Reaktor, Vol. 13 No. 2, Desember 2010, Hal.

109-116

PERPINDAHAN PANAS DAN MASSA PADA PENGEMBUNAN CAMPURAN METANOL-PROPANOL-UDARA DALAM KONDENSOR TEGAK
Sarto*), Bambang Soehendro, I Made Bendiyasa dan Rochmadi
Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik UGM Jl. Grafika No. 2 Yogyakarta, Telp.: (0274)902171, Fax : (0274)902170 *) Penulis korespondensi: sarto@chemeng.ugm.ac.id

Abstrak Pengembunan campuran uap dan gas melibatkan mekanisme perpindahan panas dan massa secara simultan yang sangat rumit sehingga pendekatan teoritis terhadap peristiwanya belum cukup untuk diterapkan pada perancangan kondensor. Penelitian ini dimaksudkan untuk memperoleh persamaan semi-empirik yang sederhana dan cukup teliti sebagai dasar memperkirakan koefisien perpindahan panas dan massa proses pengembunan campuran metanol(1)-propanol(2)-udara. Percobaan pengembunan dilakukan di dalam kondensor pipa ganda tegak sepanjang 1,7 m. Ukuran pipa luar dan dalam berturut-turut sebesar 50 mm dan 25 mm. Campuran uap dan gas dialirkan dari atas melalui anulus sedangkan air pendingin dialirkan di dalam pipa dari bawah sehingga sistem menjadi berlawanan arah. Data percobaan meliputi kecepatan alir dan suhu air pendingin, komposisi dan suhu campuran uap-gas, kecepatan alir dan suhu kondensat, kecepatan alir udara, dan tekanan sistem. Koefisien perpindahan panas dan massa dievaluasi melalui model matematik yang disusun berdasarkan neraca massa dan panas yang diselesaikan secara simultan. Hasil penelitian dinyatakan dalam bentuk bilangan tak berdimensi yaitu Nu=19,9297(1-yn)2,9164Re0,8142Pr1/3. Adapun hubungan fungsional bilangan Sherwood yang merupakan bentuk bilangan tak berdimensi koefisien perpindahan massa dinyatakan dengan persamaan Sh1=15,1042(1-yn)2,9696Re0,8068Sc1/3 dan Sh2=5,7227(1yn)2,9916Re0,8113 Sc1/3 Kata kunci: kondensor tegak, metanol-propanol-udara, perpindahan panas dan massa

Abstract Condensation of vapor-gas mixtures is a complicated simultaneous heat and mass transfer processes. Theoretical studies on condensation of vapor and gas mixtures have been done extensively, but they have not given satisfactory results yet. The objective of the research is to determine semi-empirical equations, which are simple and accurate enough, to be used for estimating the heat and mass transfer coefficients in methanol(1)-propanol(2)-air mixture condensation. The experiments were conducted in a vertical double pipe condenser of 1.7 m length. The inner and outer pipe sizes were, 25 mm and 50 mm, respectively. The mixture of vapors and gas contacted with cooling water in counter-current flow. The experimental data consisted of flow-rates and temperatures of the cooling water, compositions and temperatures of the mixture of vapors and gas, flow-rates and temperatures of condensate, air flowrates, and pressures of the system. Heat and mass transfer coefficient were evaluated through mathematic model based on heat and mass balances that is simultaneously solved. The experimental results are presented in the form of non-dimensionless number as follows Nu=19.9297(1yn)2.9164Re0.8142Pr1/3 In addition functional relationship between Sherwood number with Reynolds number of vapors-gas mixture, Schmidt number of vapors-gas mixture, and gas mole fraction were stated by equation Sh1=15,1042(1-yn)2.9696Re0.8068 Sc1/3 and Sh2=5.7227(1-yn)2.9916Re0.8113 Sc1/3 Keywords: standing condenser, methanol-propanol-air, mass and heat transfer PENDAHULUAN Pengembunan campuran uap yang mengandung gas sering dijumpai di industri. Penelitian mengenai pengaruh gas pada proses pengembunan telah banyak dilakukan. Pengaruh tersebut diantaranya adalah penurunan koefsien perpindahan panas rerata pada pengembunan campuran uap air dan udara (Lee et al., 2001) dan meningkatkan hambatan permukaan dan 109

Boiler dirancang dengan kapasitas 18 liter cairan dan dilengkapi 4 buah pemanas listrik. 2008(a). Teori Terlinear Toor (1964). dan panas pengembunan. dengan nilai koefisien perpindahan kalor dan massa diperoleh dari percobaan. serta alat ukur dan pengatur. 0. Adapun alat ukur dan pengatur yang digunakan meliputi termokopel. cenderung memberikan penyimpangan yang lebih besar. Untuk kecepatan pengembunan air. Pemakaian model perpindahan massa dengan pengabaian interaksi. dan 0. katub. Model Difusivitas Efektif memberikan hasil yang paling jelek yaitu menyimpang sampai 30% untuk Sistem isopropanol-air-refrigeran dan 15% untuk isopropanolair-nitrogen. Mazzarotta and Sebastian. Pada makalah ini disampaikan hasil penelitian pengembunan campuran sistem tersebut dengan membandingkan sistem etanol. Model Difusivitas Efektif menghasilkan prediksi penurunan suhu yang mencapai 20% lebih besar daripada hasil percobaan. Model Linear (Toor. Jika analisis pengembunan seakan-akan dilakukan dengan model tanpa interaksi. Fenomena pengembunan uap yang mengandung gas lebih dapat dijelaskan dengan model tak setimbang daripada model setimbang karena kemungkinan terjadinya perbedaan suhu antara badan uap-gas dengan suhu batas antarmuka semakin besar.benzen-udara. difusivitas.67. terdapat pipa tembaga yang dimasukkan ke dalam pipa dalam. 110 . untuk kecepatan pengembunan isopropanol. Alat utama terdiri atas 2 buah boiler dan kondensor uji.. masing-masing berdiameter 25 dan 50 mm. dkk) oleh Krishna (1981a) dan Furno (1986) dengan hasil penyimpangan terbesar untuk prediksi Model Interaksi dan Model Difusivitas Efektif berturut-turut sekitar 25% dan 60%. Model Interaksi memberikan hasil yang lebih jelek daripada Model Difusivitas Efektif. dengan hasil berupa hubungan bilangan tidak berdimensi baku untuk perpindahan kalor dan massa. temokopel uap-gas. 2008(b). flowmeter air. cara Krishna-Standart memberikan hasil yang tidak banyak berbeda yaitu sekitar 5%. Sistem yang dipelajari adalah campuran isopropanol-airrefrigeran dan isoproanol-air-nitrogen. 1973). etanoltoluen-udara (Sarto dkk. 1964). Di samping kedua pipa tersebut. 1995). Pengembangannya terletak pada mekanisme perpindahan massanya yang dapat dikelompokkan menjadi 3. 1992. yang kemudian disebut Model Perpindahan Kalor Linear Terkoreksi. Interaksi antara senyawa yang mendifusi dalam campuran multikomponen sangat berperan dalam perancangan sistem perpindahan massa multikomponen (Behren et al. transduser tekanan. dan Model Difusivitas Efektif berdasarkan Colburn dan Hougen dengan hasil percobaan. dan termokopel untuk air pendingin berturut-turut sebesar 0. 2005). dengan ukuran untuk termokopel boiler. Burghardt and Berezowski. silinder pengukur kondensat. alat pendukung. Model tak setimbang berdasarkan model lapisan yang diajukan oleh Colburn dan Drew (1937) dalam Toor (1964). seperti titik didih. etanol-toluen-udara. Perbandingan hasil percobaan Webb dan Sardesi (1981) dengan prediksi Furno (1986) dalam Taylor dan Krishna (1993) menunjukkan bahwa prediksi komposisi embunan menyimpang sampai sekitar 37% dari data percobaan. 2004. 1972). Pada pembangkit listrik tenaga panas bumi. termokopel untuk dinding kondensor. Model tersebut telah diaplikasikan untuk Sistem etanol-benzen-udara (Sarto dkk. yaitu mencapai sekitar 15%. polaritas. udara. listrik. 0. Penelitian eksperimental pengembunan campuran metanol-propanol-udara perlu dilakukan karena mempunyai perbedaan sifat komponen uap. Webb dan Sardesai (1981) membandingkan manfaat teori pengembunan multikomonen. 2002). dengan panjang 1. dan metanol-air-udara. 1977. keberadaan gas mempengaruhi kinerja termodinamiknya (Gokcen and Yildirim. METODE PENELITIAN Rangkaian alat percobaan dapat dilihat pada Gambar 1. Kondensor berupa 2 pipa konsentrik (double pipe exchanger). mempengaruhi kurva karakteristik perpindahan kalor kondensasi terutama pada daerah hambatan difusi pada pengembunan campuran uap-air. Taylor dan Krishna (1993) juga membandingkan kecepatan perpindahan massa overall percobaan perpindahan massa dalam kolom dinding terbasahi sistem aseton-benzennitrogen/helium oleh Modine (1963) dengan prediksi (Sarto. penyedia air pendingin. flowmeter udara.7 meter. 2003). Hasil prediksi penurunan suhu gas. dan Model Interaksi (Krishna and Panchal. etanol dan udara (Wang and Utaka. dan metanol-airudara (Sarto dkk. dan kondensor akhir. seperti cara Krishna-Standart (1976). Alat pendukung terdiri dari fasilitas pipa terisolasi.5. sementara masuknya interaksi difusional akan memperumit model. yaitu Model Difusivitas Efektif (Schrodt.33.000 watt. pengukur tebal. Termokopel yang digunakan adalah jenis T. 2002). Wang and Utaka. masingmasing dengan kapasitas 2.1 mm. Akan tetapi. yaitu model setimbang (equilibrium model) dan model tidak setimbang (nonequilibrium model). sedangkan suhu uap diukur dengan 7 buah termokopel. dan pemanas. Pendekatan perancangan kondensor campuran uap dan gas dapat dikelompokkan menjadi 2 model. maka akan diperoleh hasil yang lebih realistik dengan cara yang lebih sederhana (Sarto dkk. Alat yang digunakan dapat dibagi menjadi 3 kelompok yaitu alat utama. 2008).Perpindahan Panas dan Massa pada … menurunkan estimasi nilai koefisien pengembunan (Takaharu and Yurika. yang berfungsi sebagai pemegang 6 termokopel untuk mengukur suhu air pendingin. Dinding pipa kecil diukur suhunya dengan menempelkan 5 termokopel secara elektrokimia.

Air pendingin dialirkan dan diatur untuk memperoleh debit tertentu dalam keadaan ajeg. pengaktifannya dilakukan sebelum pengukuran terhadap peubah-peubah proses. 80 70 60 50 Suhu uap-gas Suhu dinding Suhu pendingin Suhu. serta perangkat lunak (software) berupa paket program. yaitu dengan menghidupkan semua pemanas boiler. Keadaan ajeg ditandai oleh nilai suhu (uapgas. air pendingin. HP-IB Card HP82335. debit dan tekanan udara diatur dengan regulator dan katup. Pengukuran peubah operasi dan pengambilan sampel campuran uap-gas dilakukan setelah keadaan ajeg tercapai. tekanan. dan 2 suhu boiler.Reaktor. Komputer PC 486. Pipa luar dilubangi sebanyak 7 buah untuk pengambilan cuplikan uap dan gas. yaitu 7 posisi suhu uap. Sementara itu. Pemantauan nilai suhu untuk memastikan kondisi ajeg tercapai Data yang diperoleh dari pengukuran langsung meliputi suhu (uap-gas. dan pendingin) yang relatif tetap. Penguapan bahan diawali dengan pemanasan pendahuluan. sebagaimana ditunjukkan pada Gambar 2. Tekanan diukur dengan menggunakan pressure tranducer. 5 posisi suhu dinding kondensor. Sampel uap-gas diambil untuk kemudian dianalisis dengan Gas Chromatography Shimadzu dengan kolom 10% Carbowax 1500 on chromosorb. 109-116 Gambar 1. Hal. Vol. dan kecepatan alir (udara. air pendingin. Rangkaian alat percobaan pengembunan campuran metanol-propanol-udara Pengukuran suhu dilakukan secara otomatis menggunakan perangkat akuisisi data yang terdiri atas perangkat keras (hardware) seperti mainframe HP3852a produksi Hewlett Packard Company. Data hasil percobaan diolah untuk mendapatkan koefisien perpindahan panas dan massa dengan bantuan neraca kalor dan massa dalam bentuk model 111 . 40/60. dinding. s 800 1000 1200 Gambar 2. Monitor VGA color. dan kondensat). Pemanas pendahuluan ini dilakukan sampai suhu bahan mencapai titik didihnya. oC 40 30 20 10 0 0 200 400 600 Waktu. 13 No. yang kesemuanya dipakai untuk memantau suhu. Adapun kecepatan alir udara dan air pendingin diukur dengan menggunakan flowmeter jenis rotameter. dan printer dot matrix 9 pin (Epson LX800). Perangkat akuisisi data tidak hanya berfungsi untuk pengambilan data suhu tetapi juga untuk memantau keadaan proses yaitu untuk memastikan proses telah mencapai keadaan ajeg (steady state). Desember 2010. Oleh karena itu. yaitu setelah proses berlangsung sekitar 700 sekon. dan dinding kondensor). Pada sistem ini tersedia 20 saluran. sedangkan kecepatan alir kondensat diukur dengan menggunakan penampung berskala. 6 posisi suhu air pendingin. 2.

dan γ merupakan tetapan yang dicari dari percobaan. debit campuran udara.29 36. 80.690 kgm*.976 3. Disamping itu. 2002) dan etanol-toluen-udara (Sarto dkk. Suhu campuran uap-gas sepanjang kondensor sistem metanol-propanol-udara mempunyai kemiripan dengan suhu campuran sepanjang kondensor untuk sistem etanol-benzen-udara (Sarto dkk.0290 0. kecepatan dan suhu keluar air pendingin.992 5. − GC p − dTg dA = h* g Tg − Ts (Sarto.8149 0. Hal ini disebabkan oleh perbedaan titik didih komponenkomponen campuran tersebut.0342 0. (3) Nu=A(1-yn)B ReC Pr1/3 β1 γ1 1/3 Sh1=α1 (1-yn) Re Sc (4) Sh2=α2 (1-yn)β2 Reγ2 Sc1/3 (5) Dengan A.0309 0. Hasil estimasi nilai koefisien perpindahan panas dan massa pada persamaan pada berbagai kondisi percobaan disusun dalam bentuk persamaan bilangan tidak berdimensi berikut.0660 0.685 0. C. Nilai koefisien perpindahan massa dan koefisien perpindahan kalor mula-mula diduga pada suatu nilai tertentu untuk kemudian diperbaiki dengan cara mengevaluasi perbedaan antara data dan hasil hitungan peubah yang dioptimasi.21 71.71 59. kgp*) No Percobaan 31 Fraksi Udara 0. sehingga pengembunan kedua uap dapat terjadi sejak masuk kondensor yang didukung oleh terjadinya penurunan fraksi mol kedua uap sejak awal yang besarnya hampir sama. kmol/ (m2s) 1.520 3. dan 175 cc/men.15 44. α.8148 0.1064 Tabel 2. Perbaikan nilai (optimasi) dilakukan dengan cara Hooke-Jeeves..0466 0.03 psig.1140 0. oC 64. sebagaimana ditunjukkan pada Tabel 2. Tabel 1. 1987).496 0.5oC.556 0. lengkap dengan dimensi kondensor dan sifat bahan. dan 64. Akan tetapi.705 0. Data kecepatan dan suhu umpan. dan debit kondensat berturut-turut adalah 0. Perpindahan Massa Propanol Terkoreksi (kgp*) dapat diperoleh.1339 0. Koefisien Perpindahan Massa dan Koefisien Metanol Terkoreksi (kgm*).2. yaitu data percobaan dengan tekanan campuran uap-gas.48 40.77 31.433 6. dan suhu uap-gas.708 0.25 72.384 5.1310 0. yaitu suhu air pendingin.03 Tc. yaitu komposisi uap-gas. suhu campurannya sangat berbeda dengan sistem metanol-air-udara.0602 0. nilai Koefisien Perpindahan Panas Terkoreksi (h*).8030 0.0262 0.8090 yp 0.73 70. yaitu untuk Sistem etanol-benzen-udara dan Sistem etanol-toluen-udara masing-masing sekitar 70 dan 77oC. yaitu untuk toluen.972 0. yaitu Model Perpindahan Kalor Linear Terkoreksi dan Model Perpindahan Massa Linear Terkoreksi sebagaimana ditunjukkan pada Persamaan (1) dan (2). dan suhu air pendingin.889 112 .7983 0.2.58 33..8029 0.869 4.37 53.26 38.4oC (Reid et al.82 60. J/(m2 K) 5.890 7.1075 0.Perpindahan Panas dan Massa pada … matematik.45 35.949 9. dinding kondensor.8 L/men. sebagaimana perbedaan sistem metanol-air-udara dengan 2 sistem yang lain (Sarto. ( ) (1) (2) dVi = k* gi Pgi − Psi dA ( ) Persamaan-persamaan tersebut diselesaikan cara Runge-Kutta. tekanan sistem dipakai sebagai masukan. kmol/ (m2s) 9.600 17. 2008). oC 40.1510 0.0847 yn 0.534 kgp*. Suhu campuran uap-gas lebih kecil daripada titik didih masing-masing komponennya.50 ym 0. Hasil perhitungan nilai koefisien perpindahan panas (h*) dan massa (kgm*. Perbedaannya terjadi pada nilai suhu masuknya.24 72.8057 0. sedangkan untuk Sistem metanol-propanol-udara sekitar 72.0231 0.0410 0. 2. propanol.436 4. dkk) HASIL DAN PEMBAHASAN Percobaan dilakukan sebanyak 11 kali dengan contoh data ditunjukkan pada Tabel 1.18 Tw.0208 0. suhu uap-gas. benzen. β. 978 cc/men. 82. debit air pendingin.926 3. 78.02 57. suhu permukaan luar kondensat.1385 0. dan metanol berturut-turut sebesar 110. Berdasarkan data yang didapatkan dan persamaan-persamaan yang diperoleh dari neraca panas dan massa beserta persamaan-persamaan terkait sifat alat dan bahan. 2008(b)).92 67.53 61..0712 0. etanol.0896 0. Contoh Data percobaan pengembunan campuran metanol-propanol-udara Posisi 1 2 3 4 5 6 7 Tg.570 3. serta model perubahan suhu air pendingin.0378 Posisi Sampling 1 2 3 4 5 6 7 h*. kebenaran hasil perhitungan dievaluasi dengan mempertimbangkan hasil perhitungan suhu. B. oC 72.

0129 0.294 12.0410 0.545 7.0355 0.984 8.707 7.406 6.0118 0.198 1.0304 0.500 5.468 0.0177 0.386 1.489 5.608 1.163 1.659 3.0198 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 1 2 3 4 8. Vol.891 9.894 9.0149 0.177 0.0180 0.239 10.0445 0.779 33.055 14.0383 0.557 13.236 12.955 5.457 1.000 32.253 1.589 3.645 8.065 5.0212 0.0170 0.502 2.734 3.0397 0.699 113 33 34 35 36 37 56 57 58 .801 1.601 1.395 0.484 2.634 1.076 2.918 2.0336 0.979 2.252 11.0437 0.0123 0.210 3.668 1.399 4.0085 0.911 1.379 2.0148 0.150 6.0628 0.0234 0.0115 0.967 4. 2.682 1.0067 0.657 1.397 6.0719 0.890 1.979 3.0141 0. 13 No.389 3.890 2. Hal.916 6.495 5.748 1.318 0.0250 0.0480 0.0183 0.0291 0.997 6.628 5.796 4.100 17.132 2.759 8.652 1.261 1.0102 0.391 5.126 4.757 8.392 4.060 3.883 10.570 6.119 4.0204 0.754 0.905 6.1064 0.410 12.186 3.369 4.624 4.595 1.405 1.0138 0.706 2.574 2.0263 0.626 4. Desember 2010.955 8.127 8.976 4.0234 0.547 1.116 7.269 3.406 1.0494 0.951 6.0045 0.026 4.355 5.434 0.143 9.0896 0.0206 0.638 1.0317 0.654 9.276 3.160 6.0323 0.389 11.0516 0.0412 0.Reaktor.894 2.543 1.262 3.310 5.0246 0.0161 0.005 3.439 10.403 5.983 2.737 4.0660 0.836 1.087 1.258 6.655 1.653 76.205 13.875 4.512 2.701 5.790 4.191 2.566 19.080 7.302 4.080 11.0331 0.409 9.195 10.428 1.996 4.812 5.749 1.954 60.0285 0.908 2.491 3.0181 0.098 3.933 2.301 3. 109-116 32 0.913 20.770 2.467 19.243 2.0244 0.512 18.091 2.680 11.260 9.0092 0.0595 0.666 0.234 10.0253 0.313 4.486 3.813 0.834 4.189 0.897 5.899 2.613 19.753 1.051 4.001 16.0172 0.0284 0.0078 0.141 1.646 8.112 6.234 6.233 8.0602 0.254 0.595 13.389 4.502 11.379 1.086 3.520 9.018 5.702 0.999 5.419 4.391 2.942 3.0093 0.014 1.0466 0.000 16.491 2.0712 0.

730 4.0 4.99%.6 Gambar 5.833 0.658 6.0274 5 6 7 1 2 3 4 5 6 7 4.0 (Sarto. tetapi nilai tersebut jauh lebih kecil daripada nilai tetapan untuk Sistem metanolair-udara.8 3.0 3.528 3.0217 0.856. tetapi Nilai B sistem ini (2.4 4. dan standar deviasi sebesar 35.9916Re0.716 2.6 3.2 3.669 4. 4.5 4.609 5.797 2.4 Log(Sh) Dengan memvariasi kondisi umpan kondensor sebanyak 11 macam. Sh2=5. dan standar deviasi sebesar 39. (6) Nu=19.8 Log(Re) 4.0 3.1042) lebih kecil daripada nilai A pada Sistem metanol-air-udara (25.5 3.783 18.8113 Sc1/3 (8) dengan bilangan Schmidt sebesar 1.374.4 3.421 3.0241 59 0. maka hubungan antara bilangan Nusselt dengan bilangan Reynolds Sistem metanol-propanol-udara mengikuti Persamaan (6).0 4.030 5.919 2. Nilai tetapan pada Persamaan (6) dekat dengan nilai tetapan untuk sistem etanol-benzen-udara dan Sistem etanol-toluen-udara.567 5.8142 Pr1/3 dengan bilangan Prandtl sebesar 0. Perbedaan Sistem metanol-air-udara dengan ketiga sistem yang lain sesuai dengan perbedaan nilai koefisien perpindahan kalor keseluruhan yang ditunjukkan pada Tabel 8 oleh Kern (1950).9696) sedikit lebih besar daripada nilai B Sistem metanol-air-udara 114 .946.191 4.2 4.961 2.036 3.187 4.395 2.634 5.010 0.2 2. Hubungan antara Bilangan Sherwood Metanol dan Bilangan Reynolds Sistem MetanolPropanol-Udara (7) Sh1=15.7227(1-yn)2.6 4.0 3.716 5.591 5.5 Log(Sh) 4.0 3.5 3.5 3.2 3.2 4.6 3.0225 0.8068 Sc1/3 dengan bilangan Schmidt sebesar 0.0172 0.312 16. yang hubungannya dapat dilihat pada Gambar 3. 4.8 4. Nilai A sistem ini (15.0 Gambar 3.595). Hubungan antara Bilangan Sherwood Propanol dan Bilangan Reynolds Sistem MetanolPropanol-Udara Bilangan Sherwood metanol (persamaan 7) mempunyai nilai tetapan yang berbeda dengan Bilangan Sherwood metanol Sistem metanol-airudara.2 4.0 Log(Nu) 4.171 2.4 3.2 3.2 3.0 3.9297(1-yn)2.0112 0.0220 0. Hubungan antara bilangan Nusslet dan bilangan Reynolds sistem Metanol-Propanol-Udara Berdasarkan gambar tersebut dan memperhatikan pengaruh jumlah udara.4 3.4 3.0077 0. data hasil percobaan menunjukkan bahwa rentang nilai perubahan bilangan Reynolds dan bilangan Nusselt berturut-turut sebesar 1200-15500 dan 1300-80000.6 3.625 9. akan diperoleh Persamaan (7) dan Persamaan (8) berturutturut untuk metanol dan propanol.938 2.0 3. Hubungan antara bilangan Reynold dan bilangan Sherwood ditunjukkan pada Gambar 4 dan 5. dkk) 3.066 7.9164Re0. dan dengan memperhatikan komposisi udara pada masing-masing percobaan.6 Gambar 4.0216 0.6 Log(Re) 3.162 3.014 3.211 1.8 Log(Re) 4.Perpindahan Panas dan Massa pada … 0.4 4.12%. 5.1042(1-yn)2.718 2.0 2.0 4.0201 0.9696Re0.8 4.11%.760 23.0 4. dan standar deviasi sebesar 38.5 3. Rentang perubahan bilangan Sherwood Sistem metanol-propanol-udara ditunjukkan pada 13 percobaan antara 1600 dan 63000.788 8.0 3.

Kern. Gocken.E.. DAFTAR NOTASI A = luas. dan Rochmadi. Eng. Jilid 26. Jones. C Vi = kecepatan mol masing-masing komponen. N. Mazzarotta. tidak berdimensi Sc = Bilangan Schmidt. Hal.M.. dan Rochmadi. 753-754.O. N/m2 Pr = Bilangan Prandtl. R. J/(kg K) G = kecepatan molar uap. 456-461.99 dan 39. nilai Bilangan Sherwood metanol sistem ini lebih kecil daripada nilai tersebut untuk sistem metanol-air-udara.I. K Tc = suhu air pendingin.. J/(m2 K) kg* = koefisien perpindahan massa terkoreksi. 22. and Sebastian. Sarto.M. B.8113Sc1/3 dengan standar deviasi masingmasing sebesar 38. Oleh karena itu. TED-AJ03 Effect of Non-Condensable Gas on Experimental Value of Condensation Coefficient. B. Multicomponent Mass Transfer in Turbulence Flow. Lee. Vol.L. McGraw-Hill Kogakusha. 36-366.1042(1-yn)2. (1987). vol.. and Wasa. The Canadian Journal of Chem. Krishna.8068 Sc1/3 dan Sh2=5..9297(1yn)2.E...Reaktor. McGraw Hill. and Kim. and Paling.7227(1yn)2. The properties of Gases and Liquids. New York. 4th ed.. and Berezowski.. (2002). 585-595.11 %.I. no. E. International Journal of Exergy. yaitu 0. 109-116 (2. A. Perpindahan Panas dan Massa pada Pengembunan Campuran Metanol-Air-Udara dalam Kondensor Tegak. hal 684-695. G. m2 Cp = kapasitas panas uap. Media Teknik. The Effect of NonCondensable Gas on Diect Contact Condensation of Steam/Air Mixture. (1972). 6. Chem. T. p 840. pp... 32.8142 Pr1/3 dengan standard deviasi sebesar 35.E. 5-6..Ch. dan Rochmadi..B. no. Case Study : Kizildere Geothermal Power Plant-Turkey. Soehendro.088 cm2/s. A. Process Heat Transfer. hal. 25-30. 2. 31.8068 dan 0.V. B.T.12%. Forum Teknik.C.Ch. J. kmol/(m2s) hg* = koefisien perpindahan kalor terkoreksi . (2008). C Tw = suhu dinding. A.. K Ts = suhu batas uap-kondensat (interface). kmol/ (m2s) Nu = Bilangan Nusslet. sedangkan sistem metanol-air-udara metanol berpasangan dengan air yang mempunyai difusifitas lebih dari 2 kalinya. tidak berdimensi Psi = tekanan parsial komponen i pada interface. H. 33. no.9164Re0. Journal of the Korean Nuclear Society. kmol/s ym = fraksi mol uap metanol yn = fraksi mol gas yp = fraksi mol uap propanol DAFTAR PUSTAKA Behren. Bendiyasa.. Hal ini disebabkan oleh pengaruh interaksi dengan pasangannya. Sarto. (1995). Desember 2010. 2. M.M. 73.Q.E Journal.8097.. (1973). (2008 (b)).. G.. pp. vol. Vol. J.T.. and Yildirim. tidak berdimensi Tg = suhu gas. M.. Takaharu. hal. G. G. tidak berdimensi Pgi = tekanan parsial komponen uap i. (2008 (a)). Chem. Soehendro.8423) dengan nilai C yang hampir sama. D. N/m2 Re = Bilangan Reynolds. Bendiyasa.. (1977). pp. 115 . vol 5. R. no. B.9916Re0. 3. vol. 2. pp. Perpindahan Panas dan Massa pada Pengembunan Campuran Etanol-Benzen-Udara dalam Kondensor Tegak. N.. C. B. and Yurika. Journal. 161-171. 13 No. tidak berdimensi Sh = Bilangan Sherwood. Krishna.Ch. I. Perpindahan Panas dan Massa pada Pengembunan Campuran Etanol-Toluen-Udara dalam Kondensor Tegak. pp. Sarto. yaitu 0.I. no. Vol. 124-133. Ltd. and Standart. 383389. Eng. untuk kedua sistem tersebut. Simultaneous Heat and Mass Transfer from Multicomponent Condensing VapourGas Systems.. Tokyo. and Processing. 1. no. A Multicomponent Film Model Incorporating a General Matrix Methode of Solution to the Maxwell-Stefan Equation.L. vol. Effect of NonCondensable Gasses on Geothermal Power Plant Performance. International Student Edition.282 cm2/s. D. pp. W. Bendiyasa. 18. Prausnitz. yaitu sekitar 0. Proceedings of the ASME/JSME Thermal Engineering Joint Conference. (2001). A. 741-745. I. 4. Eng. Schrodt.. pp. (1976).M. and Panchal. (1950). (2003). Sci. Process Design of Condenser for Vapor Mixtures in the Presence of Non Condensable Gases. KESIMPULAN Berdasarkan pada hasil penelitian dan pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa persamaan semi empirik koefisien perpindahan panas dalam bentuk bilangan tak berdimensi untuk sistem metanol-propanol-udara adalah Nu=19. Comparison of Various Mass Transport Model in Multicomponent Condensation. no. Reid. Condensation of Binary Vapour Mixture in he Presence of an Inert Gas. Soehendro. Burghardt. 19. Hubungan semi empirik koefisien perpindahan massa dalam bentuk bilangan tak berdimensi untuk untuk sistem metanol-propanol-udara adalah Sh1=15. Seminar Nasional Teknik Kimia ”Kejuangan”. sistem ini metanol berpasangan dengan propanol yang mempunyai difusifitas hampir sama. (1992). vol.. Journal. I.9696Re0.

H. and Krishna. Y.4. Solution of the Linearized Equation of Multicomponent Mas Transfer: 1. 2. Webb. 7. J. 448-455.. S. vol 18. (1981). (2005). Vertical of Multicomponent Mass Transfer Model for Condensation Inside a Vertical Tube. R. Wang. 47. vol. Journal. 116 . JSME International Journal. vol. An Experimental Study on the Effect of Non Condensable Gas for Solutal Marangoni Condensation Heat Transfer. Experimental Heat Transfer. and Utaka. A. no. R.. D. 5. hal. hal. Effect of NonCondensable Gas Mass Fraction on Condensation Heat Transfer for Water-Ethanol Vapor Mixture.. Multicomponent Mass Transfer. R. Int. Y. Toor. (1993). (1964). (Sarto. hal. and Utaka.R. John Wiley & Sons. 10. dkk) Wang. Multiphase Flow. S.G. 435-477.I. and Sardesai.L. pp. hal 61-79. no. vol. no.E.Ch. 162-167. (2004). 507-520.. New York.Perpindahan Panas dan Massa pada … Taylor..