LAPORAN PRAKTEK SISTIM PEMINDAH TENAGA

OLEH: NAMA: ARIF KURNIADI NIM/BP:1102535/2011 JURUSAN:TEKNIK OTOMOTIF

FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGRI PADANG 2012

KOPLING
A.Tujuan Tujuan di lakukan praktikum ini adalah:     Agar mahasiswa mengenal komponen kopling Agar mahasiswa dapat membongkar dan memasang kopling Agar mahasiswa dapat melakukan pengukuran komponen kopling Agar mahasiswa dapat menganalisa dan mengambil kesimpulan dari kondisi dan keadaan bagian komponen kopling,  Agar mahasiswa dapat melakukan pemeriksaan terhadap kerusakan yang terjadi pada kopling. B.Alat dan bahan  Alat  Tool set  Jangka sorong  Feeler gauge  Penggaris baja  V block  Dial gauge  Kain lap  Grease  Balok kayu  Buku pedoman  Meja kerja  Vernier caliper  Bahan  Kopling sati set/unit  Minyak tanah C.Keselamatan kerja Adapun keselamatan kerja yang harus di perhatikan adalah:       Pakai pakayan praktek,spatu,dan alat pelindung diri dengan baik Tempatkan bahan di tempat yang aman, Pasang track pengamansaat posisi kendaraan di dongkrak, Gunakan alat sesuai fungsinya, Letakkan alat dan bahan di tempat yang aman dari getaran, Bersihkan lantai tempat kerja dari bahan-bahan yang licin.

D.Teori singkat Kopling adalah suatu sistem yang berfungsi untuk memutus dan menghubungkan putaran mesin dari engine ke transmisi melalui kerja pedal,agar pengendara dapat menaik dan mengurangi gigi persneling ke tingkat selanjutnya.  Cara kerja Saat pedal kopling bebas Saat kondisi bebas atau pedal kopling tidak di injak,putaran dari flywheel yang di hasilkan oleh kerja /proses pembakaran mesin akan di salurkan menuju transmisi oleh sistem kopling. Awalnya,putaran mesin di terima oleh sepatu kopling yang bergesekan dengan fli wheel. Karena tertekan,maka putr[aran tang di terima oleh plat kopling akan di teruskan lg menuju plat penekan. Dan di teruskan ke rumah kopling,karena rumah kopling berhubungan lansung dengan input shaft melalui pertautan gigigigi,input shaft tanmisi meneruskan putaran ke transmisi hingga roda. Saat pedalkopling di injak Jika pedal di injak maka tekanan tersebut akan di teruskan ke release fork melalui tali kopling,sehingga release rork bergerak mendorong release bearing maju dan menekan diafraghma spring,tekanan ini akan mengakibatkan pressure plate tertarik dan membebaskan tekanan nya pada plat kopling sehingga plat kopling bebas,pada saat seperti ini putaran mesin ter putus ke roda penggerak,sehingga pengendara bisa menaikan atau menurunkan gigi persneling. Syarat-syarat kopling yang baik:  Dapat menghubungkan putaran mesin ke transmisi dengan lembut,  Dapat meneruskan putaran mesin ke transmisi tanpa slip,  Dapat memutus dan menghubungkan putaran dengan sempurna dan cepat Komponen-komponen mekanisme kopling:  Pedal kopling  Tali kopling  Release fork/Garpu penekan  Release bearing/Bantalan pembebas  Diaphragma spring/Pegas diafraghma  Pressure plate/Plat penekan  Clutch disc/Kanvas kopling  Clutch house/Rumah kopling

E. Lankah kerja  Pembonkaran  Persiapkan alat dan bahan,  Pastikan kendaraan berada pada tempat yang datar lalau ganjal roda mobil tersebut,  Lepaskan baut-baut pengikat tuas pemindah gigi,  Lepaskan baut pengikat poros propeler belakang dari diferential dan transfer case,  lepaLepaskan tranfer case,lalu tarik ke belakang untuk bemberi ruang agar poros propeler depan bisa di turunkan,  Lepaskan baut penopang transmisi,lalu turunkan denhan cara bagian depan di arahkan kebawah,agar oli tidak tumpah,  Lepas mekanisme kopling dari fly wheel.  Pengukuran  Mengukur plat kopling dari keusan menggunakan jangka sorong,  Mengukur pegas diafraghma dari keausan menggunakan jangka sorong,  Memeriksa release bearing dari keolengan dan kemacetan,  Memeriksa selip balik antara plat kopling dan input shaft transmisi,  Memeriksa pilot bearing dari kemacetan dan aus.  Hasil pengukuran a. Ketebalan kanvas kopling = 1,58 mm b. Diameter luar kanvas kopling =211,08 mm c. Diameter dalam kanvas kopling =140,40 mm d. Lubang kopling = baik e. Pegas peredam kejut = baik f. Paku keling kanvas = baik  Pemasangan  Pasang release bearing ke input shaft transmisi,  Pasang plat kopling beserta rumah kopling dengan menepatkan lubang posisi inpt shft transmisi dengan alat bantu poros,pasang baut penguncinya,  Pasang transmisi dengan posisi bagian depan diangkat lebih tinggi dari bagian belakang transmisi,  Pasang poros propeler bagian depan dengan menepatkan yokenya beserta penopangnya,  Pasang kembali transfer case.  Pasang poros propeler bagian begalakang dengan menepatkan yokenya,  Periksa kekencangan semua baut pengunci.

F.Kesimpulan Setelah melakukan praktek mahasiswa dapat mengetahui cara pemeriksaan komponen kopling dan dapat memberi kesimpulan mana yang masih baik dan yang sudah rusak. G. Gambar

KOPLING HIDROLIK
A.Tujuan praktek  Agar mahasiswa mengenal komponen hidrolik  Agar mahasiswa dapat membongkar dan memasang komponen kopling hidrolik  Agar mahasiswa dapat mengukur komponen koipling hidrolik  Agar mahasiswa dapat mengambil kesimpulan dan menganalisa kondisi dari komponen kopling hidrolik  Agar mahasiswa dapat melakukan pemeriksaan dan pengukuran terhadap komponen sistem hidrolik B.Alat dan bahan  Alat        Bahan  

Tool set Jangka sorong Meteran Kain lap Vernier caliper Buku pedoman Engine stand Air dan sabun

C.Keselamtan kerja      Gunakan alat keselamatan kerja/alat pelindung diri saat bekerja, Tempatkan kendaraan pada tempat yang datar, Pasanglah trac pengaman pada saat kendaraan di dongkrak, Gunakan alat sesuai dengan fungsinya, Letakkan alat dan bahan pada tempat yang aman dari getaran.

D.Teori singkat Mekanisme kopling yerbagi menjadi dua yaitu:  Tipe mekanis  Tipe hidrolis

Yang dimaksud dengan tipe hidrolis adalah ,Dalam mengoperasikan kopling,media yang di gunakan adalah cairan fluida.Fluida memiliki beberapa kelebihan yaitu: Tidak berkarat Tidak menimbulkan bunyi Tidak memiliki tahanan gesek yang besar Energi yang di butuhkan untuk mengoperasikannya cendrung lebih kecil.  Cara kerja kopling hidrolis  Saat pedalkopling diinjak Tekanannya akan mendorong piston pada master silinder,kemudian gaya dorong tersebut di terima oleh fluida,lalu di teruskan ke silinder roda melalui pipa,pada silinder roda di terima oleh piston,piston tersebut mendorong release fork,kemudian tekanan di teruskan oleh mekanisme kopling,sehingga plat kopling terbebas,dan pengemudi dapat memindah kan gigi porsneleng ke tingkat berikutnya.  Saat pedalkopling bebas Gaya tekan pada silinder roda akan hilang ketika pedal kopling di lepas,dengan demikian fluida akan kembali ke master siliner,bersamaan dengan itu release fork juga kembali ke posisi semula,karena tekanan nya di hentikan,juga karena adanya kerja pegas diafragma yang mendorong release bearing,dan fluida yang kembali dari silinder roda akan masuk kembali ke master silinder,kemudian akan masuk ke reser voir tank,dikarenakan volume pada master silinder tidak dapat menampung semua fluida ter sebut,saat ini fli wheel terhubumng kembali dengan spatu kopling dan meneruskan kerja mesin.  Komponen-komponen mekanisme kopling hidrolis: 1. Pedal kopling 2. Fluida 3. Pipa bertekana 4. Master silinder dan silinder roda:  Piston  Pegas pembalik  Batang penekan  Oil seal 5. Garpu penekan/release fork 6. Bantalan pembebas/release bearing 7. Pegasdiafragmadiaphragma spring    

8. Plat penekan/pressure plate 9. Kanvas kopling/cluch disc 10. Rumah kopling/cluch house E.Lankah kerja  Pembongkaran  Lepaskan baut needle pada master silinder  Lepaskan baut pengingikat master silinder pada bodi kendaraan  Lepas master cilinder dari dudukannya  Lepas baut needle pada silinder roda  Lepas baut pengunci silinder roda pada bodi kendaraan  Lepas silinder roda  Bongkar semua komponen pada master cilinder dan silinder roda  Pengukuran  Master silinder  Mengukuran diameter master silinder kopling menggunakan jangka sorong  Mengukur diameter seal piston pada master silinder  Mengukur panjang langkah piston menggunakan jangka sorong dengan cara piston ditekan sampai pegas merapat sempurna.  Silinder penekan  Mengukur diameter silinder penekan menggunakan jangka sorong  Mengukur diameter seal piston silinder penekan  Mengukur panjang langkah piston seperti master silinder  Pipa  Mengukur diameter pipa menggunakan jangka sorong  Mengukur panjang pipa menggunakan meteran  Hhasil pengukuran  Silinder bagian atas a. Diameter piston atas =20,20 mm b. Diameter dalam lubang silinder =20,40 mm c. Langkah piston atas =337,20 mm d. Panjang slang =82 cm  Silinder bagian bawah a. Diameter piston bawah =15,50mm b. Diameter dalam lubang silinder =14,50 mm c. Langkah piston bawah =33,20 mm

 Pemasangan  Memasang kembali release piston pada mster dan silinder roda  Memasang kembali ring pengunci pada piston  Memasang kembali master silinder dan silinder roda pada kedudukannya semula  Memasang kembali baut needle pada pipa pada master silinder dan silinder roda  Melakukan pembleedinngan/pembuangan udara yang masuk ke dalam pipa atau bagian yang lain dengan cara pedal kopling di tekan secara berulang-ulang lalu tahan sebentar dan buka baut needle agar udara bisa keluar. F.kesimpulan Setelah melakukan praktek mahasiswa dapat mengetahui cara pemeriksaan komponen kopling hidrolik.Dan dapat memberi kesimpulan serta dapat membedakan mana yang masih baik dan mana yang sudah rusak. G. gambar

TRANSMISI
A.Tujuan  Agar maha siswa dapat melakukan pembongkaran dan pemasangan sesuai SDP(Manual book),  Agar mahasiswa mengenal komponen transmisi,  Agar mahasiswa memahami cara kerja transmisi,  Agar mahasiswa dapat melakukan pengukuran komponen transmisi,  Agar mahasiswa menganalisa dan mengambil kesimpulan dari kondisi komponen transmisi  Agar mahasiswa dapat mengetahui cara kerja dan fungsi transmisi  Agar mahasiswa dapat melakukan perbaikan transmisi B.Alat dan bahan  Alat  Tool set  Trecker  Tang spi  Feeler gauge  Jangka sorong  V block  Dial gauge  Kain lap  Grease  Balok kayu  Bahan  Transmisi  Minyak tanah C.Keselamatan kerja  Saat membongkar gunakan alat dan bahan dengan benar,tidak dengan cara di pukul,kecuali bagian-bagian tertentu  Amati cara kerja dan arah putaran roda gigi transmisi dengan teliti  Hati-hati ter hadap benda keras dan tajam  Hati-hati terhadap benda yang mudah terbakar  Gunakan alat sesuai fungsinya  Gunakan pakayan praktek/pakayan kerja

D.Teori singkat Sistem transmisi dalam otomotif,adalah sistem yang berfungsi untuk konversi torsi dan kecepatan(putaran) dari mesin menjadi torsi dan kecepatan yang berbedabeda untuk di teruskan ke penggerak akhir. Konversi ini merubak kecepatan putaran yang tinggi menjadi lebih rendah akan tetapi putarannya jadi lebih bertenaga,torsi ter tinggi umumnyaterjadi pada pertengahan dari batas putaran mesin yang di izinkan,sedangkan kendaraan membutuhkan torsi tertinggi pada saat mulai bergerak, Kendaraan yang sedang berjalan pada jalan yang mendaki memerlukan torsi yang lebih tinggi di bandingkan dengan mobil yang berjalan di jalan yang datar,kendaraan yang berjalan dengan kecepatan rendah memerlukan torsi yang lebih tinggi di bandingkan kecepatan tinggi.Sehingga karena keadaan tersebut maka di perlukan sistem transmisi pada kendaraan agar kebutuhan tenaga dapat terpenuhi oleh mesin.  Jenis-jenis transmisi  Selective gear transmission/manual transmission. a. Sliding mesh type Adalah tipe transmisi yang perpindahan gighinya dengan cara menggerakan gigi-gig yang akan di hubungkan,tipe ini gigi-giginya di rancang agar bisa meluncur pada poros transmisi tersebut. b. Constan mesh type Adalah transmisi yang gigi-gigi pada output shaf transmisi saling berhubungan dengan gigi counter gear.gigi-gigi output shaf tersebut tidak berhubungan dengan output shaf sehingga dapat berputar bebas pada out put shaft. c. Synchromes type Tipe ini hampir sama dengan tipe constant,hanya saja di tambah dengan gigi cynchromes yang berguna untuk menyamakan putaran gigi-gigi yang akan di hubungkan sehingga bunyi dan putaran jadi lebih halus.  Planetary gear transmission Tipe ini adalah transmisi yang perpindahannya dilakukan dengan cara mengatur hubungan antara sun gear ,planetari gear,dan ring gear.

 Automatic transmission Adalah transmisi yang perpindahan giginya dilakukan secara otomatis sesuai kecepatan dan bahan kendaraan.  Fluid type  Electric type E.Langkah kerja  Pembongkaran 1. Lepas baut pemindah pada transmisi, 2. Lepas baut pengunci poros tuas pemindah, 3. Lepas penahan bantalan depan dan rumah kopling, 4. Lepas extension housing, 5. Pindahkan steel ball/bola pengunci agar tidak hilang, 6. Lepaskan snapring pada bearing poros input transmisi, 7. Menggunakan balok kayu pukul gear housing hingga terlepas dari dudukan gigi transmisi, 8. Lepas bola pengunci beserta pegas, 9. Lepaskan poros beserta garpu pemindah gigi satu persatu, 10. Lepas gigi penggerak ke lima, 11. Lepas baut pengunci penahan bantalan belakang, 12. Lepas snapring pengunci bearing poros output dan poros counter gear, 13. Lepaskan pen pembatas dan lengan pemindah gigi mundur, 14. Menggunakan balok kayu,pukul dudukan gigi transmisihingga terlepas, 15. Lepas poros input, 16. Lepas snapring pada gigi ke tiga, 17. Lakukan pemeriksaan dan pengukuran.  Pemeriksaan dan pengukuran 1. Memeriksa celah roda gigi dan luncuran dgn menggunakan dial gauge, 2. Memeriksa celah oli roda gigi 2,3 dan roda gigi ounter 5, 3. Memeriksa daya pengereman ring sincromesh, 4. Mengukur celah roda gigi dan ring syncromesh, 5. Mengukur celah garpu pemindah dan hub sleeve, 6. Mengukur keolengan poros out put, 7. Mengukur diameter luar jurnal poros out put.

 Hasil pengukuran 1. Ketebalan flens poros out put =4,25 cm 2. Diameter luar permukaan jurnal poros out put: a. Gigi 1 =0.012 mm b. Gigi 2 =34,90 mm c. Gigi 3 =33,90 mm d. Gigi 4 =30,90 mm 3. Keolengan poros out put =0,08 mm 4. Celah oli antara roda gigi dan poros gigi: a. Gigi 1 =0,012 mm b. Gigi 2 =0,013 mm c. Gigi 3 =0,007 mm 5. Keadaan ring sinkromes sudah los 6. Celah antara ring sinkromesh dengan ujung alaur roda gigi: a. Gigi 1 =0,20 mm b. Gigi 2 =o,40 mm c. Gigi 3 =0,40 mm d. Gigi 4 =0,60 mm  Perbandingan percepatan gigi: a. Gigi 1 =32 - 12 b. Gigi 2 =25 - 21 c. Gigi 3 =23 - 28 d. Gigi 4 =13 – 31 e. Gigi mundur =22 -13 – 38  Pemasangan 1. Memasang snap ring pada gigi ke 3 2. Memasang poros input 3. Memukul dudukan poros gigi transmisi dengan balok kayu agar poros gigi transmisi dapat terpasang 4. Memasang pen pembatas dan lenasn pemindah gigi mundur 5. Memasang snap ring pengunci bearing poros out put dan poros counter gear 6. Memasang baut pengunci penahan bantalan belakang 7. Memasang gigi penggerak ke 5 8. Memasang poros dan garpu pemindah gigi satu persatu 9. Memasang bola pengunci beserta pegas 10. Memasang kembali gear housing pada dudukan semula 11. Memasang snapring pada bearing 12. Memasang bola pengunci 13. Memasang extension housing 14. Memasang penahan bantalan depan

15. Memasang rumah kopling 16. Memasang tuas pemindah gigi 17. Pastikan semua baut pengunci terpasang dengan baik. E. Kesimpulan Setelah di adakan pemeriksaan dapat saya simpulkan bahwa keadaan komponen-komponen transmisi sudah banyak yang mengalami keausan sehingga perlu adanya penggatian,jika tidak di khawatirkan kerusakan akan semakin parah dan kerja transmisi tidak akan sempurna. F. Gambar

PROPELLER SHAFT
A.Tujuan  Agar mahasiswa dapat melakukan pemeriksaan ter hadap kerusakan yang terjadi pada propeler shaft  Agar mahasiswa dapat melkukan pembongkaran simpang 4 pada propeler shaft  Agar mahasiswa dapat mengenal komponen propeler shaft B.Alat dan bahan         Vernier caliper Meja kerja Tool box Buku pedoman Mistar baja Tang spy Gomok Satu unit propeller shaft

C.Keselamatan kerja  Memakai baju praktek  Gunakan alat dan bahan sesuai fungsinya  Bekerjalah dengan serius dan sungguh-sungguh D.Teori singkat Untuk dapat meneruskan putaran dari transmisi ke sumbu belakang maka perlu suatu alat penghubung kedua unit tersebut,yaitu poros penggerak/propeller shaft. Syarat utama yang harus di penuhi oleh poros penghubung ialah gerakan poros penghubung harus fleksibel,ini untuk mengantisipasi gerakan sumbu belakang yang naik turun sementara transmisi tetap pada dudukannya. Maka agar poros penghubung dapat bergerak bebas di gunakan sambungan flexibel yang di sebut universal join. Universal join dapat digolongkan atas dua golongan yaitu: 1. Universal join jenis cross and roller Adalah sambungan yang paling banyak di gunakan,sambungan ini mempunyai spider dan dua buah yoke,pada yoke terdapat bantalan-bantalan.

2. Universal join jenis ball and trunion Sambungan ini memungkinkan poros penggerak bergerak miring dan juga dapat bergerak maju mundur,pada ujung bstsng penggersk dimasukkan silang ke dalam suatu bola berlubang.Bola tersebut bergerak maju mundur pada lubang bulat bagian tengah rangka sambungan. E. Cara pembongkaran     Melepas propeller shaft dari mobil Melepas baut penginkat poros penghubung dengan diferential Melepas spi penahan Mengeluarkan bushing and roller dari dudkannya

F. Cara pemeriksaan  Keadaan kacang-kacang apakah masih lengkap atau tidak  Tambah gomok jika di perlukan  Memeriksa penutup abu karena berkemungkinan sobek,sehingga kotoran dapat masuk  Memeriksa simpang 4nya apakah masih bagus atau tidak G.Hasil pengukuran a. b. c. d. Panjang poros penghubung Diameter luar Diameter dalam Kebengkokan poros penghubung =50 cm =70 mm =30 mm =45 x 0,01 =0,45

H. Cara pemasangan        I.Kesimpulan Setelah di lakukan pembongkaran dan pemeriksaan dapat di ambil kesimpulan bahwa kacang-kacangnya sudah banyak yang patah dan tidak tersusun rapi,jika di biarkan maka akan timbul bunyi berisik,dan kemungkinan yang sangat buruk adalah poros penghubung akan terlepas. Beri gomok pada universal join agar lunak Pasang universal join dengan cara di pukul menggunakan palu Pasang spi penahan menggunakan tang spy Pasang poros penghubung pada kendaraan Periksa kembali baut-baut Periksa propeller shsft apakah berdengung atau tidak Jika tidak berdengung berarti propeller shaft baik

J.Gambar

DIVERENSTIAL
A.Tujuan  Agar mahasiswa dapat mengerti bagaimana cara membongkar dan memperbaiki diverential yang baik,  Agar mahasiswa dapat mengerti bagaimana cara menggunakan alat kerja dengan baik  Agar mahasiswa dapat melakukan pengukuran dan perbaikan diverntial B. Alat dan bahan          Satu set kunci kombinasi Satu set kunci sox Obeng min Palu karet Kunci momen Peniti Dti Feller gauge Buku dedoman/petunjuk

C. Keselamatan kerja       Ganjal roda depan dan belakang Keluarkan oli diverential Hati-hati saat menurunkan Agaunakan alat sesuai fungsinya Pakai pakayan praktek Bekerja dengan konsentrasi

D. Teori singkat Jumblah putaran roda kiri dan roda kanan saat berbelok tidaklah sama,karena itu di buat suatu alat agar perbedaan itu dapat di penuhi,dan sekaligus tenaga putar dapat berjalan dengan lancar.  Diverential berfungsi : a. Membedakan putaran roda kiri dan kanan saat kendaraan membelok b. Merubah arah putaran sebesar 90 darjat terhadap putaran asal c. Mereduksi putaran untuk menghasilkan momen yang besar.

 Komponen-komponen diverential dan fungsinya: a. Finall gear yang terdiri dari perkitan antara drive pinion gear dengan ring gear,yang fungsinya untuk memperbesar momen putaran dan merubah arah putaran. b. Diferential gear yang terdiri dari perkaitan antara roda gigi pinion gear dengan side gear,yang berfungsi untuk membedakan putaran roda kiri dan kanan saat membelok.  Cara kerja diverential: 1.Pada saat jalan lurus: Selama kendaraan berjalan lurus,poros roda-roda belakang akan di putar oleh drive pinion melalui ring gear differential case,roda-roda gigi diferential pinion shaft,roda-roda gigi diferential pinion,gigi said gear tidak berputar,tetap terbawa kedalam putaran ringgear,dengan demikian putaran roda kanan dan kiri sama. 2.Padasaat membelok: Padasaat kendaraan membelok ke kiri tahanan roda kiri lebih besar dari roda kanan,apabila diferential case berputar bersama ring gear maka pinion akan berputar pada porosnya dan juga bergerak mengelilingi side gear sebelah kiri,sehingga putaran side gear sebelah kanan bertambah,yang mana jumblah putaran side gear satunya adalah dua kali putaran ring gear. E.Langkah kerja  Pembongkaran.  Buka baut pengikat axle saf,kemudian tarik axle shaft keluar,  Lepaskan baut pengikat differential karier,lalu turunkan differntial,  Menggunakan palu lebarkan plat penekan,  Menggunakan sst,lepaskan hexagon nut,  Menggunakan sst,lepaskan flens,  Tandai bearing cup antara yang kiri dan yang kanan,agar saat di pasang tidak bertukar,  Lepaskan adjusting nut,  Keluarkan drive pinion shaft,  Lepaskan baut pengikat ringgear,lalu lepas ring gear,  Bongkar diferential case,lalu lepas pinion dan side gear.

 Pemeriksaan dan pengukuran.  Ukur kelonggaran antara side gear dan axle shaft,  Ukur run out/keolengan ring gear,  Ukur baclash ring gear,  Ukur baclash side gear,  Ukur baclash pinion gear,  Ukur roun out/keolengan flens,  Ukur beban mula putaran flens,  Pemasangan kembali  Pasangkan rangkayan side gear dan pinion gear kedalam diferential case,  Pasang pen pada diferential case menggunakan palu,  Pasangkan kembali ring gear dan kencangkan bautnya dengan momen 9,85 kg-m,  Pasang plat pengunci menggunakan palu dan drip,  Pasang drive pinion gear shaft dengan menyertakan spacer ke dalam diverential karier,  Pasang flens menggunakan sst,  Pasang diferential case ke dalam diferential karier.pasang juba bearing dan adjusting nut,  Menggunakan sst kencangkan adjusting nut hingga di temukan baclash ring gear yang tepat,  Menggunakan kunci momen kencangkan baut bearing cup dengan momen 8 kg-m,  Pasang flange,lalu kencangkan baut,kemudian periksa kembali baclash nya,  Oleskan cat pada beberapa gigi ring gear pada posisi yang berbeda,lalu putar drive pinion untuk memeriksa perkaitan antara ring gear dan drive pinion.  Pasangkan kembali diferential pada diverential housing.

F.Gambar

AXLE
A.Tujuan     Mahasiswa dapat melepas axle dengan baik, Mahasiswa dapat memeriksa kerusakan axle dgn baik dan benar, Mahasiswa dapar memasang kembali axle dengan benar, Agar mahasiswa dapat menggunakan alat dengan baik.

B.Alat dan bahan.  Alat        Bahan 

Tool set Tracker bearing Slidding hammer Dial gauge Kunci roda V block Rear axle shaft

C.Keselamatan kerja a. b. c. d. e. Amati cara kerja dan kondisi axle shaft dengan teliti, Hati-hati terhadap benda keras dan tajam, Hati-hati terhadap benda keras dan tajam, Gunakan alat sesuai fungsinya, Gunakan pakayan praktek.

D.Teori singkat Ada tiga jenis axle berdasarkan pembebanan yaitu: a. Full floating Yang berarti sepenuhnya poros tidak menyangga beban kendaraan,pada tipe ini bantalan-bantalan di pasangkan diantara housing dan wheel hub,sedangkan roda di pasangkan pada hub,beban kendaraan sepenuhnya di tumpu oleh axle housing,sedangkan poros roda tidak memikul beban,hanya berfungsi untuk menggerakkan roda,tipe ini sangat bagus di gunakan pada kendaraan berbeban berat. b. ¾ floating type Tipe ini hanya di pasangkan sebuah bantalan di antara axle housing dan whell hub,roda di pasang lansung pada poros roda,Hhampir

seluruh beban di tumpu oleh housing,gaya lateral(lateral force) baru akan bekerja pada axle bila kendaraan membelok. c. Semi floating type Banyak di pakai pada kendaraan ringan ,hampir seluruh beban di pikul oleh axle shaft,demikian juga gaya lateral pada saat kendaraan membelok,bantalan di pasangkan di antara axle housing dan axle shaft,roda di pasang lansung pada axle shaft. E.Langkah kerja  Pembongkaran  Kendorkan baut roda terlebih dahulu,  Dongkrak kendaraan,  Lepaskan roda,  Lepaskan tromol rem,  Lalu lepas baut pengikat axle terhadap diverential,  Lepaskan gasket dari axle housing,  Lepaskan bearing menggunakan tracker dan alat pres,  Lepaskan bantalan menggunakan tracker dan alat pres.  Pemeriksaan dan pengukuran  Periksa gerak bebas axle shaft,  Periksa keolengan axle shaft,  Periksa keolengan flange axle shaft,  Periksa keausan bantalan dan putaran bearing,  Pemasanagn  Panaskan bantalan pada larutan oli yang telah di panaskan hingga suhu 150 derja celcius,  Pasang bantalan pada axle shaft menggunakan alat press,begitu juga dengan bearing,lakukan hal yang sama,  Pasangkan gasket pada axle housing,  Pasangkan axlwe shaft dan pipa rem,  Kencangkan baut backing plat,  Pasang kembali tromol rem dan roda,lalu pasang baut roda,  Lakukan penyetelan pada rem agar rem bekerja dengan baik,  Setelah selesai menyetel rem,turunkan dongkrak dan kencangkan baut roda,  Periksa semua baut apakah sudah kuat apa belum.

G.Gambar

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful