BAB II TINJAUAN PUSTAKA 3.1. Hipertensi Dalam Kehamilan 3.1.1. Definisi Menurut American College Obstetric and Gynaecologist (ACOG).

Hipertensi adalah suatu keadaan dengan tekanan darah diastolik minimal 90 mmHg atau tekanan sistolik minimal 140 mmHg atau kenaikan tekanan diastolik minimal 15 mmHg atau kenaikan tekanan sistolik minimal 30 mmHg. Tekanan darah harus diukur 2 kali dengan selang waktu 6 jam.2 Beberapa definisi yang berhubungan dengan hipertensi dalam kehamilan adalah sebagai berikut :2,6,7 • Preeklampsia adalah suatu keadaan hipertensi yang disertai proteinuria, edema, atau keduanya (trias) yang terjadi akibat kehamilan di atas 20 minggu dan paling sering mendekati aterm dan dapat timbul sebelum kehamilan 20 minggu bila terjadi penyakit trofoblas. • • • Eklampsia adalah keadaan terjadinya kejang-kejang pada wanita dengan kriteria klinis preeklampsia yang bukan disebabkan penyakit neurologi seperti epilepsi. Superimposed preeklampsia adalah suatu keadaan preeklampsia-eklampsia yang terjadi pada wanita yang sebelumnya telah menderita hipertensi vaskuler kronis atau penyakit ginjal. Hipertensi kronis adalah keadaan hipertensi yang menetap dengan penyebab apapun yang sudah diderita sebelum konsepsi atau sebelum kehamilan 20 minggu atau menetap selama 6 minggu post partum. • Transient hipertensi yaitu timbulnya hipertensi dalam kehamilan sesudah trimester II atau dalam 24 jam pertama post partum tanpa ada tanda-tanda hipertensi kronis atau preeklampsia-eklampsia dan gejala ini akan hilang setelah 10 hari post partum.

3.1.2. Insiden Spellacy dkk, melaporkan bahwa pada wanita > 40 tahun insiden hipertensi meningkat 3 kali lipat dibandingkan dengan wanita usia 20-30 tahun. Hansen melaporkan peningkatan insiden preeklampsia sebesar 2-3 kali pada nullipara yang berusia di atas 40 tahun bila dibandingkan
10

Superimposed eklampsia. Hipertensi bersamaan dengan kehamilan.1.2 mg/dl kecuali sudah diketahui meningkat sebelumnya. Hipertensi tanpa proteinuria atau edema patologis. dan masa nifas jika dibandingkan dengan multipara sebesar 7%.6% pada hispanik. c. Tekanan darah sistolik ≥ 160 mmHg atau tekanan darah diastolik ≥ 110 mmhg 2.5% pada ras kulit hitam. 20% hispanik. a. Hipertensi karena kehamilan dan sembuh setelah persalinan. 3. Hampir 20% nullipara menderita hipertensi sebelum. Menurut Cunningham dan Leveno di RS Parkland selama tahun 1986 ditemukan insiden hipertensi sebesar 18% pada ras kulit putih. a.dengan usia 25-29 tahun. i. dan 22% ras kulit hitam. Secara umum insiden preeklampsia ± 5% dari seluruh kehamilan.1. Klasifikasi Hipertensi dalam kehamilan dapat diklasifikasikan sebagai berikut :2 1.2% pada kulit putih. yaitu hipertensi kronis yang sudah ada sebelum kehamilan atau menetap setelah persalinan. ii. Hipertensi yang sudah ada sebelumnya dan diperberat oleh kehamilan. hampir 70% diantaranya adalah nullipara. 2. Peningkatan kreatinin serum > 1. b. 11 .2. Superimposed preeklampsia.2 3.2. Insiden hipertensi dalam kehamilan pada multipara adalah 6. Definisi Preeklampsia adalah sindroma spesifik kehamilan berupa berkurangnya perfusi organ akibat vasospasme dan aktivasi endotel. Preeklampsia dengan proteinuria dan atau edema patologik. selama persalinan.2 Preeklampsia ditandai dengan hipertensi dan proteinuria setelah usia gestasi 20 minggu. Preeklampsia berat. Proteinuria 5g/24 jam atau kulitatif +3 sampai +4 3. dan 8. Preeklampsia dan eklampsia 3. Eklampsia yaitu proteinuria dan atau edema patologik disertai kejang. 3. 6. Preeklampsia ringan. b.5 1.3.3 Dikatakan preeklampsia berat bila pada preeklampsia ditemukan satu atau lebih tanda/gejala dibawah ini:4.

Peningkatan enzim hati 7. papil eksudat. arthritis atau lupus. Trombositopenia (Trombosit < 100. Faktor yang berkaitan dengan kehamilan • Abnormalitas kromosom • Mola hidatidosa • Gamelli • Infeksi saluran kencing dalam kehamilan • Hidrops fetalis 2. Faktor Resiko Berikut adalah faktor resiko yang berkaitan dengan peningkatan insiden preeklampsia:2. diabetes. Faktor maternal spesifik • Nullipara • Umur ibu lebih dari 35 tahun • Umur ibu kurang dari 20 tahun • Obesitas • Ras negroid • Sejarah keluarga dengan preeklampsia • Preeklampsia pada kehamilan lalu • Stress • Riwayat penyakit tertentu hipertensi kronik. Nyeri epigastrium 6.5. penyakit ginjal atau penyakit degeneratif seperti reumatik.4.3.00/mm3) 8.2. Edem paru Eklampsia adalah terdapatnya tanda-tanda preeklampsia yang diikuti dengan serangan kejang dan koma.2. Gangguan penglihatan atau serebral 5. Perdarahan retina.8 A. Faktor yang meningkatkan risiko terjadinya preeklampsia: 1. dan papil edem 9. 12 . 3.

3. Faktor yang mengurangi terjadinya risiko preeklampsia 1. Peran faktor imunologis Bukti nyata menunjukkan bahwa factor imunologis memegang peranan penting pada preeklampsia. sehingga terjadi penurunan produksi prostasiklin (PGI 2) yang pada kehamilan normal meningkat. Preeclampsia sering terjadi pada kehamilan pertama dan tidak timbul lagi pada kehamilan berikutnya. Sex oral 2.3. Merokok 3.8 13 . Faktor paternal spesifik (faktor sperma) • Primipaternity • Ayah dengan riwayat istri terdahulu preeclampsia 4. Risiko yang berhubungan dengan riwayat penyakit terdahulu dan riwayat penyakit keluarga • Riwayat pernah preeklampsia • Hipertensi kronik • Penyakit ginjal • Diabetes gestasional. sehingga terjadi vasospasme. Etiologi Ada beberapa teori mencoba menjelaskan perkiraan etiologi dari preeklamsi sehingga penyakit ini disebut the diseases of theory: 1. Hal ini dapat diterangkan bahwa pada kehamilan pertama pembentukan blocking antibodies terhadap antigen plasenta tidak sempurna. Aktivasi trombosit menyebabkan pelepasan tromboksan (txa2) dan serotonin.5 2. yang semakin sempurna pada kehamilan berikutnya. diabetes mellitus tipe I • Antiphospholipid antibodies dan hiperhomocysteinemia B. aktivasi trombosit dan fibrinolisis.2. Penyakit imunologis seperti SLE merupakan faktor predisposisi wanita dengan preeclampsia.3. Gangguan pada plasenta meningkatkan resiko terjadinya preeklampsia karena plasenta dapat menjadi antigen. Peran prostasiklin dan tromboksan Pada preeklampsia didapatkan kerusakan pada endotel vaskuler. yang kemudian akan diganti trombin dan plasmin.2.

Tekanan darah sistolik ≥ 160 mmHg atau tekanan darah diastolik ≥ 110 mmhg 2.4 3. tromboxan) yang dapat menyebabkan vasospasme dan agregasi platelet. meningkatnya cardiac output dan peningkatan tahanan pembuluh perifer.2. Manifestasi terhadap kardiovaskuler meliputi penurunan volume intravaskular.5.2.5 1. Diagnosis Diagnosis preeklampsia berat ditegakkan berdasarkan kriteria dibawah ini:4. Peningkatan hemolisis mikroangiopati menyebabkan anemia dan trombositopeni. Proteinuria 5g/24 jam atau kulitatif +3 sampai +4 3. 4.4 Patofisiologi Pada preeklampsia yang berat dapat terjadi perburukan patologis pada sejumlah organ dan sistem yang kemungkinan diakibatkan oleh vasospasme dan iskemia.2. Kerusakan hepar dari nekrosis hepatoseluler menyebabkan nyeri epigastrium dan peningkatan tes fungsi hati. dan papil edem 9. Nekrosis ginjal dapat menyebabkan penurunan laju filtrasi glomerulus dan proteinuria.6. Penatalaksanaan 14 .3. Penumpukan trombus dan pendarahan dapat mempengaruhi sistem saraf pusat yang ditandai dengan sakit kepala dan defisit saraf lokal dan kejang. Peningkatan kreatinin serum > 1. Wanita dengan hipertensi pada kehamilan dapat mengalami peningkatan respon terhadap berbagai substansi endogen (seperti prostaglandin. Edem paru 3. Peningkatan enzim hati 7.2 mg/dl kecuali sudah diketahui meningkat sebelumnya. papil eksudat. Nyeri epigastrium 6. Perdarahan retina. Gangguan penglihatan atau serebral 5.00/mm3) 8.2. Trombositopenia (Trombosit < 100. Infark plasenta dan obstruksi plasenta menyebabkan pertumbuhan janin terhambat bahkan kematian janin dalam rahim.

2. terminasi kehamilan dindikasikan jika 15 . Glukokortikoid diberikan kepada wanita dengan PEB dengan kehamilan preterm.2 Penatalaksanaan PEB terdiri dari: 1. tujuannya untuk menurunkan tekanan darah sampai tekanan diastolik antara 90-100 mmHg. meningkatkan kesehatan ibu. Pemberian glukokortikoid Pemberian glukokortikoid bertujuan untuk pematangan paru janin. Pemberian antikonvulsi Pada kasus preeklampsia berat. Obat ini dapat diberikan secara intravena melalui infus kontinu dengan cara:7 • • • • • Berikan dosis bolus 4 – 6 gram MgSO4 diberikan dalam 15-20 menit mulai infus rumatan dengan dosis 2 g/jam dalam 100 ml cairan intravena MgSO4 dihentikan 24 jam setelah bayi lahir.9 4.Manajemen dasar dalam penatalaksanaan komplikasi kehamilan karena preeklampsia adalah terminasi kehamilan dengan trauma sekecil-kecilnya. Pemberian anti hipertensi Anti hipertensi diberikan jika tekanan diastolic >110 mmHg. lahirkan janin hidup. Selain itu. Siapkan antidotum jika terjadi henti napas · berikan bantuan dengan ventilator · berikan kalsium glukonat 2 g (20 ml dalam larutan 10%) secara intravena perlahan sampai pernapasan mulai lagi. MgSO4 dihentikan 24 jam setelah bayi lahir. Syarat pemberian MgSO4:4 · · Reflek patela (+) Pernapasan lebih dari 16 kali permenit 2. magnesium sulfat (MgSO4) yang diberikan secara parenteral merupakan obat anti kejang yang efektif tanpa menimbulkan depresi susunan syaraf pusat baik bagi ibu maupun janinnya. Pemberian glukokortikoid diberikan dengan terminasi kehamilan dalam 48 jam.7 3. Terminasi kehamilan Terminasi kehamilan dilakukan pada kehamilan ≥ 34 minggu atau ada bukti paru janin sudah matang atau adanya resiko kematian janin.

2 Penderita eklampsia diperlukan analgetik dan sedatif lebih banyak dalam persalinan.2 3. beratnya penyakit.1 Indikasi Indikasi tindakan ini yaitu mempersingkat kala II pada keadaan :10. solusio plasenta. edema pulmonal.3.5 3. penurunan platelet). Pada kala II pada penderita hipertensi bahaya perdarahan dalam otak lebih besar sehingga apabila syarat-syarat telah dipenuhi hendaknya persalinan diakhiri dengan cunam atau ekstraktor vakum. koagulopati intravaskular diseminasi. kematian janin. yaitu eklampsia. Riwayat SC 16 . gagal ginjal.7. anemia.10 3. ruptur hepar. sindroma HELLP. elevasi enzim hati. kedaruratan hipertensi dan hipertensi ensefalopati serta kebutaan kortikal. gejala PEB persisten. Ibu tidak boleh meneran terlalu lama pada kala II akibat kondisi obstetri tertentu (preeklampsia berat. diabetes mellitus. persalinan prematur. eklampsia) 2.3. Ekstraksi vakum Ekstraksi Vakum adalah tindakan obstetrik operatif untuk melahirkan kepala janin dengan menggunakan “mangkuk hampa udara” yang ditempelkan pada kulit kepala janin dari seorang parturien yang masih memiliki tenaga meneran.4 3.tekanan darah tidak terkontrol. Prognosis Morbiditas dan mortalitas penderita preeklampsia sangat ditentukan umur kehamilan saat ditemukan. Komplikasi Komplikasi akut preeklampsia. Komplikasi janin dapat berupa pertumbuhan janin terhambat.11 1. kualitas penanganan dan penyakit penyerta lainnya. gangguan fungsi ginjal.2.2. Kondisi obstetri tertentu : 1. Pemberian ergometrin secara rutin pada kala III tidak dianjurkan kecuali jika terdapat atonia uteri. solusio plasenta. sindroma HELLP (hemolisis.8.

Kelainan letak : o o o o Presentasi Muka Letak Dahi Presentasi Lintang “After coming head” pada presentasi sungsang 3.2 Kontraindikasi Absolut Kontra indikasi absolut tindakan vakum ekstraksi adalah:12. Operator tidak dapat mengenali denominator dengan baik Operator tidak kompeten untuk melakukan ekstraksi vakum. Pasca pengambilan sediaan darah dari kulit kepala janin. 2.3. Fasilitas sectio caesar sudah siap 3.13 • • • • Disproporsi sepalo-pelvik . Gawat janin pada kala II dengan syarat : 1.3 Kontraindikasi Relatif Kontraindikasi relatif pada tindakan ekstraksi vakum antara lain:12. Prematuritas • Kecuali pada persalinan gemelli anak ke II dimana persalinan hanya memerlukan traksi ringan akibat sudah adanya dilatasi servix dan vagina. 17 .3.14. Perjalanan persalinan normal 2. Kala II memanjang 3.2. Maternal distress pada kala II 4.15 1.

• Dikhawatirkan terjadi trauma intrakranial.3. IUFD • • Oleh karena tidak dapat terbentuk kaput. 3. ikterus neonatorum berat. kranium sangat lunak sehingga pemasangan mangkuk menjadi sulit. Pada janin maserasi. perdarahan intrakranial .14 18 . Kelainan kongenital janin yang menyangkut kranium : anensephalus.4 Prinsip ekstraksi vakum Membuat suatu caput succadeneum artifisialis dengan cara memberikan tekanan negatif pada kulit kepala janin melalui alat ekstraktor vakum. 4. 3.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful

Master Your Semester with Scribd & The New York Times

Special offer: Get 4 months of Scribd and The New York Times for just $1.87 per week!

Master Your Semester with a Special Offer from Scribd & The New York Times