P. 1
109835930-FRAKTUR-KLAVIKULA

109835930-FRAKTUR-KLAVIKULA

|Views: 296|Likes:
Published by Nana Kireina
jknbmbmb
jknbmbmb

More info:

Published by: Nana Kireina on Jul 13, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/28/2015

pdf

text

original

FRAKTUR KLAVIKULA

PENDAHULUAN Tulang merupakan alat penopang dan sebagai pelindung pada tubuh. Tanpa tulang tubuh tidak akan tegak berdiri. Fungsi tulang dapat diklasifikasikan sebagai aspek mekanikal maupun aspek fisiologikal. Dari aspek mekanikal, tulang membina rangka tubuh badan dan memberikan sokongan yang kokoh terhadap tubuh. Sedangkan dari dari aspek fisiologikal tulang melindungi organ-organ dalam seperti jantung, paru-paru dan lainnya. Tulang juga menghasilkan sel darah merah, sel darah putih dan plasma. Selain itu tulang sebagai tempat penyimpanan kalsium, fosfat, dan garam magnesium. Namun karena tulang bersifat relatif rapuh, pada keadaan tertentu tulang dapat mengalami patah, sehingga menyebabkan gangguan fungsi tulang terutama pada pergerakan.

Patah tulang atau fraktur merupakan hilangnya kontinuitas tulang yang umumnya disebabkan oleh tekanan. DEFENISI Fraktur adalah terputusnya kontinuitas jaringan tulang yang umumnya disebabkan oleh rudapaksa (Mansjoer, Arif, 2000). Sedangkan menurut Linda Juall C (1999) Fraktur adalah rusaknya kontinuitas tulang yang disebabkan tekanan eksternal yang dating lebih besar dari yang dapat diserap oleh tulang. Fraktur humerus adalah diskontinuitas atau hilangnya struktur dari tulang humerus (Mansjoer, Arif, 2000). Sedangkan menurut Sjamsuhidayat (2004) Fraktur humerus adalah fraktur pada tulang humerus yang disebabkan oleh benturan atau trauma langsung maupun tidak langsung. Fraktur humerus adalah Kelainan yang terjadi pada kesalahan teknik dalam melahirkan lengan pada presentasi puncak kepala atau letak sungsang dengan lengan membumbung ke atas. Pada keadaan ini biasanya sisi yang terkena tidak dapat digerakkan dan refleks Moro pada sisi tersebut menghilang.

Fraktur pada midclavicula yang paling sering terjadi yaitu sekitar 85% dari semua fraktur clavicula. Fraktur clavicula bisa disebabkan oleh benturan ataupun kompressi yang berkekuatan rendah sampai yang berkekuatan tinggi yang bisa menyebabkan terjadinya fraktur tertutup ataupun multiple trauma. Fraktur clavicula juga .6) Sekitar 2% sampai 5% dari semua jenis fraktur merupakan fraktur clavicula. (1. Pada tulang ini bisa terjadi banyak proses patologik sama seperti pada tulang yang lainnya yaitu bisa ada kelainan congenital. dimana terjadi saat minggu ke-5 dan ke-6 masa intrauterin. sementara fraktur bagian distal sekitar 10% dan bagian proximal sekitar 5%. Dan epifise terakhir bersatu pada usia 25 tahun sampai 26 tahun. Menurut American Academy of Orthopaedic Surgeon.000 orang. neoplasia. INSIDENS DAN EPIDEMIOLOGI Menurut data epidemiologi pada orang dewasa insiden fraktur clavicula sekitar 40 kasus dari 100. frekuensi fraktur clavicula sekitar 1 kasus dari 1000 orang dalam satu tahun.5. trauma (fraktur). Kesukaran melahirkan tangan yang menjungkit merupakan penyebab terjadinya tulang humerus yang fraktur. Clavicula merupakan salah satu tulang yang sering mengalami fraktur apabila terjadi cedera pada bahu karena letaknya yang superfisial. dengan perbandingan laki-laki perempuan adalah 2 : 1. Jenis frakturnya berupa greenstick atau fraktur total. kelainan metabolik tulang dan yang lainnya.Fraktur tulang humerus umumnya terjadi pada kelahiran letak sungsang dengan tangan menjungkit ke atas. Pada kelahiran presentasi kepala dapat pula ditemukan fraktur ini. jika ditemukan ada tekanan keras dan langsung pada tulang humerus oleh tulang pelvis. inflamasi. Clavicula adalah tulang yang paling pertama mengalami pertumbuhan pada masa fetus. terbentuk melalui 2 pusat ossifikasi atau pertulangan primer yaitu medial dan lateral clavicula. Kernudian ossifikasi sekunder pada epifise medial clavicula berlangsung pada usia 18 tahun sampai 20 tahun.

ETIOLOGI Penyebab farktur clavicula biasanya disebabkan oleh trauma pada bahu akibat kecelakaan apakah itu karena jatuh atau kecelakaan kendaraan bermotor. Jenis frakturnya berupa greenstick atau fraktur total. klavikula atau tulang leher diklasifikasikan sebagai tulang panjang yang membentuk bagian dari sabuk bahu (pectoral korset). ANATOMI Dalam anatomi manusia. misalnya pada pelajar yang menggunakan tas yang terlalu berat. jatuh dari ketinggian dan yang lainnya. Fraktur menurut Strek.  Fraktur clavicula akibat kompresi pada bahu dalam jangka waktu lama. Berikut beberapa penyebab pada fraktur clavicula yaitu :  Fraktur clavicula pada bayi baru lahir akibat tekanan pada bahu oleh simphisis pubis selama proses melahirkan. namun kadang dapat juga disebabkan oleh faktor-faktor non traumatik. Kesukaran melahirkan tangan yang menjungkit merupakan penyebab terjadinya tulang humerus yang fraktur. serta malpresentasi). Fraktur tulang humerus umumnya terjadi pada kelahiran letak sungsang dengan tangan menjungkit ke atas. keganasan clan lain-lain. misalnya pada pasien post radioterapi.  Fraktur clavicula akibat kecelakaan termasuk kecelakaan kendaraan bermotor.merupakan kasus trauma pada kasus obstetrik dengan prevalensi 1 kasus dari 213 kasus kelahiran anak yang hidup.1999 terjadi paling sering sekunder akibat kesulitan pelahiran (misalnya makrosemia dan disproporsi sefalopelvik. jika ditemukan ada tekanan keras dan langsung pada tulang humerus oleh tulang pelvis.  Fraktur clavicula akibat proses patologik. Ini menerima namanya dari bahasa Latin clavicula ( "kunci kecil") karena tulang . Pada kelahiran presentasi kepala dapat pula ditemukan fraktur ini.

juga disebut klavikula. adalah tulang dari atas dada. lokasi tulang terlihat jelas karena menciptakan tonjolan di kulit. hanya kulit yang mencakup sebagian besar tulang. Mudah untuk merasa klavikula. Fitur permukaan ini situs pelekatan otot-otot dan ligamen dari bahu.berputar sepanjang sumbu seperti kunci ketika bahu diculik. terutama wanita yang mungkin memiliki lebih sedikit lemak di daerah ini. Pada akhir acromial memiliki permukaan kasar yang lebih rendah terkemuka beruang garis dan tuberkel. Pada akhirnya lateral artikulasi dengan akromion skapula (tulang belikat) di acromioclavicular bersama. Klavikula adalah melengkung ganda pendek yang menghubungkan tulang lengan (ekstremitas atas) ke tubuh (trunk). Bulat ini memiliki ujung medial dan lateral rata akhir. Dari piramida sternalis sekitar akhir. karena tidak seperti tulang lain yang dibungkus dengan otot. Flat. Patah tulang terjadi pada bayi (biasanya selama kelahiran). Gerakan ini jelas. Fraktur klavikula sangat umum. itu artikulasi dengan manubrium sternum (tulang dada) pada sendi sternoklavikularis. antara tulang dada (sternum) dan tulang belikat (tulang belikat). Pada beberapa orang. Medial. Ini kemudian membentuk kurva yang halus posterior untuk mengartikulasikan dengan proses skapula (akromion). akhir acromial klavikula adalah lebih luas daripada sternalis akhir. Karena berfungsi sebagai penyangga untuk menjaga posisi skapula sehingga lengan dapat tergantung bebas. anak-anak dan remaja . Para tulang selangka. yang terletak tepat di atas tulang rusuk pertama. masing-masing kurva lateral klavikula dan anterior untuk kira-kira setengah panjangnya.

atlet (karena risiko dipukul atau jatuh).   Meliputi cervicoaxillary kanal (lorong antara leher dan lengan). Membentuk oleh intramembranous pengerasan. Namun. klavikula tidak memiliki meduler (sumsum tulang) rongga seperti tulang panjang lainnya. FUNGSI Klavikula melayani beberapa fungsi:  Ini berfungsi sebagai dukungan dari yang kaku skapula dan bebas ekstremitas ditangguhkan. atau selama banyak jenis kecelakaan dan jatuh. Ini terdiri dari spons (cancellous) tulang dengan shell tulang kompak. hal itu merupakan salah satu tulang terakhir untuk menyelesaikan hal mengeras. . Meskipun diklasifikasikan sebagai tulang panjang. Menyimpan pengaturan ini ekstremitas atas (lengan) dari toraks sehingga lengan memiliki jangkauan maksimum gerak. melalui mana beberapa struktur penting lulus. sampai akhir remaja). Ini adalah tulang dermal awalnya berasal dari unsur-unsur yang melekat pada tengkorak. selama 5 dan 6 minggu kehamilan.(karena tidak klavikula sepenuhnya mengeras. Klavikula adalah tulang pertama untuk memulai proses pengerasan (meletakkan mineral ke dalam matriks preformed) selama perkembangan embrio. atau mengembangkan. Mengirim dampak fisik dari ekstremitas atas ke kerangka aksial. pada sekitar 21-25 tahun.

Ada tiga lokasi pada clavicula yang paling sering mengalami fraktur yaitu pada bagian midshape clavikula dimana pada anak-anak berupa greenstick. Klavikula bervariasi lebih dalam bentuk daripada kebanyakan tulang panjang lainnya. klavikula ini ditembus oleh cabang supraklavikularis saraf. KLASIFIKASI Pengklasifikasian fraktur clavicula didasari oleh lokasi fraktur pada clavicula tersebut. yang dapat dibagi: o type 1: undisplaced jika ligament intak . Tulang kompak yang dihasilkan dikenal sebagai periosteal kerah. yang sekering nanti. Kadang-kadang. Bentuk yang ringkas sebagai lapisan fasia menutupi tulang merangsang pengerasan jaringan yang berdekatan. satu medial dan satu lateral.Ini terdiri dari massa tulang cancellous dikelilingi oleh tulang kompak shell. Bentuk tulang yang cancellous melalui dua hal mengeras pusat. paling banyak ditemui Terjadi medial ligament korako-klavikula (antara medial dan 1/3 lateral) Mekanisme trauma berupa trauma langsung atau tak langsung (dari lateral bahu)  Tipe II : Fraktur 1/3 lateral klavikula Fraktur klavikula lateral dan ligament korako-kiavikula. dan situs lampiran otot lebih ditandai. Menurut Neer secara umum fraktur klavikula diklasifikasikan menjadi tiga tipe yaitu :  Tipe I: Fraktur mid klavikula (Fraktur 1/3 tengah klavikula) Fraktur pada bagian tengah clavicula Lokasi yang paling sering terjadi fraktur. bagian distal clavicula dan bagian proksimal clavicula. Klavikula lebih tebal dan lebih melengkung pada pekerja manual. Klavikula kanan biasanya lebih kuat dan lebih pendek dari klavikula kiri.

dan ke belakang thorax. 2. Karena posisinya yang teletak dibawah kulit maka tulang ini sangat rawan sekali untuk patah. Tipe III : merupakan fraktur pada daerah distal ligament coracoclavicular dan melibatkan permukaan tulang bagian distal clavicula pada AC joint. 3. tulang humerus bagian proksimal dan tulang skapula bersama-sama membentuk bahu. Ada beberapa subtype fraktur clavicula bagian distal. Pada bagian proksimal tulang clavikula bergabung dengan sternum disebut sebagai sambungan sternoclavicular (SC).o o type 2: displaced jika ligamen korako-kiavikula ruptur. Tipe I : merupakan fraktur dengan kerusakan minimal.  Tipe III : Fraktur pada bagian proksimal clavicula. Patah tulang klavikula pada umumnya mudah untuk dikenali dikarenakan tulang klavikula adalah tulang yang terletak dibawak kulit (subcutaneus) dan tempatnya relatif di depan. insidensnya hanya sekitar 5%. Pada bagian distal klavikula bergabung dengan acromion dari skapula membentuk sambungan acromioclavicular (AC). PATOFISIOLOGI Klavikula adalah tulang pertama yang mengalami proses pengerasan selama perkembangan embrio minggu ke-5 dan 6. Fraktur yang paling jarang terjadi dari semua jenis fraktur clavicula. Tulang klavikula juga membentuk hubungan antara anggota badan atas dan Thorax. type 3: fraktur yang mengenai sendi akromioklavikularis. dimana ligament tidak mengalami kerusakan. Tulang ini membantu mengangkat bahu ke atas. Tulang klavikula. ke luar.  Fraktur pada bagian distal clavicula. menurut Neer ada 3 yaitu : 1. Lokasi tersering kedua mengalami fraktur setelah midclavicula. Tipe II: merupakan fraktur pada daerah medial ligament coracoclavicular. Patah tulang klavikula terjadi akibat dari tekanan .

Hal ini yang menjelaskan kenapa pada daerah ini paling sering terjadi fraktur dibandingkan daerah distal ataupun proksimal. diagnosanya akan lebih mudah apabila yang terjadi adalah fraktur terbuka. Pneumotoraks biasa didapatkan pada pasien dengan fraktur clavicula terutama yang mengalami multiple traumatik. Secara praktis diagnostik dibuat berdasarkan anamnesis misalnya apakah ada riwayat trauma. dilaporkan sekitar lebih dari 3% dengan fraktur clavicula mengalami pneumotoraks. deformitas. Gejala Klinis Diagnosis dari fraktur clavicula biasanya didasari dari mekanisme kecelakaan dan lokasi adanya ekimosis. agak jatuh kebawah.yang kuat atau hantaman yang keras ke bahu. ataupun krepitasi. dan pemeriksaan fisik bias kita dapatkan pembengkakan daerah clavicula atau aberasi. paling sering karena suatu kekuatan yang melebihi kekuatan tulang tersebut dimana arahnya dari lateral bahu apakah itu karena jatuh. Clavicula bagian tengah juga merupakan transition point antara bagian lateral dan bagian medial. keeelakaan olahraga. Pasien biasanya mengeluh nyeri setelah terjadinya kecelakaan tersebut dan sulit untuk mengangkat lengan atau bahu. Pada daerah tengah tulang clavicula tidak di perkuat oleh otot ataupun ligament-ligament seperti pada daerah distal dan proksimal clavicula. Energi tinggi yang menekan bahu ataupun pukulan langsung pada tulang akan menyebabkan fraktur. Diagnosis pasti untuk fraktur clavicula ialah berdasarkan pemeriksaan radiologi. lebih kedepan ataupun lebih ke posterior. pada inspeksi bahu biasanya asimetris. Fraktur clavicula paling sering disebabkan oleh karena mekanisme kompressi atau penekanan. ataupun kecelakaan kendaraan bermotor. DIAGNOSIS 1. Pneumotoraks diakibatkan masuknya udara pada . Fraktur pada bagian tengah clavicula.

khususnya dengan 3 dimensi meningkatkan akurasi pembacaan. yang menyebabkan susahnya menilai dengan menggunakan radiograph biasa. Sehingga pada gambaran radiograph biasa akan sulit membedakan antara suatu fraktur dengan dislokasi pads SC joint. Proyeksi AP 20-60° dengan cephalic terbukti cukup baik karena bisa meminimalisir struktur toraks yang bisa mengganggu pembacaan. ossifikasi sekunder pada bagian proksimal clavicula tidak akan nampak pada usia sebelum 12 tahun dan mungkin sampai umur 25 tahun. Bisa juga digunakan posisi oblique dengan arah dan penempatan yang baik.ruang potensial antara pleura viseral clan parietal. Pemeriksaan Radiologi : a. Pencitraan yang dilakukan harus cukup luas untuk bisa menilai juga kedua AC joint dan SC joint. Plain Photo  Mid clavicula Evaluasi pada fraktur clavicula yang standar berupa proyeksi anteroposterior (AP) yang dipusatkan pada bagian tengah clavicula. Dislokasi fraktur vertebra torakal juga dapat ditemukan bersama dengan pneumotoraks. 2. CT scan. maka fraktur menunjukkan deformitas multiplanar. lateral dan oblique. . Laserasi paru merupakan penyebab tersering dari pnerumotoraks akibat trauma tumpul. Karena bentuk dari clavicula yang berbentuk S. Fraktur medial clavicula dan cedera pada SC joint biasanya sulit dinilai dengan pencitraan yang biasa karena adanya overlap clavicula dengan sternum dan costa pertama. Sebagai catatan penting.  Medial clavicula dan SC joint Proyeksi standar untuk menilai SC joint adalah posteroanterior (PA).

dan rotator cuff injury. Lateral clavicula dan AC joint Pemeriksaan radiologi pada sisi yang mengalami cedera kadangkadang cukup sulit.  Lateral clavicula dan AC joint CT scan merupakan salah satu alat pencitraan di bidang radiologi yang cukup sensitif dalam menegakkan diagnosa. fraktur sternum. ligament dan sendi sinovial. Jika didapatkan ada kelainan pada vascular. CT scan kadang-kadang digunakan untuk mendiagnosa fraktur intra-artikular atau stress fraktur pada AC joint. DIAGNOSIS BANDING Fraktur clavicula didiagnosis banding dengan beberapa kelainan yaitu fraktur kosta. Normal alignment pada sendi dengan proyeksi AP apabila ukuran celah sendi kurang dari 5 mm dan facies bagian bawah akromion dan distal clavicula tidak terputus-putus. namun beberapa pemeriksaan membandingkan penampakan pada daerah cedera tersebut. b. dislokasi sendi bahu. Proyeksi AP pada AC joint digunakan 15° inclinasi cephalic. . bisa kita nilai dengan menggunakan intravenous contras. CT Scan  Medial clavicula dan SC joint CT scan memegang peranan yang penting dalam mendiagnosa fraktur clavikula bagian medial dan cedera pada SC joint. Meskipun demikian CT scan terbatas untuk menilai sekitar jaringan lunak termasuk kapsula. CT scan seharusnya digunakan dengan mencakup SC joint dan secara otomatis setengah dari kedua clavicula untuk membandingkan satu sisi dengan sisi yang lain.. sepanjang tulang scapula.

4. Untuk mendiagnosis fraktur sternum biasanya dipakai plain photo proyeksi lateral seperti pada gambar dibawah ini. bengkak ataupun susah menggerakkan lengan. terbatasnya pergerakan sendi bahu dan krepitasi. posterior dislocation. Untuk fraktur kosta I – III gejala dan tanda bisa mirip dengan fraktur clavicula. Dislokasi sendi bahu Dislokasi sendi pada bahu ada 4 jenis yaitu anterior dislocation. Rotator cuff injury pada bahu Pasien dengan rotator cuff injury biasanya datang dengan keluhan utama nyeri pada persendian bahu disertai dengan kekakuan. Pemeriksaan yang paling akurat pada kelainan ini adalah MRI. 3. 2. Pada pasien dengan fraktur kosta bisa menyebabkan terjadinya pneumotoraks. Pasien dengan dislokasi sendi bahu juga bisa mengeluh nyeri. hematotoraks karena perdarahan atau cedera pada fleksus brakhialis untuk fraktur kosta I – III.1. multidirectional instability dan inferior dislocation. Fraktur kosta Penyebab paling sering pada fraktur kosta adalah trauma tumpul pada dinding dada. biasanya disertai dengan trauma pada jantung dan paru-paru. Fraktur sternum Fraktur sternum paling sering karena trauma pada dada. harus bisa dibedakan dengan seksama pada pemeriksaan radiologi . . tergantung lokasi yang mengalami trauma bisa menyebabkan fraktur 1 tulang costa atau lebih. Paling sering adalah anterior dislocation sekitar 85% dari semua dislokasi sendi bahu.

Pada beberapa patah tulang.Penanganan nonoperative dilakukan dengan pemasangan saling selama 6 minggu. atau mobilisasi pada tulang untuk mempercepat penyembuhan.PENATALAKSANAAN Penatalaksanaan pada fraktur clavicula ada dua pilihan yaitu dengan tindakan bedah atau operative treatment dan tindakan non bedah atau nonoperative treatment. Proses penyembuhan pada fraktur clavicula memerlukan waktu yang cukup lama. gerak pada tempatnya. Pembidaian : benda keras yang ditempatkan di daerah sekeliling tulang. . tulang yang mengalami fraktur biasanya kuat dan kembali berfungsi. Imobilisasi bisa dilakukan melalui: 1. Pemasangan gips : merupakan bahan kuat yang dibungkuskan di sekitar tulang yang patah Modifikasi spika bahu (gips klavikula) atau balutan berbentuk angka delapan atau strap klavikula dapat digunakan untuk mereduksi fraktur ini. dan mempertahankan dalam posisi ini. 2. Bila dipergunakan strap klavikula. siku dan tangan. 3. ketiak harus diberi bantalan yang memadai untuk mencegah cedera kompresi terhadap pleksus brakhialis dan arteri aksilaris. dilakukan pembidaian untuk membatasi pergerakan. Setelah sembuh. Selama masa ini pasien harus membatasi pergerakan bahu. Penarikan (traksi) : menggunakan beban untuk menahan sebuah anggota. menarik bahu ke belakang. Tujuan dari penanganan ini adalah untuk menempatkan ujung-ujung dari patah tulang supaya satu sama lain saling berdekatan dan untuk menjaga agar mereka tetap menempel sebagaimana mestinya sehingga tidak terjadi deformitas dan proses penyembuhan tulang yang mengalami fraktur lebih cepat. Patch tulang lainnya harus benar-benar tidak boleh digerakkan (immobilisasi). Peredaran darah dan saraf kedua lengan harus dipantau.

atau miring. Malunion merupakan suatu keadaan dimana tulang yang patah telah sembuh dalam posisi yang tidak seharusnya. 5. khususnya pada studi sebelumnya. Secara keseluruhan. angka non union yang lebih kurang dari 1 % hingga yang lebih besar dari 10%. Gejala sebelum operasi termasuk kelemahan. KOMPLIKASI Komplikasi pada fraktur clavicula dapat berupa :  Malunion. gejalagejala neurologik. Paling banyak pada fraktur 1/3 distal tetapi hasilnya secara fungsional memperlihatkan kepuasan. Fiksasi eksternal: Immobilisasi lengan atau tungkai menyebabkan otot menjadi lemah dan menciut. membentuk sudut. Karena itu sebagian besar penderita perlu menjalani terapi fisik. Komplikasi seperti ini dapat dicegah dengan melakukan analisis yang cermat sewaktu melakukan reduksi. nyeri. dan mempertahankan reduksi itu sebaik mungkin terutama pada masa awal periode penyembuhan. Fiksasi internal : dilakukan pembedahan untuk menempatkan piringan (plate) atau batang logam pada pecahan-pecahan tulang atau sering disebut open reduction with internal fixation (ORIF).4. dan munculnya perasaan yang cemas (bahu yang semakin memburuk dengan gejala-gejala lainnya)  Nonunion Lebih umum terjadi pada fraktur yang ditangani dengan cara operasi. . Gejala malunion pada clavicula dapat menyebabkan penderita tidak puas. telah dilaporkan.

Penanganan operasi termasuk stabilisasi dan graft tambahan pada tulang memberikan hasil yang memuaskan serta fiksasi dengan plate dan peralatan intermedullary. bisa menyebabkan timbulnya trombosis dan pseudoaneurisma pada arteri axillaris dan vena subclavian kemudian bisa menyebabkan timbulnya cerebral emboli. sementara pada orang dewasa prognosis tergantung dari penanganan. fraktur berulang pada clavicula yang mengalami fraktur sebelumnya.  Komplikasi neurovaskular. bagaimana penanganan yang tepat dan usia penderita. Fraktur clavicula disertai multiple trauma memberi prognosis yang lebih buruk daripada pognosis fraktur clavicula murni. Kerusakan nervus supraclavicular menyebabkan timbulnya nyeri dinding dada. . Pada anak prognosis sangat baik karena proses penyembuhan sangat cepat. PROGNOSIS Prognosis jangka pendek dan panjang sedikit banyak bergantung pada berat ringannya trauma yang dialami.  Refraktur. Fraktur 1/3 tengah dengan lebih dari 2 cm dan fraktur 1/3 lateral menjadi faktor resiko lebih tinggi nonunion. diakibatkan oleh karena robeknya lapisan pleura sehingga masuk udara pada ruang potensial antara pleura viseral dan parietal.  Pneumothoraks biasa didapatkan pada pasien dengan fraktur clavicula terutama yang mengalami multiple traumatik. jika penanganan baik maka komplikasi dapat diminimalisir.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->