You are on page 1of 6

Percobaan 1 PEMBONGKARAN DAN PEMASANGAN ALTERNATOR

I. TUJUAN PRAKTIKUM Mengetahui dan memahami prinsip kerja dan cara perbaikan serta perawatan altenator atau generator listrik arus bolak-balik.

II. DASAR TEORI Altenator adalah mesin pengubah tenaga mekanik menjadi tenaga listrik khsusnya tenaga listrik arus bolak-balik/alternating curent (AC) jadi juga bisa disebut generator AC. Dalam penerapannya ada yang skala kecil dan banyak yang skala besar. Yang skala kecil misalnya dinamo pengisi accu pada mobil , dinamo sepeda , gen-set pada rumah tangga untuk emergency dan lain-lain, yang skala besar pada pusat-pusat pembangkit listrik misal PLTA, PLTU, PLTG bahkan PLTN. Dalam teori mesin listrik telah diterangkan bahwa genertaor/altenator ini berprinsip pada percobaan Faraday yaitu bahwa bila hantaran mengalami perubahan garis gaya/flux magnet maka padanya akan timbul ggl (gaya gerak listrik induksi) yang persamaannya sebagai berikut :
8

(e ) N ( )10 volt t

dimana , e N t = GGL rata-rata. = Jumlah hantaran kawat pada kumparan. = Perubahan flux dalam satuan Maxwell. = Perubahan waktu dalam detik.

Dari percobaan Faraday tersebut perubahan flux terhadap waktu dapat diperoleh dengan dua metode, yaitu : 1. Kawat penghantar diam, jumlah garis gaya magnet/flux yang mengenai nya dirubah. 2. Jumlah garis gaya/flux tetap, kawat hantaran digerakan sehingga mengalami perubahan flux yang mengenainya. Oleh karena itu pada prinsip kerja generator ada 3 hal pokok, yaitu : Flux magnet dari kutub magnet. Kawat hantaran tempat timbulnya ggl. Gerakan relatip antara medan magnet terhadap kawat hantaran.

Dalam praktikum ini yang akan dipelajari adalah generator/altenator dengan hantaran yang tetap dalam stator sedangkan medan magnetnya yang bergerak. Gambar 1 adalah menggambarkan prinsip terbentuknya GGl pada kumparan yang bergerak berputar dalam medang magnet yang diam.

Gambar 1. Prinsip timbulnya GGl pada Generator

Secara lebih detail adalah bagaimana posisi , jumlah dan tebal dari kawat hantaran itu dalam rangka utuk mengetahui dan memahami bagaimana prinsib kerja dan perawatan serta perbaikan altenator/genertor AC. Pada prinsibnya altenator adalah sama halnya dengan motor sinkron 3 fasa dimana medan magnet/ fluxnya adalah bukan dari induksi karena adanya medan putar tetapi medan magnet buatan yaitu medan magnet permanen atau medan magnet dari kumparan elektomagnet. Pada motor kumparan / hantaran itu tempat asal timbulnya medan putar karena adanya suplai listrik AC dari luar, sedangkan pada altenator / generator kumparan / hantaran adalah tempat timbulnya ggl , sedangkan pengaturan

posisinya kumparan baik pada motor maupun pada generator adalah sama. Sehingga dalam pemasangan dan pembongkarannya adalah sama juga. Yaitu misalnya pergeseran / kisar sisi kumparan itu dijelaskan dalam persamaan sebagai berikut.

G 2. p

dengan, G = Jumlah alur dan p adalah pasang kutub.

Sedangkan untuk yang lain-lainnya adalah seperti pada motor 3 fasa . Namun dalam praktikum ini hanya akan dilakukan pembongkaran dan pemasangan kembali pada

kumparan medannya saja yang dalam hal ini adalah sebagai rotornya. Untuk itu yang perlu diperhatikan beberapa hal sebagai berikut. Isolasi kumparan. Jumlah lilit kumparan. Tebal / diamater kawat kumparan. Cara penyambungan kumparan ke power sebagai energi pembangkit medan magnetnya. Model catu pada kumparan apakah model catu terpisah atau catu sendiri.

Kekurang telitian dalam hal ini bisa mengakibatkan generator dari hasil perbaikan kurang atau kelebihan tegangan yang dibangkitkan, genertor cepat panas atau bahkan generator tidak keluar tegangannya.Dengan demikian maka dalam praktikum ini sebelum dilakukan pembongkaran perlu dilakukan pengamatan dan pencatatan data name plate dan data operasional secara nyata dari altenator tersebut bila dioperasikan.Kemudian dilakukan pembandingan dan analisa data dari sebelum dibongkar dan setelah dipasang kembali dengan kumparan yang baru. Hal-hal lain selain hal diatas kami kira cukup jelas dengan secara visual nyata dalam pembongkaran dan pemasangan benda kerja pada saat praktikum.

III. ALAT-ALAT YANG DIGUNAKAN 1. Alat-alat mekanik berupa kunci-kunci pas dan ring, obeng, palu ,pahat dingin, tang cutter tang kombinasi ,trecker bearing dan puley dan lain-lain. 2. Mistar, sketmatch ataupun Mikrometer. 3. Sikat kawat, sikat rambut/kuas , kain majun dan compressair. 4. Gunting kertas dan alat-alat tulis. 5. Multi tester, Megger dan Variac bila perlu.

IV. LANGKAH KERJA 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Persiapkan alat-alat mekanik berupa obeng, kunci-kunci tang dan lain-lainnya. Persiapkan benda kerja dalam hal ini altenator yang hendak dibongkar dan pasang. Catat data-data pada name platenya. Altenator dicoba dioperasikan / diputar hingga keluar tegangan dan arusnya. Catat data-data yang didapat. Pengoperasian dihentikan dan mulai pembongkaran altenator. Lepaskan sikat-sikat / brushtel altenator. Lepaskan baut-baut pengikat tutup / casing altenator. Lepaskan tutup-tutup / casing altenator.

10. Keluarkan rotor. 11. Bersihkan rotor dan stator dari kotoran debu.

12. Amati, catat dan gambar kumparan sebagai hantaran dalam stator maupun kumparan elektromagnet sebagai penguat medan pada rotor dan gambar pula cara / sistim penyambungan mulai dari terminal hingga ke kumparan elegtromagnet maupun kumparan hantaran. 13. Ukur dimensi dan buat mal kumparan medan. 14. Pembongkaran kumparan medan. 15. Hitung jumlah lilit dan tebal kawat kumparan medan. 16. Buat kumparan medan yang baru dengan specifikasi sama dengan kumparan yang lama. 17. Pasang kumparan elektromagnet yang baru pada rotornya kembali. 18. Rakit semua komponen Alternator hingga bisa dioperasikan kembali. 19. Operasikan Alternator dan amati serta catat data-data yang didapat. 20. Bandingkan data-data sebelum dan sesudah pembongkaran dan lakukan analisanya. 21. Buat kesimpulan dari hasil kerja praktikum ini.

V.

DATA PENGAMATAN terlampir

VI.

PEMBAHASAN Tujuan dari praktikum ini adalah mengetahui dan memahami prinsip kerja dan cara

perbaikan serta perawatan altenator atau generator listrik arus bolak-balik, dengan cara melakukan pembongkaran dan melakukan analisis tentang alternator atau generator tersebut, serta memahami rangkaian elektronik pada rangkaian terutama pada kumparannya. Altenator adalah mesin pengubah tenaga mekanik menjadi tenaga listrik khsusnya tenaga listrik arus bolak-balik/alternating curent (AC) jadi juga bisa disebut generator AC. Dalam penerapannya ada yang skala kecil dan banyak yang skala besar. Yang skala kecil misalnya dinamo pengisi accu pada mobil , dinamo sepeda , gen-set pada rumah tangga untuk emergency dan lain-lain, yang skala besar pada pusat-pusat pembangkit listrik misal PLTA, PLTU, PLTG bahkan PLTN. Dalam praktikum ini yang akan dipelajari adalah generator/altenator dengan hantaran yang tetap dalam stator sedangkan medan magnetnya yang bergerak. Secara lebih detail adalah bagaimana posisi , jumlah dan tebal dari kawat hantaran itu dalam rangka utuk mengetahui dan memahami bagaimana prinsib kerja dan perawatan serta perbaikan altenator/genertor AC. Pada prinsibnya altenator adalah sama halnya dengan motor sinkron 3 fasa dimana medan magnet/ fluxnya adalah bukan dari induksi karena adanya medan putar tetapi medan magnet buatan yaitu medan magnet permanen atau medan magnet dari kumparan elektomagnet. Pada motor kumparan / hantaran itu tempat asal timbulnya medan putar karena adanya suplai listrik AC dari luar, sedangkan pada altenator / generator

kumparan / hantaran

adalah tempat timbulnya ggl , sedangkan pengaturan posisinya

kumparan baik pada motor maupun pada generator adalah sama. Sehingga dalam pemasangan dan pembongkarannya adalah sama juga. Praktikum ini hanya akan dilakukan pembongkaran dan pemasangan kembali pada kumparan medannya saja yang dalam hal ini adalah sebagai rotornya. Untuk itu yang perlu diperhatikan beberapa hal antara lain : Isolasi kumparan, Jumlah lilit kumparan, Tebal / diamater kawat kumparan, Cara penyambungan kumparan ke power sebagai energi

pembangkit medan magnetnya, Model catu pada kumparan apakah model catu terpisah atau catu sendiri. Kekurang telitian dalam hal ini bisa mengakibatkan generator dari hasil perbaikan kurang atau kelebihan tegangan yang dibangkitkan, genertor cepat panas atau bahkan generator tidak keluar tegangannya.Dengan demikian maka dalam praktikum ini sebelum dilakukan pembongkaran perlu dilakukan pengamatan dan pencatatan data name plate dan data operasional secara nyata dari altenator tersebut bila dioperasikan.Kemudian dilakukan pembandingan dan analisa data dari sebelum dibongkar dan setelah dipasang kembali dengan kumparan yang baru. Dalam praktikum ini praktikan hanya membongkar total bagian dari alternator atay generator, kemudian mengidentifikasi dan menggambar komponen yang dibongkar, kemudian melakukan analisis terhadap jumlah lilitan pada kumparan statornya dan menganalisis rangkaian di rotor, kemudian menggambarnya, idapatkan data seperti pada data sementara. Setelah melakukan identifikasi, maka praktikan memasang kembali semua komponen yang telah dibongkar dengan jalan memasang terlebih dahulu komponen yang dibongkar paling akhir. Setelah selesai, maka praktian segera melaporkan apa yang dicatat ke asisten untuk disetujui, kemuadian membuat laporan tentang apa yang telah dilakukan.

VII.

KESIMPULAN

1. Altenator adalah mesin pengubah tenaga mekanik menjadi tenaga listrik khsusnya tenaga listrik arus bolak-balik/alternating curent (AC) jadi juga bisa disebut generator AC 2. Komponen dari generator atau alternator yang dibongkar terdiri dari : pulley, kipas, rumah depan, poros engkol dan ruang bakar, rumah rotor, stator, rumah belakang, dan rotor. 3. Keluaran dari stator untuk kabel merah adalah ke kapasitor, untuk kabelkuning ke DC dan reset, kemudian untuk kabel biru ke AC dan reset. 4. Di dalam stator terdapat tiga buah komponen elektronik yang terpasang antara lain : kapasitor, resistor, dan dioda.

VIII.

DAFTAR PUSTAKA , 2013, Petujuk Praktikum Pemeliharaan dan Perbaikan Mesin Listrik . Yogyakarta : STTN-BATAN

Yogyakarta, 9 Juni 2013 Asisten, Praktikan,

Sigit Suryantono

Muhammad Ihsan Fariza