You are on page 1of 16

BAB I LAPORAN KASUS I. IDENTIFIKASI Nama Usia Jenis kelamin Agama : Tn.

F : 30 tahun : Laki-laki : Islam

Status perkawinan : Menikah Pekerjaan Alamat II. ANAMNESIS Autoanamnesis (dengan pasien pada tanggal 10 Mei 2013). Keluhan utama : : Polisi : Jalan Musi IV No.35

Nyeri pinggang yang menjalar ke tungkai kiri yang semakin bertambah berat sehingga penderita sulit berjalan. Riwayat penyakit sekarang :  ± 2 bulan yang lalu, penderita mengeluh nyeri pinggang yang hilang timbul, terutama setelah melakukan aktivitas berat. Nyeri yang dirasakan seperti ditusuk-tusuk dan nyeri terbatas pada daerah pinggang saja. Penderita tidak pergi berobat dan nyeri dibiarkan saja.  ± 1 minggu yang lalu, penderita mengeluh nyeri pinggang semakin berat, nyeri dirasakan semakin sering terutama pada saat berjalan, perubahan posisi dari berbaring ke duduk atau duduk ke berdiri. Pada saat mengejan dan kaki digerakkan, nyeri dirasakan menjalar dari pinggang ke paha bagian belakang, betis hingga ke telapak kaki kiri. Nyeri ini dirasakan

1

Riwayat pekerjaan  Penderita adalah seorang polisi yang sehari-hari bekerja di bagian administrasi dan bekerja duduk di depan komputer. reguler : 22 kali/menit. Selama menderita keluhan ini. Riwayat sosial ekonomi   Pasien tinggal di rumahnya sendiri bersama istri. Riwayat darah tinggi dan sakit kencing manis disangkal Riwayat dirawat di rumah sakit dengan keluhan yang sama disangkal. Penderita juga mengeluh tungkai kirinya terasa lemah dan kesemutan hingga terasa tebal seperti tidak ada rasa bila ditusuk-tusuk.51 Kg/m2 . PEMERIKSAAN FISIK a. Riwayat penyakit pada keluarga Riwayat keluarga dengan keluhan yang sama disangkal. Tidak ada keluhan BAB dan BAK. Keadaan Umum Kesadaran Nadi Pernafasan Suhu Berat Badan Tinggi Badan BMI : kompos mentis : 88 kali/menit.5oC : 72 kg : 175 cm : BB/TB2 = 23. isi dan tegangan cukup. penderita kesulitan mengerjakan aktifitas sehari-hari dan penderita juga kesulitan mengerjakan pekerjaan kantor dengan baik. penderita pernah mengalami kecelakaan bermotor 1 tahun yang lalu. Riwayat penyakit/operasi dahulu :     Riwayat trauma (+) tulang belakang. III. Kesan : social ekonomi menengah ke atas. reguler : 36. Dikarenakan keluhan dirasakan bertambah berat sehingga penderita pergi berobat ke poli rawat jalan rehabilitasi medik RSMH Palembang.2 berkurang apabila saat berbaring.

Jantung  Inspeksi  Palpasi  Perkusi : Ictus cordis tidak terlihat : Ictus cordis tidak teraba : Jantung dalam batas normal  Auskultasi : bunyi jantung I dan II dalam batas normal. kontra Patrick (+).3 b. massa (-) : Hepar dan lien tidak teraba. gerakan ekstremitas inferior sinistra terbatas dan terdapat keterbatasan luas gerak sendi paha dan lutut . murmur(-). Epistaksis (-). wheezing (-). simetris. mukosa mulut kering (-) Thoraks Paru-Paru  Inspeksi  Palpasi  Perkusi : : Bentuk dan gerak simetris. massa (-). lasseque (+). timpani  Auskultasi : Bising usus (+) normal Alat kelamin : Tidak ada kelainan Ekstremitas : Akral hangat. pupil bulat. Keadaan Spesifik Kepala Bentuk Mata : Normocephali : Mata cekung (-). retraksi (-) : Stem fremitus normal : Sonor pada kedua lapangan paru  Auskultasi : Vesikuler (+) normal. isokor. Patrick (+). gallop (-) Abdomen  Inspeksi  Palpasi  Perkusi : Datar. sklera ikterik (-) Hidung Telinga Mulut : Deformitas (-). palpebra edema (-). ronkhi (-). nyeri tekan (-) : Shifting dullness (-). konjungtiva anemi (-). diameter 3mm. edema pretibial (-). nafas cuping hidung (-) : Sekret (-) : Oral sianosis (-).

PENATALAKSANAAN  Terapi non farmakologi : Bed Rest mutlak di tempat tidur yang padat dengan posisi yang rileks. lutut agak ditekuk. Radiologis : Direncanakan foto rontgen lumbosakral AP/ lateral b. CT-Scan/MRI : Direncanakan CT-Scan lumbosakral V. DIAGNOSIS KERJA Low back pain ec Susp. DIAGNOSIS BANDING    Low Back Pain ec Hernia Nukleosus Pulposus Low Back Pain ec Spondilolistesis Low Back Pain ec Spondiloarthrosis VI.  Terapi farmakologi : o NSAIDs (natrium diklofenat 2x50mg) o Vitamin B1B6B12 1x1 tablet .4 Pemeriksaan Neurologis Gerakan Kekuatan Tonus Klonus Refleks fisiologis Refleks patologis Gejala rangsang meningeal : luas : +5 : eutoni : (-) : (+)/(+). normal : (-) : (-) IV. fisioterapi. terapi social medic dan edukasi. PEMERIKSAAN PENUNJANG a. Hernia Nukleosus Pulposus VII. Laboratorium : c.

2 1. dimana lamanya sakit . Nyeri Pinggang Bawah Kronis1. PROGNOSA Medik Fungsional : Bonam : Dubia ad bonam BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Dapat disebabkan oleh gangguan mekanis maupun non mekanis.2.3 Nyeri pinggang dikatakan kronis bila lamanya lebih dari 12 minggu. PENGERTIAN Nyeri pinggang bawah adalah gejala nyeri pinggang berkaitan dengan banyak kelainan klinis dan kebanyakan disebabkan berdasarkan gangguan mekanik seperti deformitas anatomik dari struktur ( hernia nucleus pulposus ).5 o Muscle relaxan cream VIII.1.

perubahan biokimia yang natural menyebabkan diskus menjadi lebih kering yang akhirnya menyebabkan kekakuan atau elastisitas dari diskus. Karakteristik yang berkaitan dengan penyakit ini dapat kita lihat pada tabel : Kelainan Mekanik Berkaitan Dengan LBP Kronis Hernia Nukleus Pulposus Umur Pola nyeri Lokasi Onset Berdiri Duduk Membungkuk Straight leg raising X. 3.6.ray CT MR scan Pinggang Akut Menurun Meningkat Meningkat + Hernia diskus Hernia diskus 30 – 50 tahun Osteoarthritis Spinal Stenosis >50 tahun >60 tahun Pinggang Akut Meningkat Menurun Menurun + Artritis sendi Tungkai Buruk Meningkat Menurun Menurun + dengan tekanan + Penyempitan kanal Penyempitan kanal adalah terjebol atau HNP yang sering disebut pula sebagai slipped disc dari discus. Postur tubuh yang tidak proposional yang dikombinasi dengan mekanisme gerak tubuh yang tidak benar dapat menyebabkan stres dari lumbar spine.4 B.8 menonjolnya nukleus pulposus dari tempatnya semula melalui bagian terlemah Banyak faktor yang dapat meningkatkan resiko terjadinya HNP: 1. . dan juga inadekuat nutrisi yang dapat mempengaruhi kesehatan diskus. kurangnya latihan atau olahraga. 2. Lifestyle seperti pengguna tembakau.6 bisa berbulan bulan hingga bertahun – bertahun.3. pemeriksaan fisik dan laboratorium. Masing – masing kelainan seperti stenosis spinal dapat didiagnosa dari riwayat.7. Usia. FAKTOR RESIKO DAN PATOFISIOLOGI HNP 5.

Bila menonjolnya ke arah lateral atau dorsal lateral. c. d. 3) Extrusion: nucleus pulposus keluar melalui robekan dari annulus fibrosus. b. maka hal ini dapat menyebabkan tertekannya radiks saraf tepi yang keluar dari sana dan menyebabkan gejala neuralgia radikuler. trauma. Bila menonjolnya nukleus ke arah dorsal medial maka dapat menimbulkan penekanan medulla spinalis dengan akibatnya gangguan fungsi motorik maupun sensorik pada ektremitas. Empat langkah terjadinya HNP adalah: 1) degenerasi discus: perubahan kimia yang terkait dengan usia menyebabkan discus menjadi lemah. Kadangkala protrusi nukleus terjadi ke atas atau ke bawah masuk ke dalam korpus vertebral dan disebut dengan nodus Schmorl. faktor indeks massa tubuh yang meliputi berat badan. 5. Hal ini sering pula disebut dengan bulge atau protrusion. begitu pula gangguan miksi dan defekasi yang bersifat UMN. Bila menjebolnya nukleus ke arah anterior. 4) Sequestration atau Sequestered Disc: nucleus pulposus keluar dari annulus fibrosus dan menempati sisi luar dari discus yaitu pada spinal canal. HNP dapat terjadi tiba-tiba ataupun perlahan-lahan.7 4. tinggi badan. . hal ini tidak mengakibatkanya munculnya gejala yang berat kecuali nyeri. MANIFESTASI KLINIS 5 Simptom dari herniasi diskus lumbalis antara lain: Nyeri punggung bawah yang berat Nyeri yang menyebar ke bokong dan ektremitas inferior C. Lokasi HNP dapat bermanifestasi pada keadaan klinis yang berbeda tergantung dari arah ekstrusi dari nucleus pulposus: a. 2) Prolapse: bentuk ataupun posisi dari diskus dapat berubah yang ditunjukkan dengan adanya penonjolan ke spinal canal.

tertawa ataupun straining. atau perdarahan pervaginam. berdiri. sebelumnya pernah tidak? Apakah nyeri diawali oleh suatu kegiatan fisik tertentu? apa pekerjaan seharihari? adakah suatu trauma?  Dimana letak nyeri? sebaiknya penderita sendiri yang disuruh menunjukkan dimana letak nyerinya. Numbness pada ektremitas inferior Kelemahan otot yang selanjutnya dapat menjadi atrofi Spasme otot D. Perhatikan jika ada lurus tidaknya. Ada tidak penjalaran?  Bagaimana sifat nyeri? apakah nyeri bertambah pada sikap tubuh tertentu? Apakah bertambah pada kegiatan tertentu    Apakah nyeri berkurang pada waktu istirahat? Adakah keluarga dengan riwayat penyakit serupa? Ada tidak perubahan siklus haid. Ada tidak gangguan miksi dan defekasi atau penurunan libido? Pemeriksaan fisik Inspeksi  Perhatikan cara berjalan.3. duduk  Inspeksi daerah punggung. ada tidak jalur spasme otot para vertebral? deformitas? kiphosis? gibus? Palpasi Palpasi sepanjang columna vertebralis (ada tidaknya nyeri tekan pada salah satu procesus spinosus. atau gibus/deformitas kecil dapat teraba pada palpasi atau adanya spasme otot para vertebral) .4   Kapan mulai sakit.8 - Nyeri bertambah berat dengan batuk. lordosis. DIAGNOSA Anamnesa1.

Saraf ischiadicus akan tertarik.8 a.6 Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk memastikan apakah kasus nyeri pinggang bawah adalah benar karena adanya gangguan saraf atau karena sebab yang lain. dengan demikian segmen yang terganggu dapat diketahui. Tes lasegue (straight leg raising) Tungkai difleksikan pada sendi coxae sedangkan sendi lutut tetap lurus. Pemeriksaan motorik Dengan mengetahui segmen otot mana yang lemah maka segmen mana yang terganggu akan diketahui. Pemeriksaan sensorik Bila nyeri pinggang bawah disebabkan oleh gangguan pada salah satu saraf tertentu maka biasanya dapat ditentukan adanya gangguan sensorik dengan menentukan batas-batasnya.5. 2. misalnya lesi yang mengenai segmen L4 maka musculus tibialis anterior akan menurun kekuatannya.9 Pemeriksaan Neurologik4. 1. 3. Pemeriksaan reflek Reflek tendon akan menurun pada atau menghilang pada lesi motor neuron bawah dan meningkat pada lesi motor atas. Bila nyeri pinggang dikarenakan iritasi pasa . Pada nyeri punggung bawah yang disebabkan HNP maka reflek tendon dari segmen yang terkena akan menurun atau menghilang 4. Tes-tes5.

Pemeriksaan ini dilakukan untuk membantu menegakkan diagnosa sekaligus menyingkirkan diagnosa banding. Setelah ini dilakukan penekanan pada sendi lutut hingga terjadi rotasi keluar. Crossed lasegue Bila tes lasegue pada tungkai yang tidak sakit menyebabkan rasa nyeri pada tungkai yang sakit maka dikatakan crossed lasegue positif. c.10 saraf ini maka nyeri akan dirasakan pada sepanjang perjalanan saraf ini. rotasi. Patrick sign (FABERE sign) FABERE merupakan singkatan dari fleksi.6 Pemeriksaan laboratorium dapat meliputi pemeriksaan darah dan juga pemeriksaan cairan otak.  Spine MRI maupun spine CT dapat memperlihatkan adanya kompresi pada spinal canal oleh herniasi dari diskus. setelah sendi coxa 900 dicoba untuk meluruskan sendi lutut. b. external. abduksi. d. extensi. Tindakan ini akan mengakibatkan tertariknya myelum naik ke atas dalam canalis spinalis. Akibatnya maka akar-akar saraf akan ikut tertarik ke atas juga. mulai dari pantat sampai ujung kaki. tumit dari kaki yang satu diletakkan pada sendi lutut pada tungkai yang lain. . Foto ini dapat digunakan untuk menemukan kelainan pada daerah lumbal. Chin chest maneuver Fleksi pasif pada leher hingga dagu mengenai dada. terutama yang berada di bagian thorakal bawah dan lumbal atas. antara lain hilangnya dics space. Pemeriksaan Radiologi5. Artinya ada lesi pada saraf ischiadicus atau akar-akar saraf yang membentuk saraf ini. Bila timbul rasa nyeri maka hal ini berarti ada suatu sebab yang non neurologik misalnya coxitis. Jika terasa nyeri berarti ada gangguan pada akar-akat saraf tersebut Pemeriksaan Laboratorium5. Tes kernig Sama dengan lasegue hanya dilakukan dengan lutut fleksi.6  Foto Lumbosacral. Pada tes ini penderita berbaring. e.

o Laminotomy. Membuang sebagian aataupun keseluruhan intervertebral dics. o TENS. Pembedahan o Discectomy. Membuang keseluruhan lamina. 3. 4. Rehabilitasi o Aplikasi pemanasan di area yang nyeri. lutut agak ditekuk dan di bawah pinggang untuk HNP lumbalis selama 2-3 minggu tergantung keparahannya. o Menurunkan berat badan 5. o Laminectomy. Bed Rest mutlak di tempat tidur yang padat dengan posisi yang relaks. o Pada mobilisasi diperlukan korset lumbal dan servikal . electrical stimulation.11  Myelogram digunakan untuk mengetahui ukuran maupun lokasi dari herniasi diskus. o Traksi tidak banyak membantu kecuali pasien menjadi lebih patuh di tempat tidur. Beberapa bagian lamina dibuang untuk mengurangi tekanan pada saraf. Perubahan gaya hidup o Melakukan pekerjaan sehari-hari secara ergonomic. Perawatan farmakologi o Pemberian obat analgesik o Obat-obatan NSAID o Obat-obatan pelemas otot (muscle relaxant) o Penenang minor atau major bila diperlukan. Perawatan non-farmakologis.6.7 Penanganan HNP dapat dilakukan dalam beberapa langkah penatalaksanaan diantaranya adalah: 1. o Bila nyeri sudah berkurang dapat dilakukan latihan secara bertahap. Penatalaksanaan5. 2.

Penderita tidak pergi berobat dan nyeri dibiarkan saja. BAB III PEMBAHASAN Seorang anak laki – laki berusia 30 tahun datang dengan keluhan utama Nyeri pinggang yang menjalar ke tungkai kiri yang semakin bertambah berat sehingga penderita sulit berjalan. F.8 Kebanyakan pasien penderita HNP 80-90% akan membaik keadaannya kepada aktivitas normal tanpa terapi yang agresif. . dan dapat sembuh sempurna dalam hitungan kira-kira 1-2 bulan. terutama setelah melakukan aktivitas berat. E. Dan bila berlanjut dengan adanya keluhan pada kontrol bowel dan bladder maka perlu dipikirkan kembali untuk dilakukan tindakan bedah. Nyeri yang dirasakan seperti ditusuk-tusuk dan nyeri terbatas pada daerah pinggang saja. ± 2 bulan yang lalu.12 o Berenang baik untuk pasca-HNP lumbalis namun tidak baik untuk HNP servikal. Tetapi sebagian kecil akan berlanjut menjadi kronik nyeri punggung bawah walaupun telah menjalani terapi. PROGNOSIS6. Dari anamnesa didapatkan. PENCEGAHAN Bekerja atau melakukan aktifitas dengan aman.7. menggunakan teknik yang aman. Mengontrol berat badan bisa mencegah trauma punggung atau pinggang pada beberapa orang. penderita mengeluh nyeri pinggang yang hilang timbul.

Nyeri pinggang pada pasien ini adalah nyeri pinggang bawah kronis yang lamanya lebih dari 8 minggu. betis hingga ke telapak kaki kiri. perubahan posisi dari berbaring ke duduk atau duduk ke berdiri. tidak dibutuhkan penatalaksanaan emergensi dikarenakan secara klinis pasien dalam keadaan cukup baik. Teori Umur 30 – 50 tahun Nyeri pinggang: kronis bila lamanya lebih dari 12 minggu disebabkan oleh gangguan mekanis maupun non mekanis Fakta Usia Pasien: 30 tahun Nyeri pinggang: + sejak 2 bulan yang lalu. kesadaran pasien Compos Mentis dan vital sign dalam batas normal. perubahan posisi dari berbaring ke duduk atau duduk ke berdiri. Tidak ada keluhan BAB dan BAK. penderita mengeluh nyeri pinggang semakin berat. Nyeri ini dirasakan berkurang apabila saat berbaring. nyeri dirasakan semakin sering terutama pada saat berjalan.13 ± 1 minggu yang lalu. nyeri dirasakan menjalar dari pinggang ke paha bagian belakang. status pshychicus dan neurologis pasien tidak ditemukan. nyeri dirasakan semakin sering terutama pada saat berjalan. nyeri dirasakan menjalar dari pinggang ke paha bagian belakang. Dikarenakan keluhan dirasakan bertambah berat sehingga penderita pergi berobat ke poli rawat jalan rehabilitasi medik RSMH Palembang. Pasien ini adalah penderita dengan diagnosa HNP. Penderita juga mengeluh tungkai kirinya terasa lemah dan kesemutan hingga terasa tebal seperti tidak ada rasa bila ditusuk-tusuk. Pada pemeriksaan reflek fisiologis tidak didapatkan kelainan. Diagnosis ini ditegakkan berdasarkan anamnesa adanya nyeri pinggang. Nyeri ini dirasakan berkurang apabila saat berbaring. pada tes kernig dan laseque (+). posisi kerja yang sering duduk dalam waktu yang lama serta posisi duduk dengan tubuh menghadap ke . Pada saat mengejan dan kaki digerakkan. Pada saat mengejan dan kaki digerakkan. betis hingga ke telapak kaki kiri. nyeri pinggang semakin berat. Pada pemeriksaan fisik. Untuk penatalaksanaan. Penderita juga mengeluh tungkai kirinya terasa lemah dan kesemutan hingga terasa tebal seperti tidak ada rasa bila ditusuk-tusuk.

Spine MRI/spine CT: memperlihatkan Spine MRI: adanya kompresi pada spinal canal oleh herniasi dari diskus. faktor olahraga.14 satu sisi dalam waktu yang lama. antara lain hilangnya dics space. Postur Faktor resiko:kurangnya latihan atau tubuh yang tidak proposional. Lokasi: Pinggang Onset: Akut Berdiri: Meningkat Duduk: Meningkat Membungkuk: Meningkat Lokasi: Pinggang Onset: Akut Berdiri: Meningkat Duduk: Meningkat Membungkuk: Meningkat Faktor Resiko: Lifestyle. Myelogram: mengetahui ukuran Myelogram: - maupun lokasi dari herniasi diskus. dan trauma duduk dalam waktu yang lama serta posisi duduk dengan tubuh menghadap ke satu sisi dalam waktu yang lama Straight leg raising: + Straight leg raising: +/-(700/ -) Kernig Test: (1100/-) Foto Lumbosacral: menemukan Foto Lumbosacral: - kelainan pada daerah lumbal. posisi kerja yang sering indeks massa tubuh. Hernia Nukleosus Pulposus Medikamentosa: · · · Pemberian obat analgesik Obat-obatan NSAID Penenang minor atau major bila Medikamentosa::  Natrium diklofenat 2x 50 mg/ hari . Diagnosis: HNP Diagnosis: Diagnosa Klinis : Low back pain ec Susp. usia.

Prognosis: Vitam: Dubia et Bonam Functionam: Dubia ad Bonam Pencegahan: Bekerja atau melakukan Pencegahan: Edukasi perubahan life aktifitas dengan teknik yang aman. Waddel. November 15. 3x seminggu Latihan kelenturan punggung William’s flexion exercise tergantung keparahannya.McNelly.org. HCNA. HCNA chap.Papageorgius. G.aafp. 2000. croft. · · Perubahan gaya hidup Rehabilitasi Sosial medic : Memberi motivasi agar pasien terus melanjutkan terapi Edukasi Prognosis: pasien penderita HNP 8090% akan membaik. 2 pp 124 – 135.Burton.3. The American academy of family physician. 1999 (online www. Occupational Health Guideline for The Management Low Back Pain at Work Evidence Review. Occup Med vol. Great Britain. Robert L. Low Back Pain. style terutama dalam melakukan Mengontrol berat badan. (online www. tgl 23 September 2008) 3. R. A. Assessment And Management Of Acute Low Back Pain. A . P.15 diperlukan. Oxford University Press. Bratton. Non Medikamentosa: · Bed Rest selama 2-3 minggu  Vitamin B1B6B12 1x1 tablet Program Rehabilitasi Medik    SWD lumbosakral 5 kali. 2001 . pekerjaan secara ergonomis serta penurunan berat badan DAFTAR PUSTAKA 1.K.org 22 September 2008) 2.51no.

FRCSC.16 4..gov/ medlineplus/ency/article/000442. nih. Susan Spinasanta. Herniated nucleus pulposus (slipped disk). Kevin B.com/orthoped/topic138. MD. Treatment and Prevention of Lumbar Disc Herniations (online http://www. Edgar G. mayoclinic.. PA.nlm.html tgl 19 juni 2007) 8.emedicine.php/article305.htm tgl 23 September 2008) 7.com September 2008) /displayarticle.D.com/displayarticle. Haid. Neurology Basics: Neurological Exams.spineuniverse. Regis W. Freedman. PhD.com /health/herniated-disk/tgl 22 September 2008) 5. MSCE. MD. Dawson.html tgl 23 . (online www. (online http:// www.Spineuniverse.php/article28. M. (online http://www. mayo clinic staff HERNIATED DISK.htm tgl 22 Sepetember 2008) 6. http://www. Mark R Foster.D. Jean-Jacques Abitbol. Clinical Herniated Nucleus Pulposus (online http://www . Bryn Mawr. MD. Jr. M.