MINGGU, 23 DESEMBER 2012

19

EVENT
Apakah semuanya mahasiswa kedokteran? Mahasiswa kedokteran cuma 10%. Ratarata ketika kuliah, teman-teman ini justru bukan dari fakultas kedokteran. Mereka ambil jurusan lain. Ini membuktikan yang peduli pada masalah kesehatan bukan cuma anak fakultas kedokteran. Malah ada relawan ibu-ibu juga pada 2011. Apa saja kegiatan yang dilakukan HES? Setiap tahun kami punya fokus satu gerakan yang sedang ramai di masyarakat. Pada 2010, kami mengambil tema penyakit filariasis (kaki gajah), 2011 tentang kanker, dan tahun ini tentang hepatitis. Bagaimana kamu menentukan tematema itu? Setiap awal tahun, kami berkumpul dan memperhatikan tren penyakit apa yang sedang naik di masyarakat. Inginnya fokus setahun satu tema, jadi enggak main menyelenggarakan dengan tema acak. Contoh 2011 dengan tema kanker, kami bikin penyuluhan di SD, penggalangan dana, bantuan untuk pasien kanker, seminar, nulis di media, workshop, kunjungan ke bangsal kanker anak di RS Dharmais, dan sebagainya. Apa kegiatan paling besar yang pernah kalian lakukan? Pada 2010 kami buat penyuluhan akbar filariasis se-Depok. Awalnya sempat bingung gimana supaya warga dari 63 kelurahan bisa dapat ilmu. Tadinya mau nyamperin satu per satu, tapi kok rasanya tidak efisien. Kami akhirnya memberanikan diri ngomong sama ibu wali kota dan beliau dukung banget. Dia membuat surat edaran ke semua kelurahan dan mewajibkan setiap kelurahan mengirimkan minimal lima perwakilan kader PKK untuk kami latih. Ada 300-an ibu yang datang. Mereka kami latih menjadi agen tanggap filariasis, bagaimana melaporkan kasus baru ke puskesmas, karena kalau tidak cepat-cepat, bisa menyebar ke warga lain. Pernah menemui kesulitan? Alhamdulillah setiap acara ada saja keajaiban, seperti bantuan yang membuat kami lebih mudah. Misalnya ke RS Dharmais, sempat tidak boleh karena ini kan bukan tempat umum yang bisa dimasuki sembarangan. Tapi, kami ingin temanteman membangun empati dan melihat kehidupan mereka lebih dekat. Kami usaha ke yayasannya, akhirnya mereka mengerti dan kami diizinkan. Kami sempat membuat film dokumentasi tentang pasien kanker anak-anak. Jadi, enggak melulu seminar dan penyuluhan, lewat film juga bisa. Saat ini anggota HES ada berapa? Anggota ada sekitar 100 orang, 20 pengurus inti, dan lainnya volunter. Setiap ada acara, siapa saja boleh bergabung. Dengan kegiatan di HES, kuliah kamu terganggu, enggak? Sejujurnya di semester lima ini mulai keteteran. Kami ada pertemuan pengurus sebulan sekali, kadang molor, tapi kegiatan tetap jalan. Rencana tema tahun depan apa? Rencananya akan rapat besar Januari untuk nentuin. Mungkin tema tahun depan tentang HIV/AIDS karena jumlah penderitanya semakin meningkat setiap tahun. Ada rencana ke depan untuk pengembangan HES? Ada. Kami mau mengembangkan HES di Solo, Jawa Tengah. Sudah ada tiga orang yang menyanggupi. Cita-cita atau ambisi pribadi kamu di luar HES? Aku mau jadi dokter akademisi, baru deh ambil spesialis. Akademisi di bidang biomedik atau kesehatan masyarakat tuh jarang. Aku mau ambil kesehatan masyarakat. Doain, ya. (M-6)

Ulang Tahun Emas WWF
ALUNAN lagu fenomenal Gangnam Style yang dipopulerkan Psy memang cocok untuk mengiringi flashmob. Tapi, kalau yang joget 200 prajurit Brigade Infanteri (Brigif) dan 20 ‘panda’, gimana ya? Ternyata mereka juga keren kok nari-nya. Bersama Kementerian Kehutanan, Kementerian Koordinator Perekonomian dan Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad), pada 16 Desember 2012 lalu, organisasi lingkungan hidup World Wild Fund for Nature (WWF) Indonesia merayakan pembukaan ulang tahun emasnya dengan tema Golden path of love, atau Persembahan cinta untuk bumi. Acara tersebut juga dimeriahkan dengan kehadiran 30 komunitas yang tergabung dalam Komite Penghapusan Bensin Bertimbal (KPBB). Selain itu, artis seperti Mario Lawalata, Anda Wardhana, Girlband Bexxa, Miss Indonesia 2010 Priscilla Febrita, dan masyarakat yang sedang mengikuti kegiatan hari bebas kendaraan bermotor alias car free day di Bundaran HI juga larut dalam gerak tari massal itu. Pada kesempatan itu, WWF membagikan 1.500 bibit tanaman kepada masyarakat yang berada di sekitar tempat tersebut. Hal tersebut dilakukan untuk mendorong masyarakat melakukan aksi tanam pohon demi menyelamatkan bumi tercinta yang sudah makin panas ini. Selain pembukaan acara di Bundaran HI, masih terkait dengan ulang tahunnya yang ke-50, mulai 16 hingga 23 Desember WWF mengadakan beragam acara di Taman Ismail Marzuki. Ada pergelaran seni dan budaya, diskusi, edukasi, dan advokasi. Tujuan acara itu tidak lain untuk menggugah kesadaran masyarakat tentang pentingnya melestarikan alam, salah satunya lewat unsur budaya. Sebagai anak muda, ide brilian kita ditunggu banget nih. Ayo tunjukkan kecerdasan kita dalam menjaga lingkungan tercinta! (*/M-6)

DOK. WWF INDONESIA

EKSIS

MI/IMMANUEL ANTONIUS

Rakyat Sehat, Indonesia Maju
Ia giat menggerakkan komunitas kesehatan masyarakat dan lingkungan sejak SMA karena yakin salah satu penentu produktivitas sumber daya manusia ialah kesehatan.
K HAL HALIDAH H AL ALIDAH L H N IZMA MA A F RITZ
AK harus menunggu gelar dokter kalau mau berbagi ilmu dengan masyarakat. Hal itu disadari betul oleh Fathimah Sulistyowati, 20. Sejak SMA, mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) yang akrab disapa Fatma ini mengajak teman-teman sekolahnya di SMAN 1 Depok untuk bergerak membangun komunitas kesehatan dan lingkungan bernama Health, Environment, and Social Community (HES). Pendidikan kesehatan sangat penting diketahui masyarakat. Kalau masyarakat sehat, barulah Indonesia bisa maju. Begitu prinsip Fatma. Beberapa hari lalu Move mendapat kesempatan berbincang dengan perempuan yang murah senyum ini di kampus UI Salemba. Berikut petikan wawancara dengan calon dokter yang sempat beberapa kali menyumbang tulisan untuk halaman Move ini. Dari mana ide awal membentuk komunitas pemuda yang aktif di bidang kesehatan? Idenya bermula pas aku SMA kelas tiga. Ada keluarga yang sakit dan aku membangun tekad untuk jadi dokter. Aku sadar Indonesia belum maju karena sumber daya manusianya tidak produktif. Dua faktor penentu produktivitas ialah akses pendidikan dan kesehatan. Aku lihat banyak yang sudah bergerak di bidang pendidikan seperti membuka sekolah untuk anak tidak mampu. Terus yang kesehatan bagaimana nih? Belum ada yang gerak secara khusus. Dari sanalah aku ingin memajukan Indonesia lewat kesehatan. Apakah saat itu langsung membentuk HES? Oh enggak, soalnya aku belum tahu mau ngapain. Pas banget aku terpilih mengikuti acara Indonesia Youth Conference (IYC) pada Juli 2010 mewakili Jawa Barat. Aku kumpul dengan perwakilan dari 32 provinsi lainnya. Ini wahana pematangan ide. Lulus dari IYC, kami dianjurkan untuk membuat proyek. Ini enggak wajib sih, tapi sebagai bentuk tanggung jawab saja. Siapa yang kamu ajak dalam HES? Setelah IYC, aku ngajak teman-teman (sekolah) gabung. Mereka apresiasi banget. Akhirnya HES terbentuk setelah temanteman lulus dan tersebar di banyak kampus. Waktu itu kami berdua puluh. Jadi, HES ada di Jabodetabek dan Bandung.

Padat Kegiatan di PPI Arnhem
SEGAN menempuh pendidikan jauh ke negeri orang karena takut merasa sendirian? Wah, berarti kamu belum mencari tahu tentang Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) nih! PPI berada di hampir semua negara di dunia. Salah satunya di Belanda yang sudah ada sejak 1922 dengan nama Perhimpunan Indonesia. “ Pada 1989 Perhimpunan Indonesia mulai lebih terorganisasi, dan sejak 2001 ada 17 cabang,” kata Edward Vreeken, Ketua PPI Arnhem, Belanda. PPI Arnhem beranggotakan 117 orang. Mereka punya situs untuk berbagi informasi dan kegiatan. Di organisasi itu ada beberapa departemen. Pertama, departemen keagamaan. Mereka membuat acara-acara seperti sahur dan buka puasa bersama dan perayaan Natal. Kedua, departemen olahraga. Beberapa turnamen seperti futsal, bola basket, hingga bulu tangkis kerap diselenggarakan. Kemudian ada departemen yang mengurus kegiatan lebih umum, contohnya jalan-jalan ke kota lain dan debat tentang topik-topik tertentu. PPI Belanda memang punya seabrek kegiatan bersama. “Salah satu contoh adalah acara Made in Indonesia yang akan diadakan beberapa hari lagi. Di acara ini ada yang main musik tradisional Indonesia, ada dance performance dari daerah-daerah tertentu di Indonesia, dan kami menjual makanan khas Indonesia,” kata cowok berusia 24 tahun itu. Jadi, meskipun jauh di negeri orang, pelajar Indonesia bisa mengobati kangen sama Tanah Air. Acara besar yang sedang dipersiapkan PPI Arnhem adalah Arnhemia, turnamen olahraga yang akan mempertandingkan beberapa cabang olahraga seperti futsal, basket, dan tenis meja. “Kira-kira pelajar Indonesia yang akan berpartisipasi mencapai 300-400, termasuk para suporter,” kata pehobi sepak bola itu. Jadi, kalau kamu berniat menempuh pendidikan di luar negeri, jangan lupa cari PPI di sana, ya! (*/M-6)

T

Biodata Bi d
Nama Lengkap : Fathimah Sulistyowati Tempat, Tanggal lahir : Solo, 6 Juni 1992 Hobi : Main gitar dan menulis Pendidikan : Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (semester 5) Organisasi : Penggagas dan Presiden Health, Environtment, Social Community (HES) Staf Ahli Hubungan Eksternal BEM FK UI Koordinator Nasional Bidang Humas, Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia

DOK. PPI BELANDA

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful