HUBUNGAN BILATERAL REPUBLIK INDONESIA – REPUBLIK FILIPINA (Perspektif Keamanan Internasional

)

Oleh: Muh. Miftachun Niam 08430008

ILMU HUBUNGAN INTERNASIONAL FAKULTAS ILMU SOSIAL ILMU POLITIK UNIVERSITAS SLAMET RIYADI SURAKARTA 2010

1

Indonesia yang tadinya merupakan negara aman menjadi sedikit membara. Pada umumnya. Disana juga terdapat kelompok Abu Sayyaf. Indonesia dan Filipina sama-sama negara kepulauan. jika dibandingkan dengan Singapura dan Malaysia. Masalah lainnya adalah ketiga pulau tersebut berbatasan dengan Davau dan Mindanao. sebuah kelompok yang oleh PBB digolongkan kedalam jaringan terorisme dan banyak melakukan aksi terorisme di Filipina. senjata hingga manusia. narkotika. Tidak serumit jika Indonesia bermasalah dengan Malaysia ataupun Singapura. Berbagai konflik yang terjadi di wilayah Indonesia dan berbagai aksi terorisme di Indonesia 2 . Hubungan antara Filipina dengan Indonesia jauh lebih erat dan romantis. hal tersebut membuat Indonesia dan Filipina memiliki kesamaan gaya pula sehingga masalah yang terjadi diantara keduanya dapat diselesaikan dengan mudah. sama-sama berkembang dan berbagai kesamaan lainnya. dua wilayah di Filipina yang rawan dengan berbagai konflik. pemberitaan media di Indonesia lebih banyak mengarah ke Singapura dan Malaysia. banyak yang tidak tahu bahwa Filipina merupakan salah satu negeri jiran kita. Disana terdapat kelompok Moro Islamic Liberation Front/MILF yang melakukan pemberontakan dan menuntut kemerdekaan dari Filipina. Namun hal tersebut tidak berarti hubungan antara Indonesia dan Filipina tanpa cela. Sebenarnya. sama-sama negara demokrasi. Maklum saja. Ketiga pulau tersebut seringkali menjadi tempat penyelundupan barang.BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang “Filipina itu kawan atau lawan?” itulah pertanyaan yang seringkali dilontarkan oleh masyarakat Indonesia yang belum begitu mengenal Filipina. sedangkan Malaysia terkenal dengan militernya yang bandel dan memiliki banyak masalah dengan Indonesia. Pencurian ikan oleh nelayan Filipina pun biasa terjadi di sekitar wilayah tersebut. masyarakat Indonesia lebih mengenal Malaysia dan Singapura sebagai negara jiran. Indonesia memiliki 3 pulau terluar yang berbatasan langsung dengan Filipina yaitu Pulau Miangas. Lantas kenapa Filipina tidak begitu dikenal oleh masyarakat Indonesia? Apakah hal ini mengindikasikan bahwa Indonesia jarang berhubungan dengan Filipina? Tidak juga. Keduanya sebenarnya memiliki masalah pelik yang harus dihadapi terutama masalah perbatasan. Singapura terkenal dengan negara kecil dengan kemajuan negerinya yang begitu fantastis. Masalah kedua kelompok tersebut seringkali merembet ke negara tetangga termasuk Indonesia. Indonesia dan Filipina ibarat anak sebaya yang memiliki banyak kesamaan baik secara geografis maupun politik. Sebagaimana diketahui. Akibatnya. Pulau Marore dan Pulau Marampit.

Pemerintah Filipina sebenarnya merupakan pemerintah yang bersahabat dan bekerjasama baik dengan Pemerintah Indonesia. banyak warga Filipina yang membuat masalah dalam negeri tapi berimbas buruk kepada Indonesia.”Filipina itu kawan atau lawan?”. Penyelundupan senjata dari MILF atau Abu Sayyaf ke Indonesia melalui perbatasan sudah menjadi rahasia umum. penulis tertarik untuk memecahkan pertanyaan. Namun di sisi lain.ditengarai berasal dari Filipina. Kuat dugaan bahwa munculnya berbagai kejahatan yang menggunakan senjata api sebenarnya berasal dari kedua kelompok tersebut. Perumusan Masalah Berdasarkan pada uraian diatas. Di satu sisi. Dari sini. kita kembali bertanya. “Adakah masalah dalam negeri Filipina yang berpotensi Mengganggu stabilitas Indonesia?” dan “Apa saja Solusi yang sudah ditempuh oleh kedua pemerintahan tersebut?” 3 .

4 . Dalam perkembangannya. Kasus Terorisme Di Kawasan Filipina Selatan terdapat 2 organisasi yang melakukan pemberontakan dan menuntut kemerdekaan tersendiri yaitu MILF dan Abu Sayyaf.BAB II PEMBAHASAN Duta Besar RI untuk Filipina Y Kristiarto S Legowo dalam sebuah Kuliah Umum di Universitas Slamet Riyadi Surakarta menyebutkan bahwa saat ini Indonesia menerapkan Politik Luar Negeri Thousand Friends and Zero Enemy. bahkan ada beberapa kawasan yang berhasil dikuasai secara penuh oleh kedua organisasi tersebut. Sulu. mendirikan sebuah negara baru yang terdiri dari Bangsa Moro (Meliputi Mindanao. pada bagian pembahasan ini setiap kasus akan dibahas dalam satu sub bab. sedangka beberapa faksi lainnya menuntut agar Bangsa Moro menjadi sebuah negara nasional karena didalamnya selain Islam.masih ada 3 kasus lagi yang tergolong cukup vital yakni Penyelundupan Barang. Narkotika dan Penyelundupan Manusia (Trafficking). MILF (Moro Islamic Liberation Front) dan Abu Sayyaf awalnya berasal dari MNLF (Moro National Liberation Front). Militer Filipina seringkali kewalahan dalam menghadapi aksi kedua organisasi ini. Berbagai masalah tersebut diantaranya adalah masalah terorisme (melibatkan MILF dan Abu Sayyaf). Kawasan yang menjadi basis MNLF mendapat beberapa hak dan wewenang tersendiri untuk mengatur wilayahnya. Kedua organisasi ini terkenal dengan kekuatan militernya dan seringkali melakukan kontak senjata dengan tentara pemerintah Filipina. Agar lebih jelas. Beberapa faksi menuntut agar Bangsa Moro nantinya menjadi sebuah negara yang berasas Islam mengingat mayoritas Bangsa Moro merupakan Muslim. Meski sebenarnya Indonesia memiliki beragam masalah dengan Filipina tetapi Indonesia akan tetap melakukan Filipina sebagai sebuah sahabat dan mitra penting. Mereka tidak menyukai pemerintah Filipina yang dinilai terlalu korup dan gagal dalam mensejahterakan rakyatnya. Sebenarnya. Palawan. dan sekitarnya). hal ini diberlakukan oleh Indonesia kepada semua negara dan aktor internasional lainnya. dan lalu lintas penduduk. pencurian ikan. Perbedaan semakin kuat setelah MNLF memutuskan untuk menerima konsep dari pemerintah Filipina terkait dengan wilayah semi otonom. Basilan. dalam tubuh MNLF terjadi perpecahan menjadi beberapa faksi. hanya saja mengingat kedua hal tersebut tidak dibahas secara spesifik oleh Dubes tersebut maka dalam makalah ini. kedua kasus tersebut tidak akan diulas. juga terdapat pemeluk agama lainnya. Perpecahan tersebut disebabkan oleh perbedaan konsep terkait kemerdekaan. Tuntutan utama mereka adalah merdeka dari penjajahan Filipina.

Meskipun saat ini Abu Sayyaf belum bersedia untuk di mediasi. Masalahnya. Pertengkaran harus diredam sedini mungkin. Mereka menetap di Filipina namun belum 5 . Saat ini jumlah penduduk Indonesia yang berada di Filipina mencapai 10.Faksi yang berasaskan nasionalis memutuskan untuk menerima konsep dari pemerintah Filipina tersebut. karena bukan tidak mungkin dampaknya akan masuk ke rumah kita. namun MILF merupakan langkah awal dalam menciptakan perdamaian di kawasan Filipina Selatan. maka kasus terorisme di Indonesia dapat diminimalisir.000. Kedua kelompok tersebut juga memberikan keterampilan militeristik.” Lalu Lintas Penduduk Masalah lain yang terdapat di wilayah perbatasan antara Indonesa dengan Filipina adalah lalu lintas penduduk yang jumlahnya sangat besar dan tidak terdata. langkah yang ditempuh oleh Indonesia adalah menawarkan diri dengan menjadi mediator antara MILF dengan pemerintah Filipina dan berkomitmen untuk membantu dan memfasilitasi tercapainya perdamaian di Filipina Selatan. Hal ini tentu saja meresahkan kondisi Indonesia karena mengganggu stabilitas dan kedamaian di negara Indonesia. Banyak masyarakat Indonesia di wilayah perbatasan yang sering berkunjung ke Filipina baik untuk berdagang. sebagian besar pelaku pernah belajar di Filipina selatan. Kedua kelompok tersebut memberikan pendidikan terkait dengan pendirian Negara Islam melalui cara apapun termasuk dengan kekerasan. bertemu keluarga dan berbagai kepentingan lainnya. kita tidak akan bisa tidur dengan nyenyak. MILF sendiri sebenarnya terpecah menjadi banyak faksi dari yang moderat hingga paling radikal. “Jika tetangga kita selalu bertengkar. Masalah didalamnya terlalu kompleks namun dapat disatukan oleh kepentingan bersama. kondisi perbatasan yang terdiri dari banyak pulau membuat masyarakat lebih memilih untuk pergi dengan mengambil jalur perairan tikus. sebagian besar diantara tidak terdokumentasi oleh badan migrasi. Dalam beberapa aksi terorisme yang terjadi di Indonesia. eskalasi konflik yang diciptakan oleh kedua kelompok tersebut tidak hanya bersifat regional tetapi juga menyebar hingga ke Indonesia. selain perairan relatif lebih tenang juga tidak memerlukan visa sehingga lebih efisien. Selain itu. sedangkan faksi yang berasaskan Islamis memutuskan untuk keluar dari MNLF dan membentuk kelompok tersendiri yaitu MILF dan Abu Sayyaf. Jika kawasan Filipina Selatan berdamai. Indonesia juga dinilai netral dalam menyelesaikan masalah di Filipina Selatan. Indonesia berhasil diterima oleh kedua belah karena Indonesia merupakan negara dengan penduduk beragama Islam terbesar di dunia. Dampak MILF dan Abu Sayyaf masuk ke Indonesia sehingga diperlukan sebuah langkah untuk menanggulangi dampak tersebut. Kedua organisasi tersebut sebenarnya memiliki perbedaan cara pandang mengenai bagaimana negara Islam yang dimaksud.

Langkah lain yang saat ini tengah digagas adalah menjalin kerjasama antara kedua negara terkait masalah perikanan. Langkah yang ditempuh untuk mengatasi masalah ini adalah melihat data yang diterima dari para calo. Jika menjadi korban. maka sudah menjadi kewajiban bagi Pemerintah Indonesia untuk memberikan perlindungan bagi warganya. maka pemerintah Indonesia turut membantu memperjuangkan hak-hak warga tersebut sebagai seorang kriminal. tak jarang mereka juga melakukan pencurian ikan di wilayah Indonesia. Apabila tertangkap oleh petugas Indonesia. jika pengambilan Ikan dilakukan di wilayah perairan Filipina. pelaku akan ditahan dan ikan hasil curian akan dirampas. Hal tersebut membuat banyak nelayan dan perusahaan perikanan di Filipina yang tergiur untuk mencari ikan di wilayah perbatasan. mereka akan sulit untuk ditangkap. maka pengolahan ikan harus dilakukan di Indonesia. Pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar RI di Filipina memfasilitasi keluarga pelaku yang ingin menjenguk ke Filipina. Namun modus operasi yang dilakukan oleh pencuri ikan tersebut semakin kreatif. saat berada di perairan Filipina. Pencurian Ikan Kondisi perbatasan antara Indonesia dengan Filipina yang berpulau-pulau membuat laut di sekitarnya memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar. Jika pengambilan ikan dilakukan di wilayah perairan Indonesia. Para calo tersebut diberi insentif untuk mendata warga Indonesia yang hendak ke Filipina. Data tersebut diserahkan kepada bagian keimigrasian sehingga jika terjadi sesuatu terhadap warga tersebut. Di satu sisi mereka adalah warga negara Indonesa sedangkan di sisi lain mereka bekerja untuk perusahaan perikanan yang berada di Filipina. maka pengolahan ikan harus dilakukan di Filipina. Strategi lain yang ditempuh oleh pemerintah Indonesia adalah mengadakan kerjasama dengan calo yang sering mengantar warga Indonesia yang hendak menuju ke Filipina melalui jalur tikus. maka pemerintah Indonesia turut membantu untuk menuntut keadilan. Pada umumnya setelah ditangkap. Jika di data tersebut terbukti bahwa warga tersebut menetap di Filipina. maka hasil ikan curian akan dirampas lalu pelakunya dilepas. maka penanganan dapat dilakukan secara cepat. mereka mengibarkan bendera Indonesia dan menangkap ikan di perairan Indonesia. Begitu memasuki wilayah perairan di Indonesia. 6 . Begitu pula sebaliknya. Caranya. Permasalahannya apabila warga tersebut terlibat aksi kriminal maupun menjadi korban kriminal di negara Filipina. Mereka memanfaatkan warga Indonesia yang berada di Filipina untuk mencuri ikan di Indonesia. Fasilitas tersebut mencakup akomodasi dan berbagai pembiayaan lainnya selama berada di Filipina.menjadi warga negara Filipina (status abu-abu). mereka mengibarkan bendera Filipina. Sedangkan jika menjadi pelaku.

kita dapat menarik kesimpulan bahwa Filipina merupakan kawan Indonesia. Hanya saja. lalu lintas penduduk dan Pencurian Ikan. Dengan menjadikan Filipina sebagai seorang kawan maka kita telah meletakkan kawan di depan rumah kita yang akan turut membantu menjaga rumah kita dari ancaman luar atau setidaknya akan memudahkan kita menyelesaikan masalah jika suatu saat mengalami sengketa. Hubungan bilateral ini patut dipertahankan karena keharmonisan antara Indonesia dengan Filipina secara tidak langsung menunjukkan keharmonisan kawasan Asia Tenggara. Filipina memiliki beberapa masalah dalam negeri yang berpotensi mengganggu stabilitas di Indonesia diantaranya adalah kasus terorisme.BAB III PENUTUP Kembali ke pertanyaan. Namun hal tersebut dapat diatasi dengan baik berkat kerja keras Pemerintah Indonesia melalui Kedutaan Besar RI di Filipina dan sikap terbuka dari pemerintah Filipina terhadap pemerintah Indonesia. 7 . “Filipina itu kawan atau lawan?” jika melihat dari hasil pembahasan diatas.