You are on page 1of 2

Tegangan Sistem Tenaga Listrik

Tegangan ialah perbedaan potensial listrik antara dua titik dalam rangkaian listrik, dan dinyatakan dalam satuan Volt. Pengendalian Tegangan diperlukan untuk menghindari kerusakan peralatan yang terhubung ke jaringan transmisi, baik oleh tegangan yang terlalu rendah maupun yang terlalu tinggi, serta untuk menjamin bahwa tegangan disisi pelanggan berada dalam tingkat yang dapat diterima. Selain itu, ketidakseimbangan tegangan harus dikendalikan pula untuk memberi pelayanan yang memuaskan ke pelanggan. pengendalian Tegangan dicapai dengan langkah berikut :  Compensator VAr static  Kapasitor  Reaktor shunt;  Pengaturan Tap Transformator  Pengaturan eksitasi pada Generator  Pelepasan SUTT Compensator VAR static Static VAR Compensator adalah sumber daya reaktif yang dapat diatur besarnya. Sumber daya reaktif yang dapat dipakai diantaranya:  Kondensator Sinkron  Kondensator Statis  Static VAR Compensator Dalam pengaturan daya reaktif kadang-kadang diperlukan pengambilan daya reaktif dari sistem. Hal ini dapat dilakukan oleh kondensator sinkron dengan mengecilkan arus penguat medan magnitnya. Juga dapat dilakukan dengan static VAR compensator dengan jalan mengatur penyalaannya. Kondensator statis hanya dapat memberikan daya reaktif kedalam sistem. (sumber: Djiteng Marsudi:2006:526). Kapasitor Kapasitor digunakan untuk memperbaiki drop tegangan secara lokal dilokasi tertentu. Pengoperasian kapasitor dilakukan oleh dispatcher. Reaktor Reaktor induktif mempunyai sifat menyerap daya reaktif sesuai dengan kemampuannya, oleh karena itu reaktor dapat digunakan untuk pengaturan tegangan. Pengaturan tegangan dengan Tap Transformator Transformator daya umumnya dilengkapi dengan tap pada lilitanya untuk mengubah besarnya tegangan yang keluar dari trafo. Perubahan tegangan dilakuakan dengan merubah posisi tap transformator. Namun tidak semua transformator dapat dirubah posisinya dalam keadaan berbeban. Transformator yang dioperasikan di gardu induk umumnya posisi tapnya dapat diubah dalam keadaan berbeban. Bahkan seringkali juga dilengkapi dengan tegangan otomatis, perlu ditentukan trafo mana yang mengindera tegangan yang keluar dari transformator untuk selanjutnya

arus eksitasi dapat ditambah dan berlaku juga sebaliknya. Apabila ada dua atau lebih transformator beroperasi parallel pada masing-masing dilengkapi dengan pengatur tegangan otomatis. Tap changer yang hanya bisa beroperasi untuk memindahkan tap transformator dalam keadaan transformator tidak berbeban. . Tap changer yang dapat beroperasi untuk memindahkan tap transformator. disebut “On Load Tap Changer” dan dapat dioperasikan secara manual atau otomatis. tegangan dapat diatur sesuai dengan kebutuhan. perlu ditentukan transformator mana yang akan memberi komando sedangkan yang lainnya sebagai pengikut (dalam bahasa inggris. dalam keadaan transformator berbeban. Follower). maka pengaturan tegangan dengan modus operasi sirkit tunggal pada sirkit ganda SUTT 150 kV dilakukan dilokasi yang tegangannya tinggi. maka pembukaan SUTT 150 kV agar dilakukan dengan perioritas terakhir dan penutupannya menjadi prioritas pertama. Pengaturan Eksitasi pada Generator Dengan pengaturan arus eksitasi. disebut “Off Load Tap Changer” dan hanya dapat dioperasikan manual.  Mengubah tap dalam keadaan trafo berbeban. (Sumber: Dijeng Marsudi: 2003:443) Ada dua cara kerja Tap Changer:  Mengubah tap dalam keadaan trafo tanpa beban. Pelepasan SUTT Mengingat pengaturan tegangan bersifat lokal.dipakai untuk memberi komando perubahan tap transformator dalam rangka menjaga agar tegangan yang keluar dari transformator mempunyai nilai yang konstan. Yang dimaksud dengan eksitasi atau biasa disebut sistem penguatan adalah suatu perangkat yang memberikan arus penguat kepada kumparan medan generator arus bolak-balik (alternating current) yang dijalankan dengan cara membangkitkan medan magnetnya dengan bantuan arus searah. Hal ini diperlukan untuk mencegah terjadinya arus sirkulasi antar transformator yang berlebihan dan juga jangan sampai timbul situasi osilasi pengaturan tap antar transformator. Karena modus operasi ini dapat mengurangi keandalan sistem. Untuk menaikkan tegangan.