu, penderita tidak dapat melawan infeksi dan kemungkinan menjadi pemeras berat.

Gejala-gejala: 1. Kelesuan 2. Kepucatan 3. Pura-pura 4. Perdarahan 5. Detak jantung cepat 6. Infeksi 7. Gagal Jantung

Sickle Cell Anemia Bentuk anemia adalah sifat turun-temurun dan merupakan hasil dari jenis abnormal sel-sel

darah merah. anemia sel sabit merupakan penyakit yang mengancam jiwa dan tidak ada pencegahan. Gejala dari kondisi ini: 1. Menyakitkan serangan di tangan, kaki dan perut 2. Penyakit kuning di putih mata 3. Demam 5

4. Kelelahan kronis 5. Detak jantung cepat D. Patofisiologi Timbulnya anemia mencerminkan adanya kegagalan sumsum tulang atau kehilangan sel darah merah berlebihan atau keduanya. Kegagalan sumsum tulang dapat terjadi akibat kekurangan nutrisi, 14anan toksik, invasi tumor, atau akibat penyebab yang tidak diketahui. Sel darah merah dapat hilang melalui perdarahan atau hemolisis. Lisis sel darah merah terjadi dalam sel fagositik atau dalam sistem retikulo endotelial, terutama dalam hati dan limpa. Sebagai hasil sampingan dari proses tersebut, bilirubin yang terbentuk dalam fagosit akan memasuki aliran darah. Apabila sel darah merah mengalami penghancuran dalam sirkulasi, maka hemoglobin akan muneul dalam plasma. Apabila konsentrasi plasmanya melebihi kapasitas hemoglobin plasma, hemoglobin akan berdifusi dalam glomerulus ginjal dan ke dalam urine. E. Patogenesis Perdarahan menahun menyebabkan kehilangan zat besi sehingga cadangan zat besi makin menurun. Jika cadangan kosong maka keadaan ini disebut iron depleted state. Apabila kekurangan zat besi berlanjut terus maka penyediaan zat besi untuk eritropoesis berkurang sehingga menimbulkan gangguan pada bentuk eritrosit, tetapi anemia secara klinis belum terjadi, keadaan ini disebut iron deficient erythropoiesis.Selanjutnya timbul anemia hipokromik mikrositer sehingga disebut iron deficiency anemia. Pada dasarnya anemia pada GGK adalah akibat adanya defekeritropoesis terhadap rangsangan hipoksia. Di samping itusumsum tulang tidak bereaksi terhadap umur eritrosit yangmemendek (sumsum yang nongeneratif).Ada 3 mekanisme yang berperan dalam defek eritropoesis : 1.menurunnya produksi eritropoetin akibat kerusakan ginjal. 2.adanya perubahan afinitas hemoglobin tehadap oksigenyang berakibat meningginya

efisiensi pembebasanpembebasan oksigen jaringan secara relatif terhadapberatnya anemia. 3.adanya toksin dalam darah yang menghambat responeritrosit terhadap eritropoesis.

F. Terapi Obat Screening diperlukan untuk mengidentifikasi kelompok wanita yang harus diobati dalam mengurangi morbiditas anemia. CDC menyarankan agar remaja putri dan wanita dewasa yang tidak hamil harus di screening tiap 5-10 tahun melalui uji kesehatan, meskipun tidak ada faktor risiko anemia seperti perdarahan, rendahnya intake Fe, dan sebagainya. Namun, jika disertai adanya faktor risiko anemia, maka screening harus dilakukan secara tahunan. Penderita anemia harus mengonsumsi 60-120 mg Fe per hari dan meningkatkan asupan makanan sumber Fe. Satu bulan kemudian harus dilakukan screening ulang. Bila hasilnya menunjukkan peningkatan konsentrasi Hb minimal 1 g/dL atau hematokrit minimal 3 persen, pengobatan harus diteruskan sampai tiga bulan. Bagi wanita hamil harus dilakukan screening pada kunjungan ANC Idan ruti pada setiap trimester. Wanita penderita anemia tingkat ringan harus diberikan Fe dosis 60-120 mg/hari, dosis berikutnya dikurangi menjadi 30 mg/hari saat konsentrasi Hb atau hematokrit menjadi normal untuk usia kehamilan. Wanita hamil dengan konsentrasi di bawah atau sama dengan 9 g/dL atau hematokrit kurang dari 27 persen saat screening harus dirujuk untuk pengobatan medis lebih lanjut. CDC menyarankan screening anemia dilakukan pada wanita nifas dalam waktu 4-6 minggu pasca persalinan jika wanita itu menderita anemia saat hamil trimester III, atau melahirkan bayi kembar, atau mengalami banyak perdarahan saat melahirkan.

G. Terapi Gizi Transfusi darah Pemberian kortikosteroid atau obat-obatan lain yang dapat menekan sistem imun. Pemberian eritropoietin, hormon yang berperan pada proses hematopoiesis, berfungsi untuk membantuk sumsum tulang pada proses hematopoiesis. Pemberian suplemen besi, vitamin B12, vitamin-vitamin dan mineral lain yang dibutuhkan.

DAFTAR PUSTAKA

http://id.scribd.com/doc/89197320/2-Patogenesis-Anemia http://blogdokter.com/category/anemia-defisiensi-besi-fe-2/ http://artikelkedokteran.blog.com/2011/02/22/patofisiologi-anemia/ http://id.wikipedia.org/wiki/Anemia http://diarikesehatan.blogspot.com/2012/12/terapi-dan-pengobatan-anemia.html