BAB II PEMBAHASAN

2.1 DEFINISI GANGGUAN TINGKAH LAKU Gangguan perilaku, yaitu gangguan penyesuaian diri terhadap lingkungan sosial yang disebabkan oleh lemahnya kontrol diri, merupakan kasus yang paling banyak terjadi pada anak-anak. Kazdin (dalam Carr, 2001) menyebutkan bahwa dari seluruh anak-anak yang dirujuk karena mengalami gangguan klinis, sepertiga sampai setengah diantaranya karena mengalami gangguan perilaku. Gangguan perilaku merupakan gangguan yang bersifat kompleks dan dipengaruhi oleh beberapa faktor yang saling berinteraksi (Cartledge & Milburn, 1995) Gangguan tingkah laku adalah gangguan penyesuaian diri terhadap lingkungan sosial yang disebabkan oleh lemahnya kontrol diri. Gangguan perilaku ditandai dengan pola tingkah laku yang berulang, dimana hak dasar orang lain terganggu. Meskipun beberapa anak lebih bertingkah laku baik dibandingkan dengan yang lainnya, anak yang berulangkali dan terus menerus melanggar aturan dan hak orang lain dimana dengan cara yang tidak sesuai dengan usia mereka memiliki gangguan perilaku. Masalah tersebut biasanya dimulai pada masa kanak-kanak akhir atau remaja dan lebih sering terjadi pada laki-laki daripada anak perempuan. Penilaian pada perilaku harus melibatkan lingkungan sosial anak tersebut ke dalam catatan. Penyimpangan perilaku yang terjadi oleh anak sewaktu adaptasi dengan kehidupan di daerah peperangan, tempat kerusuhan atau lingkungan lain dengan stress tinggi, bukan dimasukkan dalam gangguan perilaku. Definisi gangguan tingkah laku pada DSM-IV-TR memfokuskan pada perilaku yang melanggar hak-hak dasar orang lain dan norma-norma sosial utama. Tipe perilaku yang dianggap sebagai symptom gangguan tingkah laku mencakup agresi dan kekejian terhadap orang lain atau hewan, merusakkan kepemilikan, berbohong, dan mencuri. Gangguan tingkah laku merujuk pada berbagai tindakan yang kasar dan sering dilakukan yang jauh melampaui kenakalan dan tipuan praktis yang umum dilakukan anak-anak dan remaja. Seringnya perilaku ini ditandai dengan kesewenang-wenangan, kekejian dan kurang penyesalan.

2.2 PENYEBAB GANGGUAN TINGKAH LAKU PADA ANAK Gangguan perilaku dapat berasal dari anak itu sendiri atau lingkungan, akan tetapi kedua factor ini saling mempengaruhi. a. Anak sendiri 1. Penyebab yang diturunkan Beberapa sifat kepribadian yang umum dapat diturunkan dari orang tua kepada anaknya, karena ciri dan sifat-sifat ini maka suatu keadaan atau hal tertentu mungkin menimbulkan stress pada anak yang bersangkutan, tetapi tidak dengan anak lain

namun perasaan ini dapat bertambah dan menimbulkan gangguan perilaku bila orang tua memperlakukan anak secara pilih kasih. ensefalitis. dengan demikian untuk mencegah terjadinya gangguan perilaku dapat merubah kondisi lingkungannya. Hal ini terjadi karena anak sering kekurangan waktu untuk berkomunikasi dengan orang tua akibat kesibukan orang tua dengan kegiatan sosial (golongan ekonomi tinggi) dan sibuk mencari nafkah (golongan ekonomi rendah) Sedangkan menurut pendapat lain. namun juga tidak boleh terlalu longgar. Faktor-faktor psikobiologik.2. Lingkungan Meskipun factor genetic dapat mempengaruhi perilaku anak. Keadaan ekonomi Gangguan perilaku pada anak dari golongan sosial ekonomi tinggi atau rendah. Saudara Rasa iri hati saudara adalah normal. akan tetapi factor lingkungan sering lebih menentukan. Sikap orang tua Orang tua yang baik adalah orang tua yang mampu memahami kondisi anaknya. Lingkungan pada dasarnya dapat dirubah. kakek. Sebagai contoh : guru yang terlalu keras tak jarang menimbulkan kenakalan pada anak 5. paman. Penyebab yang diperoleh pada waktu anak berkembang Anak yang mengalami gangguan otak seperti trauma kepala. Belum ada penyebab tunggal pada gangguan perkembangan anak dan remaja. Berikut beberapa penyebab gangguan perilaku yang berasal dari lingkungan : 1. Faktor-faktor psikobiologik biasanya akibat : . neoplasma dan lain-lain. dapat mengakibatkan perubahan kepribadian b. 1. termasuk faktor psikobiologik. Lingkungan sosial sekolah Hubungan sosial yang kurang baik antara anak dengan teman dan guru dapat merubah perilaku anak. Anak akan berusaha menarik perhatian dan simpati orang tuanya dengan menunjukkan sikap agresif dan negativistic 3. Jangan pula membuat lingkungan rumah menjadi dua blok karena dapat menyababkan kebingungan pada anak 2. Orang atau kerabat lain dirumah Keberadaan anggota keluarga lain (nenek. dan faktor lingkungan berkombinasi secara kompleks yang menjadi penyebab gangguan perkembangan anak dan remaja. Berbagai situasi. Orang tua tidak dapat menerapkan disiplin secara kaku karena dapat menyebabkan frustasi bagi anak. dinamika keluarga. bibi) dan pembantu dapat mempengaruhi perkembangan psikologis anak 4.

Berbagai penelitian menunjukkan adanya peningkatan angka penyakit ringan kanak-kanak. perkembangan otaknya menjadi terhambat (terutama otak kiri). Faktor lingkungan. 3. kesulitan belajar. Pengaruh pranatal. . Disfungsi sistem keluarga (misal kurangnya sifat pengasuhan orang tua pada anak. Lingkungan dan kehidupan sosial yang tidak menguntungkan akan menjadi penyebab utama pula. dan kesulitan dalam membina hubungan (Glod. Perilaku orang tua yang secara dramatis berbeda dengan budaya sekitar dapat mengakibatkan kurang diterimanya anak-anak oleh teman sebaya dan masalah psikologik. dan gangguan ansietas atau kecemasan. skizofrenia kanak-kanak. 1999). autisme. seperti depresi. Sehingga menyebabkan gangguan pada perkembangan anak dan remaja. dan kurang terpenuhinya kebutuhan akibat pendapatan yang tidak mencukupi dapat memberi pengaruh buruk pada pertumbuhan dan perkembangan normal anak. Penganiayaan dan efeknya pada perkembangan otak berkaitan dengan berbagai masalah psikologis. Dinamika keluarga yang tidak sehat dapat mengakibatkan perilaku menyimpang yang dapat digambarkan sebagai berikut : Penganiayaan anak. Tunawisma. Penyakit kronis atau kecacatan dapat menyebabkan kesulitan koping bagi anak. seperti infeksi pada saat di kandungan ibu. 1998). Budaya keluarga. kurangnya perawatan pada masa bayi dalam kandungan. dan ibu yang menyalahgunakan zat. skizofrenia kanakkanak. Perawatan pranatal yang buruk. Trauma kelahiran yang berhubungan dengan berkurangnya suplai oksigen pada janin saat dalam kandungan yang sangat signifikan dan menyebabkan terjadinya retardasi mental dan gangguan perkembangan saraf lainnya.Riwayat genetika keluarga yang terjadi pada kasus retardasi mental. keterlambatan perkembangan dan masalah psikologis diantara anak tunawisma ini bila dibandingkan dengan sampel kontrol (Townsend. gangguan perilaku. semuanya dapat menyebabkan perkembangan saraf yang abnormal yang berkaitan dengan gangguan jiwa. seperti : Kemiskinan. Struktur otak yang tidak normal. impulsivitas. dan ADHD. gangguan bipolar. masalah memori. Anak-anak tunawisma memiliki berbagai kebutuhan kesehatan yang memengaruhi perkembangan emosi dan psikologi mereka. nutrisi yang buruk. Dinamika keluarga. komunikasi yang buruk) disertai dengan keterampilan koping yang tidak baik antaranggota keluarga dan model peran yang buruk dari orang tua. 2. Penelitian menemukan adanya abnormalitas struktur otak dan perubahan neurotransmitter pada pasien yang menderita autisme. Anak yang terus-menerus dianiaya pada masa kanak-kanak awal.

Ciri-ciri autism. dan . kondisi yang jarang ada.2. Tipe mayor dari gangguan perkembangan pervasive. ditunjukkan dengan adanya deficit pada interaksi sosial dan perilaku stereotip.Szatmari dkk. dan perilaku ritualistic atau stereotip. 1.2000.2000). Ciri-ciri lain mencakup maslah dalam bahasa. Pada tahun 1943. Gangguan ini umumnya diklasifikasikan sebagai bentuk psikosis pada edisi awal DSM. atau bila dapat keterampilan berbahasa. menciptakan semacam “kesendirian autistik” (Kanner. keanehan dalam berkomunikasi dan perilaku motorik yang stereotip. Leo Kanner. terlepas dari upaya orang tua untuk menjembatani muara yang memisahkan mereka. atau gangguan autistic adalah salah satu gangguan terparah di masa kanak-kanak. menggunakan kata-kata yang hanya dimengerti artinya oleh mereka yang kenal dekat dengan si anak. Gangguan Asperger. Gangguan perkembangan pervasive Anak-anak dengan gangguan perkembangan pervasive (pervasive developmental disorders/PDDs) menunjukkan hendaya perilaku atau fungsi pada berbagai area perkembangan. komunikasi. seolah-olah mereka hidup dalam dunia mereka sendiri. Namun berbeda dengan autism. penggunaan kata ganti orang secara terbalik (menggunakan “kamu” atau “dia. anak-anak ini tampaknya menutup diri dari setiap masukan dunia luar. bentuk yang lebih ringan dari gangguan perkembangan pervasive.1943). mencakup gangguan Rett. Istilah ini dugunakan pertama kali pada tahun 1996 oleh psikiater Swiss. Gangguan ini umumnya menjadi tampak nyata pada tahun-tahun pertama kehidupan dan sering kali dihubungkan dengan retardasi mental. Eugen Bleuler. menerapkan diagnosis “autism infantile awal” kepada sekelompok anak yang terganggu yang tampaknya tidak dapat berhubungan dengan orang lain.” bukan “saya”). biasanya digunakan secara tidak lazim seperti dalam ekolalia (mengulang kembali apa yang didengar nada suara tinggi dan monoton).3 MACAM-MACAM GANGGUAN TINGKAH LAKU PADA ANAK 1. psikiater lain. biasanya muncul pada laki-laki. Kata autism berasal dari bahasa yunani. autos yang berarti “self”. gangguan asperger tidak melibatkan deficit yang signifikan pada kemampuan bahasa dan kognitif (APA. Gangguan ini dinilai merefleksikan bentuk kanak-kanak dari psikosis masa dewasa seperti skizofernia karena memiliki ciri-ciri yang sama seperti hendaya sosial dan emosional yaitu. Tipe gangguan perkembangan pervasive yang lebih muncul. Autism bersifat kronis dan berlangsung sepanjang hidup.. seperti Peter. Cara berpikir autistic adalah kecenderungan untuk memandang diri sendiri sebagai pusat dari dunia. Hanya sedikit sekali bukti yang menunnjukkan bahwa anak-anak ini memiliki halusinasi atau delusi yang terus menerus yang akan sesuai dengan diagnosis skizofernia. adalah gangguan autistic (autisme). gangguan yang dilaporkan hanya terjadi pada wanita dan gangguan disintegrative masa kanak-kanak. Anak-anak yang menderita autism. Autisme Autisme (autism). Berbeda dari anak-anak retardasi mental. Penelitian menunjukkan bahwa kondisi ini berbeda dengan skizofernia dan psikosis lainnya. yang paling menonjol adalah kesendirian yang amat sangat. Anak dapat pula tidak bicara. yang merupakan focus kita di sini. tampak benar-benar sendiri di dunia. untuk merujuk pada gaya berpikir yang aneh pada penderita skizofernia (autism adalah salah satu dari “empat A” Bleuler).

2000). Awalnya. anak autistic dapat menjadi tantrum atau menangis terus-menerus sampai objek tersebut dikembalikan pada tempatnya. dari sudut pandang yang mendiskreditkannya. Ciri lain dari autism adalah menolak perubahan pada lingkungan . Walaupun sedikit. Walaupun belum dapat disembuhkan. seolah-olah mengajukan pertanyaan. terutama emosi negative seperti marah. yang dapat dianggap menghancurkan hati banyak orang tua. Mereka juga berespons secara lambat terhadap orang dewasa yang berusaha mendapatkan perhatian mereka. Penyebab autism belum diketahui. RM Ringan Perkiraan Rentang IQ 50-55 sampai sekitar 70 Jumlah Penyandang Kira-kira 85 % . menggigit tangan dan pundak. Ciri utama dari autism adalah gerakan stereotip berulang yang tidak memiliki tujuan berulang-ulang memutar benda. mereka mungkin membenturkan kepala. yang kurang memiliki kemampuan untuk menciptakan hubungan yang hangat dengan anak-anak mereka. itu juga bila mereka mau memperhatikan (Leekam & Lopez. Penelitian tidak dapat membuktikkan asumsi ini. tetapi diduga berhubungan dengan abnormalitas otak. Sebagaian anak autistic menyakiti diri sendiri. para peneliti menemukan bahwa mereka dapat memperlihatkan emosi-emosi yang kuat. bermain dengan anak lain. bimbingan dan kesempatan pendidikan yang besar. bahkan saat mereka berteriak kesakitan. penyebab tidak adanya kontak sosial pada anak autistic dikatakan sebagai reaksi terhadap orang tua yang dingin dan mengambil jarak. misalnya anak autistic tidak dapat melakukan kontak mata atau menunjukkan ekspresi wajah. Pendekatan perilaku didasarkan pada metode operant conditioning dimana reward dan hukuman secara sistematis diaplikasikan untuk meningkatkan kemampuan anak memperhatikan orang lain. bahwa mereka dingin dan jauh. yang menerapkan prinsip-prinsip belajar untuk mengurangi perilaku yang mengganggu dan meningkatkan ketrampilan belajar serta komunikasi pada anak-anak autistic. dan 3) perkembangan gangguan terjadi sebelum usia 18 tahun. Mereka yang tumbuh dalam lingkungan yang kurang mendukung dapat mengalami kegagalan untuk berkembang atau kemunduran dalam hubungannya dengan anakanak lain. Dapat pula terdapat hendaya komunikasi nonverbal. Tingkat Retardasi Mental Derajat Keparahan 1. Tidak ada pendekatan penanganan lain yang memberikan hasil yang sama. atau menjambak rambut mereka. RM didiagnosis berdasarkan kombinasi dari 3 kriteria: 1) skor rendah pada tes intelegensi formal (skor IQ kira-kira 70 atau dibawahnya ). ciri yang diberi istilah “penjagaan keamanan”. Perkembangan retardasi mental bervariasi. berayun ke depan dan ke belakang dengan lengan memeluk kaki. Retardasi mental Retardasi Mental yaitu keterlambatan yang mencakup rentang yang luas dalam perkembangan fungsi kognitif dan sosial. mengepakkan tangan. 2) adanya bukti hendaya dalam melakukan tugas sehari-hari dibandingkan dengan orang lain yang seusia dalam lingkup budaya tertentu. Penanganan. Mereka juga dapat menjadi tantrum atau merasa panic secara tiba-tiba. menampar wajah. mengembangkan ketrampilan akademik dan menghilangkan perilaku selv-multivater. Banyak anak dengan RM menjadi lebih baik seiring berjalannya waktu. sedih dan takut. 2.kecenderungan untuk meninggikan nada suara di akhir kalimat. Bila ada objek-objek yang dikenal dan digeser dari tempatnya. penelitian selama 30 tahun mendukung pentingnya program penanganan perilaku yang intensif. terutama bila mereka mendapatkan dukungan. Walaupun mereka tidak responsive kepada orang lain.

nyata pada perawatan kesehatan perkembangan motorik. kemampuan komunikasi yang minim atau tidak ada sama sekali. dapat Retardasi motorik kasar. terhadap pelatihan membutuhkan bantuan ketrampilan perawat. Sedang terutama dalam bicara. misalnya makan sendiri Biasanya mampu berjalan. tidak dapat Ringan Sering terlihat tidak memiliki gangguan. makan sendiri. Ditandai dengan adanya keterlambatan dalam perkembangan motorik. berpartisipasi dalam rekreasi sederhana. RM Sedang 3. dapat berbicara secara promitif. Keterlambatan yang terlihat jelas dalam semua area perkembangan. terbantu dengan aktivitas fisik teratur. tetapi lambat dalam berjalan. tidak pelatihan berbagai mengalami kemajuan aktivitas sel-help dalam fungsi membaca atau aritmatika. dan keselamatan dasar. dan bicara dibanding anak-anak lainnya. berfungsi pada area mungkin berespons sensorimotor. mungkin membutuhkan bimbingan dan dukungan dalam menghadapi tekanan sosial dan ekonomi yang tidak biasa. bepergian secara mandiri ke tempattempat yang dikenal. dapat berespon terhadap pelatihan self-help mendasar. biasanya tidak dapat melakukan selfmaintenance Dapat menyesuaikan diri dengan rutinitas sehari-hari dan aktivitas repetitive. tetapi memiliki ketidakmampuan yang spesifik dapat mengerti pembicaraan dan memberikan respons.2. Dapat berjalan. RM Berat 4. RM Parah 35-40 sampai 50-55 20-25 sampai 35-40 Di bawah 20 atau 25 10% 3-4% 1-2% Jenis Tingkah Laku Adaptif Pada RM Usia 0-5 tahun Tingkat RM Kematangan & perkembangan Usia Sekolah 6-21 tahun Pelatihan & Pendidikan Menguasai ketrampilan praktis serta kemampuan membaca & aritmatika sampai kelas 3-6 SD dengan pendidikan khusus. Dapat mempelajari Keterlambatan yang komunikasi sederhana. tidak memiliki kemajuan dalam kemampuan membaca atau aritmatika. Berat Parah . membutuhkan pengarahan dan supervise terusmenerus dalam lingkungan yang melindungi. menunjukkan respons kapasitas minimal untuk emosional dasar. mungkin membutuhkan bantuan perawat. Dapat diarahkan pada konformitas sosial. serta keterampilan berespons terhadap tangan sederhana. Dapat melakukan tugas-tugas sederhana dalam lingkungan pusat pelatihan. Dewasa >21 tahun Kemampuan sosial & vokasional Biasanya dapat mencapai keterampilan sosial dan vokasional untuk membiayai diri sendiri.

Anak-anak dengan RM mungkin membutuhkan konseling psikologis untuk membantu menyesuaikan diri dengan kehidupan di masyarakat. sebagian bergantung pada derajat dan keparahan dan tipe retardasi dengan pelatihan yang tepat. Tehnik-tehnik penanganan perilaku lainnya mencakup pelatihan. sehingga menyebabkan jumlah kromosom menjadi 47 bukan 46. tangan yang kecil dan berbentuk segiempat. menulis dan mengerjakan tugas-tugas aritmatika sederhana bila mereka pendidikan yang tepat dan dukungan yang baik. dan rahang. Sindrom down dan aktivitas kromosom lainnya Abnormalitas kromosom yang paling umum menyebabkan retardasi mental adalah sindrom down. Penempatan di institusi sering kali didasarkan pada kebutuhan untuk mengontrol perilaku destruktif atau agresif. juga merupakan ciri anak-anak dengan sindrom down. Mereka cenderung tidak terkoordinasi dan kurang memliki tekanan otot yang cukup sehingga akan sulit bagi mereka untuk melakukan tugas-tugas fisik. pekerjaan dan hubungan sosial. memakai pakaian dan menyisisi rambut.perawat. hidung datar. misalnya group home. maintenance memerlukan supervise/ pengawasan yang ketat. dengan jari-jari pendek. dan pelatihan pengelolaan amarah untuk membantu individu mengambangkan cara-cara yang lebih efektif dalam mengatasi . Mereka dapat menguasai ketrampilan vokasional yang memungkinkan mereka untuk membiayai diri sendiri melalui pekerjaan yang bermakna. Konsuling suportif dapat digabungkan dengan tehnik-tehnik perilaku yang membantu mereka memperoleh ketrampilan-ketrampilan mengenai kesehatan pribadi. Anak dengan sindrom down dapat dikenali berdasarkan cirri-ciri fisik tertentu seperti wajah bulat. Intervensi Retardasi Mental Pelayanan yang dibutuhkan oleh anak-anak dengan RM untuk memenuhi tuntutan perkembangan . Pendekatan perilaku yang lebih terstruktur dapat digunakan untuk mengajar orang-orang dengan tingkat RM lebih berat. melakukan selftangan. yang ditandai oleh adanya kelebihan kromosom ke 3 pada pasangan kromosom ke 21. seperti pada individu normal (Wade. Lidah yang menonjol. anak-anak dengan RM Ringan dapat mencapai kemampuan setara dengan anak kelas 6 SD. Hampir semua anak ini mengalami RM dan masalah fisik. dan mengalami kesulitan untuk mengikuti instruksi dari guru dan mengekspresikan pemikiran atau kebutuhan mereka dengan jelas secara verbal. menggunakan kaki. misalnya mengajarkan menggosok gigi. bukan karena parahnya gangguan intelektual. Anak-anak ini mengalami defist memori. dan terlibat dalam aktivitas bermain. ketrampilan sosial. dan adanya lipatan yang mengarah ke bawah pada kulit di bagian ujung mata. jari kelima melengkung dan ukuran tangan dan kaki yang kecil serta tidak proporsional dibandingkan keseluruhan tubuh. Sebagian besar dapat belajar membaca. seperti gangguan pada pembentukan jantung dan kesulitan pernapasan dan sebagian besar meninggal pada usia pertengahan. Anak-anak dengan sindrom down menderita berbagai deficit dalam belajar dan perkembangan.2000). yang memberikan kesan sipit. mereka cenderung kehilangan ingatan dan mengalami emosi yang kekanak-kanakan yang menandai senilitas. lebar. sebaliknya anak-anak dengan RM Berat atau parah membutuhkan penanganan institusi atau ditempatkan pada pusat pelayanan residensial yang ada di komunitas. yang memfokuskan pada peningkatan kemampuan individu untuk berhubungan secara efektif dengan orang lain. Pada tahun-tahun terakhir hidup.

atau mengganti kata-kata ketika membaca dengan keras. bersamaan dengan kelas 2 SD. Mereka mungkin juga salah mempersepsikan huruf-huruf seperti jungkir balik (contohnya bingung antara w dengan m) atau melihatnya secara terbalik (b untuk d). Intervensi Gangguan Belajar . Anak-anak dengan gangguan belajar cenderung berprestasi buruk di sekolah. Keterbatasan dapat muncul dalam bentuk kesalahan mengeja. Gangguan Menulis Gangguan menulis mengacu pada anak-anak dengan keterbatasan kemampuan menulis. matematika atau menulis hingga menghambat prestasi sekolah atau fungsi sehari-sehari. 3. atau belajar tabel perkalian. sebaliknya dapat merupakan orang yang pandai. mungkin berbakat. mereka sering dinilai gagal oleh guru dan keluarga mereka. Anak-anak yang menderita disleksia membaca dengan lambat dan kesulitan. tata bahasa. 3. Tidak mengherankan bahwa sebagian besar dari mereka mengembangkan ekspektasi yang rendah dan bermasalah dengan self esteem. Masalah ini mungkin tampak sejak anak duduk di kelas tetapi umumnya tidak dikenali sampai anak duduk di kelas 2 atau 3 SD. Retardasi mental melibatkan keterlambatan secara umum dalam perkembangan intelektual. Anak-anak dengan disleksia cenderung lebih rentan terhadap depresi. Gangguan Matematika Gangguan matematika menggambarkan anak-anak dengan kekurangan kemampuan aritmatika mereka dapat memiliki masalah memahami istilah-istilah matematika dasar atau oprasi seperti penjumlahan atau pengurangan. merasa tidak kompeten secara akademik. 2. Gangguan Membaca Gangguan membaca (disleksia) mengacu pada anak-anak yang memiliki perkembangan ketrampilan yang buruk dalam mengenali kata-kata dan memahami bacaan. disleksia biasanya tampak pada usia 7 tahun.” Disleksia mungkin merupakan gangguan yang paling umum dari gangguan belajar (learning disorder) juga disebut ketidakmampuan belajar. Orang-orang dengan gangguan belajar. danmenunjukkan tanda-tanda ADHD. memahami simbol-simbol matematika. Disleksia merupakan 80% dari kasus gangguan belajar dan terjadi pada individu-individu yang mengalami kesulitan membaca walaupun mereka memiliki intelegensi rata-rata. dan mereka mengubah. walaupun kadang-kadang sudah dikenali pada usia 6 tahun. Kesulitan menulis yang parah umunya tampak pada usia 7 tahun walaupun kasuskasus yang lebih ringan mungkin tidak dikenali sampai usia 10 tahun atau setelahnya. Tipe-tipe Gangguan Belajar 1. Mereka memiliki kesulitan menguraikan huruf-huruf dan kombinasinya serta mengalami kesulitan menerjemahkannya menjadi suara yang tepat. Gangguan belajar cenderung menjadi gangguan kronis selanjutnya memengaruhi perkembangan sampai usia dewasa. dysartinya buruk dan lexicon. memiliki self-worth yang rendah. artinya “dalam kata-kata. tanda baca atau kesulitan dalam membentuk kalimat dan paragraf. tetapi menunjukkan perkembangan yang buruk dalam kemampuan membaca.konflik tanpa bertindak agresif. Gangguan belajar Gangguan belajar (dyslexia) adalah istilah yang berasal dari bahasa Yunani. menghilangkan.

Model psikoedukasi Model ini menekankan pada kekuatan-kekuatan dan preferensi-preferensi anak daripada usaha untuk mengoreksi defisiensi yang diduga mendasarinya. mengeja. 6. dan seterusnya. Selanjutnya peningkatan kemampuan membaca diharapkan akan terjadi. Kompetensi belajar anak akan dinilai untuk menentukan letak difisiensi dalam hierarki ketrampilan. Model linguistik Pendekatan linguistic berfokus pada defisiensi dasar dalam bahasa anak. Penanganan harus diarahkan pada patologi yang mendasarinya dan bukan pada ketidakmampuan belajar. mungkin dengan cara latihan mengikuti stimulus visual. dan 3) memonitor kesuksesan strategi-strategi mereka. 5. yang akan menimbulkan masalah dalam membaca. Model medis Model ini mengasumsikan bahwa gangguan belajar merupakan simtom-simtom dari defisiensi dalam pengolahan kognitif yang memiliki dasar biologis. Bila anak memiliki kerusakan visual yang menyebabkan kesulitan untuk mengikuti sebaris teks. Program instruksi dan penguatan perilaku yang disusun secara individual membantu anak untuk memperoleh ketrampilanketrampilan yang dibutuhkan dalam melaksanakan tugas-tugas akademik. Model behavioral Mengasumsikan bahwa belajar akademik dibangun di atas hierarki ketrampilanketrampilan dasar atau “perilaku yang memampukan (enabling behaviors)”. seperti kegagalan untuk mengenali bagaimana suara-suara dan kata-kata saling dikaitkan untuk menciptakan arti. 2. Model ini mengajarkan ketrampilan bahasa secara bertahap. 2) menerpakan strategi-strategi pemecahan masalah yang efektif untuk menyelesaikan tugastugas. 3. Misalnya seorang anak yang menyimpan informasi auditori lebih baik disbanding visual akan diajar secara verbal. Anak-anak dengan masalah aritmatika dapat diarhakan untuk membagi tugas matematika menjadi komponen-komponen tugas. Diasumsikan bahwa gangguan belajar mereflesikan deficit dalam pengolahan informasi yang memiliki dasar biologis (model medis).Intervensi-intervensi untuk gangguan belajar umunya menggunakan perspektif berikut : 1. kemudian mengombinasikan huruf-huruf dan suara-suara menjadi kata-kata. Model kognitif Model ini berfokus pada bagaimana anak-anak mengatur pemikiran-pemikiran mereka ketika belajar materi-materi akademik. Model neuropsikologi Pendekatan ini berasal dari model psikoedukasi dan medis. misalnya. dan amenemukan kata-kata untuk mengekspresikan diri mereka. penanganan seharunya ditujukan untuk mengatasi deficit visual. membantu murid-murid menangkap struktur dan menggunakan kata-kata. Untuk dapat membaca secara efektif. memikirkan tahapan yang diperlukan untuk . anak-anak dibantu untuk belajar dengan 1) mengenali sifat dari tugas belajar. menggunakan rekaman pita. Dalam perspektif ini. dan bukan materi-materi visual. seseorang harus belajar mengenai huruf-huruf. 4. Diasumsikan pula bahwa program-program pendidikan harus diadaptasi untuk memperhatikan deficit-defisit yang mendasarinya ini disesuaikan dengan kebutuhan setiap anak.

3. 5. sh dan th. Anak-anak dengan gangguan ini mungkin menghilangkan. atau pekerjaan. Gangguan fonologik melibatkan kesulitan dalam artikulasi suara dalam berbicara tanpa adanya kerusakan pada mekanisme bicara atau hendaya neurologis. mengganti. 7. Hambatan dalam berbicara. Penanganan pada gangguan komunikasi umumnya dilakukan melalui terapi bicara dan konseling . “S-s-saya senang bertemu Anda”) (APA. kesalahan dalam tata bahasa. 8. gangguan bahasa campuran reseptif/ekspresif. anak memiliki kesulitan memahami tipe-tipe kata / kalimat tertentu (seperti kata-kata yang mengekspresikan perbedaan kuantitas-large. Gagap melibatkan gangguan pada kemampuan untuk bicara lancar dengan waktu yang tepat. terjadi masalah mengartikulasi suara-suara yang seharusnya sudah dikusai pada masa prasekolah: b. Dalam beberapa kasus. Anak-anak menunjukkan kemajuan melalui pendekatan sistematis dalam memecahkan masalah yang dapat diaplikasikan pada tuga-tugas akademik yang beragam 4. 6. Terapi bicara sering sekali membantu. d. m. n. 4. 2. l. gangguan fonologis.menyelesaikan setiap tugas. Repetisi dari suara-suara dan suku kata. seperti adanya jeda di antara kata-kata yang diucapkan. dan masalah dalam memproduksi kalimat dengan kerumitan dan panjang yang sesuai dengan usia individu. Perpanjangan pada suara-suara tertentu. atau huge). Pada kasus yang lebih berat. Gangguan bahasa ekspresif melibatkan hendaya dalam penggunaan bahasa verbal seperti perkembangan kosakata yang lambat. Circumlocution (substitusi kata-kat alternatif untuk menghindari kata-kata yang bermasalah). dan pada kasuskasus yang lebih ringan dapat teratasi dengan sendirinya pada usia 8 tahun. istilah-istilah spasial (seperti dekat atu jauh) atau tipe-tipe kalimat (seperti kalimat yang dimulai dengan kata unlike). t. Gangguan bahasa reseptif / ekspresif mengacu pada anak-anak yang memiliki kesulitan baik dalam memahami maupun memproduksi bahasa verbal. Anak-anak dengan kesulitan ini dapat memiliki gangguan fonologis (artikulasi) yang menambah masalah bicara mereka. dan h. Penyisipan suara-suara yang tidak tepat. Masing-masing gangguan ini mempengaruhi fungsi akademik. dan mengevaluasi prestasi mereka pada setiap tahap untuk menilai bagaimana meneruskannya. Gangguan komunikasi Gangguan komunikasi (Communication dicorders) meliputi kesulitan-kesulitan dalam pemahaman atau dalam penggunaan bahasa. f. Repetisi dari kata yang terdir dari suku kata tunggal (misalnya. Gangguan ini ditandai oleh satu dari beberapa karakteristik berikut : 1. big. atau kemampuan untuk berkomunikasi secara sosial.2000). dan gagap. r. atau salah mengucapkan bunyi-bunyi tertentu terutama bunyi ch. yang biasanya dapat diucapkan secara tepat saat anak memasuki usia sekolah. Gagap biasanya dimulai pada usia antara 2 dan 7 tahun dan terdapat pada sekitar 1 di antara 100 anak sebelum pubertas (APA. Kategori-kategori dari gangguan komunikasi adalah gangguan bahasa ekspresif. Kata-kata yang terputus. kesulitan mengingat kembali kata-kata. Tampak adanya tekanan fisik ketika mengucapkan kata-kata .2000) Gagap muncul terutama pada laki-laki dengan rasio sekitar 3:1.

ketika masalah dengan perhatian atau hiperaktivitas-impulsivitas menyulitkan anak untuk menyesuaikan diri. temper tantrum. . Klasifikasi dari Gangguan Belajar dan Gangguan Komunikasi dalam DSM-IV Gangguan Membaca Gangguan Matematika Gangguan Belajar Gangguan Menulis Gangguan Bahasa Ekspresif Gangguan Bahasa Campuran Reseptif/Ekspresif Gangguan Fonologis Gagap Gangguan Komunikasi 5. dan tipe kombinasi yang ditandai oleh tidak adanya perhatian dan hiperaktivitas-impulsivitas tingkat tinggi (APA. anak memperlihatkan impulsivitas. Namun pada gangguan attention-deficit hyperactivty (attention-deficit hyperactivity disorder/ADHD ). banyak anak kecil yang terlalu aktif tidak mengembangkan ADHD.psikologis untuk kecemasan sosial dan masalah-masalah emosional lainnya. ADHD didiaknosis 2 sampai 9 kali lebih bayak pada anak laki-laki dibandingkan dengan anak perempuan (APA. Kurang dapat memusatkan perhatian. dan tidak berespon terhadap hukuman. khususnya laki-laki. dan gangguan sikap menentang (ODD). 2000). mengganggu. masalah-masalah lain yang terkait mencakup ketidakmampuan untuk duduk tenang lebih dari beberapa menit. Namun anak-anak dengan ADHD tampak hiperaktif tanpa alasan dan terlihat tidak bisa menyesuaikan perilaku mereka terdapat tuntutan guru dan orang tua. ADHD dibagi menjadi 3 subtipe: tipe predominan tidak adanya perhatian. tingkat terjadinya beberapa gangguan ini secara bersamaan (komorbiditas) amat tinggi (Jensen. terutama masa kanak-kanak. Gangguan Attention Deficit Hyperactivity Banyak orang tua yang meyakini bahwa anak-anak mereka tidak memperhatikan mereka anak-anak itu berlari-lari dan melakukan banyak hal dengan cara mereka. Aktivitas dan kegelisahan anak ADHD menghambat kemampuan mereka untuk berfungsi di sekolah. Sementara mereka yang setuju dengan diagnosis mengatakan bahwa ada perbedaan kualitas antara over aktivitas yang normal dengan ADHD. tipe predominan hiperaktif/impulsif. keras kepala. Martin & Cantwell. 2000) walaupun kurangnya perhatian merupakan dasar dari masalah. Anak-anak overaktif yang normal biasaya diarahkan oleh suatu tujuan dan dapat mengontrol perilaku mereka. dan hiperakivitas (hyperactivity) yang dianggap tidak sesuai dengan tingkat perkembangan meraka. termasuk gangguan attention-deficit hyperactivity (ADHD). merupakan hal yang normal. Walaupun terdapat perbedaan antara gangguan-gangguan ini. Walaupun tanda-tanda hiperaktivitas sudah sering teramati sejak awal. tidak adanya perhatian. Gangguan-gangguan ini menimbulkan masalah sosial dan biasanya lebih merugikan orang lain daripada anak-anak yang menerima diagnosis ini. Gangguan pemusatan pikiran dan perilaku bermasalah Kategori gangguan ini mengacu pada masalah perilaku yang sangat beragam. 1997). Gangguan ini biasanya didiagnosis pertama kali ketika anak berada di sekolah dasar. sangatlah aktif pada usia awal sekolah. gangguan tingkah laku (CD). Sebagian besar anak.

Walaupun anak-anak ADHD cenderung memiliki intelejensi rata-rata atau diatas ratarata. sosial dan pekerjaan. permainan. Mereka kemungkinan besar memiliki kesulitan belajar. rumah. mainan. Kesulitan mengatur pekerjaan dan aktivitas lain. Sering lupa melakukan aktivitas sehari-hari. Tidak bisa menunggu giliran dalam antrean. Mudah teralihkan perhatiannya. dan lainnya. dan sebagainya. Mereka juga cenderung lebih beresiko mengalami gangguan mood. 1996a. harus secara signifikan menghambat fungsi akademik. Meninggalkan kursi pada situasi belajar yang menuntut duduk tenang. kecemasan dan masalah dalam hubungan dalam hubungan keluarga (Biederman dkk. 1993). Kesulitan mempertahankan perhatian di sekolah atau saat bermain. mereka sering kali berprestasi dibawah potensinya disekolah. Tampak tidak mempertahankan apa yang dikatakan orang lain Tidak bisa mengikuti instruksi atau menyelesaikan tugas. Mereka gagal mengikuti atau mengingat instruksi atau menyelesaikan tugas. gangguan ini harus muncul sebelum usia 7 tahun. Gangguan ini sering kali menetap sampai remaja dan dewasa. Kehilangan alat-alat sekolah (misalnya. serta telah terjadi lebih dari 6 bulan paling tidak pada dua situasi seperti sekolah. Sering berteriak di kelas. Kesulitan untuk bermain dengan tenang. Penanganan ADHD . Mereka sering membuat keributan di kelas dan cenderung sering berkelahi. Menghindari pekerjaan atau aktivitas yang menuntut perhatian. pensil. mengulang kelas dan ditempatkan pada kelas khusus (faraone dkk. Jenis Masalah Kurangnya perhatian Ciri-ciri Diagnostik dari ADHD Pola Perilaku Khusus Gagal memperhatikan detail atau melakukan kecerobohan dalam tugas sekolah. atau pejerjaan. dan harus ditandai oleh sejumlah ciri klinis yang ada pada tabel ini. tugas-tugas). Hiperaktivitas Impulsivitas Untuk dapat didiagnosa ADHD. Tangan atau kaki bergerak gelisah atau menggeliat-geliat di kursi.b). buku. Berlarian atau memanjat bendabenda secara terus-menerus..

8. 2. dalam waktu lama). 2000).Obat-obatan yang digunakan dalam membantu anak-anak ADHD untuk lebih tenang dan perhatian di sekolah merupakan kelompok stimulan yang mencakup Ritalin ( metylphenidate). Secara fisik kasar terhadap hewan. 3. Gangguan tingkah laku Bila anak-anak ADHD melibatkan temper tantrum. berlangsung paling sedikit 6 bulan. perampokan. penjiplakan). 4. Dengan sengaja menyalakan api dengan tujuan membuat kerusakan. Menggunakan senjata yang menyebabkan bahaya fisik yang serius terhadap orang lain (misalnya. 10. 12. lari dari rumah. dan bentuknya berbeda diantara laki-laki dan perempuan. 6. mengacam atau mengintimidasi orang lain. pencurian di toko. 2001). 11. merampok. perampokan bersenjata). Memaksa seseorang untuk melakukan aktivitas seksual. 9. Mencuri dengan berkelahi dengan korban (misalnya. 13. Mereka sering terlibat dalam penyalahgunaan obat dan aktivitas seksual. Sepeti orang dewasa yang anti sosial. Sekarang masalah efek samping. mencuri dompet. . Gangguan tingkah laku biasanya bersifat kronis dan persisten (Lahey dkk. Kabur dari rumah pada malam hari paling sedikit 2 kali sewaktu tinggal di rumah orang tua atau orang tua asuh (atau sekali tanpa kembali. Pada laki-laki. merampok dengan senjata bahkan membunuh. balok. Obat-obat stimulan memiliki efek paradoksikal yaitu menenangkan dan meningkatkan rentang perhatian anak-anak ADHD. Gangguan tingkah laku lebih umum terjadi pada anak laki-laki daripada anak perempuan. anak-anak yang mengguankan stimulan akhirnya dapat mencapai kondisi fisik seperti teman-teman sebayanya (Gittelmen-Klein & Mannuzza. yang paling sedikit terdapat 3 hal di bawah ini : 1. penggunaan obat-obatan dan pelacuran.. atau senjata). Gangguan Konduksi Pola tingkah laku berulang dan menetap yang melanggar baik yang hak-hak dasar orang lain atau norma atau aturan sosial utama yang sesuai usia. banyak anak-anak dengan gangguan tingkah laku tidak punya perasaan dan tampaknya tidak memiliki rasa bersalah terhadap perlakuan buruk mereka. Sering menakut-nakuti. 1998). Sementara pada perempuan lebih cenderung pada berbohong. anak-anak dengan diagnosis gangguan tingkah laku secara sengaja bertindak agresif dan kasar. pisau. Gorman. Secara fisik kasar terhadap orang lain. 1990. Mencuri barang tidak berharga tanpa berkelahi dengan korban baik di rumah maupun di luar rumah (misalnya. 7. Mereka dapat mencuri dan merusak barang. pentungan. Sering berbohong atau melanggar janji untuk memperoleh barang atau bantuan untuk menghindari kewajiban (yaitu. dan stimulan jangka panjang lainnya yang dosisnya sekali sehari (Rugino & Copley. merusak apa maslah disekolah. bentuknya lebih pada mencuri. Walaupun efek samping jangka pendek (misalnya. 5. Sering tinggal di luar rumah walaupun dilarang oleh orang tua dimulai pada usia 13 tahun. botol pecah.mereka dapat melakukan pemerkosaan. biasanya akan menghilang dalam beberapa minggu atau dapat dihilangkan dengan mengurangi dosisnya (Wingert. Dengan sengaja merusak milik orang lain (selain membakar). 1997). pemerasan. membolos. kehilangan nafsu makan atau insomnia). Untungnya. Sering memulai perkelahian fisik. Saat remaja.”bohong” pada orang lain). berkelahi. Cilert (pemoline). Pengobatan stimulan tampaknya aman dan efektif bila dimonitor secara berhati-hati dan berhasil membantu sekitar 3 dari 4 anak dengan ADHD (Barkley. 1995).

yang ditunjukkan dengan kecenderungan mereka untuk berargumentasi dengan orang tua dan guru serta menolak mengikuti permintaan atau perintah dari orang dewasa. Sering marah dan judes. Atau mungkin ODD adalah awal atau bentuk yang lebih ringan dari gangguan tingkah laku (Abikoff & Klein.1993). mobil milik orang lain. dan gangguan tingkah laku melibatkan perilaku kenakalan seperti membolos. Sering berargumentasi dengan orang dewasa. paling sedikit 4 dari hal berikut ini ada : 1. dan membangkang berlangsung paling sedikit 6 bulan. mulai sebelum usia 13 tahun (atau sebagai pekerja. Mereka secara sengaja mengganggu orang lain sebagai penyebab kesalahan atau perilaku buruk mereka. 7. 2. benci kepada orang lain. 2000). Sering hilang kesadaran.1997). 8. Sering iri hati dan mendendam. Gangguan ini biasanya dimulai sebelum usia 8 tahun dan berkembang secara bertahap selama beberapa bulan atau tahun. bangunan. 1993). berlawanan. Program-program lain memperlihatkan model anak-anak pada video yang mendemonstrasikan keterampilanketerampilan mengontrol kemarahan. Banyak yang terbantu melalui program yang disusun untuk membantu mereka belajar keterampilan menangani amarah. atau dengki dan dendam pada orang lain (Angold & Costello. yang nanti dapat digunakan untuk mengatasi situasi-situasi konflik tanpa menggunakan perilaku yang kasar. Merusak rumah. berbohong. 3. Gangguan Sikap Menentang Pola negativistik. mencuri. 1996a).14. Sering secara aktif tidak patuh atau menolak mematuhi permintaan atau peraturan orang dewasa.APA. ODD lebih terkait erat dengan gangguan tingkah laku yang bukan kenakalan (negatif). Menempatkan anak-anak CD dalam program penanganan residential yang menetapkan aturanaturan eksplisit dan reward yang jelas justru lebih menjanjikan conditioning yang melibatkan penggunaan reward dan hukuman secara sistematis. 4. 1996. 6. Sering menyalahkan orang lain untuk kesalahan atau tingkah lakunya yang salah. Mereka melawan tokoh otoritas. Penanganan CD dan ODD Studi baru-baru ini menunjukkan bahwa Ritalin efektif untuk mengurangi perilaku antisosial pada anak-anak dan remaja dengan CD (Klein dkk. akademik. Sering secara disengaja mengerjakan pekerjaan yang mengganggu orang lain. Anak ODD cenderung bersikap negatif atau menentang. 5. Ganguan perilaku menyebabkan gangguan fungsi sosial. agresif (Rey. 1992. Sering bolos sekolah. bolos kerja). ... Biederman dkk. Sering menyentuh atau dengan mudah diganggu dengan orang lain. atau pekerjaan yang bermakna. Gangguan sikap menentang Perbedaan di antara para ahli tentang apakah gangguan sikap menentang (oppositional Defiant Dissorder/ODD ) merupakan gangguan yang berbeda merupakan variasi dari gangguan perilaku bermaslah yang sama terus berlangsung (Rey. 15.

Gangguan kecemasan dan perpisahan Merupakan hal yang normal bila anak-anak menunjukkan kecemasan bila mereka dipisahkan dari pengasuh mereka. Kecemasan dianggap tidak normal bila berlebihan dan menghambat fungsi akademik dan sosial atau menjadi menyusahkan atau persisten. Berbagai jenis gangguan kecemasan yang dapat didiagnosis. Anakanak dengan gangguan ini cenderung terikat pada orang tua dan mengikuti kemanapun mereka berada di lingkungan rumahnya. Jadi anak usia 3 tahun seharusnya dapat mengikuti kegiatan prasekolah tanpa merasa mual dan muntah .memohon agar orang tua tidak pergi atau temper tantrum bila orang tua akan pergi. Ciri lain dari gangguan ini mencakup mimpi buruk. menyebabkan perhatian yang berlebihan pada keselamatan anak-anak dan pasangan serta kesulitan mentoleransi perpisahan apapun. Dari orang-orang lain. Mary Ainsworrth (1989) yang meneliti tentang perkembangan perilaku kelekatan. Anak-anak dapat pula menunjukkan pola penolakan terhadap interaksi sosial yang lebih umum yang merupakan ciri gangguan kepribadian menghindar. mual dan muntah ketika mengantisipasi perpisahan (seperti pada harii-hari sekolah). Gangguan ini dapat berlangsung sampai dewasa. Gangguan kecemasan akan perpisahan (operation anxiety disorder) didiagnosis jika kecemasan akan perpisahan itu persisten dan berlebihan atau tidak sesuai dengan dengan tingkat perkembangan anak. Apapun penyebabnya anak-anak yang merasakan cemas berlebihan dapat terbantu melalui teknik-teknik penanganan kecemasan. gangguan kecemasan menyeluruh dan gangguan mood. Penolakan mereka terhadap terhadap orangorang diluar anggota keluarga mempengaruhi perkembangan hubungan sosial mereka dengan teman sebaya. Anak usia 6 tahun seharusnya dapat mengikuti sekolah dasar tanpa rasa ketakutan yang terus menerus bahwa sesuatu yang buruk akan terjadi kepadanya atau orang tuanya. Pendekatan kognitif behavioral telah memberikan hasil-hasil yang mengagumkan dalam menangani kecemasan di masa kanak-kanak. sakit perut. cemas. seperti ketakutan akan penolakan atau kegagalan yang dibawa pada berbagai situasi. Walaupun anakanak yang secara sosial menolak atau memiliki gangguan kecemasan sosial dapat memiliki hubungan yang hangat dengan anggota keluarga maka cenderung pemalu dan menarik diri. Faktor genetis dapat pula memegang peranan dalam kecemasan akan perpisahan dan gangguan kecemasan lain (Coyle. Masalah tersebut cenderung berkembang setelah ketakutan yang normalterhadap orang asing menghilang pada usia 2. termasuk fobia spesifik. Perspektif tentang gangguan kecemasan pada kanak-kanak Teoritikus psikoanalisa berpendapat bahwa kecemasan-kecemasan dan ketakutan pada masa kecil. Kecemasan dan depresi Kecemasan dan depresi Kecemasan dan ketakutan merupakan ciri normal pada masa kanak-kanak. seperti halnya pada kehidupan orang dewasa. mencatat bahwa kecemasan akan perpisahan adalah ciri normal dari hubungan anak-pengasuh dan dimulai sejak tahun pertama. . fobia sosial. Teknik-teknik kognitif seperti menggantikan self talk menimbulkan kecemasan dengan self talk yang bersifat coping masalah juga membantu.5tahun atau lebih. seperti yang terjadi pada orang dewasa melambangkan konflikkonflik yang tidak disadari Teoritikus belajar menyatakan bahwa munculnya kecemasan menyeluruh dapat menyentuh tema-tema yang luas. 2001). Rasa tertekan yang mereka alami saat berkumpul dengan anak-anak lain disekolah dapat pula mempengaruhi kemajuan akademik mereka.6.

Namum banyak yang masih terus mengompol setahun kemudian atau lebih.Depresi pada masa kanak-kanak Anak-anak dapat menderita gangguan mood. Anak-anak biasanya tidak mampu mengenali perasaan internal sampai usia 7 tahun. masih belum diketahui apakah anak-anak depresi karena pola berpikir depresi atau depresi yang menyebabkan perubahan pada pola berpikir. Mereka mungkin tidak melaporkan perasaan sedih mereka walaupun mereka tampak sedih bagi orang lain. atletik. Enuresis saat tidur malam adalah tipe yang paling umum dan enuresis yang muncul saat tidur disebut mengompol. Perubahan kognisi pada anak-anak yang depresi meliputi : Mengharapkan yang terburuk (pesimis) Membesar-besarkan konsekuensi dari kejadian-kejadian negative Mengasumsikan tanggung jawab pribadi untuk hasil yang negatif.walaupun pada 1 % kasus masalah ini berlanjut sampai dewasa. Enuresis dan Enkopresis merupakan gangguan yang melibatkan masalah BAK dan BAB tanpa penyebab organic. sehingga mengakibatkan konflik di masa depan. Anak-anak yang depresi juga kurang memiliki berbagai ketrampilan akademik. tampaknya memainkan peran yang lebih besar dalam perkembangan depresi. Mereka sering menyimpan perasaan mereka dan menyebabkan orang tua tidak menyadari masalah yang terjadi. Depresi pada anak-anak juga memiliki ciri yang berbeda. Enuresis dapat terjadi selama tidur malam saja. walaupun tidak beralasan. Enuresis adalah kegagalan untuk mengontrol BAK setelah seorang mencapai usia normal untuk mampu melakukan kontrol. Secara selektif hanya memperhatikan aspek-aspek negatif dari berbagai kejadian Walaupun terdapat hubungan antara faktor kognitif dan depresi. lebih sering terjadi pada anak laki-laki. Enuresis . dan sosial.selama anak terjaga saja atau keduanya. termasuk gangguan bipolar dan depresi mayor. Enuresis diperkirakan mempengaruhi 7 % anak laki-laki dan 3 % anak perempuan usia 5 tahun. takut akan kematian orang tua dan terikat pada orang tua. faktor-faktor kognitif.seperti halnya gangguan perkembangan lain. seperti menolak sekolah. Gangguan ini biasanya hilang dengan sendirinya pada usia remaja atau sebelumnya. seperti cara atribusi. Gangguan eliminasi Mengompol masih sering terjadi sampai usia 24 bulan saat ini kebanyakan anak di amerika bisa mengontrol BAK pada 2 dan 3 tahun. Anak-anak yang depresi mungkin gagal untuk melabel perasaan mereka sebagai depresi. Enuresis Enuresis berasal dari bahasa yunani “en” yang berarti “di dalam” dan “ouron” berarti “urine”. Bila tidur malam hari anak-anak harus belajar untuk bangun bila mereka merasa ada tekanan dari kemih yang penuh dan . Perasaan negatif juga diekspresikan dalam bentuk kemarahan. Dengan semakin matangnya anak-anak dan meningkatnya kemampuan kognitif mereka. Mereka merasa kesulitan untuk berkonsentrasi disekolah dan mengalami rendahnya memori sehingga sulit untuk meningkatkan nilai mereka. 7. Korelasi penanganan depresi pada masa kanak-kanak Depresi dan perilaku bunuh diri pada anak-anak biasanya terjadi karena konflik keluarga.cemberut. atau perasaan tidak sabar.

Diagnosis enuresis diterapkan pada kasuskasus mengompol ditempat tidur atau BAK dipakaian pada siang hari yang dilakukan berulang kali pada anak-anak yang berusia minimal 5 tahun. Gangguan ini lebih umum terjadi pada anak laki-laki. Bila bantalan basah sirkuit listrik menutup. Enkopresis adalah kurangnya control terhadap keinginan BAB yang bukan disebabkan oleh masalah organik. Soiling (mengotori) tidak seperti enuresis. Sekitar 1 % dari anak-anak usia 5 tahun mengalami Enkopresis.bentuk yang paling umum yang ditandai oleh mengompol yang terus menerus dan tidak pernah mampu mengontrol BAK yang diturunkan secara genetis.kemudian pergi ke kamar mandi untuk BAK.menyebabkan bel berbunyi dan membangunkan anak yang masih tidur. Setelah beberapa kali pengulangan sebagisan besar anak belajar untuk bangun sebagai respon dari tekanan kandung kemih sebelum mereka mengompol. Factor-faktor predisposisi yang mungkin adalah toilet training yang tidak konsisten atau tidak lengkap dan sumber stress psikologis seperti kelahiran saudara sekandung atau mulai bersekolah. Disini diberikan reward (dengan pujian atau cara-cara lain) untuk keberhasilan usaha self control dan hukuman untuk ketidaksengajaan ( misalnya dengan memberi . Mengompol ditempat tidur biasanya muncul selama tahapan tidur yang paling dalam dan dapat mencerminkan ketidakmatangan dari system saraf. Enkopresis Enkopresis berasal dari bahasa yunani en. Factor-faktor genetis dapat terkait dengan penyebaran dari enuresis primer. Hal ini dapat merepresentasikan respon regresi terhadap kelahiran saudara kandung atau beberapa sumber stress lain atau perubahan dalam kehidupan seperti mulai bersekolah atau mengalami kematian orang tua maupun anggota keluarga lain. Perspektif teoretis Psikodinamika mengemukakan bahwa enuresis dapat merepresentasikan ekpresi kemarahan pada orang tua karena pelatihan BAK dan BAB yang keras. Masalah dalam mengompol adalah anak-anak enuresis tetap tidur walaupun ada tekanan dari kandung kemih yang biasanya membangunkan anak-anak lain.factor-faktor lingkungan dan perilaku juga memainkan peran dalam menentukan perkembangan dan jangka waktu gangguan. Danish (1995) menunjukan bahwa enuresis primer.yang artinya “feses”. Metode behavioral sudah terbukti mampu membantu bila enuresis beratahan atau menyebabkan stress tinggi pada orang tua atau anak. Jadi akan amat memalukan bagi anak. Hobart Mowrer memprakarsai metode bel dan bantalan dimana bantalan khusus ditempatkan dibawah anak yang sedang tidur. Enuresis sekunder tampak pada anak-anak yang memiliki masalah setelah mampu mengontrol BAK dan diasosiasikan dengan mengompol secara berkala. Metode operan conditioning dapat membantu dalam mengatasi soiling. Enkopresis jarang terjadi pada remaja usia pertengahan kecuali mereka yang mengalami retardasi mental yang parah atau intens. Penanganan Enuresis biasanya hilang dengan sendirinya setelah anak-anak menjadi dewasa. Kegagalan pada masa awal dapat menghubungkan kecemasan dengan usaha untuk mengontrol BAK. Teoritikus menekankan bahwa enuresis muncul paling sering pada anak-anak dengan orang tua yang mencoba melatih mereka sejak usia dini. Teman sekelas sering menghindari atau mempermalukan anak dengan enkopresis.secara refleks mereka mengompol ditempat tidur. Metode tersebut mengkondisikan anak-anak untuk bangun bila kandung kemih mereka penuh.dan kopros.lebih sering terjadi siang hari daripada malam hari. Akibatnya .

dan konseling teman sebaya. Dukungan terapeutik bagi anak-anak diberikan melalui psikoterapi individu. terapi bermain. Pencegahan sekunder dengan menemukan kasus secara dini pada anak-anak yang mengalami kesulitan di sekolah sehingga tindakan yang tepat dapat segera dilakukan.peringatan agar lebih memperhatikan rasa ingin BAB dan meminta anak untuk membersihkan pakaian dalamnya). terdapat di rumah sakit jiwa. Penting untuk membantu keluarga mendapatkan keterampilan dan bantuan yang diperlukan guna membuat perubahan yang dapat meningkatkan fungsi dari semua anggota keluarga. Unit khusus untuk mengobati anak-anak dan remaja. Metode pengobatan perilaku pada umumnya digunakan untuk membantu anak dalam mengembangkan metode koping. menghindari adu kekuatan. Metodenya meliputi konseling individu dengan program bimbingan sekolah dan rujukan kesehatan jiwa komunitas. Terapi keluarga dan penyuluhan keluarga. C. atau bagi klien yang beresiko tinggi melakukan kekerasan terhadap dirinya sendiri ataupun orang lain. Program hospitalisasi parsial juga tersedia. layanan intervensi krisis bagi keluarga yang mengalami situasi traumatik. Yaitu dengan cara-cara yaitu : Pencegahan primer melalui berbagai program sosial yang ditujukan untuk menciptakan lingkungan yang meningkatkan kesehatan anak. program penanganan dini bagi orang tua dengan faktor resiko yang sudah diketahui dalam membesarkan anak. Bila Enkopresis bertahan direkomendasikan evaluasi medis dan psikologis untuk menentukan kemungkinan penanganan yang tepat. konseling kelompok di sekolah. Contohnya adalah perawatan pranatal awal. 2. Seklusi dan restrein untuk mengendalikan perilaku disruptif masi menjadi kontroversi. Perawatan berbasis komunitas saat ini lebih banyak terdapat pada managed care. Pengobatan di unit-unit ini biasanya diberikan untuk klien yang tidak sembuh dengan metode alternatif. dan program pendidikan khusus untuk anak-anak yang tidak mampu berpartisipasi dalam sistem sekolah yang normal. Farmakoterapi. dan mengidentifikasi anak-anak yang berisiko untuk memberikan dukungan dan pendidikan kepada orang tua dari anak-anak ini. PENANGANAN SECARA UMUM Beberapa terapi atau perawatan gangguan perkembangan anak dan remaja antara lain: A. Penelitian menunjukkan bahwa metode ini dapat bersifat traumatik pada anak-anak dan tidak efektif untuk pembelajaran respon adaptif. dan intervensi dini untuk mencegah memburuknya perilaku. Tindakan yang kurang restriktif meliputi istirahat (time-out). . Pengobatan berbasis rumah sakit dan Rehabilitasi. penahanan terapeutik. memberikan program sekolah di tempat (onsite) yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan khusus anak yang menderita penyakit jiwa. B.

respon klinis. mengakibatkan hasil yang tidak konsisten. Perbedaan fisiologi anak-anak dan remaja mempengaruhi jumlah dosis.Medikasi digunakan sebagai satu metode pengobatan. . Medikasi psikotropik digunakan dengan hati-hati pada klien anak-anak dan remaja karena memiliki efek samping yang beragam. terutama dengan antidepresan trisiklik. dan efek samping dari medikasi psikotropik. Perbedaan perkembangan neurotransmiter pada anak-anak dapat mempengaruhi hasil pengobatan psikotropik. b. Pemberian metode ini berdasarkan : a.